Minggu, 18 November 2012

Restu M.T_Laporan 1_HMI Cabang Ciputat

HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Ciputat

Restu Mayang Tampi (1112051100027)

Jurnalistik 1A
 

       I.      Latar Belakang

HMI merupakan suatu organisasi yang berdiri lebih dari 2 tahun, yakni sejak tahun 1947. Saya memilih HMI Cabang Ciputat sebagai objek penelitian karena, HMI bukan suatu organisasi biasa yang hanya memiliki nama, tetapi HMI merupakan suatu organisasi yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam berorganisasi, pengkaderan, serta berperan untuk masyarakat. HMI bermayoritas mahasiswa islam yang tidak membeda-bedakan suatu ideologi. Maka dari itu, dengan adanya penelitian ini, mahasiswa serta masyarakat bisa mengetahui apa itu HMI dan apa saja peran HMI.

   II.      Pertanyaan Pokok Penelitian

Bagaimana peran serta hubungan HMI terhadap masyarakat?

III.      Metode Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Karena metode ini menggunakan tekhink wawancara yang lebih mudah digunakan untuk mengetahui lebih dalam.

Waktu    : 08 November 2012, Jam 12:00-16-00

Tempat   : Kantor Sekertariat Cabang HMI Ciputat (Komplek Dosen UIN Ciputat)

 IV.    Gambaran Tokoh

Ketua Umum : Ramfalak Siregar

Ketua Bidang Pembinaan Anggota : Badridduja

Ketua Bidang Pemberdayaan Aparatur Organisasi : Aji Andika Mufti

Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan : Fahmi Inayatullah

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Edriatama : Fakhriy Wibowo

Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi : Akbar Kadafi

Ketua Bidang Pemberdayaan Umat : Sabir Laluhu

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan : Dida Nuraida

Ketua Bidang HAM dan Lingkungan Hidup : Ridho Akmal Nasution

Sekertaris Umum : Sirajuddin Arridho

Wasekum Pembinaan Anggota : Tri Hariyono

Wasekum Pemberdayaan Aparatur Organisasi : Ahman Zainudin

Wasekum Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan : Jaynudin

Wasekum Partisipasi Pembangunan Daerah : Ripki Rasman

Wasekum Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi : Siswo

Wasekum Bidang Pemberdayaan Umat : Budi Imami

Wasekum Bidang Pemberdayaan Perempuan : Naila Fitria

Wasekum Bidang HAM dan Lingkungan Hidup : Adnan Rasyid

Bendahara Umum : Yoni Arnisah

Wakil Bendahara Umum : Teuku Mahdar A.

Departemen Litbang dan Promosi Kader : Indra Surya Ghazali

Departemen Diklat Anggota : Viridian MH Dj

Departemen Pengkajian Data dan Anggota : Ahmad Baihaki

Departemen Pemberdayaan Aparat Organisasi : Bara Ilyasa

Departemen Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan : Abdul Hamim

Departemen Perintis Perguruan Tinggi Excellent : Sutresno

Departemen Kepemudaan : Arma Hidayat

Departemen Partisipasi Pembangunan Daerah : M. Ikhwan

Departemen Kewirausahaan : Slamet Widodo

Departemen Pengembangan Profesi : Johan Lesmana

Departemen Pengembangan Umat : Kamal Hasan

Departemen Pemberdayaan Perempuan : Fani Wiramijaya

Departemen HAM dan Lingkungan Hidup : Ridwan Dalimunte

Departemen Humas dan Penerangan : Andi Ba'an

Departemen Administrasi dan Kesekretariatan : Zul Hendra

Departemen Pengelolaan Aset Cabang : TB Hasan

Departemen Logistik : Figur Purnawan

Departemen Pengolahan Sumber Dana : Ajat Sudrajat

KETUA LEMBAGA KHUSUS HMI CABANG CIPUTAT

Badan Pengelola Latihan (BPL) : Hamdan Roziana AM.

