TEORI KRITIS
Daniella Putri Islamy (111005100176)
KPI 6 F
Teori Kritis merupakan salah suatu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hegel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain. Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoritis yang sama yakni semangat untuk melakukan emansipasi.[1]
Tujuan teori kritis adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan atau institusi sosial, politik atau ekonomi yang ada, yang cenderung tidak kondusif bagi pencapaian kebebasan, keadilan, dan persamaan.
|
Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Selasa, 02 April 2013
TEORI KRITIS_daniella putri islamy/ kpi 6 f_tugas5
Daniella Putri Islamy/6KPIF
PERPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA
DANIELLA PUTRI ISLAMY
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM VI/F
1. Pendahuluan
Sosiologi berasal dari dua kata, yaitu socious dan logos. Socious berarti sosial dan logos berarti ilmu. Secara singkat dapat diartikan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan perubahan sosial dalam interaksi masyarakat[1]. Ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalam mempengaruhi sistem tersebut.
|
Senin, 01 April 2013
Tugas 3. Teori Idealis (Pendekatan Isi/Content)/ Nur Oktaviani (109051000126)
Pendahuluan
Menurut Bungin, bahwa asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri termasuk pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Gagasan-gagasan awal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran Hegel. Sementara Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Marx. Menurut Ritzer sebagaimana dikutip Bungin, pemikiran Hegel yang paling utama adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika dipahami sebagai cara berpikir yang mana menekankan arti pentingnya suatu proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi. Dialektika juga dipahami oleh Hegel sebagai bagian yang berhubungan satu dengan lainnya. Ternyata berawal dari pengajarannya tentang dialektika/hubungan inilah lalu kemudiannya timbullah gagasan-gagasan tentang komunikasi. Gagasan-gagasan ini, oleh Jurgen Habermas disebut dengan tindakan komunikasi (interaksi). [1]
TEORI KRITIS_NANDA CAHAYA FEBRIANA_TUGAS KE 4
TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
NANDA CAHAYA FEBRIANA (1110051000141)
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
I. Pendahuluan
Teori Kritis adalah salah satu teori yang tidak asing lagi ketika kita membicarakan kajian sosiologi. Dalam sejarah perkembangan sosiologi sebelum munculnya teori kritis, banyak kajian yang membahas tentang paham Marxis. Yap, tidak salah lagi paham tersebut berasal dari nama salah satu tokoh yang berpengaruh dalam kajian sosiologi, yaitu Karl Marx. Menurut Marx menyatakan bahwa sebuah sistem ekonomi merupakan unsur terpenting dan menegaskan bahwa sistem ekonomi akan sangat menentukan semua sector masyarakat lainnya. Intinya sector ekonomi ini sangat berpengaruh khususnya pada kalangan kapitalis, namun tetap dipergaruhi adanya timbal balik secara terus menerus dari berbagai kalangan di masyarakat.
teori kritis_susi aryani_pertemuan ke-4
Nama: Susi Aryani
Kelas: KPI 6 F
NIM: 1110051000175
TEORI KRITIS
I. PENDAHULUAN
Berbicara mengenai sejarah dan perkembangan ilmu komunikasi Everett M. Rogers dalam bukunya A History of Communication Study (1994) membagi dalam tiga fase, yaitu: studi komunikasi diawali di Eropa yang dipengaruhi oleh Charles Darwin dengan teori evolusinya, Sigmund Freud dengan teori psikonalitik, Karl Marx dan Critic School (Marx dan madzhab kritis-nya).
Karl Marx ( 1818- 1883 ) lahir di Trier, Jerman dilembah sungai Moselle, suatu lahan perkebunan anggur dekat dengan Luxemburg dan pelabuhan Prancis.
Marx adalah satu dari sekian banyak kaum intelektual yang berpengaruh sepanjang masa. Ia adalah penulis yang hebat dan menjadi orang media yang paling kompeten dan juga merupakan pengkritik kapitalisme yang paling keras[1].
Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas4
TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A. Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]
Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas4
TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A. Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]
TEORI KRITIS_NURUL RIZKI SALAM_TUGAS 4 (109051000154)
TEORI KRITIS _NURUL RIZKI SALAM_109051000154_TUGAS 2
1. Pendahuluan
Teori – teori dalam sosiologi oleh para ahli sosiologi diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pertama, berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori,yakni sosiologi klasik dan modern. Namun perkembangan selanjutnya, teori sosiologi diklasifikasikan ke dalam sosiologi post modern.
Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal) Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokoh-tokoh: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh: Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel. Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.
teori kritis_ nyi mas ayu galuh s.w_ tugas-4
Teoti kritis _ nyi mas ayu galuh s.w_ 1110051000161 _ kpi 6f _ tugas ke-4.
Teori kritis.
Teori kritis awalnya adalah teori yang berkembang dengan pemikiran marxis, tapi semakin berkembang teori ini malah lebih menjauh dari pemikiran marxis. Teori ini mau mencoba memperbaharui dan merekonstruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. Ciri dari teori kritik masyarakat adalah bahwa teori tersebut bertitik tolak dari inspirasi pemikiran sosial Karl Marx, tapi juga sekaligus melampaui bangunan ideologis marxisme bahkan meninggalkan beberapa tema pokok Marx dan menghadapi masalah masyarakat industri maju secara baru dan kreatif.
Minggu, 31 Maret 2013
Teori Kritis_Quinn Rizqy B_tgs ke4
TEORI KRITIS
Teori kritis merupakan anak cabang pemikiran Marxis, teori ini mencoba memperbaharuhi dan merekontruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. secara klafikasi teori kritis dapat digolongkan pada kelompok Neo-Marxis Jerman yang tak puas dengan keadaan teori Marxian (Bernstein,1995;Kellner,1993), terutama kecendrungannya terhadap determinisme ekonomi. Teori kritis ini resmi didirikan di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Febuari 1923, meski pada saat itu anggotanya telah aktif sebelum organisasi didirikan (Wiggershaus,1994). Teori kritis telah berkembang melampaui batas aliran Frankfurt (Calhoun dan Karaganis,2001;Telos,1989-90).
Sabtu, 30 Maret 2013
Teori Strukturalis (pendekatan institusional)_SURYA WIRATAMA 109051000236_Tugas Ke 3
Teori Strukturalis (pendekatan institusional)
Perspektif Struktural fungsional
3 perspektif besar dalam sosiologi
1. Perspektif Struktural fungsional
2. Perspektif idealis konstruktifis
3. Perspektif marxis kritis
Kamis, 28 Maret 2013
Tugas_Ekoman_Kelompok_4_(A.Suheri,Nurhandayani,A.SeptiawanB)
Penanganan Sampah untuk Menuju Kota Bersih dan Sehat
1. Latar Belakang
Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (Bapedalda, 2000). Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung.
tugas proposal kelompok 3 project EKOMAN_pengadaan pot bunga pada setiap rumah susun didaerah pasar minggu jaksel
|
Pengadaan Pot Bunga Pada Setiap Rumah Susun (Penghijauan) Di Daerah Pasar Minggu Jaksel
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan merupakan salah satu dari pada alam benda hidup yang terdapat di alam semesta. Tumbuhan merupakan organisma yang terkandung dalam alam Plantae. Biasanya, organisma yang menjalankan proses fotosintesis diklasifikasikan sebagai tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk menjalani proses fotosintesis.
Tumbuhan merangkumi semua benda hidup yang mampu menghasilkan makanan dengan menggunakan klorofil untuk menjalani proses fotosintesis dan menghasilkan kanji. Sel tumbuhan berbeza dengan sel haiwan dalam beberapa segi termasuk sel tumbuhan mempunyai dinding sel.
|
Kelompok 5_Sanitasi Air Limbah Domestik di Pemukiman Bantaran Kali Ciliwung_Tugas2_PMI6
TOR
(Term Of Reference)
Sanitasi Air Limbah Domestik di Pemukiman Bantaran Kali Ciliwung
Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan memberikan dampak yang serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Dampak tersebut harus disikapi dengan tepat, khususnya dalam pengelolaan air limbah, oleh karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan konsumsi pemakaian air minun/bersih yang berdampak pada peningkatan jumlah air limbah.
Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan, khususnya terjadinya pencemaran pada sumber-sumber air baku. Untuk air minum, baik air permukaan maupun air tanah. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalui sistem setempat (on – site) ataupun melalui sistem terpusat (off-site).
Rabu, 27 Maret 2013
KELOMPOK SOSIAL_Nur halimah_Tugas3
Johnson & joshnson mendefinisikan kelompok sebagai berikut:
Bahwasanya sebuah kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka (pace to pace interaction), yang masing-masing menyadari keanggotaannya dalam kelompok, masing-masing menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok, dan masing-masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama.
Kelompok Sosial_Rizka Arfeinia_3
Kelompok-kelompok sosial yang terdiri dari Jenis2, Norma, Proses dalam Kelompok dan Kohesi Kelompok2 Sosial
1) Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.
Kelompok sosial atau sosial group dapat diartikan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Namun kelompok sosial itu dapat pula mirip dengan dengan situasi massa jika suatu perkumpulan yang berstruktur telah mempunyai anggota cukup banyak, misalnya suatu organisasi massa yang anggotanya satu persatu jarang mengadakan interaksi serba intensif dan yang kadang-kadang saja berkumpul dalam jumlah yang lengkap, sehingga interaksi antara anggotapun terbatas.
Kelompok Sosial_Siti Nuraini_Tugas 3
Kelompok sosial : Jenis-jenis, norma-norma, proses dalam kelompok, dan kohesi kelompok.
Menurut pengertiannya kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial. Menurut Josep S Roucek dan Roland S Warren kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
Kelompok-kelompok sosial_Nur Fajrina_3
Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.
Kelompok sosial atau sosial group dapat diartikan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Namun kelompok sosial itu dapat pula mirip dengan dengan situasi massa jika suatu perkumpulan yang berstruktur telah mempunyai anggota cukup banyak, misalnya suatu organisasi massa yang anggotanya satu persatu jarang mengadakan interaksi serba intensif dan yang kadang-kadang saja berkumpul dalam jumlah yang lengkap, sehingga interaksi antara anggotapun terbatas.
Kelompok Sosial_Fevi Saleha_3
Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Meurut robert biersted kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
- Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan orgaisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
Kelompok Sosial_Syifa Thoyyibah_3
Kelompok Sosial
A. Pengertian Kelompok Sosial.
Kelompok sosial merupakan suatu gejala yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung didalamnya. Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial.
Selasa, 26 Maret 2013
Kelompok Sosial_M. Irhamni_Tugas3
Kelompok merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang berrinteraksi satu dengan yang lain dan saling pengaruh mempengaruhi (shaw,1979). Tingkatan yang menunjukan anggota kelompok saling tertarik satu dengan yang lain menunjuk pada kohevisitas kelompok. Ada tiga makna tentang kohesivitas kelompok, pertama, ketertarikan pada kelompok termasuk rasa tidak ingin keluar dari kelompok. Kedua, moral dan tingkatan motivasi anggota kelompok. Ketiga, koordinasi dan kerjasama antar anggota kelompok
TEORI IDEALIS_nyi mas ayu galuh sw_3
Idealis adalah teori yang dikemukakan oleh max weber, tokoh sosiologi ini lahir pada 21 april 1864. Max weber telah memperkenalkanpentingnya pengertian tipe ideal yang dimaksudkan oleh weber adalah
sebagai ekspesi semua formulasi dan batasan konseptual pada sosiologi. Pengertiaan tipe ideal dirumuskan dengan cara memberikan tekanan sepihak serta intensifikasi terhadap satu atau beberapa aspek suatu peristiwa yang mencerminkan struktur mental yang seragam.Weber menekankan bahwa tipe ideal juga bersifat deskriptif murni dan tidak boleh disalahgunakan untuk menjelaskan data yang diungkapkan.
sebagai ekspesi semua formulasi dan batasan konseptual pada sosiologi. Pengertiaan tipe ideal dirumuskan dengan cara memberikan tekanan sepihak serta intensifikasi terhadap satu atau beberapa aspek suatu peristiwa yang mencerminkan struktur mental yang seragam.Weber menekankan bahwa tipe ideal juga bersifat deskriptif murni dan tidak boleh disalahgunakan untuk menjelaskan data yang diungkapkan.
