Senin, 22 April 2013

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Hermansyah_KPI8_tugas ke 5

Nama  : Hermansyah

Kelas   : kpi f 8

 

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial

1.      Pendahuluan

 

Zaman abad 21 ini, media semakin pesat berkembang pesat. Dari penemu mesin ketik pertama oleh mark guternberg dari jerman sampai perkembangan teknologi komunikasi mutakhir sekarang ini, Terutama teknologi internet yang menghubungkan koneksi ke seluruh dunia. Metodologi  adalah metode atau cara ( teori ) yang terdapat dalam ilmu penelitian. Bicara Media tidak lepas dari massa, lalu apakah massa itu?  Pengertian massa adalah

Ø  Mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk, yang komponennya suilit dibedakan satu sama lain

Ø  Suatu kumpulan banyak orang yang tidak mengenal keberadaan individualitasnya

 

Ciri-Ciri Massa

  Jumlahnya sangat besar (lebih besar dari kelompok, kerumunan atau publik)

  Para anggota tersebar luas dan biasanya tidak saling mengenal

  Kurang memiliki kesadaran dan identitas diri

  Tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

  Komposisi selalu berubah dan berada pada batas wilayah yang selalu berubah pula.

  Anggotanya heterogen

  Cenderung bertindak sesuai dengan persepsi orang yang akan memanipulasi mereka

 

Adapun teori-teori dalam perkembangan media atau komunikasi massa :


A.    Teori Agenda Setting

 

  Media tidak mengatakan apa yang orang-orang pikirkan tetapi apa yang harus dipikirkan. (Media do not tell what you think, but tell what you think about)

  Walter Lippman mengatakan :

            “ Oleh karena lingkungan kita terlalu besar, rumit dan terlalu singkat untuk dipelajari…kita harus membangunnya kembali ke dalam model yang lebih sederhana sebelum kita dapat mengaturnya”

  Bernard Cohen  (1963): “ Pers lebih penting daripada sekedar penyedia informasi dan opini. Dunia terlihat berbeda menurut orang yang berbeda, bergantung bukan hanya pada minat mereka pribadi, tetapi juga peta yang diberikan kepada mereka oleh penulis, editor, dan penerbit surat kabar yang mereka baca”.


B.     Teori Spiral of Silence

 

  Fokus pada dampak pada level makro, dibanding mikro.

  Elisabeth Noelle-Neumann (1984) : “ Pengamatan yang dibuat dalam satu konteks (media massa) menyebar kepada yang lain dan mendorong orang untuk menyuarakan pandangan mereka atau menelannya dan diam, hingga dalam sebuah proses yang spiral, satu pandangan dianggap mendominasi, sementara yang lain hilang dari kesadaran publik dan, pendukungnya tidak lagi bersuara”.

 

C.    Teori Kultivasi

 

  Dikembangkan oleh George Gerbner (1970-19801n)

  Fokus pada peranan media dalam masyarakat dalam level makro dan mikro.

  Teori kultivasi : Televisi menanamkan atau menciptakan pandangan terhadap dunia yang walaupun tidak akurat, tetapi menjadi realitas karena orang percaya pada realitas tersebut.

  Proyek indikator kebudayaan (cultural indikator project) : penelitian dalam waktu tertentu terhadap program televisi dan konsepsi realitas yang ditanamkan oleh tindakan “menonton”.

 

D.    Dependency Theory

 

  Dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur (1976).

  Teori ini melihat kondisi struktural masyarakat terkait dengan terjadinya efek media massa.

  Dalam masyarakat modern, audience menjadi tergantung pada media massa sebagai sumber informasi bagi pengetahuan tentang, dan orientasi kepada, serta apa yang terjadi didalam masyarakat.

Media dianggap sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses pemeliharaan, perubahan dan konflik dalam masyarakat.

 

E.     Teori Uses and Gratification

 

  The uses and gratification theory suggests that audience members actively pursue particular media to satisfy their own needs.

  Peneliti fokus pada bagaimana audiens menggunakan media daripada bagaimana media mempengaruhi audiens  (Berger, 2002, p. 127).

  Teori ini melihat audiens itu aktif sebagai partisipan dalam memilih isi dan media.

Audiens cenderung menghindari meida yang tidak sesuai dengan nilai, sikap dan keyakinan mereka.

Itulah metode/teori –teori dalam komunikasi massa atau media.

System social

System social adalah atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. Jadi kesimpulannya suatu system yang berhubungan interaksi social antar manusia yang timbal balik. Kita tahu manusia adalah makhluk social, antara satu sama lain punya kebutuhan satu sama lain. Dalam hal ini tidak kecuali dalam media. Baik media cetak dan eletronik. Pada masyarakat kita tentunya mempunyai kebutuhan tersendiri pada media yang kita kuasai atau minati, tergantung kebutuhannya.

2.      Metode Studi

Dalam penulisan paper ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis mencari dan mendapatkan sumber informasi dari buku-buku yang membahas mengenai teori-teori media massa.

