Nama : Dinda Tiara Alfianti
NIM : 1112051000102
Jurusan : KPI 1D
Fotografer yang Bosan Jadi Pegawai
I. Latar
Belakang
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan
usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi
luhur, gagah beranni dan berwatak agung.
Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah
pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
wirausaha adalah orang yang pandai atau
berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi
untuk mengadakanproduk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkanya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri
Koperasi dan Pembinaan Pengusa Kecil
Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa :
1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai
semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap,
perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang
mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi
dan produk baru dengan meningkatkan efesiensi dalam rangka memberikan pelayanan
yang lebih dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada
orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang
dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki
seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.
II. Pertanyaan
Pokok
Bisnis atau usaha seperti apa yang membuat
Bapak Alfian Kartim lebih memilih berwirausaha dibanding menjadi pegawai?
III. Metode
Penelitian
Metode penelitian yang saya gunakan dalam
studi kasus ini adalah kualitatif. Karena bersifat obyektif, lebih banyak
mengambil informasi melalui wawancara yang mendalam. Selain itu juga dapat
lebih cepat mengambil data-data.
Lokasi penelitian : Jl. Maruga 2 Rt06/04
no.4 Pamulang 2
Waktu penelitian : Senin, 3 Desember 2012
pkl. 14.30-17.00
Dalam penelitian ini mengamati seorang
fotografer yang lebih memilih berhenti bekerja dan menjadi seorang wiraswasta
yang dapat mempunyai penghasilan yang lebih besar dibanding apabila ia bekerja.
IV. Gambaran
Subjek
Narasumber dalam penelitian ini adalah
seorang wirausaha di bidang fotografi yang bernama Alfian Kartim. Beliau adalah
fotografer yang sudah bekerja di berbagai majalah cetak. Dunia fotografi sudah
digeluti oleh pria ini sejak 20 tahun silam. Beliau lahir di Jakarta, 1 Januari
1969. Pendidikan akademis beliau adalah SD,SMP,SMA,SI.
Beliau kuliah di IISIP jurusan
jurnalistik, oleh karena itu beliau sangat menyukai dunia fotografi. Sejak
duduk di bangku kuliah semester 7, beliau sudah mulai menjadi fotografer di
sebuah majalah sambil melanjutkan kuliahnya.
Setelah 20 tahun beliau menjadi pekerja,
akhirnya beliau memutuskan membuat sebuah usaha di bidang fotografi.
Perusahaanya itu bernama "Alfpro Fotografi", sampai sekarang usahanya itu
sukses dan berjalan dengan baik.
V. Analisis
Alfpro fotografi adalah sebuah perusahaan
bisnis yang bergerak di bidang jasa pelayanan foto dan video. Berbagai kegiatan
fotografi seperti event, wedding, prawedding, pembuatan brosur, foto untuk
buku, dan foto produk serta telah dilakukan
oleh Alfpro Fotografi. Selain itu salah satu bidang yang digarap oleh Alfpro
Fotografi adalah video untuk berbagai event.
Perusahaan ini berdiri sejak delapan tahun
yang lalu. Didirikan oleh Alfian seorang fotografer yang sudah 20 tahun bekerja
di berbagai media, koran dan majalah. Awal berdirinya Alfpro Fotografi karena
banyaknya permintaan dari para klien yang berasal dari narasumber beliau saat
beliau masih bekerja di media masa.
Kemudian dari para narasumber inilah yang
menjadi para klien tetap Alfpro Fotografi. Klien tetap Alfpro Fotografi adalah
Bank BRI, Bank Mandiri, PT. Evalube, PT. Pertamina, Partai Gerindra, Partai
Hanura, Partai Golkar.
Sampai saat ini Alfpro Fotografi telah
memiliki puluhan pelanggan tetap. Untuk melayani para klien nya Alfian
mempekerjakan empat orang fotografer, dan empat orang kameramen untuk video,
serta dua orang layout yang membantu semua pekerjaan di perusahaan tersebut.
