Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Minggu, 09 September 2012
Muhammad Arif Fathurrahman, KPI 1E, TUGAS 1
Indra Dhiennar, KPI 1E, TUGAS PERTAMA
Indra Dhiennar RS
Ferdy Rizky Saputra, KPI 1E, Tugas 1
NAMA : FERDY RIZKY SAPUTRA
NIM : 1112051000140
TEMPAT, TANGGAL LAHIR : TANGERANG, 31 JANUARI 1993
KELAS : KPI 1E
HOBBY : BERMAIN FUTSAL
CITA CITA : MUSISI
TOKOH IDOLA : KH. AHMAD RIFA'I ARIEF
ALASAN MASUK KPI :
Alasan saya masuk UNIVERSITAS ISLAM NEGRI, Fakultas Dakwah, Jurusan KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM karena zaman pada saat ini sudah memasuki zaman era modern, semua yang ada pada saat ini sudah canggih maka saya mengharapkan untuk menjadi orang yang mempunyai kualitas dan setara pada zaman yang serba modern ini melainkan semuanya berpegang erat pada ajaran nabi MUHAMMAD SAW yaitu ISLAM.
melihat keadaan pada zaman inilah yang membuat saya berfikir untuk menjadi manusia yang mempunyai moral agama yang baik, karena hampir semua manusia di bumi ini tidak lagi mempunyai norma etika yang baik dan semua manusia pada saat ini berperilaku yang tidak sewajarnya mereka perbuat.
TUJUAN MASUK KPI :
Tujuan yang paling utama saya masuk KPI sesuai dengan cita- cita saya yang ingin menjadi seorang musisi yang bermoral saya ingin mendakwahkan ajaran Nabi MUHAMMAD SAW melalui jalur musik. Karna manusia pada saat ini cenderung yang banyak menyukai dengan musik dan bagi saya ini adalah kesempatan cara untuk menyiarkan agama Islam dan sesuai dengan apa yang saya cita- citakan
Corri Prestita Ishaya Jurnalistik 1 A
judulnya itu Corri Prestita Ishaya Jurnalistik 1 A
HANA FUTARI : JURNALISTIK 1A
Nirma Sugiarti KPI 1E
Saya dilahirkan bernama Nirma Sugiarti, di sebuah daerah seberang pulau Jawa: Lampung! Tepatnya Lampung Selatan, di sebuah kota kecil: Kalianda.
Meski Kalianda sebenarnya Ibukota Kabupaten, tetapi warga Lampung Selatan lebih senang "memakmurkan" Bandar Lampung, ketimbang Kalianda Sendiri dalam hal berbelanja kebutuhan konsumtif. Alhasil, Kalianda menjadi kota kecil yang sepi. Hotelnya sedikit, dan hampir tidak ada Mall. Ada beberapa minimarket yang kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda--saking tidak adanya tempat nongkrong yang enak dan representatif.
Alasan :
saya memilih kuliah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Dakwah & Komunikasi, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam karena di jurusan ini bukan hanya membahas tentang jurnalistik tetapi juga broadcast dan kemampuan berkomunikasi. Karena, di jaman modernisasi seperti sekarang, ilmu komunikasi sangat di butuhkan.
Tokoh Inspiratif :
Saya ingin mengikuti jejak Putra Nababan seorang jurnalis yang sukses. Tapi, karena beliau terlahir dari keluarga yang mampu, lalu saya mulai berfikir tentang seorang pendiri Universitas Pamulang Bp.H. Darsono. Beliau berasal dari keluarga tidak mampu, bahkan beliau sempat di larang bersekolah oleh ayah nya. Beliau tidak pernah putus asa dalam meraih dan mengejar cita-citanya. Ia rela menjadi buruh di tempat pembuatan batu bata merah agar bisa mendapat biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Hal yang sama ia lakukan pada saat hijrah ke Jakarta. Ia menjadi buruh, berdagang elektronik, serta menjadi guru. Bpk. H. Darsono membuka Unpam dari nol hingga seperti sekarang. Semangatnya patut ditiru, seperti semangat para mahasiswa Unpam yang tetap terus melanjutkan kuliah dengan segala keterbatasannya.
