Minggu, 18 November 2012

Atika Suri_Laporan 2_Primagama

INSTITUSI BISNIS LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR: "PRIMAGAMA"
Atika Suri (1112051100009)
 
I.                   Latar Belakang
Hidup tak kan pernah lepas dari roda ekonomi. Bagaimanapun, roda ekonomi akan tetap berjalan. Siapa yang mampu mengikuti pergerakannya, atau bahkan menjadi salah satu pihak penentu pergerakannya, tentulah ia akan bertahan dalam mengahadapi kehidupan yang selalu terkait dengan masalah perekonomian. Salah satu hal yang terkait dengan masalah perekonomian adalah bisnis.
Bisnis, menurut Wikipedia bahasa Indonesia diartikan sebagai organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba. Bisnis yang menjual barang contoh konkretnya adalah seperti supermarket, yang menjual berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan bisnis yang menjual jasa salah satu contohnya adalah bisnis di bidang pendidikan, seperti bimbel (bimbingan belajar), dan salah satu bisnis yang bergerak dibidang ini adalah primagama.
Primagama adalah salah satu institusi bisnis yang keberadaannya sudah tersebar diberbagai lokasi di Indonesia, karena itulah tidak sulit untuk menemukan cabang dari primagama. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan peneliti memilih Primagama sebagai subjek penelitian kali ini, selain karena alasan adanya pihak yang bersedia membantu agar penelitian terhadap institusi bisnis ini dapat terlaksana.
 
II.                Pertanyaan Pokok Penelitian
1.      Bagaimanakah respect masyarakat terhadap Primagama?
2.      Bagaimana relasi yang terjalin antara Primagama dengan masyarakat?

 
 
III.             Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualiatif, dengan menggunakan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan pada 9 November 2012, bertempat di Primagama cabang Cirendeu, yang beralamat di Jl. Raya Cirendeu, Komplek ruko Prima Indah, No. 5 Tangerang, Indonesia. Dengan Narasumber adalah Yunita Dwi Astuti.
 
IV.             Gambaran Subjek Penelitian
Primagama adalah institusi bisnis yang bergerak dibidang pemberian jasa bimbingan belajar. Didirikan oleh Budhi Indra Chandra 30 tahun yang lalu. Lembaga ini memiliki struktur organisasi yang jelas, yang terdiri dari kepala cabang, sub-subnya, administrasi cabang, staf akademik serta guru-guru pengajarnya.
Aturan yang mengikat untuk para staf dan siswa adalah harus disiplin tepat waktu, tidak merokok, dan tentu harus mengikuti aturan-aturan yang ada. Keunggulan dari Primagama adalah kemampuannya memecahkan solusi 1000 cara cepat untuk mengerjakan soal.
Primagama telah memiliki 378 cabang yang tersebar di Indonesia, dan setiap cabang dimiliki oleh orang yang berbeda sesuai kontrak, tetapi prosedur yang digunakan tetaplah berasal dari pusat. Primagama ini pertama kali dicetuskan oleh bapak Budhi Indra Chandra, yang berasal dari lampung. Tercetusnya primagana ini adalah berawal dari keterbatasan ekonomi yang dirasakan beliau sejak diterima kuliah di UGM (Universitas Gajah Mada), karena itulah ia mensiasati hal itu dengan membuka kursus belajar bersama teman-teman di rumahnya, dan usahanya pun jatuh bangun, dan kini beliau berhasil menjadiseorang enterpreneur di bidang pendidikan. Beliau juga memiliki banyak bisnis namun tetap berada dibawah menejemen Primagama. Motto dari lembaga bimbingan belajar ini adalah: "terdepan dalam prestasi"
 