Alfpro Fotografi bekerja secara
profesional, dengan mengedepankan kepuasan pelanggan. Bagi Alfpro Fotografi
kepuasan pelanggan adalah yang utama, pekerjaan yang profesional dilakukan oleh
orang yang profesional dengan harga yang mampu bersaing dengan para pelaku
bisnis yang serupa.
Kini banyak para pesaing Alfpro Fotografi karena kemajuan di bidang
teknologi. Untuk itu maka Alfpro Fotografi selalu meningkatkan kinerjanya,
selalu berbuat lebih baik untuk kepuasan pelangganya. Kemudian dan berprilaku
secara profesional dan melengkapi alat-alatnya untuk mengerjakan pekerjaanya
secara baik dan berkualitas. Alfian tidak pernah menyesal berhenti bekerja. Karena
beliau merasakan hal yang lebih baik setelah membuka usaha sendiri. Beliau
mendapatkan hasil pendapatan yang lebih besar dari usaha nya tersebut. Sehingga
beliau dapat menafkahi istri dan keempat anaknya, serta membiayai sekolah dan
kuliah anaknya.
Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Kamis, 06 Desember 2012
dinda tiara kpi 1d penelitian 2
Nama: Dinda Tiara Alfianti
Jurusan
: KPI 1D
NIM
: 1112051000102
Peran
Pengajian dalam Perubahan Masyarakat
I. Latar Belakang
Perubahan yang terjadi di masyarakat dapat
berupa perubahan nilai-nilai sosial, pola-pola perilaku, organisasi susunan
lembaga, kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan, wewenang
dan terpenting adalah dalam keluarga itu sendiri. John Lewis Gillin mengatakan
berupa perubahan adalah suatu variasi. Dari cara-cara hidup yang diterima yang
disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material
serta karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
Dari pendapat diatas, saya dapat
menyimpulkan bahwa perubahan sosial itu merupakan perubahan yang terjadi pada
unsur-unsur sosial dalam kehidupan masyarakat, semisal perubahan pada proses
interaksi sosial, struktur sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Di daerah
rumah saya terdapat pengajian ibu-ibu yang merubah tingkat sadar agama dalam
masyarakat.
II. Pertanyaan Pokok
Pertanyaan pokok dalam penelitian ini
adalah bagaimana kegiatan pengajian tersebut dalam masyarakat?
III. Metode Penelitian
Metode penelitian yang saya gunakan adalah
metode kualitatif. Karena bersifat obyektif, lebih banyak saya dapat karena
wawancara secara langsung penelitian ini dilakukan pada
Tanggal : 3 Desember 2012
Tempat : Jl. Maruga 2 Rt06/04 no.4 Pamulang 2
Pukul : 17.00-16.00
IV. Gambaran Tokoh
Narasumber dalam penelitian ini adalah
seorang anggota pengajian ibu-ibu yang bernama Ibu Evi Safitri beliau adalah
seorang anggota yang sangat aktif dalam pengajian tersebut beliau sudah menjadi
anggota pengajian tersebut sejak delapan tahun yang lalu.
V. Analisis
Pengajian dimulai sekitar tahun 1993 oleh
beberapa ibu-ibu di lingkungan RT 06 RT 04 di Mushola Al-Falah pada saat awal
berdiri anggotanya sekitar 30 orang, namun sekarang sudah berkembang dengan
baik sekitar 60 orang lebih
Kegiatan selain pengajian biasanya arisan
pengajian, santunan yatim piatu, serta bakti sosial. Saat awal berdiri
pengajarnya Ibu Hj. Rusdati kemudian Ibu Rita Diani dan saat ini dipegang
kembali oleh Ibu Rusdati.
Dalam Majlis ini tidak ada lembaga
didalamnya karena pengajian ini adalah Majlis Ta'lim ibu-ibu. Pengajian
dilakukan setiap hari selasa dari jam 10.00-12.00 di Mushola Al-falah.
Peran sertanya itu biasnya ikut aktif
dalam kegiatan memperingati Hari Besar Agama seperti Nuzulul Qur'an kemudian
Maulid Nabi serta Isra' Mi'raj dan juga sering mengadakan lomba cerdas cermat
tentang Agama.
