Rabu, 14 November 2012

institusi sosial_yuni kartika sari_JNR 1B_TUGAS KE 5

HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Ciputat
Yuni Kartika Sari (1112051100057)
 
       I.      Latar Belakang
HMI merupakan suatu organisasi yang berdiri lebih dari 2 tahun, yakni sejak tahun 1947. HMI bukan suatu organisasi biasa yang hanya memiliki nama, tetapi HMI merupakan suatu organisasi yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam berorganisasi, pengkaderan, serta berperan untuk masyarakat.
HMI bermayoritas mahasiswa islam yang tidak membeda-bedakan suatu ideologi. Maka dari itu, dengan adanya penelitian ini, mahasiswa serta masyarakat bisa mengetahui apa itu HMI dan apa saja peran HMI.
 
                                     II.   Pertanyaan pokok
 
a)      Bagaimana sejarah berdirinya HMI?
Lafran Pane mengadakan pembicaraan dengan teman-temannya mengenai gagasan membentuk organisasi mahasiswa bernafaskan Islam dan setelah mendapatkan cukup dukungan, pada bulan November 1946, ia mengundang para mahasiswa Islam yang berada di Yogyakarta baik di Sekolah Tinggi Islam, Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada dan Sekolah Teknik Tinggi, untuk menghadiri rapat, guna membicarakan maksud tersebut. Rapat-rapat ini dihadiri kurang lebih 30 orang mahasiswa yang di antaranya adalah anggota Persyerikatan Mahasiswa Yogyakarta dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia.
Rapat-rapat yang digelar tidak menghasilkan kesepakatan. Namun Lafran Pane mengambil jalan keluar dengan mengadakan rapat tanda undangan, yaitu dengan mengadakan pertemuan mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir oleh Husein Yahya. Pada tanggal 5 Februari 1947 (bertepatan dengan 14 Rabiulawal 1366 H), di salah satu ruangan kuliah Sekolah Tinggi Islam di Jalan Setyodiningratan 30 (sekarang Jalan Senopati) Yogyakarta, masuklah Lafran Pane yang langsung berdiri di depan kelas dan memimpin rapat yang dalam prakatanya mengatakan : "Hari ini adalah rapat pembentukan organisasi Mahasiswa Islam, karena semua persiapan yang diperlukan sudah beres".
 
b)      Mengapa banyak mahasiswa yang memilih HMI sebagai organisasi yang mereka ikuti?
1.       HMI merupakan organisasi terbesar dan tertua di Indonesia
2.       HMI banyak mengajarkan sesuatu yang positif
3.       HMI merupakan pilihan yang terbaik
4.       HMI diharapkan dapat menjadi pintu keberhasilan bagi para anggotanya
 
III.      Pertanyaan Tambahan Penelitian
1.      Apakah peran HMI Cabang Ciputat terhadap masyarakat?
HMI Cabang Ciputat berperan sebagai organisasi perjuangan, HMI Cabang Ciputat telah melakukan berbagai kegiatan yang menyangkut masyarakat, seperti mengadakan baksos, buka puasa bersama dengan anak yatim, mengadakan seminar pencerdasan pemilihan umum, sunatan masal.
1.     Apakah Tujuan Organisasi HMI itu sendiri ?
Tujuannya yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang di ridhai Allah SWT.
 
 
 IV.      Metode Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Karena metode ini menggunakan tekhink wawancara yang lebih mudah digunakan untuk mengetahui lebih dalam.
Waktu    : 11 November 2012, Jam 13:00-16-00
Tempat   : Kantor Sekertariat Cabang HMI Ciputat (Komplek Dosen UIN Ciputat)
 
