Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Kamis, 06 Desember 2012
kpi 1 D Noni wildasari (tugas penelitian 1)
savinatun naja kpi 1d penelitian 1
LUSTITUSI BISNIS
USAHA BAKSO MAS THOLIB
PEMILIK: BAPAK WIDATMAJO
LATAR BELAKANG
Bakso
Mas Nur ini adalah salah satu tempat kuliner yang digemari oleh masyarakat.
Bakso Mas Nur ini berdiri pada tahun 1980 dan dijalani oleh keluarga Pak
Widatmojo secara turun menurun. Pada awalnya Bakso Mas Nur ini bertempat di
rawabelong dan pada akhirnya berpindah di jalan Kebayoran Lama, Sukabumi Utara.
Dan di Bakso Mas Nur ini terdapat bervariasi makanan.
METODE PENELITIAN
Metode
yang saya gunakan adalah Metode Kualitatif.
GAMBARAN OBYEK DAN SUBYEK
Disini
saya mewawancarai Bapak Widatmojo yang memiliki usaha Bakso yang bernama Mas
Nur. Dan beliau meiliki karyawan yang bernama Asep, Dino, Danang, Irfan, Uki,
Eko. Dan mereka telah bekerja selama 7 tahun di rumah makan ini. Sebelumnya
Bapak Widatmojo memiliki karyawan yang berganti ganti.
ANALISIS HASIL WAWANCARA
Berdasarkan
hasil wawancara yang saya lakukan pada tanggal 3 Dessember 2012 ini dapat
disimpulkan bahwa Usaha yang dimiliki oleh Bapak Widatmojo ini merupakan suatu
usaha yang memiliki strategi khusus untuk menjual dagangannya yaitu dengan melakukan
sodakoh pada setiap rezeki yang didapatkannya atas usahanya tersebut. Dan usaha
Bakso Mas Nur ini merupakan usaha yang dilakukan secara turun menurun oleh
keluarga besarnya. Dan Bapak Widatmojo ini dapat mendapatkan hasil sampai 3
juta pada setiap harinya, akan tetapi dikhususkan pada hari Jumat, Sabtu,
Minggu beliah dapat mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dari hari hari
biasa. Dan usaha yang dimiliki oleh beliau ini merupakan usaha yang sangat maju
karena sejak tahun 1980 dan sampai sekarang ini usaha ini masih bertahan dan
berkembang.
nurul latifah kpi 1d penelitian 2
latifah_1112051000118_kpi 1d_instuisi sosial
PERAN MAJLIS TA'LIM DALAM MEWUJUDKAN KUALITAS
KEAGAMAAN
A.Latar Belakang
Majlis Ta'lim sebagai lembaga non formal di masyarakat merupakan sarana yang
sangat potensial untuk menyampaikan dawkah Islam dan membina masyarakat.
Jumlahnya amat banyak, hampir tersebar di seluruh provinsi, kabupaten/kota,
bahkan hingga ke tingkat RW dan RT sekalipun. Majlis Ta'lim ini menjangkau
seluruh lapisan masyarakat mulai dari masyarakat kelas atas, kelas menengah hingga
kelas bawah.
Majlis Ta'lim juga merupakan wadah pembinaan yang potensial, karena di
dalamnya terdapat para muslimah yang dengan niat ikhlas Lillaahi ta'ala siap
untuk mendengarkan "wejangan: dan menambah pemahaman ajaran Islam. Kesiapan
diri seperti ini dan juga kehadiran rutin mereka memungkinkan pengemban dakwah
(para da'i/da'iyah) untuk dapat mengubah pemahaman dan perilaku mereka secara
berkesinambungan. Agar majlis ta'lim dapat menjadi wadah pembinaan umat menuju
masyarakat Islam, majlis ta'lim tidak boleh dijalankan sebagai sebuah aktivitas
rutin belajar-mengajar tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Kehidupan
bermasyarakat Cileungsi begitu rukun, damai dan harmonis.maka penulis bermaksud
melakukan penelitian dengan judul "Peran Majlis Ta'lim Dalam Mewujudkan
Kualitas Keagamaan".
B.Pertanyaan Pokok
1. Bagaimana peran
Majlis Ta'lim Hidayatul khoir dalam mewujudkan kualitas keagamaan?
2. Apa saja usaha-usaha
yang dilakukan Majlis Ta'lim Hidayatul khoir untuk mewujudkan kualitas
keagamaan ?
C.
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini pendekatan yang
dipakai adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan
penulis karena penelitian ini akan menyajikan secara langsung hal-hal yang
berkaitan dengan keagamaan, peran Majlis Ta'lim Hidayatul khoir dalam
mewujudkan kualitas keagamaan masyarakat kecamatan Cileungsi kabupaten Bogor
tahun 2012. Dengan data-data yang penulis kumpulkan melalui observasi dan
wawancara,maka akan diperoleh keterangan-keterangan yang terkait dengan
keagamaan di Majlis Ta'lim Hidayatul khoir Cileungsi Bogor.
Lokasi:
Ds.Limusnunggal,Kec.Cileungsi,kab.Bogor
Waktu:
Sabtu,1 Desember 2012 pkl.13.00-17.00
D. Gambaran
Subyek/Obyek penelitian
Subjek
penelitian adalah sumber untuk memperolah informasi yang berkaitan dengan
penelitian. Dalam hal ini yang menjadi Subjek penelitian adalah
1.KH.Bahrudin selaku pendiri Majlis Ta'lim Hidayatul khoir
2. Pengajar yaitu Usth.Juhariah,s.pdi
3. H.Ahmad Rifa'i selaku ketua Majlis Ta'lim Hidayatul khoir
4. Masyarakat yaitu Anisa,Silmi,dan Yasin
Penulis
memperoleh data dengan:
1. Wawancara merupakan
suatu proses interaksi dan komunikasi.Wawancara ini peneliti gunakan untuk
memperoleh informasi tentang aktivitas, keadaan dan peran Majlis Ta'lim. Dengan
ini peneliti bisa mendapatkan informasi dan data-data dari orang-orang yang
terkait dengan penelitian ini, sehingga dapat diperoleh data tentang Majlis
Ta'lim Hidayatul khoir secara lengkap.
2. observasi digunakan
untuk mengamati secara langsung terhadap upaya atau kegiatan yang dilakukan
Majlis Ta'lim Hidayatul khoir dalam meningkatkan kualitas keagamaan.
E.Analisis
A. Gambaran Umum Majlis Ta'lim Hidayatul khoir
1.Tinjauan Historis
Majlis
Ta'lim Hidayatul Khoir berdiri sejak lama tepatnya pada tanggal 21 Mei 1990,
Majlis Ta'lim ini didirikan oleh KH.Bahrudin.