Jurusan
: KPI 1D
NIM
: 1112051000102
Peran
Pengajian dalam Perubahan Masyarakat
I. Latar Belakang
Perubahan yang terjadi di masyarakat dapat
berupa perubahan nilai-nilai sosial, pola-pola perilaku, organisasi susunan
lembaga, kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan, wewenang
dan terpenting adalah dalam keluarga itu sendiri. John Lewis Gillin mengatakan
berupa perubahan adalah suatu variasi. Dari cara-cara hidup yang diterima yang
disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material
serta karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
Dari pendapat diatas, saya dapat
menyimpulkan bahwa perubahan sosial itu merupakan perubahan yang terjadi pada
unsur-unsur sosial dalam kehidupan masyarakat, semisal perubahan pada proses
interaksi sosial, struktur sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Di daerah
rumah saya terdapat pengajian ibu-ibu yang merubah tingkat sadar agama dalam
masyarakat.
II. Pertanyaan Pokok
Pertanyaan pokok dalam penelitian ini
adalah bagaimana kegiatan pengajian tersebut dalam masyarakat?
III. Metode Penelitian
Metode penelitian yang saya gunakan adalah
metode kualitatif. Karena bersifat obyektif, lebih banyak saya dapat karena
wawancara secara langsung penelitian ini dilakukan pada
Tanggal : 3 Desember 2012
Tempat : Jl. Maruga 2 Rt06/04 no.4 Pamulang 2
Pukul : 17.00-16.00
IV. Gambaran Tokoh
Narasumber dalam penelitian ini adalah
seorang anggota pengajian ibu-ibu yang bernama Ibu Evi Safitri beliau adalah
seorang anggota yang sangat aktif dalam pengajian tersebut beliau sudah menjadi
anggota pengajian tersebut sejak delapan tahun yang lalu.
V. Analisis
Pengajian dimulai sekitar tahun 1993 oleh
beberapa ibu-ibu di lingkungan RT 06 RT 04 di Mushola Al-Falah pada saat awal
berdiri anggotanya sekitar 30 orang, namun sekarang sudah berkembang dengan
baik sekitar 60 orang lebih
Kegiatan selain pengajian biasanya arisan
pengajian, santunan yatim piatu, serta bakti sosial. Saat awal berdiri
pengajarnya Ibu Hj. Rusdati kemudian Ibu Rita Diani dan saat ini dipegang
kembali oleh Ibu Rusdati.
Dalam Majlis ini tidak ada lembaga
didalamnya karena pengajian ini adalah Majlis Ta'lim ibu-ibu. Pengajian
dilakukan setiap hari selasa dari jam 10.00-12.00 di Mushola Al-falah.
Peran sertanya itu biasnya ikut aktif
dalam kegiatan memperingati Hari Besar Agama seperti Nuzulul Qur'an kemudian
Maulid Nabi serta Isra' Mi'raj dan juga sering mengadakan lomba cerdas cermat
tentang Agama.
savinatunnaja kpi 1d penelitian 2
Oleh: Savinatun Naja 1112051000120 KPI 1D 2012
Pengajian Al-Ikhlas
· Latar belakang
Dengan
berkembangnya dunia modern ini pengajian sangatlah dibutuhkan untuk seorang
muslim karena pengajian merupakan salah satu cara agar kita dapat mengetahu
hukum hukum Isalam dan mendapatkan Ilmu agama yang lebih banyak lagi. Oleh
karena itu saya memilih metode penelitian ini dengan tema Pengajian Al-Ikhlas
ini.
· Pertanyaan pokok penelitian
1. Bagaimana cara pengajian
ini agar masyarakat dapat mengikuti pengajian ini?
· Metode penelitian
Dalam
penelitian ini saya menggunakan metode kualitatif. Pengajian ini bertempat di
Jl. KH. Syahdan no: 125. Saya melakukan penelitian ini pada tanggal 1 Dessember
2012.