3.      Analisis

 

Perkembangan media yang pesat melahirkan metode atau teori dalam media itu sendiri. Teori itu lahir dari fenomena media di tengah masyarakat. Perkembangan media tadi tidak akan berjalan maksimal jika tidak adanya system social yang berjalan sacara teratur di tengah masyarakat. Karnah masyarakat mahkluk social, dengan sendirinya adanya hubungan timbale balik. Sebagai contoh, petani untuk menambah pengetahuannya membaca Koran, dan pebrik pembuat Koran memerlukan bahan pembuat kertas kepada petani. Itulah salah satu contoh dari system media

4.      Daftar pustaka

 

McQuil, Denis.2001. Komunikassi Massa.Ter.Putri Iva Izzati.Jakarta:Penerbit Salemba Humanika

 

 

 

 

 

 

 

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_hermansyah_KPI 8_tugas ke 5

Nama  : Hermansyah

Kelas   : kpi f 8

 

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial

1.      Pendahuluan

 

Zaman abad 21 ini, media semakin pesat berkembang pesat. Dari penemu mesin ketik pertama oleh mark guternberg dari jerman sampai perkembangan teknologi komunikasi mutakhir sekarang ini, Terutama teknologi internet yang menghubungkan koneksi ke seluruh dunia. Metodologi  adalah metode atau cara ( teori ) yang terdapat dalam ilmu penelitian. Bicara Media tidak lepas dari massa, lalu apakah massa itu?  Pengertian massa adalah

Ø  Mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk, yang komponennya suilit dibedakan satu sama lain

Ø  Suatu kumpulan banyak orang yang tidak mengenal keberadaan individualitasnya

 

Ciri-Ciri Massa

  Jumlahnya sangat besar (lebih besar dari kelompok, kerumunan atau publik)

  Para anggota tersebar luas dan biasanya tidak saling mengenal

  Kurang memiliki kesadaran dan identitas diri

  Tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

  Komposisi selalu berubah dan berada pada batas wilayah yang selalu berubah pula.

  Anggotanya heterogen

  Cenderung bertindak sesuai dengan persepsi orang yang akan memanipulasi mereka

 

Adapun teori-teori dalam perkembangan media atau komunikasi massa :

A.    Teori Agenda Setting

 

  Media tidak mengatakan apa yang orang-orang pikirkan tetapi apa yang harus dipikirkan. (Media do not tell what you think, but tell what you think about)

  Walter Lippman mengatakan :

            “ Oleh karena lingkungan kita terlalu besar, rumit dan terlalu singkat untuk dipelajari…kita harus membangunnya kembali ke dalam model yang lebih sederhana sebelum kita dapat mengaturnya”

  Bernard Cohen  (1963): “ Pers lebih penting daripada sekedar penyedia informasi dan opini. Dunia terlihat berbeda menurut orang yang berbeda, bergantung bukan hanya pada minat mereka pribadi, tetapi juga peta yang diberikan kepada mereka oleh penulis, editor, dan penerbit surat kabar yang mereka baca”.

B.     Teori Spiral of Silence

 

  Fokus pada dampak pada level makro, dibanding mikro.

  Elisabeth Noelle-Neumann (1984) : “ Pengamatan yang dibuat dalam satu konteks (media massa) menyebar kepada yang lain dan mendorong orang untuk menyuarakan pandangan mereka atau menelannya dan diam, hingga dalam sebuah proses yang spiral, satu pandangan dianggap mendominasi, sementara yang lain hilang dari kesadaran publik dan, pendukungnya tidak lagi bersuara”.

 

C.    Teori Kultivasi

 

  Dikembangkan oleh George Gerbner (1970-19801n)

  Fokus pada peranan media dalam masyarakat dalam level makro dan mikro.

  Teori kultivasi : Televisi menanamkan atau menciptakan pandangan terhadap dunia yang walaupun tidak akurat, tetapi menjadi realitas karena orang percaya pada realitas tersebut.

  Proyek indikator kebudayaan (cultural indikator project) : penelitian dalam waktu tertentu terhadap program televisi dan konsepsi realitas yang ditanamkan oleh tindakan “menonton”.

 

D.    Dependency Theory

 

  Dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur (1976).

  Teori ini melihat kondisi struktural masyarakat terkait dengan terjadinya efek media massa.

  Dalam masyarakat modern, audience menjadi tergantung pada media massa sebagai sumber informasi bagi pengetahuan tentang, dan orientasi kepada, serta apa yang terjadi didalam masyarakat.

Media dianggap sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses pemeliharaan, perubahan dan konflik dalam masyarakat.

 

E.     Teori Uses and Gratification

 

  The uses and gratification theory suggests that audience members actively pursue particular media to satisfy their own needs.

  Peneliti fokus pada bagaimana audiens menggunakan media daripada bagaimana media mempengaruhi audiens  (Berger, 2002, p. 127).

