Jumat, 21 Desember 2012

tugas penelitian 4 noni wildasari

TOKOH PENGUBAH MASYARAKAT
 
Nama         : Noni wildasari
Kelas          : KPI 1 D
NIM           : 1112051000110
 
TEROBOSAN TERBARU DENGAN OBAT HERBAL
                                                                                           
I.                   Latar Belakang
 
Maraknya perdagangan obat kimia pada saat sekarang ini yang mengandung banyak efek samping kadang membuat jera masyarakat. Sehingga pada saat sekarang ini, banyak masyarakat yang telah beralih kepada pengobatan alternatif yaitu obat herbal.
Herbal adalah obat, dan seperti obat lain memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Mengunjungi dokter untuk diagnosis yang benar, konsultasi dengan dukun untuk ramuan yang tepat dan dosis, dan merangkul obat modern ketika masuk akal paling praktis mungkin menjadi yang terbaik dari semua kemungkinan dunia bagi mereka yang ingin menggunakan terapi alternatif dan komplementer.
Obat Herbal dipraktekkan saat ini di negara-negara di seluruh dunia. Setiap pemerintah menentukan sejauh mana praktisi dapat mendistribusikan obat herbal mereka. Di Eropa, misalnya, jika konsultasi medis diberikan, herbal dianggap obat. Jika herbal yang dibeli di atas meja, mereka dianggap suplemen herbal.
Oleh karena itu melihat keadaan masyarakat yang semakin banyak menggunakan herbal dan melihat pentingnya herbal bagi masyarakat,Bapak Ardhy Asyhary bergerak di bidang Usaha Perdagangan Produk Halal dengan nama produk EL-iman dan menjadi agen di daerah Ciomas.Bogor.
 
 
 
 
II.      Pertanyaan Pokok
1.Bagaimana Bapak Ardhy Asyary mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan produk herbal dan yang halal.
 
III.      Metodelogi Penelitian
 a.    Waktu dan tempat penelitian
Penelitian ini di lakukan di Rumah kediaman Bapak Ardhy Ciomas,Bogor. waktu  penelitian ini ialah pada hari senin,10 desember  2012.
 
 
b.    Jenis  metodelogi penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif., metode ini dinilai sangat efektif mengingat peneliti dapat lebih leluasa dalam mengidentifikasi lewat pertanyaan.
IV.      Gambaran Tokoh
Tokoh yang menjadi Narasumber kali ini ialah bapak Ardhy Asyary, yang merupakan anggota dari komunitas produk herbal El-iman.
 
 V.      Analisis
        Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan obyek bapak Ardhy memberikan komentarnya tentang pentingnya produk halal dan yang lebih penting adalah menebar manfaat yang sangat berharga tanpa efek samping. Khasiat khasiat yang disuguhkan oleh produk-produk herbal juga tidak kalah dengan obat-obat kimia dengan harga yang mahal yang disuguhkan dokter-dokter.
Dengan menjadi agen produk herbal ini, bapak Ardhy memberikan perubahan dilingkungan keluarga,komunitas herbalis dan masyarakat sekitar.
Dilingkungan keluarga, dengan menjadi agen herbal ini, bapak Ardhy dapat menambah pemasukan keluarga,selain ia bekerja sebagai guru disebuah sekolah Islam terpadu.juga ia dan keluarga dapat menikmati langsung khasiat-khasiat herbal tanpa efek samping.
Sedangkan dilingungan ia dengan komunitasnya sebagai herbalis juga memberikan dampak yang positif, dengan adanya komunitas herbalis ini, bapak Ardhy dan teman temannya dapat menebar kebaikan dengan cara memperkenalkan, menjual obat herbal tanpa efek samping, dan yang pastinya halal, menebarkan manfaat dunia akhirat.
Contoh-contoh produk herbal El-Iman adalah minyak zaitun,minyak ikan, sauda tea dll. Nabi Muhammad SAW bersabda, "konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh dengan berkah".
 