Setelah lulus Kuliah :
Setelah saya lulus dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini saya ingin menata karir di Lampung menjadi seorang jurnalis yang sukses, saya ingin membahagiakan orang tua serta keluarga saya,dan mewujudkan cita-cita orang tua saya untuk pergi ke tanah suci.
ATIKA SURI JURNALISTIK 1A
Nama saya Atika Suri, saya biasa di panggil atik namun ada juga yang memanggil saya dengan sebutan Tika. Saya dilahirkan di desa Jatiwaringin, kecamatan Mauk, kabupaten Tangerang, provinsi Banten pada tanggal 21 september 1994. Saya anak ke empat dari lima bersaudara. Ayah saya bernama Rafiudin, namun entah mengapa lebih banyak yang mengenalnya dengan nama Jamal. Nama beken katanya. Pekerjaan ayah saya adalah wiraswasta. Sedangkan ibu saya bernama lengkap Iyum Rumsinah. Orang-orang memanggilnya dengan nama Iyum. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Saya memiliki dua orang kakak laki-laki, satu kakak perempuan, dan satu adik laki-laki.
saya memulai pendidikan formal ketika saya berusia empat tahun di TK RA. Mathlaul Anwar, kemudian saya melanjutkan pendidikan di SDN Jati Gintung 1. Setelah enam tahun, akhirnya saya melanjutkannya ke MTs Daarul Muqimien. Sekolah saya sejak TK hingga MTs memang tergolong dekat dari rumah. Alhasil, saya tak pernah jauh dari keluarga, namun semuanya berubah ketika saya dinyatakan lulus di MAN Insan Cendekia Gorontalo untuk melanjutkan pendidikan disana dengan beasiswa 100 persen. Ayah dan ibu saya amat bersemangat mendukung saya untuk mengambil kesempatan emas itu, karena memang disadari atau tidak saya termasuk orang yang beruntung, yang bisa menerima beasiswa 100 persen di sekolah berstandar internasional itu. Bagimana tidak? Dari 3000 lebih pendaftar yang berminat masuk ke sekolah itu, saya termasuk ke dalam 240 orang yang diterima, dengan pembagian 120 di MAN Insan Cendekia Serpong, dan 120 di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Inilah awal saya belajar untuk bisa hidup jauh dari keluarga, terutama orang tua saya. Setelah tiga tahun merasakan pejuangan hidup di perantuan dan jauh dari orang tua, kali ini saya harus rela berjuang kembali, kembali jauh dengan keluarga, demi menggapai cita dan asa di masa depan, dengan menjalani pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Karena hidup adalah perjuangan.
Hobi saya adalah mendengarkan curhatan sahabat-sahabat saya, berbagi kisah pada mereka, saya juga senang melihat bintang pada malam hari, terutama ketika saya berada di Gorontalo karena keindahan langitnya yang masih terjaga. Saya juga amat sangat senang saat pelangi muncul di langit indah gorontalo, yang sangat sulit saya temukan di tempat tinggal saya di Tangerang, apalagi di Jakarta. Hal-hal kecil seperti itu membuat saya teringat akan kebesaran Sang Maha Kuasa, Tuhan semesta alam, Allah SWT. yang amat tak tertandinginya mampu menciptakan segala yang ada dalam kehidupan, termasuk panorama dan pemandangan indah semacam itu. Saya juga suka mencurahkan isi hati saya kedalam buku harian pribadi saya, meski terkadang tidak semua moment dapat saya abadikan dalam buku harian itu. Buku harian menjadi pelarian saya ketika saya tak tahu harus mencurahkan kemana isi hati saya tentang hal-hal tertentu, yang tentunya bersifat pribadi. Hanya orang-orang tertentulah yang saya beri kepercayaan untuk di jadikan tempat berbagi kisah. Motto hidup saya adalah "just try to do the best, don't feel the best". Pesan untuk kita semua, mari kita gapai keridhaan Allah. Karena tanpa ridha dariNya, tak akan ada artinya apa yang kita kerjakan.
