Minggu, 09 September 2012

Nirma Sugiarti KPI 1E

Saya dilahirkan bernama Nirma Sugiarti, di sebuah daerah seberang pulau Jawa: Lampung! Tepatnya Lampung Selatan, di sebuah kota kecil: Kalianda. 

Meski Kalianda sebenarnya Ibukota Kabupaten, tetapi warga Lampung Selatan lebih senang "memakmurkan" Bandar Lampung, ketimbang Kalianda Sendiri dalam hal berbelanja kebutuhan konsumtif. Alhasil, Kalianda menjadi kota kecil yang sepi. Hotelnya sedikit, dan hampir tidak ada Mall. Ada beberapa minimarket yang kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda--saking tidak adanya tempat nongkrong yang enak dan representatif.


 Alasan :

saya memilih kuliah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Dakwah & Komunikasi, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam karena di jurusan ini bukan hanya membahas tentang jurnalistik tetapi juga broadcast dan kemampuan berkomunikasi. Karena, di jaman modernisasi seperti sekarang, ilmu komunikasi sangat di butuhkan.

 

Tokoh Inspiratif :

Saya ingin mengikuti jejak Putra Nababan seorang jurnalis yang sukses. Tapi, karena beliau terlahir dari keluarga yang mampu, lalu saya mulai berfikir tentang seorang pendiri Universitas Pamulang Bp.H. Darsono. Beliau berasal dari keluarga tidak mampu, bahkan beliau sempat di larang bersekolah oleh ayah nya. Beliau tidak pernah putus asa dalam meraih dan mengejar cita-citanya. Ia rela menjadi buruh di tempat pembuatan batu bata merah agar bisa mendapat biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Hal yang sama ia lakukan pada saat hijrah ke Jakarta. Ia menjadi buruh, berdagang elektronik, serta menjadi guru. Bpk. H. Darsono membuka Unpam dari nol hingga seperti sekarang. Semangatnya patut ditiru, seperti semangat para mahasiswa Unpam yang tetap terus melanjutkan kuliah dengan segala keterbatasannya.

 

Setelah lulus Kuliah :

Setelah saya lulus dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini saya ingin menata karir di Lampung menjadi seorang jurnalis yang sukses, saya ingin membahagiakan orang tua serta keluarga saya,dan mewujudkan cita-cita orang tua saya untuk pergi ke tanah suci.

ATIKA SURI JURNALISTIK 1A

Nama saya Atika Suri, saya biasa di panggil atik namun ada juga yang memanggil saya dengan sebutan Tika. Saya dilahirkan di desa Jatiwaringin, kecamatan Mauk, kabupaten Tangerang, provinsi Banten pada tanggal 21 september 1994. Saya anak ke empat dari lima bersaudara. Ayah saya bernama Rafiudin, namun entah mengapa lebih banyak yang mengenalnya dengan nama Jamal. Nama beken katanya. Pekerjaan ayah saya adalah wiraswasta. Sedangkan ibu saya bernama lengkap Iyum Rumsinah. Orang-orang memanggilnya dengan nama Iyum. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Saya memiliki dua orang kakak laki-laki, satu kakak perempuan, dan satu adik laki-laki.

saya memulai pendidikan formal ketika saya berusia empat tahun di TK RA. Mathlaul Anwar, kemudian saya melanjutkan pendidikan di SDN Jati Gintung 1. Setelah enam tahun, akhirnya saya melanjutkannya ke MTs Daarul Muqimien. Sekolah saya sejak TK hingga MTs memang tergolong dekat dari rumah. Alhasil, saya tak pernah jauh dari keluarga, namun semuanya berubah ketika saya dinyatakan lulus di MAN Insan Cendekia Gorontalo untuk melanjutkan pendidikan disana dengan beasiswa 100 persen. Ayah dan ibu saya amat bersemangat mendukung saya untuk mengambil kesempatan emas itu, karena memang disadari atau tidak saya termasuk orang yang beruntung, yang bisa menerima beasiswa 100 persen di sekolah berstandar internasional itu. Bagimana tidak? Dari 3000 lebih pendaftar yang berminat masuk ke sekolah itu, saya termasuk ke dalam 240 orang yang diterima, dengan pembagian 120 di MAN Insan Cendekia Serpong, dan 120 di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Inilah awal saya belajar untuk bisa hidup jauh dari keluarga, terutama orang tua saya. Setelah tiga tahun merasakan pejuangan hidup di perantuan dan jauh dari orang tua, kali ini saya harus rela berjuang kembali, kembali jauh dengan keluarga, demi menggapai cita dan asa di masa depan, dengan menjalani pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Karena hidup adalah perjuangan.

