Rabu, 10 April 2013

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KOTEKS KEPENTINGAN)_farwah assegaf_tugas 4


Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Tradisi kritis berasal dari pemikiran Karl Marx dan Frederich Engels yang disebut "Marxisme". Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[1]

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KOTEKS KEPENTINGAN)_yusly anggriyawan kelana_tugas 4


Nama   :  Yusly Anggriyawan Kelana (109051000155)
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Teori kritis merupakan salah satu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda perti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hengel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain.[1] Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoritis yang sama, yakni semangat untuk melakukan emansipasi.[2]

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi massa_Farwah Assegaf_Tugas 1

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_ Tugas 1

Nama   : farwah Assegaf
Kelas   : KPI 6 F
Nim     : 109051000146

A.    Pendahuluan
Emile Durkheim mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari institusi. Oleh sebab itu institusi sosial utama adalah masyarakat. [1]
Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, para ahli sosiologi akan melakukan penelitian mereka dengan melihat pada asumsi-asumsi yang telah ada; karakter sosiologi bergantung pada asumsi-asumsi tersebut dan akan berubah bilamana asumsi-asumsi tersebut mengalami perubahan. Oleh sebab itu, untuk mengetahui karakter sosiologi, untuk memahami apa sebenarnya sosiologi itu, kita dipaksa untuk mengetahui asumsi-asumsinya yang paling dasar tentang manusia dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam memahami karakter sosiologi saya bukan melihat pada metode studinya, tetapi pada asumsi-asumsinya tentang manusia dan masyarakat. Penggunaan metode-metode tertentu menunjukkan eksistensi asumsi-asumsi tertentu tentang manusia dan masyarakat (Gouldner). [2]

Perspektif teori sosiologi untuk komunikasi massa_Yusly Anggriyawan Kelana_Tugas 1

A.      pendahuluan
Sosiologi menurut Durkheim adalah Suatu ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang berada diluar individu.  Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan efek dari media massa, sosiologi yang terdapat pada komunikasi massa terletak pada cara kita menanggapi efek media massa tersebut.
Jadi para  Ahli Sosiologi memandang bahwa komunikasi massa merupakan misi khusus dari komunikasi sosial yang melibatkan berbagai bentuk kondisi pengoperasian terutama sifat khalayak, sifat bentuk komunikasi, dan sifat komunikatornya.

teori strukturalis_Farwah Assegaf_Tugas 2

Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional)_Tugas 2

A. Pendahuluan
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli bahasa Swiss, Ferdinand de Saussure yang mengembangkan ilmu bahasa struktural. Saussure memandang bahasa sebagai gudang (lumbung) dari tanda tanda diskusif yand dibagikan oleh sebuahkomunitas.[1] Bahasa bagi Saussure adalah modal interpretasi utama dunia, dan menuntut suatu ilmu yang disebut semiologi.
Ciri pokok perspektif ini adalah gagasan tentang kebutuhan masyarakat (societal needs). Asumsinya adalah ciri-ciri sosial yang ada memberi kontribusi yang penting dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat atau subsistem utama dari masyarakat tersebut.

teori strukturalis_Yusly Anggriyawan Kelana_tugas 2

Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional)_Tugas 2

Nama   : Yusly anggriyawan kelana (109051000155)
Kelas   : KPI 6 F

A. Pendahuluan
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli bahasa Swiss, Ferdinand de Saussure yang mengembangkan ilmu bahasa struktural. Saussure memandang bahasa sebagai gudang (lumbung) dari tanda tanda diskusif yand dibagikan oleh sebuahkomunitas.[1] Bahasa bagi Saussure adalah modal interpretasi utama dunia, dan menuntut suatu ilmu yang disebut semiologi.
Ciri pokok perspektif ini adalah gagasan tentang kebutuhan masyarakat (societal needs). Asumsinya adalah ciri-ciri sosial yang ada memberi kontribusi yang penting dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat atau subsistem utama dari masyarakat tersebut.

