Minggu, 14 April 2013

Kepemimpinan sosial

M.Irhamni (1111054000014) PMI 4
Substansi kepemimpinan sosial adalah mencapai tujuan berdirinya sebuah organisasi sosial. Seperti sebuah organisasi perlindungan anak, maka dalam kepemimpinan sosial yang ingin dicapai adalah bagaimana cara melindungi anak. Pada prinsip umumnya, substansi kepemimpinan sosial adalah melayani kepentingan publik. Contoh organisasi sosial adalah LSM, negara atau kota, dll.
Teknologi telah menciptakan perubahan di setiap lini kehidupan, termasuk dalam aktivitas organisasi. Perubahan ini terutama dapat dilihat dan dirasakan dalam berkomunikasi. Ya, teknologi—terutama internet—telah menggiring dunia memasuki era sosial, yang salah satunya ditandai dengan lahirnya beragam media sosial.
 
Kelahiran media sosial memberikan lebih banyak sarana bagi orang untuk berkomunikasi. Sebut saja Twitter dan Facebook sebagai contoh yang paling populer saat ini. Banyak pemimpin dunia telah memanfaatkan Twitter dan Facebook untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada banyak orang. Menurut studi Burson-Marsteller, sebuah perusahaan humas dan komunikasi yang berbasis di New York, AS, setidaknya sebanyak 264 pemimpin dari 125 negara telah memiliki akun Twitter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kepala negara mengelola sendiri akun mereka.
Menurut studi yang dilansir pada bulan Juli 2012 tersebut, Presiden Barack Obama adalah pemimpin yang paling populer di Twitter. Akun @BarackObama memiliki sekitar 18 juta follower. Akun tersebut juga di-follow oleh 76 pemimpin negara dan pemerintahan dari negara-negara sahabat AS. Selain Obama, beberapa pemimpin dunia lainnya yang memanfaatkan Twitter adalah Presiden Prancis Francois Hollande (@Fhollande), Presiden Brasil Dilma Rousseff (@DilmaBR), Perdana Menteri Inggris David Cameron (@Number10gov), PM Malaysia Najib Razak (@NajibRazak), dan PM Singapura Lee Hsien Loong (@leehsienloong).Barack Obama merupakan pemimpin dunia pertama yang mendaftarkan dirinya ke Twitter, yakni pada 5 Maret 2007. Pemimpin dunia kedua yang melakukan hal tersebut adalah Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, lewat akun @EPN. Nieto membuat akun Twitter pada bulan yang sama dengan Obama. Di Indonesia, beberapa pemimpin daerah sudah mulai memanfaatkan Twitter. Di antaranya adalah gubernur terpilih DKI Jakarta Joko Widodo (@jokowi_do2) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (@basuki_btp), dan mantan walikota Yogyakarta Herry Zudianto (@herry_zudianto). Kendati demikian, era sosial bukan semata soal media sosial. Era sosial tidak hanya ditandai dengan lahirnya media sosial dan pemanfaatannya. Era sosial juga ditandai dengan