Rabu, 14 November 2012

AchmadFauzy_Jurnalis1B_InstitusiSosial

MEMBANGUN KEPRIBADIAN ANAK MELALUI TPA
Peneliti:
Achmad Fauzi
1112051100046
 
 
I.Latar Belakang :
Pendidikan terhadap anak-anak sangat diperhatikan dalam Islam, karena Islam memandang bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa fitrah (potensi) yang di kembangkan
melalui pendidikan. Pendidikan Agama mempunyai fungsi dan peran yang lebih besar daripada pendidikan umumnya.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.
Saya mengambil tema ini karena saya tertarik dengan TPA yang ramai dengan anak-anak yang bersemangat untuk belajar terutama mengenai agama. Itu membuka mata saya bahwa masih ada generasi muda yang berakhlak.
 
 
II. PERTANYAAN POKOK PENELITIAN
Pertanyaan Pokok :
1.      Bagaimana cara mengajar TPA Darul Mu'minin?
2.      Bagaimana Kegiatan Belajar Mengajar TPA Darul Mu'minin?
 
 
Pertanyaan Tambahan :
1.      Bagaimana metode pengajaran di TPA Darul Mu'minin?
2.      Apa saja materi pelajaran TPA Darul Mu'minin?
3.      Apa tujuan dari pembelajaran yang ada di TPA Darul Mu'minin?
4.      Bagaimana Visi dan Misi TPA Darul Mu'minin?
5.      Bagaimana jenis kurikulum yang diterapkan?
6.      Bagaimana evaluasi yang diterapkan di TPA Darul Mu'minin?
 
 
 
III. METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.
Wawancara ini dilakukan pada :
Lokasi : TPA Darul Mu'minin Larangan Utara, Ciledug Tangerang
Waktu : Pukul 16.00 WIB
 
 
IV. GAMBARAN SUBYEK DAN OBYEK PENELITIAN
 
Bapak H. Nurcholis S.Pd (Kebumen, 11 April 1955)  adalah seorang ketua pengurus TPA Darul Mu'minnin Larangan Utara Ciledug Tangerang. Beliau adalah seorang sarjana lulusan Universitas Negeri Jakarta. Beliau merintis TPA Darul Mu'minin sejak tahun 1984 sampai saat ini TPA ini masih aktif berjalan dan bertambah besar karena jumlah murid yang masuk tiap tahun meningkat. Beliau juga aktif di lingkungan tempat saya tinggal seperti menjadi imam untuk sholat wajib dan sholat terawih dikala bulan Ramadhan, dan beliau juga membuka pengajian untuk ibu-ibu rumah tangga di lingkungan saya. Beliau sudah menjadi tokoh gama di lingkungan saya dan juga berjasa bagi pemuda-pemudi yang menganggur untuk mengajar di TPA Darul Mu'minin, hingga saat ini Darul Mu'minin sangat berperan penting  Beliau menjabat sudah cukup lama. Karena kepiawaian kepemimpinan nya beliau sampai saat ini masih dipercaya sebagai ketua
 
               
V. ANALISIS
Metode Pengajaran :
-         Ceramah
-         Tanya jawab
-         Demontrasi
-         Latihan / drill
-         Pemberian tugas
-         Sosio drama
-         Kerja kelompok
Pelaksanaan KBM harian di TPA Darul Mu'minin meliputi 4 kegiatan yaitu :
  1. Pengelolan Kelas
Pengelolaan kelas dapat dimulai dengan membagi santri menjadi beberapa kelas, untuk TPA, pembagian kelas semaksimal mungkin berdasarkan kesamaan tingkat kelas di SD/MI.
  1. Kegiatan pembukaan (Klasikal awal)
Materi : Doa-doa pembukaan dan materi tambahan
  1. Kegiatan inti terdiri dari 2 tahap yaitu :
-         klasikal kelompok : hafalan dan doa harian
-         klasikal perorangan : baca IQRA dan menulis
  1. Kegiatan pentup (Klasikal akhir)
Kegiatannya diarahkan pada upaya menciptakan suasana menyenangkan dan mempererat keakraban diantara mereka. Akhir pertemuan ditutup dengan doa dan harus dibiasakan agar anak-anak pulang tertib.
 
