Senin, 25 Maret 2013

Teori Idealis (Pendekatan Isi/Konsep)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F

A.      Pendahuluan
Kata idealis merupakan serapan kata dari bahasa Belanda, yaitu idealist. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idealisme adalah (1) aliran dalam falsafah yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dirasakan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita atau patokan yang dianggap sempurna; (3) karangan atau lukisan yang fantastis yang menunjukkan keindahan dan kesempurnaan.[1]
Teori idealis melihat bahwa perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor non-material, seperti ide, nilai, dan ideologi. Apa yang ada di luar sana (di lingkungan sekitar) dapat dibangun dengan ide-ide yang ada. Ide merupakan rancangan yang ada dalam pikiran[2] atau sebuah gagasan yang ingin kita aplikasikan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi masyarakat[3], dan ideologi merupakan sekumpulan konsep bersistem[4] yang dapat memengaruhi pola pikir lingkungan sekitarnya.

Tugas 2 Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional) / Nur Oktaviani (109051000126)

Pendahuluan
Dalam pembahasan sosiologi terdapat pembahasan mengenai teori Strukturalis. Secara Etimologis struktur berasal dari kata Structure,  yang dalam bahasa latin berarti bentuk atau bangunan. Struktur berasal dari kata Structura (Latin) yang memiliki arti bentuk, bangunan (kata benda). Strukturalisme berasal dari bahasa Inggris, structuralism; latin struere (membangun), structura berarti bentuk bangunan. Struktur sendiri merupakan bangunan teoretis (abstrak) yang terbentuk dari sejumlah komponen yang berhubungan satu sama lain. Struktur menjadi aspek utama dalam strukturalisme. Dengan demikian, maka strukturalisme adalah teori yang menyatakan bahwa berbagai gejala budaya dan alamiah sebagai bangun teoritis (abstrak) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain relasi sintagmatis dan paradigmatis.[1]

Teori Idealis (Pendekatan Isi / konten),Anjar Sukmawati Maurie,Tugas Ke-3

Teori Idealis (Pendekatan Isi / konten)
Tugas Ke-3
Nama               : Anjar Sukmawati Maurie
Kelas               : Kpi 6f
Nim                 : 1110051000196
            Teori Idealis menjelaskan tentang suatu penjelmaan pikiran, Untuk menyatakan eksistensi realitas, tergantung pada suatu pikiran dan aktivitas-aktivitas pikiran.
Max Weber
            Weber mencoba memadukan tradisi Kantian dan Neo-Kantian, serta Idealistik dan Neo Idealistik di Jerman. Sebuah model sederhana dapat disusun untuk memahami permasalahan-permasalahan tersebut dengan apa yang ia adukan dan jenis keputusan yang ia peroleh dari mereka (Katian dan Neo Katian) dengan menonjolkan Neodealis dan Neokantian (Dilthey dan Rickert).
            Para Neoidealis memperhatikan dunia sebagai sebuah lapangan untuk melakukan aksi, sementara para NeoKantian berurusan dangan dunia sebagai sebuah objek pengetahuan. Weber terpengaruh oleh gagasan-gagasan tersebut. Weber berpendapat bahwa sasaran sejarah tak pernah dapat ditemukan dalam sebuah system nilai-nilai universal. Weber tak bersedia untuk melihat fenomena secara sederhana dikarenakan pada kenyataan bahwa itu adalah fenomena , baik di lihat dari ilmu alam maupun ilmu kebudayaan. Terhadap para penganut idealis weber sepakat bahwa peranan ilmu-ilmu kebudayaan adalah untuk memahami makna-makna.

PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA_TUGAS 1_ESTI NURHAYATI_109051000003


PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA
Komunikasi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner karena pendekatan-pendekatan yang digunakan berasal dari berbagai disiplin ilmu lainnya, seperti; sosiologi, psikologi, antropologi, linguistik, dan politik. Berbagai pendekatan yang digunakan masing-masing disiplin ilmu ini berbeda-beda sehingga kajian-kajian ilmu komunikasi pun menjadi kompleks dan perlu dilihat dari beberapa sudut pandang (perspektif). Salah satu kajian ilmu komunikasi adalah komunikasi massa. Banyak teori dalam kajian komunikasi massa yang dapat dilihat dan  dijelaskan dari berbagai perspektif yang berbeda.