Hobi saya adalah mendengarkan curhatan sahabat-sahabat saya, berbagi kisah pada mereka, saya juga senang melihat bintang pada malam hari, terutama ketika saya berada di Gorontalo karena keindahan langitnya yang masih terjaga. Saya juga amat sangat senang saat pelangi muncul di langit indah gorontalo, yang sangat sulit saya temukan di tempat tinggal saya di Tangerang, apalagi di Jakarta. Hal-hal kecil seperti itu membuat saya teringat akan kebesaran Sang Maha Kuasa, Tuhan semesta alam, Allah SWT.  yang amat tak tertandinginya mampu menciptakan segala yang ada dalam kehidupan, termasuk panorama dan pemandangan indah semacam itu. Saya juga suka mencurahkan isi hati saya kedalam buku harian pribadi saya, meski terkadang tidak semua moment dapat saya abadikan dalam buku harian itu. Buku harian menjadi pelarian saya ketika saya tak tahu harus mencurahkan kemana isi hati saya tentang hal-hal tertentu, yang tentunya bersifat pribadi. Hanya orang-orang tertentulah yang saya beri kepercayaan untuk di jadikan tempat berbagi kisah. Motto hidup saya adalah "just try to do the best, don't feel the best". Pesan untuk kita semua, mari kita gapai keridhaan Allah. Karena tanpa ridha dariNya, tak akan ada artinya apa yang kita kerjakan.

Cita-cita saya sempat berubah-ubah sepanjang hidup saya. Ketika masih duduk di bangku TK, saya ingin sekali menjadi dokter karena saya ingin menolong orang yang sakit agar cepat sembuh, sebuah cita-cita polos namun mulia khas anak-anak. Waktu berganti, saya pernah juga bercita-cita untuk menjadi psikolog, arsitek, diplomat, dan segala macam cita-cita lainnya. Maklumlah... masih berusaha untuk mencari jati diri. Sampai akhirnya saya menetapkan pilihan untuk menjadi bagian dari para jurnalis, terutama saya lebih tertarik di bidang presenter dan reporter.  Itulah salah satu alasan saya untuk memilih program studi jurnalistik sebagai salah satu pilihan program studi saat mengikuti tes SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Tulis. Ternyata mungkin inilah jalan hidup saya. Saya diberi kesempatan untuk bergabung pada program studi jurusan konsentrasi jurnalistik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga ini bisa menjadi langkah awal yang baik bagi saya untuk menggapai cita-cita saya di masa yang akan datang, untuk menjadi jurnalis yang handal, cerdas dan profesional.

 

 

 

Restu Mayang Tampi


            Nama saya Restu Mayang Tampi, biasa dipanggil Aya. Lahir di Tangerang pada tanggal 22 November 1993 dan berasal dari keluarga sederhana. Saya menganut Agama islam dan berjenis kelamin perempuan. Saya tinggal di Jl. Aria Putra No. 57 Kedaung-Pamulang, Tangerang Selatan.Saya anak kedua dari dua bersaudara. Saya lulusan dari SDN Ciputat 1, SMPN 2 Ciputat, dan SMAN 4 Tangerang Selatan.

Nur Fajri Rahmawati


My Biodata ..

 Perkenalkan nama saya Nur Fajri Rahmawati,saya beragama islam dan saya lahir di Jakarta, 11 April 1995, saya anak pertama dari 2 bersaudara. Saya mempunyai adik laki – laki yang masih duduk di bangku SMP kelas 1 sekarang dia berada di pesantren Darul mutaqien di tangerang yang bernama Reza Firmansyah dan saya juga memiliki adik perempuan yang masih kecil  berumur 4 tahun yang bernama Kyla Elsa Putri.
         

Reza Armanda Jurnalistik 1A

Nama saya Reza Armanda, sekarang saya duduk di kelas 1a jurusan jurnalistik di UIN. Saya lahir di pertengahan tahun 1994 tepatnya tanggal 30 juni pada pukul 23.30 wib.
"kenapa anda memilih jurusan jurnalistik?". Itu hal kedua yang ditanyakan oleh bapak Tantan Hermansah selaku dosen sosiologi kepada saya. "umm, asik aja pak, gak membosankan". Hanya itu yang dapat saya jawab, saat itu. Ya, saat itu saya terlambat masuk kelas beliau. Rasa kantuk yang menggerogoti mata saya sudah tak tertahankan lagi. Waktu 10 menit istirahat setelah pelajaran bahasa arab itu saya pergi ke kantin. Saya setel sebungkus kopi kapal api hitam dan dua buah gorengan supaya tetap melek. Tapi si kantuk tak kunjung sirna, saat melihat jam ternyata sudah 09.25 menit. Saya bergegas pergi ke lantai 5, eh dosennya udah stand by. Baru saja saya mendarat di kursi, nama saya langsung di panggil. "sekolahnya di mana?" itulah hal pertama yang diajukan oleh pak Tantan, semua dosen juga menanyakan hal yang sama. Saat menjawab pertanyaan yang kedua saya bingung mau jawab apa. Saya memang termasuk orang yang lambat respon dan pelupa tapi bukan kikuk atau telmi. Padahal saya sudah menyiapkan jawaban yang lebih bagus dan lebih keren jika dibandingkan dengan jawaban asbun tadi. Setelah itu baru saya terpikir lagi,"kenapa saya hanya menjawab begitu? Atau "kenapa saya nggak jawab begini?".
Cita-cita saya ingin jadi apa?