Materi Pelajaran TPA Darul Mu'minin :
-         Materi Pokok
  1. Bacaan Iqra
  2. Hafalan Bacaan shalat
  3. Bacaansuratpendek
  4. Latihan praktek shalat dan amalan ibadah shalat
  5. Bacaan tadarus bittartil
  6. Ilmu tajwid
  7. Hafalan ayat pilihan
  8. Tahsinul kitabah
-         Materi Penunjang
  1. Doa dan adab harian
  2. Dinul Islam (pengetahuan dasar akidah, syariah dan akhlak)
  3. Muatan lokal seperti bahasa Arab praktis
TPA Darul Mu'minin memiliki Visi dan Misi agar tetap berdiri dan terus maju
·         Visi TPA yaitu menyiapkan generasi Qur'ani menyongsong masa depan gemilang.
·         Misi TPA yaitu misi pendidikan dan dakwah islamiyah.
 Untuk tercapainya tujuan ini, TPA perlu merumuskan pula target-target operasionalnya. Dalam waktu kurang lebih 1 tahun diharapkan setiap anak didik akan memiliki kemampuan :
-         Membaca Al Quran dengan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
-         Melakukan shalat dengan baik dan terbiasa hidup dalam suasana yang islami.
-         Hafal beberapa surat-surat pendek, ayat-ayat pilihan dan do'a sehari-hari.
-         Menulis huruf Al Quran
 
Kurikulum TPA Darul Mu'minin :
Penyusunan kurikulum TPA mengacu pada asas-asas sebagai berikut:
  1. Asas Agamis bersumber dari Al Quran dan Hadits
  2. Asas filosofis berdasarkan pada sila pertama pancasila
  3. Asas sosio cultural bersumber pada kenyataan bahwa mayoritas bangsaIndonesiaberagama Islam
  4. Asas Psikologis, secara psikologis Usia 4-12 tahun cukup kondusif untuk menerima bimbingan membaca dan menghafal Al-Quran, serta pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kurikulum yang di terapkan di TPA Darul Mu'minin juga memiliki tujuan.
  1. Santri dapat mengagumi dan mencintai Al Quran sebagai bacaan istimewa dan pedoman utama.
  2. Santri dapat terbiasa membaca Al Quran dengan lancer dan fasih serta memahami hukum-hukum bacaannya berdasarkan kaidah ilmu tajwid.
  3. Santri dapat mengajarkan shalatlimawaktu dengan tata cara yang benar dan menyadarinya sebagai kewajiban sehari-hari
  4. Santri dapat menguasai hafalan sejumlahsuratpendek, ayat pilihan, dan doa harian.
  5. Santri dapat mengembangkan perilaku sosial yang baik sesuai tuntunan Islam dan pengalaman pendidikannya.
  6. Santri dapat menulis huruf arab dengan baik dan benar.
Secara umum, evaluasi memiliki 3 macam fungsi, yaitu:
  1. Mengukur kemajuan
  2. Menunjang penyusunan rencana
  3. Memperbaiki / menyempurnakan kembali
Adapun fungsi evaluasi secara khusus adalah sebagai berikut:
  1. Secara Psikologis
-         bagi peserta didik yaitu untuk mengenal kapasitas dan status dirinya
-         bagi pendidik yaitu untuk mengetahui kepastian hasil usahanya
  1. Secara didaktik
-         bagi peserta didik yaitu sebagai dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi
-         bagi pendidik yaitu fungsi diagnostik, penempatan, selektif, bimbingan dan instruksional.
  1. Secara administratif yaitu untuk memberikan laporan data dan gambaran keberhasilan.
Berdasarkan fungsi evaluasi tersebut, evaluasi / munaqasah di TPA Darul Mu'minin dibagi menjadi 4 tahap:
  1. Munaqasah awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan santri yang baru masuk dan akan ditempatkan untuk memulai IQRA berapa
  2. Munaqasah harian atau sewaktu-waktu, dilakukan karena santri akan pindah halaman dari IQRA 1-6 atau akan pindah ayat atau halaman pada Al Quran dan juga untuk hafalan santri
  3. Munaqasah persemester, dilaksanakan untuk mengisi raport bentuknya : lisan dan praktek shalat
  4. Munaqasah menjelang wisuda
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA :
Narasumber : Bpk. H. Nurcholis S. Pd
 