TEORI STRUKTURALIS_TUGAS KE 2_ESTI NURHAYATI_109051000003


TEORI STRUKTURALIS
Teori struktural sastra tidak memperlakukan sebuah karya sastra tertentu sebagai objeknya kajiannya. Yang menjadi objek kajiannya adalah sistem sastra, yaitu seperangkat konvensi yang abstrak dan umum yang mengatur hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh. Meskipun konvensi yang membentuk sistem sastra itu bersifat sosial dan ada dalam kesadaran masyarakat tertentu, namun studi sastra struktural beranggapan bahwa konvensi tersebut dapat dilacak dan dideskripsikan dari analisis struktur teks sastra itu sendiri secara otonom, terpisah dari pengarang ataupun realitas sosial. Analisis yang seksama dan menyeluruh terhadap relasi-relasi berbagai unsur yang membangun teks sastra dianggap akan menghasilkan suatu pengetahuan tentang sistem sastra.[1]

Teori Idealis_Tugas ke 3_ Esti Nurhayati_109051000003


TEORI IDEALIS
Menurut Max Weber, Teori Ideal yaitu suatu konstruksi dalam pikiran seorang peneliti yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis gejala-gejala dalam masyarakat.
Idealisme dari bahasa Inggris yaitu Idealism dan kadang juga dipakai istilahnya mentalisme atau imaterialisme. Istilah ini pertama kali digunakan secara filosofis oleh Leibniz pada mula awal abad ke- 18. Leibniz memakai dan menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, secara bertolak belakang dengan materialisme Epikuros. Idealisme ini merupakan kunci masuk ke hakikat realitas.[1]
Ideologi adalah pembenar tatanan tertentu, ideologi muncul dari tatanan itu dan ideologi cenderung melestarikan tatanan yang ada itu dengan menghiasinya dengan legitimasi. Karena itu, ideologi adalah bagian dari suprastruktur yang dibangun atas landasan materiil masyarakat.

Minggu, 24 Maret 2013

teori idealis (pendekatan isi / konten)_Quinn Rizqy_tgs ke3

Teori Idealis (Pendekatan Isi/Konten)
Teori idealis menekankan perubahan pada sebuah ide, nilai dan ideologi. Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan sedangkan nilai merupakan anggapan terhadap suatu yang pantas atau tidak pantas, dan ideologi berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat. Oleh karena itu, Teori idealis merupakan nilai yang di yakini bisa membuat perubahan. Dalam  teori ini orang-orang berpaham idealis percaya dengan membangun suatu keyakinan akan membuat dia berubah menjadi orang yang sukses.

psikologi Newtonian-Badzlia-PMI 6-Tugas 2

Nama                          : Badzlia Rusydina Framutami
Judul                          : Psikologi Newtonian 
Jurusan                      : PMI VI / 6
Fakultas                     : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah jakarta
Seperti halnya biologi dan kedokteran, psikologi telah dibentuk oleh paradigma Cartesian. Para psikolog mengikuti Descartes dengan membuat pemisahan ketat antara res cogitans dengan res extensa, sehingga menyulitkan mereka dalam memahami bagaimana akal pikiran dan tubuh itu berinteraksi satu sama lain. Kekacauan tentang peran dan hakikat akal yang terjadi sekarang ini merupakan konsekuensi nyata dari pemisahan Cartesian.

Teori Strukturalis(pendekatan institusional)_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas 2

TEORI STRUKTURALIS (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)_NURUL RIZKI SALAM_109051000154_TUGAS 2
1.      Pendahuluan
Teori – teori dalam sosiologi oleh para ahli sosiologi diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pertama, berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori,yakni sosiologi klasik dan modern. Namun perkembangan selanjutnya, teori sosiologi diklasifikasikan ke dalam sosiologi post modern.
Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal) Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokoh-tokoh: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh: Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel. Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.

Teori Strukturalis_M.Irfan Faqih_108051100061_Tugas ke-2


Teori Strukturalis
Struktur adalah bangunan teoretis yang terbentuk dari sejumlah komponen yang berhubungan satu sama lain. Struktur menjadi aspek utama dalam strukturalisme. Dengan kata lain, strukturalisme adalah teori yang menyatakan bahwa berbagai gejala budaya dan alamiah sebagai bangun teoritis yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain. Strukturalisme juga beranggapan bahwa seluruh organisasi manusia ditentukan secara luas oleh struktur sosial atau psikologi yang mempunyai logika independen yang menarik, berkaitan dengan maksud, keinginan, maupun tujuan manusia.

Sabtu, 23 Maret 2013

Tugas_Ekoman_Ahmad_Suheri_PMI6

Pandangan Hidup Mekanistik
Fisika baru berkembang pada abad kedua puluh, pandangan dunia mekanistik ala Descates dan prinsip –prinsip fisika ala Newton tetap mempertahankan pengaruhnya yang kuat pada pemikiran ilmiah barat, dan bahkan pada dewasa ini banyak ilmuan masih memegang teguh paradigma mekanistik, meskipun para fisikawan sendiri telah melampauinya.
Louis Pesteur menyatakan hal ini dengan indahnya, "Ilmu berkembang melalui jawaban-jawaban sementara terhadap serangkaian pertanyaan yang semakin tajam, yang mencapai esensi fenomena alam dengan semakin dalam".