kebangkitan komunitas.Di era industri, seseorang bisa disebut sebagai pemimpin jika dia memiliki jabatan atau posisi yang memberinya kekuasaan. Tetapi di era sosial, kepemimpinan seseorang tak lagi hanya diukur dari posisi dan jabatannya. Ide, komunitas, dan tujuanlah yang akan memberikan kekuasaan bagi pemimpin di era sosial. Hal ini dipaparkan oleh Nilofer Merchant, pendiri dan CEO perusahaan Rubicon, dalam bukunya yang berjudul 11 Rules for Creating Value in the Social Era. Merchant juga merupakan dosen di Universitas Standford.
Menurut Merchant, di era sosial, organisasi harus memiliki tujuan untuk menciptakan value bagi banyak orang. Karena itu, yang dituntut dari seorang pemimpin di era sosial bukan hanya harus memiliki tujuan dan ide yang cerdas, tetapi juga harus fokus dengan tujuannya. Ia dituntut untuk mampu menyelaraskan seluruh elemen dalam organisasinya. Hal utama yang harus dimiliki oleh sebuah organisasi untuk bertahan di era sosial adalah kemampuan untuk beradaptasi.Dalam bukunya, Merchant memaparkan 11 aturan dalam era sosial yang perlu diterapkan agar organisasi dan sumber daya manusianya dapat berkembang. Beberapa di antaranya berhubungan dengan networking, komunitas, dan kolaborasi.
Networking. Jika era industri identik dengan membangun sesuatu, maka era sosial identik dengan menghubungkan berbagai hal, orang, dan ide. Era sosial terkait erat dengan networking, cara bagaimana menghubungkan banyak orang yang memiliki tujuan dan ketertarikan yang sama. Pemimpin perlu memikirkan agar organisasi mampu memberikan value bagi banyak orang, menghubungkan banyak pihak, hingga akhirnya mereka bersatu untuk mendukung dan memberikan kontribusi bagi organisasi.  
Komunitas. Dulu, kekuatan dimiliki oleh institusi yang besar. Namun di era sosial, hal itu belum tentu berlaku. Kekuatan di era sosial dipegang oleh setiap individual yang tergabung dalam komunitas. Kekuatan bisa diperoleh seseorang lewat caranya bekerja dengan tim atau orang lain.
Untuk sukses, pemimpin harus mampu melakukan pendekatan kepada komunitas atau bahkan menciptakan komunitas yang sejalan dengan tujuannya. Kolaborasi. Kontrol dalam organisasi di era sosial tak lagi terpusat pada pemimpin struktural. Kesuksesan organisasi ditentukan oleh kolaborasi dan kontribusi dari orang-orang yang ada di dalamnya. Pengambilan keputusan dalam organisasi sejatinya juga tak dilakukan oleh pemimpin seorang diri, tetapi melibatkan masukan-masukan dari orang-orang di sekitarnya. Dengan begitu, setiap individu dalam organisasi akan merasa ikut memiliki dan berperan serta demi kemajuan organisasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
kepemimpinan dalam gaya Jokowi-Ahok (JA)
 