Teori Idealis_Farwah Assegaf_Tugas 3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)

Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Teori idealis merupakan hasil dari pemikiran seorang sarjana hukum, tokoh sosiologi ini lahir pada tanggal 21 april 1864, yaitu Max Weber. Max Weber dikenal sebagai seorang sosiologi besar yang ahli kebudayaan, politik, hukum, dan ekonomi. Kata idealis merupakan serapan kata dari bahasa Belanda, yaitu idealist. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idealisme adalah aliran dalam falsafah yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dirasakan dan dipahami.[1]Menurut Weber, ilmu kebudayaan memiliki peran untuk memahami makna-makna. Ilmu kebudayaan bertujuan untuk memahami suatu proses yang sedang berjalan dengan semacam bukti khusus yang dikaitkan dengan jalinan hubungan-hubungan yang bermakna.Teori idealis melihat bahwa perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor non-material, seperti ide, nilai, dan ideologi.  Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu yang pantas atau tidak pantas, sedangkan ideologi berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat.[2]

Teori Idealis_Yusly anggriyawan Kelana_Tugas 3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)

Nama   : Yusly Anggriyawan Kelana
Kelas   : KPI 6 F

A. PENDAHULUAN
Teori idealis merupakan hasil dari pemikiran seorang sarjana hukum, yaitu Max Weber. Pemikiran Weber dipengaruhi oleh dua orang ilmuwan, yaitu Dilthey sebagai seorang Neoidealis dan Rickert sebagai seorang NeoKantian. Para Neoidealis memperhatikan dunia sebagai sebuah lapangan untuk melakukan aksi, sementara para NeoKantian berurusan dengan dunia sebagai sebuah objek pengetahuan.[1]

Selasa, 09 April 2013

Kepemiminan_Muhammad Fariid_tugas4


Kepemimpinan dalam berbagai pendapat para tokoh :
1.  George R. Terry
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Katz & Kahn
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

Kepemimpinan Nur Fajrina_tugas4

Nama    : Nur Fajrina (PMI 4)
NIM       : 1111054000009
Pengertian Kepemimpinan
Pengertian kepemimpinan secara umum dikemukakan oleh para alhi di antarannya :
1.       Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
2.       Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Senin, 08 April 2013

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Nurul Rizki Salam_Tugas 5

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas 5

A.    Pendahuluan
Kehadiran media massa sangat berpengaruh dalam kehidupan. Media bahkan sering dikatakan sebagai "Agent of Change", yaitu sebagai institusi pelopor perubahan. Ini adalah paradigma utama media massa. Selain itu media melakukan pendidikan kepada masyarakat, karena melalui informasi, maka masyarakat akan merasa lebih padu dengan lainnya. Sehingga dengan demikian dapat dicapai suatu dasar berpikir yang sama. Sebab melalui media massa semua informasi dapat menyebar dengan cepat melebihi saluran yang lain.

Teori Kritis (Pendekatan Konteks kepentingan) / Nur Oktaviani_Tugas 4

Pendahuluan
Jika membicarakan tentang sosiologi, maka tidak terlepas juga pada pembahasan teori kritis. Biasanya teori kritis ini digunakan untuk mengunkap kekuatan-kekuatan penindas dalammasyarakat dengan menggunakan analisis dialektika. Teori kritis juga berfungsi untuk mengungkap dasar sebuah pemikiran dari kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan. Toeri kritis menekankan perhatiannya yang asangat besar pada alat-alat komunikasi yang ada dalam masyarakat. Alat komunikasi tersebut merupakansebuah sarana untuk mengkreasikan kreativitas individu dalam sebuah informasi. Namun, sekarang ini suda menjadi rahasia umum bahwa dalam sebuah informasi yang disajikanterdapat tekanan-tekanan kepentingan dalam proses pembuatannya.

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Sutrisno Sugiyono_tugas5

I . Pendahuluan
Metodologi Studi Media dan system Sosial
Metodologi berasal dari bahasa Yunani "metodos" dan ""logos, kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu "metha" yang berarti melalui atau melewati dan "hodos" yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. logos artinya ilmu.

Sabtu, 06 April 2013

Teori Idealis_Semyanka Rizki Kurnia_Tugas ke 4


Perspektif idealis melihat bahwa perubahan social disebabkan oleh faktor non material. Faktor non material ini antara lain ide, nilai dan ideology. Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu yang pantas atau tidak pantas, sedangkan ideology berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat.

Selasa, 02 April 2013

TEORI KRITIS_daniella putri islamy/ kpi 6 f_tugas5

TEORI KRITIS
Daniella Putri Islamy (111005100176)
KPI 6 F
Teori Kritis merupakan salah suatu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hegel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain. Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoritis yang sama yakni semangat untuk melakukan emansipasi.[1]
Tujuan teori kritis adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan atau institusi sosial, politik atau ekonomi yang ada, yang cenderung tidak kondusif bagi pencapaian kebebasan, keadilan, dan persamaan.