Pandangan Hidup Sistem_Vivih Rahmawati_Tugas1_PMI6

Pandangan Hidup Sistem

Pandangan sistem melihat dunia dalam pengertian hubungan dan integrasi. Sistem merupakan keseluruhan yang terintegrasi yang sifat-sifatnya tidak dapat direduksi menjadi sifat-sifat unit yang lebih kecil. Pendekatan sistem tidak memusatkan pada balok-balok bangunan dasar atau zat-zat dasar melainkan lebih menekankan pada prinsip-prinsip organisasi dasar. Misalnya setiap organisme seperti hewan, tumbuhan, dan manusia semuanya saling berhubungan dan ketergantungan berarti sebuah sistem yang hidup. Karena Semua sistem alam merupakan keseluruhan yang struktur-struktur khususnya muncul dari interaksi dan saling ketergantungan bagian-bagiannya. Aktivitas sistem ini melibatkan suatu proses yang dikenal dengan proses transaksi-interaksi seketika dan ketergantungan satu sama lain antar komponen majemuk. Sifat-sifat sistemik menjadi rusak pada waktu suatu sistem dipotong-potong, baik secara fisik maupun secara teoritis menjadi elemen-elemen yang terpisah.

perspektif_Surya Wiratama_tugas ke 2

PERSPEKTIF

Perspektif = Cara pandang
Perspektif merupakan suatu kumpulan asumsi maupun keyakinan tentang sesuatu hal, degan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara tertentu, dan cara-cara tersebut berhubungan dengan asumsi dasar yang menjadi dasarinya, unsur-unsur pembentuknya dan ruang lingkup apa yang dipandangnya.
·         Perspektif kadang juga disebut paradigma, kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata.
·        

Jumat, 22 Maret 2013

sisi gelap pertumbuhan_fikri dzulkarnain_tgs ke 1_pmi 6


Sisi Gelap Pertumbuhan
            Pertumbuhan teknologi yang berlebihan telah menciptakan suatu lingkungan di mana kehidupan menjadi tidak sehat baik secara fisik maupun secara mental. Udara yang tercemar, suara yang mengganggu, kemacetan lalu lintas, bahan pencemar kimia, bahaya radiasi, dan banyak sumber stres fisik dan psikologis telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar dari kita sehari-hari. Bahaya kesehatan yang multisegi bukan hanya akibat samping kemajuan teknologi yang bersifat insidental; bahaya itu merupakan ciri integrasi sistem ekonomi yang tergoda oleh pertumbuhan dan perluasan, yang terus-menerus meningkatkan teknologi tingginya dalam rangka meningkatkan produktivitas.
           

Rabu, 20 Maret 2013

Tugas EkoMan1 (Ika Septi Trisnowati_PMI 6)

SISI GELAP PERTUMBUHAN_IKA SEPTI TRISNOWATI_TUGAS KE-1

SISI GELAP PERTUMBUHAN
Pandangan dunia  Descartes yang mekanistik telah berpengaruh kuat pada semua ilmu kita dan pada cara berpikir Barat pada umumnya. Mengarah pada dua metode, yakni metode mereduksi fenomena yang komplek menjadi balok-balok bangunan dasar dan metode mencari mekanisme yang dipakai untuk berinteraksi. Dimana metode tersebut telah mendarah daging dalam kebudayaan, sehingga sering diidentifikasikan sebagai metode ilmiah. Adapun konsekuensi dari penekanan pada ilmu reduksionis itu, kebudayaan kita telah menjadi sangat terpecah-pecah dan telah mengembangkan teknologi, institusi, dan gaya hidup yang benar-benar tidak sehat.

PERSPEKTIF DALAM PSIKOLOGI SOSIAL_Nur halimah_tugas2


Berbagai  perspektif dalam psikologi sosial yang bisa digunakan untuk memahami perilaku sosial. Ada empat perspektif, yaitu diantaranya:
1.        Perspektif struktural
Perspektif struktural menekankan bahwa perilaku seseorang dapat dimengerti dengan sangat baik jika diketahui peran sosialnya. Hal ini terjadi karena perilaku seseorang merupakan reaksi terhadap harapan orang-orang lain. Untuk menjelaskan perilaku sosial seseorang dapat dikaji sebagai  sesuatu proses yang instinktif,  karena kebiasaan, dan juga yang bersumber dari proses mental. William James dan John Dewey menekankan pada penjelasan kebiasaan individual, tetapi mereka juga mencatat bahwa kebiasaan individu mencerminkan kebiasaan kelompok, yaitu adat-istiadat masyarakat atau struktur sosial. struktur sosial terdiri atas jalinan interaksi antar manusia dengan cara yang relatif stabil.