Perjalanan kepemimpinan "Jakarta Baru" telah memasuki hari ke 42 yang ditunjukkan dengan sepak terjang JA dalam menata Jakarta baik di bidang birokrasi maupun dalam perbaikan & penataan layanan publik kepada warga Jakarta.
Pembelajaran apa yang dapat dipetik dari kepemimpinan dan cara kerja JA untuk para pejabat di Indonesia.
Kalau kita mau cermati, banyak hal dan terobosan baru telah dilakukan yang merupakan paradigma baru dari JA dalam memimpin Jakarta serta bagaimana JA melihat jabatan yang diembannya sebagai sebuah pelayanan yang harus prima bagi warga DKI.
Masih terngiang setelah pelatikannya Jokowi dengan sangat yakin dan tegas mengatakan dirinya adalah pelayan untuk warga DKI dan tak akan pernah kenal lelah berjalan dari kampung ke kampung untuk meningkatkan pelayanannya dalam mensejahterakan warga DKI.
Mari kita mulai cermati dari gaya pendekatan JA kepada warga (publik) yang dilayaninya, terlihat JA telah membuang semua sekat yang dipelihara oleh kebanyakan para pemimpin saat ini dimana pemimpin dimaknai sebagai seorang  pejabat yang harus dihormati, sebagai pembesar yang harus dapat berbagai keistimewaan seperti pengawalan dalam setiap perjalanannya, disambut dengan upacara dan kerumunan orang, disiapkan makanan yang enak, dan yang lebih sering ditonjolkan adalah pemimpin merupakan seseorang yang tidak mudah ditemui dan harus melalui birokrasi yang panjang, tidak gampang berbicara dengan rakyatnya  dan bak dewa yang turun ke bumi yang harus diperlakukan secara istimewa. Namun kalau kita lihat gaya JA, maka terlihat semua sekat telah dihancurkan dengan gaya blusukan Jokowi yang mau membaur dan secara tiba tiba hadir ditengah rakyat yang dilayaninya dan juga terlihat dalam video di Youtube dimana dengan gaya koboinya Ahok telah menunjukkan kepada kita bahwa birokrasi harus melayani, harus hemat/efisien, efektip , jujur, transparan, dan harus dapat dipertanggungjawabkan dalam penggunaan dana APBD karena dana tersebut harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan warga DKI. Keberanian JA dalam membuka ke publik proses layanan Pemda DKI melalui internet telah membuka mata rakyat betapa kurang profesionalnya para Kadis dan jajarannya dalam mengelola program layanannya, termasuk dalam menyusun anggaran dan penggunaannya. Ahok dengan berani dan lugas telah mengobrak abrik kenyamanan dan keamanan para PNS yang sebelumnya hanya bekerja seadanya dan asal asalan berubah menjadi PNS yang professional yang dapat dibanggakan karena telah melayani warga DKI dengan penuh kesungguhan dan dengan hati. Kita lihat pembagian kartu Jakarta SEHAT dan Jakarta PINTAR telah menunjukkan keseriusan dan komitmen JA dalam mewujudkan janji janji kampanyenya hanya dalam hitungan kurang dari 2 (dua) bulan
Pembedaaan lain dalam kepemimpinan JA adalah bagaimana membangun hubungan yang harmonis dengan para-pihak  (stakeholder) mulai dari kalangan ulama, kalangan birokrasi di tingkat kementerian, bertemu dengan gubernur lainnya, menjalin kerja sama dengan KPK untuk menjadikan DKI bersih dari KKN, menjalin kemitraan dengan BUMN untuk mengerjakan proyek besar demi menanggulangi kemacetan lalu lintas  dan banjir dll telah menunjukkan kualitas kepemimpina JA yang mampu bekerja dalan team kerja bagaikan sebuah pertunjukkan kolosal sebuah orkes simphoni. Terlihat JA tidak mau hanya bekerja sendiri dalam sunyi, namun terus menggandeng semua pihak termasuk mengajak rakyatnya untuk bergandengan tangan membangun Jakarta Baru. Keterbukaan kepada pihak luar dan para-pihak jelas membutuhkan sikap yang rendah hati, tidak mau menang sendiri dan yang sikap paling berat namun sekaligus hebat yang telah ditunjukkan JA adalah keterbukaan yang didasari sikap jujur, mau melayani dan keinginan memberikan yang terbaik untuk warga DKI yang dilayaninya, bukan seperti kebanyakan pejabat kita yang cenderung tertutup, arogan, suka pat-gulipat dan terus memperkaya diri sendiri dengan jalan pintas. Terobosan baru terus dilakukan demi meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan Pemda DKI, seperti memasang cctv di kantor-kantor pemerintah DKI, menggunakan system online untuk pembayaran pajak, meminta BNN memeriksa PNS dilingkungan DKI dengan tes urine secara mendadak dll menunjukkan betapa serius dan  tidak main main JA dalam membenahi manajemen birokrasi di dalam internal DKI dan ini merupakan keberanian luar biasa ditengah kebobrokan yang telah berjalan sekian lama.