  Teori ini melihat audiens itu aktif sebagai partisipan dalam memilih isi dan media.

Audiens cenderung menghindari meida yang tidak sesuai dengan nilai, sikap dan keyakinan mereka.

Itulah metode/teori –teori dalam komunikasi massa atau media.

System social

System social adalah atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. Jadi kesimpulannya suatu system yang berhubungan interaksi social antar manusia yang timbal balik. Kita tahu manusia adalah makhluk social, antara satu sama lain punya kebutuhan satu sama lain. Dalam hal ini tidak kecuali dalam media. Baik media cetak dan eletronik. Pada masyarakat kita tentunya mempunyai kebutuhan tersendiri pada media yang kita kuasai atau minati, tergantung kebutuhannya.

2.      Metode Studi

Dalam penulisan paper ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis mencari dan mendapatkan sumber informasi dari buku-buku yang membahas mengenai teori-teori media massa.

3.      Analisis

 

Perkembangan media yang pesat melahirkan metode atau teori dalam media itu sendiri. Teori itu lahir dari fenomena media di tengah masyarakat. Perkembangan media tadi tidak akan berjalan maksimal jika tidak adanya system social yang berjalan sacara teratur di tengah masyarakat. Karnah masyarakat mahkluk social, dengan sendirinya adanya hubungan timbale balik. Sebagai contoh, petani untuk menambah pengetahuannya membaca Koran, dan pebrik pembuat Koran memerlukan bahan pembuat kertas kepada petani. Itulah salah satu contoh dari system media

4.      Daftar pustaka

 

McQuil, Denis.2001. Komunikassi Massa.Ter.Putri Iva Izzati.Jakarta:Penerbit Salemba Humanika

 

 

 

 

 

 

 

Media elektronik dan media online (struktur,sistem, dan dampak)_sutrisno sugiyono_109051000171_tugas 7

I . Pendahuluan

            Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanisbagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya. Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familier bagi pengguna umum antara lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi multimedia, dan konten daring. Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital, walaupun media baru pada umumnya berbentuk digital.

Sistem media massa Otoriter Sistem media massa otoriter adalah suatu sistem dimana pemerintah memegang kendaliterhadap media.Media tidak diperbolehkan untuk melakukan kritik terhadap pemerintah yang berkuasa.Sistem media massaotoriter pernah diterapkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.Pihal swasta diperkenankan untuk membuat suatu media namun dengan syarat-syarat tertentu.Media dilarang kerasuntuk melakukan kritik terhadap pemerintah mau punPresiden,jika terdapat media yang melakukan kritik maka akan langsung dibredel.Izin pembuatan media pada sistemotoriter juga tidak mudah,suatu media harus memenuhi tahap-tahap tertentu untuk bisa terbit.Jikanekat memuat hal-hal yang menyinggung pemerintah maka dapat dipastikan media tersebut tidak akan bertahanlama. Libertarian Sistem media massa libertarian adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan pers kepada warganya.Sistem media massa libertarian mendukungpenuh hak-hak warga negara untuk mendapatkan informasi.Pada sistem ini,pemerintah tidak turut campur terhadap media.Mediadiberikan kebebasan untuk memuat apa pun meski bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Tidak ada pembredelan mediaseperti yang terjadi pada sistem media massa otoritarian.Disini media bebasdari tekanan pihak mana pun.Proses pembuatan suatumedia juga tidak sulit,asalkanmemiliki modal yang besar seseorang mau pun kelompokdapat mendirikan suatu media. Pada sistem media massa libertarian,yang berfungsi sebagai pengontrol media adalah masyarakat.Disini masyarakat memiliki peranan yang cukup besar,opini publik dapat menentukan konten-konten mana yang boleh untuk dipublikasikan.Dengan kata lain sistem ini berpijak kepada pasar bebas. Amerika Serikat adalah negara penganut sistem media massa liberal.Amerika memberikan kebebasan kepada warganya untuk berbicara di media massa.Media tidak mendapat tekanan sama sekali dari pihak pemerintah. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pers Otoritarian dan Libertarian Sistem pers otoritarian dan libertarian bagaikan dua buah mata pisau yang berbeda,keduanya saling berlawanan satu sama lain.Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Berikut ini saya mencoba mengulas beberapa kelebihan dan juga kekurangan dari masing-masing sistem tersebut. Kelebihan Teori Per Otoritarian : 1.Media lebih terkontrol dalampemberitaannya. 2.Menghindari adanya persaingan yang tidak sehat diantara media. 3.Pemerintah dapat menjalankan tugasnya tanpa ada tuntutan atau kritikan yang biasanya disampaikan melalui media. Kekurangan Teori Pers Otoritarian : 1.Tidak adanya nilai-nilai universal di dalam kebebasan pers. 2.Media hanya menjadi tirani dan alat kepentingan bagi penguasanya. 3.Pers tidak dapat menjalankan fungsi kontrol sosialnya. 4.Pers tidak dapat secara bebas menjalankan fungsinyasebagai penyebar informasi, mendidik, dan menghibur. Kelebihan Teori Pers Libertarian : 1.Pers lebih bersifat independen dan tidak berpihak pada penguasa. 2.Pers pada akhirnya akan lebih memihak pasar 3.Pers lebih dapat menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial, penyebar informasi, Pendidik,dan penghibur. Kekurangan Teori Pers Libertarian : 1.Media massa pada sistem ini hanya mencari keuntungansebesar-besarnya karena tujuan sebenarnya adalah pengakumulasian modal 2.Terjadinya persaingan yang tidak sehat antar pers dalam menyampaikan informasi. 3.Adanya kebebasan yang berlebihan dari media karenakontrol dilakukan oleh media itu sendiri