Teori psikologi sosial

Nama : Iis Sudiyanti
Pmi4_tugas ke 2
Teori Struktural
Struktural mula tumbuh dan terkenal di Perancis menerusi Claude Levi-Strauss. Seorang antropologi K. M. Newton (1997:83) yang mengaplikasikan Strukturalisme Liguistik Saussure dalam kajiannya terhadap fenomena mitos, perhubungan kekeluargaan dan peraturan permakanan. Structural berkembang luas pada dekad 1960-an sebagai usaha menerapkan kaedah dan wawasan Ferdinand de Saussure. Terry Eagleton 1983 : 106. K. M. Newton, 1997 : 86 berpendapat sesuatu teori yang sangat terpengruh bagi menggantikan pandangan positivisme atau kaedah analisis yang berasaskan empirical. Ferdinand de Saussure iaitu seorang ahli falsafah swiss pada tahun 1857 hingga 1913.

Teori Teori dasar psikologi_Fevi Salehah_Tugas1

A.    Psikologi Sosial menurut Para Pakarnya
Mengutip arti psikologi sosial dari para pakarnya
a.    Watson,1966 mengatakan bahwa Psikologi sosial adalah ilmu tentang interaksi manusia
b.    Dewey dan Huber,1966 menyatakan bahwa Psikologi sosial adalah studi tentang manusia individual tentang manusia individu ketika ia berinteraksi, biasanya secara simbolik , dengan lingkungannya,
c.    Sherif dan Muzfer,1956: Psikologi adalah ilmu tentang pengaaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan stimulasi sosial

prespektif psikologi sosial_Fevi Salehah_tugas ke 2

Perspektif psikologi sosial
Ada empat perspektif dalam psikologi sosial yaitu:
A.    Perilaku (behavioral perspectives)
B.     Kognitif (cognitive perspectives)
C.     Sruktural (structural perspectives)
D.    Interaksionis (interactionis perspectives)
1.      Perspektif prilaku (Behavioral perspectives)
Pendekatan ini awalnya diperkenalkan oleh John B.Watson (1941, 1919). Pendekatan ini cukup menyimpan banyak perhatian psikologi diantara tahun 1920 sampai 1960-an. Watson menyarankan agar pendekatan ini tidak sekedar pendekatan alternatif  bagi pendekatan instinktif dalam memahami perilaku sosial, tetapi juga merupakan alternatif  lain yang juga memfokuskan pada fikiran, kesadaran, ataupun imajinasi.  Tingkah laku sosial dipandang sebagai suatu hasil atau akibat dari proses akal.

Perspektif Psikologi Sosial_Rizka Arfeini_Tugas2

       Berbagai alternatif yang berkembang dari kedua pendekatan tersebut kemudian memunculkan berbagai  perspektif dalam psikologi sosial - seperangkat asumsi dasar tentang hal paling penting yang bisa dipertimbangkan sebagai sesuatu yang bisa digunakan untuk memahami perilaku sosial. Ada empat perspektif, yaitu : stuktural (structural perspectives), kognitif (cognitive perspectives), dan interaksionis (interactionist perspectives), perilaku (behavioral perspectives)
      Perspektif perilaku dan kognitif  lebih banyak digunakan oleh para psikolog sosial yang berakar pada psikologi. Mereka sering menawarkan  jawaban yang berbeda atas sebuah pertanyaan : "Seberapa besar perhatian yang seharusnya diberikan oleh para psikolog sosial pada kegiatan mental dalam upayanya memahami perilaku sosial?".

pandangan hidup sistem_taufik ramadhan_tugas ke 1

Pandangan Hidup Sistem
Visi ini melampaui batas-batas konseptual dan disiplin yang ada dewasa ini dan  akan dicari disetiap lembaga baru. Pada saat ini tidak ada kerangka yang telah mapan baik bersifat konseptual maupun institusional, yang akan membantu perumusan pradigma baru, tetapi garis-garis besar kerangka semacam itu telah dibentuk oleh banyak pribadi, komunitas, dan jaringan yang mengembangkan cara-cara baru untuk memikirkan dan mengorganisasi diri mereka sendiri sesuai dengan prinsip-prinsip baru.

