Senin, 13 April 2015

Ayu Triana_Tragedi Meledaknya PLTN di Chernobyl Ukraina

Oleh : Ayu Triana
1112054000011
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam
Tragedi Meledaknya PLTN ( Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ) di Chernobyl Ukraina
Pada kesempatan kali ini saya memaparkan tentang tragedi yang terjadi di Ukraina. Tanggal 26 April 1986, 22 tahun lalu, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN Chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang.Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.

Nurdin Araniri_Bencana Picher Oklahoma

Nama                : Nurdin Araniri
NIM                  : 1112054000010
Ekologi Manusia

Bencana Picher Oklahoma, Amerika Serikat
Picher, Oklahoma, ditetapkan sebagai kota paling beracun di Amerika menurut EPA (semacam lembaga AMDAL di AS). Bagaimana tidak, sebelumnya kota ini berpopulasi sebanyak 20.000 jiwa dan merupakan salah satu penghasil timah terbesar saat itu. Bukan hanya itu, kota ini juga dahulu adalah kota terkaya. Sekarang ini, hanya tersisa kurang dari 25 jiwa yang berdiam di kota ini.

Diqu Zarobi Alfadia_PMI 6_Ekologi Manusia

Nama                           :Diqu Zarobi Alfadia
NIM                            :1112054000015

Chernobyl adalah sebuah kota tak berpenghuni di Ukraina utara, tepatnya di Oblast Kiev dekat dengan perbatasan Belarusia. Tingkat radiasi di kota ini masih dalam keadaan kritis, yaitu pada 5,6 roentgen per second (R/s) (0.056 Grays per second, atau Gy/s).

M. Firdaos_PMI 6_Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah Butuh Penanganan Serius
(Analisis terhadap bencana alam yang diakibatkan oleh ulah manusia)
Palangkaraya (06/10)-Kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan Tengah sudah menjadi kado tahunan yang rutin terjadi. Pembukaan lahan dengan pembakaran secara besar-besaran untuk kebutuhan hutan tanaman industri, perkebunan sawit dan proyek lahan gambut sejuta hektar yang mengakibatkan kerusakan parah menjadi penyebab utama tak terkendalinya kebakaran hutan di Kalteng.

Syachul Hamdi_Reaktor Nuklir Chernobly

Nama        : Syachul Hamdi
NIM          : 1112054000022
Jurusan    : Pengembangan Masyarakat Islam
Semester   : VI (Enam)
Meledaknya Reaktor Nuklir Chernobly Di Ukraina
Tanggal 26 April 1986, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Chernobyl, Ukraina. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang. Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun.

Dwiko Maxi Rianto_PMI 06_TUGAS 3 EKOLOGI MANUSIA

Dwiko Maxi Rianto
1112054000029
Pengembangan Masyarakat Islam 6
Ekologi Manusia


PENCEMARAN RADIOAKTIF (NUKLIR) DI CHERNOBYL, UKRAINA




Pencemaran radioaktif  adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Efek yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan mahkluk hidup disekitarnya. Apabila ada mahkluk hidup yang terkena radiasi ini biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh mahkluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan

BUNGAWATI_1112054000032_pmi 6_ ekologi manusia

Nama : bungawati
NIM  : 1112054000032
Jurusan : PMI 6
Tugas : Ekologi Manusia
Kerusakan dan Bencana Akibat Prilaku Manusia

Bencana bisa terjadi dimana-mana di suatu lokasi atau daerah tertentu, bahkan di belahan bumi tertentu. Demikian halnya dengan kerusakan yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok, daerah tertentu bahkan negara tertentu. Allah swt telah menjadikan bumi ini untuk manusia sebagaimana firman-Nya, "Dialah Allah yang menjadikan untukmu segala yang ada di bumi..."(Q.S.Al-Baqarah:29) Bila kita cermati, antara komponen yang satu dengan komponen yang lain saling terkait. Misalnya, Allah menjadikan oksigen yang merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan juga binatang, yang dihirup oleh manusia saat berlangsungnya proses pernapasan dan kemudian manusia mengeluarkan karbon dioksida yang sangat diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan.

dwiki handika_pmi 6_ekologi manusia.


Dwiki handika    1112054000031
Pengembangan masarakat islam
Matakuliah ekologi manusia
Semester 6
Picher kota beracun di Amerika
Picher adalah sebuah kota hantu dan bekas kota di Ottawa County, Oklahoma, Amerika Serikat. Dulunya merupakan sebuah pusat pertambangan timbal dan seng nasional di jantung Tri-State Mining District. Penggalian bawah tanah tanpa batas yang berlangsung lebih dari satu abad telah merusak parah sebagian besar bangunan di kota tersebut, dan menyisakan tumpukan raksasa logam beracun yang terkontaminasi limbah tambang yang tersebar di seluruh wilayah. Picher adalah salah satu dari beberapa lokasi di dunia (seperti Gilman, Colorado dan Wittenoom, Australia Barat) yang harus dikosongkan dan dinyatakan tidak layak huni akibat kerusakan lingkungan dan kesehatan yang disebabkan oleh pertambangan.

lilisokviyani_PMI6_tragedi alam ulah manusia

Nama : Lilis Okviyani
Pengembangan Masyarakat Islam

Apakah The Great Pacific Garbage Patch itu???