· Gambaran Subyek dan Obyek
Disini
saya mewawancarai Ustad Saifullah yang berperan sebagai pemimpin pengajian
Al-Ikhlas. Pengajian ini sudah berlangsung selama 9 tahun dari tahun 2003
hingga sekarang.
· Analisis
Berdasarkan
penelitian yang saya lakukan pada tangga 1 Dessember 2012 ini saya dapat
menyimpulkan bahwa pengajian yang
dipimpin oleh Usatad Saifullah ini merupakan suatu pengajian yang dilakukan
secara rutin pada setiap minggunya, yang dilaksanakan pada setiap hari Rabu dan
Jumat. Dalam pengajian ini pada awalnya memiliki jamaah sekitar 20 orang dan
hingga sekarang berkembang 70 orang. Di dalam kegiatan pengajian ini terdapat
ibu-ibu dan bapak-bapak. Dan di dalam pengajian ini pemimpin dari pengajian ini
mengutamakan dakwahnya. Dan diatara beberapa pengajian yang terdapat di kawasan
ini pengajian Al-ikhlas merupakan salah satu pengajian yang banyak diikut oleh
jamaahnya
Pengajian Al-Ikhlas
· Latar belakang
Dengan
berkembangnya dunia modern ini pengajian sangatlah dibutuhkan untuk seorang
muslim karena pengajian merupakan salah satu cara agar kita dapat mengetahu
hukum hukum Isalam dan mendapatkan Ilmu agama yang lebih banyak lagi. Oleh
karena itu saya memilih metode penelitian ini dengan tema Pengajian Al-Ikhlas
ini.
· Pertanyaan pokok penelitian
1. Bagaimana cara pengajian
ini agar masyarakat dapat mengikuti pengajian ini?
· Metode penelitian
Dalam
penelitian ini saya menggunakan metode kualitatif. Pengajian ini bertempat di
Jl. KH. Syahdan no: 125. Saya melakukan penelitian ini pada tanggal 1 Dessember
2012.
· Gambaran Subyek dan Obyek
Disini
saya mewawancarai Ustad Saifullah yang berperan sebagai pemimpin pengajian
Al-Ikhlas. Pengajian ini sudah berlangsung selama 9 tahun dari tahun 2003
hingga sekarang.
· Analisis
Berdasarkan
penelitian yang saya lakukan pada tangga 1 Dessember 2012 ini saya dapat
menyimpulkan bahwa pengajian yang
dipimpin oleh Usatad Saifullah ini merupakan suatu pengajian yang dilakukan
secara rutin pada setiap minggunya, yang dilaksanakan pada setiap hari Rabu dan
Jumat. Dalam pengajian ini pada awalnya memiliki jamaah sekitar 20 orang dan
hingga sekarang berkembang 70 orang. Di dalam kegiatan pengajian ini terdapat
ibu-ibu dan bapak-bapak. Dan di dalam pengajian ini pemimpin dari pengajian ini
mengutamakan dakwahnya. Dan diatara beberapa pengajian yang terdapat di kawasan
ini pengajian Al-ikhlas merupakan salah satu pengajian yang banyak diikut oleh
jamaahnya
Mutia Soleha KPI 1D
Mutia Soleha kpi 1d 1112051000099_institusi sosial
Pentingnya majelis ta'lim dilingkungan masyarakat untuk bekal akhirat
Latar Belakang
Dunia sudah semakin tua. Dan tidak jarang masyarakat yang semakin giat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya kaum ibu rumah tangga yang mayoritas tidak memiliki pekerjaan khusus yang memenuhi hari-harinya selain mengurus anak, suami dan rumahnya. Mereka memilih untuk mengisi waktu luangnya untuk menghadiri pengajian-pengajian yang ada disekitar tempat tinggal mereka. Atas dasar inilah saya akan meneliti apakah benar banyak ibu rumah tangga yang memenuhi majelis ta'lim atau apakah sebaliknya ?
Metode Penelitian
Metode yang saya gunakan adalah metode kualitatif dengan mendatangi langsung san narasumber dan mewawancaranya.