 
 
 
Daftar Pustaka:
Bapak Ardhy Asyar Ashary
                 
 
 
 
                                                                                             

tugas penelitian 3 noni wildasari

 
TUGAS SOSIOLOGI
TOKOH PENGUBAH MASYARAKAT (EDISI2)
Nama : Noni wildasari
Kelas : KPI 1D
NIM : 1112051000110
 
PENTINGNYA GURU NGAJI BAGI ANAK-ANAK MASA KINI
 
                 I.            Latar belakang
Dimasa sekarang ini, diarus globalisasi dimana anak anak banyak yang telah terbawa arus globalisasi. Sehingga banyak anak anak yang lupa akan kewajiban mereka sebagai seorang anak muslim. Maka disaat ini pula perlunya atau pentingnya sosok seorang guru ngaji ,yang tidak hanya mengajarkan baca tulis al-Quran tetapi juga ilmu ilmu agama bagi anak.
 
              II.            Pertanyaan pokok
Seberapa pentingka sosok seorang guru ngaji di masa sekarang ini?
 
 
            III.            Metode penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, karena dianggap lebih efektif untuk  mendapatkan informasi lebih jelas dan detil melalui wawancara langsung.
Wawancara dilakukapan pada hari sabtu, tanggal 8 desember 2012 di kediaman Ibu, Riza Febrita.
 
           IV.            Gambaran Tokoh
Yang menjadi objek atau tokoh dalam penelitian kali ini adalah Ibu Riza Febrita, sebagai guru ngaji di perumahan Vila Mutiara Bogor. Ia adalah sosok seorang ibu rumah tangga sekaligus guru ngaji yang dapat dikatakan sebagai tokoh pengubah dunia karena kehadirannya dengan ilmunya dapat membimbing anak anak sekitar kompleks perumahan untuk dapat belajar mengaji sekaligus ilmu ilmu islam.
 
              V.            Analisis
Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan objek yaitu ibu Riza Febrita, sebagai Guru ngaji di lingkungan kompeks perumahannya.
Banyak hawa-hhawa positif yang dapat diambil dengan adanya sosok guru ngaji di lingkungan sekitar komplek perumahan. Contohnya saja disaat sehabis maghrib banyak anak anak yang menonton televisi,bermain dan melakukan hal hal yang tidak bermanfaat. Tetapi dengan adanya jasa ibu Riza yang dengan ikhlas rela meluangkan waktu nya sehabis maghrib untuk membimbing dan mengajarkan anak anak disekitar kompleks mengaji. Selain mengaji ia juga mengajarkan ilmu ilmu agama sesuai tingkatan umur mereka. Juga diajarkan do'a do'a dalam kehidupan sehari hari.
 
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber : Riza Febrita

tugas penelitian 6 natasha anissa

Nama : Natasha Anissa
NIM : Natasha Anissa
Kelas : KPI 1D

TUGAS PENELITIAN 6
PENGARUH ANTARA MURID PONDOK PESANTREN MODERN
I.                   Latar belakang
Dulu, pondok pesantren adalah gudangnya pelajaran agama, di pesantren juga hanya mempelajari tentang agama. Banyak Da'i atau Da'iah berasal dari pesantren. Ada juga orang tua yang memasukkan anak mereka ke pesantren hanya untuk merubah tingkah laku anak mereka dan menyadarkan untuk tidak melenceng dari jalan Allah. Namun, sekarang banyak terdapat pesantren yang sudah tidak terlalu memayoritaskan pelajaran agama. Pesantren tersebut lebih dikenal sebagai pesantren modern, dimana hanya sebagian muridnya yang bisa menetap (asrama) disana, dimana yang kurikulum mereka bercampur juga dengan materi umum atau pelajaran seperti MIPA atau Bahasa layaknya Sekolah Menengah Atas.
II.                Pertanyaan pokok
Apa pengaruh pondok pesantren modern dengan sekolah negeri di sekitarnya
III.             Metodelogi penelitian
a.       Waktu dan tempat penelitian
Dilakukan pada tanggal 17 – Desember – 2012. Bertempat di
b.      Jenis metode penelitian
Kualitatif
IV.             Gambaran tokoh
Tokoh yang saya wawancarai adalah Bapak Munawar S.E. Seorang kepala sekolah dari tingkat Aliyah atau SMA PonPes An – Najah. Dalam ruang kepala sekolah saat sedang diadakannya Ujian Akhir Sekolah.
V.                Analisis
Pondok pesantren ini dibangun pada tahun 1994, awalnya hanya berdiri pesantren saja yang notabene masih mepriyoritaskan pelajaran agama dan belum mencampurnya dengan pelajaran umum. Lalu di tahun 2000 barulah dibangun pondok pesantren modern dimana sudah ada mata pelajaran umum ditambahkan. tahun 2007 Aliyah diubah menjadi SMA. Bapak juga berkomentar tentang interaksi antara guru dan murid, karena perbedaan anak asrama dan anak yang pulang pergi alias tidak mondok sangatlah berbeda, anak yang asrama atau mondok sangat jarang untuk keluar dari daerah asramanya jadi masih agak kurang bergaul sementara anak yang tidak mondok memang pergaulannya tidak terbatas, oleh karena itu, beliau mengatakan kalau interaksi antara guru dan murid berjalan baik, apabila ada anak murid mereka yang melanggar atau menghasut maka akan dibina terlebih dahulu dan diberi peringatan, adapun interaksi antara murid mondok dan yang tidak mondok juga baik – baik saja karena selama ini menurut beliau tidak pernah ada masalah antara keduanya. Mereka masih saling menghormati satu sama lain.
 