Korps HMI-Wati (KOHATI) : Dida Nuraida

DIREKTUR LEMBAGA PENGEMBANGAN PROFESI (LPP) HMI CABANG CIPUTAT

Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) : Nia Nirawati

Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) : Mahmudah

Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) : Ridho Akmal Nasution

Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) : Arif Soleh

Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) : Syarif Hidayatullah

KETUA UMUM HMI KOMISARIAT SE-CABANG CIPUTAT

KOMISARIAT FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN : Asep Eka MN

KOMISARIAT FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM : Asep Solahuddin

KOMISARIAT FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA : Deden Nuriskandar

KOMISARIAT FAKULTAS USHULUDDIN : Arma Hidayat

KOMISARIAT FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI : Lini Zurlia

KOMISARIAT FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI : Agus M. Abdillah

KOMISARIAT FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS : Chairul Irfan

KOMISARIAT FAKULTAS PSIKOLOGI : Nazar Fathan

KOMISARIAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN : Fani Wiramijaya

KOMISARIAT FAKULTAS DIRASAT ISLAMIYAH : Sasongko

KOMISARIAT CIRENDEU : Andriansyah Ahmad

KOMISARIAT UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN : Taufik Sayuti

KOMISARIAT SEKOLAH TINGGI ADMINISTRASI NEGERI : M. Mario

KOMISARIAT UNIVERSITAS PAMULANG : Krisyanto

KOMISARIAT PERSIAPAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK : Yeni Aryati Safitri

    V.    Analisis

      Menangkap realitas historis dan berbagai persoalan dan perkembangan, muncul seorang mahasiswa yang sangat aktif dalam perkembangan sosial juga politik yang bernama Lafran Pane. Setelah berulang kali mencoba mengadakan pembicaraan yang selalu gagal karena mendapat pertentangan dari berbagai organisasi mahasiswa, akhirnya pada hari Rabu Pon 1878, tanggal 5 Februari 1947 secara resmi HMi dideklarasikan berdirinya HMI oleh Lafran Pane bersama 14 orang lainnya, yaitu: Kartono Zarkasy, Dahlan Husein, Siti Zainah, Maisaroh Hilal, Soewali, Yusdi Gozali, M. Anwar, Hasran Basri, Marwan, Tayeb Razak, Toha mashudi, Bidron Hadi, Zulkarnaen dan Mansyur. HMI Cabang Ciputat berperan sebagai organisasi perjuangan, HMI Cabang Ciputat telah melakukan berbagai kegiatan yang menyangkut masyarakat, seperti mengadakan baksos, buka puasa bersama dengan anak yatim, mengadakan seminar pencerdasan pemilihan umum, sunatan masal. Organisasi HMI Cabang Ciputat ini sangat memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa untuk lebih aktif lagi. "Menurut pribadi saya, ruang lingkupnya sudah menjadi mahasiswa, jadi disinilah tempat mahasiswa-mahasiswa untuk berpikir dan mengeluarkan apresiasinya, jadi tempat kita untuk mencari jati diri. Jadi HMI Cabang Ciputat hanya wadah, jadi disinilah saya bisa bergerak seekspresi mungkin. Jadi seakan-akan saya mempertahankan ideologi saya seperti Muhammadiyah yang mempertahankan agamanya. Tetapi ketika kita di HMI Cabang Ciputat tidak membedakan agama yang dianut. Dengan latar belakang apa saja yang kita ambil kita tetap satu".

