Minggu, 25 November 2012

Annisa Novianti_laporan 3_HPMIG

Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo :
Sinergi antara Pemerintah dan Mahasiswa dalam Wujud Kepedulian Sosial dalam Wadah Suatu Himpunan 
                                                       Peneliti :
Annisa Novianti (1112051100004)
 
I.                  Latar Belakang
 
                     Definisi dari kelompok sosial menurut beberapa para ahli yakni seperti, Paul B. Horton dan Chaster L. Hunt adalah suatu kumnpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Kemudian, apabila menurut Hendro Puspito, kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama. Lalu, apabila menurut pendapat Sorjono Soekanto adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan diantara merka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Sehingga kelompok sosial atau sosial grup dapat diartikan secara garis besar sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. 
Dalam sebuah kelompok masyarakat terbentuk dari beberapa faktor, salah satunya adalah karena sebuah kesamaan dalam hal visi dan misi sehingga seseorang tersebut dapat tergabung dalam sebuah kelompok masyarakat. Kemudian, dari kesamaan visi dan misi tersebut para anggota kelompok dapat bertukar pikiran satu dengan lain agar dapat memperoleh sebuah hasil yang baik untuk kepentingan bersama. Sebuah kelompok masyarakat yang akan peneliti angkat kali ini adalah Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo atau HPMIG. Peneliti merasa tertarik untuk lebih mengenal himpunan ini, karena peneliti ingin mendalami lebih merinci sebuah himpunan mahasiswa terhadap relasinya dengan pemerintah dan kontribusinya bagi masyarakat dan pemerintah khususnya masyarakat Gorontalo sendiri yang tinggal di desa yang terpencil, agar dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh himpunan ini dalah hal kontribusi kepada khalayak dari masyarakat Gorontalo sendiri.
                     Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo atau HPMIG pertama kali berdiri tanggal 20 Agustus 1955 di Jogjakarta, yang dibentuk oleh mahasiswa perantauan Gorontalo yang ada di Jogjakarta. Seiring berjalannya waktu setiap mahasiswa perantauan membentuk HPMIG di setiap daerah seperti, Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Manado, Palu, Minahasa, Makassar, dan Bogor. Hingga saat ini, HPMIG berjumlah 13 cabang, kemudian dari jumlah tersebut HPMIG termuda yang adalah HPMIG Bogor yang baru resmi dibentuk pada tanggal 21 Juli 2011.
 
II.               Pertanyaan Pokok Penelitian
1.      Kontribusi apa yang telah di berikan baik untuk  masyarakat Gorontalo maupun sesama himpunan sejenis? Kemudian, relasi seperti apa yang dibangun antara HPMIG dengan pemerintah bagi kepentingan masyarakat Gorontalo?
 
III.           Metode Penelitian
                Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian kali ini, adalah metode kualitatif atau dengan tehnik wawancara mendalam kepada narasumber terkait. Kemudian, dalam tehnik ini bersifat kritis dalam menanyakan sesuatu kepada narasumber. Tidak hanya itu, pewawancara juga harus bersifat idealis agar tidak memihak kepada siapapun. Informasi riset yang diinginkan oleh peneliti diambil dari narasumber yang memaparkan segala informasi yang dia ketahui. Teknik kualitatif ini juga dirasa lebih efisien, karena dapat mendapatkan data yang akurat serta mendalam dibandingkan kuesioner, meskipun harus melakukan analisis data secara lebih mendalam.
Ketika penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 November 2012, dengan melalui telekomunikasi handphone, karena narasumber berada di Gorontalo pada saat wawancara berlangsung dan peneliti sendiri sedang berada di Jakarta.
IV.           Gambaran Subjek/ objek penelitian
Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) adalah suatu perkumpulan mahasiswa yang tidak hanya warga asli Gorontalo saja, melainkan juga dari suku lain, sehingga HPMIG memiliki 3 jenis anggota aktif yaitu :
a.       Anggota biasa
Adalah anggota yang berasal dari gorontalo asli
b.      Anggot luar biasa
Adalah mahasiswa yang sejiwa denga tujuan HPMIG dan mau berkontribusi untuk HPMIG meskipun bukan berasal dari gorontalo.
c.       Anggota kehormatan
Adalah orang yang telah berjasa untuk HPMIG dan telah ditetapkan oleh pengurus HPMIG.
HPMIG sendiri berdiri pertama kali pada tanggal 20 agustus 1955 di Jogjakarta, di bentuk oleh mahasiswa perantauan gorontalo yang ada di jogjakarta. Seiring berjalannya waktu setiap mahasiswa perantauan membentuk HPMIG disetiap daerah seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Manado, Palu, Minahasa, Makassar, dan Bogor. Hingga sekarang berjumlah 13 cabang. HPMIG Bogor adalah HPMIG termuda yang baru terbentuk pada tanggal 21 juli 2011.
Azas organisasi ini adalah pancasila dan UUD 1945. Bersifat independen, visi atau tujuannya adalah mewujudkan terciptanya SDM yang intelektual, reigius yang berakhlak, serta bertanggungjawab atas tercapainya tujuan nasional. misinya adalah untuk membina pribadi pelajar dan mahasiswa untuk senantiasa mengembangkan potensi kreatif, keilmuan, sosial dan budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dasar dan sifat organisasi untuk mencapai tujuan.
HPMIG adalah organisasi resmi, memiliki akta organisasi dan harus mempertanggungjawabkan dana yang telah diberikan pemprov pada BPK jika sekali-kali ada pemanggilan dari BPK. Aturan-aturan anggota terdapat dalam AD-ART.
Ada empat divisi, yang semuanya mengikuti AD-ART pengurus besar HPMIG. Divisi-divisi itu adalah:
a.       Divisi kesenian dan olahraga
b.      Divisi kemahasiswaan dan kajian ilmiah
c.       Divisi pengabdian dan hubungan masyarakat
d.      Divisi ekonomi dan kewirausahaan
Harusnya setiap divisi mengajukan proker, namun hingga saat ini baru terdapat proker genus, futsal, diskusi ilmiah, dan pembuatan buku HPMIG.
Masa jabatan HPMIG cabang hanya satu tahun, sedangkan masa jabatan pengurus besar adalah dua tahun. Ketua dari pengurus besar adalah TOMI ISHAK, mahasiswa pasca UI.
 