    V.    Gambaran Tokoh
Ketua Umum : Ramfalak Siregar
Ketua Bidang Pembinaan Anggota : Badridduja
Ketua Bidang Pemberdayaan Aparatur Organisasi : Aji Andika Mufti
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan : Fahmi Inayatullah
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Edriatama : Fakhriy Wibowo
Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi : Akbar Kadafi
Ketua Bidang Pemberdayaan Umat : Sabir Laluhu
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan : Dida Nuraida
Ketua Bidang HAM dan Lingkungan Hidup : Ridho Akmal Nasution
Sekertaris Umum : Sirajuddin Arridho
Wasekum Pembinaan Anggota : Tri Hariyono
Wasekum Pemberdayaan Aparatur Organisasi : Ahman Zainudin
Wasekum Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan : Jaynudin
Wasekum Partisipasi Pembangunan Daerah : Ripki Rasman
Wasekum Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi : Siswo
Wasekum Bidang Pemberdayaan Umat : Budi Imami
Wasekum Bidang Pemberdayaan Perempuan : Naila Fitria
Wasekum Bidang HAM dan Lingkungan Hidup : Adnan Rasyid
Bendahara Umum : Yoni Arnisah
Wakil Bendahara Umum : Teuku Mahdar A.
Departemen Litbang dan Promosi Kader : Indra Surya Ghazali
Departemen Diklat Anggota : Viridian MH Dj
Departemen Pengkajian Data dan Anggota : Ahmad Baihaki
Departemen Pemberdayaan Aparat Organisasi : Bara Ilyasa
Departemen Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan : Abdul Hamim
Departemen Perintis Perguruan Tinggi Excellent : Sutresno
Departemen Kepemudaan : Arma Hidayat
Departemen Partisipasi Pembangunan Daerah : M. Ikhwan
Departemen Kewirausahaan : Slamet Widodo
Departemen Pengembangan Profesi : Johan Lesmana
Departemen Pengembangan Umat : Kamal Hasan
Departemen Pemberdayaan Perempuan : Fani Wiramijaya
Departemen HAM dan Lingkungan Hidup : Ridwan Dalimunte
Departemen Humas dan Penerangan : Andi Ba'an
Departemen Administrasi dan Kesekretariatan : Zul Hendra
Departemen Pengelolaan Aset Cabang : TB Hasan
Departemen Logistik : Figur Purnawan
Departemen Pengolahan Sumber Dana : Ajat Sudrajat
KETUA LEMBAGA KHUSUS HMI CABANG CIPUTAT
Badan Pengelola Latihan (BPL) : Hamdan Roziana AM.
Korps HMI-Wati (KOHATI) : Dida Nuraida
DIREKTUR LEMBAGA PENGEMBANGAN PROFESI (LPP) HMI CABANG CIPUTAT
Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) : Nia Nirawati
Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) : Mahmudah
Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) : Ridho Akmal Nasution
Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) : Arif Soleh
Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) : Syarif Hidayatullah
KETUA UMUM HMI KOMISARIAT SE-CABANG CIPUTAT
KOMISARIAT FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN : Asep Eka MN
KOMISARIAT FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM : Asep Solahuddin
KOMISARIAT FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA : Deden Nuriskandar
KOMISARIAT FAKULTAS USHULUDDIN : Arma Hidayat
KOMISARIAT FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI : Lini Zurlia
KOMISARIAT FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI : Agus M. Abdillah
KOMISARIAT FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS : Chairul Irfan
KOMISARIAT FAKULTAS PSIKOLOGI : Nazar Fathan
KOMISARIAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN : Fani Wiramijaya
KOMISARIAT FAKULTAS DIRASAT ISLAMIYAH : Sasongko
KOMISARIAT CIRENDEU : Andriansyah Ahmad
KOMISARIAT UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN : Taufik Sayuti
KOMISARIAT SEKOLAH TINGGI ADMINISTRASI NEGERI : M. Mario
KOMISARIAT UNIVERSITAS PAMULANG : Krisyanto
KOMISARIAT PERSIAPAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK : Yeni Aryati Safitri
 
 VI. Analisis
            Organisasi HMI Cabang Ciputat ini sangat memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa untuk lebih aktif lagi. HMI Cabang Ciputat sebagai memfasilitasi kita untuk mencapai tujuan organisasi itu bagus karena HMI Cabang Ciputat juga mempunyai tujuan yang jelas, tujuan kita positif walaupun dengan berbagai kekurangan.
            "Menurut pribadi saya, ruang lingkupnya sudah menjadi mahasiswa, jadi di sinilah tempat mahasiswa-mahasiswa untuk berpikir dan mengeluarkan apresiasi nya, jadi tempat kita untuk mencari jati diri. Jadi HMI Cabang Ciputat hanya wadah, jadi di sinilah saya bisa bergerak sebebas mungkin. Jadi seakan-akan saya mempertahankan ideologi saya seperti Muhammadiyah yang mempertahankan agamanya. Tetapi ketika kita di HMI Cabang Ciputat tidak membedakan agama yang dianut. Dengan latar belakang apa saja yang kita ambil kita tetap satu".
       HMI Cabang Ciputat hanya benda mati, maju atau tidaknya HMI Cabang Ciputat itu tergantung oleh orang di dalamnya. Seandainya di dalam terdapat oknum-oknum yang berbuat salah efek nya akan negatif ke masyarakat dan masyarakat juga harus bisa menyaring. Maka dari itu dibutuhkan pendidikan. Kembali lagi ke diri masing-masing, semua ilmu itu pasti baik, tergantung kita yang menerapkannya. Kader itu adalah orang yang ada di HMI Cabang Ciputat. Semuanya berpengaruh, saling menutupi, jadi tidak ada yang namanya ketua, itu hanya formalitas. Ketika didalam forum ada seorang ketua tetapi jika diluar dia tetap lah mahasiswa biasa.
 