JA telah menerapkan prinsip manajemen modern dengan mengedepankan asas transparan dan akuntabilitas di lingkungan Pemda DKI,memanfaatkan IT(tehnologi informasi) misal dengan penerapan pembayaran pajak secara online, menerapkan prinsip manajemen  " the right people in the right place" dengan menempatkan PNS sesuai dengan kompetensinya yang tidak berbau nepotisme, melibatkan PNS muda yang cerdas dan jujur sebagai startegi kaderisasi untuk memenuhi kebutuhan SDM kedepan demi layanan yang prima bagi warga DKI. Pembenahan manajemen secara internal secara terus menerus jelas akan meningkatkan kepercayaan warga DKI sebagai pelanggan (customer) Pemda DKI dan dengan semakin meningkatnya kepercayaan warga DKI maka akan memudahkan JA untuk melibatkan warga dalam berbagai programnya sehingga partisipasi warga dengan sendirinya akan meningkat. Permintaan Jokowi kepada para Lurah, Camat dan Walikota terkait pelayanan kepada masyarakat mengikuti standar di bank yang harus senyum,cepat dan interior yang tertata rapi dan apik jauh dari kesan kumuh, dan judes jelas menunjukkan cara pandang JA dalam menempatkan warga DKI sebagai pelanggan (customer) yang harus mendapat layanan sebaik-baiknya.
Kedekatan JA yang tanpa sekat memudahkan dalam berkomunikasi sehingga informasi yang didapat bukan informasi sampah yang penuh ABS tetapi informasi yang benar benar sahih dan benar sesuai realitas karena diperoleh dari turun langsung di lapangan. Cara kerja Jokowi yang mau turun langsung ke bawah sungguh dirindukan oleh warga terutama di daerah marginal yang selama ini merasa tidak dipedulikan dan tidak pernah disapa. Sapaan JA dengan senyuman yang khas, keberaniannya untuk tampil apa adanya tanpa basa basi sungguh menyentuh hati warga sehingga tidak heran jika dalam setiap kedatangannya selalu ditunggu dan dielu-elukan warga. Hal ini bukan sebentuk kultus individu namun bagaikan orang dahaga ditengah padang pasir, warga DKI telah menemukan sosok pemimpin yang dirindukan dalam diri JA yang berani keluar dari kebiasaan lama, meminjam istilah umum "out of the box", yang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati telah mampu merebut hati warga DKI yang menginginkan perubahan Jakarta ke arah yang lebih baik
Yang menarik, meski JA telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang merakyat, namun anehnya justru belum banyak pejabat lain di negeri ini yang mau mengikuti jejak JA.
Kepemimpinan yang mengayomi, tegas, satunya kata dan perbuatan, transparan, dengan akuntabilitas yang tinggi dari JA seharusnya mampu menginspirasi para pemimpin negeri ini untuk melakukan hal yang sama. Atau jangan jangan ada rasa malu dan tidak mau mengakui kelemahan diri dari para pejabat di republik ini untuk mengikuti jejak JA karena dianggap hanya mengekor saja sehingga menurunkan harga diri mereka ?
Rakyat saat ini sudah semakin pintar membedakan mana yang emas dan mana yang imitasi, sehingga saatnya bagi para pemimpin negeri ini untuk merubah paradigma kepemimpinan dari pejabat yang merasa sebagai penguasa berganti menjadi seorang pelayan yang baik ,rendah hati, suka menolong dan tidak memperkaya diri sendiri , apalagi melalui jalan pintas korupsi. Atau para pejabat lainnya masih harus terus menunggu sampai kemarahan rakyat memuncak dalam bentuk revolusi sosial dan semuanya menjadi terlambat ?
 