Daniella Putri Islamy/6KPIF

PERPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA
DANIELLA PUTRI ISLAMY
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM VI/F
1.    Pendahuluan
Sosiologi berasal dari dua kata, yaitu socious dan logos. Socious berarti sosial dan logos berarti ilmu. Secara singkat dapat diartikan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan perubahan sosial dalam interaksi masyarakat[1]. Ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalam mempengaruhi sistem tersebut.

Senin, 01 April 2013

Tugas 3. Teori Idealis (Pendekatan Isi/Content)/ Nur Oktaviani (109051000126)

Pendahuluan
    Menurut  Bungin,  bahwa asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri termasuk pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Gagasan-gagasan awal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran Hegel. Sementara Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Marx. Menurut Ritzer sebagaimana dikutip Bungin, pemikiran Hegel yang paling utama adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika dipahami sebagai cara berpikir yang mana menekankan arti pentingnya suatu proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi. Dialektika juga dipahami oleh Hegel sebagai bagian yang berhubungan satu dengan lainnya. Ternyata berawal dari pengajarannya tentang dialektika/hubungan inilah lalu kemudiannya timbullah gagasan-gagasan tentang komunikasi. Gagasan-gagasan ini, oleh Jurgen Habermas disebut dengan tindakan komunikasi (interaksi). [1]

TEORI KRITIS_NANDA CAHAYA FEBRIANA_TUGAS KE 4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
NANDA CAHAYA FEBRIANA (1110051000141)
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
I.       Pendahuluan
            Teori Kritis adalah salah satu teori yang tidak asing lagi ketika kita membicarakan kajian sosiologi. Dalam sejarah perkembangan sosiologi sebelum munculnya teori kritis, banyak kajian yang membahas tentang paham Marxis. Yap, tidak salah lagi paham tersebut berasal dari nama salah satu tokoh yang berpengaruh dalam kajian sosiologi, yaitu Karl Marx. Menurut Marx menyatakan bahwa sebuah sistem ekonomi merupakan unsur terpenting dan menegaskan bahwa sistem ekonomi akan sangat menentukan semua sector masyarakat lainnya. Intinya sector ekonomi ini sangat berpengaruh khususnya pada kalangan kapitalis, namun tetap dipergaruhi adanya timbal balik secara terus menerus dari berbagai kalangan di masyarakat.
           

teori kritis_susi aryani_pertemuan ke-4

Nama: Susi Aryani
Kelas: KPI 6 F
NIM: 1110051000175
TEORI KRITIS
       I.            PENDAHULUAN
            Berbicara mengenai sejarah dan perkembangan ilmu komunikasi Everett M. Rogers dalam bukunya A History of Communication Study (1994) membagi dalam tiga fase, yaitu: studi komunikasi diawali di Eropa yang dipengaruhi oleh Charles Darwin dengan teori evolusinya, Sigmund Freud dengan teori psikonalitik, Karl Marx dan Critic School (Marx dan madzhab kritis-nya).
            Karl Marx ( 1818- 1883 ) lahir di Trier, Jerman dilembah sungai Moselle, suatu lahan perkebunan anggur dekat dengan Luxemburg dan pelabuhan Prancis.
            Marx adalah satu dari sekian banyak kaum intelektual yang berpengaruh sepanjang masa. Ia adalah penulis yang hebat dan menjadi orang media yang paling kompeten dan juga merupakan pengkritik kapitalisme yang paling keras[1].
      

Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]

Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_Tasha Helmi Mahindria_Tugas4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN KONTEKS KEPENTINGAN)
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Teori kritis dikemukakan oleh sekelompok neo-Marxis dari The Institute of Social Research di Frankfurt, Jerman[1]. Teori kritis sendiri berisi tentang kritik terhadap beragam aspek kehidupan sosial yang ada di masyarakat, diantaranya adalah kritik terhadap sosiologi, masyarakat modern, dan kultur (kebudayaan). Teori kritis awalnya timbul karena ketidakpuasannya dengan keadaan teori Marxian. Teori kritis telah berkembang melampaui aliran Frankfurt, dan sebagian besar berorientasi kepada para pemikir Eropa, meskipun pengaruhnya timbul di dalam sosiologi Amerika.[2]

TEORI KRITIS_NURUL RIZKI SALAM_TUGAS 4 (109051000154)