Adapun para tokoh pendukungnya antara lain :
a) H.Ahmad Rifa'i
b) Hj.Julaiha
Awal mula berdirinya Majlis Ta'lim Hidayatul Khoir ini
adalah kegiatan-kegiatan tiap bulan Ramadlan setelah shalat Ashar, masyarakat
hanya duduk-duduk dan bercerita sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa
di teras Masjid. Melihat hal demikian KH.bahrudin mempunyai pendapat untuk
diadakan kegiatan setelah shalat Ashar. Pendapat tersebut kemudian
dimuyawarahkan dengan para kyai dan tokoh masyarakat yang kemudian disetujui
untuk diadakan tadarus, pengajian dan tahlil setelah selesai shalat Ashar.
Kegiatan tersebut yang meliputi tadarus, pengajian dan tahlil dapat berjalan
dengan baik sampai akhir bulan Ramadlon.Masyarakat dihimbau untuk tetap aktif
dan rajin melakukan kegiatan yang sudah terbiasa di bulan Ramadlan dengan tetap
shalat berjamah di masjid.
Kegiatan pengajian tersebut dapat berjalan selama setengah tahun kemudian namun
lama-kelamaan berhenti. Hal ini terjadi karena kurang aktifnya ustadz yang
mengajar, sehingga jamaah yang belajar di Majlis Ta'lim tersebut menjadi jenuh
karena sering tidak diajar.
Untuk memperlancar kegiatan tersebut supaya jamaah tetap bersemangat dan
kegiatan juga dapat berjalan dengan baik, maka dibentuk kepengurusan Majlis
Ta'lim Hidayatul Khoir. Kegiatan yang semula hanya tadarus, pengajian dan
tahlil kemudian diberi tambahan dengan pelajaran-pelajaran fiqih, akhlak,
tajwid dan sebagainya.
2. Profil, Visi dan
Misi Majlis Ta'lim Hidayatul khoir
a. Profil Majlis
Ta'lim Hidayatul khoir
IDENTITAS MAJLIS TA'LIM
1. Nama Maljis Ta'lim Hidayatul khoir
2. Desa Limusnunggal
3. Kecamatan Cileungsi
4 .Kabupaten Bogor
5.Didirikan 21 Mei 190,status gedung milik sendiri,luas tanah 208 M2,luas
bangunan 144 M.
b. Visi dan Misi
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
Visi Majlis Ta'lim Hidayatul khoir adalah terwujudnya generasi yang Islami.
Misi Majlis Ta'lim Hidayatul khoir yaitu :
1) Mendidik jamaah mampu memahami kandungan Al-Qur'an.
2) Mendidik jamah agar berakhlakul karimah sesuai dengan norma-norma agama.
3) Memberikan pemahaman keagamaan dan menjadikan jamaah yang taat beribadah.
3. Keadaan Sarana dan
Prasarana
Sarana
dan prasarana adalah segala sesuatu yang nampak secara langsung atau tidak
langsung membantu pelaksanaan kegiatan pendidikan. Sarana dan prasarana sangat
mendukung tercapainya tujuan pengajaran, karena dengan sarana dan prasarana
akan memudahkan dan memperlancar kegiatan proses belajar mengajar. Selain itu
juga bisa menambah semangat bagi jamaah maupun bagi ustadz sebagai pengelola
proses belajar mengajar.
Sarana dan prasaran merupakan hal yang penting dalam pembelajaran. Untuk itu
diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar dalam pembelajaran dapat
berlangsung dengan baik. Berkenaan dengan hal tersebut Majlis Ta'lim Hidayatul
khoir memiliki sarana dan prasarana walaupun masih kurang memadai, tetapi cukup
mendukung bagi kelancaran proses kegiatan belajar mengajar.
Adapun kondisi sarana dan prasarananya antara lain :
a. Sarana Pengajaran
1) Ruang Pengajaran
Ruang belajar yang digunakan untuk belajar cukup nyaman yang terdiri atas 2
ruang. Kondisinya masih baik dan terdiri dari lantai dua. Masing-masing ruangan
dengan ukuran yang memadahi yaitu 6X6 M2.
2) Perlengkapan pembelajaran meliputi:
a) Papan tulis 3 buah
b) kapur
c) penghapus
d) Meja/bangku panjang
3) Buku-buku/kitab
Buku-buku/kitab yang ada merupakan buku pegangan bagi ustazd/ustadzah untuk
mengajar, jumlah keseluruhannya tidak kurang dari 30 buku. Buku tersebut
sebagian milik para ustazd/ustadzah dan sebagian milik Majlis Ta'lim Hidayatul
khoir.
4. Struktur Organisasi
Struktur
organisasi dalam suatu lembaga itu sangat penting keberadaannya. Karena dengan
struktur organisasi akan mudah dan dimengerti bagaimana pengoordinasian itu
dilakukan. Demikian juga melalui struktur organisasi dengan mudah dapat
diketahui jabatan apa saja yang ada, kepada siapa yang bertanggung jawab dan
kepada siapa memberi komando serta siapa personalnya.
Dengan
adanya struktur organisasi yang tersusun rapi maka sangat mendukung segala
aktivitas yang ada di Majlis Ta'lim. Demikian juga di Majlis Ta'lim Hidayatul
khoir sudah memiliki Struktur organisasi namun masih sederhana. Pengelolaan
Majlis Ta'lim berada di bawah naungan Ta'mir Masjid Hidayatul khoir.
Adapun Struktur Organisasi Majlis Ta'lim ini adalah sebagai berikut :
Penasehat : K.H. Bahrudin.
Ketua Umum : H.Ahmad Rifa'i.
Wakil Ketua : Hj.Julaiha
Sekretaris : Rina sulaiman
Bendahara : Lilis Suryani
Adapun perincian tugas masing-masing jabatan pada struktur organisasi yang
berkenaan dengan pengelolaan Majlis Ta'lim adalah sebagai berikut:
a. Penasehat Majlis Ta'lim
Mengarahkan ketua/wakil ketua Majlis Ta'lim dalam menanggapi dan menyingkapi
setiap masalah yang terjadi di majlis tersebut.
b. Ketua Umum Majlis Ta'lim
1) Memimpin seluruh kegiatan secara umum di Majlis Ta'lim, termasuk yang
berkaitan dengan pembinaan santri maupun yang berkaitan dengan administrasi
umum.
2) Bertanggungjawab penuh atas terselenggaranya kegiatan Majlis Ta'lim secara
menyeluruh, membuat rencana program dan mendelegasi tanggung jawab tertentu pada
masing-masing kegiatan.
c. Wakil Ketua Majlis Ta'lim
1) Membantu secara keseluruhan tugas-tugas ketua Majlis Ta'lim.
2) Menggantikan dan menduduki fungsi ketua Majlis Ta'lim ketika dia berhalangan
menjalankan tugasnya.
d. Sekretaris
Secara umum sekretaris bertugas mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan
administrasi Majlis Ta'lim seperti surat menyurat, mengisi daftar induk,
mengatur penyimpanan arsip dan tugas-tugas lain dibebankan kepadanya.
e. Bendahara
1) Mengelola keluar masuknya uang dan membuat laporan
2) Mengatur dan merencanakan anggaran rutin bagi pelaksanaan kegiatan Majlis
Ta'lim.