 

Muhammad Alif Mumtaz-JNR 1B-Tugas 1-Institusi sosial

INSTITUSI SOSIAL

Judul  Penelitian   :

Komunitas remaja masjid IKRAM (ikatan remaja masjid)

Peneliti                           :

Muhammad Alief Mumtaz N (1112051100056)

       I.            Latar Belakang

 Fugsi sebuah komunitas di masyarakat yaitu sebagai wadah masyarakat dalam berinteraksi dan bekerja sama dalam masyarakat itu sendiri. Di masa sekarang ini komunitas-komunitas tertentu sudah banyak yang berkembang, khususnya komunitas remaja masjid di kawasan tangerang kp.kramat adalah salah satu daerah yang turut berupaya dalam kegiatan sosial kampungnya yaitu IKRAM (ikatan remaja masjid).

Komunitas masjid ini mempunyai nama ikatan remaja masjid (IKRAM) mempunyai perkumpulan pada tgl 20 setiap bulannya. Alasan saya memilih komunitas  ini sebagai objek penelitian saya ialah agar para pembaca dapat menyadari pentingnya kegiatan mereka dalam kehidupan masyarakat sosial. Karena tujuan dari komunitas ini sendiri ialah sebagai tempat untuk berkumpul, sharing, membudayakan masjid sebagai tempat yang nyaman dan peduli terhadap masjid dikampunya.

 

    II.            Pertanyaan Pokok Penelitian

1.      Kapankah didirikannya komunitas ini ?

Komunitas ini didirikan pada tanggal 09 oktober 2011 (09-10-11). Pada tamggal ini ketika itu  seorang ketua kami sekaligus pendiri komunitas ini yaitu abdul gofur adalah orang yang berperan besar terciptanya komunitas ini. Ketika itu baru sekitar 7 orang anggota, seiring berjalannya waktu hingga saat ini anggotanya telah berjumlah 15 orang.

 

2.      Bagaimana menjaga eksistensinya komunitas ini?

§  Yaitu dengan mengadakan kegiatan-kegiatan khususnya pada hari besar islam .

§ Adanya perkumpulan antar anggota setiap bulan.

§Mengadakan santunan terhadap yatim piatu dan kaum duafa dikampung iru sendiri. 

§  Adanya kegiatan yang teratur setiap tahunnya.

 

 

 III.            Metode Penelitian

Metode yang digunakanya itu metode kualitatif,  mengadakan wawancara langsung dengan narasumber. Alasannya, bahwa penelitian dengan metode ini dapat menghasilkan pernyataan  yang lebih akurat dan dapat menimbulkan kepercayaan antara narasumber dan peneliti.

 

Lokasi Penelitian         : Masjid Jami'Al-karomah

                                       Kp. Kramat ds. Sumurbandung kec.jayanti tangerang.

Waktu                         : Senin, 12 November  2012  pukul 15.30 s/d  17.30 WIB setelah sholat          ashar berjamaah.

 

IV.            Objek Penelitian

Objek penelitian saya adalah seorang marbot masjid itu sendiri yang sudah lama tinggal di masjid itu dan anggota dari komunitas itu sendiri yang menjabat sebagai humas.

.

 

   V.            Analisis

Dijaman yang semakin modern ini sekelompok orang jarang sekali masyarakat membudayakan masjid sebagai tempat yang nyaman khususnya di kp.kramat ini. Bagi mereka yang peduli khususnya komunitas IKRAM ini adalah cerminan yang baik untuk dicontoh, mereka pun menganalisis tentang keramian masjid jami al-karomah pada setiap shalat berjamaah.