TEORI KRITIS _NURUL RIZKI SALAM_109051000154_TUGAS 2
1.      Pendahuluan
Teori – teori dalam sosiologi oleh para ahli sosiologi diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pertama, berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori,yakni sosiologi klasik dan modern. Namun perkembangan selanjutnya, teori sosiologi diklasifikasikan ke dalam sosiologi post modern.
Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal) Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokoh-tokoh: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh: Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel. Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.

teori kritis_ nyi mas ayu galuh s.w_ tugas-4

Teoti kritis _ nyi mas ayu galuh s.w_ 1110051000161 _ kpi 6f _ tugas ke-4.
Teori kritis.
Teori kritis awalnya adalah teori yang berkembang dengan pemikiran marxis, tapi semakin berkembang teori ini malah lebih menjauh dari pemikiran marxis. Teori ini mau mencoba memperbaharui dan merekonstruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern. Ciri dari teori kritik masyarakat adalah bahwa teori tersebut bertitik tolak dari inspirasi pemikiran sosial Karl Marx, tapi juga sekaligus melampaui bangunan ideologis marxisme bahkan meninggalkan beberapa tema pokok Marx dan menghadapi masalah masyarakat industri maju secara baru dan kreatif.

teori kritis_sutrisno sugiyono_109051000171_tugas4

Minggu, 31 Maret 2013

Teori Kritis_Quinn Rizqy B_tgs ke4

TEORI KRITIS
Teori kritis merupakan anak cabang pemikiran Marxis, teori ini mencoba memperbaharuhi dan merekontruksi teori yang membebaskan manusia dari manipulasi teknokrasi modern.    secara klafikasi teori kritis dapat digolongkan pada kelompok Neo-Marxis Jerman yang tak puas dengan keadaan teori Marxian (Bernstein,1995;Kellner,1993), terutama kecendrungannya terhadap determinisme ekonomi. Teori kritis ini resmi didirikan di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Febuari 1923, meski pada saat itu anggotanya telah aktif sebelum organisasi didirikan (Wiggershaus,1994). Teori kritis telah berkembang melampaui batas aliran Frankfurt (Calhoun dan Karaganis,2001;Telos,1989-90). 

Sabtu, 30 Maret 2013

Teori Strukturalis (pendekatan institusional)_SURYA WIRATAMA 109051000236_Tugas Ke 3

Teori Strukturalis (pendekatan institusional)
Perspektif Struktural fungsional
3 perspektif besar dalam sosiologi
1.      Perspektif Struktural fungsional
2.      Perspektif idealis konstruktifis
3.      Perspektif marxis kritis

Kamis, 28 Maret 2013

Tugas Proposal Human Ecological Project-Kelompok 1-PMI 6

MATERI EKOLOGI MANUSIA
PROPOSAL HUMAN ECOLOGICAL PROJECT ( PEMBUATAN BIOPORI GUNA UNTUK MENYELAMATKAN LINGKUNGAN DAERAH RUSUN MARUNDA JAKARTA UTARA DARI BENCANA BANJIR)
Kelompok I
Diajukan untuk memenuhi persyaratan tugas kuliah kelompok semester 6
 
                                    

Tugas_Ekoman_Kelompok_4_(A.Suheri,Nurhandayani,A.SeptiawanB)

Penanganan Sampah untuk Menuju Kota Bersih dan Sehat
1.      Latar Belakang
Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (Bapedalda, 2000). Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung.
          

tugas proposal kelompok 3 project EKOMAN_pengadaan pot bunga pada setiap rumah susun didaerah pasar minggu jaksel


Pengadaan Pot Bunga Pada Setiap Rumah Susun (Penghijauan) Di Daerah Pasar Minggu Jaksel
BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Tumbuhan merupakan salah satu dari pada alam benda hidup yang terdapat di alam semesta. Tumbuhan merupakan organisma yang terkandung dalam alam Plantae. Biasanya, organisma yang menjalankan proses fotosintesis diklasifikasikan sebagai tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk menjalani proses fotosintesis.
Tumbuhan merangkumi semua benda hidup yang mampu menghasilkan makanan dengan menggunakan klorofil untuk menjalani proses fotosintesis dan menghasilkan kanji. Sel tumbuhan berbeza dengan sel haiwan dalam beberapa segi termasuk sel tumbuhan mempunyai dinding sel.