Teori Dampak Media adalah kumpulan teori[siapa?] yang menjelaskan mengenai efek teknologi komunikasi yang berbentuk media memberikan pengaruhnya terhadap perilaku dan cara berpikir manusia di kehidupan sosialnya dari berbagai perspektif. Mediamerupakan suatu organisasi terstruktur, yang menjadi agen penyedia Informasi bagi masyarakat. Media memiliki peran penting dalam proses pembentukan masyarakat yang lebih dewasa dan modern. Unsur lain yang tidak kalah pentingnya adalah, seberapa besar media mempengaruhi masyarakat sebagai penyimak tetap mereka. Beberapa ahli percaya, bahwa media memberikan pengaruh yang besar bagi para penontonnya. Sebagai contoh, Adorno dan Horkheimer (1972) melihat propaganda yang sangat kuat datang dari media dalam menjelaskan peristiwa berdarah Holocaust dan peristiwa-peristiwa brutal lainnya yang terjadi ketika Perang Dunia Ke-II.Chomsky dan Herman (1988) melihat bahwa media merupakan kurir yang sangat kuat dalam mempromosikan ideologi baru kepada anggota masyarakat yang memiliki tingkat melek media yang rendah, anak-anak misalnya. Dalam menjelasan dampak media, ada dua perspektif yang dapat diambil oleh setiap teori yang ada. Pada umumnya, kebanyakan dari teori menjelaskan dampak media dengan menggunakan perspektif dari perubahan perilaku yang dialami oleh individu ketika berinteraksi dengan media. Ada pula teori lain yang menjelaskan, dampak yang diberikan oleh ,media dengan menggunakan persepektif sosial secara luas, dengan cara menganalisis perubahan budaya apa yang terjadi dalam masyarakat akibat informasi yang datang dari media. Berikut teori-teori yang menjelaskan dampak media bagi masyarakat.

Teori Jarum suntik

Perang antara Amerika Serikat dengan Spanyol pada tahun 1898, merupakan kejadian yang didorong oleh koran yang diterbitkan olehWilliam Randolph Hearst. Koran tersebut memberitakan tenggelamnya kapal perang Amerika Serikat yang bernama Maine, di Havana Harbor merupakan ulah tentara Spanyol dengan sangat besar dan terkesan berlebihan, sehingga perang pun tidak dapat terhindarkan (Selanjutnya ditemukan bahwa tenggelamnya kapal perang Amerika Serikat tersebut bukanlah karena serangan tentara Spanyol). Dari contoh diatas dapat dilihat begitu kuatnya media dalam mendorong perubahan pikiran manusia, dengan dampak dan proses yang begitu hebat sepeti jarum suntik (hypodermic) maupun peluru yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Contoh yang lebih jelas lagi ialah pidato yang dilakukan oleh pemimpin Nazi, Adolf Hitler, melalui radio publik, yang akhirnya menjadi faktor vital memulai Holocaustdi Perang Dunia Ke II. Teori ini mencoba menjelaskan bagaimana persuasi yang datang dari media memegang peran penting dalam, mengubah cara manusia berpikir, bertindak, maupun berperilaku.

Media online

Media Online di Indonesia kebanyakan lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto di tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca.

Dari situlah kemudian tercetus keinginan membentuk detikcom yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Yang dijual detikcom adalah breaking news. Dengan bertumpu pada tampilan apa adanya detikcom melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan pengguna internet Indonesia.

Lahirnya detikcom

detikcom barangkali merupakan media online Indonesia yang pertama yang di garap secara serius. Tidak heran karena pendirinya kebanyakan dari media, Budiono Darsono (eks wartawan DeTik), Yayan Sopyan (eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan w:Tempo), dan Didi Nugraha. Server detikcom sebetulnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai online dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Jadi tanggal 9 Juli ditetapkan sebagai hari lahir Detikcom.