AnggaSatriaPerkasa_Jurnalistik1B_InstitusiSosial

PROGRAM SEKOLAH GRATIS UNTUK WARGA KURANG MAMPU DI LINGKUNGAN  RT. 05 RW. 02 SARUA INDAH

Peniliti:

Angga Satria Perkasa

JURNALISTIK 1-B

NIM (1112051100045)

 

I.                  LATAR BELAKANG :

Saat ini banyak anak-anak dari kalangan keluarga tidak mampu yang tidak dapat bersekolah. Anak-anak adalah calon masa depan bangsa yang harus kita jaga. Agar masa depan tersebut menjadi cerah sebaiknya sejak dini anak-anak diberikan pendidikan yang baik. Dengan memberikan fasilitas sekolah gratis, para orang tua yang mungkin kurang mampu dalam hal ekonomi dapat segera mendaftarkan anak-anak mereka.

Banyak sekolah-sekolah di daerah pelosok yang sudah berdiri tetapi pemerintah tidak memberikan perhatian yang khusus terhadap sekolah itu. Sehingga banyak anak-anak di Indonesia yang tidak bersekolah. Banyak juga dari mereka yang hijrah ke Ibukota diajak oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab dan menjadikan mereka pengemis-pengemis di setiap sudut kota. Banyak juga orang tua yang mengajak anak mereka datang ke Jakarta dengan alasan mengadu nasib di Ibukota, tetapi yang terjadi mereka hanya menambah daftar panjang warga yang masuk ke dalam kategori tidak mampu di Jakarta. Hal ini harus segera dihentikan.

Ada banyak manfaat dan tujuan dari didirikannya Sekolah Gratis.

Manfaat:

·         Menyalurkan kegiatan-kegiatan positif dari anak-anak

·         Memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak

·         Memberikan motivasi anak-anak agar mereka bersemangat dalam menuntut ilmu

Tujuan:

·         Mengurangi angka anak yang tidak bersekolah

·         Mewujudkan program wajib belajar enam tahun

·         Mengurangi beban orang tua untuk membiayai anak mereka dalam menuntut ilmu

·         Menciptakan pemuda-pemudi bangsa yang berhasil di masa depan

 

II.               PERTANYAAN POKOK PENELITIAN :

Pertanyaan pokok :

1.      Bagaimana cara meyakinkan para orang tua untuk mendaftarkan anaknya dalam program sekolah gratis?

2.       Apakah metode pengajaran di sekolah gratis sama dengan metode pengajaran di sekolah umum?

Pertanyaan tambahan:

1.      Sudah berapa lama sekolah gratis ini berdiri?

2.      Bagaimana respon warga saat didirikannya sekolah gratis?

3.      Apakah sejauh ini anak-anak merasa senang bersekolah di sekolah gratis?

4.      Sudah berapa banyak anak-anak yang mengenyam pendidikan di sekolah gratis ini?

5.      Apa harapan anda untuk sekolah gratis ini kedepannya?

 

III.            METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.

 

Wawancara ini dilakukan pada :

Lokasi : Rumah Pak RT 05/02 Kel. Sarua Indah, Kec. Ciputat Tanggerang Selatan

Tanggal : 12 November 2012

Waktu : Pukul 14.00 WIB

 

IV.            Gambaran Subjek dan Objek Penelitian

Bapak Amri ( Jakarta, 5 Mei 1970 ) ialah seorang kepala RT 05 RW 02 Kelurahan Sarua Indah Kecamatan Ciputat Tanggerang. Ia sudah menjabat sebagai Ketua RT sejak sembilan tahun lalu. Selama menjadi seorang kepala RT beliau sangat bijaksana dalam memimpin warga. Beliau sangat mengedepankan kepentingan warganya.