V.                Analisis
Institusi bisnis yang bergerak di bidang jasa bimbingan belajar ini telah didirikan 30 tahun lalu oleh Budhi Indra Chandra, dan tetap eksis hingga sekarang karena telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Sistem pembelajaran yang dilakukan bersifat santai dan menyenangkan sehingga para siswa tidak merasa jenuh, dan bahkan bisa menganggap kakak-kakak ataupun guru-guru yang membimbing mereka sebagai teman.
Primagama telah memiliki sekitar 378 cabang yang tersebar di Indonesia, yang dimiliki oleh orang yang berbeda namun tetap mengacu pada prosedur pusat. Tetap eksisnya bahkan telah terbentuknya begitu banyak cabang dari Primagama ini tentu tidak terlepas dari relasinya dengan masyarakat. Masyarakat sangat memberikan respon yang positif dan kepercayaan yang tinggi terhadap Primagama terbukti dengan banyaknya siswa yang melaksanakan bimbingan di Primagama. Penangkapan dari setiap siswa akan berbeda-beda tentunya, tergantung daya tangkap yang dimiliki masing-masing orang. Namun melalui primagama inilah para siswa digembleng agar mampu mendapatkan nilai yang baik, dan lulus dalam ujian. Motto dari institusi bisnis ini adalah "terdepan dalam prestasi".
1.      Respect masyarakat
Respect masyarakat secara marketing terlihat bagus, ditandai dengan banyaknya siswa yang bimbel. Metode pengajaran yang dilakukan berkesan santai, dan menyenangkan sehingga para siswa dapat menganggap kakak-kakak atau guru-guru seperti teman, sehingga siswa tidak merasa jenuh, dan bisa dikatakan bahwa lembaga ini adalah kelompok belajar/sharing.
Perkembangan antar anak tentu akan berbeda tergantung pada kemampuan menangkap pelajaran dari masing-masing pihak. Tentu disamping yang cerdas, ada yang kurang cerdas. Melalui lembaga inilah para siswa digembleng agar bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus ujian, karena motto dari lembaga ini adalah: "terdepan dalam prestasi".
Bukti lain respect masyarakat terhadap primagama ini bagus adalah mampu bertahannya primagama sebagai lembaga bimbel yang tetap eksis berdiri selama 30 tahun silam, dengan jumlah cabang yang mencapai 378 cabang yang tersebar di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa primagama telah memperoleh kepercayaan yang amat besar dari masyarakat untuk membantu memberikan bimbingan belajar bagi putra putri pelajar. Keunggulan lain dari primagama adalah mampu memecahkan solusi lebih dari 1000 cara cepat mengrjakan soal,
 
2.      Relasi dengan masyarakat
Sebagai institusi bisnis yang bergerak dibidang jasa pemberian bimbingan belajar, primagama telah melakukan tugasnya dengan baik dan profesional sehingga kualitas dari bimbingan belajar primagama ini telah dipercaya oleh masyarakat. Karena itulah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak bukanlah hal sulit dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang terkait relasinya dengan masyarakat adalah:
1.      Bekerjasama dgn pihak sekolah
2.      Membantu event-event sekolah
3.      Memfasilitasi kemampuan siswa
4.      Menggantikan orang tua dalam mengajar anaknya
Beberapa kegiatan yang melibatkan kerjasama antara pihak Primagama dengan pihak lain tersebut mengindikasikan adanya relasi yang terjalin baik antara Primagama dengan pihak lain, atau dalam konteks ini dengan masyarakat.
 
DAFTAR PUSTAKA
-

Atika Suri_Laporan 1_Saung Cendikia

ORGANISASI KEPEMUDAAN MASYARAKAT: "SAUNG CENDIKIA"
Atika Suri  (1112051100009)
 