Masa awal detikcom lebih banyak terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga

Pengaruh Media Online Bagi Masyarakat

Siapa Yang Tidak Mengetahui Internet ?? Semua Orang Bisa Menggunakan Internet Bahkan Anak Sekolah Dasar (SD) Pun Di Sekolahnya Sudah Banyak Yang Mengajarkan Tentang Intrnet. Setiap Tahun Jumlah Pengguna Internet Selalu Bertambah Lebih Dari 20 Juta Orang Di Indonesia Bisa Menggunakan Internet Dan Itu Akan Bertambah Setiap Tahunnya.
Banyak Manfaat Yang Bisa Di Dapat Dengan Menggunakan Internet,yaitu :
1. Setiap Orang Yang Ingin Membuka Usaha Seperti Menjual Buku,pakaian,atau Mempromosikan Perusahaan Mereka Bisa Membuat Toko Online.
2. Seperti Yang Lagi Tren Sekarang ini,Orang-Orang Bisa Mendapatkan Banyak Teman baru,Kenalan Baru Dengan Adanya Situs Jejaring (Sosial Networking) Seperti friendster,Facebook,Plurk,Twitter,Dan Masih Banyak Lagi Lainnya.
3. Orang Yang Tinggal Di Tempat Yang Berbeda/Berjauhan Dengan keluarga Bisa Bertukar Informasi/Kabar Dengan menggunakan Email.
4. Dan Masih Banyak Lagi Lainnya.

Namun Internet Tidak Selalu Berdampak Baik Bagi Masyarakat Karena Internet Juga Membawa Dampak Buruk Bagi Masyarakat Seperti :
1. Masyarakat Menjadi Malas,Karena Mereka Beranggapan Dengan Adanya Internet Semua Pekerjaan Bisa Dengan Mudah Di Kerjaan (mau Informasi Ini Tinggal Cari Di Google) jadi Otak ATau Pikiran Mereka TIdak Di Gunakan Lagi untuk Mengerjakan Pekerjaan Mereka.
2. Bagi Masyarakat Muda Khususnya Banyak Menyalahgunakan internet untuk Mencari Informasi Yang Seharusnya Tidak Mereka Cari Seperti Membuka Situs" Dewasa,mencari Gambar-Gambar Fulgar,Dan Semacamnya.
3. Banyak Orang Memanfaatkan Internet untuk Melakukan Berbagai Macam Kejahatan Seperti Menipu.
4. Dan Masih Banyak Lainnya lagi.

Beralihnya suatu masyarakat tradisional menjadi modern, beriringan dengan munculnya gelombang urbanisasi. Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya jumlah penduduk perkotaan di negara-negara berkembang bertambah sekitar 45 juta orang. Bahkan pertumbuhan tingkat urbanisasinya melebihi pertumbuhan industrialisasi. Meski kehidupan perkotaan dan modern mampu menghasilkan beragam fasilitas, kemudahan, dan kesejahteraan material bagi para penduduknya, namun begitu, kehidupan modern juga banyak melahirkan persoalan dan krisis sosial baru. 

Kini, isu kesehatan sosial merupakan salah satu masalah yang vital. Media massa sebagai perangkat sosialisasi yang paling berpengaruh, tentu bisa berperan efektif berkenaan dengan masalah kesehatan sosial. Namun persoalannya, bagaimanakah posisi dan peran media massa terhadap isu tersebut? Nah, saudara dalam acara Perspektif kali ini, kami mencoba mengajak Anda mengkaji posisi dan peran media massa dalam masalah kesehatan sosial masyarakat. 
Ada banyak jawaban yang diajukan oleh para pakar sosial mengenai peran media massa terhadap isu kesehatan sosial masyarakat. Peran media massa dalam hal ini bergantung pada tujuan dan publik yang digarapnya. Sebagian besar pengamat mengkritik keras aktifitas media massa negara-negara besar Barat. Mereka berkeyakinan, media-media Barat sering merekayasa kenyataan, sehingga bisa mengancam kesehatan sosial masyarakat. Jean Baudrillard, pakar media asal Perancis, meyakini bahwa media merupakan perangkat untuk mengacaukan hakikat dan kenyataan beragam persoalan. Lebih lanjut ia memaparkan, "Apa yang kita anggap sebagai realitas, sejatinya adalah pandangan media terhadap isu tersebut. Bisa dikatakan, realitas bisa terwujud dalam berbagai bentuk sesuai dengan banyaknya media dan gambar. Dengan kata lain, simbol realitas telah menggantikan realitas itu sendiri. 

Menurut Baudrillard, batas realitas dan hiburan telah kabur. Gambar telah memberikan identitas maya terhadap kenyataan, hingga berita politik ditampilkan tak ubahnya suatu hiburan, dan peristiwa nyata mengenai perang dan pembantaian berubah menjadi layaknya naskah sandiwara melodrama ataupun tragedi. Berkelindannya budaya, politik, dan hiburan ini sebegitu eratnya hingga batas antar realitas menjadi tumpang tindih, dan tak lagi bisa ditentukan batas tegasnya.

II . Metode Studi

            Dalam penulisan Resume ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis mencari dan mendapatkan sumber informasi dari beberapa sumber di internet seperti Wikipedia, wikibooks dll.

