Minggu, 18 November 2012

Fertilitas_Demografi_NurHandayani_PMI5

Nama                   : Nur Handayani
Judul                             : Fertilitas
Jurusan               : PMI 5
Fertilitas
Latar Belakang
Fertilitas merupakan performan reproduksi aktual dari seseorang wanita atau sekelompok individu, yang pada umumnya dikenakan pada seorang wanita atau sekelompok wanita, sedangkan paritas berarti jumlah anak yang telah di punyai oleh wanita. Kemampuan fisiologis wanita untuk memberikan kelahiran atau berpartisipasi dalam reproduksi dikenal dengan istilah fekunditas. Tidak adanya kemampuan ini di sebut infekunditas, sterilitas atau infertilitas fisiologis. Istilah sub-fekunditas digunakan bila kemampuan fisiologis itu berada di bawah normal. Pengetahuan yang cukup dapat dipercaya mengenai proporsi dari wanita yang tergolong subur dan tidak subur tersedia.
Studi-studi demografi mengenai fertilitas memusatkan perhatian pada fenomena yang berhubungan dengan reproduksi manusia. Telah berkembangnya berbagai ukuran untuk mengetahui tingkat-tingkat dan pola-pola fertilitas mencerminkan perhatian yang cukup banyak para ahli terhadap fenomena tersebut. Lebih lanjut telah pula ada usaha-usaha untuk menyusun kerangka analisa teoritis untuk menerangkan fertilitas manusia di berbagai masyarakat.
Dimensi-dimensi pertumbuhan penduduk dunia sudah dibahas secara luas oleh para ahli demografi, dan tidak sedikit pula contoh-contoh dramatis yang di ajukan tentang akibat-akibat yang timbul dari terus meningkatnya angka pertumbuhan penduduk. Perkembangan penduduk yang pesat antara lain disebabkan oleh pengendalian kematian yang semakin berhasil, yang tidak seimbang dengan pengendalian kelahiran. Ketidakseimbangan ini menciptakan suatu angka pertumbuhan sedemikian rupa sehingga penduduk dunia sekarang ini akan berlipat dua pada akhir abad ini.
Pertumbuhan penduduk akibat fertilitas yang tinggi dan mortalitas yang rendah. Perbedaan-perbedaan fertilitas dalam dan antar masyarakat, serta perubahan-perubahan yang terjadi selama beberapa tahun. Dari sudut pandang psikologi "Fertilitas suatu populasi dapat dilihat sebagai akibat berbagai tindakan dan keputusan individu, yang dibuat dalam kerangka untuk mengatasi tekanan biologis dan tekanan lingkungan".
 