         HMI Cabang Ciputat sebagai memfasilitasi kita untuk mencapai tujuan organisasi itu bagus karena HMI Cabang Ciputat juga mempunyai tujuan yang jelas, tujuan kita positif walaupun dengan berbagai kekurangan. Kalau dari fakta, secara universal itu sangat berpengaruh tetapi kalau untuk skala individual itu sangat relatif. Ada orang yang ibaratnya sama sekali tidak merasakan peran HMI Cabang Ciputat itu sendiri. Tapi dari segi universal pasti ada pengaruhnya, pengaruhnya itu apabila kita bereaksi pada kebijakan yang salah ya pengaruhnya lebih pada keadaan kondisional. Kalau dari segi kader lebih banyak bisa pengaruh ke pola pikir, dari pola pikir bisa pengaruh ke kehidupan sehari-hari. Pengaruh kondisi contohnya entah pemerintah atau kampus mempunyai kebijakan yang tidak benar dan itu diterapkan, itu pasti kejadiannya tidak akan benar dan kita harus menentang itu. Apabila kita menentang itu dan gagal, itu berarti telah terjadi perubahan dan sangat berpengaruh. Kembali kesejarahnya lagi, sejarah berdirinya HMI Cabang Ciputat itu atas dasar keresahan masyarakat. Masyarakat itu menjadikan HMI Cabang Ciputat sebagai harapan bahkan ketika zaman Soeharto itu ada singkatan HMI (Harapan Masyarakat Indonesia). Jadi selain himpunan HMI Cabang Ciputat ini sebagai pundi-pundi yang bisa menyampaikan suaranya ke rakyat-rakyat atas dari rakyat bawah dan menjadi pacuan untuk masyarakat. Yang bisa membuat HMI Cabang Ciputat itu bersifat positif atau tidak ya tergantung dari oknumnya. HMI Cabang Ciputat hanya benda mati, HMI Cabang Ciputat maju atau tidaknya itu tergantung orang didalamnya. Seandainya di dalam oknum-oknum itu berbuat salah efeknya akan negatif ke masyarakat dan masyarakat harus bisa menyaring. Maka dari itu dibutuhkan pendidikan. Negatif atau positifnya itu tergantung pada oknum yang ada di dalamnya. Kembali lagi ke diri masing-masing, namanya semua ilmu itu pasti baik, tergantung kita yang menerapkannya. Kader itu adalah orang yang ada di HMI Cabang Ciputat. Semuanya berpengaruh, saling menutupi, jadi tidak ada yang namanya ketua, itu hanya formalitas. Ketika didalam forum ada seorang ketua tetapi jika diluar dia tetaplah mahasiswa biasa. Semuanya kembali ke kader, kalau yang paling berperan pasti kader.

Agita_Lap2_Institusi Bisnis

Restoran Khas Sunda
Oleh: Agita Surya Pertiwi (1112051100002)
Jurnalistik 1A
 
1.     Latar Belakang
 
Ekonomi itu tidak pernah lepas dari kehidupan kita, dimanapun kita hidup pasti kita membutuhkan ekonomi. Dan salah satu hal yang terkait dengan perekonomian yaitu dengan bisnis. Dengan berbisnis kita bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup ekonomi kita.
      Bisnis itu dapat diartikan sebagai organisasi atau wadah untuk menjual barang dan jasa kepada konsumen dan mendapatkan laba. Contoh bisnis yag menjual barang seperti supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari, dan juga pembisnis makanan seperti membuka rumah makan, dan salah satu bisnis yang bergerak dibidang ini adalah "Restorant Khas Sunda"
      Alasan saya memilih restoran ini sebagai objek penelitian karena menurut saya cukup menarik sebagaimana kita lihat sudah banyak berbagai bisnis makanan dengan berbagai bentuk, namun sangat jarang dan tidak semua tempat ada Restoran khas sunda, dan adanya pihak yang besedia untuk membantu jalannya penelitian saya agar penelitian ini dapat terlaksana dengan baik.
 
2.     Pertanyaan Pokok Penelitian
 
1.     Bagaimana peran institusi bisnis restoran anda terhadap masyarakat ?
 
3.     Metode Penelitian
      metode yang saya gunakan dalam penelitian kali ini adalah Kualitatif karena lebih bersifat obyektif, dan lebih banyak mengambil informasi melalui wawancara mendalam. 
                        Waktu : 09 November 2012, Jam 16:00-18:00
                        Tempat : JL. Rawa Bahagia, Pondok Kopi, Jakarta Timur
4.     Gambaran Subjek/Objek yang diteliti
Hairul saleh adalah pemilik utama Restoran Khas Sunda ini. Beliau juga sebagai narasumber yang telah bersedia membantu dalam proses wawancara dan memberikan berbagai informasi lebih lebih lengkap tentang Restoran ini. 
5.     Analisis
 