V.               Analisis
HPMIG tidak mengekang setiap anggotanya dalam berorganisasi dengan himpunan atau kelompok masyarakat yang lainnya, oleh karena itu setiap anggota pun dapat bebas memiliki sebanyak apapun kelompok lain. Akan tetapi, dalam hal ini, orang tersebut harus dapat membagi waktu. Dengan adanya peraturan seperti itu, maka secara tidak langsung HPMIG telah berkontribusi terhadap kelompok masyarakat lain agar  tergabung pula dengan keorganisasian lain yang setingkat, yang memiliki tujuan setiap anggota HPMIG dapat membuka cakrawala pemikiran yang luas dengan berbagai sudut pandang yang beragam, serta mendapat jaringan komunikasi yang luas. Kemudian, pada akhirnya juga dapat terealisasinya cita-cita yang baik bagi kepentingan bersama serta umum. Setelah itu, semua visi dan misi yang dibangun bersama dapat membuahkan hasil yang baik pula.
Apabila dilihat dari segi relasinya dengan pemerintah, HPMIG sendiri telah menjadi mitra kerja dari pemerintah, untuk hubungan langsung dengan masyarakat, HPMIG ini memiliki divisi pengabdian kepada masyarakat, pada tahun 2011 lalu ada agenda seluruh HPMIG yang dikoordinir oleh PB masuk sampai sampai ke daerah gorontalo dengan masyarakat adat gorontalo. Tujuan dari kegiatan itu adalah untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat daerah terpencil yang bermukim asli di  gorontalo. Disini kita dapat melihat bahwa, dengan adanya HPMIG masyarakat Gorontalo merasa mendapat perhatian khusus dari pemerintah melalui jembatan yakni HPMIG tersebut. 
HPMIG juga berinteraksi dengan masyarakat, karena ada program-program yang dilaksanakan bersama, seperti LDK yang pernah diadakan di Jakarta dan bogor. Kemudian saat musyawarah besar tiap cabang harus berinteraksi untuk mensukseskan mubes tersebut.
 
Daftar Pustaka
Narasumber : Vicky Rizky Katili (ketua HPMIG cabang Bogor)
 