I.                   Latar Belakang
Kehidupan berkelompok merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri, itulah salah satu alasan timbulnya kelompok-kelompok dalam masyarakat, yang juga didorong oleh adanya kesamaan pemikiran, pandangan, serta tujuan. Dengan mengelompok, suatu kekuatan untuk meraih suatu tujuan dapat lebih mudah terbentuk karena didorong oleh adanya kerjasama diantara pihak-pihak yang terkait. Kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat, yang memiliki struktur dan tujuan yang jelas, biasa disebut dengan organisasi. Organisasi-organisasi yang ada dimasyarakat bisa dianggap sebagai suatu wadah perkumpulan bagi orang-orang yang memiliki tujuan sama, atau mau mengabdikan diri untuk mencapai suatu tujuan tertentu, karena tentunya setiap organisasi yang berdiri memiliki tujuan masing-masing. Selain memiliki tujuan serta struktur kepengurusan yang jelas, dalam suatu organisasi juga sepatutnya memiliki aturan-aturan yang berlaku, yang harus ditaati, yang lagi-lagi demi tercapainya suatu tujuan. Hal-hal semacam ini begitu tergambar jika kita memperhatikan organisasi-organisasi yang ada disekitar kita, seperti "Saung Cendekia" yang ada didaerah tempat tinggal peneliti, khususnya.
Saung Cendikia dipilih sebagai subjek penelitian adalah karena keberadaan Saung Cendekia yang berdomisili tidak jauh dari tempat tinggal peneliti, yaitu dikecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Letaknya yang terjangkau inilah yang tentunya yang memberi kemudahan bagi peneliti dalam menjalankan penelitian. selain itu, subjek ini dipilih adalah karena pendiri dari organisasi Saung Cendikia ini merupakan kerabat dekat dari peneliti, sehingga tentunya- lagi-lagi bisa lebih memberi kemudahan kepada  peneliti dalam melakukan penelitian. Adapun alasan lain, di luar alasan yang bersifat personal dari yang disebutkan sebelumnya adalah karena peneliti melihat Saung Cendikia ini telah sedikit banyak memberikan kontribusinya terhadap masyarakat, dan dalam pandangan peneliti, Saung Cendikia ini memenuhi kriteria-kriteria yang seharusnya dari sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Saung cendikia memiliki struktur organisasi, serta aturan-aturan dan juga tujuan yang jelas, disamping juga memiliki visi dan misi yang tersusun dengan baik, juga telah terlaksananya program-program kerja yang telah direncanakan.
 
II.                Pertanyaan Pokok Penelitian
1.      Bagaimana relasi antara Saung Cendikia dengan Masyarakat, dan bagaimana cara interaksinya?
 
III.             Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualiatif, dengan menggunakan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan pada 10 November 2012, bertempat di kediaman Narasumber di Jl. Raya Mauk km.16 desa Jati Waringin, Kecamatan Mauk, kabupaten Tangerang, Provinsi Banten 15530. Narasumber adalah pendiri sekaligus ketua dari organisasi Saung Cendikia, Masyhuri Sidik.
 