Mudillah, kelas KPI 1E

Nama saya Mudillah, kelas KPI 1E. walaupun nama saya singkat, padat, dan jelas saya lebih suka dipanggil Dillah. Bukan saya sendiri yang mempunyai nama singkat, kakak-kakak saya mempunyai nama yang sedemikian pula.  Sempat saya berfikir kenapa saya diberi nama begitu singkatnya. Tapi saya yakin orang tua saya memberi nama dengan Cuma-Cuma. Karena setiap nama yang diberikan adalah do'a dan harapan kedua orangtua saya. Saya lahir pada tanggal 4 november 1993 di Jakarta. Saya lulusan dari SMA La tansa'11. Saya anak terakhir dari 5 bersaudara. Ayah saya bekerja di bidang wiraswasta dan ibu saya seorang ibu rumah tangga.

Andre Anang Pratama, Jurnalistik 1 A



Nama saya Andre Anang Pratama biasa orang-orang memanggil Andre. Saya lahir pada tanggal 3 April 1995 dan tinggal di Tangerang tepatnya di Perumahan Rajeg Mas Pratama. Saya adalah anak kandung dari pasangan suami istri Ujang Iing dan Lismianah, saya juga adalah anak pertama dari dua bersaudara yaitu seorang kakak dari adik saya yang bernama Yonki dwi Saputra.
Semasa kecil saya mengawali dan mengenal aktifitas sekolah di TK Al-Muttaqien (1998) pada saat itu saya masih berusia 3 tahun!  Umur yang terbilang sangat muda sebagai seorang anak untuk mengenal yang namanya sekolah. Dua tahun melalui masa-masa TK dengan polos dan sedikit nakal akhirnya bias lulus dari TK tersebut dan melanjutkan pembelajaran ke sebuah sekolah dasar negeri Sukatani IV.

Ahmad Fauzi. Jurnalistik 1A


Nama saya Ahmad fauzi, saya biasa di panggil Joni, saya lahir di tangerang pada tanggal 15 maret 1993. Saya tinggal di tangerang tepatnya di kampung sempur no. 82 Rt 12/03 Curug kab. Tangerang. Saya adalah anak kandung dari pasangan suami istri Asep Suhendar dan Siti Masudah, saya anak terakhir dari 6 bersaudara.
                Sewaktu saya SD, saya pernah merasakan apa itu yang di sebut dengan "bully". Saya di palak oleh 5 orang teman sekelas saya setiap hari dan anehnya saking takutnya saya tidak punya teman saya membiarkan diri saya di "bully" oleh mereka. Bahkan, tidak ada rasa jenuh saya diperlakukan seperti itu, mungkin suatu saat saya akan membuktikan kepada mereka bahwa saya yang sekarang bukan saya yang lemah seperti dulu.
               

Sabtu, 08 September 2012

Fahmi, Jurusan KPI E

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Nama saya fahmi dari kelas kpi e. sebenarnya saya punya nama panjang  tapi karna di akta lahir saya nama yang tertera hanya fahmi, jadi di absen maupun ijazah nama saya hanya fahmi. Saya berasal dari SMAN 97 Jakarta Selatan. Saya memilih Komunikasi dan Penyiaran Islam di ujian Mandiri UIN pada pilihan pertama dan Alhamdulillah diterima. Sebenarnya saya sudah diterima di jurusan sosiologi UIN lewat jalur SNMPTN, dan alasan saya lebih memilih komunikasi dan penyiaran islam karna saya mendengar cerita-cerita teman saya yang lebih dulu kuliah di UIN jurusan Ilmu Politik. Dya bilang kalau suasana kampus 2 UIN (tempat fakultas FISIP) sepi seperti tidak ada kehidupan kampus dikarenakan mahasiswa-mahasiswa nya kebanyakan yang kuliah-pulang. Dan hal tersebut bukan yang saya ingin temukan di dunia perkuliahan saya. Terlebih jurusan sosiologi di UIN terbilang masih baru, itu juga yang menjadi salah satu tolak ukur saya.