Perspektif Psikologi Sosial_Siti Nuraini_2


Pengertian
 kognitif adalah adalah bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian di sekitarnya. Hal tersebut diutarakan oleh oleh Piaget (Hetherington & Parke, 1975). Pieget memandang bahwa anak memainkan peran aktif di dalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas, anak tidak pasif menerima informasi. Selanjutnya walaupun proses berpikir dan konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasi oleh pengalamannya dengan dunia sekitarnya, namun anak juga aktif menginterpretasikan informasi yang ia peroleh dari pengalaman, serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi.         

Selasa, 19 Maret 2013

Model Biomedis_Mia MAisyatur R_Tugas 1


Model biomedis terbentuk dari pemikiran Descartes pada pemikiran kedokteran yang membentuk landasan konseptual kedokteran ilmiah modern. Tiga abad setelah Descartes, ilmu kedokteran, sebagaimana ditulis oleh George Engel, masih didasarkan atas " pengertian tubuh sebagai mesin, dan penyakit sebagai konsekuensi rusaknya mesin, dan tugas dokter memperbaiki mesin itu. Hal yang menjadi kelemahan paling serius dari pendekatan biomedis adalah ketika ilmu kedokteran tidak lagi mampu berhadapan dengan fenomena penyembuhan. Alasan dari tidak dimasukkannya biomedis kedalam fenomena penyembuhan karena peyembuhan merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dipahami dalam pengertian reduksionis.

Pandangan Hidup Sistem_Nurul Vivi_tugas ke-1

Pandangan Hidup Sistem
Suatu biologi memandang suatu organisme sebagai suatu sistem hidup dan bukannya sebagai suatu mesin. Pandangan sistem melihat dunia dalam pengertian hubungan dan integritas. Sistem adalah keseluruhan yang terintegrasi yang sifat-sifatnya tidak dapat direduksi menjadi sifat-sifat unik yang kecil. Pendekatan sistem tidak memusatkan pada balok-balok bangunan dasar atau zat-zat dasar melainkan lebih menekankan pada prinsip-prinsip organisasi dasar. Contoh-contoh sistem semacam ini terdapat di alam raya. Setiap organisme dari bakteri yang paling kecil, bermacam-macam tumbuh-tumbuhan dan binatang, hingga manusia merupakan suatu keseluruhan yang terintegrasi dan dengan demikian berarti sebuah sistem yang hidup. Sel-sel itu merupakan sistem yang hidup, dan begitu pula berbagai jaringan dan organ tubuh; otak manusia merupakan satu contoh sistem hidup yang paling kompleks. Namun, sistem itu tidak terbatas pada organisme individual dan bagian-bagiannya. Aspek-aspek kesluruhan yang sama juga ditunjukkan oleh sistem-sistem sosial semacam komunitas semut, sarang lebah, atau keluarga manusia dan juga ditunjukkan oleh ekosistem yang terdiri atas berbagai organisme dan benda mati dalam suatu interaksi timbal-balik.

Persepektif Psikologi Sosial_ M.IRHAMNI

M.IRHAMNI
PMI 4
Interaksi sebagai sebuah kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau balasan atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Sebuah konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
Sedangkan menurut Shaw, ia mendefinisikan bahwa interaksi adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku saling mempengaruhi satu sama lain.

Teori Dasar Psikologi Sosial_Syifa Thoyyibah_2

Teori-teori awal yang dianggap mampu menjelaskan perilaku seseorang, difokuskan pada dua kemungkinan  :
1)      Perilaku diperoleh dari keturunan dalam bentuk instink-instink biologis - lalu dikenal dengan penjelasan "nature" 
2)      Perilaku yang diperoleh bukan dari keturunan melainkan diperoleh dari hasil pengalaman selama kehidupan mereka - dikenal dengan penjelasan "nurture". 
Penjelasan "nature"dirumuskan oleh ilmuwan Inggris Charles Darwin pada abad kesembilan belas di mana dalam teorinya dikemukakan bahwa semua perilaku manusia merupakan serangkaian instink yang diperlukan agar bisa bertahan hidup. Mc Dougal sebagai seorang psikolog cenderung percaya bahwa seluruh perilaku sosial manusia didasarkan pada pandangan ini (instinktif).

Sistem Sosial dalam Psikologi Sosial

Nama : Nur Fajrina (PMI 4)
NIM     : 1111054000009
Teori Struktural
Teori struktural di kemukakan oleh Emile Durkheim. Yang mana Emile Durkheim berpandangan bahwa struktur sosial itu terdiri dari norma-norma dan nilai-nilai dan melalui sosialisasi kita mempelajari defenisi-defenisi normatif ini, hanya melalui proses ini yang membuat anggota-anggota masyarakat menjalankan kehidupan sosial mereka. Bagi Durkheim walaupun kita mungkin menganggap dapat memilih perilaku tertentu untuk berinteraksi dengan orang lain, dalam realitasnya pilihan sebenarnya sudah disediakan oleh sistem nilai dan sistem norma untuk kita. Durkheim mengungkapkan bahwa pencapaian kehidupan sosial manusia dan eksistensi keteraturan sosial dalam masyarakat yang disebut Solidaritas Sosial, dimantapkan oleh sosialisasi, yang melalui proses tersebut manusia secara kolektif belajar standar-standar atau aturan-aturan perilaku.