Berikut adalah persentasi kehadiran tentang antusias masyarakat kepada shalat bejamaah di masjid jami al-karomah:

·         Shubuh : menurut sang marbot sekaligus humas, pada waktu ini masyarakat-masyarakat jarang sekali yang hadir di masjid mungkin hanya pemuka agama dikampung itu dan santri-santri yang ada dikampung itu.

·         Dzuhur : pada waktu ini masyarakat sekitar 2 shaf (barisan) dan tidak jarang ada para mushafir dalam perjalanan yang mampir di masjid ini karena berada di pinggir jalan.

·         Ashar : masih sama seperti shalat yang sebelumnya yaitu masih di dominasi pemuka agama, masyarakat, santri, dan para musafir. Pada waktu ini menurut marbot kisarannya adalah 3-4 shaf.

·         Magrib : di waktu ini shaf di masjid lumayan terisi penuh menurut marbot bisa sampai 6 shaf.

·         Isya : menurutnya jumlahnya berkurang dari shalat magrib menjadi sekitar 4 shaf.

·         Jumat Mubarak : jumat siang ini antusias masyarakat tentang shalat berjamaah cukup tinggi sehingga sering pada tiap waktu ini masjid menjadi luber bahkan ada saja yang tidak kebagian tempat, karena masih didominasi para musafir, santri dan masyarakat.

Dari analasis tersebut para remaja IKRAM memutuskan untuk meminta sumbangan kepada saudagar-saudagar dikampungdan para musafir yang lewat untuk memberikan shodaqoh untuk merenovasi masjid dan memperbaiki kuburan yang kumuh menjadi bagus lagi.

 

 

Daftar Pustaka

            Abah ma'mun, humas masjid jami'al-karomah kp.kramat.

 

 

 


Hafizh Fathur Rizqi JNR 1B_Tugas 1_Institusi Sosial

Institusi Sosial

Judulpenelitian            : Taman PendidikanAlqur'an Al-Qomariyah

Peneliti                        : HafizhFathurRizqi (1112051100037)

 

i.                    Latarbelakang

Taman pendidikan alquran adalah institusi social yang bergerak dalam bidang agama, institusi ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk mempelajari ilmu agama sejak dini.Agama merupakan hal yang sangat esensial dalam kehidupan bermasyarakat karena membimbing insane kepada kehidupan yang lebih baik.Taman pendidikan alquran disingkat TPA mengajarkan anak sejak dini bagaimana berbakti kepada orang tua, sopan terhadap teman, menghormati orang yang lebih tua dan tata karma lainnya.Di sampingitu TPA juga mengajarkan anak membaca tulis alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak memiliki pondasi iman yang kokoh agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negative yang marak terjadi pada masa modern seperti sekarang ini.

 

ii.                  Pertanyaan pokok penelitian

1.      Sejak kapan TPA ini berdiri dan bagaimana awalnya TPA ini berdiri?

TPA ini sebenarnya sudah lama berdiri, namun saat itu hanya menjadi sebuah majelis pengajian biasa.Sedangkan alqomariyah itu sendiri berdiri sekitar Juni tahun 2000, TPA ini bernama TPA Alqomariyah sesuainamanya "qomar" jika diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya bulan. Jadi pada awalnya TPA ini mengajarkan anak-anak membaca tulis alquran sehabis magrib, ketika bulan mulai menyinari bumi dikarenakan mengikuti tradisi orang tua dahulu yang biasa mengaji sehabis magrib, namun alqomariyah yang sekarang berbeda dengan alqomariyah yang dulu, alqomariyah sekarang ada yang mulai belajar pagi hari dan juga sehabis magrib. Untuk yang kelas pagi, para santri-santrinya adalah adik-adik kecil, kelas ini disebut taman kanak-kanak alquran (TKA).