Syarif Hidayatullah ( Jurnalistik 1A)

Dia Punya Rencana Di Balik Sebuah Rencana
Hidup adalah sebuah perjalanan, mungkin sudah biasa kita dengar yang menjadi bagian dari sebuah rangkaian kata-kata bijak yang di lantunkan oleh beberapa orang, begitu juga dengan kata-kata hidup adalah sebuah pelajaran yang juga sering terdengar oleh kita, tapi sudahkah kita berfikir, mengapa dan untuk apa kita hidup?
Saat mulai jantung ini berdetak, ketika organ ini mulai tergerak, dan Sang Pencipta meniupkan nyawa pada jasad ini, saat mata ini masih terpejam, tangisan bibir ini membawa aliran air mata bahagia di sekitarnya, dan saat itu kelahiran datang membawa harapan.

Rahmah Putri Awaliah_Jurnalistik I A


Nama saya Rahmah Putri Awaliah, saya lahir di Jakarta, 16 Maret 1994. Saya anak pertama dari empat bersaudara. Adik pertama saya perempuan bernama Desya Dwi Azzahra, dia sekarang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Tangerang Selatan. Adik saya yang kedua adalah laki-laki bernama Syah-syah Dzira Ramly, dia sekarang duduk dibangku Sekolah Dasar Islam Nurul Hidayah. Adik saya yang terakhir adalah laki-laki dia bernama Faiz Naufal Ramly, dia sekarang duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini.
             

Fahmi Ali_Jurnalistik A

Nama saya Fahmi Ali, saya keturunan Jawa Betawi. Saya lahir di Jakarta, 26 September 1994. Saya lahir dari keluarga sederhana. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adik saya yang pertama bernama Hadid Aulia, sekarang dia duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Pertama. Dia memiliki hobby menggambar dan bereksperimen. Adik saya yang terakhir bernama Amelia Zahra, sekarang dia duduk di bangku Sekolah Dasar Islam, kelas 3. Dia memiliki hobby melukis. 

DEBY NOVIA, JURNALISTIK I A.

Nama saya Deby Novia. Saya lahir di Jakarta, 26 Desember 1994. Saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakak saya sudah menikah dan kakak pertama saya sudah memiliki anak laki-laki. Orang tua dan kakak kakak saya lahir di Garut, kota asal kami. Kakak pertama saya yang bernama Yayat Ruhiyat tamatan SMA dan sekarang berwiraswasta di bidang pembangunan, sedangkan kakak kedua saya yang bernama Nunik Fitriani tamatan S1 Ners Ilmu Keperawatan di Universitas Indonesia. Sekarang ia bekerja di Rumah Sakit Asri Duren Tiga Jakarta Selatan. Ayah saya yang bernama Dodi Rukanda juga seorang wiraswasta, sedangkan ibu saya yang bernama Yati Parida seorang ibu rumah tangga. Saat ini saya tinggal di kavling tipar mandiri jalan tipar tengah nomer 152 RT 005 RW 010 mekarsari cimanggis depok.

Annisah Bilqis, KPI 1 E


Tentang  Saya
  
Nama Saya Annisah Bilqis biasa dipanggil Bilqis. Sekolah asal saya dari MAN 6 Jakarta. Saya bisa masuk di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lewat Ujian Mandiri yang diadakan di UIN. Sebenarnya saya ingin sekali masuk fakultas tarbiyah Pendidikan bahasa Inggris, ingin sekali menjadi dosen/guru bahasa Inggris. Tapi Allah berkehendak lain. Jalur masuk yang diadakan UIN yaitu PMDK dan SNMPTN tertulis saya memilih pendidikan Inggris tetapi saya tidak masuk, lalu pas UM saya memilih KPI Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi saya diterima. Saya tau tentang KPI juga dari teman SD, SMP yang ingin sekali masuk KPI tetapi dia tidak terima. Saya pikir juga masuk pendidikan Inggris itu sangat sulit dan pas saya lihat di KPI ini saya ingat kalau kakak saya juga kuliah dibagian broadcasting/penyiaran. Selama liburan buat masuk kuliah saya sering mendengarkan radio. Nah dari situ saya sudah mulai menyukai siaran radio yang ada di jakarta. Sambil menunggu pengumuman mandiri saya berfikir lagi kalau saya akan mengambil jurusan komunikasi penyiaran Islam. Muncullah inspirasi ingin menjadi penyiar radio. Walaupun saya tidak pintar berbicara Insya Allah di jurusan KPI ini saya mendapatkan ilmu menjadi penyiar radio yang baik. Jadi saya terjerumus di KPI karena bantuan teman saya dan pilihan prodi pertama saya.