Rohmin Dahuri_Kisah Sukses Pejuang Ekologi ANFAL

Nama : Anfal
Nim     : 1110054000031
Kisah Sukses Pejuang Ekologi
1. Pengertian Ekologi ?
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Teori Kritis_M.Irfan Faqih_108051100061_Tugas ke-4


TEORI KRITIS
Nama  : M.Irfan Faqih
NIM    : 108051100061
Istilah teori kritis pertama kali ditemukan Max Hokheimer pada tahun 30-an. Awalnya teori kritis berarti pemaknaan kembali gagasan-gagasan ideal modernitas berkaitan dengan nalar dan kebebasan. Pemaknaan ini dilakukan dengan mengungkap deviasi dari gagasan-gagasan ideal tersebut dalam bentuk saintisme, kapitalisme, industri kebudayaan, dan institusi politik borjuis.

Teori Kritis Anjar Sukmawati Maurie, Pertemuan 4

Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)
Tugas Ke-4
Nama   : Anjar Sukmawati Maurie
Kelas   : Kpi 6f
Nim     : 1110051000196
Dalam era demokrasi seperti ini, perbedaan-perbedaan pendapat sering kali terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi sebuah konflik dalam perbedaan pendapat tersebut. Biasanya konflik ini terjadi karena adanya suatu pendapat yang  berusaha untuk menegasikan pendapat yang lain atau yang lebih dikenal dengan thesis dan anti-thesis. Anti-thesis iniliah yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari sebagai kritik.

Tugas_Pejuang_Ekologi_Lilis Yunengsih_Tugas3


Perempuan Pejuang Ekologi
( Kreasi Dari Eceng Gondok )
Oleh: Lilis Yunengsih
Perempuan ini bernama lengkap Julita Joylita Wahyu, ia lahir di Malang, 43 tahun yang lalu. Julita Joylita Wahyu merupakan wanita pertama Surabaya yang mendapatkan penghargaan Kalpataru, empat tahun lalu. ia piawai menyulap eceng gondok menjadi produk kerajinan. Gara-gara kiprahnya tersebut, ia berhasil memberdayakan ratusan keluarga dan juga berhasil menyelamatkan ekologi lingkungannya.
Cerita ini bermula ketika ia baru pindah ke Surabaya. Seperti kebanyakan ibu rumah tangga ynag lain, usai memasak dan menyiapkan semua keperluan untuk keluarga, para ibu biasanya memiliki waktu senggang yang panjang. Biasanya jam 09.00 semua pekerjaan rumah sudah selesai.

Sabtu, 13 April 2013

tugas 3-ekologi manusia-kisah sukses pejuang ekologi-Badzlia-PMI 6

  KISAH SUKSES PEJUANG EKOLOGI 
Oleh: Badzlia Rusydina Framutami
 
Penemu dan Pencetus Lubang Resapan Biopori
Ir. Kamir Raziudin Brata, beliau adalah lektor kepala dalam mata kuliah Ekologi Tanah sekaligus Dosen Fakultas Pertanian di Institut Pertanian Bogor dan beliau juga adalah penemu pertama serta pencetus Lubang resapan Biopori.
Berbeda dengan pemikiran umum yang berkembang saat ini dimana teknologi diidentikkan dengan sesuatu yang canggih, rumit, serta memerlukan biaya yang besar untuk diterapkan, Kamir Raziudin Brata justru dengan brilian mengembangkan suatu teknologi yang terlihat sederhana, murah, dan mudah dilakukan oleh setiap orang, serta multi guna. Salah satu manfaat teknologi ini yaitu mengatasi banjir. Teknologi ini dikenal sebagai teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB). Dinamakan biopori karena memanfaatkan aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (bio) yang membentuk lubang-lubang terowongan kecil (pore) di dalam tanah. Peran organisme di dalam tanah itulah yang sering dilupakan dalam merancang konsep penanganan banjir. Misalkan pembuatan waduk, jika aliran air menuju waduk tersebut masih didominasi oleh aliran permukaan tanah, maka waduk tersebut akan mengalami pendangkalan yang disebabkan material erosi yang terbawa aliran permukaan tersebut. [i]

TEORI KRITIS (Pendekatan Konteks Kepentingan)_SURYA WIRATAMA_TUGAS KE 5

TEORI KRITIS (Pendekatan Konteks Kepentingan)
Teori Kritis
Teori kritis adalah produk sekelompok neo-Marxis Jerman yang tak puas dengan keadaan teori Marxian (Bernstein, 1995; Kellner, 1993; untuk tinjauan yang lebih luas terhadap teori kritis, lihat Agger, 1998), terutama kecendrungannya menuju determinisme ekonomi. The Institute of Social Research, organisasi yang berkaitan dengan teori kritis ini resmi didirikan di Frankfurt, Jerman, 23 Februari 1923, meski sejumlah anggotanya telah aktif sebelum organisasi itu didirikan (Wiggershaus, 1994). Teori kritis telah berkembang melampaui batas aliran Frankfurt (Calhoun dan Karaganis, 2001;Telos, 1989-90). Teori kritis berasal dari dan sebagian besar berorientasi ke pemikir Eropa, meski pengaruhnya tumbuh dalam sosiologi Amerika (Markus, 1999; van den Berg, 1980).