Senin, 18 Maret 2013

Perspektif teori sosiologi untuk komunikasi_Saddam Husen_Tugas1

Perspektif teori sosiologi untuk komunikasi
I.                   Pendahuluan
Menurut  Bungin (2006:17),  bahwa asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri termasuk pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Gagasan-gagasan awal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran Hegel. Sementara Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Marx.
Menurut Ritzer sebagaimana dikutip Bungin, pemikiran Hegel yang paling utama adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika dipahami sebagai cara berpikir yang mana menekankan arti pentingnya suatu proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi. Dialektika juga dipahami oleh Hegel sebagai bagian yang berhubungan satu dengan lainnya. Ternyata berawal dari pengajarannya tentang dialektika/hubungan inilah lalu kemudiannya timbullah gagasan-gagasan tentang komunikasi. Gagasan-gagasan ini, oleh Jurgen Habermas disebut dengan tindakan komunikasi (interaksi). selanjutnya Bungin (2006 : 19) juga menyebutkan bahwa ternyata sosiologi telah menaruh minat pada persoalan komunikasi. Sejak Auguste Comte memperkenalkan istilah dinamika sosial, lalu konsep kesadaran kolektif oleh Emile Durkheim, interaksi sosial versi Karl Marx, tindakan komunikatif dan teori komunikasi dari Jurgen Habermas merupakan titik awal munculnya sosiologi komunikasi.

Prespektif dalam Psikologi sosial_Ahmad Afandi_tugas2

Prespektif Psikologi Sosial
Ada kalanya  Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenis- nya. Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan keprib- adian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struk- tur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial.

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_ Sita Mawarni_Tugas 1

 Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_ Tugas 1

A.    Pendahuluan
            Pitirim A. Sorokin menjelaskan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal seperti: Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerak masyarakat dengan politik. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala nonsosial. Misalnya gejala geografis dan gejala biologis. Ciri-ciri umum daripada semua jenis gejala-gejala sosial.
Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan sebuah informasi kepada khalayak luas. Adapun keterkaitan antara teori komunikasi massa dengan teori sosiologi yaitu ketika berbicara tentang bagaimana tatanan sosial di dalam masyarakat, dan bagaimana keterlekatan individu dalam berbagai unit sosial. [1]

Pandangan Hidup Sistem_M.Imamudin Arya_Tugas 1 _PMI 6

Nama  : M.Imamudin Arya
Nim     : 111005400013
Jurusan : Pengembangan Masyarakat Islam

Pandangan Hidup Sistem
Visi ini melampaui batas-batas konseptual dan disiplin yang ada dewasa ini dan  akan dicari disetiap lembaga baru. Pada saat ini tidak ada kerangka yang telah mapan baik bersifat konseptual maupun institusional, yang akan membantu perumusan pradigma baru, tetapi garis-garis besar kerangka semacam itu telah dibentuk oleh banyak pribadi, komunitas, dan jaringan yang mengembangkan cara-cara baru untuk memikirkan dan mengorganisasi diri mereka sendiri sesuai dengan prinsip-prinsip baru.

TEORI STRUKTURALIS (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)_NANDA CAHAYA FEBRIANA_PERTEMUAN2

TEORI STRUKTURALIS(PENDEKATAN INSTITUSIONAL)
NANDA CAHAYA FEBRIANA(1110051000141)
SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA
I.       Pendahuluan
Dalam sejarah dan perkembangan Ilmu Sosiologi kita mengenal banyak paham dan teori-teori yang bermunculan. Teori-teori tersebut lahir dari pemikir-pemikir yang dipengaruhi oleh pemikir yang sebelumnya mendominasi Ilmu Sosiologi. Salah satu teori yang bermunculan dalam Ilmu Sosiologi adalah Teori Strukturalisme. Sebelum membahas jauh tentang Strukturalisme, ada baiknya kita sedikit melihat kebelakang mengenai teori structural-fungsional yang muncul di Amerika. Tokoh yang menjadi bapak dari teori ini adalah Talcott Parsorns. Dalam buku yang berjudul The Social system karya Barber tahun 1994 dikatakan bahwa Parsons memiliki kencendrungan pada struktur masyarakat dan pada antarhubungan berbagai struktur itu. Berbagai stuktur itu dapat dilihat dari saling mendukung dan cenderung menuju pada keseimbangan yang dinamis.