Laporan ke 4 Imas Hayati Nufus KPI 1E

Nama                 : Imas Hayati Nufus
Nim                    : 1112051000159
Tugas                 : Laporan IV
KELEBIHAN SEBUAH LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS PESANTREN
a.      Latar Belakang
Sebuah pendidikan  yang sempurna tidak hanya sebatas mendidik ilmu-ilmu yang bersatandar nasional melainkan juga ilmu-ilmu agama, tentunya sangat penting untuk di pelajari oleh umat manusia. Bukan hanya untuk umat Muslim, melainkan untuk seluruh manusia. Karena agama menyangkut urusan moral dan akidah seorang manusia. Khususnya bagi umat Muslim, karena agama adalah pokok dari segalanya. Ilmu dunia tanpa ilmu agama akan terasa tidak seimbang. Karena hanya kenikmatan dunia saja yang akan di dapatkan. Sedangkan akhiratnya tidak akan ia dapatkan.
Senada dengan hal ini. Pesantren, sebuah lembaga islam yang memberikan pendidikan  ilmu nasional dan ilmu agama sudah nampak banyak mengisi pelosok-pelosok tempat di berbagai daerah. Karena melihat begitu pentingnya agama maka tidak sedikit orang-orang yang menyekolahkan anak-anaknya di pesantren. Meskipun mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggin, namun mereka tidak pernah merasa rugi demi ilmu-ilmu agama yang di ajarkan di pesantren.
b.      Pertanyaan Pokok
1)      Apa manfaat belajar di sebuah lembaga pendidikan agama  yang berbasis pesantren?
Pertanyaan ini di ajukan guna mencari tahu apa manfaat dan kelebihan belajar di lembaga pendidikan agama yang berbasis pesantren. Serta mengetahui seberapa penting unsur-unsur agama.
c.       Metode Penelitian
Objek yang menjadi penelitian kali ini adalah sebuah tempat belajar umat Muslim yang berbasis asrama (pesantren). Yaitu, Pondok Pesantren al-Washilah Yang bertempat di daerah Kembangan Utara, tepatnya terletak di jl. Kp. Baru no. 20, Jakarta Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada hari kamis, 21 november 2012. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana kegiatan –kegiatan di dalam pesantren ini berjalan setiap harinya. Jenis metodelogi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metodelogi penelitian kualitatif. Metode ini bersifat alamiah yang tidak sama sekali menggunakan grafik maupun hitungan matematis dengan rumusan statistik. Metode ini juga dapat memberikan data yang lengkap secara deskriptif secara lisan maupun tulisan.
d.      Gambaran Tokoh
Infomasi penelitian kali ini saya dapat dari bapak H. Muhammad Sahidi Rahman, MA selaku lurah dari pesantren al-Washilah. Di samping beliau menjabat sebagai lurah di pesantren al-Washilah, beliau juga aktif sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di kota Serang-Banten. Bapak H. Muhammad Sahidi Rahman, MA ini sudah terbilang cukup lama mengajar di pondok pesantren al-Washilah.
e.       Analisis
Di lihat dari namanya, "Pondok Pesantren" sudah dapat kita simpulkan bahwa pendidikan yang ada di dalam lembaga tersebut mencakup pendidikan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama.  Anak didiknya  pula harus bermukim di pondok tersebut, karena pondok identik dengan tempat bermukim.
 "al-Washilah" Lembaga pendidikan yang berbasis pesantren ini sangat membantu umat muslim pada zaman sekarang  ini, khususnya para remaja yang kebingungan karena semakin hari  semakin merosot pendidikan keagamaannya. Khususnya perilaku moralnya, yang semakin hari semakin mengikuti perkembangan zaman yang kian melupakan budaya sopan santun yang di ajarkan agama, khususnya adab terhadap orang tua. Di pesantren pelajaran moral di ajarkan melalui teladan para ustadz dan ustadzahnya, dan juga kakak-kakak kelasnya. Yang kecil harus menghormati yang besar, dan yang besar harus pula menghargai yang kecil. Dalam pada itu, hal moral ini di ajarkan juga melalui kitab akhlak al-banin. Yaitu pelajaran mengenai adab terhadap orang tua, guru, dan sesame manusia.
Pondok Pesantren al-washilah ini sudah cukup lama berdiri,  yaitu pada tahun 1988 di atas tanah yang luasnya + 8.000 m yang bertempat di jl. Kampung Baru no. 20. Mulanya, pesantren ini bergerak hanya sebatas dalam bidang pendidikan informal. Seperti pengajian majelis ta'lim, kuliah umum di bulan ramadhan, festival qasidah dan kegiatan-kegiatan keislaman lainnya.
Setelah mengantisipasi kemajuan zaman yang pesat. Dr. KH. Ahmad dasuki Adnan, SH, MA memandang pendidikan agama sangatlah penting untuk mengimbangi pendidikan umum. Maka tepatnya pada tahun 1989 podok pesantren ini membuka pendidikan TK, TPA, MTS, SLTP, SLTA (SKM I dan II) dan juga perguruan tinggi.
Meskipun demikian, kurikulum yang di gunakan dalam pesantren al-Washilah ini menggunakan  dua kurikulum dalam kegiatan belajar mengajarnya. Karena salah satu misi dari pesantren al-Washilah ini adalah mengkombinasikan Kurikulum pondok pesantren dengan kurikulum pendidikan nasional. Sehingga, mereka mengkombinasikan dua kurikulum ini dengan cara; kurikulum diknas pada pagi hari, dan kurikulum pondok pesantren pada siang hingga malam hari.
 Pada dasarnya, pesantren ini tidak menghilangkan unsur agama yang kuat di dalam sistem belajar mengajarnya. Karena sebagian besar aktifitas yang ada di dalam pesantren tersebut lebih condong kepada keagamaannya. Meskipun pesantren ini memiliki dua kurikulum, kurikulum  pendidikan nasional dan kurikulum pendidikan agama. Namun, kurikulum pendidikan agama tetap di prioritaskan di dalam kegiatan-kegiatannya serta belajar mengajarnya. Karena memang tujuan awal pendiri pondok pesantren ini demikian. Tidak meninggalkan aspek kesalafiannya meskipun ia pondok pesantren yang berbasis modern.
Walaupun pesantren ini masih terbilang pesantren yang masih seumur jagung karena belum bisa menyaingi pesantren-pesantren yang sudah di kenal oleh masyarakat banyak. Namun, sudah banyak prestasi-prestasi yang di raih oleh pesantren ini, yaitu meraih juara dalam berbagai kegiatan serta berbagai event bertaraf daerah, provinsi maupun tingkat nasional.
Memang biasanya pada awalnya, para santri baru merasa tidak kerasan berada di dalam pesantren, karena di dalam pesantren terdapat peraturan-peraturan yang jika di langgar mereka akan mendapat hukuman. Tidak memandang apakah santri tersebut berasal dari kalangan atas atau kalangan bawah. Sehingga biasanya ini menjadi alasan mereka agar dapat keluar dari pesantren tersebut. Namun, justru dari peraturan-peraturan dari pesantren itulah yang secara tidak langsung mendidik mereka menjadi orang  yang  mandiri. Di pesantren juga para santri di ajarkan untuk terbiasa hidup sederhana, yaitu melalui makan yang serba apa adanya. Ini bertujuan agar para santri bisa menjadi orang yang sederhana.
Bukan hanya itu, masih banyak manfaat-manfaat belajar di sebuah lembaga pendidikan agama yang berbasis pesantren.
 
 

ACHMAD FAIZAL RIWANTO-KPI 1E, (KEHIDUPAN SOSIAL DI PESANTREN)

KEHIDUPAN SOSIAL DIDALAM LINGKUP PESANTREN

 

NAMA: ACHMAD FAIZAL RIWANTO

NIM    : 1112051000155

 

1.     Latar belakang

Pondok pesantren adalah sekolah islam berasrama yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang agama. Pesantren di Indonesia jaman sekarang dibagi menjadi dua, yaitu pesantren salaf dan modern. Bagi orang yang belajar di pesantren disebut santri. Sebenarnya pesantren sendiri mengambil contoh ajaran hindu yaitu, saolin. Dimana disana para pelajar dididik dengan sistem 24 jam nonstop. Pesantren salaf pada umumnya lebih memperdalam ilmu agama ketimbang ilmu duniawi, dan sebaliknya pesantren modern lebih menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu duniawi. Disini kita akan membahas kehidupan di pesantren Al-Wasilah yang bertempat di Jakarta Barat. Peantren ini didirikan oleh Dr. KH. Ahmad Basuki Adnan, SH, MA. Pesantren Al-Wasilah merupakan paduan antara pesantren salaf dan modern. 

 

2.     Pertanyaan pokok

Bagaimanakah sistem pesantren dalam mendidik santrinya dan kegiatan apa saja yang ada di pesantren untuk menghilangkan rasa jenuh para santri?