            Restoran ini sudah ada sejak tahun 2009 dan terletak di daerah Jakarta timur, restoran ini terbentuk atas kerja sama anak dan ayahnya. Ayahnya adalah seorang wiraswasta dan beliau mengajarkan anaknya berwiraswasta dengan mendirikan usaha seperti rumah makan ini untuk menyambung hidup. Fasilitas yang telah diberikan itu seperti layaknya setiap restoran, dari segi pelayanannya. Restoran ini dibuat senyaman mungkin dengan tempatnya yang lesehan agar konsumen lebih santai dalam menikmati hidangannya dan ada  Wifinya juga untuk pelanggan yang suka browsing internet. Restoran ini juga memiliki 12 karyawan yang ramah.
            Selama 3 tahun berdirinya Restoran Khas Sunda ini kemajuannya terbilang sangat cepat, dengan mengandalkan aspek kejujuran dan kepercayaan dalam berbisnis. Berawal dari usaha kecil namun kini telah menjadi sebuah usaha besar yaitu Restoran telah banyak dikenal orang. Dari pernyataan berbagai pernyataan beberapa pelanggan yang datang, mereka sangat puas atas pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut. Walaupun tanpa pengawasan dari pemilik Restoran tersebut, Restoran Khas Sunda ini tetap berdiri dengan kemajuan ekonomi yang cukup baik. Hanya ada kendalanya pada saat ayah saya sudah meninggal. Pengelolaan restoran menjadi tidak teratur, tapi beberapa bulan kemudian sudah bisa teratasi. Kendalanya juga datang dari tempat, karena tempat restoran itu hanya menyewa jadi selama ini masih harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar sewa tersebut.  Dan kenapa sampai saat ini saya masih menyewa tempat, itu karena pemilik tempat tersebut tidak mau menjualnya.
            Perkembangan ekonominya selama ini stabil, bahkan meningkat dan tidak pernah menurun. Malah untuk tahun ini sekitar bulan Mei perekonomiannya sangat meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Keuntungannya dengan berbisnis itu bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga, bisa beramal buat orang lain yang kurang mampu, bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain.
            "Menurut saya menjadi pembisnis yang baik itu harus niat, berani untuk terjatuh, berani untuk mengambil resiko, harus benar-benar siap dikala pasang surut, karena ngga selamanya manusia itu berada diatas, dan yang terpenting itu ketekunan dan keuletannya. Dengan adanya semua hal ini kita bisa maju dan menjadi pembisnis yang baik.
            Institusi bisnis ini sangat berperan bagi masyarakat, karena bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.


agita_Lap1_Institusi Sosial

HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Ciputat
Oleh: Agita Surya Pertiwi (1112051100002)
Jurnalistik 1A
 
I.                 Latar Belakang
Organisasi HMI sebagai mana diketahui adalah organisasi terlama. Dan sudah mempunyai banyak pengalaman dibidang keorganisasian dan pengkaderan. Alasan saya memilih HMI cabang ciputat ini sebagai objek penelitian karena HMI adalah sebuah organisasi yang dekat dengan lingkungan saya, dan agar para pembaca lebih mengetahin apa itu HMI dan bagaimana perannya terhadap masyarakat. Karena tujuan organisasi ini sendiri adalah untuk menghimpun atau mewadahi semua mahasiswa Islam yang berada di Indonesia.
 