The Great Pacific Garbage Patch atau dalam bahasa indonesia kita sebut Tambalan Sampah Samudera Pasifik merupakan kumpulan sampah laut yang berasal dari sampah-sampah lautan yang ada di Samudera Pasifik dan umumnya berasal sampah dari kapal-kapal laut yang berlayar di Samudera Pasifik. Sampah-sampah tersebut dibawa oleh arus laut dan berkumpul di suatu titik  pertemuan arus laut yang kemudian membentuk "pulau sampah". The Great Pacific Garbage Patch ini terletak di Samudera Pasifik Utara.

Siti Nur Rahmah_PMI 6_Ekologi Manusia

NAMA : SITI NUR RAHMAH
NIM : 1112054000018
TUGAS MENCARI BENCANA ALAM YANG DISEBABKAN OLEH MANUSIA DI DUNIA

Berkeley Pit, Danau paling 'MEMATIKAN' di
Amerika Serikat

Dari kejauhan permukaan danau di Butte, Montana ini tampak berwarna
biru gelap dengan air yang tenang, indah dipandang mata. Tetapi warna
itu sebenarnya hanya tipuan mata semata, sebab air danau yang keruh
memantulkan warna langit. Berkeley Pit, danau ini dikenal sebagai
'danau paling mematikan di Amerika Serikat'. Menurut Web Ecoist, danau
ini terkenal beracun. Sebenarnya Berkeley Pit bahkan bukan danau.
Berkeley Pit sejatinya adalah sisa-sisa tambang yang menampung 40
milyar galon air asam dan bahan kimia beracun, antara lain tembaga,
arsenik, kadmium, seng dan asam sulfat.
Tempat ini dulunya adalah tambang tembaga yang didirikan pada tahun
1955 dan beroperasi selama beberapa dekade. Berkeley Pit adalah salah
satu lubang galian terbesar di negara itu, dan salah satu dari sedikit
danau beracun yang bisa diakses oleh publik dan menjadi daya tarik
wisata. Hanya dengan membayar dua dolar pengunjung dapat melihat
lubang yang digenangi air penuh logam berat tersebut. Bahkan di
dekatnya didirikan sebuah toko yang menjual suvenir dan barang-barang
kepada pengunjung.


Tadinya tingkat polusi dalam danau ini tak begitu diperhatikan oleh
pemerintah dan masyarakat sekitar. Kemudian pada tahun 1995, sekawanan
angsa salju yang sedang migrasi mendarat di Berkeley Pit dan terjebak
di sana karena badai. Pada saat badai berlalu, 342 angsa mati,
mengakibatkan pihak yang berwenang berinisiatif melakukan uji
toksisitas terhadap air danau tersebut. Barulah diketahui tingginya
tingkat pencemaran air di sana.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan dari itu adalah kenyataan bahwa
level permukaan air di Berkeley Pit terus meningkat. Jika sudah
mencapai titik kritis, dikhawatirkan air itu akan mencemari air tanah
di sekitar Butte yang dikonsumsi oleh lebih dari 30.000 orang. Untuk
memastikan bahwa tidak terjadi, sebuah pabrik pengolahan air pun
dibangun untuk memompa dan mengolah air Berkeley Pit untuk digunakan
dalam operasi pertambangan di dekatnya.

Aden Ahmad Jainudin_PMI 6_Ekologi Manusia

Nama            : Aden Ahmad Jainudin
Jurusan         : PMI 6
NIM               : 1112054000034
Mata Kuliah   : Ekologi Manusia 