Daftar pustaka
Bapak Munawar S.E. Kepala sekolah SMA pondok pesantren An-najah
Jl.Cikoleang Raya LAPAN, Suka mulya, Rumpin, Bogor.

tugas penelitian 5 natasha anissa

Nama : Natasha Anissa
NIM : 1112051000114
Kelas : KPI 1D

TUGAS SOSIOLOGI PENELITIAN 5
PENGARUH VIHARA TERHADAP UMAT MUSLIM DI SEKITARNYA
I.                   Latar Belakang
Sebagai mana kita ketahui, Vihara adalah tempat sembahyang umat Budha, namun di zaman sekarang banyak yang menjadikan vihara sebagai objek untuk berfoto atau sekedar shooting untuk film horor. Setelah saya teliti memang saat memasuki vihara terasa hawa yang tidak biasa. Setelah saya wawancarai salah satu warga yang telah menetap disana ternyata vihara tidak seperti kebanyakan orang bilang. Dan memang vihara tersebut juga sudah sering menjadi objek penelitian untuk mahasiswa atau orang lain. Vihara yang terletak di tengah perkampungan sekaligus bangunan pertama yang ada di daerah tersebut.
 
II.                Pertanyaan pokok
Bagaimana interaksi antara vihara dengan umat yang berbeda agama disekelilingnya?
 
III.             Metodelogi penelitian
a.       Waktu dan tempat penelitian
Penellitian ini dilakukan pada tanggal 17 – Desember – 2012 bertempat di Vihara Karunayala Boen Hay B10, Serpong.
b.      Jenis metode penelitian
Kualitatif
 
IV.             Gambaran tokoh
Tokoh yang saya wawancarai adalah bapak Tju Tsiang, salah satu warga pasar lebak, Serpong. Suasana disana sangat sepi bahkan jarang sekali kendaraan yang melewatinya. Hanya ada angkutan umum yang melintas diujung jalan.
 
V.                Analisis
Vihara ini berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, tidak ada yang bisa memastikan kapan tepatnya, vihara ini juga sudah direnovasi selama 3x. Untuk menjadi pengurus maka warga sekitar berpartisipasi untuk memilih, namun untuk pengurus resmi selalu turun temurun. Warga disekitar vihara mayoritas Budha, hanya terdapat 5 kepala keluarga yang Islam. Bapak Tju tsiang memberi komentar kalau pengaruh vihara terhadap umat muslim disekitar masih bisa berjalan baik karena memang mereka saling menghargai dan menghormati antar agama. Vihara juga sering dijadikan acara pada hari – hari besar seperti imlek. Barongsai yang dipelihara vihara ini juga sering diikut sertakan lomba dan tidak jarang umat muslim boleh memainkannya. Karena mayoritas warga budha disana sudah banyak yang mencar sehingga banyak dari mereka mempunyai kerabat muslim atau agama lain maka apabila hari besar islam seperti Maulid nabi juga mereka umat budha turun tangan untuk merayakannya walau hanya menyumbangkan uang untuk perayaannya.
 
Daftar pustaka
Bapak. Tju Tsiang. Warga pasar lebak, Serpong.

Cari Blog Ini