teori strukturalisme_Susi Aryani_pertemuan ke-2

Nama: Susi Aryani
Kelas: KPI 6 F
NIM: 1110051000175
TEORI STRUKTURALISME
       I.            PENDAHULUAN
            Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial ( norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial atau stratifikasi sosial.
            Stratifikasi sosial[1] adalah perbedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya. Menurut Pitirim A. Sorokin stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokkan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang bertingkat, kelas tinggi, menengah, dan rendah.
            Strukturalisme[2] adalah sebuah teoru yang memusatkan perhatiannya pada struktur. Struktur disini adalah struktur linguistik bukan struktur sosial. Teori strukturalisme lahir dari perkembangan studi ilmu bahasa (linguistik).

Teori strukturalisme, daniella putri islamy kpi6f

TEORI STRUKTURALISME
 (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)

Daniella Putri Islamy (111051000176) KPI VI F

1.      Pendahuluan
Pada tahun 1966 adalah tahun memancarnya struktualisme di Eropa, khususnya Perancis. Strukturalisme adalah paham atau pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan memiliki suatu struktur yang sama dan tetap.[1] Strukturalisme juga sebuah pembedaan secara tajam mengenai masyarakat dan ilmu kemanusiaan, khususnya terjadi di Perancis pada tahun 1950 hingga 1970. Strukturalisme berasal dari bahasa Inggris, structuralism; latin struere yang artinya membangun, serta structura yang artinya bangunan.[2] 

teori strukturalisme_Quinn Rizqy_tugas ke 2

Teori Strukturalis

Pada mata kuliah sosiologi komunikasi massa kita banyak membahas tentang beberapa
macam teori-teori di dalamnya. Salah satu teori dari ilmu sosiologi yaitu "Teori Strukturalisme".
Strukturalisme merupakan suatu gerakan pemikiran filsafat yang mempunyai pokok pikiran bahwa semua masyarakat dan kebudayaan mempunyai suatu struktur yang sama dan tetap.

EKOMAN_1_LILIS_YUNENGSIH_PMI

Nama  : Lilis Yunengsih
Nim     : 111005400005
Jurusan : Pengembangan Masyarakat Islam
Menuju Zaman Surya
Pandangan hidup sistem merupakan suatu landasan yang kuat tidak hanya bagi ilmu-ilmu perilaku dan kehidupan melainkan juga bagi ilmu-ilmu sosial, terutama ilmu ekonomi. Semua persoalan ekonomi kita dewasa ini sebenarnya merupakan persoalan-persoalan yang sistematik yang tidak lagi dapat dipahami.
Para ekonom konvensional, baik neoklasik, Marxis, Keynestian, atau pasca Keynestian, pada umumnya kurang memiliki suatu perspektif ekologis. Para ekonom cenderung memisahkan ekonomi dari struktur ekologis yang melingkupinya, dan cenderung menggambarkannya dalam pengertian model-model teoritis yang sederhana dan sangat tidak realistik. Sebagian besar dari konsep dasar mereka, yang didefinisikan secara sempit dan digunakan tanpa konteks ekologis yang terkait, tidak lagi tepat untuk memetakan aktivitas-aktivitas ekonomi dalam sebuah dunia yang secara fundamental saling tergantung.

Gelombang Yang Berbalik_Badzlia Rusydina F_Tugas 1

Nama                          : Badzlia Rusydina Framutami
Judul                          : Gelombang yang berbalik
Jurusan                      : PMI VI / 6
Fakultas                     : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah jakarta
Pada awal dua dasawarsa terakhir abad kedua puluh, kita menemukan diri kita berada dalam suatu krisis global yang serius, yaitu suatu krisis kompleks yang multidimensional yang segi-seginya menyentuh setiap aspek kehidupan kesehatan dan mata pencaharian, kualitas lingkungan, dan hubungan sosial, ekonomi, teknologi, dan politik. Krisis ini merupakan krisis dalam dimensi-dimensi intelektual, moral, dan spiritual; suatu krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam catatan sejarah umat manusia. Untuk pertama kalinya kita dihadapkan pada ancaman kepunahan ras manusia yang nyata dan semua bentuk kehidupan di planet ini.