Milki amirus sholeh (KPI 1E)

BIODATA DIRI

NAMA                             : MILKI AMIRUS SHOLEH
NIM                                 : 1112051000138
TANGGAL LAHIR           : 21 SEPTEMBER 1993
ALAMAT                          : JL. RAYA SULTHAN MUHAMMAD, PAMEKASAN , JAWA TIMUR
HOBBY                             : ORA ET LABORA (semua kegiatan fisik maupun non fisik)
CITA –CITA                      : CENDIKIAWAN
TOKOH    IDOLA             : MOHAMMAD IQBAL

Syifa Maulidina KPI 1.E

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Perkenalkan nama saya Syifa Maulidina, terbiasa dengan panggilan Syifa. Saya dilahirkan pada tanggal 31 Agustus 1994 di tangerang. Anak pertama dari 3 bersaudara dan saya masih tinggal bersama orangtua. Saya mahasiswi jurusan KPI (Komunikasi dan Penyiaran Islam) semester 1 kelas E. 
Memang terkadang yang terlintas dipikiran, prodi kedua itu adalah cadangan kalau tidak masuk prodi pertama, dan benar saya menempatkan jurusan KPI pada prodi kedua. Diterima jurusan perbankan syariah itu adalah harapan saya dan menjadi niat saat melirik untuk bisa menembus UIN Syarif Hidayatullah. Namun pupus harapan diterima jurusan perbankan syariah, hingga akhirnya saya diterima jurusan KPI. Tetapi tetap KPI adalah jurusan yang saya minati, dengan beberapa alasan yaitu karena meneruskan pendidikan SMK sebelumnya, juga karena ingin menekuni bidang yang berbeda dari yang sebelumnya sudah ditekuni kedua orangtua saya.

Dityan Zahra Pranissa

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Perkenalkan nama saya Dityan Zahra Pranissa, saya dilahirkan pada tanggal 26 September 1994 di Sumedang, Jawa Barat. Saya anak pertama dari 6 bersaudara, 6? Terdengar banyak, ya? Haha jangan kaget. Orang tua saya mengikuti program pemerintah kok, Pernah dengar kan 2 anak lebih baik? Nah, kalau orang tua saya 3 x 2 anak = 6, yang artinya 3 kali lebih baik hehe. Lanjut saja, Bapak saya seorang Pegawai Negeri Sipil dan Ibu saya seorang Ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi wirausahawati, beliau membuka usaha dengan menjual gado-gado dirumah.

Agita Surya Pertiwi_Jurnalistik 1A

Nama saya Agita Surya Pertiwi. Saya tinggal di Jl.Sukakarya RT.03/09 NO.72 Sarua Indah - Pamulang. Saya lahir dari keluarga yang sederhana, Ibu saya seorang ibu rumah tangga, Ayah saya seorang wiraswasta, Ayah saya bukan seorang dokter tetapi beliau bisa membantu menyembuhkan penyakit dengan cara tradisional dan saya mempunyai seorang adik perempuan yang masih kelas 2 SMP. Sejak saya masih kecil saya sangat ingin menjadi dokter karena saya sangat ingin hidup saya bisa berguna buat orang lain, tetapi saat saya SMP saya pernah pingsan karena tangan saya mengeluarkan darah, dan sejak saat itu saya suka pusing melihat darah dan pada akhirnya Ibu saya tidak mengizinkan saya untuk menjadi dokter. 

Jumat, 07 September 2012

Rista Dwi Septiani Jurnalistik 1A

Inilah sekilas tentang saya. Saya Rista Dwi Septiani, dilahirkan di
Jakarta pada 22 September 1994. Orang-orang biasa memanggil saya
Rista. Dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja, anak kedua dari
dua bersaudara.

Isna Rifka Sri Rahayu Juranlistik 1A

Nama saya Isna Rifka Sri Rahayu, orang-orang biasa memanggil saya Isna atau Ayu.  Saya lahir di Jakarta pada hari Senin tanggal 19 Desember 1994. Saya anak kedua dari dua bersaudara. Ayah saya bernama Slamet dan ibu saya bernama Sri Astuti . Kedua orangtua saya asli Jawa Timur. Saya mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Wahyu Suprianto berumur 24 tahun. Kami tinggal di Jl. Kh. Taisir No.11 Palmerah, Jakarta Barat. Kami sekeluarga menyukai kucing karena itulah kami memelihara 3 ekor kucing kecil yang bernama Sipit, Tribel dan Hido.