IV.             Gambaran Subjek Penelitian
Saung Cendikia merupakan organisasi kepemudaan yang berada di Masyarakat wilayah Desa Jati Waringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Organisasi yang bergerak dibidang seni, pendidikan, serta kemandirian (enterpreneur) ini resmi berdiri pada tanggal 28 oktober tiga tahun silam. Pendirinya adalah Masyhuri Sidik. Adapun struktur kepengurusan secara lebih rinci adalah sebagai berikut:
a.       Ketua                                   : Masyhuri Sidik
b.      Sekretaris                             : Jamalul 'Aen
c.       Bendahara                            : Murdani
d.      Divisi Kreasi                        : Rahono
e.       Divisi Edukasi Pengkajian   : Azis Suhendar
f.       Divisi Seni Budaya              : Rubi Maulidi
g.      Divisi Enterpreneur              : Muhammad Latief
h.      Humas (Public Relatio)        : Winayaman Pritama
Dengan anggota lain, sebagai pengurus berjumlah sekitar 20 orang.
Organisasi ini hanya memiliki satu aturan utama bagi para anggotanya, yaitu untuk menjadi seorang volentir harus memiliki visi sosial. Slogan dari organisasi ini adalah "generasi membumi".
Latar belakang didirikannya organisasi ini adalah karena adanya harapan dari pihak pendiri agar generasi Indoesia bisa ikut mewarnai peradaban baru dunia. Harapan ini dapat terwujud ketika "education of building" mampu di interpretasikan sebagai sebuah usaha pembumian nilai-nilai transcendental. Yang tidak hanya menyadanrkan pada pembangunan kecerdasan intelektual, emosional, atau bahkan spiritual tetapi satu hal yang paling menentukan semuanya adalah kecerdasan action (tindakan/pembumian).
Penyederhanaannya adalah dimulai dari bagaimana kita sebagai insan cendikia mampu "membaca pertanda" disekeliling kita sehingga kesadaran akan manusia sebagai makhluk social itu benar-benar mampu ditransformasikan dalam berkehidupan.
ada dua faktor yang mendasari kelahiran komunitas Saung Cendikia ini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, sebenarnya lebih dominan dalam bentuk motivasi idealis, yaitu suatu motif untuk mengembangkan visi komunitas sebagai gerakan purifikasi sosial islam.
Komunitas ini sebagai institusi sosial dan intelektual memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk terjun dalam ranah pembaharuan pendidikan serta melakukan upaya penyadaran akan pentingnya pengembangan diri.
Faktor eksternal yang dimaksudkan faktor ini yaitu faktor diluar komunitas, baik yang terjadi di tubuh generasi dewasa ini maupun dalam arus pergolakan bangsa indonesia. Dimana keadaan sosial politik masyarakat sedang menempati masa transisi.
Adapun visi dan misi dari organisasi ini adalah untuk:
a.       Menggagas generasi pelopor yang membumi
b.      Menciptakan Heros Intelektual etik
Faktor lain disamping faktor internal dan eksternal yang telah disebutkan diatas, faktor lain yang mendasari lahirnya Saung Cendikia ini tentunya adalah demi tercpainya tujuan-tujuan tertentu yang mana tujuan itu tentunya tak lepas dari badan organisasi itu sendiri. Adapun maksud dan tujuan lahirnya organisasi Saung Cendikia itu adalah:
a.       Sebagai lembaga pengkajian dan informasi
1)      Membentuk generasi pembelajar yang kompeten
2)      Wahana pengembangan sumber daya manusia
3)      Wadah pencerdasan generasi
b.      Sebagai laboratorium bahasa
1)      Pendidikan bahasa
2)      Pengembangan kompetensi bahasa asing
c.       Sebagai lembaga seni dan kreasi
1)      Wadah aktualisasi diri
2)      Pengembangan bakat dan minat kreatif
3)      Transformasi kretifitas diri
d.      Lembaga enterpreneur
1)      Membangun kearifan lokal
2)      Menumbuhkan semangat berwirausaha dikalangan kaum muda
3)      Menciptakan ekonomi mandiri
 
 
V.                Analisis
Organisasi kepemudaan yang bergerak dibidang seni, pendidikan, serta kemandirian yang didirikan pada tanggal 28 oktober tiga tahun silam, yang diberi nama Saung Cendekia ini lahir bukan tanpa alasan, dan tanpa tujuan. Organisasi ini adalah sebuah wadah untuk mempertemukan segolongan pemuda yang memiliki visi misi serta tujuan yang sama yang terkait seni, pendidikan, serta interpreneur (kemandirian). Relasi antara organisasi ini dengan masyarakat terbilang sangat baik terlihat dari dukugan yang diberikan oleh masyarakat terhadap program-program yang dijalankan oleh organisasi ini, yaitu berupa pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat, budidaya jamur tiram, pergelaran seni berupa teater dan musikalisasi puisi, peringatan sumpah pemuda, dan bahkan tak ketinggalan juga pergerakannya dibidang sosial, yaitu mengadakan penggalangan dana untuk para korban merapi.
Saung Cendikia memiliki struktur kepengurusan yang jelas, aturan yang mengikat, serta  memiliki relasi yang baik terhadap masyarakat. Hal inilah yang membuatnya layak dikatakan sebagai Organisasi yang berada di masyarakat. Adapun interaksinya dengan masyrakat dapat dikatakan lancar terlihat dari dukungan dan antusiasme masyarakat dalam menerima keberadaan organisasi saung Cendikia ini ditengah mereka. Interaksi yang dilakukan oleh Saung Cendikia terhadap masyarakat dilakukan dengan menjalankan segala macam program-program yang langsung ditujukan terhadap mereka, seperti program-program yang telah disebutkan sebelumnya. Interaksi yang terjadi antara Saung cendikia dengan masyarakat, terjalin dengan baik, sejalan dengan relasi yang terjalin diantara keduanya. Interaksi yang baik menimbulkan relasi yang baik, dan relasi yang baik sejalan dengan interaksi yang baik, yang terjadi diantara pihak yang terkait, dalam kasus ini antara Saung Cendikia dengan masyarakat.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
-