Kamis, 11 April 2013

Teori Kritis (Pendekatan Konteks Kepentingan)_ Semyanka Rizki Kurnia_ Tugas 4

Teori Kritis atau Critical Theory dikemukakan oleh sekelompok ilmuan dari sekolah Frankrurt seperti, Marx Horkheimer (1895-1973), Theodor Adorno (1903-1969), Erich Fromm (1898), Herbert Marcuse (1900), dan Jugen Habermas (1921) aliran ini disebut Frankurt School karena para pendukungnya bekerja pada Institut Riset Sosial Universitas Frankrut. Kebanyakan mereka berasal dari kelas menengah Yahudi dan pada waktu perang dunia kedua mereka melarikan diri ke Amerika Serikat. Teori yang mereka kemukakan disebut "teori kritis" karena dalam karya-karyanya mereka mengeritik berbagai hal yang ada di dalam masyarakat (Wallace & Wolf, 1980:103-104)

Teori Idealis (Pendekatan Isi / konten)_ Semyanka Rizki Kurnia_ Tugas 3

Perspektif idealis melihat bahwa perubahan social disebabkan oleh faktor non material. Faktor non material ini antara lain ide, nilai dan ideology. Ide merujuk pada pengetahuan dan kepercayaan, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu yang pantas atau tidak pantas, sedangkan ideology berarti serangkaian kepercayaan dan nilai yang digunakan untuk membenarkan atau melegitimasi bentuk tindakan masyarakat.
Salah satu pemikir dalam kubu idealis adalah Weber. Pemikiran Weber dapat berpengaruh pada teori perubahan social adalah dari bentuk rasionalisme yang dimiliki. Menurut Weber, rasionalitas memiliki empat macam model, yaitu :

Teori Strukturalis (Pendekatan Institusional)_ Semyanka Rizki Kurnia_ Tugas 2

Struktur adalah pengembangan hubungan organisasi antara komponen yang membentuk bangunan itu. Strukturpolitik sebagai satu spesies struktur pada umumnya selalu berkenaan dengan alokasi-alokasi nilai yang bersifat otorittatif yaitu yang dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan.  (A.Rachman.2007: 6)
Konsep yang penting dalam perspektif ini adalah struktur dan fungsi, yang menunjuk pada dua atau lebih bagian atau komponen yang berbeda dan terpisah tetapi berhubungan satu sama lain. Struktur social terdiri dari berbagai komponen dari masyarakat. Kunci untuk memahami struktur adalah konsep status (posisi) yang ditentukan secara social yang diperoleh baik karena kelahiran (ascribed status) maupun karena usaha (achieved status) sesorang dalam masyarakat.

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_ Semyanka Rizki Kurnia_ Tugas 1

Sosiologi komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi dari sudut sosiologis. Sosiologi komunikasi ini membahas tentang tinjauan sosiologis terhadap komunikasi baik sebagai aktivitas sosial, interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, maupun efek sosial dari komunikasi dalam masyarakat tersebut.
Sosiologi berasal dari kata sofie, yang berarti bercocok tanam atau bertanam, kemudian berkembang menjadi Socius (bhs. Latin) yang berarti teman, kawan. Berkembang lagi menjadi kata sosial yang berarti berteman, bersama, berserikat. Kata sosial secara khusus adalah hal-hal yang mengenai berbagai kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, yang bermaksud untuk mengerti kejadian-kejadian dalam masyarakat dan selanjutnya berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama.