Lukman Hakim_Jurnalistik_1A

Nama saya Lukman Hakim biasa di panggil Lukman, saat ini saya telah menjadi salah satu mahasiswa jurusan jurnalistik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya adalah anak ke 6 dari 7 bersaudara, dalam Kartu Keluarga "KK" saya tercatat lahir pada tanggal 12 November 1994. Tahun 2006 saya lulus sekolah dasar di SDN Pondok Aren 04 kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Pondok Aren dan pada tahun 2012 lulus dari SMKN 2 Tangerang Selatan.

Muhammad Badruzzaman Jurnalistik 1A

BIOGRAFI
Nama saya Muhammad Badruzzaman biasa dipanggil Badruz, saya berjenis kelamin laki-laki dan lahir pada tanggal 4 oktober 1993, saya anak ke lima dari lima bersaudara, yaitu 3 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan. Ayah saya bernama Ahmad Ridwan beliau merupakan seorang yang religius, pekerja keras dan pemimpin di keluarga kami pekerjaan beliau adalah wiraswasta dan ibu saya bernama Mu'alifah beliau seorang ibu rumah tangga yang sabar dan penyayang. Kami tinggal di daerah Tangerang selatan, tepatnya di desa Pisangan, kecamatan Ciputat timur.

Aragea Noorma Gustina. Jurusan : Jurnalistik 1A

Nama saya adalah Aragea Noorma Gustina. Saya sekarang tercatat sebagai salah satu mahasiswi di Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya masuk dalam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dalam prodi Jurnalistik. Saya lahir di Rangkasbitung, 13 Agustus 1994. Saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Saya adalah lulusan SMA Muhammadiyah 23 di Jakarta, tepatnya daerah Jakarta Timur. Sejak SMA kelas 10 , saya memutuskan untuk pisah dari kedua orang tua saya. 

Kamis, 06 September 2012

Dede Fauziah_Jurnalistik I.A

Nama saya Dede Fauziah, saya berasal dari keluarga yang sederhana. Saya merupakan anak ke-3 dari 3 bersaudara. Kenapa saya masuk uin dan kenapa saya memilih jurusan jurnalistik? alasannya sangat sederhana. Saya masuk uin, karena dekat dengan rumah dan biayanya juga terjangkau bagi orang tua saya. 

Maimunah Permata Hati Hasibuan Jurusan : Jurnalistik 1A

Maimunah Permata Hati Hasibuan, ya itulah nama lengkap saya yang biasa dipanggil Puput. saya lahir pada tanggal 28 februari 1995 di Jambi. saya merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara. Kakak saya bernama Ria Rumondang Bulan Hsb yang baru saja menjadi sarjana kedokteran di Universitas Syah Kuala Aceh Darussalam. Kami ber-2 adalah putri pasangan dari bapak Prof. DR. H. Lias Hasibuan, MA dan ibu Hj. Paulina Lubis, SE, Msi.

Atika Suri Jurnalistik 1A


ATIKA SURI [JURNALISTIK 1A]
Nama saya Atika Suri, saya biasa di panggil atik namun ada juga yang memanggil saya dengan sebutan Tika. Saya dilahirkan di desa Jatiwaringin, kecamatan Mauk, kabupaten Tangerang, provinsi Banten pada tanggal 21 september 1994. Saya anak ke empat dari lima bersaudara. Ayah saya bernama Rafiudin, namun entah mengapa lebih banyak yang mengenalnya dengan nama Jamal. Nama beken katanya. Pekerjaan ayah saya adalah wiraswasta. Sedangkan ibu saya bernama lengkap Iyum Rumsinah. Orang-orang memanggilnya dengan nama Iyum. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Saya memiliki dua orang kakak laki-laki, satu kakak perempuan, dan satu adik laki-laki.

Annisa Novianti jurnalistik 1A

Biografi


Rabu, 05 September 2012

Ruqoyah Juranlistik 1A

Biografi ku
Nama ku Ruqoyah Raudatul Jannah. Nama yang di berikan oleh almarhum ayahanda ku pada tanggal 25 januari 1992 di Jakarta. Aku anak ke-4 dari empat bersaudara, dua kakak ku perempuan sedang kakak kedua ku laki-laki sekaligus tulang punggung keluarga. Sedari kecil aku sudah berada di lingkungan pesantren, karena memang ayah ku termasuk orang yang mendirikan pesantren di tempat ku. Nama pesantren nya adalah Al-fatah Cileungsi, tepatnya di Bogor. Sejak aku bayi sampai SMP aku memang bersekolah di sana, namun saat SMA sekaligus sepeninggal ayah ku, ibu ku meminta ku untuk bersekolah di cabang lain yaitu di Al-Fatah Lampung.