Kerusakan Flora dan Fauna 

Jika sungai terakhir telah teracuni,
dan ikan terakhir telah mati,
manusia baru sadar bahwa uang tidak lagi punya arti.
Itulah kampanye kesadaran lingkungan yang selalu didengungkan oleh para aktivis lingkungan hidup. Kampanye itu berawal dari keprihatinan mereka terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi akibatkeserakahan manusia. Mereka mencoba mengetuk pintu kesadaran kita betapa kekayaan yang kita miliki tidak ada gunanya sama sekali jika lingkungan telah rusak. Apakah arti kekayaan jika hidup dalam kekhawatiran?
Lingkungan adalah aset kehidupan yang tidak ternilai harganya. Jika lingkungan itu rusak, hilanglah aset itu dan terancamlah kehidupan kita. Dari berbagai media kita dapat melihat beberapa tragedi lingkungan yang membawa korban dalam jumlah besar. Ratusan orang meninggal akibat tragedi lingkungan. Tercatat 112 orang meninggal dalam peristiwa banjir bandang Sungai Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara akibat penebangan liar di hutan Gunung Leuser. Kemudian, 26 orang meninggal akibat bencana longsor di Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dan masih banyak bencana serupa yang terjadi di Indonesia, seperti di Jember, Banjarnegara, dan sebagainya.
Dari tragedi itu, kita bisa membayangkan betapa tidak berdayanya kita melawan keganasan alam. Semua itu tidak akan terjadi jika kita peduli terhadap lingkungan. Seharusnya kita sadar bahwa adahubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Lingkungan akan memberikan manfaat bagi manusia selama diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, jika kita semena-mena terhadap lingkungan, bencanalah yang akan menimpa kita. Flora dan fauna adalah bagian dari lingkungan yang secara menakjubkan telah menjaga ekosistem agar tetap seimbang. Sebuah pohon di hutan misalnya, setelah mencapai umur tertentu serta menghasilkan banyak generasi, pohon itu akan berhenti tumbuh, tidak dapat berbuah lagi, dan akhirnya lapuk dimakan usia. Pohon itu akan roboh dan membusuk. Pohon yang membusuk itu menjadi media tumbuh bagi pohon-pohon kecil generasinya. Dengan demikian, populasi pohon terkendali. Demikian halnya dengan fauna. Seekor tarantula (laba-laba tanah) betina akan memakan jantannya setelah mereka kawin. Si betina akan menetaskan banyak telur. Anak-anak tarantula yang baru menetas itu akan memakan ibunya. Dengan cara yang menakjubkan ini, populasi tarantula akan terkendali dan ekosistem tetap seimbang. Dalam ekosistem, terdapat lingkaran di mana makhluk hidup saling memakan dan dimakan. Lingkaran itu disebut rantai makanan. Karena rantai makanan itulah ekosistem tetap dalam keadaan seimbang. Jika rantai makanan itu terputus, manusia akan menanggung akibatnya. Sebagai contoh di hutan, harimau merupakan predator bagi babi hutan.
Jika harimau banyak diburu dan dibunuh, jumlah babi hutan tidak terkendali. Hutan tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan makan Upaya-upaya apakah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan?populasi babi hutan yang sangat besar. Babi hutan itu akan menyerbu tanah-tanah pertanian dan rumah penduduk untuk mencari makan. Siapa yang rugi?
1. Kerusakan Flora dan Fauna oleh Manusia
Diakui atau tidak, manusia adalah makhluk yang berperan besar dalam menciptakan kerusakan flora dan fauna. Beberapa kegiatan manusia secara langsung maupun tidak langsung telah menyebabkan beberapa flora dan fauna mengalami kelangkaan bahkan kepunahan. Untuk mencegah ini terjadi secara terus-menerus sebaiknya kita mengenali kerusakan yang terjadi pada flora dan fauna serta apa sajayang dapat menyebabkan kerusakan itu. Dengan mengenali kerusakan itu, kita dapat mengambil hikmah dan membuat langkah antisipasi agar kerusakan itu tidak berlanjut. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna akibat kegiatan manusia.
a. Pencemaran
Pencemaran lingkungan adalah faktor yang sangat berperan dalam penciptaan kerusakan flora dan fauna. Zat-zat polutan telah banyak membunuh flora dan fauna di darat maupun di perairan. Kini, zat-zat itu semakin menyesaki Bumi akibat kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi memang kita butuhkan tetapi di sisi lain telah menyebabkan pencemaran yang sangat membahayakan kehidupan. Hasil dan sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini telah meracuni tanah, air, serta udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa sehingga tetap ramah terhadap lingkungan. Kita biasa membedakan pencemaran menjadi tiga macam, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah. Pembedaan seperti itu tidaklah tepat benar karena ketiganya saling berkaitan. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepaskan karbon monoksida ke udara. Terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur dengan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang telah tercemar karbon monoksida itu bersifat asam sehingga sering disebut hujan asam. Hujan asam ini jika mengenai tanaman atau hewan secara langsung dapat memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan yang asam itu juga memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan serta hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jika masih hidup akan menyimpan racun dalam tubuhnya. Pencemaran air pada akhirnya juga menyebabkan pencemaran udara dan tanah. Zat-zat polutan dalam air yang tercemar akan terurai dan bercampur dengan udara ketika berlangsung proses penguapan. Sebagian air yang tercemar juga memasuki tanah sehingga tanah pun ikut tercemar. Tindakan sederhana apakah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi pencemaran? Nah, lakukanlah mulai dari dirimu sendiri!
Pencemaran tanah pun akhirnya juga menyebabkan pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di dalam tanah dapat menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyesakkan pernapasan. Sebagian zat polutan itu juga memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, serta danau.
b. Eksploitasi Hutan
Pengambilan hasil hutan secara besar-besaran, cepat atau lambat akan memusnahkan flora dan fauna tertentu di permukaan Bumi. Beberapa flora memiliki pertumbuhan yang sangat lambat misalnya jati, sehingga untuk memperbaruinya diperlukan waktu yang sangat lama. Ada juga flora yang hanya tumbuh pada waktu tertentu misalnya bunga Rafflesia arnoldi.
c. Perburuan Liar