II.              Pertanyaan Pokok Penelitian
 
1.     Bagaimana peran dan hubungan HMI dengan masyarakat ?
 
III.            Metode Penelitian
      Metode yang saya gunakan dalam penelitian kali ini adalah Kualitatif agar mendapatkan informasi melalui wawancara yang lebih emendalam kepada narasumber dan mendapatkan hasil yang lebih intensif.
                        Waktu             : 08 November 2012, pukul 15:00-17.30
                       Tempat            : Kantor Sekertariat Cabang HMI Ciputat (Komplek Dosen    UIN Ciputat)
IV.            Gambaran Subjek/Objek yang diteliti
                        Ketua Umum : Ramfalak Siregar
                        Ketua Bidang Pembinaan Anggota : Badridduja
                        Ketua Bidang Pemberdayaan Aparatur Organisasi : Aji Andika Mufti
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan: Fahmi Inayatullah
                        Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Edriatama : Fakhriy Wibowo
                        Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi : Akbar Kadafi
                        Ketua Bidang Pemberdayaan Umat : Sabir Laluhu
                        Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan : Dida Nuraida
                        Ketua Bidang HAM dan Lingkungan Hidup : Ridho Akmal Nasution
                        Sekertaris Umum : Sirajuddin Arridho
                        Wasekum Pembinaan Anggota : Tri Hariyono
                        Wasekum Pemberdayaan Aparatur Organisasi : Ahman Zainudin
                        Wasekum Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan : Jaynudin
                        Wasekum Partisipasi Pembangunan Daerah : Ripki Rasman
                        Wasekum Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi : Siswo
                        Wasekum Bidang Pemberdayaan Umat : Budi Imami
                        Wasekum Bidang Pemberdayaan Perempuan : Naila Fitria
                        Wasekum Bidang HAM dan Lingkungan Hidup : Adnan Rasyid
                        Bendahara Umum : Yoni Arnisah
                        Wakil Bendahara Umum : Teuku Mahdar A.
                        Departemen Litbang dan Promosi Kader : Indra Surya Ghazali
                 Departemen Diklat Anggota : Viridian MH Dj
                 Departemen Pengkajian Data dan Anggota : Ahmad Baihaki
                 Departemen Pemberdayaan Aparat Organisasi : Bara Ilyasa
                 Departemen Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan : Abdul Hamim
                 Departemen Perintis Perguruan Tinggi Excellent : Sutresno
                 Departemen Kepemudaan : Arma Hidayat
                 Departemen Partisipasi Pembangunan Daerah : M. Ikhwan
                 Departemen Kewirausahaan : Slamet Widodo
                 Departemen Pengembangan Profesi : Johan Lesmana
                 Departemen Pengembangan Umat : Kamal Hasan
                 Departemen Pemberdayaan Perempuan : Fani Wiramijaya
                 Departemen HAM dan Lingkungan Hidup : Ridwan Dalimunte
                 Departemen Humas dan Penerangan : Andi Ba'an
                 Departemen Administrasi dan Kesekretariatan : Zul Hendra
                 Departemen Pengelolaan Aset Cabang : TB Hasan
                 Departemen Logistik : Figur Purnawan
                 Departemen Pengolahan Sumber Dana : Ajat Sudrajat
                 KETUA LEMBAGA KHUSUS HMI CABANG CIPUTAT
                 Badan Pengelola Latihan (BPL) : Hamdan Roziana AM.
                 Korps HMI-Wati (KOHATI) : Dida Nuraida
DIREKTUR LEMBAGA PENGEMBANGAN PROFESI (LPP) HMI CABANG CIPUTAT
                 Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) : Nia Nirawati
     Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) : Mahmudah
Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) : Ridho Akmal Nasution
                 Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) : Arif Soleh
                 Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) : Syarif Hidayatullah
                 KETUA UMUM HMI KOMISARIAT SE-CABANG CIPUTAT
KOMISARIAT FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN : Asep Eka MN
                 KOMISARIAT FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM : Asep Solahuddin
KOMISARIAT FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA : Deden Nuriskandar
                 KOMISARIAT FAKULTAS USHULUDDIN : Arma Hidayat
KOMISARIAT FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI : Lini Zurlia
                 KOMISARIAT FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI : Agus M. Abdillah
                 KOMISARIAT FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS : Chairul Irfan
                 KOMISARIAT FAKULTAS PSIKOLOGI : Nazar Fathan
KOMISARIAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN : Fani Wiramijaya
                 KOMISARIAT FAKULTAS DIRASAT ISLAMIYAH : Sasongko
                 KOMISARIAT CIRENDEU : Andriansyah Ahmad
                 KOMISARIAT UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN : Taufik Sayuti
                 KOMISARIAT SEKOLAH TINGGI ADMINISTRASI NEGERI : M. Mario
                 KOMISARIAT UNIVERSITAS PAMULANG : Krisyanto
KOMISARIAT PERSIAPAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK : Yeni Aryati Safitri.
 