Teori Kritis_Kharisma Utama_Tugas Pertemuan Ke 4

Nama : Kharisma Utama
109051000179

Teori Kritis
Sejak abad pencerahan sampai era globalisasi ini, ada empat paradigma ilmu pengetahuan sosial dalam mengungkap hakekat realitas atau ilmu pengetahuan yang berkembang dewasa ini. Keempat paradigma itu ialah: positivisme, postpositivisme, konstruktivisme (constructivism) dan teori kritik (critical theory). Perbedaan paradigma ini bisa dilihat dari cara mereka memandang realitas dan melakukan penemuan-penemuan ilmu pengetahuan, ditinjau dari tiga aspek pertanyaan: ontologis, epistemologis dan metodologis. Namun demikian, beberapa paradigma mempunyai cara pandang yang sama terhadap salah satu dari ketiga aspek pengembangan ilmu pengetahuan tersebut.

Teori Idealis_Kharisma Utama_Tugas Pertemuan Ke 3

Nama : Kharisma Utama
109051000179

Teori Idealis

            Secara umum, idealis dapat diartikan: 1) seseorang yang menerima ukuran moral yang tinggi, estetika, dan agama serta menghayatinya. 2) seseorang yang dapat melukiskan dan menganjurkan suatu rencana atau program yang belum ada.
Idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri atas ide-ide, pikiran-pikiran, akal (mind) atau jiwa (selves) dan bukan benda material dan kekuatan. Idealisme menekankan mind sebagai hal yang lebih dahulu daripada materi. Idealisme adalah suatu pandangan dunia atau metafisik yang mengatakan bahwa realitas dasar terdiri atas, atau sangat erat hubungannya dengan ide, pikiran atau jiwa.

Teori Strukturalis_Kharisma Utama_Tugas Pertemuan Ke 2

Nama : Kharisma Utama
109051000179

TEORI STRUKTURALIS
  1. Pendahuluan
Teori Strukturalisme merupakan sebuah teori yang besar yang mempengaruhi hampir sebahagian besar bidang ilmu. Secara umum, teori Strukturalisme merupakan suatu percobaan untuk menerapkan teori linguistik kepada objek-objek dan kegiatan-kegiatan lain, selain bahasa itu sendiri. Berdasarkan pada pernyataan ini, maka teori Strukturalisme dapat dipahami sebagai teori yang menitikberatkan perkara-perkara dalaman (content) yang membentuk rangka atau struktur sesebuah teks. Struktur sesebuah teks termasuklah tema, plot, perwatakan, bahasa, latar dan sudut pandangan.

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa_Kharisma Utama_Tugas Pertemuan Ke 1

NAMA : KHARISMA UTAMA
109051000179

Perspektif Teori Sosiologi untuk Komunikasi Massa
A.    Pendahuluan
Manusia adalah makhluk sosial yang pada dasarnya tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Manusia akan membutuhkan satu sama lainnya untuk saling berkolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, maupun melakukan interaksi antarsesamanya. Aktivitas interaksi sosial dan tindakan komunikasi itu dilakukan baik secara verbal, non verbal, maupun simbolis. Dengan hal tersebut, kemudian melahirkan kebutuhan adanya norma-norma dan nilai-nilai sosial yang mampu mengatur tindakan manusia.
Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri. Seperti dijelaskan sosiologi bahwa komunikasi merupakan unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Dominasi perspektif dalam sosiologi yang luas ini, lahirlah kajian khusus yang dinamakan sosiologi komunikasi. Beberapa konsep penting diantaranya, konsep tentang sosiologi, community, communication, dan telematika.[1]