Kelompok Sosial_Budhi Baihakki, Tugas ke 3
Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.
Ciri-ciri Kelompok Sosial
Ekoman_Bab8_RendySaputra_Tugas1
·Sisi Gelap Pertumbuhan
PANDANGAN dunia La Descartes yang mekanistik telah berpengaruh kuat pada semua ilmu kita dan pada cara berfikir barat pada umumnya. Metode mereduksi fenomena yang kompleks menjadi balok – balok bangunan dasar dan metode mencari mekanisme yang dipakai untuk berinteraksi, dan metode itu telah mendarah daging didalam kebudayaan kita sehingga sering diidentifikasikan dengan metode ilmiah. Pandangan, konsep, atau fikiran yang tidak sesuai dengan metode ilmiah.
Senin, 25 Maret 2013
TEORI IDEALIS
(Pendekatan Isi / Konten)
Daniella Putri Islamy (111051000176) KPI VI F
1. Pendahuluan
Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut, sosiologi memegang peranan penting dalam membantu memecahkan masalah-masalah sosial, Usaha-usaha untuk mengatasi masalah sosial juga tidak akan terwujud jika tidak ada peranan para ahli yang didasari dengan teori dan pemahaman ilmu sosiologi. Salah satunya yang berperan penting dalam perkembangan sosiologi yaitu Max Weber. Max Weber lahir di Erfrut, Jerman pada tanggal 21 April 1864, dari keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah seorang hakim di Erfrurt dan ketika di Berlin menjadi seorang penasihat di pemerintahan kota dan kemudian menjadi anggota Prussian House of Deputies dan Jerman Reichstag.
TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)_ NANDA CAHAYA FEBRIANA_TUGAS 3
TEORI IDEALIS (PENDEKATAN KONTEN/ ISI)
NANDA CAHAYA FEBRIANA
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM 6F
I.Pendahuluan
Ketika kita bicara mengenai teori idealis, pastinya kita pun tidak akan luput dari pembahasan mengenai tokoh sosiolog Max Weber. Ya, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Weber merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh pada teori idealis. Salah satu contoh yang paling signifikan adalah determinismenya dalam bidang ekonomi. Pandangannya dalam determinisme menyatakan bahwa ide-ide hanyalah sebuah refleksi kepentingan material (terutama kepentingan ekonomi), dan bahwa kepentingan material itu merupakan sebuah penentu lahirnya ideologi. Menurut Weber, perilaku manusia yang merupakan perilaku sosial harus mempunyai tujuan tertentu, yang terwujud dengan jelas. Maksudnya perilaku manusia tersebut harus memiliki makna yang jelas. Untuk menganalisis perilaku sosial, Weber membentuk tipe-tipe perilaku ideal sebagai pola, agar dapat membandingkannya dengan perilaku aktual.
Teori Idealis_Susi Aryani_Tugas3
NAMA : SUSI ARYANI
KELAS : KPI 6F
NIM : 1110051000175
TEORI IDEALIS
I. PENDAHULUAN
Max Weber merupakan ilmuan sosial terbesar pada masa paruh pertama abad 20. Penghargaan yang tinggi atas kekayaan karya Weber semata-mata diperoleh melalui suatu pengetahuan dari kajian-kajian empiriknya yang konsep-konsep teoritis dan metodologis digambarkan dan dikombinasikan dengan suatu penghargaan yang luar biasa dalam menjadikan data kesejarahan pada fokus baru yang lebih tajam.
Max Weber ( 1864-1920) adalah anak seorang liberal Jerman dari kelas menengah yang terpandang di kalangan politik Partai Liberal Nasional ( National Liberal Party) di masa Bismark. Max Weber belajar Ilmu Hukum dan ditunjuk sebagai dosen di Universitas Berlin. Pada tahun 1893 menjadi guru besar Ilmu Ekonomi di Heidelberg menggantikan seorang ekonom terkemuka Karl Knies.