Beberapa fauna mempunyai daya tarik tersendiri sehingga mempunyai nilai ekonomis. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna diburu oleh manusia. Badak diburu oleh manusia karena diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. Gajah diburu manusia karena gadingnya dapat digunakan sebagai hiasan dan peralatan dengan harga mahal. Cenderawasih diburu karena bulunya yang indah. Dan beberapa fauna lagi diburu karena alasan tertentu. Inilah yang menyebabkan beberapa fauna berada diambang kepunahan. Bagaimanakah upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya perburuan liar?
d. Penggunaan Pestisida
Dalam pertanian penggunaan pestisida dimaksudkan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja, pestisida itu juga membunuh hewan yang menguntungkan. Beberapa burung telah mati akibat penggunaan pestisida. Burung-burung yang tahan terhadap pestisida akan mengalami gangguan reproduksi. Berdasarkan penelitian, pestisida berpengaruh terhadap pembentukan kalsium dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya sangat tipis sehingga bayi burung tidak dapat bertahan hidup. Langkanya elang jawa diduga kuat juga karena penggunaan pestisida ini.
e. Penggunaan Pupuk Buatan
Di satu sisi, pupuk buatan berfungsi menyuburkan tanaman. Namun, di sisi lain pupuk telah berperanbesar terhadap kelangkaan beberapa jenis fauna. Berdasarkan penelitian, para ahli menyimpulkanbahwa penggunaan pupuk telah menyebabkan hilangnya beberapa jenis ikan di sungai dan danau. Bagaimana ini bisa terjadi? Pupuk yang disebarkan di lahan pertanian tidak semuanya diserap oleh tanaman. Beberapa di antaranya telah dihanyutkan air hingga sampai ke sungai dan danau. Pupuk itu menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok hingga pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa jenis ikan. Selain itu, eceng gondok yang membusuk menyebabkan air bersifat asam. Beberapa jenis ikan yang tidak sanggup bertahan akan mati dan akhirnya punah.
Itulah beberapa kerusakan flora dan fauna serta hal-hal yang menyebabkannya. Kerusakan itu sesegera mungkin harus kita cegah karena dampaknya akan menimpa kita juga. Apa dampak kerusakan flora dan fauna bagi manusia? Mari kita lihat.
2. Dampak Kerusakan Flora dan Fauna bagi Kehidupan
Kini beberapa flora dan fauna telah hilang dari habitatnya. Gajah jawa, harimau jawa dan bali, kini tinggal dongeng belaka. Suatu saat binatang yang saat ini bisa kita lihat, boleh jadi juga tinggal cerita buat anak cucu kita. Beberapa hutan telah habis dibabat berubah menjadi lahan-lahan kritis yang kelak terhanyut dan mendangkalkan sungai-sungai. Karena sudah begitu dangkal, sungai tidak lagi mampu menampung air dan meluaplah banjir menerjang segala yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Betapa tragisnya. Berikut ini dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan.
a. Ekosistem Tidak Seimbang
Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika salah satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak seimbang dan akibatnya sangat merugikan kehidupan. Para ahli pernah mengadakan percobaan dengan membuang spesies predator, yaitu bintang laut jenis pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika Utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang mirip remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat hingga menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahun, beberapa spesies mulai menghilang hingga tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang sehingga ganggang tidak bisa tumbuh.
b. Kelangkaan Sumber Daya
Flora dan fauna merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang sangat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berguna bagi manusia. Hutan juga mampu menyimpan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilkannya. Lebih fatal lagi, persediaan air akan berkurang sehingga air menjadi barang langka.
c. Menurunnya Kualitas Kesehatan
Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa di antaranya diusahakan manusia dengan sengaja dalam bentuk budi daya. Beberapa zat polutan dan pestisida dapat tersimpan dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut akan berpindah ke dalam tubuh manusia. Indikasi dari rusaknya fauna telah terbukti denganmunculnya penyakit yang disebabkan oleh binatang piaraan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Beberapa fauna juga tidak layak untuk dimakan misalnya kerang yang hidup di perairan yang tercemar. Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menyimpan dalam tubuhnya sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi.
d. Tragedi Lingkungan karena Kerusakan Hutan
Bencana alam yang terjadi akibat kerusakan flora dan fauna sangat sering terjadi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang amat sering kita dengar serta saksikan jika musim hujan tiba. Ini tidak lepas dari akibat kerusakan hutan. Hutan yang telah rusak tidak mampu lagi menahan air hujan sehingga air menghanyutkan tanah. Terjadilah banjir dan tanah longsor. Inilah contoh tragedi lingkungan.
e. Hilangnya Kesuburan Tanah
Unsur utama kesuburan tanah adalah nitrogen (N). Unsur ini terkandung dalam DNA makhluk hidup. Sebagian besar nitrogen yang penting itu, dihasilkan oleh flora dan fauna. Flora seperti kacang polong, buncis, dan kedelai mendorong penguraian nitrogen di dalam tanah. Suatu zat kimia dalam akar tumbuhan tersebut telah memacu pembiakan bakteri rhizobium yang dapat memproduksi nitrogen. Bakteri ini akan membentuk bintil-bintil akar yang menyediakan nitrat bagi tanaman. Beberapa jenis flora lain juga dapat menghasilkan nitrat dengan cara berbeda. Jika flora mengalami kerusakan, pembentukan nitrat akan terganggu sehingga tanah kehilangan produktivitasnya.
f. Putusnya Daur Kehidupan
Inilah dampak yang mengerikan jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Semua bentuk kehidupan di Bumi tersusun dari unsur karbon. Karbon ini terus bergerak pada berbagai bagian biosfer dalam bentuk senyawa kimia. Karbon ada dalam tubuh organisme, dalam air, udara, dan di dalam Bumi itu sendiri. Karbon yang ada di atmosfer jika bersenyawa dengan oksigen akan membentuk karbon dioksida (CO2). Senyawa ini diserap tumbuhan dalam proses fotosintesis. Dalam tumbuhan, karbon diubah menjadi karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan manusia dan hewan sebagai sumber energi. Dalam tubuh manusia dan hewan, karbon berbentuk senyawa kalsium karbonat yang terdapat dalam tulang. Jika manusia dan hewan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri serta dilepaskan ke udara dalam bentuk CO2. Terulanglah daur karbon melalui tumbuhan. Jika flora dan fauna yang merupakan komponen dalam daur ini mengalami kerusakan, daur karbon akan terputus. Sudah pasti kehidupan akan terganggu. Itulah dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan. Sekarang, kamu tahu betapa pentingnya flora dan fauna itu. Karena itulah, menjaga kelestarian flora dan fauna bukan lagi suatu kewajiban tetapi kebutuhan. Kerusakan flora dan fauna pada akhirnya akan merugikan kita juga. Sudah saatnya sejak sekarang, kamu mulai memerhatikan lingkungan dengan kesadaran yang tinggi untukmenjaganya.