Pembahasan
Fertilitas sebagai istilah demografi di artikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas, sebaliknya merupakan potensi fisik untuk melahirkan anak. Jadi, merupakan lawan arti kata sterilitas.
Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya. Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
Konsep-konsep
1.      Lahir hidup; (live birth) menurut UN & WHO, adalah  suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana si-bayi menunujukkan tanda-tanda kehidupan.
2.      Lahir mati; (still birth) adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
3.      Abortus; kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilankurang dari 28 minggu. Ada dua macam abortus; disengaja (indoced) dan tidak disengaja (spontaneous).
Induced abortion dapat;
a.       Berdasar alasan medis, misalnya; karena mempunyai penyakit jantung yang berat sehingga membahayakan jiwa ibu.
b.      Tidak berdasarkan alasan medis.
4.      Masa reproduksi; masa dimana wanita mampu melahirkan, yang disebut juga usia subur (15-49 tahun).
Sumber data
1.      Registrasi
Data yang tersedia; statistik kelahiran
Kelemahan-kelemahannya;
a.       Ketepatan definisi yang dipakai dan aplikasinya
b.      Kelengkapan registrasi
c.       Ketepatan alokasi tempat
d.      Ketepatan alokasi waktu
e.       Ketepatan pengelompokan kelahiran berdasarkan karakteristik ekonomi /demografi.
Untuk negara maju, kelemahan-kelemahan a.b, dan d sebagian besar sduah teratasi. Sedangkan di negara yang sedang berkembang ke 5 macam kelemahan tersebut masih terasa. Yang paling menonjol adalah kelemahan b yaitu kelengkapan registrasi.
Hal ini disebabkan;
·         Penduduk (baik yang mempunyai anak maupun petugas registrasi) tidak menyadari pentingnya registrasi kelahiran
·         Penduduk tidak mengerti bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti; tanggal kelahiran anaknya, umur ibunya dan sebagainya.
2.      Sensus
Data yang tersedia;
a.       Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin
b.      Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup
c.       Jumlah anak yang dilahirkan dalam suatu periode yang lalu, misal satu tahun yang lalu
d.      Data penduduk yang berhubungan dengan variabel fertilitas, misalnya penduduk usia kawin.
3.      Survai
Data yang tersedia;
a.       s/d sama dengan data yang tersedia dari sensus
e.       Keterangan tambahan mengenai fertilitas yang lebih terperinci, misal; riwayat kelahiran mulai dari anak pertama hingga anak terakhir dan status kehamilan.
Kelemahan yang ditemui disensus juga berlaku di dalam survai karena kedua jenis sumber data  tersebut berdasarkan informasi mengenai kejadian kelahiran yang sudah lampau.
Perkembangan metode-metode pengaturan kelahiran yang modern dengan daya guna dan daya terimanya yang lebih besar, menunjukkan bahwa angka kelahiran dapat berubah dengan cepat, sebagai akibat perubahan sikap dan nilai-nilai yang berhubungan dengan besarnya keluarga. Dengan kata lain, jarak antara sikap pribadi dengan tingkah laku fertilitas sudah dipersempit, begitu kemajuan-kemajuan teknologi manghapus rintangan-rintangan teknis. Oleh karena itu, semakin mungkinlah diperlihatkan hubungan nyata antara nilai-nilai, sikap-sikap, ciri-ciri kepribadian atau pola hidup, dan kemampuan mempunyai anak.
Kebijakan-kebijakan kependudukan yang memang bertujuan menghasilkan perubahan kependudukan, sebagiannya tergantung pada teori-teori kependudukan yang berusaha menjelaskan bagaimana timbulnya perubahan-perubahan itu. Kebijakan yang paling jelas relevansinya dengan psikologi adalah kebijakan yang berkaitan dengan fertiltas. Walaupun demikian kebijakan-kebijakan mengenai migrasi dan penyebaran penduduk tidak mempunyai relevansi yang penting. Berkenaan dengan fertiltas, masih terdapat perdebatan mengenai kebijakan kependudukan yang dikaitkan dengan hal-hal seperti tingkat urgensi penurunan fertilitas, serta cara-cara yang paling efektif dan paling etis untuk merealisir kebijaksanaan itu. Batas-batas dari apa yang disebut "kebijakan kependudukan" sesungguhnya tidak jelas, tetapi uraian-uraian yang dikemukakan di bawah ini membahas beberapa masalah utama berkenaan dengan hal itu.
Pada tingkat global, mengenai kebijakan ini mencakup sekurang-kurangnya tiga bidang, yaitu;
1.      Pertumbuhan penduduk dalam hubungan dengan keadaan fisis tanah
2.      Besarnya penduduk dalam hubungan dengan sumber-sumber daya
3.      Kepadatan penduduk serta kelangkaan sumber daya dalam hubungan dengan timbulnya permusuhan dan konflik antar kelompok.
 
Faktor-faktor mempengaruhi dan menetukan fertilitas; model/kerangka analisa
Ada keragaman faktor yang mempengaruhi dan menentukkan fertilitas baik yang berupa faktor demografi maupun non-demografi. Yang berupa faktor demografi diantaranya adalah struktur umur, umur perkawinan, lama perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan proporsi yang kawin. Sedangkan faktor non-demografi dapat berupa faktor sosial, ekonomi maupun psikologi. Tiga tahap penting dalam proses reproduksi sebagaimana yang dikenal dan digunakan dalam hidup bermasyarakat yaitu; pertama, hubungan kelamin, kedua, konsepsi, dan ketiga kehamilan dan kelahiran.
Nama Kegiatan
Kegiatan ini penilitian fertilitas kependudukan yang ada di daerah desa Sindang Asih Kecamatan Cisurupan, Garut.
 