Beliau juga sangat perhatian kepada warganya yang kurang mampu. Beliau sangat serius dalam usaha-usahanya dalam mensejahterakan semua warganya. Salah satu usahanya yang sangat menarik perhatian saya yaitu usahanya dalam mendirikan sekolah gratis untuk warga yang tidak mampu. Beliau begitu arif dalam mendirikan sekolah ini. Sampai sekolah ini pun bisa berdiri.

Pada kesempatan kali ini saya akan melakukan penelitian dengan tema PROGRAM SEKOLAH GRATIS UNTUK WARGA KURANG MAMPU DI LINGKUNGAN  RT. 05 RW. 02 SARUA INDAH. Saya memilih untuk meneliti hal ini karena saya tertarik dengan semangat Pak Amri dalam mendirikan sekolah ini.

 

V.               Analisis

Sekolah ini sudah berdiri sejak enam tahun yang lalu. Dalam pembangunannya memakan waktu hingga tiga tahun. Cukup lama dalam masa pembangunannya karena di awal masa pembangunannya sulit sekali bagi Pak Amri dan orang-orang lain yang ada di belakangnya mendapatkan izin, donatur, biaya dan lain-lainnya untuk membangun sekolah ini. Butuh proses yang panjang bagi mereka dalam hal mendapatkan izin untuk membangun sekolah. Tapi akhirnya izin itu datang dan kami pun bisa membangun sekolah ini.

Saat sekolah ini berdiri awalnya warga tidak terlalu tertarik karena mereka mengira sekolah ini tidak serius dalam menjalankan sistem pendidikannya. Mereka lebih memilih anak mereka tidak bersekolah dan diajarkan untuk mencari uang. Tetapi perlahan-lahan Pak Amri dan anggota lainnya berhasil meyakinkan warga untuk mempercayakan anaknya diberi pendidikan di sekolah gratis ini. Banyak cara yang sudah mereka lakukan, mulai dari penyuluhan kepada semua warga pentingnya pendidikan bagi anak-anak sejak dini, lalu dijelaskan sistem pendidikan di sekolah gratis ini sama dengan sekolah-sekolah lainnya, lalu warga juga diyakinkan bahwa sekolah gratis ini tidak akan mengambil sedikitpun uang dari warga. Semua biaya ditanggung oleh pemerintah dan donatur-donatur yang sudah berbaik hati menyumbangkan sebagian uangnya untuk sekolah ini. Pada akhirnya warga pun percaya pada Pak Amri dan anggota lainnya.

Para orang tua lalu mulai mendaftarkan anak-anaknya untuk menuntut ilmu di sekolah ini. Mereka merasa senang akhirnya anak-anak mereka bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang baik. Para orang tua tidak dibebankan biaya sedikitpun untuk sekolah anaknya. Seragam sekolah diberikan gratis untuk para muris, begitu juga buku kami berikan dengan sistem meminjam dengan catatan buku tersebut tidak boleh rusak.

Sejauh  ini anak-anak merasa sangat senang bersekolah di sekolah gratis ini. Mereka senang karena selain belajar juga mereka bisa bermain dengan teman-teman lainnya. Anak-anak pun tidak diberatkan dengan pelajaran yang melulu diberikan, di waktu-waktu tertentu mereka juga diajak bermain sambil belajar oleh pengajar-pengajar yang ada di sekoalh itu.

Sampai saat ini sudah 136 anak yang sudah mengenyam pendidikan di sekolah ini. Belum ada alumni dari sekolah ini, tahun ini adalah tahun pertama kami akan menjumpai Ujian Akhir Nasional. Anak-anak yang berada di tingkat kelas 6 sangat bersemangat menyambut Ujian Nasional karena akhirnya mereka akan memasuki Sekolah Menengah Pertama.

Harapan Pak Amri untuk sekolah ini kedepannya semakin banyak lagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu mengenyam pendidikan di sekolah ini. Lebih baik mereka belajar daripada mereka harus berkeliaran di jalanan. Dan semoga pemerintah semakin perhatian kepada sekolah ini, tidak hanya sekolah ini tetapi sekolha-sekolah lain yang sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah pedalaman seperti Papua dan daerah-daerah lainnya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

·         www.google.com

·         www.wikipedia.com

·         Narasumber : Bpk. Amri (Ketua RT 05 RW 02)

RizaTasyaCandraDewi_Jurnalistik1B_InstitusiSosial

Judul Penelitian: Antusiasme Masyarakat terhadap kagiatan Kerja Bakti di RT004/05
Peneliti :
Nama : Riza Tasya Candra Dewi
NIM : 1112051100052
 
 
I.                    LATAR BELAKANG
Rukun Tetangga (RT) adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Rukun Warga. Rukun Tetangga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan. Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT yang dipilih oleh warganya. Sebuah RT terdiri atas sejumlah rumah (kepala keluarga).
 