Teori fungsional struktural_Nyimas Ayu_Tugas2

Teori fungsional struktural berkembang dari pardigma fakta sosial dalam teori sosiologi, Dimana menempatkan sosiologi pada alam kenyataan yang terjadi di lapangan kemasyaratan. Hal ini kemudian
menempatkn sosiologi untuk menguraikan kontruksi mekanisme sosial yang telah ada unuk dirangkum dalam sebuah teori. Atau bisa dikatakan paradigma ini berupaya meneoritisikan sebuh kejadian di ranah sosial
kemasyarakatan. Ciri-ciri utama Fakta Sosial yang dimaksud adalah:

Teori Strukturalisme (Pendekatan Institusional)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas2

TEORI STRUKTURALISME (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Secara etimologis struktur berasal dari bahasa latin Structure yang berarti bentuk atau bangunan. Sedangkan kata struktur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; (2) yang disusun dengan pola tertentu; (3) pengaturan unsur-unsur dari suatu benda; (4) ketentuan unsur-unsur dari suatu benda; (5) Ling pengaturan pola dalam bahasa secara sintagmatis[1]. Jadi, struktur merupakan suatu bentuk atau bangunan yang tersusun.

Kebuntuan ilmu ekonomi_NurHandayani_Tugas1

Nama : Nur Handayani, Pengembangan Masyarakat Islam (VI) BAB 7 KEBUNTUAN ILMU EKONOMI

Dalam abad kita tendensi untuk mencontoh konsep dan teori ilmiah menurut fisika a la Newton semacam ini telah menjadi suatu rintangan berat dalam banyak bidang, tetapi barangkali yang paling banyak adalah
ilmu-ilmu social. Ilmu social secara tradisional telah dianggap sebagai yag "terlunak" diantara ilmu-ilmu yang lain, dan ilmuan social telah mencoba dengan sangat keras untuk memperoleh kehormatan dengan
cara mengadopsi paradigm a la Descartes dan metode-metode fisika a la Newton. Namun demikian, kerangka a Ia Descartes seringkali sangat tidak cocok untuk fenomena-fenomena yang mereka telah menjadi semakin realistik.

Teori Struktural (Pendekatan Institusional), Anjar Sukmawati Maurie, Pertemuan 2

Teori Struktural (Pendekatan Institusional)
Tugas Ke-2
Teori struktural memandang bahwa setiap bahasa memiliki strukturnya sendiri (berbeda dengan teori tradisional yang menganggap bahwa semua bahasa mesti berciri seperti bahasa Latin dan Yunani kuno). Teori ini pusat perhatiannya adalah bunyi, maka definisi bahasa, ditinjau dari kacamata teori struktural, adalah ujaran, sedangkan bentuk-bentuk lain selain ujaran, termasuk tulisan, bukanlah bahasa. Sebab itu, teori ini punya jasa besar dalam kajian sistem bunyi bahasa; selain itu, morfologi juga mendapat porsi riset yang besar – sintaksis belum dipelajari secara mendalam oleh strukturalisme, meskipun sudah ada hasilnya bagi bahasa, dalam bahasa Inggris misalnya. .

perspektif teori sosiologi untuk media massa, Anjar Sukmawati Maurie, Pertemuan 1

Nama               :Anjar sukmawati Maurie
Nim                 : 1110051000196
Kelas               : Kpi 6f
Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik) baik itu media elektronik maupun media cetak Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan mempengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagiandari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak massa dengan menggunakan saluran-saluran media massa. Jadi komunikasi massa tidak sama dengan media massa. Media massa hanyalah salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi.

Minggu, 17 Maret 2013

kebuntuan ilmu ekonomi_umu salamah_tugas 1


Nama               : Umu Salamah (1110054000016)
Jurusan            : Pengembangan Masyarakat Islam (PMI VI)

Dalam abad kita tendensi untuk mencontoh konsep dan teori ilmiah menurut fisika a la Newton semacam ini telah menjadi suatu rintangan berat dalam banyak bidang, tetapi barangkali yang paling banyak adalah ilmu-ilmu social. Ilmu social secara tradisional telah dianggap sebagai yag "terlunak" diantara ilmu-ilmu yang lain, dan ilmuan social telah mencoba dengan sangat keras untuk memperoleh kehormatan dengan cara mengadopsi paradigm a la Descartes dan metode-metode fisika a la Newton.
Ilmu ekonomi saat ini ditandai dengan pendekatan reduksionis dan terpecah-pecah yang merupakan symbol bagi kebanyakan ilmu-ilmu social. Para ahli ekonomi biasanya gagal mengetahui bahwa ekonomi hanyalah satu aspek dari suatu keseluruhan susunan ekologis dan social; suatu system hidup yang terdiri dari manusia dalam interaksi yang terus-menerus satu sama lain dan dengan sumber daya alamnya, yang sebagian besar diantaranya berupa organisme hidup. Kesalahan mendasar ilmu-ilmu social adalah membagi-bagi susunan ini menjadi potongan-potongan, yang dianggap mandiri dan dihadapi dalam bidang akademik yang terpisah.

Cari Blog Ini