3. Upaya Perlindungan Flora dan Fauna
Kini tekanan pemanfaatan sumber daya alam didukung teknologi telah begitu serius mengancam kelestarian flora dan fauna. Beberapa jenis flora dan fauna terancam kepunahan menyusul beberapa jenis lainnya yang telah punah duluan. Kepunahan memang bukan gejala baru. Beberapa jenis flora dan fauna telah hilang bersama sejarah Bumi. Punahnya harimau bali pada tahun 1942, seolah memberi peringatan bahwa jenis lain akan menyusul. Dan benar, selang beberapa tahun kemudian yaitu tahun 1980, harimau jawa juga tinggal dongeng kenangan. Kepunahan ini disebabkan oleh nilai komersial binatang-binatang itu dan rusaknya habitat mereka. Kepunahan ini juga akan menimpa beberapa jenis flora jika tidak ada upaya perlindungan. Di Indonesia memiliki lebih dari 350 kawasan yang dilindungi yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Direktorat Konservasi, Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Pengawetan Alam (PHPA). Kawasan-kawasan tersebut dikategorikan menjadi taman nasional, cagar perburuan, cagar alam, kawasan perburuan, hutan lindung, dan taman wisata. Berikut ini adalah beberapa kawasan di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan beberapa flora dan fauna tertentu dalam bentuk taman nasional (TN) serta daerah perlindungan
Organisasi Pencinta Lingkungan Hidup
1. Greenpeace
Organisasi ini berpusat diAmsterdam, Belanda. Saat ini anggotanya sudah meliputi hampir seluruh dunia. Greenpeace merupakan organisasi pencinta lingkungan yang sangat gigih berjuang melawan tindakan yang dapat merusak lingkungan. Tidak jarang mereka harus berhadapan dengan pemerintahan suatu negara ketika memperjuangkan misinya. Anggota Greenpeace tergolong sangat berani. Mereka pernah menghadang kapal pengangkut limbah nuklir dengan hanya menggunakan perahu boat. Mereka juga sering bentrok dengan aparat suatu negara saat kampanye atau memprotes kebijakan suatu negara
yang bertentangan dengan pelestarian lingkungan. Untuk mengenal organisasi ini lebih jauh silakan buka website-nya di www.greenpeace.org.
2. Friends of The Earth International (FOEI)
FOEI adalah sebuah federasi yang bergerak dalam pelestarian lingkungan hidup. Federasi ini beranggotakan tujuh puluh negara. Sama dengan Greenpeace, federasi ini berpusat di Amsterdam,
Belanda. Kegiatan organisasi ini adalah memelopori gerakan cinta kepada Bumi sebagai satu-satunya planet yang dihuni manusia. FOEI mengajak warga dunia untuk menyelamatkan Bumi yang saat ini terancam kerusakan yang semakin nyata. Untuk mengetahui lebih dalam tentang FOEI bukalah website-nya di www.foei.org.
3. World Wide Fund for Nature (WWF)
WWF adalah sebuah organisasi lingkungan dunia yang bergerak dalam konservasi lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Organisasi ini sering mengadakan penelitian di bidang konservasi serta upaya perlindungan habitat flora dan fauna. WWF yang berpusat di Gland, Swiss juga membuka program di berbagai negara dunia termasuk Indonesia. Alamat WWF Indonesia adalah: Kantor Taman A9, Unit A-1 Jl. Mega Kuningan Jakarta 12950. Alamat website-nya di http://www.wwf.or.id untuk Indonesia dan http://www.wwf.orguntuk internasional.
4. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)
Walhi merupakan organisasi yang konsisten memperjuangkan kelestarian lingkungan. Semula, organisasi ini hanya memfokuskan pada masalah-masalah lingkungan. Namun, seiring dengan perkembangan politik, organisasi ini juga merambah masalah-masalah sosial. Ini sesuai dengan slogan mereka, yaitu "Menuju Transformasi Sosial, Kedaulatan Rakyat, dan Keberlanjutan Kehidupan". Organisasi ini beralamat di Jl. Tegal Parang Utara No. 14 Jakarta 12790. Untuk mengenal Walhi lebih dekat, kunjungi website-nya di www.walhi.or.id.
5. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI)
KEHATI merupakan lembaga penyandang dana yang bersifat nirlaba, dalam upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Yayasan ini memfasilitasi segala upaya yang dilakukan kelompok masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam hal konservasi dan pemanfaatan sumber daya hayati secara lestari dan adil. Yayasan ini beralamat di Gedung Patra Jasa Lantai 2 Jalan Gatot Subroto Kav. 32–34 Jakarta 12950. Kunjungi juga website-nya di www.kehati.or.id.
6. Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS)
BOS membantu reintroduksi orang utan sitaan di Stasiun Penelitian Wanariset di Kalimantan Timur. Yayasan ini dibentuk ketika Dr. Willie Smits, seorang ahli ekologi hutan tropis menemukan orang utan di pasar lokal. Yayasan ini mendukung program pendidikan pada masyarakat di mana habitat orang utan liar masih dapat ditemukan. Website-nya adalah www.orangoetan.nl.
A. Jawablah pertanyaan dengan tepat!
1. Sebutkan jenis-jenis biom yang ada di permukaan Bumi ini!
2. Sebutkan ciri-ciri hutan yang ada di daerah tropis!
3. Apakah yang dimaksud dengan tundra?
4. Apakah hasil penjelajahan Alfred Russel Wallace di Indonesia pada tahun 1854 sampai 1962?
5. Apa yang kamu ketahui tentang sabana?
6. Di Indonesia terdapat beberapa jenis satwa. Sebutkan pembagian tipe fauna yang ada di Indonesia!
7. Sebutkan jenis-jenis satwa yang termasuk tipe Australia, peralihan, dan Asia!
8. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan flora dan fauna!
9. Sebutkan dampak kerusakan flora dan fauna bagi kehidupan!
10. Untuk melindungi flora dan fauna dilakukan dengan berbagai cara. Sebutkan upaya-upaya perlindungan yang dilakukan pemerintah!
B. Belajar dari masalah.
Penebangan liar (illegal logging) di kawasan hutan Kalimantan telah mengancam kelangsungan hidup orang utan. Beberapa kawasan hutan yang menjadi habitat orang utan di pulau itu telah mengalami kerusakan yang amat parah. Jumlah orang utan di pulau itu kini tinggal beberapa ekor saja. Orang utan yang masih tersisa pun kini hidup dalam ancaman kepunahan. Jika ini dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin orang utan tinggal sebuah dongeng
jawab beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menghentikan praktik-praktik illegal logging?
2. Adakah kemungkinan mengembalikan habitat orang utan seperti aslinya? Apa usaha yang harus dilakukan?