Tujuan
·         Mengetahui berapa banyak angka kelahiran
·         Mengetahui dari usia berapakah menikah
·         Mengetahui ada unsur perjodohan atau tidak
 
Waktu dan Tempat
Praktikum Lapangan ini akan diselenggarakan pada :
                       
Hari                 : Jum'at s/d Minggu
Tanggal          : 30 November s/d 2 Desember 
Tempat           : Desa Sindang Asih, Kec. Cisurupan, Garu
 
Peneliti
Nama              : Nur Handayani
NIM                 : 1110054000019
Jurusan          : Pengembangan Masyarakat Islam
Fakultas          : Ilmu Dakwah dan Komunikasi
 
Penutup
 
Demikian tugas proposal fertilitas ini saya buat sebagai panduan Praktikum Lapangan I dalam mata kuliah Demografi.
 
 
Sumber Bacaan
 
1)     Rusli, Said. Pengantar Ilmu Kependudukan, LP3ES, 2012.
2)     Fawcett, James T. Psikologi dan kependudukan,USAID,1984
3)     Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Dasar-Dasar Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004.

Sabtu, 17 November 2012

laporan 1, Pengaruh Tempat Ibadah terhadap Lingkungan Sosial, Annisah Bilqis, KPI 1 E

Pengaruh Tempat Ibadah terhadap Lingkungan Sosial
 
 
Nama : Annisah Bilqis
NIM   : 1112051000158
 
 
I.                  Latar Belakang
Secara sosiologis zaman sekarang ini pada era globalisasi yang telah mendunia banyak orang jaman sekarang yang telah tidak terlalu memperdulikan dan menghiraukan keberadaan masjid. Padahal masjid sangat berpengaruh tentang pembentukan masyarakat yang lebih akan mempunyai nilai budi pekerti yang lebih baik.
Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas tentang pengaruh tempat ibadah terhadap lingkungan sosial yang saya ambil dari beberapa narasumber langsung dan tokoh masyarakat setempat.
 
 
II.               Pertanyaan Pokok Penelitian
-         Apakah masjid ini mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat?
 
 
 
III.            Metode Penelitian
Metode Kualitatif, lokasi Kampung Sawah Gg. Bersama Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi. Waktu penelitian pukul 08.00 waktu setempat.
 
 
IV.            Gambaran Subjek/Objek Penelitian
Bapak Nur Ali adalah seorang yang telah 7 tahun menjabat sebagai DKM Masjid Al-Anwar.
Bapak Ustad Nana adalah seorang wiraswasta yang hampir 6 tahun menjadi imam di masjid Al-Anwar hampir di setiap solat berjamaah.
Alfi Rahman adalah seorang pemuda kelahiran 21 juni 1994 yang sekiranya bisa disebut sebagai jamaah masjid Al-Anwar.
 
V.               Analisis
Disini saya mewawancarai seorang ketua DKM(Dewan Kemakmuran Masjid) yang bernama Bapak NurAli yang hampir menjabat sebagai ketua DKM selama 7 tahun. Beliau menjelaskan tentang keadaan masjid Al-Anwar. Menurutnya Masjid Al-Anwar mempunyai banyak jamaah yang berdatangan ke masjid ini tetapi tergantung pada waktu solatnya dan biasanya paling banyak pada solat magrib untuk solat berjamaah. Aktifitas-aktifitas yang diadakan dimasjid ini juga banyak sekali seperti majelis ta'lim ,pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak yang diadakan pada malam kamis ba'da maghrib untuk kaum bapak-bapak dan pengajian ibu-ibu pada hari sabtu ba'da zuhur. Masjid ini sangat mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat disekitarnya karena untuk beribadah dan letaknya sangat strategis karena berada ditengah-tangah pemukiman penduduk. Masyarakat di daerah sekitarnya juga menggunakan masjid Al-Anwar bukan untuk beribadah solat saja tetapi untuk mempererat ukhuwah islamiyah atau silahturahmi antar warga seperti diadakan pengajian dan kegiatan acara besar Islam. Berdirinya masjid ini juga tidak ada sama sekali pengaruhnya terhadap warga karena banyak sekali warga yang saling berpartisipasi untuk mengadakan kegiatan dimasjid ini. Di zaman modern ini banyak sekali tempat ibadah yang sepi karena para jamaahnya sibuk dengan kegiatan duniawi seperti bekerja.
Kepedulian masyarakat terhadap masjid ini juga semakin berkurang karena pengaruh lingkungan dan era globalisasi yang sudah masuk ke kampung-kampung. Lebih banyak memilih solat dimurah daripada di masjid. Banyak rasa ketidak pedulian masyarakat terhadap masjid maka diadakan upaya untuk menarik masyarakat datang kemasjid untuk solat berjamaah. Upayanya adalah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana masjid untuk para jamaahnya.
 