Analisis Hasil Penelitian
Majelis ta'lim yang dipimpin oleh ibu Hj. Sawiyah ini terbentuk sejak tahun 1998. Pada saat itu pimpinannya masih ibu Hj. Adenin yang merupakan sesepuh di daerah Lenteng Agung. Beliau mewakafkan tanahnya untuk didirikan sebuah musholah diatasnya. Musholah tersebut bernama Musholah Al-Makmur, maka majelis ta'lim yang ada didalamnya diberi nama Majelis Ta'lim Al-Makmuriah karena jama'ahnya adalah kaum hawa.
Belasan tahun sudah majelis ta'lim ini terbentuk. Setelah wafatnya ibu Hj. Adenin kepemimpinan majelis ta'lim jatuh ke tangan salah satu muridnya yang telah mewarisi ilmunya untuk tetap mengajarkan ibu-ibu disekitar daerah itu untuk belajar membaca Al-Qur'an. Hingga saat ini jama'ah majelis ta'lim tersebut mengalami pasang surut. Dalam artian, kadang banyak yang mengikuti pengajian dan dalam kondisi tertentu tak jarang juga ibu-ibu yang malas untuk datang kepengajian, misalnya ketika hujan deras. Ya, kadang hujan yang deras juga sering menjadi alasan para jama'ah tidak datang untuk mengaji. Majelis ta'lim ini memang selalu bertempat di musholah Al-Makmur, yang letaknya dekat dengan kali yang apabila hujan deras datang kali banjir sampai menutupi jalan dan membuat para jama'ah malas untuk datang ke musholah. Itu alasan umum kenapa mereka tidak ikut mengaji dan dalam keadaan tertentu. Setelah itu ada juga ibu-ibu yang sama sekali tidak pernah ikut bergabung dalam majelis itu, ia beralasan sibuk mengurus rumah dan masak untuk keluarganya. Ya, memang beraneka ragam tipe manusia dimuka bumi ini. Pengajian ini diadakan satu minggu sekali setiap hari jum'at.
Ibu Hj.wiwi begitu beliau sering disapa oleh jama'ahnya, merasa sangat bangga dan senang dapat kepercayaan untuk mengajarkan ilmu Al-Qur'an kepada masyarakat disekitar tempat dia tinggal. Beliau tidak mengharapkan imbalan sama sekali. Beliau hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT sebagai bekal baginya untuk menuju kebahagiaan diakhirat.
Warga disekitar majelis ta'lim juga sangat mendukung kegiatan ini. Bapak kepala RT mengatakan kegiatan ini sangat positif, dan memang sudah terbentuk sejak lama. Jadi, sudah menjadi kebiasaan atau rutinitas yang sudah mengakar dikalangan ibu-ibu didaerah Lenteng Agung.
Jama'ah yang ikut kegiatan inipun merasa senang karena bisa melaksanakan kewajiban yaitu belajar ilmu Al-Qur'an untuk bekal dihari akhir nanti.
Namun ada saja sisi negatif dari suatu perkumpulan umat seperti ini. Karena pengikutnya adalah kaum ibu jadi tidak jarang merka bergosip disaat jalannya acara pengajian. Yang seperti ini menjadi harapan besar bagi sang pimpinan untuk mengubah kebiasaan jama'ahnya.
Institusi Bisnis
Usaha Kuliner Nasi Kebuli
Milik: Bapak H.Sholeh
Latar Belakang
Nasi Kebuli, adalah makanan favorit masyarakat betawi kuliner ini berasal dari negara Arab. Di Jakarta belum banyak rumah makan atau restoran yang menyediakan menu ini.
Kebanyakan dari mereka hanya menerima pesanan untuk acara-acara besar dikalangan warga betawi. Saya menemukan satu rumah makan yang menu utamanya adalah Nasi Kebuli.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang saya gunakan adalah metode kualitatif.