III . Analisis

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti media massa, menyebabkan terjadi perubahan secara cepat dimana-mana. Media massa sedikit demi sedikit membawa masuk masyarakat ke suatu pola budaya yang baru dan mulai menentukan pola pikir serta budaya perilaku masyarakat. Tanpa disadari media massa telah ikut mengatur jadwal hidup kita serta menciptakan sejumlah kebutuhan. Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi cenderung memicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada penetapan pola hidup masyarakat. Beragam informasi yang disajikan dinilai dapat memberi pengaruh yang berwujud positif dan negatif. Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari. Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, didengar dan dibaca dari media. Pesan atau informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya mengecilkan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain. 

Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap diri seorang figur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari media. Biasanya seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya (Trimarsanto, 1993:8). Hal tersebut di atas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasi muda. Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila tayangan atau informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh anak-anak (Amini, 1993). 

Dampak yang ditimbulkan media massa bisa beraneka ragam diantaranya terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial atau nilai-nilai budaya. Di zaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media massa yang teramat pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis. Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme. Dengan perkembangan media massa apalagi dengan munculnya media massa elektronik sebagai media massa modern yang sedikit banyak membuat masyarakat senantiasa diliputi perasaan tidak puas dan bergaya hidup yang serba instant. Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreatifitas yang ada dalam diri kita dikemudian hari. Rubrik dari layar TV dan media lainnya yang menyajikan begitu banyak unsur-unsur kenikmatan dari pagi hingga larut malam membuat menurunnya minat belajar dikalangan generasi muda. Dari hal tersebut terlihat bahwa budaya dan pola tingkah laku yang sudah lama tertanam dalam kehidupan masyarakat mulai pudar dan sedikit demi sedikit mulai diambil perannya oleh media massa dalam menyajikan informasi-informasi yang berasal dari jaringan nasional maupun dari luar negeri yang terkadang kurang pas dengan budaya kita sebagai bangsa timur.

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Media_elektronik

http://rangga21.mywapblog.com/sistem-media-massa.xhtml

http://id.wikipedia.org/wiki/9_Teori_Dampak_Media

http://terinspirasikomunikasi.blogspot.com/2013/03/pengaruh-media-massa-terhadap-perubahan.html

http://coretcoretanerdi.blogspot.com/2009/10/pengaruh-media-online-bagi-masyarakat.ht

http://id.wikibooks.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia/Media_Online

 

 

 

Media Cetak dan Media Konvensional (Strukur, Sistem, dan Dampak) Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas 6


Media Cetak dan Media Konvensional (Strukur, Sistem, dan Dampak)_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas 6
A.    Pendahuluan
Riwayat perkembangan komunikasi antarmanusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri. Everett M. Rogers dalam bukunya mengatakan bahwa dalam hubungan komunikasi di masyarakat, dikenal empat era komunikasi, yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi, dan era media komunikasi interaktif. Masyarakat mengetahui bahwa perkembangan teknologi media berkembang dimulai dari era media tulis dan cetak. Perkembangan media tulis telah lama dikenal masyarakat dan menjadi pertanda permulaan peradaban sebuah bangsa. Berbagai macam temuan budaya tulis manusia di berbagai bangsa di dunia dapat ditemukan dam bentuk relief, grafik, ukiran, tanda, dan simbol yang dibuat pada dinding-dinding bangunan, batu, kayu, pohon, pelepah pohon maupun daun, dan lainnya. Beberapa abad kemudian baru masyarakat terbiasa dengan mencetak huruf secara manual yang dilakukan pada media yang ada saat itu. Lalu kemudian barulah ketika Elergi Gutenberg menemukan mesin cetak pada tahun 1450 muncul sejumlah surat kabar. Teknologi mesin cetak dan era media cetak bertahan selama berabad-abad bahkan hingga saat ini.[1]
Penemuan ini membuat orang-orang awam mampu membeli buku dan mendapat informasi yang semula hanya bisa diketahui oleh bangsawan atau aristokrat belaka. Salah satu buku pertama yang dicetak adalah Bible atau Kitab Suci. Tentu saja perkembangan mesin cetak pada akhirnya memungkinkan orang-orang untuk mencetak buku di luar Kitab Suci. Di Amerika Serikat, terutama di Boston, Philadelphia, dan New York, mulai dicetak majalah, koran, dan almanak. Salah satu tokoh Amerika yang berperan besar dalam media cetak adalah Benjamin Franklin, yang pada tahun 1732 pertama kalinya mencetak buku "Poor Richard's Almanac", salah satu buku pertama selain Kitab Suci yang sukses di pasaran. Sedangkan perkembangan majalah dapat ditelusuri hingga tahun 1700-an, ketika di Inggris untuk pertama kalinya "Gentleman's Magazine" diterbitkan sebagai majalah pertama di dunia. Karakteristik "Gentleman's Magazine" turut membentuk karakteristik majalah zaman sekarang, yaitu mengandung humor, fiksi, dan esai-esai mengenai politik, sastra, musik, teater, dan orang-orang terkenal. (Straubhaar dkk., 2010)[2]
B.     Metode Studi
Metode yang penulis gunakan pada penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan metode studi pustaka.Yakni penulis melakukan pencarian terhadap bahan bacaan relevan yang sesuai dengan judul materi tersebut.
C.     Analisis
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian orang lain. Sedangkan media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan- pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata,gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar , foto, dan sebagainya.[3]
Fungsi dan peran media cetak secara umum yaitu terlahir  dan berkembangnya surat kabar di Indonesia dapat menunjang terlaksananya cita – cita pembangunan di Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju. Untuk dapat menunjang terlaksananya cita – cita tersebut, peranan surat kabar di Indonesia adalah:
1. Sebagai media informasi yang mencerahkan.
2. Sebagai media pendidikan yang mencerdaskan.
3. Meningkatkan intelektual kehidupan masyarakat.
4. Membantu memperkuat kesatuan nasional.
Sedankan Manfaat media itu sendiri antara lain:
1.      Sebagai pemberi informasi.
2.      Sebagai pemberi identitas pribadi dimana media dapat dijadikan sebagai salah satu kacamata yang dipergunakan untuk melihat siapa, apa serta bagaimana diri kita sesungguhnya.
3.     Media massa membantu kita dengan memberikan berbagai pilhan topik yang bisa digunakan dalam membangun dialog dengan orang lain. Hal ini menjadikan media massa sebagai sarana integrasi dan interaksi sosial yang berfungsi untuk penyedia bahan percakapan dalam interaksi sosial.
4.      Media memungkinkan seseorang untuk dapat mengetahui posisi sanak keluarga, teman dan masyarakat. Baik posisi secara fisik, secara intelektual maupun secara moral mengenai suatu peristiwa.
5.      Media dapat bermanfaat sebagai alternatif hiburan yang membantu kita di dalam melepaskan diri dari problem yang sedang dihadapi atau lari dari perasaan jenuh.
 