Kelompok 5_Sanitasi Air Limbah Domestik di Pemukiman Bantaran Kali Ciliwung_Tugas2_PMI6

TOR
(Term Of Reference)
Sanitasi Air Limbah Domestik di Pemukiman Bantaran Kali Ciliwung
Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan memberikan dampak yang serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Dampak tersebut harus disikapi dengan tepat, khususnya dalam pengelolaan air limbah, oleh karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan konsumsi pemakaian air minun/bersih yang berdampak pada peningkatan jumlah air limbah.
Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan, khususnya terjadinya pencemaran pada sumber-sumber air baku. Untuk air minum, baik air permukaan maupun air tanah. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalui sistem setempat (on – site) ataupun melalui sistem terpusat (off-site).

Rabu, 27 Maret 2013

KELOMPOK SOSIAL_Nur halimah_Tugas3


KELOMPOK SOSIAL

Johnson & joshnson mendefinisikan  kelompok sebagai berikut:
Bahwasanya sebuah kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka (pace to pace interaction), yang masing-masing menyadari keanggotaannya dalam kelompok, masing-masing menyadari keberadaan orang lain yang juga  anggota kelompok, dan masing-masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan  bersama.

Kelompok Sosial_Rizka Arfeinia_3

Kelompok-kelompok sosial yang terdiri dari Jenis2, Norma, Proses dalam Kelompok dan Kohesi Kelompok2 Sosial

1)      Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.
Kelompok sosial atau sosial group dapat diartikan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Namun kelompok sosial itu dapat pula mirip dengan dengan situasi massa jika suatu perkumpulan yang berstruktur telah mempunyai anggota cukup banyak, misalnya suatu organisasi massa yang anggotanya satu persatu jarang mengadakan interaksi serba intensif dan yang kadang-kadang saja berkumpul dalam jumlah yang lengkap, sehingga interaksi antara anggotapun terbatas.

Kelompok Sosial_Siti Nuraini_Tugas 3

Kelompok sosial : Jenis-jenis, norma-norma, proses dalam kelompok, dan kohesi kelompok.
Menurut pengertiannya kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial. Menurut Josep S Roucek dan Roland S Warren kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.

Kelompok-kelompok sosial_Nur Fajrina_3

Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.
Kelompok sosial atau sosial group dapat diartikan sebagai himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar mereka, di mana hubungan tersebut menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Namun kelompok sosial itu dapat pula mirip dengan dengan situasi massa jika suatu perkumpulan yang berstruktur telah mempunyai anggota cukup banyak, misalnya suatu organisasi massa yang anggotanya satu persatu jarang mengadakan interaksi serba intensif dan yang kadang-kadang saja berkumpul dalam jumlah yang lengkap, sehingga interaksi antara anggotapun terbatas.

KELOMPOK SOSIAL_MUHAMMAD FARID_3

Kelompok social
Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang jenis-jenis kelompok sosial, diantaranya :

1) W.G Sumner
W.G Summer mengemukakan bahwa jenis-jenis kelompok sosial yaitu, in group atau we group dan out group atau others group .
2) C.H Cooley

Kelompok Sosial_Fevi Saleha_3

Kelompok sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.  Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat.  Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Meurut robert biersted kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan orgaisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.

Kelompok Sosial_Syifa Thoyyibah_3

Kelompok Sosial
A.    Pengertian Kelompok Sosial.
Kelompok sosial merupakan suatu gejala yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung didalamnya. Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial.

Selasa, 26 Maret 2013

Kelompok Sosial_M. Irhamni_Tugas3


Kelompok merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang berrinteraksi satu dengan yang lain dan saling pengaruh mempengaruhi (shaw,1979). Tingkatan yang menunjukan anggota kelompok saling tertarik satu dengan yang lain menunjuk pada kohevisitas kelompok. Ada tiga makna tentang kohesivitas kelompok, pertama, ketertarikan pada kelompok termasuk rasa tidak ingin keluar dari kelompok. Kedua, moral dan tingkatan motivasi anggota kelompok. Ketiga, koordinasi dan kerjasama antar anggota kelompok

TEORI IDEALIS_nyi mas ayu galuh sw_3

Idealis adalah teori yang dikemukakan oleh max weber, tokoh sosiologi ini lahir pada 21 april 1864. Max weber telah memperkenalkanpentingnya pengertian tipe ideal yang dimaksudkan oleh weber adalah
sebagai ekspesi semua formulasi dan batasan konseptual pada sosiologi. Pengertiaan tipe ideal dirumuskan dengan cara memberikan tekanan sepihak serta intensifikasi terhadap satu atau beberapa aspek suatu peristiwa yang mencerminkan struktur mental yang seragam.Weber menekankan bahwa tipe ideal juga bersifat deskriptif murni dan tidak boleh disalahgunakan untuk menjelaskan data yang diungkapkan.