 

Pertanyaan ini diajukan sistem pengajaran apa yang dianut pesantren Al-Wasilah dalam mendidik santri dan juga untuk mengetahui kegiatan apa yang ada di pesantren.

 

3.     Metode penelitian

Metode   : kualitatif

Tempat   : pondok pesantren Al-Wasilah

Waktu     : Kamis, 22 November 2012

 

 

 

4.     Sumber penelitian

sumber penelitian ini adalah dari hasil wawancara dengan Ustadz H. Muhammad Sahidi Rahman, MA. Beliau menjabat sebagai lurah pesantren dimana beliau bertugas mengatur semua jadwal sehari-hari pesantren dan juga menangani santri-santri yang bermasalah.

 

5.     Analisis

Pondok pesantren Al-Wasilah adalah merupakan pondok pesantren yang didirikan di atas tanah wakaf dibilangan kembangan utara, Jakarta barat. Sistem pengajaran Pesantren ini terdiri dari tiga tingakatan pendidikan SMP, MTs, dan SMK. Disini para santri selain belajar ilmu agama juga belajar ilmu umum seperti anak sekolah umum lainnya. Para santri disini diwajibkan untuk salat 5 waktu berjamaah dimasjid dan membaca alquran setelah solat. Para santri disini dilarang keluar pesantren dengan alasan apapun meskipun ada orang tuanya. Karena pesantren tidak ingin ''kecolongan'' dari hal-hal negatif yang akan mempengaruhi santri diluar nanti. Untuk mengilangkan sifat jenuh dipesantren para santri dibebaskan untuk berolahraga, berseni, band, PASKIBRA, PMR, dan lain-lain, asalkan tau waktu dan tidak melanggar aturan. Para santri juga diberi waktu untuk pulang kerumah 2 bulan sekali, dan tidak boleh pulang kecuali sakit. Banyak orang yang beranggapan negatif tentang pesantren. Padahal santri adalah orang-orang pilihan dari Allah SWT untuk meneruskan risalah ilahi. Pesantren ini berjumlah 250 santri dari semua daerah di Indonesia. Hubungan pesantren ini dengan masyarakat sekitar juga cukup hamonis jadi telah terjalin hubungan kerja sama yang erat dari dahulu. Pesantren ini dalam mengembangkan pondok sama sekali tidak mendapatkan suplay dana dari sponsor luar tetapi murni dari unit usaha-usaha mandiri seperti indomart, jasa laundry, toko baju muslim, dan lain-lain. Pesantren ini masih kekurngan pengajar terutama dibidang ilmu bahasa. Untuk hubungan dengan para alumni kita masih adakan pengajian kitab kuning dan tafsir hadist setiap minggunya. Dan pondok akan selalu welcome dengan para alumni yang ingin silaturahmi dengan pondok asalkan ketika mereka berada di psantren maka mereka harus mematuhi semua peraturan yang ada dipondok seperti wajib salat berjamaah di masjid dan dilarang merokok, bagi mereka yang masih melanggar bila sudah diperingati maka terpaksa akan di usir dari pesantren. Karena pesantren lebih baik hilang satu, daripada rusak semuanya. Tetapi hingga saat ini hubungan pesantren dengan para alumni masih terjalin dengan erat. Maka dari tu sebaik baiknya pengajaran pendidikan adalah di pesantren karena di pesantren apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan itu semua adalah pendidikan.

 

 

Laaporan 4, Agama dalam Kehidupan Sosial di Pesantren, KPI 1 E

Potensi Pesantren
Nama  : Syifa Maulidina
NIM    : 1112051000150
I.                   Latar Belakang
Yayasan Pondok Pesantren Al Washilah, pada mulanya hanya bergerak di bidang pendidikan seperti majelis ta'lim, kuliah ramadhan, festival qasidah serta kegiatan-kegiatan keislaman lainnya. Setelah mengantisipasi kemajuan zaman, maka dipandang penting untuk mendirikan pendidikan-pendidikan (sekolah) formal hingga saat ini. Tepatnya pada tahun 1989 dibuka TK, TPA, MTs, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi.
Tentang pesantren, masyarakat dahulu membayangkan pesantren adalah sebuah pendidikan formal yang kuno, tradisional, dan berbagai macam persepsi. Tetapi sekarang mungkin sebagian masyarakat sudah mengubah persepsinya tentang pesantren, karena zaman sekarang ini berjamur pesantren dengan bumbu modern.
 
II.                Pertanyaan Pokok
Bagaimana cara pesantren dalam mengembangkan kiprahnya selain hanya sebagai pesantren?
 
III.             Metode Penelitian
Metode yang digunakan kualitatif. Guna mencari informasi pesantren secara terperinci dan mengetahui pengaruh pesantren terhadap para santri dan santriwati. Pondok Pesantren Al Washilah
Lokasi      : Jln. Kp. Baru No. 20 RT 004/ 010 Kel. Kembangan Utara Kec. Kembangan,  Jakbar
Waktu      : 22 November, 14:00 – 16:00
 
IV.             Gambaran Subyek
Informasi yang didapat berasal dari narasumber yang bernama H. Muhammad Sahidi Rahman, MA. Beliau menempati jabatan sebagai lurah di Pondok Pesantren Al Washilah, dan beliau lulusan Pondok Pesantren Al-Washilah pernah kuliah di IAIN serta mengambil gelar MA di Al-Aqidah.
 