Teori Idealis (Pendekatan Isi/Konsep)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas3
TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A. Pendahuluan
Kata idealis merupakan serapan kata dari bahasa Belanda, yaitu idealist. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idealisme adalah (1) aliran dalam falsafah yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dirasakan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita atau patokan yang dianggap sempurna; (3) karangan atau lukisan yang fantastis yang menunjukkan keindahan dan kesempurnaan.[1]
Teori idealis melihat bahwa perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor non-material, seperti ide, nilai, dan ideologi. Apa yang ada di luar sana (di lingkungan sekitar) dapat dibangun dengan ide-ide yang ada. Ide merupakan rancangan yang ada dalam pikiran[2] atau sebuah gagasan yang ingin kita aplikasikan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi masyarakat[3], dan ideologi merupakan sekumpulan konsep bersistem[4] yang dapat memengaruhi pola pikir lingkungan sekitarnya.
Tugas 2 Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional) / Nur Oktaviani (109051000126)
Pendahuluan
Dalam pembahasan sosiologi terdapat pembahasan mengenai teori Strukturalis. Secara Etimologis struktur berasal dari kata Structure, yang dalam bahasa latin berarti bentuk atau bangunan. Struktur berasal dari kata Structura (Latin) yang memiliki arti bentuk, bangunan (kata benda). Strukturalisme berasal dari bahasa Inggris, structuralism; latin struere (membangun), structura berarti bentuk bangunan. Struktur sendiri merupakan bangunan teoretis (abstrak) yang terbentuk dari sejumlah komponen yang berhubungan satu sama lain. Struktur menjadi aspek utama dalam strukturalisme. Dengan demikian, maka strukturalisme adalah teori yang menyatakan bahwa berbagai gejala budaya dan alamiah sebagai bangun teoritis (abstrak) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain relasi sintagmatis dan paradigmatis.[1]
Teori Idealis (Pendekatan Isi / konten),Anjar Sukmawati Maurie,Tugas Ke-3
Teori Idealis (Pendekatan Isi / konten)
Tugas Ke-3
Nama : Anjar Sukmawati Maurie
Kelas : Kpi 6f
Nim : 1110051000196
Teori Idealis menjelaskan tentang suatu penjelmaan pikiran, Untuk menyatakan eksistensi realitas, tergantung pada suatu pikiran dan aktivitas-aktivitas pikiran.
Max Weber
Weber mencoba memadukan tradisi Kantian dan Neo-Kantian, serta Idealistik dan Neo Idealistik di Jerman. Sebuah model sederhana dapat disusun untuk memahami permasalahan-permasalahan tersebut dengan apa yang ia adukan dan jenis keputusan yang ia peroleh dari mereka (Katian dan Neo Katian) dengan menonjolkan Neodealis dan Neokantian (Dilthey dan Rickert).
Para Neoidealis memperhatikan dunia sebagai sebuah lapangan untuk melakukan aksi, sementara para NeoKantian berurusan dangan dunia sebagai sebuah objek pengetahuan. Weber terpengaruh oleh gagasan-gagasan tersebut. Weber berpendapat bahwa sasaran sejarah tak pernah dapat ditemukan dalam sebuah system nilai-nilai universal. Weber tak bersedia untuk melihat fenomena secara sederhana dikarenakan pada kenyataan bahwa itu adalah fenomena , baik di lihat dari ilmu alam maupun ilmu kebudayaan. Terhadap para penganut idealis weber sepakat bahwa peranan ilmu-ilmu kebudayaan adalah untuk memahami makna-makna.
PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA_TUGAS 1_ESTI NURHAYATI_109051000003
PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA
Komunikasi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner karena pendekatan-pendekatan yang digunakan berasal dari berbagai disiplin ilmu lainnya, seperti; sosiologi, psikologi, antropologi, linguistik, dan politik. Berbagai pendekatan yang digunakan masing-masing disiplin ilmu ini berbeda-beda sehingga kajian-kajian ilmu komunikasi pun menjadi kompleks dan perlu dilihat dari beberapa sudut pandang (perspektif). Salah satu kajian ilmu komunikasi adalah komunikasi massa. Banyak teori dalam kajian komunikasi massa yang dapat dilihat dan dijelaskan dari berbagai perspektif yang berbeda.