Kerja bakti mempunyai arti penting di masyarkat. Jika kita perhatikan suasana kerja bakti penuh dengan kekeluargaan. Tidak ada rasa saling iri atau bahkan merasa tertekan dalam melakukan pekerjaan, karena semuanya dilandasi dengan rasa senang dan penuh dengan suasana kekeluargaan.
Mengingat di tengah fenomena masyarakat yang cenderung individualistik seperti sekarang ini mereka masih bersedia menyisihkan waktu untuk kepentingan masyarakat, itu yang terjadi di tempat tinggal aku dimana warga saling bahu membahu dalam merapikan jalan swadaya agar terlihat rapi dan nyaman untuk di lalui.
 
Sebagai lingkungan yang dinilai tidak begitu rapi, kegiatan seperti kerja bakti antar masyarakat sangat di butuhkan. Maka dari itu, saya tertarik untuk mengetahui sejauh mana antusisme warga RT 004/05 dengan kegiatan kerja bakti.
 
Kegiatan kerja bakti ini pun sangat bermanfaat, selain menata kembali lingkungan di sekitar kegiatan ini juga bisa mempererat tali persaudaraan dan kerukunan. Jadi saya menganggap kegiatan kerja bakti ini sangat penting bagi warga.
 
 
 
 
 
II.                  PERTANYAAN POKOK PENELITIAN
 
Pertanyaan pokok:
1.      Bagaimana antusias warga dalam melakukan kerja bakti?
2.      Faktor penghambat dan pendorong kerja bakti bagi warga?
 
Pertanyaan tambahan:
1.      Apa manfaat dari kegiatan kerja bakti?
2.      Apa tujuan di adakannya kerja bakti?
3.      Sudah rutinkah kerja bakti diterapkan?
4.      Bagaimana cara memotifasi warga agar mau berpartisipasi dalam kerja bakti?
5.      Apa saja kegiatan dalam kerja bakti?
6.      Solusi apa yang efektif agar kerja bakti bisa terus berjalan?
 
III.                METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.
Wawancara ini dilakukan pada :
Lokasi : Rumah Bapak Syatiri (Ketua RT 004/05, Rempoa)
Waktu : Pukul 20.00 WIB
 
IV.               GAMBARAN SUBYEK DAN OBYEK PENELITIAN
Bapak Syatiri S. Sos (Jakarta, 05 Oktober 1957) adalah seorang Ketua Rukun Tetangga 004/05 Rempoa. Beliau adalah seorang sarjana lulusan Universitas Padjadjaran Bandung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada tahun 1976. Masyarakat setempat memilih beliau dikarenakan beliau adalah orang yang dapat di percaya sebagai pengurus warga-warganya ini dan dinilai memilki kinerja yang bagus serta memiliki wibawa. Beliau menjabat sudah cukup lama. Karena kepiawaian kepemimpinan nya beliau sampai saat ini masih dipercaya sebagai ketua Rukun Tetangga. Tiap harinya beliau selalu terjun langsung kepada masyarakatnya agar beliau selalu mengetahui keadaan warganya dan beliau juga mengawasi lingkungannya. Tentunya beliau dapat mengetahui bagaimana perkembangan dari tiap hari keharinya jumlah jamaah yang shalat di masjid Al-Ikhlas. Dalam kepemimpinannya beliau sering ditunjuk untuk menjabat kembali menjadi Ketua Rukun Tetangga. "disetiap saya memipin, saya ingin menjadikan warga menjadi warga yang baik dan tetntu tidak hanya dari kepribadian warganya saja tetapi juga dengan lingkungan yang selalu saya usahakan menjadi lingkungan yang bersih dan nyaman". Ucapan beliau tersebut menginspirasi saya untuk mengetahui sejauh mana antusiasme warga untuk melakukan Kerja bakti. Maka dari itu timbul rasa ketertarikan saya untuk mengetahui apakah hal itu juga terjadi ketika shalat wajib bersama. Apakah tiap harinya tingkat kebersihannya makin berkurang atau malah sebaliknya. Di samping itu saya juga peduli dengan lingkungan yang memang saya tinggali.
 