2.      Apa dampak positif pendidikan taman kanak-kanak alquran (TKA) dalam perkembangan mental anak sejak dini?

Di taman kanak-kanak ini adik-adik selain dibimbing untuk belajar baca-tulis alquran juga diberikan materi pengembangandiri, seperti menari, menyanyi dan bercerita yang tentunya akan menimbulkan mental berani dan percaya diri untuk tampil sejak dini. Ditambah lagi dengan diajarkan bahasa arab dasar dan bahasa inggris dasar, diharapkan bahasa arab dan bahasa inggris menjadi hobi bagi mereka dan tentunya akan bermanfaat nanti saat mereka memasuki pendidikan dasar.

 

iii.                Metode penelitian

Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggali dan mengetahui tentang informasi secara mendalam melalui wawancara dengan narasumber.

Lokasi penelitian   : TPA dan TKA Al-Qomariyah

                                Jl. H. mencong RT O2/09 no.34 Ciledug-Tangerang

 

iv.                Gambaran tokoh

Ustadzah NurmaliaSolehah, beliau merupakan anak dari Alm. H. Syafi'i yang mendirikan dan sekaligus menjadi kepala yayasan taman kanak-kanak alqomariyah. Beliau sangat dikenal dan disegani di masyarakat karena dedikasinya untuk mencerdaskan dan membentuk akhlakulkarimah anak-anak, sehingga orang tua yang tidak ada latar belakang pengajar tidak perlu cemas untuk membekali iman dan takwa anak sejak kecil, di samping itu beliau juga merupakan ketua majelis ibu-ibu pengajian Nurussallam. Beliau merupakansosok yang sangat sederhana dan menyukai anak-anak kecil, beliau juga sangat ramah terhadap warga di sekitar, murah senyum dan mengajarkan kebaikan dan banyak memberikan manfaat bagi orang-orang disekitarnya seperti sabda rasullullah "sebaik-baik orang ialah orang yang paling banyak manfaatnya kepada orang lain."

 

 

v.                  Analisis

Taman kanak-kanak adalah institusi social yang bergerak di bidang agama untuk mengajarkan budi pekerti yang bernafaskan islam sesuai dengan akhlak Rasulullah saw. TPA ini memiliki visi dan misi dan bertujuan sebagai berikut:

Visi:

-          Menjadikan pendidikan yang berbasis pada Alquran dan sunnah Rasulullah saw sehingga tercipta masyarakat madani/islami.

Misi :

- Berperan serta dalam mengedepankan kelancaran membaca   alquran dengan tartil.

-          Membentuk pribadi muslim sejak dini dengan penekanan akhlakulkarimah.

Tujuan pendidikan :

-          Memberikan landasan spiritual alquran kepada anak dari usia dini.

-          Menghasilkan anak-anak yang dapat membaca dan menulis alquran dengan tartil, lancar dan cinta terhadapa lquran.

-          Menghasilkan anak-anak yang dapat melaksanakan tata cara ibadah dan menghafal surat-surat pendek ataupun surat-surat pilihan serta menghafal doa-doa sehari-hari.

-          Menghasilkan anak yang taat pada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua.

-          Menjadi anak yang berguna bagi dirinya, keluarganya dan lingkungannya.


Yusuf Yanuar Jurnalistik 1B_Laporan ke 1_Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sebagai Organisasi Mahasiswa Islam Tertua di Indonesia

Institusi Sosial
 
Judul Penelitian                :  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sebagai Organisasi Mahasiswa Islam Tertua Di Indonesia
Peneliti                             :  Yusuf Yanuar (1112051100040)
 
I.       Latar Belakang
Dengan perkembangan zaman yang semakin pesat serta perkembangan cara berpikir manusia yang semakin kritis. Hendaknya kita sebagai mahasiswa Islam harus membentengi diri kita dengan menambah wawasan tentang agama. Salah satunya dengan mengikuti organisasi-organisasi keislaman yang ada di kampus.
Kita tahu bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali organisasi mahasiswa keislaman, yaitu salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). HMI merupakan organisasi tertua dari organisasi-organisasi mahasiswa islam yang ada di Indonesia. HMI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Yogyakarta (yang sekarang menjadi UII) . HMI merupakan salah satu organisasi mahasiswa Islam terbesar dan mempunyai kader dan cabang yang cukup banyak didaerah-daerah di Indonesia.
 