 
Daftar Pustaka
Prof.Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos,M. Si, "Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi, Komunikasi di masyarakat", Jakarta: Kencana Prenada Media, 2008
http://pelangii21sekretariis.blogspot.com/2010/01/pengertian-media-cetak.html
 


[1] Prof.Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos,M. Si, "Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi, Komunikasi di masyarakat", Jakarta: Kencana Prenada Media, 2008, hal. 112
[3] http://pelangii21sekretariis.blogspot.com/2010/01/pengertian-media-cetak.html


Teori Idealis (Pendekatan Isi/Konsep)_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas3

Teori Idealis (Pendekatan Isi/Konsep)_Nurul Rizki Salam_109051000154_Tugas3
1.      Pendahuluan
Teori – teori dalam sosiologi oleh para ahli sosiologi diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pertama, berdasarkan pada urutan waktu lahirnya teori,yakni sosiologi klasik dan modern. Namun perkembangan selanjutnya, teori sosiologi diklasifikasikan ke dalam sosiologi post modern.
Teori Sosiologi Klasik (Sosiologi Tahun-Tahun Awal) Periode ini ditandai oleh munculnya aliran Sosiologi Perancis dengan tokoh-tokoh: Saint-Simon, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Sosiologi Jerman dengan tokoh-tokoh: Karl Marx, Max Weber, dan Georg Simmel. Sosiologi Inggris yang dipelopori oleh Herbert Spencer. Serta Sosiologi Italia dengan tokoh Vilfredo Pareto.
Teori Sosiologi Modern. Teori-teori ini merupakan pengembangan dari aliran-aliran Sosiologi Klasik. Aliran-aliran utama dalam teori sosiologi modern ini meliputi: Sosiologi Amerika, Fungsionalisme, Teori Konflik, Teori Neo-Marxis, Teori Sistem, Interaksionisme Simbolik, Etnometodologi, Fenomenologi, Teori Pertukaran, Teori Jaringan, Teori Pilihan Rasional, Teori Feminis Modern, Teori Modernitas Kontemporer, Strukturalisme, dan Post-Strukturalisme.
Teori Sosial Post-Modern. Aliran teori ini merupakan kritik atas masyarakat modern yang dianggap gagal membawa kemajuan dan harapan bagi masa depan. Para teoritisi yang tergabung dalam aliran ini antara lain: Michael Foucoult, Jean Baudrillard, Jacques Derrida, Jean Francois Lyotard, Jacques Lacan, Gilles Deleuze, Felix Guattari, Paul Virilio, Anthony Giddens, Ulrich Beck, Jurgen Habermas, Zygmunt Bauman, David Harvey, Daniel Niel Bell, Fredric Jameson.[1]
Teori idealis ini dianggap sebagai teori yang besar pada tahun 1920-an, tetapi pada masa setelah itu teori ini menjadi surut karena munculnya negara Nazi dan Fasis yang cenderung otokratis. Masalah-masalah kembali muncul saat Liga Bangsa-Bangsa yang diharapkan dapat mencegah terjadinya perang tetapi tidak bisa berbuat apa-apa saat beberapa negara anggotanya malah menginvasi negara lain. Hal ini karena di dalam tubuh Liga Bangsa-Bangsa tidak ada negara yang sungguh-sungguh serius melaksanakan aturan-aturan dari LBB. Amerika Serikat yang mengusulkan didirikannya LBB malah tidak masuk menjadi anggota LBB karena kebanyakan anggota Senat menolaknya. Politik Luar Negeri Amerika Serikat yang masih bersifat isolanisme menyulitkan Amerika Serikat dalam menangani masalah-masalah Eropa yang pada waktu itu sedang kacau-kacaunya.
Setelah tahun 1930-an teori ini redup sama sekali dengan munculnya Perang Dunia II yang lebih mengerikan daripada Perang Dunia I. Dan hal itu tidak bisa dijelaskan oleh ilmuan-ilmuan idealis. Setelah teori idealis, muncul teori baru yaitu teori realis dan teori ini lebih dianggap berperan setelah masa teori idealis.[2]