      Saya juga mewawancarai imam yang biasa mengimami solat berjamaah di Masjid Al-Anwar yang bernama ustad nana. Menurutnya banyak jamaah berdatangan ke masjid ini untuk solat berjamaah hanya pada awal bulan ramadhan lebih tepatnya tanggal 1-15 ramadhan. Masjid ini mempunyai pengaruh besar bagi masyarakat karena keutamaan solat adalah berjamaah maka banyak yang solat berjamaah di masjid ini. Masjid ini juga terkadang suka menimbulkan berisik karena ulah para anak-anak yang sering bermain mic/speaker mesjid yang menyebabkan para warga sekitar terganggu.
Upaya untuk mengajak masyarakat agar selalu solat dimasjid adalah memberi dakwah kepada masyarakat, mengadakan acara yang bersifat kekeluargaan.
 
     
 
Terakhir saya mewawancarai seorang jamaah Masjid Al-Anwar yang bernama Alfi Rahman yang menurutnya masjid ini mempunyai banyak jama'ah pengaruhnya juga banyak, karena masjid ini sudah lama dibangun dan terus berkembang. Menurutnya mssjid ini ramai hanya waktu waktu tertentu seperti solat tarawih,maulid nabi,is'ra miraj, dan acara-acara lainnya.

Migrasi_Demografi_M. Imamudin Arya_PMI5

Dasar Pemikiran
Migrasi merupakan salah satu dari ketiga faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan pendududuk, sedangkan faktor lain adalah kelahiran dan kematian. Peninjauan migrasi secara regional sangat penting untuk ditelaah secara khusus mengingat adanya densitas (kepadatan) dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor-faktor pendorong dan penarik bagi orang-orang melakukan migrasi, adanya desentralisasi dalam pembangunan, di lain pihak, komunikasi termasuk transportasi semakin lancar. Menurut sensus 1971 ternyata dari kedua puluh enam propinsi di indonesia tidak satu propinsi pun yang tidak mengalami perpindahan penduduk baik perpindahan masuk maupun perpindahan keluar.
Migrasi antar bangsa (migrasi internasional) tidak begitu berpengaruh dalam menambah atau mengurangi jumlah penduduk suatu negara kecuali di beberapa negara tertentuyang berkenaan dengan pengungsian, akibat dari bencana, baik alam meupun perang. Pada umumnya orag yang datang atau pergi antar negara boleh dikatakan berimbang saja jumlahnya. Peraturan-peraturan atau untuk undang-undang yang dibuat oleh banyak negara umumnya sangat sulit dan ketat bagi seseorang untuk bisa menjadi warga negara atau menetap secara permanen di suatu negara lain.
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik negara ataupun batas administratif batas bagian dalam suatu negara. Jadi migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah ke daerah lain. Ada dua dimensi penting yang perlu ditinjau dalam penelaahan migrasi, yaitu dimensi waktu dan dimensi daerah. Untuk dimensi waktu, ukuran yang pasti tidak ada karena sulit menentukan beberapa lama seseorang pindah tempat tinggal untuk dapat dianggap sebagai seorang migran, tetapi biasanya digunakan yang ditentukan dalam sensus penduduk.
Definisi migran menutut Perserikatan Bangsa-Bangsa "A migrant is a person who changes his place of residence from one political of administrative area another". Pengertian migran ini dikaitkan dengan pindah tempat tinggal secara permanen sebab selain itu dikenal pula "mover" yaitu orang yang pindah dari satu alamat ke alamat lain dan dari satu rumah ke rumah lain dalam batas satu daera kesatuan politik atau administratif, misalnya pindah didalam satu propinsi.
Jika mengenal beberapa bentuk perpindahan tempat (mobilitas) :
1.      Perubahan tempat yang bersifat rutin misalnya orang yang pulang balik kerja
2.      Perubahan tempat yang tidak bersifat sementara, seperti perpindahan tinggal bagi para pekerja musiman
3.      Perubahan tempat tinggal dengan tujuan menetap dan tidak kembali ketempat semula.
 