II.      Pertanyaan pokok
a)      Bagaimana sejarah berdirinya HMI?
Lafran Pane mengadakan pembicaraan dengan teman-temannya mengenai gagasan membentuk organisasi mahasiswa bernafaskan Islam dan setelah mendapatkan cukup dukungan, pada bulan November1946, ia mengundang para mahasiswa Islam yang berada di Yogyakarta baik di Sekolah Tinggi Islam,Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada dan Sekolah Teknik Tinggi, untuk menghadiri rapat, guna membicarakan maksud tersebut. Rapat-rapat ini dihadiri kurang lebih 30 orang mahasiswa yang di antaranya adalah anggota Persyerikatan Mahasiswa Yogyakarta dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia.
Rapat-rapat yang digelar tidak menghasilkan kesepakatan. Namun Lafran Pane mengambil jalan keluar dengan mengadakan rapat tanda undangan, yaitu dengan mengadakan pertemuan mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir oleh Husein Yahya. Pada tanggal 5 Februari 1947 (bertepatan dengan 14 Rabiulawal 1366 H), di salah satu ruangan kuliah Sekolah Tinggi Islam di Jalan Setyodiningratan 30 (sekarang Jalan Senopati) Yogyakarta, masuklah Lafran Pane yang langsung berdiri di depan kelas dan memimpin rapat yang dalam prakatanya mengatakan : "Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena semua persiapan yang diperlukan sudah beres".
HMI itu sendiri didirikan dengan tujuan awal yaitu untuk mempertahankan NKRI, meluruskan nilai-nilai syariat Islam, mengesahkan anggaran dasar Himpunan Mahasiswa Islam (adapun anggaran rumah tangga akan dibuat kemudian), serta membentuk Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam.
 
b)  Apa yang membedakan HMI dengan Organisasi Mahasiswa Islam lainnya ?
Perbedaan HMI dengan organisasi mahasiswa Islam lainnya yaitu :
-          Dari segi ideologis, HMI mempunyai NDP (Nilai Dasar Perjuangan) yang bergerak dalam nilai keIndonesiaan dan keIslaman.
-          menjadikan kadernya (mahasiswa Islam) sebagai insan akademis dan pengabdi yang mendorong cita-cita untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur dalam ridho Allah SWT.
-          HMI tidak memunculkan paham dari aliran apapun (semua diakui)
-          System keanggotaan di HMI ada 3 bentuk, yaitu anggota muda, anggota biasa, dan anggota kehormatan.
 
III.   Metode penelitian
Metode penelitian  : Kualitatif
Lokasi penelitian    : Aula Insan Cita (AIC) cabang Ciputat
Waktu penelitian     : Selasa, 13 November 2012
 
IV.    Gambaran subyek/obyek penelitian
Try Prasetio Aprianto selaku ketua Bidang Perguruan Tinggi dan kepemudaan (PTKP) dan mahasiswa UIN syarif hidayatullah.
 
V.       Analisis
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa tertua dan terbesar. HMI juga mempunyai andil cukup besar terhadap perkembangan pengetahuan mahasiswa. Karena menurut penelitian, banyak mahasiswa yang menganggap HMI adalah kampus kedua, atau tempat kedua dimana mereka mendapatkan ilmu secara segi akademis dan segi agamis. Banyak ilmu yang didapat dari HMI yang tidak mereka temukan di bangku perkuliahan. HMI juga mengajarkan cara berorganisasi yang baik. Untuk menjadi kader HMI tidak mudah. Mereka harus melewati berbagai proses dan akan dinyatakan sebagai anggota jika dinyatakan lulus.

Cari Blog Ini