V.                 ANALISIS
Indonesia yang terkenal dengan keramahan rakyatnya dan sangat menyukai gotong royong tercemin pada kegiatan ini. Kerja bakti telah menjadi kebudayaan di Indonesia. Tradisi yang sudah diterapkan sejak nenek moyang kita itu selalu menjadi elemen penting dalam pembangunan serta menjadi salah satu hal yang bisa dibanggakan di negeri ini.
Kehidupan manusia sangat kompleks, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Hubungan manusia antar manusia dapat membentuk suatu kebudayaan. Kebudayaan yang sangat kental di Indonesia yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk budaya yaitu kerja bakti.
Warga lingkungan saya ini,untuk saat ini warga sangat semangat dalam menjaga kebersihan lingkungannya. Bapak syatiri juga mengatakan bahwa beliau bangga dengan warganya yang bisa menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Saya mendapatkan warga berantusias dalam melakukan kerja bakti, mereka dengan senang hati melaksanakannya demi menjaga rasa nyaman.
 
Tentunya dibalik itu semua ada faktor yang mendorong warga untuk melakukan kerja bakti, mereka bisa aktif dalam melakukan gotong royong karja bakti di dorong dengan rasa empaty terhadap kebersihan lingkungan, selain itu warga juga ingin kehidupannya menjadi sehat,terhindar dari berbagai macam penyakit. Sebagian warga juga mau melakukannya karena kesadaran dari dirinya juga.
 
Tapi tidak jarang juga ada faktor yang terkadang menghambat wrga untuk ingin berpartisipasi dalam kerja bakti, seperti khususnya remaja-remaja generasi muda yang kurang memiliki inisiatif untuk ikut serta dalam gotong royong melaksanakan kerja bakti, mereka mempunya kegiatan lain yang bagi mereka juga itu lebih menyenangkan, serta belum memiliki rasa keperdulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, rasa malas yang tidak dapat dihindari.
 
Sesungguhnya begitu banyak manfaat dari akif dalam kerja bakti, seperti lingkungan yang menjadi bersih, menumbuh rasa kebersamaan warga, bisa menata ulang lingkungan menjadi rapi, menanam rasa keperdulian yang tinggi terhadapa kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Sesungguhnya manfaat itu bisa dapat kita rasakan langsung asalkan warga mau berpartisipasi dalam mengerjakan kerja bakti tersebut.
 
 Dari tindakan kerja bakti itu semua, memiliki tujuan untuk menata lingkungan yang ada menjadi lebih baik lagi, mejadikan lingkungan terasa nyaman dan bersih, tentunya bila dilihat juga enak, membangun rasa gotong royong yang tinggi, menjunjung tinggi bnilai kebersamaan antar warga serta meningkatkan rasa keperdulian terhadap lingkungan.
 
Dalam beberapa bulan ini, warga mulai rutin melaksanakan kerja bakti tiap bulannya, meskipun hanya baru-baru ini saja. Tetapi merupakan sebuah kemajuan yang sangat baik dari warga dengan melaksanakannya rutin tiap bulan.
 
Untuk tetap menjaga rasa perduli terhadap kegiatan kerja bakti, perlu adanya motivasi bagi warga untuk melakukannya seperti melakukan penyuluhan kerja bakti dan dia adakannya lomba kebersihan tiap rumah, motivasi itu mendorong warga untuk tetap menjaga rasa perduli terhadap kebersihan. Dengan harapan motivasi itu terus tetap terjaga dalam diri warga-warga.
 
Kerja bakti bisa kita lakukan di setiap hari minggu, warga melakukannya dengan cara pertama mereka membersihkan rumah masing-masing yang sudah menjadi tanggung jawab mereka masing-masing, lalu mereka membersihkan fasilitas-fasilitas bersama seperti pos keamanan, lapangan, selokan, jalanan umum dan tempat sampah umum, sampai musholah.
 
Sebagai solusi untuk tetap menjaga rasa kepedulian yang tinggi, kami tetap mengadakan kerja bakti secara rutin lalu kami sering mengadakan acara-acara dalam memperingati sesuatu seperti Hari Kemerdekaan untuk tetap menjaga keharmonisan warga.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber: Bapak Syatiri (Ketua RT 004/05, Rempoa)

AzmyAzis_Jurnalistik1B_InstitusiSosial


Cari Blog Ini