Kelompok Sosial_Budhi Baihakki, Tugas ke 3

Kelompok Sosial


Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.
Ciri-ciri Kelompok Sosial

Ekoman_Bab8_RendySaputra_Tugas1


·Sisi Gelap Pertumbuhan
PANDANGAN dunia  La Descartes yang mekanistik telah berpengaruh kuat pada semua ilmu kita dan pada cara berfikir barat pada umumnya. Metode mereduksi fenomena yang kompleks menjadi balok – balok bangunan dasar dan metode mencari mekanisme yang dipakai untuk berinteraksi, dan metode itu telah mendarah daging didalam kebudayaan kita sehingga sering diidentifikasikan dengan metode ilmiah. Pandangan, konsep, atau fikiran yang tidak sesuai dengan metode ilmiah.

Senin, 25 Maret 2013

TEORI IDEALIS
(Pendekatan Isi / Konten)
Daniella Putri Islamy (111051000176) KPI VI F
1.      Pendahuluan
Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut, sosiologi memegang peranan penting dalam membantu memecahkan masalah-masalah sosial, Usaha-usaha untuk mengatasi masalah sosial juga tidak akan terwujud jika tidak ada peranan para ahli yang didasari dengan teori dan pemahaman ilmu sosiologi. Salah satunya yang berperan penting dalam perkembangan sosiologi yaitu Max Weber. Max Weber lahir di Erfrut, Jerman pada tanggal 21 April 1864, dari keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah seorang hakim di Erfrurt dan ketika di Berlin menjadi seorang penasihat di pemerintahan kota dan kemudian menjadi anggota Prussian House of Deputies dan Jerman Reichstag.

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/KONTEN)_ NANDA CAHAYA FEBRIANA_TUGAS 3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN KONTEN/ ISI)
NANDA CAHAYA FEBRIANA
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM 6F
I.Pendahuluan
            Ketika kita bicara mengenai teori idealis, pastinya kita pun tidak akan luput dari pembahasan mengenai tokoh sosiolog Max Weber. Ya, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Weber merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh pada teori idealis. Salah satu contoh yang paling signifikan adalah determinismenya dalam bidang ekonomi. Pandangannya dalam determinisme menyatakan bahwa ide-ide hanyalah sebuah refleksi kepentingan material (terutama kepentingan ekonomi), dan bahwa kepentingan material itu merupakan sebuah penentu lahirnya ideologi. Menurut Weber, perilaku manusia yang merupakan perilaku sosial harus mempunyai tujuan tertentu, yang terwujud dengan jelas. Maksudnya perilaku manusia tersebut harus memiliki makna yang jelas. Untuk menganalisis perilaku sosial, Weber membentuk tipe-tipe perilaku ideal sebagai pola, agar dapat membandingkannya dengan perilaku aktual.
         

Teori Idealis_Susi Aryani_Tugas3

NAMA           : SUSI ARYANI
KELAS          : KPI 6F
NIM                : 1110051000175

TEORI IDEALIS

I.         PENDAHULUAN
Max Weber merupakan ilmuan sosial terbesar pada masa paruh pertama abad 20. Penghargaan yang tinggi atas kekayaan karya Weber semata-mata diperoleh melalui suatu pengetahuan dari kajian-kajian empiriknya yang konsep-konsep teoritis dan metodologis digambarkan dan dikombinasikan dengan suatu penghargaan yang luar biasa dalam menjadikan data kesejarahan pada fokus baru yang lebih tajam.
Max Weber ( 1864-1920) adalah anak seorang liberal Jerman dari kelas menengah yang terpandang di kalangan politik Partai Liberal Nasional ( National Liberal Party) di masa Bismark. Max Weber belajar Ilmu Hukum dan ditunjuk sebagai dosen di Universitas Berlin. Pada tahun 1893 menjadi guru besar Ilmu Ekonomi di Heidelberg menggantikan seorang ekonom terkemuka Karl Knies.

Cari Blog Ini