5. Keadaan Pengajar/Ustadz
Guru/Ustadz adalah faktor yang sangat menentukan bagi
keberhasilan proses belajar mengajar. Karena itu keadaan ustadz/ustadzah turut
serta berpengaruh bagi kegiatan.Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar
diperlukan guru/ustadz yang mumpuni dan bertanggung jawab serta memiliki akhlak
yang baik. Hal ini karena ustadz/ustadzah masih tetap dianggap sebagai figur
dan selalu menjadi pusat perhatian bagi jamaah.
Ustadz-ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim tidak sembarang orang, tetapi
mereka adalah orang yang benar-benar menguasai apa yang akan diberikan.
Ustadz-ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim merupakan alumni Pondok
Pesantren. Para ustadz/ustadzah berasal dari daerah sekitar Majlis Ta'lim.
Mereka berasal dari desa yang sama.
6.Metode Pengajaran
Seorang
ustadz dalam menyampaikan materi kepada jamaah agar berhasil dengan baik maka
harus memakai metode yang tepat. Dalam memilih metode harus mempertimbangakan
tujuan yang ingin dicapai dari masing-masing materi yang disampaikan. Ketepatan
memilih metode tergantung dari kemampuan ustadz itu sendiri.
Adapun metode belajar mengajar yang digunakan ustadz/ustadzah Majlis Ta'lim ini
antara lain :
1. Metode Ceramah
Metode ceramah yang diterapkan di Majlis Ta'lim ini biasanya diawali dengan
pendahuluan sebelum memasuki pada pelajaran yang inti. Pendahluan ini
kadangkala berupa gambaran umum tentang materi yang akan diajarkan atau sekedar
mengulang sekilas pada materi yang telah lalu. Setelah itu baru memasuki inti
dan pada akhir penyampaiannya, biasanya diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan.
Metode ceramah ini biasanya diselingi dengan metode yang lain seperti tanya
jawab, demontrasi, hafalan dan lain-lain sesuai dengan jenis dan tujuan materi
pelajaran. Metode ceramah ini diterapkan oleh ustadz/ustadzah yang mengajar di
Majlis Ta'lim ini.
2. Metode Tanya Jawab
Metode ini dilakukan dengan jalan memberikan pertanyaan pada jamaah menjawab
atas pertanyaan yang diberikan oleh ustadz/ustadzah. Metode tanya jawab
seringkali digunakan sebagai selingan pada metode ceramah. Tanya jawab ini
digunakan untuk menarik perhatian jamaah, sehingga materi yang disampaikan
ustadz/ustadzah dapat dipahami oleh jamaah.
7.Materi yang
diajarkan di Majlis Ta'lim
a) Al-Qur'an
(mengenal huruf, tajwid, menghafal surat pendek)
b) Ibadah ( shalat , zakat, puasa, dan haji)
c) Akhlak ( ajaran dari Al-Hadist dan Al-Qur'an )
d) Seni suara (diberikan dalam bentuk do'a dalam Al-Qur'an, Qasidah, Tausyih
dan sebagainya)
Dengan demikian Majlis Ta'lim Hidayatul khoir mempunyai peran yang sangat
penting dalam mewujudkan kualitas keagamaan. Terbukti dengan eksistensinya
sampai sekarang dan masih banyaknya jamaah yang belajar di Majlis Ta'lim ini.
Apabila Majlis Ta'lim tersebut tidak berperan atau tidak berfungsi bagi
masyarakat Cileungsi tentu sudah lama Majlis Ta'lim tersebut ditinggalkan oleh
masyarakat.
Daftar pustaka:
Muhsin MK, Manajemen Majelis Taklim,
Jakarta: Pustaka Intermasa, 2009
KH.Bahrudin, Usth.Juhariah,s.pdi, H.Ahmad
Rifa'I, Anisa,Silmi,dan Yasin
nurul latifah kpi 1d penelitian 1
Nurul Latifah_1112051000118_kpi 1d_Instuisi
Bisnis
USAHA KONTER PULSA HP
A.Latar Belakang
Jumlah pengguna teknologi alat
komunikasi atau yang di sebut dengan Hanphone ( HP ) pada zaman sekarang ini
semakin tinggi, di kalangan masyarakat bahkan di berbagai lapisan sosial HP
bukanlah suatu barang yang mewah, karena sekarang banyak sekali merek2 HP yang
di jual, mulai dari harga 200 ribuan sampai yang jutaan rupiah. Mayoritas
pengguna HP menggunakan kartu prabayar, yang pada awal nya pulsa prabayar tersebut
berupa voucher pulsa, dewasa ini mulai marak produk pulsa berupa pulsa
elektrik.
Dengan adanya produk pulsa
elektrik dengan variasi harga pulsa murah tersebut, diharapkan penjualan
pulsa dapat menjangkau yang lebih luas lagi hingga keseluruh pelosok
daerah di Indonesia, dan lagi transaksi pulsa elektrik cukup dilakukan melalui
handphone, yang sudah terdaftar nomornya untuk dapat bertransaksi pulsa murah.
Hal ini bisa menjadi peluang usaha bagi counter pulsa serta penjualan aksesoris
HP dan servis HP.
Penggunaan telepon seluler di indonesia lebih
dari 80% mengunakan sistem prabayar, sedang selebihnya adalah pasca bayar. Ini
adalah peluang usaha yang bisa anda coba dengan modal kurang dari 10 juta.
Jumlah pengguna handphone terus saja bertambah.
Kebanyakan dari pengguna ini memakai kartu prabayar, dan tentu saja memerlukan
pengisian pulsa.seiring pertumbuhan pengguna HP ini, konter penyedia isi ulang
pulsa juga terus bermunculan.
B.Pertanyaan Pokok
1 Bagaimana konter pulsa dalam bersaing dengan kompetitor
yang memiliki usaha sejenis?
2.Bagaimana respon masyarakat atau pelanggan dengan
kehadiran konter pulsa?
C.Metode Penelitian
Dalam penelitian ini pendekatan yang
dipakai adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan
penulis karena penelitian ini akan menyajikan secara langsung hal-hal yang
berkaitan dengan usaha konter pulsa hp Adien Cell kecamatan Cileungsi kabupaten
Bogor tahun 2012. Dengan data-data yang penulis kumpulkan melalui observasi dan
wawancara,maka akan diperoleh keterangan-keterangan yang terkait dengan usaha
konter pulsa hp di Cileungsi Bogor.