V.              Analisis
      Organisasi HMI ini didirikan pertama kali oleh Lafran Pane pada tanggal 5 Februari 1947 M dan bertepatan dengan 14 rabbiul awal 1366 H di Yogyakarta tepatnya di UII, dengan tujuan utamanya yaitu mempertahankan negara Republik Indonesia dan mempertinggi Derajat Republik Indonesia. HMI cabang Ciputat ini didirikan pada tahun 1960, dan yang menjadi Ketua Umum Komisariat yang pertama adalah Abu Bakar  dan pada tahun berikutnya dipercayai juga sebagai Ketua Umum HMI Cabang Ciputat. Tujuan HMI itu sendiri yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang di ridhai Allah SWT.
HMI Cabang Ciputat berperan sebagai organisasi perjuangan, HMI Cabang Ciputat telah melakukan berbagai kegiatan yang menyangkut masyarakat, seperti mengadakan bakti sosial, buka puasa bersama dengan anak yatim, mengadakan seminar pencerdasan pemilihan umum, dan mengadakan sunatan masal.
Organisasi HMI Cabang Ciputat ini khususnya bagi para mahasiswa sangat memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa untuk lebih aktif lagi, memfasilitasi kita untuk mengeluarkan pendapat untuk mencapai tujuan-tujuan Organisasi, karena HMI ini sendiri mempunyai tujuan yang jelas, yang pasti tujuannya posotif walaupun memiliki berbagai macam kekurangan. Menurut pendapat beberapa masyarakat "Ruang lingkup disini sudah menjadi mahasiswa, jadi disinilah teman-teman untuk berpikir dan mengeluarkan apresiasinyam jadikan ini sebagai wadah dimana kita mencari jati diri. HMI disini hanya sebagai wadah, disinilah tempat saya bergerak se ekspresi mungkin, dimana diorganisasi yang lainnya terlihat seperti mempertahankan ideologi agamanya. Tetapi di HMI tidak membedakan ideologi agama yg dianutnya seperti NU, Muhammadiyah, dll. Selama kita masih beragama Islam, kita tetap akan menjadi satu, dengan berbagai perbedaan di HMI tetap akan menjadi satu". "dari fakta secara universal HMI sangat berpengaruh, tetapi kalau dari segi individual itu relatif. Ada orang yang sama sekali tidak merasakan peran HMI cabang ciputat itu sendiri. Tapi dari segi Universal pasti ada pengaruhnya, pengaruhnya yaitu apabila kita bereaksi pada kebijakan yang salah, pengaruhnya lebih kepada keadaan kondisional, kalau dari segi kader lebih banyak berpengaruh ke pola pikir, dari pola pikir itu bisa berpengaruh ke kehidupan sehari-hari". Kembali kesejarahnya lagi, sejarah berdirinya HMI Cabang Ciputat itu atas dasar keresahan masyarakat. Masyarakat itu menjadikan HMI Cabang Ciputat sebagai harapan bahkan pada ketika zaman Soeharto itu ada singkatan HMI (Harapan Masyarakat Indonesia). Jadi himpunan HMI Cabang Ciputat ini sebagai pundi-pundi yang bisa menyampaikan suaranya ke rakyat-rakyat atas dari rakyat bawah dan menjadi pacuan untuk masyarakat". "Yang bisa membuat HMI Cabang Ciputat itu bersifat positif atau tidak ya tergantung dari oknumnya. HMI Cabang Ciputat hanya benda mati hanya sebagai wadah. HMI Cabang Ciputat maju atau tidaknya itu tergantung orang didalamnya. Seandainya di dalam oknum-oknum itu berbuat salah efeknya akan negatif ke masyarakat dan masyarakat harus bisa menyaring. Maka dari itu dibutuhkan pendidikan, jadi kembali lagi ke diri masing-masing, namanya semua ilmu itu pasti baik, tergantung kita yang menerapkannya. Kader itu adalah orang yang ada di HMI Cabang Ciputat. Semuanya berpengaruh, dan saling melegkapi, jadi tidak ada yang namanya ketua, ketua itu hanya formalitas. Ketika didalam forum ada seorang ketua tetapi jika diluar dia tetaplah mahasiswa biasa. Semuanya kembali ke kader, kalau yang paling berperan pasti kader.
 