TEORI IDEALIS_SURYA WIRATAMA_TUGAS KE - 4

TEORI IDEALIS (Pendekatan Isi/Konten)
Teori Idealis Teori Idealis atau dalam bahasa latinya Idealis Utopian/Liberalis Utopian memiliki dasar-dasar legalistic dan moralistic, hal ini dikarenakan paham yang mereka kemukakan mengenai Manusia itu cinta damai.
Pendekatan Idealistik tercermin dalam pandangan Whitehead yang menyatakan bahwa " ide umum selalu mengancam tatanan yang ada. Pendekatan idealistik ini terlihat jelas dalam pengaruh agama terhadap tata nilai dan kehidupan masyarakat dimana agama kristen sangat berpengaruh terhadap semangat kapitalisme. Terdapat empat pendirian yang berkembang dri teori idealistik. Pendirian pertma Aguste Comte adalah seorang idealis dalam pendekatannya terhadap perubahan sosial. 

TEORI KRITIS A.SAIFUL MU'MININ_tugas4

TEORI KRITIS (PENDEKATAN  KONTEKS KEPENTINGAN)
A.    SAIFUL MU'MININ (109051000166)
PERTEMUAN KE 4
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
A.    PENDAHULUAN
Teori kritis adalah sebutan untuk orientasi teoritis tertentu yang bersumber dari Hegel dan Marx, disistematisasi oleh Horkheimer dan sejawatnya di Institut Penelitian Sosial di Frankfurt, dan dikembangkan oleh Habermas. Secara umum istilah ini merujuk pada elemen kritik dalam filsafat Jerman y
ang dimulai dengan pembacaan kritis Hegel terhadap Kant. Secara lebih khusus, teori kritis terkait dengan orientasi tertentu terhadap filsafat yang "dilahirkan" di Frankfurt.
Sekelompok orang yang kemudian dikenal sebagai anggota Mazhab Frankfurt adalah teoritisi yang mengembangkan analisis tentang perubahan dalam masyarakat kapitalis Barat, yang merupakan kelanjutan dari teori klasik Marx. Mereka yang bekerja institut penelitian ini diantaranya Max Horkheimer, Theodor Adorno, Herbert Marcuse dan Erich Fromm di akhir tahun 20-an dan awal tahun 30-an. 


TEORI IDEALIS_A.SAIFUL MU'MININ Tugas3

TEORI IDEALIS (PENDEKATAN ISI/ KONTEN)
A.  SAIFUL MU'MININ (109051000166)
PERTEMUAN KE 3
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
A.     PENDAHULUAN
Idealism is the doctrine that ideas, or thought, make up either the whole or a indispensable aspect of any full reality, so that a world of material objects containing no thought either could not exist as it is experienced, or would not be fully "real."
Itulah pengertian idealisme seperti yang aku baca di Wiki. Seseorang yang lain berkata: merujuk Merriam-Webster Online Dictionary untuk mencari definisi 'idealis'.
·         seorang yang mengikuti satu teori atau idealisme falsafah
·         seorang penulis atau artis yang menyokong atau mengamalkan idealisme dalam seni atau tulisannya
·         seorang yang dipandu oleh idealisme, terutamanya seorang yang meletakkan idealisme sebelum pertimbangan praktikal.

TEORI STRUKTURALIS_A.SAIFUL MU'MININ Tugas 2

TEORI STRUKTURALIS (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)
A.   SAIFUL MU'MININ (109051000166)
PERTEMUAN KE 2
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM    
A.    Pendahuluan
Banyak orang percaya bahwa teori structural merupakan teori sosiologi yang dominan, pendapat serupa juga dikemukakan oleh Robert Nisbet sebagaimana dikutip oleh Turner Maryanski yang mengatakan bahwa teori fungsionalisme struktural  merupakan satu teori yang sangat penting di abad ini di dalam ilmu ilmu sosial[1].
Hal senada juga diungkapkan Kingsley Davis, Presiden asosiasi sosiologi amerika dalam pidatonya tahun 1959 yang berjudul "Mitos tentang analisa fungsional sebaggai metode khusus dalam sosiologi dan antropologi".

Cari Blog Ini