Analisis Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada hari minggu tanggal 02 Desember 2012. Usaha kuliner dengan menu andalan Nasi Kebuli milik Bapak H.Sholeh berdiri sejak tahun 2007 sampai saat ini. Dalam memulai usahanya ini beliau terinspirasi saat beliau mengikuti acara pertemuan haji dirumah salah satu kerabatnya. Makana yang dihidangkan pada saat itu adalah nasi kebuli beserta lauk pauknya yang dominan dengan daging kambing. Pemikiran beliau langsung tertuju kepada peluang bisnis yang akan beliau dapatkan dari makanan tersebut. Mengingat dijakarta jarang ditemukan rumah makan atau restoran yang menghidangkan makanan dengan menu utama nasi kebuli.
Dari situ mulailah beliau merintis usaha tersebut. Beliau membuka rumah makan dengan menu nasi kebuli itu dikawasan kuningan jakarta selatan. Dengan bermodalkan uang sebesar 700 ribu rupiah beliau memulai usahanya hingga sekarang dengan pendapatan kurang lebih 2 juta rupiah perharinya.
Tidak diduga ternyata usahanya berkembang dalam waktu yang sangat singkat. Menurut salah satu pelanggan yang berkunjung ke rumah makannya, masakan yang dihidangkan ditempat tersebut memang enak, mempunyai cita rasa yang khas dan nasi kebuli menu utamanya itu rasanya lain dari pada nasi kebuli yang bukan buatan H.Sholeh.
Tempatnya juga bersih, nyaman, tapi karena banyak peminatnya jadi sangat ramai yang berkunjung ke tempat ini. Pengunjungnya mayoritas adalah pegawai kantor, karen tempat ini berada tepat disekitar gedung perkantoran daerah Rasuna Said.
Ditanya tentang kerugian yang beliau dapatkan selama ini, beliau menjawab bahwa beliau tidak pernah merasa mendapatkan kerugian selama ini. Memang, makanan yang dihidangkan tidak selalu habis terjual, jika kinsumen yang datang ke tempatnya sedang ramai maka semua menu habis terjual, namun jika konsumen sedang sepi maka banyak makanan tersisa dan pendapatan pun berkurang. Tetapi beliau tidak menganggap itu adalah suatu kerugian, karena jika menu tidak habis terjual beliau membagikan makanan-makanan itu kepada masyarakat disekitar tempat usahanya dan beliau pikir itu adalah sebuah kebaikan dan akan berbuah pahala dan disitu beliau merasa tetap untung tanpa sedikitpun rugi. Luar biasa mulia bapak ini.
Dimata karyawannya beliau adalah sosok yang baik, dermawan dan sabar. Setiap kali ada kendala yang beliau temukan diperjalanan bisnisnya beliau tetap sabar menghadapinya. Beliau dinilai baik dan dermawan oleh karyawannay karena sering memberikan bonus yang mungkin nilainya tidak besar namun memberikan satu kepuasan bagi karyawannya dan membuat mereka betah bekerja bersama Bapak H.Sholeh.
Didalam keluarga beliau adalah sosok suami yang bertanggung jawab, ayah yang baik dan humoris, dan anak yang bakti kepada orang tuanya.
Sesibuk apapun beliau dalam usahanya, beliau selalu meluangkan waktu untuk berlibur bersama keluarga.
Usaha yang beliau jalankan ini memang sudah lama beliau jalankan. Namun sampai saat ini belum ada cabang yang beliau buka didaerah lain. Maka dari itu beliau berharap usahanya terus berkembang dan dapat membuka cabang dimana-mana.
laporan 1_kelompok sosial_asep hermawan_kpi 1 d_2012
KELOMPOK SOSIAL (KELOMPOK BELAJAR SMK TRIGUNA)
ASEP HERMAWAN (NIM : 1112051000165)
KPI 1 D 2012
1. 1. Latar belakang
Manusia cenderung hidup berkelompok salah satunya dikarenakan untuk mempermudah pekerjaannya karena setiap manusia akan saling membantu manusia lainnya jika manusia tersebut butuh bantuan,karena memang pada hakikatnya manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan satu sama lain. Kemudian alasan lainnya ialah karena faktor kepentingan yang sama.