TEORI STRUKTURALIS_TUGAS KE 2_ESTI NURHAYATI_109051000003
TEORI STRUKTURALIS
Teori struktural sastra tidak memperlakukan sebuah karya sastra tertentu sebagai objeknya kajiannya. Yang menjadi objek kajiannya adalah sistem sastra, yaitu seperangkat konvensi yang abstrak dan umum yang mengatur hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh. Meskipun konvensi yang membentuk sistem sastra itu bersifat sosial dan ada dalam kesadaran masyarakat tertentu, namun studi sastra struktural beranggapan bahwa konvensi tersebut dapat dilacak dan dideskripsikan dari analisis struktur teks sastra itu sendiri secara otonom, terpisah dari pengarang ataupun realitas sosial. Analisis yang seksama dan menyeluruh terhadap relasi-relasi berbagai unsur yang membangun teks sastra dianggap akan menghasilkan suatu pengetahuan tentang sistem sastra.[1]
Teori Idealis_Tugas ke 3_ Esti Nurhayati_109051000003
TEORI IDEALIS
Menurut Max Weber, Teori Ideal yaitu suatu konstruksi dalam pikiran seorang peneliti yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis gejala-gejala dalam masyarakat.
Idealisme dari bahasa Inggris yaitu Idealism dan kadang juga dipakai istilahnya mentalisme atau imaterialisme. Istilah ini pertama kali digunakan secara filosofis oleh Leibniz pada mula awal abad ke- 18. Leibniz memakai dan menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, secara bertolak belakang dengan materialisme Epikuros. Idealisme ini merupakan kunci masuk ke hakikat realitas.[1]
Ideologi adalah pembenar tatanan tertentu, ideologi muncul dari tatanan itu dan ideologi cenderung melestarikan tatanan yang ada itu dengan menghiasinya dengan legitimasi. Karena itu, ideologi adalah bagian dari suprastruktur yang dibangun atas landasan materiil masyarakat.
Minggu, 24 Maret 2013
teori idealis (pendekatan isi / konten)_Quinn Rizqy_tgs ke3
Teori Idealis (Pendekatan Isi/Konten)
Teori idealis menekankan perubahan pada sebuah ide, nilai dan ideologi. Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan sedangkan nilai merupakan anggapan terhadap suatu yang pantas atau tidak pantas, dan ideologi berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat. Oleh karena itu, Teori idealis merupakan nilai yang di yakini bisa membuat perubahan. Dalam teori ini orang-orang berpaham idealis percaya dengan membangun suatu keyakinan akan membuat dia berubah menjadi orang yang sukses.
psikologi Newtonian-Badzlia-PMI 6-Tugas 2
Nama : Badzlia Rusydina Framutami
Judul : Psikologi Newtonian
Jurusan : PMI VI / 6
Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah jakarta
Seperti halnya biologi dan kedokteran, psikologi telah dibentuk oleh paradigma Cartesian. Para psikolog mengikuti Descartes dengan membuat pemisahan ketat antara res cogitans dengan res extensa, sehingga menyulitkan mereka dalam memahami bagaimana akal pikiran dan tubuh itu berinteraksi satu sama lain. Kekacauan tentang peran dan hakikat akal yang terjadi sekarang ini merupakan konsekuensi nyata dari pemisahan Cartesian.
Teori Strukturalis(pendekatan institusional)_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas 2
TEORI STRUKTURALIS (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)_NURUL RIZKI SALAM_109051000154_TUGAS 2
1. Pendahuluan
Teori – teori dalam sosiologi oleh para ahli sosiologi diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pertama, berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori,yakni sosiologi klasik dan modern. Namun perkembangan selanjutnya, teori sosiologi diklasifikasikan ke dalam sosiologi post modern.
Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal) Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokoh-tokoh: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh: Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel. Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.