ZUYIN ARWANI_PMI 06_TUGAS EKOLOGI MANUSIA


​NAMA: ZUYIN ARWANI
JURUSAN: PMI 06
NIM: 1112054000020
EKOLOGI MANUSIA

SEJARAH North Pacific Gyre

(PULAU SAMPAH PASIFIk)

 

Dalam memahami permasalahan terutama masalah ekologi Manusia, pastinya akan menemukan permasalahan lingkungan yang dapat mempengaruhi baik fisik (Kesehatan), Jasmani dalam artiaan luas yaitu kualitas dalam masyarakat dan rohani (spiritual). maka akan disampaikan oleh pemakalah permasalahan mengenai North Pacific Gyree (Pulau Sampah Pasifik) yang mempengaruhi ekosistem lingkungan dan ekosistem dalam diri manusia.


North Pacific Gyre adalah sebuah area di laut Pasific. Gyre sendiri artinya lingkaran atau Putaran Arus. Pada area yang berada tepat antara garis khatulistiwa dan 50o Lintang Utara ini terdapat sebuah pulau hasil karya manusia.

Pusaran arus ini memiliki area yang sangat luas, hampir 2 kali benua Amerika. Disini angin berhembus sangat pelan dan tekanan air juga tinggi. Para pelaut, terutama Kapal layar selalu menghindari daerah ini karena terlalu sedikit angin yang berhembus. Karena kondisi alam tersebut maka banyak benda-benda yang terjebak disini dikarenakan area ini merupakan pusat perputaran arus air dan angin. Hingga menjadikannya area mati.

Kemudian diketemukan pada tahun 1997, Charles Moore (seorang kapten kapal dari California) melintasi area ini untuk mencari jalan pintas pulang setelah mengikuti lomba Layar di Asia. Dalam perjalanan pulang dia menemukan kumpulan sampah yang terjebak disini hingga menjadi sebuah pulau, nyaris 2x luas Texas.