2.      Metode Studi
Metode yang penulis gunakan pada penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan metode studi pustaka.Yakni penulis melakukan pencarian terhadap bahan bacaan relevan yang sesuai dengan judul materi tersebut
3.      Analisis
Idealisme dari bahasa Inggris yaitu Idealism dan kadang juga dipakai istilahnya mentalisme atau imaterialisme. Istilah ini pertama kali digunakan secara filosofis oleh Leibniz pada mula awal abad ke- 18. Leibniz memakai dan menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, secara bertolak belakang dengan materialisme Epikuros. Idealisme ini merupakan kunci masuk ke hakikat realitas.
Beberapa pengertian Idealisme :
Adanya suatu teori bahwa alam semesta beserta isinya adalah suatu penjelmaan pikiran. Untuk menyatakan eksistensi realitas, tergantung pada suatu pikiran dan aktivitas-aktivitas pikiran. Realitas dijelaskan berkenaan dengan gejala-gejala psikis seperti pikiran-pikiran, diri, roh, ide-ide, pikiran mutlak, dan lain sebagainya dan bukan berkenaan dengan materi. Seluruh realitas sangat bersifat mental (spiritual, psikis). Materi dalam bentuk fisik tidak ada. Hanya ada aktivitas berjenis pikiran dan isi pikiran yang ada. dunia eksternal tidak bersifat fisik. Pandangan beberapa filsuf mengenai Idealisme.
 
1. Schelling memberikan nama Idealisme subyektif pada filsafat Fichte, dengan alasan bahwa dalam Fichte dunia merupakan postulat subyek yang memutuskan.
2. Idealisme obyektif adalah nama yang diberikan oleh Schelling pada pemikiran filsafatnya. Menurutnya, alam adalah inteligensi yang kelihatan. Hal tersebut menunjukkan semua filsafat yang mengindentikkan realitas dengan ide, akal atau roh.
3. Hegel menerima klasifikasi Schelling, dan mengubahnya menjadi idealisme absolut sebagai sintesis dari pandangan idealisme subyektif (tesis) dan obyektif (antitesis).
4. Idealismetransendental adalah pandangan dan penyebutan dari Immanuel Kant. Sering disebut juga disebut sebagai idealisme kritis. Pandangan ini mempunyai alternatif yaitu isi dari pengalaman langsung tidak dianggap sebagai benda dalam dirinya sendiri, sedangkan ruang dan waktu merupakan forma intuisi kita sendiri
5. Idealisme epistemologis merupakan suatu keputusan bahwa kita membuat kontak hanya dengan ide-ide atau pada peristiwa manapun denga entitas-entitas psikis.
6. Idealisme personal adalah sisitim filsafat Howison dan Bowne.
7. Idealisme voluntarisme dikembangkan oleh Fouilee dalam suatu sistim yang melibatkan tenaga pemikiran.
8. Idealisme teistik pandangan dan sistim filsafat dari Ward.
9. Idealisme monistik adalah penyebutan dan sistim filsafat dari Paulsen.
10. Idealisme etis adalah pandangan filsafat yang dianut oleh Sorley dan Messer.
11. Idealisme Jerman, pemicunya adalah Immanuel Kant dan dikembangkan oleh penerus-penerusnya. Idealisme merupakan pembaharuan dari Platonis, karena para pemikir melakukan terobosan-terobosan filosofis yang sangat penting dalam sejarah manusia, hanya dalam tempo yang sangat singkat, yaitu 40 tahun (1790- 1830) dan gerakan intelektual ini mempunyai kedalaman dan kekayaan berpikir yang tiada bandingnya.[3]
 
 


[1] Cindya Hendriyana, "Teori Strukturalisme", http://cin7shared-artikel1.blogspot.com/p/teori-strukturalisme.html, 2011
[3] http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=8035

Cari Blog Ini