Cita-cita saya sempat berubah-ubah sepanjang hidup saya. Ketika masih duduk di bangku TK, saya ingin sekali menjadi dokter karena saya ingin menolong orang yang sakit agar cepat sembuh, sebuah cita-cita polos namun mulia khas anak-anak. Waktu berganti, saya pernah juga bercita-cita untuk menjadi psikolog, arsitek, diplomat, dan segala macam cita-cita lainnya. Maklumlah... masih berusaha untuk mencari jati diri. Sampai akhirnya saya menetapkan pilihan untuk menjadi bagian dari para jurnalis, terutama saya lebih tertarik di bidang presenter dan reporter. Itulah salah satu alasan saya untuk memilih program studi jurnalistik sebagai salah satu pilihan program studi saat mengikuti tes SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Tulis. Ternyata mungkin inilah jalan hidup saya. Saya diberi kesempatan untuk bergabung pada program studi jurusan konsentrasi jurnalistik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semoga ini bisa menjadi langkah awal yang baik bagi saya untuk menggapai cita-cita saya di masa yang akan datang, untuk menjadi jurnalis yang handal, cerdas dan profesional.
Restu Mayang Tampi
Nama saya Restu Mayang Tampi, biasa dipanggil Aya. Lahir di Tangerang pada tanggal 22 November 1993 dan berasal dari keluarga sederhana. Saya menganut Agama islam dan berjenis kelamin perempuan. Saya tinggal di Jl. Aria Putra No. 57 Kedaung-Pamulang, Tangerang Selatan.Saya anak kedua dari dua bersaudara. Saya lulusan dari SDN Ciputat 1, SMPN 2 Ciputat, dan SMAN 4 Tangerang Selatan.
Nur Fajri Rahmawati
Reza Armanda Jurnalistik 1A
Mudillah, kelas KPI 1E
Andre Anang Pratama, Jurnalistik 1 A
Ahmad Fauzi. Jurnalistik 1A
|
Nama saya Ahmad fauzi, saya biasa di panggil Joni, saya lahir di tangerang pada tanggal 15 maret 1993. Saya tinggal di tangerang tepatnya di kampung sempur no. 82 Rt 12/03 Curug kab. Tangerang. Saya adalah anak kandung dari pasangan suami istri Asep Suhendar dan Siti Masudah, saya anak terakhir dari 6 bersaudara.
Sewaktu saya SD, saya pernah merasakan apa itu yang di sebut dengan "bully". Saya di palak oleh 5 orang teman sekelas saya setiap hari dan anehnya saking takutnya saya tidak punya teman saya membiarkan diri saya di "bully" oleh mereka. Bahkan, tidak ada rasa jenuh saya diperlakukan seperti itu, mungkin suatu saat saya akan membuktikan kepada mereka bahwa saya yang sekarang bukan saya yang lemah seperti dulu.
|
Sabtu, 08 September 2012
Fahmi, Jurusan KPI E
Syarif Hidayatullah ( Jurnalistik 1A)
Rahmah Putri Awaliah_Jurnalistik I A
Fahmi Ali_Jurnalistik A
DEBY NOVIA, JURNALISTIK I A.
Annisah Bilqis, KPI 1 E
Milki amirus sholeh (KPI 1E)
Syifa Maulidina KPI 1.E
Dityan Zahra Pranissa
Perkenalkan nama saya Dityan Zahra Pranissa, saya dilahirkan pada tanggal 26 September 1994 di Sumedang, Jawa Barat. Saya anak pertama dari 6 bersaudara, 6? Terdengar banyak, ya? Haha jangan kaget. Orang tua saya mengikuti program pemerintah kok, Pernah dengar kan 2 anak lebih baik? Nah, kalau orang tua saya 3 x 2 anak = 6, yang artinya 3 kali lebih baik hehe. Lanjut saja, Bapak saya seorang Pegawai Negeri Sipil dan Ibu saya seorang Ibu rumah tangga yang sekaligus menjadi wirausahawati, beliau membuka usaha dengan menjual gado-gado dirumah.