Diperkirakan berisi sekitar 100 juta ton sampah (dan terus bertambah). Kebanyakan berasal dari setiap negara di Pasific Utara, dari Amerika Utara hingga Asia Timur dan Australia. Area inilah, yang kemudian dikenal dengan Great Pacific garbage, North Pacific Gyre, Trash Vortex, dan Plastic Graveyard.

Pulau sampah ini telah menimbulkan banyak masalah. yang paling utama tentu saja masalah plastik.

 Pulau Plastik raksasa ini tidak akan pernah berkurang. Karena (tentu saja) plastik tidak bisa terurai menjadi bahan organik.

Sinar Ultraviolet hanya menguraikan mereka menjadi bagian-bagian kecil bahkan hingga seukuran plankton.

 Dan hanya 4% yang hilang jika dimusnahkan, sisanya tetap ada, hanya mungkin berubah bentuk. Padahal Amerika saja menghasilkan sekitar 60.000.000.000 kg sampah plastic per-tahunnya.

Yang lebih parah lagi jika partikel Plastik tersebut dimakan oleh hewan, apalagi ikan yang kita konsumsi. Racunnya pasti mampir ke Meja makan kita.

The Great Pacific Garbage Patch, dikatakan sebagai Sampah Vortex Pasifik, yang merupakan Pilin dari sampah laut di tengah Samudera Pasifik Utara (North Pacific Gyre) terletak kira-kira antara 135 ° sampai 155 ° W dan 35 ° ke 42 ° N . Sampah meluas sampai ke sebuah wilayah yang sangat luas, dengan perkiraan mulai dari daerah ukuran negara bagian Texas untuk satu lebih besar dari daratan Amerika Serikat, namun ukuran yang tepat tidak diketahui. Hal ini dapat dihubungkan dengan fakta bahwa tidak ada yang spesifik standar untuk menentukan batas-batas antara "normal" dan "tingginya" tingkat polusi dan apa yang merupakan bagian dari sampah itu sendiri.

Keberadaan Sampah Pasifik telah diperkirakan sebelumnya dalam tulisan yang diterbitkan oleh Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) dari Amerika Serikat pada 1988 . Prediksi ini didasarkan pada hasil yang diperoleh oleh para peneliti berbasis Alaska antara tahun 1985 dan 1988 yang mengukur neustonic plastik di Samudra Pasifik Utara. Penelitian ini menemukan puing konsentrasi tinggi laut terakumulasi di daerah diatur oleh arus laut.

Ekstrapolasi dari temuan di Laut Jepang , para peneliti berhipotesis bahwa kondisi yang sama akan terjadi di bagian lain dari Pasifik

Great Pacific Garbage Patch terbentuk secara bertahap sebagai akibat dari pencemaran laut yang disebabkan oleh arus samudera . 

Sampah sebagian besar berasal dari daratan atau dari kapal-kapal yang membuang sampahnya di lautan lepas. Diperkirakan, sampah yang berasal dari daratan sekitar 80% sedangkan 20% berasal dari kapal-kapal. The Great Pacific Garbage Patch memiliki salah satu tingkat tertinggi yang dikenal dari plastik partikulat tersuspensi di atas permukaan air.

Beberapa Fakta mengerikan dari The Great Pacific Garbage Patch

ü  Setiap tahun, 10% dari 200 milyar pon plastik diproduksi secara global berakhir di laut kita dan sekarang, sekitar 46.000 potong sampah plastik yang mengambang di setiap mil dari laut

ü  1.700 mil massa sampah plastik berada di tengah Pasifik Utara dan searah jarum jam bergerak perlahan dari arus laut berbentuk spiral.

ü  100.000 mamalia laut setiap tahun seperti kura-kura laut, anjing laut dan burung mernjadi korban kematian terkait sampah plastik karena mereka mengkonsumsi atau terjebak dalam limbah tersebut.

Rencana Pengembangan Pulau Sampah Raksasa : Pulau apung dari botol plastik
Berdasarkan computer-generated imagery (CGI) atau pencitraan yang dihasilkan komputer, tim ilmuwan Belanda berencana mengumpulkan 44 juta kilogram sampah plastik yang kini terapung di Samudera Pasifik dan mengubahnya menjadi pulau daur ulang.

Juru bicara dari proyek ambisius ini mengatakan, pembangunan pulau dari botol bekas ini bukan tanpa tujuan. "Ada tiga tujuan yang ingin kami raih -- membersihkan lautan dari sampah plastik raksasa, menciptakan sebuah pulau, dan mengkonstruksi sebuah habitat yang terbarukan.

"Pulau daur ulang adalah usaha untuk mendaur ulang sampah plastik di lokasi pembuangan dan mengubahnya menjadi sebuah entitas yang mengambang." Sampah yang mengapung itu akan dihimpun dan dijadikan dasar bagi pulau apung seluas 10.000 kilometer persegi."