V.                Analisis
Setiap sebuah institusi/ lembaga pasti berdiri disertai dengan visi misi yang sudah dirancang. Yaitu berbagai macam hasil pemikiran dari para pendiri dalam hal ini ponpes, dijadikan sebagai landasan untuk mendirikan ponpes.
Ponpes pada zaman sekarang ini sudah bertaraf modern. Sehingga banyak ponpes yang bekerja sama dengan pihak luar, guna mengembangkan sayap dalam perjalanan dan kemajuan ponpes.
Mengkombinasikan kurikulum ponpes dengan kurikulum pendidikan nasional, menjadikan para santri dan santriwati yang menguasai iptek, mampu berkreasi secara inovatif, aktif dan dinamis berlandaskan iman dan taqwa.
     Ponpes Al Washilah juga sudah memberikan kontribusi baik dalam hal kegiatan-kegiatan yang menonjol, maupun membawa nama Al Washilah dalam meraih prestasi baik dalam taraf daerah propinsi, serta tingkat nasional.
     Potensi yang dimiliki dan telah dikembangkan yaitu, klinik 24 jam, toko buku/ kitab, kafe, radio siaran, wartel, TV komunitas Al Washilah, dan masih banyak lainnya. Selain itu ternyata ponpes Al Washilah ini juga membuka kursus-kursus bagi warga sekitar lingkungan ponpes yang ingin "nyantri pulang pergi", bahkan kursus komputer dibuka untuk umum.
Perjalanan dan kemajuan ponpes diantaranya, menjadi penyelenggara pendidikan formal dan informal yang terus bertambah pesat pada setiap tahun, dan sebagai pusat Komisi Tinggi Perdamaian Umat Beragama (KTP-UB) serta Himpunan Komisi Antar Umat Beragama menuju perdamaian, Komnas Du'afa, Surat kabar Suara Du'afa, juga penyelenggara festuval qasidah rebana bagi ibu-ibu majelis ta'lim se Jabotabek pada tahun 2004.
    
     

Aragea Noorma Gustina_Lap 3_Partai Nasdem

KELOMPOK SOSIAL : STUDI KASUS PARTAI NASDEM (NASIONAL DEMOKRAT)
PERSAINGAN DI DALAM PARTAI NASDEM ( NASIONAL DEMOKRAT )

NAMA : Aragea Noorma Gustina ( Jurnalistik 1 A )
NIM : 11120500008

I. LATAR BELAKANG

Kita tau bahwa setelah Reformasi pada tahun 1998 terjadi, kekuasaan
pemerintahan di Indonesia menjadi Demokratis. Tidak lagi ada kekuasaan
yang otoriter seperti orde-orde sebelumnya. Dan semenjak saat itu,
dimulainya lah pemilu yang berasaskan pada sistem 'luberjurdil' atau
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Semenjak saat pemilu
itu, banyak partai politik yang berdiri. Dan sekarang partai politik
itu pun bersaing satu sama lain untuk mendapatkan kursi di
pemerintahan di Indonesia. Tak dipungkiri pula bahwa partai politik
merupakan salah satu infrastruktur penting dalam politik negara, maka
tak ada yang menghalangi pertumbuhan subur dari suatu partai politik.
Banyak para ahli yang menyatakan tentang partai politik sebagai
berikut :
1. Carl J. Friedrich menyatakan bahwa partai politik ialah sekolompok
manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau
mempertahankan penguasaan pemerintah bagi pemimpin partainya itu
sendiri, dan berdasarakan penguasaan ini memberikan mafaat kepada
anggota partainya baik yang bersifat ideal maupun materil.
2. R.H. Soltou menyatakan bahwa partai politik adalah sekelompok warga
negara yang sedikit banyaknya terorganisir, yang bertindak sebagai
kesatuan politik. Yang dengan memanfaatkan kekuasaan memilih untuk
menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka
3. Miriam Budiarjo menyatakan pendapatnya mengenai partai politik
merupakan suatu kelompok yang terorganisir yang angota-angotanya
mempunyai orientasi nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan
memperoleh kekuasaan politik dan kedudukan politik, dengan cara
konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Dengan pendapat para ahli diatas, suadh dapat kita simpulkan apa itu
pertai politik secara definitif. Dan kali ini saya akan membahas
sedikit mengenai partai Nasional Demokrat (Nasdem). Alasan saya
membahas partai Nasdem ini karena saya ingin mempelajari bagaimana
Partai Nasdem ini berkompetisi dengan partai-partai lainnya yang
dimana partai lainnya sudah lama berdiri , dibandingkan Nasdem itu
sendiri. Sedangkan teori analisis yang saya gunakan dalam analisis ini
merajuk pada teori marxian dimana ada kepentingan dan keuntungan yang
terdapat pada partai ini.

II. Pertanyaan pokok

• Bagaimana Partai Nasdem berkompetisi dengan partai lainnya?

III. Metode Penelitian

Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif,
yakni melakukan pengamatan secara mendalam. Hal ini dimaksudkan agar
dapat mengetahui bagaimana adanya kompetisi pada partai Nasdem, dalam
waktu yang masih jauh dari waktu pemilu.

Waktu : Kamis, 22 November 2012
Pukul : 20.00-22.00
Tempat : Kediaman Bapak H. Junaidi S.H
Jl. Delima V gang 5 no 71, Perumnas Klender, Jakarta Timur


IV. Gambaran Objek/Subjek Yang Dikaji

Narasumber saya pada penelitian kali ini adalah Bapak H. Junaidi S.H.
Ia adalah salah satu anggota dari partai Nasdem, dan juga sekaligus
merangkap sebagai sekertaris di partai Nasdem cabang Sukabumi,
walaupun ia berdomisili di Jakarta, tapi ia tidak segan untuk
bolak-balik dari Jakarta ke Sukabumi setiap 2 minggu sekali. Baginya,
pulang pergi seperti itu sudah seperti pulang kampung. Karena
kebetulan juga Sukabumi itu merupakan tanah kelahiran pria yang
berumur 56 tahun tersebut. Dia sudah ikut serta di dalam partai Nasdem
itu semenjak awal didirikannya partai Nasdem. Sehingga ia tahu sedikit
banyak tentang bagaimana sejarah berdirinya partai Nasdem.