Manusia pasti memiliki suatu keinginan (tujuan) atau sesuatu yang ingin untuk dicapai dengan maksimal. Keinginan itupun pasti berbeda antar setiap individu, namun ada kalanya beberapa keinginan itu ada yang sama.Dan individi-individu yang memiliki kepentingan yang sama tersebut membentuk suatu kelompok. Ini mungkin dikarenakan kepentingan yang sama dalam menggapai tujuan tersebut.
Kelompok social dapat berdampak negative juga dapat pula memberikan pengaruh positif dalam kehidupan manusia,tergantung bagaimana kita sebagai manusia menanggapinya dam memfilter sendiri mana yang baik dan yang buruk.
2 . Pertanyaan Pokok
Seberapa besar pengaruh kelompok belajar ini dengan kegiatan belajar di sekolah ? Apakah memberikan dampak positif terhadap nilai siswa-siswi ?
Tentu saja berdampak positif,selain dapat ilmu lebih banyak,kelompok belajar ini juga free tanpa biaya jadi untuk yang tidak dapat mengikuti les atau bimbel karena terbentur masalah biaya,mereka bisa langsung bergabung tanpa dipungut biaya apapun.Untuk nilai siswa-siswi yang mengikuti kelompok belajar ini rata-rata mereka masuk dalam 10 besar di dalam kelas.Hal ini membuktikan bahwa kelompok belajar ini berpengaruh pada nilai akademik siswa-siswi.
Apakah ada tenaga pengajar khusus di dalam kelompok belajar ini ?
Dalam kelompok belajar ini tidak ada pengajar khusus, kita saling berbagi pengetahuan dan informasi. Bila ada yang tidak mengerti atau kesulitan dalam mengerjakan suatu soal maka kita akan memecahkannya bersama-sama.
3. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, karena metode ini dirasakan lebih efektif dalam menggali sebuah informasi kepada sebuah kelompok masyarakat yang tidak terlalu formal. Penulis melakukan wawancara kepada salah seorang anggota kelompok belajar SMK TRIGUNA UTAMA untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan kelompok belajar ini dan penulis lebih bisa melakukan pendekatan dengan siapa yang ingin penulis dapatkan informasi tentang dirinya.
Lokasi penelitian : Jalan Ir. Djuanda
Waktu penelitian : Senin, 3 Desember 2012 pkl. 13.30 – 16.15 WIB
4. Gambaran Subyek
Herry Setiawan, salah seorang anggota kelompok belajar yang selalu diadakan dirumah salah satu anggota kelopok belajar menuturkan bahwa kelompok belajar ini dirasa sangat efektif untuk menunjang proses belajar disekolah. Disamping kami mendapat ilmu disekolah, sepulang dari sekolah pun kami juga mendapat pelajaran tambahan dari kawan – kawan yang sudah mengerti akan apa yang dipelajari disekolah. Jadi, kami bisa saling bertukar pikiran apa yang belum dimengerti dan apa yang sudah dimengerti. Kegiatan kelompok belajar ini terkadang dilakukan di rumah anggota dengan diatur secara bergiliran, diruang kelas yang tidak sdipakai pada saat jam sepulang sekolah dan bisa juga ditempat lain yang memenuhi syarat ada ketersediaan meja, kursi dan penerangannya.
5. Analisis
Kelompok belajar bersama salah satu fungsinya ialah sebagai suatu wadah atas proses belajar yang disokong oleh anggota-anggotanya, sehingga ada ketergantungan antar sesama anggota untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati bersama. Cara pelaksanaan kegiatan kelompok belajar ini diantaranya membahas dan menyelesaikan soal, tanya jawab soal, memahami kata dan istilah yang cukup kompleks dan mencatat pertanyaan untuk diajukan kepada guru dikelas dan lain – lain. Tujuan itu umumnya adalah untuk bersama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan semoga mendapat berkah dari-Nya.