 
 
Disamping perpindahan lokal tersebut ada jenis perpindahan yang batasan waktunya yang lebih pendek dari migrasi dan sebenarnya tidak bermaksud untuk menetap selamanya ditempat dia mendapat pekerjaaan yaitu dikenal dengan migrasi sirkular (circular migration) yang jangka waktunya kurang dari 3 bulan.
Mengenai mobilitas ini dalam sosiologi menurut sifatnya dibedakan menjadi mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Yang termasuk dalam mobilitas horizontal adalah perpindahan penduduk secara teritorial, spasial atau geografis, sedangkan mobilitas vertikal diartikan dengan perubahan status sosial dengan melihat kedudukan generasi misalnya melihat status kedudukan ayah.

Jenis-Jenis Migrasi

Ada beberapa jenis migrasi yang kiranya perlu diketahui yaitu:
1.      Migrasi Masuk (In Migration) :
Masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan (area of destination)
2.      Migrasi keluar (Out Migration)
Perpindahan penduduk keluar dari statu daerah asal (area of origin)
3.      Migrasi Neto (Net Migration)
Merupakan selisih antara jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar. Apabila migrasi yang masuk lebih besar dari pada migrasi keluar maka disebut migrasi neto positif sedangkan jika migrasi keluar lebih besar dari pada migrasi masuk disebut migrasi peto negatif
4.      Migrasi Bruto (Gross Migration)
Jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar
5.      Migrasi Total (Total Migration)
Migrasi total adalah seluruh kejadian migrasi, mencakup migrasi semasa hidup (life time migration) dan migrasi pulang (retrun migration). Migran total adalah semua orang yang pernah pindah
6.      Migrasi Internasional (International Migration)
Merupakan perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi yang merupakan masuknya penduduk ke suatu negara disebut imigrasi (Immigration) sedangkan sebaliknya jika migrasi itu merupakan keluarnya penduduk dari suatu negara disebut Emigrasi (Emigration).
7.      Migrasi Semasa Hidup (Life Time Migration)
Adalah migrasi berdasarkan tempat kelahiran. Migrasi semasa hidup adalah mereka yang pada waktu pencacahan sensus bertempat tinggal di daerah yang berbeda daerah dari tempat kelahirannya.
8.      Migrasi Parsial (Partial Migration)
Adalah jumlah migran ke suatu daerah tujuan dari satu daerah asal, atau dari daerah asal ke satu daerah tujuan. Migrasi ini merupakan ukuran dari arus migrasi antara dua daerah adal dan tujuan.
 
 
9.      Arus Migrasi (Migration Stream)
Merupakan jumlah atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal ke daerah tujuan dalam jangka waktu tertentu.
10.  Urbanisasi (Urbanization)
Bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah kota yang disebabkan oleh proses perpindahan penduduk ke kota dan akibat dari peluasan daerah kota.
Definisi urban berbeda-beda antara satu negara dengan negara lainnya tetapi biasanya pengertian berhubungan dengan kota-kota atau daerah-daerah pemukiman lain yang padat.
Klasifikasi yang dipergunakan untuk menentukan daerah kota biasanya dipengaruhi oleh indikator mengenai penduduk, indikator mengenai kegiatan ekonomi indikator jumlah fasilitas urban atau status administrasi suatu permusatan penduduk.
11.  Transmigrasi (Transmigration)
Trasmigrasi adalah salah satu bagian dari migrasi, istilah ini memiliki arti yang sama dengan "resettlement" atau "settlement" dalam literatur. Transmigrasi adalah pemindahan dan kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang di tetapkan dalam wilayah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan-alasan yang di pandangan oleh pemerintah berdasarkan ketentuan yang di atur.
Transmigrasi yang diselenggarakan dan diatur pemerintah disebut Trasmigrasi Umum sedangkan trasmigrasi yang biaya perjalanannya di biayai sendiri tetapi ditampung dan diatur oleh pemerintah disebut Trasmigrasi spontan atau transmigrasi swasta.
 
 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi
 
Pada dasarnya ada dua pengelompokan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi, yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.
 