V. Analisis

Partai Nasdem atau Nasinal Demokrat baru diresmikan pada tanggal 26
Juli 2011 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Partai ini di dirikan
oleh Surya Paloh yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi di partai
ini. Kantor Pusat partai ini terletak di Jl. R.P Soeroso No 44,
Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat. Sejarah terbentuknya pasrtai
ini karena pada pemilu tahun 1999, 2004, dan 2009, menjadi ajang bagi
partai politik untuk memperebutkan kekuasaan. Bahkan puluhan partai
telah berdiri semenjak adanya reformasi ini. Namun semakin banyak
partai yang berdiri, semakin banyak pula partai yang gugur dengan
sendirinya atau bergabung dengan partai-partai lain, seperti seleksi
alam. Namun itu tidak menyurutkan masyarakat untuk mendirikan partai
polotik, ini juga mengispirasi Surya Paloh dan kawan-kawan untuk
membangun sebuah partai. Akhirnya pada tanggal 26 Juli 2011 di sahkan
lah partai Nasdem. Tentu mendirikan partai ini bukanlah hal yang
mudah, sebab partai ini masih terbilang baru dan saingan-saingan
mereka pun tak kalah berat. Seperti Golkar, PDI, PDIP, Demokrat dan
lain-lain. Banyak yang berpendapat untuk dapat memenangkan kursi no 1
di pemerintahan, mungkin bagi Nasdem sedikit membutuhkan waktu yang
lama. Namun mereka sendiri yakin, mereka dapat dapat memenangkan kursi
pemerintahan pada pemilu 2014 nanti. Ketika ditanya mengenai strategi
yang akan digunakan untuk memenangkan hati masyarakat Indonesia,
Nasdem akan berjuang keras untuk mendapatkan kepercayaan mayarakat
tanpa sedikitpun membedakan strata sosial. Tentu hal ini bukan lah hal
yang mudah, apalagi Nasdem masi terhitung muda dalam persaingan
politik dalam negeri ini. Bapak Junaidi mengungkapkan bahwa partai ini
tidak akan mesyaratkan apapun untuk bergabung. Mau dari profesi apa
saja, petani, buruh, karyawan sampai wiraswasta di persilahkan untuk
bergabung. Mereka juga tidak pernah memaksa harus bergabung di partai
ini. Itu lah salah satu senjata mereka dalam memenangkan hati
masyarakat. Mereka memiliki visi untuk memantapkan eksistensi Negara,
memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,
mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, mendorong keadilan bagi
seluruh rakyat Indonesia. Dan memiliki misi untuk menggalang kesadaran
dan kekuatan masyarakat untuk melakukan Gerakan Perubahan untuk
Restorasi Indonesia. Restorasi Indonesia adalah gerakan
mengembalikan Indonesia kepada tujuan dan cita-cita Proklamasi 1945,
yaitu Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi,
dan berkepribadian secara kebudayaan. Sejak awal berdirinya Partai ini
banyak pihak yang meremeh kan partai ini, apalagi partai ini didirikan
oleh Surya Paloh, yang sebelum mendirikan partai ini dia berada di
Partai Golkar. Walaupun persaingan antar partai sangat kuat, namun
Nasdem percaya bahwa ia dapat memenangkan kursi di pemerintahan
Indonesia. Memang membutuhkan waktu yang lama, tapi hal ini bisa di
pastikan oleh partai ini.

VI. DAFTAR PUSTAKA
Bapak H. Junaidi S.H : Anggota sekaligus Sekertaris Cabang Sukabumi

Aragea Noorma Gustina_Lap 3_Partai Nasdem

KELOMPOK SOSIAL : STUDI KASUS PARTAI NASDEM (NASIONAL DEMOKRAT)
PERSAINGAN DI DALAM PARTAI NASDEM ( NASIONAL DEMOKRAT )

NAMA : Aragea Noorma Gustina ( Jurnalistik 1 A )
NIM : 11120500008

I. LATAR BELAKANG

Kita tau bahwa setelah Reformasi pada tahun 1998 terjadi, kekuasaan
pemerintahan di Indonesia menjadi Demokratis. Tidak lagi ada kekuasaan
yang otoriter seperti orde-orde sebelumnya. Dan semenjak saat itu,
dimulainya lah pemilu yang berasaskan pada sistem 'luberjurdil' atau
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Semenjak saat pemilu
itu, banyak partai politik yang berdiri. Dan sekarang partai politik
itu pun bersaing satu sama lain untuk mendapatkan kursi di
pemerintahan di Indonesia. Tak dipungkiri pula bahwa partai politik
merupakan salah satu infrastruktur penting dalam politik negara, maka
tak ada yang menghalangi pertumbuhan subur dari suatu partai politik.
Banyak para ahli yang menyatakan tentang partai politik sebagai
berikut :
1. Carl J. Friedrich menyatakan bahwa partai politik ialah sekolompok
manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau
mempertahankan penguasaan pemerintah bagi pemimpin partainya itu
sendiri, dan berdasarakan penguasaan ini memberikan mafaat kepada
anggota partainya baik yang bersifat ideal maupun materil.
2. R.H. Soltou menyatakan bahwa partai politik adalah sekelompok warga
negara yang sedikit banyaknya terorganisir, yang bertindak sebagai
kesatuan politik. Yang dengan memanfaatkan kekuasaan memilih untuk
menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka
3. Miriam Budiarjo menyatakan pendapatnya mengenai partai politik
merupakan suatu kelompok yang terorganisir yang angota-angotanya
mempunyai orientasi nilai-nilai dan cita-cita yang sama dengan tujuan
memperoleh kekuasaan politik dan kedudukan politik, dengan cara
konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Dengan pendapat para ahli diatas, suadh dapat kita simpulkan apa itu
pertai politik secara definitif. Dan kali ini saya akan membahas
sedikit mengenai partai Nasional Demokrat (Nasdem). Alasan saya
membahas partai Nasdem ini karena saya ingin mempelajari bagaimana
Partai Nasdem ini berkompetisi dengan partai-partai lainnya yang
dimana partai lainnya sudah lama berdiri , dibandingkan Nasdem itu
sendiri. Sedangkan teori analisis yang saya gunakan dalam analisis ini
merajuk pada teori marxian dimana ada kepentingan dan keuntungan yang
terdapat pada partai ini.