Desainer pulau sampah itu berencana membuat pulau yang dikelilingi jalan air -- seperti Venesia, Italia. Selain ada kompleks kota modern, juga dirancang lahan cukup luas untuk pertanian -- menyediakan makanan dan pekerjaan untuk penduduknya.

Saat ini, Samudra Pasifik adalah 'tempat sampah' plastik terbesar di dunia. Sampah-sampah itu menjelma menjadi sampah raksasa di tengah laut. Ini sangat berbahaya bagi kehidupan mahluk laut. Burung laut, misalnya Albratos raksasa, menganggap sampah-sampah itu sebagai makanan. Juga ikan, binatang-binatang itu memakan sampah-sampah plastik yang kecil-kecil.

"Pulau daur ulang harus dilihat sebagai sebuah kesempatan unik, menciptakan habitat mengapung, sekaligus membersihkan laut dari pencemaran plastik."

Samudera sampah telah ditemukan sekitar tahun 1997. Lokasinya berada di tengah-tengah bagian utara Samudera Pasifik. Adalah Kapten Charles Moore, pelaut yang menemukan lokasi sampah raksasa itu. "Diperkirakan ada sekitar 100 juta ton plastik terjebak di dalam pusaran arus laut (North Pacific Gyre)," kata Moore, seperti dilansir Washington State University Today, Sabtu 10 April 2010.

Diya Urrohman _ PMI 6 _ tugas Ekologi

TRAGEDI MINAMATA

Minamata adalah sebuah desa kecil yang menghadap ke laut Shiranui, bagian selatan Jepang sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, dan merupakan pengkonsumsi ikan cukup tinggi, yaitu 286-410gram/hari. Tahun 1908 berdiri PT Chisso dengan Motto "dahulukan Keuntungan" perkembangannya pada tahun 1932 Industri ini berkembang dan memproduksi berbagai jenis produk dari pewarna kuku sampai peledak, dengan dukungan militer industri ini merajai industri kimia, dan dengan leluasa membuang limbahnya ke teluk Minamata diperkirakan 200-600 ton Hg dibuang selama tahun 1932-1968, selain merkuri limbah PT Chisso juga berupa mangan. Thalium, dan Selenium.

Bencana mulai nampak pada tahun 1949 ketika hasil tangkapan mulai menurun drastis ditandai dengan punahnya jenis karang yang menjadi habitat ikan yang menjadi andalan nelayan Minamata. Pada tahun 1953 beberapa ekor kucing yang memakan ikan dari teluk Minamata mengalami kejang, menari-nari, dan mengeluarkan air liur beberapa saat kemudian kucing ini mati.

Tahun 1956 adanya laporan kasus gadis berusia 5 tahun yang menderita gejala kerusakan otak, gangguan bicara, dan hilangnya keseimbangan sehingga tidak dapat berjalan.Menyusul kemudian adalah adik dan empat orang tetangganya, penyakit ini kemudian oleh Dr. Hosokawa disebut sebagai Minamata desease.

Pada tahun 1958 terdapat bukti bahwa penyakit Minamata disebabkan oleh keracunan Methyl-Hg, hal ini ditunjukkan dengan kucing yang mengalami kejang dan disusul kematian setelah diberi makan Methyl-Hg. Pada tahun 1960 bukti menyebutkan bahwa PT Chisso memiliki andil besar dalam tragedi Minamata, karena ditemukan Methyl-Hg dari ekstrak kerang dari teluk Minamata, sedimen habitat kerang tersebut mengandung 10-100 ppm Methyl-Hg, sedang di dasar kanal pembuangan pabrik Chisso mencapai 2000 ppm. pada tahun 1968 pemerintah secara resmi mengakui bahwa pencemaran dari pabrik Chisso sebagai sumber penyakit Minamata. Penyakit ini ternyata juga ditemukan pada janin bayi, penyakit ini ternyata menurun secara genetis sehingga keturunnya dipastikan akan menidap penyakit Minamata, sehingga orang-orang disana tidak mau mengakui bahwa mereka berasal dari Minamata karena takut tidak ada orang yang mau menjadi jodohnya.

 

indah kurniawati_PMI_6_ekologi manusia



Nama : Indah Kurniawati
NIM : 1112054000028
Jurusan : PMI/ 6
Mata Kuliah : Ekologi Manusia
TRAGEDI MINAMATA
Minamata adalah sebuah desa kecil yang menghadap ke laut Shiranui, bagian selatan Jepang sebagian besar penduduknya hidup sebagai nelayan, dan merupakan pengkonsumsi ikan cukup tinggi, yaitu 286-410gram/hari.Tahun 1908 berdiri PT Chisso dengan Motto "dahulukan Keuntungan" perkembangannya pada tahun 1932 Industri ini berkembang dan memproduksi berbagai jenis produk dari pewarna kuku sampai peledak, dengan dukungan militer industri ini merajai industri kimia, dan dengan leluasa membuang limbahnya ke teluk Minamata diperkirakan 200-600 ton Hg dibuang selama tahun 1932-1968, selain merkuri limbah PT Chisso juga berupa mangan. Thalium, dan Selenium.

Cari Blog Ini