Lokasi:
Ds.Limusnunggal,Kec.Cileungsi,kab.Bogor
Waktu:
Minggu,2 Desember 2012 pkl.13.00-17.00
D.Gambaran Subyek/Obyek Penelitian
Subjek penelitian adalah sumber untuk memperolah
informasi yang berkaitan dengan penelitian. Dalam hal ini yang menjadi Subjek
penelitian adalah
1.Komarudin selaku pemilik konter pulsa hp Adien Cell
2.Purnama Suci selaku karyawan konter pulsa hp Adien Cell
3.Iqbal selaku konsumen pulsa hp Adien Cell
Penulis
memperoleh data dengan:
1. Wawancara merupakan
suatu proses interaksi dan komunikasi.Wawancara ini peneliti gunakan untuk
memperoleh informasi tentang usaha konter pulsa hp. Dengan ini peneliti bisa
mendapatkan informasi dan data-data dari orang-orang yang terkait dengan
penelitian ini, sehingga dapat diperoleh data secara lengkap.
2. observasi digunakan
untuk mengamati secara langsung terhadap usaha yang dilakukan pengusaha konter
pulsa hp.
E.Analisis
Konter Adien
Cell ada sejak dua tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2010.Awal mulanya usaha
konter pulsa Adien Cell ini adalah pemilik dan keluarga merasa sulit
sekali utuk membeli atau mengisi pulsa karena faktor jarak daerah Kp.Cirumput
jauh dari pusat kota sehingga mempunyai
ide untuk membuka usaha dalam konter pulsa hp terlebih, masyarakat pula
mendukung akan usaha ini karena membantu mereka dalam pembelian pulsa.
Dalam memulai usaha konter hp
Adien Cell yang paling awal dimulai dari tahap yang paling sederhana. Pemilik
tidak perlu mengeluarkan uang berjuta-juta untuk memulai usaha ini.karena memulai
usaha konter pulsa hp sangatlah mudah namun tidak mudah bila kondisinya
memiliki banyak pesaing. Karna usaha ini sudah menjamur dan untung yang di
dapat kecil.
Pemilik melangkah dengan
segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan HP, maka yang harus anda siapkan
adalah HP. Modal Pokok untuk memulai bisnis ini adalah harus memiliki HP.
Dalam penjualan pulsa untung
yang di dapat hanya berkisar Rp.800 - 2.000. Namun bisa mengambil untung besar
dari penjualan aksesoris, berkisar Rp.2.000 - 15.000.
Dalam usaha konter Adien Cell
ini pemilik tidak terlalu banyak hambatan dalam penjualan karena konter Adien
Cell ini terletak di daerah perkampungan yang mana menjadi pengusaha konter
pulsa satu-satunya di kampung tersebut sehingga tidak ada persaingan dalam
usaha ini.Maka dari itu konter Adien Cell ini selalu ramai oleh
pelamggan.Selain tempat yang strategis, pemilik mematok harga yang kompetitif
dengan harga Rp.500 - 1.000.
Dalam hal ini pemilik memesan pulsa
ke agen pusatnya langsung atau tangan pertama dan memilih agen pulsa dengan
sistem pengiriman cepat,hal ini tentunya diluar masalah jika terjadi gangguan
sistem server atau operator.
Pemilik memulai bisnis ini
cukup dengan menyediakan pulsa untuk HP dengan multi operator (telkomsel,
indosat, xl, fren, flexi, esia, smart, ceria, three). Agar tidak direpotkan
dengan pemeliharaan kartu chip yang bermacam-macam maka pemilik memakai chip Multi
Operator yaitu 1 kartu bisa untuk mengisi semua kebutuhan pulsa semua operator.
Konter Adien Cell dilengkapi
berbagai kebutuhan handphone, mulai dari Kartu Perdana, voucher fisik isi
ulang, dan berbagai aksesoris handphone, dan menyediakan batery untuk
hp.walaupun kebutuhan konsumen akan aksesoris tidaklah sebesar voucher.
Konter Adien Cell ini dipenuhi juga dengan:
1. Papan nama dan papan harga
Papan harga memang menjadi daya tarik pembeli untuk melihat outlet Adien Cell. Penilik
memajang harga-harga yang murah, supaya pembeli yang lewat tahu kalau harga di
tempat konter Adien Cell ini lebih murah di bandingkan konter yang lain.
2. Spanduk/umbul-umbul
Spanduk, umbul-umbul dan pajangan merupakan daya tarik pembeli. Pemilik
mendapatkannya dengan meminta Grapari Telkomsel .
3. Etalase
Ukuran etalase yang disesuaikan dengan lebar kios atau design outlet Adien
Cell. sekitar 1,5 meter.
Adapun waktu buka konter Adien
Cell ini yaitu setiap hari pukul 07.00-22.00.Biasanya hari sabtu dan minggu
pelanggan lebih ramai membeli pulsa terutama kalangan remaja.
Adapun rincian harga pulsa di
konter Adien Cell sebagai berikut:
Pulsa 5 10 25 50 100
Telkomsel 7000 12000 26000 51000 105.000
Indosat 6000 11000 25500 50500 100.000
XL 6500 11500 26000 51000 105.000
Esia 6000 11000 26000 50500 100.000
Flexi
3
Axis 6000
6500
6500 10500
10500
11000 25500
25500
25500 51000
50500
50500 100.500
100.000
110.000
Daftar Pustaka:
1.Komarudin
2.Purnama Suci dan Iqbal
LAPORAN 1_INSTITUSI BISNIS_BILL TESYAR NURSALLAM_KPI 1 D_2012
| Judul Penelitian : Usaha Nasi Uduk Bu Djaja "Khas Betawi" Peneliti : Nama : Bill Tesyar Nursallam Nim : 1112051000119 I. Latar Belakang Banyak makanan yang bisa kita jumpai saat pagi hari, seperti bubur ayam, ketupat sayur, nasi uduk dan lain lain, itulah makanan yang biasa orang orang nikmati pada saat pagi hari. Tentu orang orang mempunyai selera masing masing untuk menikmati paginya dengan sarapan dengan panganan yang beragam dan sesuai selera mereka masing masing namun salah satu makanan yang paling sering dimakan dan biasa kita jumpai bila dipagi hari adalah nasi uduk. Bisa dikatakan hampir semua orang suka makan nasi uduk. Nasi uduk adalah salah satu makan tradisional yang masih bertahan dari dahulu hingga sekarang yang masih menjadi makanan favorit orang orang. Hampir diseluruh indonesia orang orang tau makanan nasi uduk, Itulah bukti betapa tenarnya nasi uduk hingga hampir para ibu ibu bisa membuat nasi uduk yang enak. Saya berani mengatakan orang takkan bosan untuk makan nasi uduk, selain dari segi rasa yang khas Nasi uduk adalah nasi biasa namun ada rasanya disitulah istimewanya nasi uduk, namun hingga sekarang masih belum diketahui siapa yang memulai membuat nasi uduk yang rasanya sangat khas. Nasi uduk umumnya dimakan dengan ditambahkan tempe orek, bihun goreng, dan sudah pasti kerupuk, namun orang orang biasanya menikmatinya agar lebih nikmat dengan ditambahkan sambal kacang. Kita tau umumnya orang orang meniknmati nasi uduk pada pagi hari, namun pada saat saya melewati daerah Pamulang tepatnya dekat komplek perumahan Pamulang Permai 2 saya menemukan ada tukang penjual nasi uduk pada malam hari, Warung Nasi Uduk Betawi Bu Djaja namanya tentu itu tidak umum tetapi yang biasa saya amati bila melewati tempat penjual nasi uduk itu selalu ramai oleh pembeli, tempat jualnya pun hanya sebuah kaki lima biasa yang ada dipinggir jalan dari luar pun tempatnya terlihat sangat sederhana hanya ada gerobak tanpa ban seakan gerobak itu menggambarkan sebuah etalase yang terletak ditoko, lantainya pun bukannlah ubin tetapi tanah jika datangnya hujan beceklah tempat tersebut. Namun dibalik kesederhanaan itu banyak orang yang menggandrungi nasi uduk itu, setiap saya lewat daerah itu selalu ramai dipenuhi oleh orang orang yang hendak menikmati nasi uduk itu dimalam hari. Buka pada malam hari adalah yang membuat saya heran karena umumnya nasi uduk dijajakan oleh para pedagangnya pada pagiu hari, meskipun buka pada malam hari tempat jualan nasi uduk yang saya amati selalu ramai oleh para pembeli. Karena hal itu lah saya tertarik untuk mengangkat tema nasi uduk Betawi Bu Djaja yang buka pada malam hari. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang usaha kecil kecilan Warung Nasi Uduk Betawi Bu Djaja II. Pertanyaan Pokok Penelitian Pertanyaan Pokok: 1. Menapa ibu memilih bisnis untuk berjualan Nasi uduk? 2. Mengapa ibu memilih untuk berjualan nasi uduk pada malam hari? Pertanyaan Tambahan: 1. Apakah mengeluarkan modal besar untu ibu membuka usaha ini? 2. Apakah sebelum ibu berjualan disini abang pernah berjualan ditempat lain? 3. Sudah berapa lama ibu berjualan nasi uduk disini? 4. Apa yang membuat khas nasi uduk yang ibu dari nasi uduk yang lain? 5. Berapa harga satu porsi nasi uduk yang ibu jual? 6. Dari jam berapa ibu mulai buka warung ini? 7. Disini tempat ibu berjualan masih menyewa atau milik sendiri? 8. Apakah ada resep rahasia sehingga nasi uduk ibu banyak disukai para pelanggan? III. Metode Peneliatian Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber. Wawancara ini dilakukan pada : Lokasi : Warung Nasi Uduk Bu Djaja (Dekat Komplek Perum. Pamulang Permai 2) Tanggal : 3 Desember 2012 Waktu : Pukul 22.00 WIB IV. Gambaran Subyek dan Objek Penelitian Bu Djaja(Jakarta, 17 September 1966) adalah seorang pengusaha penjual nasi uduk kecil kecilan. Beliau adalah seorang single parent dari 2 orang anaknya. Dengan membuka usaha nasi uduk lah bu Djaja menafkahi keluarganya. Waluapun terbilang hanya usaha kecil kecilan namun Bang Asmit bisa menafkahi ke tiga anaknya dan istrinya dengan berkecukupan. Bang Asmit memulai usahanya dari nol hingga sekarang usahanya bisa dibilang sudah sukses walupun kecil kecilan hal itu terbukti dari banyaknya poelanggan yang berdatangan untuk membeli nasi uduk yang dijualnya. Nasi uduk yang dijual oleh bang asmit adalah nasi uduk betawi karena bu Djaja merupakan orang betwi asli. Dari mulut ke mulut lah mengapa para pelanggan suka nasi uduknya bu Djaja, terlebih nasi uduk bu DJaja terbilang unik karena warung nasi uduk itu buka pada saat malam hari, hal ini merupakan langka dimana nasi uduk dijual pada malam hari karena pada umumnya kita sudah terlalu biasa untuk menikmati nasi uduk pada pagi hari pada saat sarapan. Bu Djaja memulai usaha ini atas inisiatifnya sendiri karena dirasanya nasi uduk buatan sendiri terbilang enak dan ternyata bu Djaja memiliki resep rahasia dari orang tuanya untuk membuat nasi uduk . Yang biasa menikmati nasi uduknya bu Djaja adalah para pekerja kantoran yang baru pulang dari kantor karena kebetulan tempat bu Djaja membuka usaha adalah jalur perbatasan Jakarta dan Tangerang dimana banyak orang yang pulang kantor dijakarta dan tinggal didaerah Tangerang yang melewati warung nasi uduk tempat bu Djaja berjualan. Rata rata para pembeli nasi uduk Banu Djaja adalah pelanggan tetap yang berlangganan.Bu Djaja biasanya saat berdagang dibantu oleh anak yang paling besar, namun bila sudah larut malam hanya bu Djaja yang jaga Warung. Bu Djaja adalah sosok orang betawi yang enak untuk diajak mengobrol dan suka ngelucu kepada para pelanggan, sehingga para pelanggan pun dibuat nyaman jika makan ditempat warung nasi uduk bu Djaja. Ketika saya pertama kali mengunjungi dan makan ditempat warung nasi uduk bu Djaja pun kesan pertama yang saya dapat adalah bersahabatnya dengan para pembeli walupun pada saat itu saya baru pertama kali membeli nasi uduknya bu Djaja. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa warung nasi uduk bang asmit digemari para pelanggannya dan para penikmat nasi uduk. V. Analis Bu Djaja adalah seorang penjual nasi uduk kecil kecilan, walupun hanya usaha kecil kecilan namun sudah bisa dibilang Bu Djaja sukses dalam menjalani usahanya itu. Bila dinya mengapa Bu Djaja memilih untuk berjualan nasi uduk itu karena kebetulan hanya itulah usaha yang bisa diperbuat oleh Bu Djaja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya kebetulan juga istrinya mahir dalam membuat nasi uduk dan tentunya ada resep rahasia yang didapat Bu Djaja dari orang tuanya. Bu Djaja terbilang unik dalam membuka usaha nasi uduknya dibandingkan dari para pedagang nasi uduk lainnya karena Bu Djaja membuka lapak nasi uduknya pada malam hari dan itulah bisa dibilang unik dan beda dari yang lainnya. Bu Djaja juga pernah membuka lapaknya pada pagi hari namun hasil yang didapat tidak seberapa jika Bu Djaja buka pada malam hari. Bu Djaja pun tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk membangun usahanya yang sederhana ini. Bu Djaja hanya mengeluarkan modal hanya Rp 400.000,00 untuk membuka usaha ini, ucap Bu Djaja kepada saya saat saya sedang mewawancarainya, saya pun cukup kaget pada saat Bu Djaja bilang nominal Bu Djaja dalam membuka usaha ini. Karena bisa saya simpulkan sendiri kalo modal yang dikeluarkan Bu Djaja sekarang sebanding dengan hasil yang ia dapat dari modal yang dia keluarkan. Bu Djaja disini sudah berjualan selama hampir 5 tahun ucapnya kepada saya, namun sebelum dia berjualan ditempat sekarang dia pernah bejualan di daerah Ciputat selam 3 tahun sebelum akhirnya dia pindah ketempat yang sekarang di Pamulang. Setelah saya merasakan cita rasa dari nasi uduk Bu Djaja memanglah sangat nikmat dan mempunyai rasa yang khas dari nasi uduk yang lainnya yang pernah saya makan, memang Bu Djaja mengakui dia punya resep rahasia dari orang tuanya yang mugkin itulah yang membuat rasa dari nasi uduk itu sangatlah khas, dan mungkin karena berjualan malam itu juga yang membuat khas. Bu Djaja mulai membuka lapaknya dari jam 20.00 WIB sampai subuh tergantung nasi uduknya sudah habis atau belum. Ditempat ini Bu Djaja masih menyewa kepada pak RT yang mempunyai lapak sebesar Rp. 125.000,00 setiap bulannya. Referensi: Narasumber : Bang Asmit ( penjual nasi uduk betawi) |
laporan 2_tiara desta arum_kpi1d
1.Latar Belakang
Dalam kehidupan rumah tangga pastilah seseorang harus membuat komitmen untuk menjalankan rumah tangga tersebut, dari membuat aturan- aturan bersama ,anggaran biaya dan sebagainya dan anggaran biaya inilah yang terkadang masih menjadi masalah dalam kehidupan rumah tangga. Karena anggaran biaya saat hidup sebelum berumah tangga tentulah berbeda dengan keadaan apabila seseorang sudah berumah tangga , karena dalam rumah tangga harus ada anggaran biaya yang dipikirkan dan direncanakan seperti biaya kehidupan keluarga, pendidikan atau masa depan anak, asuransi masa tua dan lainnya. Dan dari hal inilah membuat sosok seorang ibu rumah tangga yang pada awalnya ia terdesak menjadi seorang wirausaha karena usianya yang sudah tidak produktif lagi untuk bekerja dikantor maka ia harus memutar otak agar dapat menambah penghasilannya dengan cara berwirausaha. Selain ia juga mendapat keuntungan dari usahanya, usaha ini sekaligus juga membantu menambah penghasilan ibu-ibu rumah tangga lain yang bekerja padanya.