                        
 

laporan 2_sosialisasi masjid di lingkungan masyarakat_Mudillah_kpi 1E

SOSIALISASI MASJID DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
MASJID BAITUL MUGHNI
Nama: Mudillah
NIM: 1112051000132
A.           Latar belakang
Agama merupakan suatu kepercayaan tertentu yang dianut setiap warga negara yang merupakan aspek penting di dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rohani. Agama yang diakui oleh negara Republik Indonesia ada enam, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Setiap agama memiliki tempat peribadatan, misalnya masjid bagi umat islam. Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi  digunakan sebagai tempat bersilaturrahmi maupun tempat sarana pendidikan. Salah satu bentuk silaturrahmi  dengan diadakannya pengajian-pengajian terbuka untuk umum.
Pada zaman sekarang keberadaan masjid yang terjadi di kalangan umat Islam khususnya di Indonesia, membangun masjid lebih hanya sebatas bidang fisiknya saja, sementara pemakmuran luput dari perhatian kebanyakan orang, sehingga terjadilah kesenjangan amat lebar antara ajaran dan pengamalannya. Oleh karena itu penulis mencoba mengungkapkan sosialisasi di Masjid Baitul Mugni daerah kuningan-jakarta di lingkungan masyarakat sekitar.
 
B.            Pertanyaan Pokok
·                Bagaimana sosialisasi Masjid Baitul Mugni di lingkungan masyarakat sekitar?
 
C.           Metode Penelitian
Metode yang digunakan penulis adalah metode kualitatif. Metode ini digunakan guna menggali lebih dalam sosialisasi Masjid Baitul Mugni dengan masyarakat sekitar di kehidupan sehari-hari.
Waktu: Minggu,17 november 2012.
Pukul: 10.00 – 12.00
Tempat: Rumah pribadi H.M. Arief Amsir.
Jl.ex auri kuningan timur, jakarta selatan.
 
D.           Gambaran Tokoh
Narasumber: H.M. Arief Amsir, beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang telah bertempat tinggal di kuningan timur sejak beliau dilahirkan dan beliau  cukup aktif di dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Masjid Baitul Mugni.
 
E.            Analisis
Masjid Baitul Mughni merupakan satu dari puluhan masjid yang ada di Jakarta Selatan.  Masjid ini berlokasi di Jl. Gatot Subroto Kav 26 , Kelurahan Kuningan Timur, kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan. Masjid ini dibangun pada tahun 1901 diatas lahan seluas 13 x 13 meter milik Alm. K.H. Abdul Mughni bin Sanusi bin Ayyub bin Qais, yang lebih dikenal dengan nama Guru Mughni, oleh karena itu masjid ini dinamakan Baitul Mughni.
Selain sebagai tempat Ibadah masjid yang terbilang mewah ini menyediakan fasilitas pendidikan dari tingkatan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama dengan nama Al-Mughni. Selain itu salah satu dari keturunan Guru Mughni, Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA.  mendirikan sebuah lembaga kajian hadist yang diberi nama Pusat Kajian Hadist al-Mughni lembaga ini menyediakan sebuah perpustakaan konvensional hingga perpustakaan digital khusus hadist.
Untuk menghidupkan suasana masjid, maka setiap hari Sabtu pagi, Masjid Baitul Mughni mengadakan pengajian untuk kaum hawa dan malam Rabu dan malam Sabtu untuk kaum adam. Pengajian ini juga diadakan pada bulan Ramadhan setelah shalat shubuh. Di dalam pengajian tersebut membahas tafsir al-Qur'an, kajian ilmu Fiqh dan ilmu agama lainnya yang digurui oleh ustadz atau ustadzah. Masjid ini juga mengadakan kegiatan sosial, antara lain: santunan berupa zakat, infaq, dan sadhaqah untuk anak yatim-piatu dan kalangan yang tidak mampu. Selain itu, Remaja Islam Baitul Mughni (RIMBANI) mengadakan kegiatan sosial antara lain; lembaga pendidikan non formal (bimbingan belajar) tingkat SD dan SMP untuk kalangan tidak mampu tanpa dipungut biaya.
Sekali dalam setahun, masjid ini mengadakan acara haul Guru Mughni di bulan Rabi'ul Awal yang dihadiri oleh para jemaah dan ulama dari berbagai daerah. Acara ini diadakan hanyalah sebuah tradisi mengenang jasa-jasa para Alim-Ulama di masa-masa dakwah zamannya, khususnya Guru Mughni sang Ulama Betawi yang menyebarkan Islam di Indonesia khususnya di DKI Jakarta.
Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini terjalinlah hubungan silaturrahmi antar sesama jama'ah sekaligus memepererat tali silaturrahmi yang telah terbina.
 
 

Cari Blog Ini