Teori Strukturalis_M.Irfan Faqih_108051100061_Tugas ke-2
Teori Strukturalis
Struktur adalah bangunan teoretis yang terbentuk dari sejumlah komponen yang berhubungan satu sama lain. Struktur menjadi aspek utama dalam strukturalisme. Dengan kata lain, strukturalisme adalah teori yang menyatakan bahwa berbagai gejala budaya dan alamiah sebagai bangun teoritis yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain. Strukturalisme juga beranggapan bahwa seluruh organisasi manusia ditentukan secara luas oleh struktur sosial atau psikologi yang mempunyai logika independen yang menarik, berkaitan dengan maksud, keinginan, maupun tujuan manusia.
Sabtu, 23 Maret 2013
Tugas_Ekoman_Ahmad_Suheri_PMI6
Pandangan Hidup Mekanistik
Fisika baru berkembang pada abad kedua puluh, pandangan dunia mekanistik ala Descates dan prinsip –prinsip fisika ala Newton tetap mempertahankan pengaruhnya yang kuat pada pemikiran ilmiah barat, dan bahkan pada dewasa ini banyak ilmuan masih memegang teguh paradigma mekanistik, meskipun para fisikawan sendiri telah melampauinya.
Louis Pesteur menyatakan hal ini dengan indahnya, "Ilmu berkembang melalui jawaban-jawaban sementara terhadap serangkaian pertanyaan yang semakin tajam, yang mencapai esensi fenomena alam dengan semakin dalam".
Pandangan Hidup Sistem_Vivih Rahmawati_Tugas1_PMI6
Pandangan Hidup Sistem
Pandangan sistem melihat dunia dalam pengertian hubungan dan integrasi. Sistem merupakan keseluruhan yang terintegrasi yang sifat-sifatnya tidak dapat direduksi menjadi sifat-sifat unit yang lebih kecil. Pendekatan sistem tidak memusatkan pada balok-balok bangunan dasar atau zat-zat dasar melainkan lebih menekankan pada prinsip-prinsip organisasi dasar. Misalnya setiap organisme seperti hewan, tumbuhan, dan manusia semuanya saling berhubungan dan ketergantungan berarti sebuah sistem yang hidup. Karena Semua sistem alam merupakan keseluruhan yang struktur-struktur khususnya muncul dari interaksi dan saling ketergantungan bagian-bagiannya. Aktivitas sistem ini melibatkan suatu proses yang dikenal dengan proses transaksi-interaksi seketika dan ketergantungan satu sama lain antar komponen majemuk. Sifat-sifat sistemik menjadi rusak pada waktu suatu sistem dipotong-potong, baik secara fisik maupun secara teoritis menjadi elemen-elemen yang terpisah.
perspektif_Surya Wiratama_tugas ke 2
PERSPEKTIF
Perspektif = Cara pandang
Perspektif merupakan suatu kumpulan asumsi maupun keyakinan tentang sesuatu hal, degan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara tertentu, dan cara-cara tersebut berhubungan dengan asumsi dasar yang menjadi dasarinya, unsur-unsur pembentuknya dan ruang lingkup apa yang dipandangnya.
· Perspektif kadang juga disebut paradigma, kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata.
·
Jumat, 22 Maret 2013
sisi gelap pertumbuhan_fikri dzulkarnain_tgs ke 1_pmi 6
|
Sisi Gelap Pertumbuhan
Pertumbuhan teknologi yang berlebihan telah menciptakan suatu lingkungan di mana kehidupan menjadi tidak sehat baik secara fisik maupun secara mental. Udara yang tercemar, suara yang mengganggu, kemacetan lalu lintas, bahan pencemar kimia, bahaya radiasi, dan banyak sumber stres fisik dan psikologis telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar dari kita sehari-hari. Bahaya kesehatan yang multisegi bukan hanya akibat samping kemajuan teknologi yang bersifat insidental; bahaya itu merupakan ciri integrasi sistem ekonomi yang tergoda oleh pertumbuhan dan perluasan, yang terus-menerus meningkatkan teknologi tingginya dalam rangka meningkatkan produktivitas.
|
Langganan:
Postingan (Atom)