II. Pertanyaan pokok

• Bagaimana Partai Nasdem berkompetisi dengan partai lainnya?

III. Metode Penelitian

Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif,
yakni melakukan pengamatan secara mendalam. Hal ini dimaksudkan agar
dapat mengetahui bagaimana adanya kompetisi pada partai Nasdem, dalam
waktu yang masih jauh dari waktu pemilu.

Waktu : Kamis, 22 November 2012
Pukul : 20.00-22.00
Tempat : Kediaman Bapak H. Junaidi S.H
Jl. Delima V gang 5 no 71, Perumnas Klender, Jakarta Timur


IV. Gambaran Objek/Subjek Yang Dikaji

Narasumber saya pada penelitian kali ini adalah Bapak H. Junaidi S.H.
Ia adalah salah satu anggota dari partai Nasdem, dan juga sekaligus
merangkap sebagai sekertaris di partai Nasdem cabang Sukabumi,
walaupun ia berdomisili di Jakarta, tapi ia tidak segan untuk
bolak-balik dari Jakarta ke Sukabumi setiap 2 minggu sekali. Baginya,
pulang pergi seperti itu sudah seperti pulang kampung. Karena
kebetulan juga Sukabumi itu merupakan tanah kelahiran pria yang
berumur 56 tahun tersebut. Dia sudah ikut serta di dalam partai Nasdem
itu semenjak awal didirikannya partai Nasdem. Sehingga ia tahu sedikit
banyak tentang bagaimana sejarah berdirinya partai Nasdem.


V. Analisis

Partai Nasdem atau Nasinal Demokrat baru diresmikan pada tanggal 26
Juli 2011 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Partai ini di dirikan
oleh Surya Paloh yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi di partai
ini. Kantor Pusat partai ini terletak di Jl. R.P Soeroso No 44,
Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat. Sejarah terbentuknya pasrtai
ini karena pada pemilu tahun 1999, 2004, dan 2009, menjadi ajang bagi
partai politik untuk memperebutkan kekuasaan. Bahkan puluhan partai
telah berdiri semenjak adanya reformasi ini. Namun semakin banyak
partai yang berdiri, semakin banyak pula partai yang gugur dengan
sendirinya atau bergabung dengan partai-partai lain, seperti seleksi
alam. Namun itu tidak menyurutkan masyarakat untuk mendirikan partai
polotik, ini juga mengispirasi Surya Paloh dan kawan-kawan untuk
membangun sebuah partai. Akhirnya pada tanggal 26 Juli 2011 di sahkan
lah partai Nasdem. Tentu mendirikan partai ini bukanlah hal yang
mudah, sebab partai ini masih terbilang baru dan saingan-saingan
mereka pun tak kalah berat. Seperti Golkar, PDI, PDIP, Demokrat dan
lain-lain. Banyak yang berpendapat untuk dapat memenangkan kursi no 1
di pemerintahan, mungkin bagi Nasdem sedikit membutuhkan waktu yang
lama. Namun mereka sendiri yakin, mereka dapat dapat memenangkan kursi
pemerintahan pada pemilu 2014 nanti. Ketika ditanya mengenai strategi
yang akan digunakan untuk memenangkan hati masyarakat Indonesia,
Nasdem akan berjuang keras untuk mendapatkan kepercayaan mayarakat
tanpa sedikitpun membedakan strata sosial. Tentu hal ini bukan lah hal
yang mudah, apalagi Nasdem masi terhitung muda dalam persaingan
politik dalam negeri ini. Bapak Junaidi mengungkapkan bahwa partai ini
tidak akan mesyaratkan apapun untuk bergabung. Mau dari profesi apa
saja, petani, buruh, karyawan sampai wiraswasta di persilahkan untuk
bergabung. Mereka juga tidak pernah memaksa harus bergabung di partai
ini. Itu lah salah satu senjata mereka dalam memenangkan hati
masyarakat. Mereka memiliki visi untuk memantapkan eksistensi Negara,
memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,
mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, mendorong keadilan bagi
seluruh rakyat Indonesia. Dan memiliki misi untuk menggalang kesadaran
dan kekuatan masyarakat untuk melakukan Gerakan Perubahan untuk
Restorasi Indonesia. Restorasi Indonesia adalah gerakan
mengembalikan Indonesia kepada tujuan dan cita-cita Proklamasi 1945,
yaitu Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi,
dan berkepribadian secara kebudayaan. Sejak awal berdirinya Partai ini
banyak pihak yang meremeh kan partai ini, apalagi partai ini didirikan
oleh Surya Paloh, yang sebelum mendirikan partai ini dia berada di
Partai Golkar. Walaupun persaingan antar partai sangat kuat, namun
Nasdem percaya bahwa ia dapat memenangkan kursi di pemerintahan
Indonesia. Memang membutuhkan waktu yang lama, tapi hal ini bisa di
pastikan oleh partai ini.

