Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

ECO-SPIRITUALITAS: PERNAHKAH KITA BERSYUKUR? dan DZALIMKAH kita selama ini?

ECO-SPIRITUALITAS: PERNAHKAH KITA BERSYUKUR? dan DZALIMKAH kita selama ini?
Oleh: Prof. Dr. Arya H Dharmawan

Kawan....pernahkah kita "BERSYUKUR secara EKOLOGIS" kepadaNYA? Pernahkah kita benar-benar berterima kasih atas kasih-sayangNYA kepada kita? Seberapa banyak juga kita sudah membalas kasih sayangNYA melalui sedekah ekologis kepada bumi ini?

Kawan, mari coba kita berhitung secara sederhana saja...

1. Sudah berapa tahun usia anda? Sudah berapa lama anda mengenyam pendidikan? SMP, SMA, S1, S2, S3? Sudah berapa banyak karbon dalam bentuk kertas anda konsumsi untuk mendukung kelancaran studi anda selama ini? 1 rim kertas, 10 rim kertas, 100 rim kertas, atau 200 rim kertas? Berapapun jumlahnya. Setiap lembar kertas yang digunakan manusia, ia adalah wujud pengorbanan tegakan pohon yang terpaksa ditebang demi untuk menghasilkan kertas bagi kelancaran studi anda. Makin banyak kertas dipakai, makin banyak pohon tertebang. Tak pernahkah terpikir betapa sulitnya mengakumulasikan karbon di setiap lingkar batang pohon itu?

Rabu, 05 September 2012

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo

* Written by Yodhia Antariksa
* Posted September 3, 2012 at 12:00 am

Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada 
kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang 
disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, 
pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.

Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian 
trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo 
bahkan harus rela menjual dirinya ke perusahaan China. Sharp berencana 
menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK 
ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya 
mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).


Selasa, 21 Agustus 2012

SAJARAH BANTEN oleh Gunawan Yusuf

Sajarah Banten I

Sumber seratan tina buku Sejarah dan Obyek Spiritual Banten oleh Tb Ismet,
Sejarah Syech Mansur Cikadueun
punten teu disundakeun.

SALAKANAGARA

ada tahun 130 M di daerah Gunung Pulosari, Pandeglang, Banten hidup seorang
tua yang bernama Aki Tirem, beliau kedatangan seorang tamu dari India
bernama Dewawarman. Dewawarman terusir dari negaranya di India akibat perang
saudara, dia kemudian menikah dengan cucu Aki Tirem yang bernama Nyai Pohaci
kemudian berdiri sebuah kerajaan pertama di Nusantara yang ber- nama
Salakanagara adapun lokasinya adalah sekitar gunung Pulosari Pan deglang.
Kemudian keturuanan dari Salakanegara ini berkembang menjadi kerajaan besar
di Nusantara seperti Tarumanegara, Sriwijaya, Kutai, dll.

Jika melihat silsilah kerajaan-kerajaan di Nusantara seperti Padjajaran,
Majapahit, Sriwijaya, dll, disitu akan terlihat leluhur raja-raja seperti
leluhur Prabu Siliwangi Maharaja ing Tatar Sunda yang merupakan kakek dari
sinuhun Sunan Gunung Jati disebutkan dalam babad cirebon beliau itu adalah
keturunan dari Parikesit anak Abimanyu anak Arjuna anak Pandudewanata yang
merupakan penguasa Kerajaan Hastinapura.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Indonesian Agrarian Conflic

Mengapa Konflik Agraria Struktural Terus-menerus Meledak Di Sana-sini

Noer Fauzi Rachman*)
  
Konflik agraria struktural yang dimaksud dalam artikel ini merujuk pada pertentangan klaim yang berkepanjangan mengenai suatu bidang tanah, sumber daya alam (SDA), dan wilayah kepunyaan rakyat dengan badan usaha raksasa yang bergerak dalam bidang infrastruktur, produksi, ekstraksi, dan konservasi; dan pihak-pihak yang bertentangan tersebut berupaya dan bertindak secara langsung maupun tidak menghilangkan klaim pihak lain. Konflik agraria yang dimaksud dimulai oleh pemberian izin/hak oleh pejabat publik, termasuk Menteri Kehutanan, Menteri ESDM (Energi Dan Sumber Daya Mineral), Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional), Gubernur, dan Bupati,  yang memasukkan tanah, SDA, dan wilayah hidup kepunyaan masyarakat ke dalam proyek/konsesi badan-badan usaha raksasa dalam bidang infrastruktur, produksi, ekstraksi, maupun konservasi.

Instrumentasi hukum, penggunaan kekerasan, kriminalisasi tokoh penduduk, manipulasi, penipuan, dan pemaksaaan persetujuan, yang dilakukan secara sistematik dan meluas sering mencirikan upaya penghilangan klaim rakyat, atau pengalihan penguasaan atas tanah, SDA dan wilayah hidup rakyat setempat ke proyek/konsesi yang dipunyai oleh badan-badan usaha raksasa termaksud.  Hal ini sekaligus merupakan ekslusi atau pembatasan akses rakyat terhadap tanah, SDA, maupun wilayah nya. Sebaliknya,  perlawanan langsung dari rakyat, maupun yang difasilitasi oleh organisasi-organisasi gerakan sosial, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun elite politik, dilakukan untuk menentang peralihan penguasaan, eksklusi, atau pembatasan paksa akses rakyat tersebut.

Minggu, 15 Juli 2012

Membangun Kesalehan Sosial

Membangun Keshalehan Sosial sebagai Gerakan Keummatan
Oleh: Tantan Hermansah
(Direktur Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan Titian-Nusa dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Atas undangan sebuah lembaga, selama seminggu pada bulan Juli ini saya mengikuti pelatihan yang diberi judul sebagai "Observation Study Tour...". Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengenalkan satu moda baru dalam pemberdayaan masyarakat di mana menjadikan masjid sebagai subyek utama pemberdayaan masyarakat. Cita-cita utamanya adalah melakukan transformasi sosial, budaya, ekonomi, dll. dengan membasiskan pada nilai-nilai agama dan masjid sebagai wadahnya, dengan goal perubahan.

Cari Blog Ini