Faktor-faktor pendorong misalnya :
1.      Makin berkurangnya sumber-sumber alam, menurutnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang, kayu atau bahan dari pertanian.
2.      Menyempitnya lapangan pekerjaan ditempat asal akibat masuknya teknologi yang menggunakan mesin-mesin
3.      Adanya tekanan-tekanan atau diskriminasi politik, agama, suku di daerah asal.
4.      Tidak cocok lagi dengan adat/budaya/kepercayaan di tempat asal.
5.      Alasan pekerjaan atau perkawinan yang menyebabkan tidak bisa mengembangkan karir pribadi.
6.      Bencana alam baik banjir, kebakaran, gempa bumi, musim kemarau panjang, atau adanya wabah penyakit
Faktor-Faktor Penarik Antara Lain :
1.      Adanya rasa superior di tempat yang baru atau kesempatan untuk memasuki lapangan pekerjaan yang cocok.
2.      Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik
3.      Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi
4.      Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan misalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas-fasilitas kemasyarakatan lainnya
5.      Tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat berlindung
6.      Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang dari desa atau kota kecil.
Menurut Everett S. Lee ada 4 faktor yang menyebabkan orang mengambil keputusan untuk melakukan migrasi yaitu :
1.      Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
2.      Faktor-faktor yang terdapat di tempat tujuan
3.      Rintangan-rintangan yang menghambat
4.      Faktor-faktor pribadi.
 
 
Ukuran-ukuran Migrasi

1.      Angka Mobilitas :
Adalah rasio dari banyaknya penduduk yang pindah secara lokal (mover) dalam suatu jangka waktu tertentu dengan banyaknya penduduk :
           m  = M                  - k
                    P
m = angka mobilitas
M = jumlah mover
P = penduduk
k = 1000
Dalam kenyataan sulit untuk mengetahui jumlah penduduk yang pindah secara lokal ini.
 
2.      Angka Migrasi Keluar :
 
Angka yang menunjukan banyaknya migran yang keluar per 1000 orang penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.
 
Mo = 0     k
          P
 
Mo = angka migrasi keluar
 
0 = jumlah migrasi keluar (out migration)
 
P = penduduk pertengahan tahun.
 
 
 
   Angka Migrasi Masuk :
 
Angka yang menunjukan banyaknya migran yang masuk per 1000 orang penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.
 
mi  = I    k
          P
 
mi = angka migrasi masuk
 
I     = jumlah migrasi masuk
 
P    = penduduk pertengahan tahun.
 
 
 
4.      Angka Migrasi Neto :
 
Selisih banyaknya migran masuk dan keluar ke suatu daerah per 1000 penduduk dalam satu tahun.
 
mn = I – 0  .k
               P
 
mn = angka migrasi neto
 
0 = jumlah migrasi keluar
 
I = jumlah migrasi masuk
 
P = penduduk pertengahan tahun
 
 
 
 
 Angka Migrasi Bruto :
 
Angka yang menunjukan banyaknya kejadian perpindahan yaitu jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar dibagi jumlah penduduk tempat asal dan jumlah penduduk tempat tujuan.
 
mg =    I + 0       k
            P1 + P2
 
 
Mg = angka migrasi bruto
 
P1 = penduduk tempat tujuan
           
P2 = Penduduk di tempat asal
 
k = 1000
 
 
Nama Kegiatan
 
Kegiatan ini bernama Penelitian "MIGRASI" : Kependudukan di Desa Sindang Asih Kec. Cisurupan, Garut"
 
Tujuan
-          Mengetahui gambaran umum mengenai kependudukan
-          Mengetahui jumlah kepadatan penduduk
-          Mengetahui tingkat keseimbangan Migrasi
 
Hasil yang diharapkan (In put)
·         Mengetahu jumlah penduduk yang Migrasi didesa tersebut
·         Mengetahui jumlah keseimbangan antara laki – laki dan perempuan didesa tersebut
 
 
Waktu dan Tempat
 
Praktikum Lapangan ini akan diselenggarakan pada :
                       
                        Hari                 : Jum'at s/d Minggu
                        Tanggal          : 30 November s/d 2 Desember
                        Tempat           : Desa Sindang Asih, Kec. Cisurupan, Garut.
 
Peneliti
 
                        Nama              : M. Imamudin Arya
                        NIM                 : 1110054000025
                        Jurusan          : Pengembangan Masyarakat Islam
                       Fakultas          : Ilmu Dakwah dan Komunikasi
 
Penutup
 
Demikian TOR ini saya buat sebagai acuan Praktikum Lapangan I dalam mata kuliah Demografi.
 
Sumber Bacaan
1.                  Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Dasar-Dasar Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004.
2.                  Rusli, Said. Pengantar Ilmu Kependudukan, LP3ES, 2012.
 


Cari Blog Ini