Arie Permana Jurnalistik 1A


Nama saya Arie Permana. Saya lahir di Depok, 23 Februari 1994. Saya anak ke 1 dari 3 bersaudara. Ayah saya bekerja sebagai pedagang dan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Adik saya yang pertama seorang perempuan dan dia sekolah kelas 1 SMP sedangkan adik laki-laki saya yang kedua dia sekolah kelas 2 SD.

           

devi jurnalistik 1 A

BIOGRAFI
                Perkenalkan nama aku Devi Yuliana, anak ke 2 dari 5 bersaudara yang lahir pada 26 Desember 1993. Saat ini aku  tinggal bersama orang tua di daerah cibubur kelapa dua wetan, hobby aku itu adalah nonton mulai dari talk show, gossip, film, berita, sinetron pun kadang saya tonton, kecuali yang berbau porno deh itu allhamdulilah tidak jadi hobby ku. Sekarang aku baru saja menjadi mahasiswi di Universitas Islamiyah Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.
         

Umi Kulsum Jurnalistik 1A

 Nama lengkap saya Umi Kulsum, saya lahir di Tangerang pada tanggal 26 April 1994. Saya anak ke 2 dari 5 bersaudara. Sekilas mengenai pendidikan saya, dahulu saya bersekolah di TK Al-Husna-Tangerang , lalu melanjutkan di SDN Curug 1 Tangerang, selanjutnya di SMPN 1 Curug Tangerang, dan yang terakhir saya melanjutkan di MAN 1 Tangerang.

Struktur Tema Perkuliahan SOSIOLOGI AGAMA

Struktur Tema Perkuliahan SOSIOLOGI AGAMA

KPI 1D dan KPI1E

 

1.    TIU (Tinjauan Instruksional Umum)

Mahasiswa Memahami Teori Sosiologi Dasar untuk membahas masalah-masalah sosial dalam Tindakan Beragama Komunitas

2.    TIK (Tinjauan Instruksional Khusus)

Mahasiswa bisa mengaplikasikan Teori Sosiologi dalam Studi Lapangan Keagamaan

 

TEMA-TEMA YANG DIBAHAS

Bagian I è Agama dalam Teorisi Sosiologi

     Durkheim (pertemuan 1 - 2)

     Weber (pertemuan 3 - 4)

     Marx (pertemuan 5 - 6)

Bagian II è Isu-isu Sosiologi agama

     Agama dalam kehidupan sosial (pertemuan 7 - 8)

ð  Partai politik, Organisasi Massa, Institusi Bisnis, dll.

     Institusi Keagamaan 1 (pertemuan 9)

ð  Masjid, gereja, vihara, dan kelenteng

     Institusi Keagamaan 2  (pertemuan 10)

ð  Pesantren, Seminari, dll.

      Agama dan gerakan sosial (pertemuan 11 dan 12)

ð  Sosok-sosok pengubah ummat

 

Penilaian

No

Variabel

Proporsi

1

Teori (Diskusi dan Membahas Teori)

30 %

2

Analisis Kasus (Diskusi dan membahas Kasus)

30 %

3

Lapangan (Penugasan untuk Observasi dan analisi)

40 %

 

SILABUS TEMATIK MATA KULIAH SOSIOLOGI PERKOTAAN Tahun 2012

SILABUS TEMATIK MATA KULIAH SOSIOLOGI PERKOTAAN

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

Dosen: Tantan Hermansah M.Si.

 

Pert

Tema Kajian

Metode

Keterangan

1

Pengantar:

Cermah, diskusi, penjelasan arah perkuliahan

Penjelasan sistem perkuliahan dan kontrak belajar

2

Teori fungsionalisme

Pembahasan buku rujukan, cermah, diskusi, dan penugasan

Membuat resume harian: 2 halaman

3

Teori konflik

4

Teori Konstruktivis

5

Metodologi Riset Sosiologi untuk Sosiologi Perkotaan

Ceramah, simulasi dan penugasan

Ceramah dan latihan

6

Pembahasan Tema-tema riset untuk proposal kajian lapangan

Penugasan dan pembahasan

Penyerahan dan pembahasan proposal Riset Lapangan

7

UTS

8

1.           Tata ruang dan Penataan Alokasi

1.    Observasi, pengamatan, dan pendalaman oleh mahasiswa, hasil temuan didiskusikan di kelas, diperbaiki lagi yang dianggap perlu;

2.    Mahasiswa turun ke lapangan secara berkelompok atau invidu, lalu berbagi informasi dari hasil pengamatannya di lapangan. Dituliskan dalam bentuk laporan lapangan individu.