Restu M.T_Laporan 2_Restoran Khas Sunda

Restoran Khas Sunda

Restu Mayang Tampi (1112051100027)

Jurnalistik 1A

 

I.      Latar Belakang

Di dalam kehidupan banyak hal yang dilakukan oleh setiap orang dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, termasuk dalam berbisnis. Dengan bisnis, seseorang bisa mendapatkan keuntungan, dan dari keuntungan tersebut seseorang bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Maka dari itu, dengan adanya penelitian tentang bisnis kita dapat mengetahui bagaimana cara berbisnis dengan baik dan bisa memotivasi kita untuk mempunyai usaha atau berbisnis.

Alasan mengapa saya memilih restoran ini sebagai objek penelitian, yaitu karena restoran ini cukup menarik karena menyediakan menu makanan yang seluruhnya khas dari suatu daerah dan banyak peminatnya dari berbagai kalangan sehingga membuat saya tertarik untuk menjadikan Restoran Khas Sunda ini sebagai objek penelitian saya.

 

II.      Pertanyaan Pokok Penelitian

Bagaimana hubungan serta fasilitas yang diberikan restoran terhadap masyarakat?

 

III.       Metode Penelitian

Metode yang saya gunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif. Karena, menurut saya penelitian ini membutuhkan pendekatan langsung kepada narasumber yaitu dengan wawancara. Karena narasumber tersebut adalah pemilik dari restoran itu.

Waktu : 09 November 2012, Jam 16:00-18:00

Tempat : JL. Rawa Bahagia, Pondok Kopi, Jakarta Timur

 

IV.         Gambaran Tokoh

Haerul Saleh merupakan tokoh utama dalam penelitian ini, karena ia merupakan pemilik dari restoran khas sunda pada penelitian ini. Haerul Saleh merupakan seorang mahasiswa yang sudah mempunyai tekad dan niat untuk berbisnis sejak ia masih duduk dibangku sekolah tepatnya sejak ia SMA. Sampai sekarang ia menjadi mahasiswa dan ayahnya yang sudah tiada, restoran tersebut tetap berjalan dengan lancar.

 

V.         Analisis

Bisnis Restoran Khas Sunda ini didirikan sekitar tahun 2009. Bisnis ini didirikan oleh Hairul Saleh dan ayahnya. Latar belakang didirikannya Restoran Khas Sunda ini karena ayahnya seorang wiraswasta sehingga beliau mengajarkannya untuk mendirikan usaha untuk menyambung hidup dan untuk usaha pribadi. Restoran Khas Sunda ini memiliki kemajuan yang sangat cepat walaupun sempat tidak teratur dalam pengelolaannya yang diakibatkan ayah dari pemilik restoran ini meninggal sehingga pemilik tersebut sempat tidak bisa mengendalikan, tetapi pada akhirnya ia bisa mengaturnya dan mengelolanya dengan baik sampai saat ini yang sudah berjalan selama 3 tahun. Dari data yang didapat, restoran ini memiliki 12 karyawan yang telah dipekerjakan yang terdiri dari: 1 orang kasir, 5 orang chef/yang memasak dan 6 orang pelayan. Walaupun pengawasan dari pemilik restoran tersebut tidak ketat, Restoran Khas Sunda ini tetap berjalan dengan lancar dan pendapatan yang selalu meningkat karena kejujuran dari karyawan-karyawannya tersebut. . Dari beberapa pernyataan pelanggan yang datang, mereka sangat puas atas pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut. Pelayanan yang diberikan oleh para karyawan sangat baik juga ramah tamah sehingga sampai saat ini restoran berjalan dengan lancar tanpa adanya complain dari konsumen. Fasilitas yang sudah diberikan kepada konsumen itu seperti layaknya restoran-restoran lainnya. Dari segi pelayanannya, seperti pada restoran pada umumnya. Namun restoran ini dibuat senyaman mungkin dengan tempatnya yang lesehan agar konsumen bisa lebih santai dalam menyantap makanannya. Disini juga ada wi-fi untuk konsumen yang suka browsing internet.

Cari Blog Ini