Jumat, 11 Maret 2016

Muhamad_Ubaidillah_Metode_Penelitian_Dakwah_Tugas_1

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-angkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu[1]

Dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu daa'a, yad'u, da'watan yang artinya mengajak. Sedangkan di dalam buku Psikologi Dakwah karangan Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi Dakwah adalah usaha meyakinkan kebenaran kepada orang lain.[2]

Metode penelitian adalah gabungan dari dua kata yaitu metode dan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan penelitian telah saya paparkan sebelumnya. Jadi dari gabungan kata tersebut dapat saya simpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara atau jalan yang teratur dan sistematis serta terstruktur guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah.

Di dalam buku Metodologi Penelitian yang ditulis oleh M. Nazir mengatakan bahwa, Secara umum jenis-jenis penelitian terbagi menjadi dua yaitu Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan.

1.      Penelitian Dasar

Penelitian terapan adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam dan hukum-hukumnya. Contoh penelitian dasar adalah penelitian tentang gen, tentang nucleus dan lain sebagainya.

2.      Penelitian Terapan

Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan denagn segera untuk keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagao satu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.

Setelah melakukan penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan. Menganalisis suatu data bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, butuh keterampilan, kecerdasan dan tehnik dalam mengolahnya. Analisis data penelitian dapat dibedakan melalui dua jenis yaitu melalui metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Analisis data dalam metode kuantitatif menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris. Sedangkan analisis data metode kualitatif dapat menggunakan beberapa jenis yaitu :

1.      Model Bogdan dan Biklen

2.      Model Miles dan Huberman

Menurut Miles dan Huberman ada tiga kegiatan analisis data kualitatif yaitu :

a.       Reduksi Data

b.      Model Data (Data Display)

c.       Penarikan/Verifikasi Kesimpulan

3.      Model Strauss dan Corbin (Grounded Theory)

Menurut Strauss dan Corbin analisis data kualitatif, terdiri dari tiga jenis pengkodean utama, yaitu (1) pengkodean terbuka (2) pengkodean berporos (3) dan pengkodean selektif.

4.      Model Spradley (Etnografi)

5.      Model Philipp Mayring

6.      Analisis data melalui program komputer



[1] Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Rajawali Press, Jakarta 2012) h. 11

[2] Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi, Psikologi Dakwah (Kencana, Jakarta 2006) h. x

Muhamad Ubaidillah menambahkan Anda ke lingkarannya dan mengundang Anda untuk bergabung dengan Google+

Muhamad Ubaidillah menambahkan Anda ke lingkarannya dan mengundang Anda untuk bergabung dengan Google+.
Gabung dengan Google+
Google+ menjadikan berbagi di web semakin menyerupai berbagi di kehidupan nyata.
Lingkaran
Cara mudah untuk berbagi beberapa hal dengan teman kuliah, hal yang lain dengan orang tua, dan tidak berbagi apa-apa dengan atasan. Seperti halnya di kehidupan nyata.
Hangouts
Percakapan lebih baik dilakukan sambil bertatap muka. Gabung dengan Hangout video dari komputer atau ponsel Anda untuk bersosialisasi, menonton video YouTube bersama, atau bertukar cerita dengan maksimal 9 teman sekaligus.
Mobile
Chatting berkelompok secepat kilat. Foto yang diupload otomatis. Tampilan yang merangkum hal-hal yang terjadi di sekitar. Kami membuat Google+ dengan mempertimbangkan perangkat mobile.
Anda menerima pesan ini karena Muhamad Ubaidillah mengundang kuliahtantan.1945@blogger.com untuk bergabung dengan Google+. Berhenti berlangganan email ini.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

Muhamad_Ubaidillah_Metode_Penelitian_Tugas_1

Nama : Muhamad Ubaidillah
NIM    : 11140530000027
Jurusan : MD 4A
Tugas 1

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-angkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu[1]

Dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu daa'a, yad'u, da'watan yang artinya mengajak. Sedangkan di dalam buku Psikologi Dakwah karangan Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi Dakwah adalah usaha meyakinkan kebenaran kepada orang lain.[2]

Metode penelitian adalah gabungan dari dua kata yaitu metode dan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan penelitian telah saya paparkan sebelumnya. Jadi dari gabungan kata tersebut dapat saya simpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara atau jalan yang teratur dan sistematis serta terstruktur guna mendapatkan jawaban dari suatu masalah.

Di dalam buku Metodologi Penelitian yang ditulis oleh M. Nazir mengatakan bahwa, Secara umum jenis-jenis penelitian terbagi menjadi dua yaitu Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan.

1.      Penelitian Dasar

Penelitian terapan adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam dan hukum-hukumnya. Contoh penelitian dasar adalah penelitian tentang gen, tentang nucleus dan lain sebagainya.

2.      Penelitian Terapan

Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan denagn segera untuk keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagao satu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.

Setelah melakukan penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan. Menganalisis suatu data bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, butuh keterampilan, kecerdasan dan tehnik dalam mengolahnya. Analisis data penelitian dapat dibedakan melalui dua jenis yaitu melalui metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Analisis data dalam metode kuantitatif menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris. Sedangkan analisis data metode kualitatif dapat menggunakan beberapa jenis yaitu :

1.      Model Bogdan dan Biklen

2.      Model Miles dan Huberman

Menurut Miles dan Huberman ada tiga kegiatan analisis data kualitatif yaitu :

a.       Reduksi Data

b.      Model Data (Data Display)

c.       Penarikan/Verifikasi Kesimpulan

3.      Model Strauss dan Corbin (Grounded Theory)

Menurut Strauss dan Corbin analisis data kualitatif, terdiri dari tiga jenis pengkodean utama, yaitu (1) pengkodean terbuka (2) pengkodean berporos (3) dan pengkodean selektif.

4.      Model Spradley (Etnografi)

5.      Model Philipp Mayring

6.      Analisis data melalui program komputer



[1] Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Rajawali Press, Jakarta 2012) h. 11

[2] Faizah dan Lalu Mukhsin Effendi, Psikologi Dakwah (Kencana, Jakarta 2006) h. x


Cari Blog Ini