Laporan tiap minggu dan bersifat individual

(minimal laporan 3 hal A4)

9

2.           Transportasi dan Infrastrukturnya

10

3.           Kaki lima, Pasar Tradisional, dan Pasar Modern

4.       Gelandangan, Pengemis dan anak jalanan

11

5.           Pemukiman dan Kependudukan

12

6.            Sentralisasi Kantor Pemerintah dan Daya Jangkau Birokrasi

13

UAS

Tugas akhir dan Ujian Tulis

 

 

 

1.    TUGAS PERKULIAHAN

Selama perkuliahan mahasiswa diwajibkan untuk:

a.               Membuat makalah mingguan individu, sesuai dengan tema yang menjadi panduan perkuliahan;

b.              Membuat tugas akhir, baik yang individu maupun kelompok.

2.    TATA CARA PENULISAN TUGAS (INDIVIDU DAN/ATAU KELOMPOK)

Jumlah halaman: 

(a)      Tugas individu harian/ mingguan minimal 3 halaman maksimal 6 halaman (sudah termasuk sumber bacaan dan catatan kaki)

(b)      Tugas kelompok harian/ mingguan minimal 6 halaman maksimal 12 halaman (sudah termasuk sumber bacaan dan catatan kaki)

(c)      Tugas akhir semester individu minimal 10 sampai 13 halaman

(d)      Tugas akhir kelompok minimal 12 sampai 15 halaman

Sistematika penulisan untuk laporan lapangan

I.         Pendahuluan (mengapa laporan ini ditulis, apa teori yang dipakai)

II.        Gambaran lokasi

III.       Analisis atas kasus atau masalah yang dikaji

IV.      Kesimpulan

V.       Bahan bacaan/ Daftar Pustaka

VI.      Lampiran (jika ada dan tidak dihitung halaman)

 


--
tantan hermansah


www.jendelaterbuka.wordpress.com

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo

* Written by Yodhia Antariksa
* Posted September 3, 2012 at 12:00 am

Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada 
kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang 
disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, 
pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.

Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian 
trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo 
bahkan harus rela menjual dirinya ke perusahaan China. Sharp berencana 
menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK 
ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya 
mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).


Minggu, 02 September 2012

Pertempuran: Refleksi bagi Mahasiswa Baru

Pertempuran

Besok, ribuan jiwa akan merasakan hiruk pikuk budaya dan kehidupan baru. Jika dipetakan serius, setidaknya ada tiga tipologi besar yang akan tampil menghadapi 'zaman baru' tersebut. 

Model pertama adalah mereka yang sudah punya imajinasi tentang masa depan, sehingga mempersiapkan setiap tahapan dengan detil dan penuh perhitungan. Alhasil, ketika masa depan disuguhkan, mereka menikmati hidangan zaman itu dengan suka cita, dan setelah itu, jemarinya indah menulisi lembaran sungai sejarah. 
Mereka menjadi penanda bahwa masa depan masih layak untuk dinikmati, dihayati, dikreativi, dan digulati dengan penuh hasrat. Sebab dalam DREAM mereka, waktu ada batu yang menggelinding dari gunung menuju segara. Sehingga yang penting, dari setiap momentum gelindingannya, memberikan makna bagi kehidupan disekitarnya. 
Mereka, akhirnya menjadi "pelukis-pelukis" zaman, yang menahbiskan waktu dengan kerinduan. Jiwa-jiwanya merintih terpekur dalam dzikir kehidupan. Tangan-tangannya kokoh menggenggam sejumlah harapan. 

Model kedua adalah yang merasakan bahwa "zaman baru" adalah takdir dan kebetulan. Sehingga semuanya diikuti seperlunya saja. Tidak perlu berhasrat dan menggebu, sebaliknya justru menikmati waktu dengan berleha. Jika kemudian mendapatkan sesuatu, dianggapnya sebagai bonus kehidupan dari Sang Maha. 

Model ketiga adalah yang mendapati "zaman baru" dalam kecemasan. Waktunya habis untuk "curhat" penuh kegalauan. Tidak ada cita-cita, apalagi DREAM yang bertenaga. Mereka mengisi zaman dengan pasti dalam ketidakpastian. 
Jika kita bertanya kepada mereka, akan seperti apa nanti? Ya, kerja! Kerja apa? Di mana? Berapa pendapatannya? Tidak terdefinisikan. Mereka terlibat dalam keGALAUan massal yang menggila. Menjadi awan kelabu yang mewarnai langit jingga itu dengan warna nestapa. 

Sahabat muda dan baru memasuki 'zaman baru' ada di model manakah engkau? 

Salam takdzim dan berkelimpahan bagi Anda yang hebat.

Cari Blog Ini