ANTROPOLOGI BUDAYA, SOSIOLOGI LINGKUNGAN DAN EKOLOGI POLITIK
I. Pendahuluan
Telaah atas kemunculan dan perkembangan ekologi manusia sebagai sebuah bidang keilmuan dalam ilmu sosial akan ditinjau secara filasafati baik dari sisi epistimologis atau sejarah perkembangan keilmuan, maupun sisi ontologis atau pengetahuan tentang konsep-konsep dasar yang relevan dengan area of knowledge. Secara kesejarahan bidang ilmu ekologi manusia memasuki dunia scholarship saat sejumlah social sciences scholars mengarahkan perhatiannya pada beberapa isu-kritikal ekologi-biologi yang kemudian berkembang menjadi common interest kemudian ditindak lanjuti oleh agenda riset yang menghasilkan bangun kerangka konseptual yang mantap dalam menjelaskan hubungan antara manusia dengan alam.
Bidang ilmu ekologi manusia diperkenalkan pertama kalinya oleh Haeckel Tahun 1866. Secara epistimologis, lahiranya bidang ekologi manusia ditandai dengan proses panjang demistifikasi melalui serangkaian bukti empirik demi memahami dan mengkonseptualisasikan realitas keterhubungan antara sistem sosial (human system) dan sistem alam (non-human system) di biosfer.
Riset-riset ekologi manusia kontemporer menggunakan pendekatan kuantitatif posistivistik dengan tools yang sangat rigid sehingga semakin mantap dalam ilmu-ilmu sosial, selain itu juga menggunakan pendekatan kualitatif. Konsep dasar proses adaptasi dan maladaptasi ekologi mengkaji sekelompok manusia atau komunitas lokal dalam bertahan hidup menjadi gagasan dasar untuk menjelaskan perkembangan sistem sosial masyarakat berdasarkan inetraksinya dengan alam.