Maka dari itu penulis memilih usaha ibu Yayu ini untuk menjadi bahan agar dapat dilihat dari segi dampak dan pengaruh yang dapat dihasilkan oleh usaha ibu Yayu ini, dan memang benar sosok ibu Yayu ini pantas menjadi sosok yang mengispirasikan banyak orang terutama para ibu, karena sosoknya yang mandiri dan tentunya ia memiliki niat yang mulia yaitu membantu menambah penghasilan dalam keluarganya.
2. Pertanyaan Pokok
1. apakah yang menjadi tujuan dalam mendirikan usaha ini serta apa dampak dan pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar ?
Jawaban : Tujuan dibuat usaha ini tentunya adalah untuk menambah penghasilan keluarga karena terdesak sudah tidak bisa bekerja lagi dikantor dan memanfaatkan sisa modal yang ada, dan menjadi kegiatan baru untuk saya dan para ibu-ibu, jadi kita saling menguntungkan antara satu sama lain. Tentunya ini akan menjadi pengaruh yang baik karena ini akan menjadi sebuah kreatifitas untuk para ibu-ibu dalam mencari penghasilan tambahan.
3. Metode
Metode Penelitian : Kualitatif, karena metode ini sangat cocok dengan penelitian yang dilakukan penulis dan Karena dibutuhkannya interaksi yang intim dengan hal yang diteliti.
Waktu Penelitian : 2 Desember 2012 (16.50-17.50 WIB)
Lokasi Penelitian : Jl. Bulak Barat Rt.004/07 Cipayung, Depok
4. Gambaran Subjek Peneliti
Ibu Sri Rahayu adalah sosok ibu rumah tangga yang menginpirasikan banyak ibu-ibu, karena dari usahanya yang tidak diduga- duga ternyata dapat membuahkan hasil yang memuaskan, usaha ini pun sudah berjalan selama enam tahun, berawal dari ketidak sengajaannya karena modal yang sudah menjadi sisa dari usaha-usaha sebelumnya yang ia pernah coba, namun usaha konveksi inilah yang membuat ia bertahan dengan usahanya sampai sekarang ini.
Jenis konveksi yang ia hasilkan adalah baju tersanjung, daster-daster kecil bahkan sekarang ini ia mendapatkan kepercayaan dari orang yang menaruh modal kepadanya agar ia memproduksi seprei kasur. Kendala pun sudah ia hadapi dalam menjalani usaha ini seperti susahnya mencari penjahit atau karyawan yang mau bekerja dengannya karena harus siap mendapatkan upah minim apalagi pada saat awal usaha itu dirintis. Namun itu tidak membuatnya patah semangat dan manispun ia rasakan saat ini dari perjalanan selama enam tahun yang ia telah lalui.
Meskipun sekarang ia sudah memiliki banyak karyawan namun hal itu tidak membuat sosok ibu Sri Rahayu ini merasa bangga diri, ia tetap terjun langsung pada usaha yang ia geluti pada saat penelitian berlangsung pun Ibu Yayu ini sedang melakukan pemotongan kain yang ia lakukan sendiri, dan hubungan dengan karyawan- karyawannya pun sangat baik seperti kekeluargaan. Pandangan yang sangat menarik tentunya menjaga silaturahmi dengan baik juga berpengaruh dalam sebuah usaha, karena dari silaturahmi yang baik akan menghasilkan komunikasi dan keterbukaan antara satu sama lain sehingga kita dapat tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha kepada karyawannya dan usahanya kedepan nanti.
5. Analisis
Banyak yang terbantu dengan adanya usaha ibu Yayu ini, seperti ibu-ibu yang tinggal disekitar rumah ibu Yayu . Rata- rata dari mereka bekerja dengan ibu Yayu dengan berbagai alasan ada yang dari mereka memang harus mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu suami mereka dan menganggap ini adalah kegiatan yang positif untuk menambah kegiatan sehari-hari. Selain itu ini juga membawa pengaruh yang positif Karena usaha ibu Yayu ini banyak menginspirasikan ibu-ibu lain untuk menjadi seorang wirausaha, karena setelah dilihat usaha ibu Yayu ini mempunyai prospek yang sangat baik kedepannya, dan disisi lain ibu Yayu ini juga memiliki kelebihan lain yaitu dengan tidak membuang limbah dari sisa-sisa bahan konveksinya sembarangan karena dampak dan pengaruh buruklah yang akan dihasilkan apabila ia mencerminkan dirinya seperti itu.
Para ibu-ibu yang mengenal ibu Yayu pun sangat setuju jika berpendapat sosok ibu Yayu adalah sosok yang kreatif, tidak patah semangat ,dan multitalent karena sudah banyak usaha yang ia pernah coba sebelumnya ,namun jika Tuhan berkata lain usaha yang ia tidak duga-dugalah yang ternyata membawa hasil yang manis untuknya.