Di negara kita sendiri khususnya di daerah daerah, telah banyak tumbuh tempat-tempat berkumpul bagi kelompok belajar bersama. Bukan hanya para remaja yang masih menginjak bangku SMP dan SMA, para mahasiswa juga banyak yang mengadakan kelompok belajar bersama. Ini bertujuan untuk lebih mendalami materi – materi yang sudah di ajarkan disekolah ataupun dikampus. Contoh yang paling mudah ialah : ketika kita di sekolah dulu, kita dibagi oleh guru ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas tertentu, misalnya prakarya, menerjemahkan buku, merangkum, menyelesaikan soal fisika, biologi, kimia, maupun tugas-tugas lainnya. Bahkan ada juga kelompok yang dibentuk oleh guru sekolah untuk menjadi kelompok belajar ilmu menyanyi atau paduan suara.
Banyak manfaat yang bisa didapat jika kita membentuk kelompok belajar bersama, antara lain:
Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasi semangat belajar antara teman yang satu dengan teman yang lainnya.
Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada teman lainnya dalam satu kelompok belajar.
Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
Bekerjasama menyelesaikan PR sekaligus bersosialisasi di luar sekolah.
Memotifasi siswa ke arah kegiatan yang berhbungan denganmasyarakat, dalam arti dengan kerja kelompok, siswa dapatmenerapkan teori di sekolah dalam praktik hidup sehari-hari,disamping itu dapat mengembangkan pemikirannya/ide-idenyaserta tenaga bagi masyarakat sekitar.
Dengan melakukan kerja kelompok memberi pengalaman padasiswa untuk mengenal kepemimpinan atau leadership, sepertimembuat rencana sebalum melakukan suatu pekerjaan,memecahkan masalah, menyelesaikan tugas dengan kerjasama.
Dengan bekerjasama itu siswa dapat mengumpulkan bahaninformasi atau data yang lebih banyak tentang berbagai jenis aspek suatu masalah dalam suatu waktu yang relative singkat.
Cara ini sangat dianjurkan bagi anak yang mempunyai tipe pemalu untuk bertanya kepada guru. Karena apabila belajar bersama dengan teman-teman, anak tersebut diharapkan tidak malu bertanya kepada temannya sendiri bila ada materi yang belum dia mengerti.
VI. Daftar Pustaka
Herry Setiawan, anggota kelompok belajar SMK Triguna Utama
kpi 1D Noni wildasari (tugas penelitian 2)
Tugas Sosiologi
Varian terbaru menu makanan ayam "ayam lumpur"
Oleh : Noni wildasari
NIM : 1112051000110
I. Latar belakang
Ayam, merupakan masakan yang sudah tidak asing lagi di masa sekarang ini. Hampir diseluruh penjuru tempat jajanan tersedia berbagai macam menu makanan ayam. Mulai dari bakar sampe penyet.
Selain bergizi tinggi, ayam juga disukai oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak anak remaja, dewasa bahkan orang tua masih mengkonsumsi ayam.
II. Apa inspirasi dalam menciptakan varian terbaru "ayam lupur"?
III. Metode penelitian
Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif, karena lebih efisien dan dapat mengetahui lebih banyak informasi dengan cara wawancara.
Lokasi : Warung ayam bakar sambel lumpur
Waktu : 4 desember 2012
IV. Gambaran subjek/ objek
Yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah manager dari warung ayam lumpur, Dede Hidayat. Ia seorang manager sekaligus ikut mengambil andil pada pembuatan ayam lumpur.
V. Analisis
Warung ayam goreng sambel lumpur berdiri pada 5 januari 2008 yang di manageri oleh Dede Hidayat. Pembangunan awal warung ini memakan modal sebesar 100 juta rupiah. Dengan memperkerjakan 10 orang karyawan.
Nama ayam lumpur, terinspirasi dari peristiwa lumpur lapindo di sidoarjo, Jawa timur.
Nama yang unik inilah yang membuat warung ayam sambel lumpur terknal dan banyak diminati para pelanggan, selain rasanya yang special dan unik juga pedas.
Bahkan omset dalam sehari dapat mencapai 1,5 juta rupiah. Dalam sebulan bahkan bisa mencapai 40 juta rupiah.
Dengan rasa, nama yang unik ini maka peluang mengembangkan usaha ini lebih banyak,dengan cara membuka cabang -cabang
Daftar pustaka
Nara sumber : Dede Hidayat
Langganan:
Postingan (Atom)