VI. DAFTAR PUSTAKA
Bapak H. Junaidi S.H : Anggota sekaligus Sekertaris Cabang Sukabumi

Tugas lapangan ke4 nama : Dewi Utari (112051000134) pengaruh pesantren bagi masyarakat sekitar

Nama : Dewi Utari (1112051000134)
 
Pengaruh Didirikannya Pesatren Bagi Masyarakat Sekitar
 
       I.            Latar Belakang
Di Indonesia terdapat beragam macam sekolah yang berbasiskan islam yang sering dikenal sebagai pondok pesantren. Seperti pondok pesantren Latanza, pondok pesantren ini terletak didaerah bogor, pondok pesantren ini diberi nama latanza dikarenakan mengambil nama dari bahasa arab, yaitu latanza yang dimana dalam ayat al-qur'an latanza itu berarti kesenangan. pendiri pondok pesantren ini memberi nama latanza dengan harapan bahwa pondok pesantren ini dapat member kesenangan bagi setiap umat manusia baik kesenangan dunia maupun akhirat.
Serupa dengan pondok pesantren latanza, terdapat juga pondok pesantren yang berbasiskan islam di Indonesia tepatnya adalah pondok pesantren Al-wasilah yang terltak didaerah kembangan Jakarta barat. pondokpesantren ini dibangun dengan tujuan untuk  adalah mengkombinasikan kurikulum pondok pesantren dengan pendidikan nasional, mempersiapkan kader-kader muslim yang menguasai iptek, mampu berkreasi secara inovatif, aktif, dan dinamis berlandaskan iman dan takwa, meningkatkan kemampuan nasional dan pengetahuan tenaga pendidikan dan tuntutan dinamika masyarakat serta menanamkan jiwa tauhiddan daya juang yang tinggi dengan landasan Qur'an dan tauhid. Untuk lebih mengetahui secara mendalam mengenai pondok pesantren al-wasilah ini maka saya melakukan pengamatan mengenai pondok pesantren ini.
 
 
    II.            Pertanyaan Pokok
                                 1.         Apa pengaruh pesantren Al-wasilah terhadap masayarakat sekitar?
 
 
 
 III.            Metode Penelitian
Metode yang saya gunakan pada penelitian mengenai pesantren Al-wasilah ini adalah Metode Kualitatif
 
 
 
 IV.            Nara Sumber
Nara Sumbernya adalah Bapak H. Muhammad Sahidi Rahman, MA. beliau merupak Lurah di pondok pesantren al-wasilah.
 
    V.            Hasil Penelitian
Berdasarkan pengamatan yang telah saya lakukan mengenai pesantren Al-wasilah ini pada hari Kamis, 22 November 2012 yaitu Pesantren Al-wasolah merupakan satu dari sekian pondok pesantren Islam yang ada di Indonesia, pesantren ini memiliki tujuan untuk bisa mendidik, mengubah akhlak-akhlak dan pribadi umat manusia menjadi lebih baik dan lebih mengenal siapa Tuhannya. Tuhan yang sudah menciptakan kita sebagai makhluk Hidup, yang sudah memberikan nikmat dan kesehatan, baik kesehatan jasmani ataupun kesehatan jasmani.
Pesantren Al-wasilah didirikan pada tahun 1988 diatas tanah seluas +800 m dengan alamat Jln. Kampung Baru no.20 Rt. 004/010 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Pada mulanya pesantren ini hanya bergerak dibidang pendidikan informal seperti Majelis Ta'lim, Kuliah Ramadhan, Festival Kosidah serta kegiatan-kegiatan  keislaman lainnya. Namun, dengan semakin majunya dunia pendidikan dan majunya zaman maka pesatren ini juga mendirikan peendidikan-pendidikan (Sekolah) formal yang berbasiskan Islam atau pondok pesantren hinggga saat ini. Tepatnya pada tahun1989 telah dibuka TK, TPA, MTS, SLTP, SLTA danPerguruan Tinggi.
Visi dari pesantren ini adalah untuk mencetak generasi siap pakai dan dinamis ilmiyah amaliyah dan amaliyah ilmiyah sehingga tidak hanya mampu, bisa serta mengerti satu bahsa saja yaitu bahasa Indonesia tetapi juga mampu bahasa arab. Sedangkan misi dari pesantren ini adalah mengkombinasikan kurikulum pondok pesantren dengan pendidikan nasional, mempersiapkan kader-kader muslim yang menguasai iptek, mampu berkreasi secara inovatif, aktif, dan dinamis berlandaskan iman dan takwa, meningkatkan kemampuan nasional dan pengetahuan tenaga pendidikan dan tuntutan dinamika masyarakat serta menanamkan jiwa tauhiddan daya juang yang tinggi dengan landasan Qur'an dan taudid.
Awalnya pesantren ini masih sangat sederhana tidak ada fasilitas-fasilitas yang terdapat dipesantren-pesantren lainnya, namun karena kerja keras dari setiap ustad, ustadjah, pengurus-pengurus pesantren ini untuk bisa memiliki dan memberikan fasilitas-fasilitas yang baik serta bagus bagi kaum pesantrennya sehingga kini sudah ada fasilitas-fasilitas yang baik atau sarana dan prasarana yang baik seperti Masjid Jami Al-wasilah, auditorium, asrama putra dua dan tiga lantai, asrama putrid dua lantai, ruang kelas sebanyak 15 ruang, lapangan olahraga, laboraorium computer dan laboratorium bahasa. Sehingga dengan sarana dan prasarana yang sudah dimiliki pesatren Al-wasilah saat ini dapat membuat  membuat pesatren ini menjadi lebih maju dan sukses, dengan kerja keras dan prestasi-prestasi siswa-siswi pondok pesantren ini sperti dalam kegiatan  serta berbagai event baik bertaraf daerah propinsi maupun daerah. serta pesantren ini sudah membuat radio dakwah (radio al-wasilah) di Jakarta.
Akan tetapi masyarakat-masyarakat sekitar pondok pesatren ini tidak suka atau bahkan tidak pernah mau untuk ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan-kegiatan yang diberikan atau yang diadakan oleh pondok pesantren tersebut, karena mereka beranggapan bahwa mereka hanya meninginkan anak-anak mereka mampu, dan menguasai ajaran agama yang baik dan benar sehingga tidak salah jalan tanpa mau ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan pndok pesantren tersebut.

Cari Blog Ini