6. Daftar Pustaka
Usman Husaini,2006, Metodologi Penelitian Sosial,(PT.Bumi Aksara:Jakarta)
laporan 1_tiara desta arum_kpi1d
1.Latar Belakang
Sebuah rumah ibadah tentulah sangat dibutuhkan dalam lingkungan masyarakat terutama disebuah lingkungan yang mayoritas warganya adalah orang muslim, karena dengan adanya rumah ibadah tersebut tentu akan sangat membantu masyarakat yang ada untuk mendekatkan diri kepada yang maha kuasa serta mempersatukan antar umat karena tentunya sebuah rumah ibadah akan mempersatukan kita dalam suatu lingkup kemusyawaratan, menjalin silaturahmi dan mempertemukan sesama muslim untuk melaksanakan hal-hal yang diperintahkan oleh-Nya.
Alasan penulis memilih masjid dalam penelitian ini adalah karena dijaman yang semakin modern ini banyak terjadi kemerosotan akhlak pada anak-anak muda jaman sekarang. Maka dari itu penulis mencari tahu apa kiranya yang harus kita perbuat dalam keadaan sekarang ini dan pengaruh besar apa yang akan didapati dari sebuah rumah ibadah.
2. Pertanyaan Pokok
1. Apa pengaruh sebuah rumah ibadah/ masjid Al-Abror ini terhadap keadaan masyarakat ?
Jawaban : Pengaruh rumah ibadah /masjid ini terhadap masyarakat tentunya akan membawa dampak positif pada masyarakat itu sendiri, terutama untuk memperbaiki moral akhlak yang semakin merosot, menjaga kita dari perbuatan buruk, mendidik generasi muda, serta menangkal pengaruh negative. Apalagi keadaan sebuah rumah ibadah itu pasti dibutuhkan dalam sebuah kehidupan masyarakat.
3. Metode
Metode Penelitian :Disini penulis menggunakan metode penelitian Kualitatif, karena metode ini sangat cocok dengan penulis dalam penelitian ini dan dibutuhkannya interaksi agar mendapatkan data yang deskriptif.
Waktu Penelitian : 2 & 5 Desember 2012 (15.30-16.30 & 14.30-15.30 WIB)
Lokasi Penelitian : Masjid Al-Abror Jl.Bulak Barat Rt.001/08 Cipayung, Depok
4. Gambaran Subjek Peneliti
Bapak H. Abdul Syukur adalah ketua DKM dari Masjid Al-Abror ini sekaligus menjadi penerus DKM generasi kedua dari pendiri Masjid Al-Abror ini, ia adalah sosok yang tegas, pintar, dan tajam dalam berpikir. Menurutnya dalam menjaga kelestarian masjid ini adalah sebuah tantangan kehidupan dalam menembus perkembangan jaman agar mengubah orang untuk menuju jalan yang benar. Dari tampak luar sosoknya memang terlihat garang namun apabila mengenalnya lebih dalam ia adalah sosok yang ramah, mau mengajarkan orang lain dengan sabar dan sangat baik sekali karena ia selalu membagi ilmunya kepada orang lain tanpa takut akan kehabisan ilmu yang ia punya.
5. Analisis
Masjid Al-Abror, kata al-abror berasar dari bahasa arab yang memiliki arti kebaikan-kebaikan, seperti tujuan dirikannya masjid ini yaitu untuk mengajak manusia untuk melakukan kebaikan. Masjid ini berdiri pada tahun 1973 di jalan Wijaya wilayah Jakarta, didirikan oleh keluarga besar H.Madani sekaligus ayah dari Ust. Abdul Syukur . Masjid ini dirikan atas dasar kekeluargaan. Namun Masjid ini pindah pada tahun 1997 ke Jl.Bulak Barat Rt.001/08 Cipayung Depok, karena pada saat itu sedang terjadinya penggusuran oleh sebuah PT. Dengan adanya Masjid ini bertujuan untuk mengajak manusia yang sebelumya tidak mengenal Allah untuk lebih mengenal Allah , mengajak manusia untuk beribadah dan melakukan hal-hal yang baik untuk menjauhi perbuatan maksiat. Syukur Alhamdulillah dengan dirikannya masjid ini memang benar-benar membantu masyarakat karena dari awal berdirinya masjid inipun seakan-akan masjid ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Masjid inipun banyak mendidik generasi muda karena banyak diadakannya kegiatan-kegiatan untuk para remaja untuk mendalami islam , dan untuk para bapak-bapak atau orang dewasa masjid ini juga mengadakan kegiatan dzikir bersama agar lebih mendekatkan diri serta menenangkan rohaniah kita. Tentunya ini sangat membawa pengaruh yang sangat positif untuk kehidupan kita agar kita selalu mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
6. Daftar Pustaka
Usman Husaini,2006, Metodologi Penelitian Sosial,(PT.Bumi Aksara:Jakarta)
laporan 2_puji indah lestari_kpi1d
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Menurut PAUD Nursholihat
Peneliti:
Puji Indah Lestari (1112051000098)
I. Latar belakang
Pendidikan anak diusia dini sangatlah diperlukan guna membangun akhlak yang baik bagi anak-anak. Pendidikan usia dini merupakan pendidikan formal dan informal yang dilakukan saat anak itu lahir sampai usia 6 tahun atau sebelum memasuki sekolah dasar. Pentingnya pendidikan anak usia dini untuk memberikan imajinasi dan wawasan serta rangsangan sensor motorik otak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pola pendidikan anak usia dini biasanya berbentuk "belajar sambil bermain" dalam tahap pengenalan lingkungan alam dan dimulainya pengenalan huruf dan angka serta pendidikan agama juga membentuk karakteristik watak anak untuk menjadi anak yang baik dalam masyarakat.
Pendidikan anak usia dini sangat memerlukan dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar. Untuk itu parenting sangat dibutuhkan agar para orang tua bisa lebih memahami bagaimana mengajarkan anak dengan baik dan benar.
Selain itu pendidikan usia dini juga sangat penting untuk pembentukan akhlak, emosional, jiwa sosial dan berbicara yang baik. Karena banyak sekali ditemukan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan anak usia dini yang berprilaku buruk. Misalnya berbicara dengan menggunakan kata-kata yang tidak sepantasnya di ucapkan oleh anak-anak.
II. Pertanyaan pokok penelitian
Apa yang membuat anda berinisiatif untuk mendirikan PAUD Nursholihat ini, dan apa tanggapan serta manfaat dengan didirikannya PAUD Nursholihat ini?
III. Meotde penelitian
Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode kualitatif atau wawancara. Metode ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk mengambil informasi sebanyak-banyaknya langsung dari narasumber.
Penelitian dilakukan pada:
Tanggal/Waktu : 05 Desember 2012 pukul 11.00-12.00
Tempat : Kediaman Ibu Dian Nursholihat, Kp. Kademangan, Setu, Tangsel.
IV. Gambaran tokoh
Pada penelitian kali ini yang menjadi narasumber adalah Ibu Dian Nursholihat selaku ketua dan pemilik PAUD Nursholihat. Beliau dikenal sebagai pribadi yang santun, baik dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini.
V. Analisis
Subyek penelitian saya kali ini adalah Ibu Dian Nursholihat. Beliau merupakan pendiri PAUD Nursholihat yang berdiri pada tanggal 10 November 2008. Beliau lulusan UPI Bandung dan pernah mengikuti PGTK selama 1 tahun. Beliau pernah mengajar beberapa tahun di salah satu TK di daerah BSD. Alasan awal beliau mendirikan PAUD Nursholihat ini karena beliau miris melihat kehidupan anak-anak usia dini di lingkungan tempat tinggalnya yang tidak mengenyam pendidikan atau tidak bersekolah karena alasan biaya yang mahal dan letaknya yang agak jauh. Dari situ lah beliau memiliki niat untuk mendirikan PAUD di lingkungan tempat tinggalnya. Kemudian beliau meminta izin dan dukungan kepada suaminya untuk mendirikan PAUD Nursholihat. Setelah beliau diizinkan, kemudian beliau memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai guru TK, dan mulai membangun PAUD Nursholihat.
Sistem pembelajaran yang digunakan PAUD Nursholihat adalah metode Sentra yang telah di modifikasi dari kurikulum DIKNAS dengan harapan agar anak-anak banyak mempelajari hal-hal baru dan pengalaman belajar yang akan memperkaya pengetahuannya. Sentra yang tersedia di PAUD Nursolihat adalah Sentra Agama, Sentra Sains dan Alam Sekitar, Sentra Persiapan, Sentra Seni dan Kreatifitas, dan Sentra Jasmani.
Selama ini, banyak manfaat yang dirasakan oleh beliau dan oleh orang tua yang menitipkan anak-anaknya di PAUD Nursholihat. Terutama pada perubahan dan perkembangan emosional dan kreatifitas anak-anak. Yang tadinya sering berkata kasar, sekarang menjadi sopan dan santun. Tanggapan masyarakat sekitar dengan adanya PAUD Nursholihat juga sangat baik. Mereka senang dengan adanya PAUD Nursholihat. Mereka menganngap PAUD Nursholihat sangat membantu mereka untuk mendidik anaknya baik diluar maupun didalam lingkungan sekolah. Dan mereka berharap, biaya pendidikan di PAUD Nursholihat tetap murah dan tidak mengalami kenaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber : Dian Nursholihat
laporan 1_puji indah lestari_kpi 1d
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Menurut PAUD Nursholihat
Peneliti:
Puji Indah Lestari (1112051000098)
I. Latar belakang
Pendidikan anak diusia dini sangatlah diperlukan guna membangun akhlak yang baik bagi anak-anak. Pendidikan usia dini merupakan pendidikan formal dan informal yang dilakukan saat anak itu lahir sampai usia 6 tahun atau sebelum memasuki sekolah dasar. Pentingnya pendidikan anak usia dini untuk memberikan imajinasi dan wawasan serta rangsangan sensor motorik otak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pola pendidikan anak usia dini biasanya berbentuk "belajar sambil bermain" dalam tahap pengenalan lingkungan alam dan dimulainya pengenalan huruf dan angka serta pendidikan agama juga membentuk karakteristik watak anak untuk menjadi anak yang baik dalam masyarakat.
Pendidikan anak usia dini sangat memerlukan dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar. Untuk itu parenting sangat dibutuhkan agar para orang tua bisa lebih memahami bagaimana mengajarkan anak dengan baik dan benar.
Selain itu pendidikan usia dini juga sangat penting untuk pembentukan akhlak, emosional, jiwa sosial dan berbicara yang baik. Karena banyak sekali ditemukan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan anak usia dini yang berprilaku buruk. Misalnya berbicara dengan menggunakan kata-kata yang tidak sepantasnya di ucapkan oleh anak-anak.
II. Pertanyaan pokok penelitian
Apa yang membuat anda berinisiatif untuk mendirikan PAUD Nursholihat ini, dan apa tanggapan serta manfaat dengan didirikannya PAUD Nursholihat ini?
III. Meotde penelitian
Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode kualitatif atau wawancara. Metode ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk mengambil informasi sebanyak-banyaknya langsung dari narasumber.
Penelitian dilakukan pada:
Tanggal/Waktu : 05 Desember 2012 pukul 11.00-12.00
Tempat : Kediaman Ibu Dian Nursholihat, Kp. Kademangan, Setu, Tangsel.
IV. Gambaran tokoh
Pada penelitian kali ini yang menjadi narasumber adalah Ibu Dian Nursholihat selaku ketua dan pemilik PAUD Nursholihat. Beliau dikenal sebagai pribadi yang santun, baik dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini.
V. Analisis
Subyek penelitian saya kali ini adalah Ibu Dian Nursholihat. Beliau merupakan pendiri PAUD Nursholihat yang berdiri pada tanggal 10 November 2008. Beliau lulusan UPI Bandung dan pernah mengikuti PGTK selama 1 tahun. Beliau pernah mengajar beberapa tahun di salah satu TK di daerah BSD. Alasan awal beliau mendirikan PAUD Nursholihat ini karena beliau miris melihat kehidupan anak-anak usia dini di lingkungan tempat tinggalnya yang tidak mengenyam pendidikan atau tidak bersekolah karena alasan biaya yang mahal dan letaknya yang agak jauh. Dari situ lah beliau memiliki niat untuk mendirikan PAUD di lingkungan tempat tinggalnya. Kemudian beliau meminta izin dan dukungan kepada suaminya untuk mendirikan PAUD Nursholihat. Setelah beliau diizinkan, kemudian beliau memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai guru TK, dan mulai membangun PAUD Nursholihat.
Sistem pembelajaran yang digunakan PAUD Nursholihat adalah metode Sentra yang telah di modifikasi dari kurikulum DIKNAS dengan harapan agar anak-anak banyak mempelajari hal-hal baru dan pengalaman belajar yang akan memperkaya pengetahuannya. Sentra yang tersedia di PAUD Nursolihat adalah Sentra Agama, Sentra Sains dan Alam Sekitar, Sentra Persiapan, Sentra Seni dan Kreatifitas, dan Sentra Jasmani.
Selama ini, banyak manfaat yang dirasakan oleh beliau dan oleh orang tua yang menitipkan anak-anaknya di PAUD Nursholihat. Terutama pada perubahan dan perkembangan emosional dan kreatifitas anak-anak. Yang tadinya sering berkata kasar, sekarang menjadi sopan dan santun. Tanggapan masyarakat sekitar dengan adanya PAUD Nursholihat juga sangat baik. Mereka senang dengan adanya PAUD Nursholihat. Mereka menganngap PAUD Nursholihat sangat membantu mereka untuk mendidik anaknya baik diluar maupun didalam lingkungan sekolah. Dan mereka berharap, biaya pendidikan di PAUD Nursholihat tetap murah dan tidak mengalami kenaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber : Dian Nursholihat