Senin, 13 Mei 2013

Media Sosial_Susi Aryani_Pertemuan ke-8

Nama: Susi Aryani
Kelas: KPI 6 F
NIM: 1110051000175
 
MEDIA SOSIAL (Struktur, Sistem, dan Dampak)
 
       I.            PENDAHULUAN
            Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa.
            Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia[1].
            Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content"[2].
            Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menjadikan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
            Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
 
 
    II.            METODE STUDI
Dalam pembahasan ini penulis menggunakan metode studi pustaka. Studi Pustaka adalah cara pengambilan data yang dilakukan dengan mengambil data dari situs-situs, seperti web, blog, artikel di internet yang membahas mengenai materi yang dibutuhkan
 
 III.            ANALISIS ISI
       Teknologi informasi yang berbasis internet telah berkembang pesat di indnesia, produk berbasis internet yang paling di gemari saat ini adalah situs jejaring social berupa facebook dan twitter. Dengan layanan situs jejaring sosial ini kita dapat berkomunikasi dengan teman-teman baru maupun lama dari belahan dunia manapun.
       Arus perkembangan teknologi ini tidak akan bisa kita bendung, sebagian besar anak dan remaja saat ini telah familiar dengan berbagai situs jejaring sosial tersebut, tidak saja anak dan remaja kota, bahkan anak-anak di pedesaan pun kini telah berangsur-angsur mulai menggunakan jejaring sosial tersebut.
       Pesatnya perkembangan media sosial kini disebabkan karena semua orang bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka berbeda dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
       Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, perangkat dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (self-presentasi, self-disclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010.
       Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran.
       Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial[3]:
a)      Proyek Kolaborasi
            Website mengijinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun me-remove konten – konten yang ada di website ini. contohnya wikipedia
b)      Blog dan microblog
            User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah. contohnya twitter
c)      Konten
            para user dari pengguna website ini saling meng-share konten – konten media, baik seperti video, ebook, gambar, dan lain – lain. contohnya youtube
d)     Situs jejaring sosial
            Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto – foto. contoh facebook
e)      Virtual game world
            Dunia virtual, dimana mengreplikasikan lingkungan 3D, dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar – avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. contohnya game online.
f)       Virtual social world
            Dunia virtual yang dimana penggunanya merasa hidup di dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi dengan yang lain. Namun, Virtual Social World lebih bebas, dan lebih ke arah kehidupan, contohnya second life.
            Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut[4]:
  • Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
  • Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
  • Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
·         Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
            Media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain[5]:
  • Kesederhanaan
  • Membangun Hubungan
  • Jangkauan Global
  • Terukur
            Fungsi Media Sosial, yaitu:
·         Administrasi
  • Mendengarkan dan Belajar
  • Berpikir dan Perencanaan
  • Pengukuran
 
            Dampak positif jejaring soial[6]
a)      Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat di butuhkan di zaman digital seperti sekarang ini.
b)       Memperluas jaringan pertemanan.
c)      Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online.
d)     Situs jejaring social membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati.
e)      Internet sebagai media komunikasi.
f)       Media pertukaran data.
g)      Media untuk mencari informasi atau data.
h)      Kemudahan memperoleh informasi.
i)         Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan.
Dampak Negatif jejaring sosial[7]
a)      Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata.
b)       Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri.
c)       Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social.
d)      Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan.
e)       Pornografi.
f)        Penipuan.
g)       Carding.
h)       Perjudian.
 


[2] Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein (2010) "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68.
[3] Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein (2010) "Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68.
[6] http://webikhwan.blogspot.com/2012/10/dampak-positif-dan-negatif-jejaring.html
[7] http://webikhwan.blogspot.com/2012/10/dampak-positif-dan-negatif-jejaring.html

Globalisasi dan Realitas Media_Lela Muspita Sari_9

Nama   : Lela Muspita Sari

Kelas   : KPI 6 G

NIM    : 109051000159

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA

Pendahuluan

            Globalisasi adalah suatu zaman yang dikenal saat ini di kebanyakan khalayak yang ada di dunia, globalisasi yaitu di mana era informasi cepat dan mudah di dapatkan dari berbagai aspek yang diperlukan oleh khalayak dengan menggunakan alat yang canggih yang telah diciptakan oleh manusia, yaitu gadget yang berada di masyarakat sekarang.

            Begitu pula denga relatitas di media saat ini, yang terjadi saat ini adalah di mana khalayak saat ini semakin pintar dalam mengakses media yang telah tersedia, tidak hanya dengan membeli Koran lalu dapat mengakses informasi, tetapi juga bisa menggunakan internet saat ini yang telah diciptakan pula oleh manusia.

Metode Studi

            Penulis mencari refrensi di internet dengan menggunakan media www.google.com untuk mencari sumber atau informasi yang berkaitan dengan judul kali ini yaitu "GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA".

Analisi Studi

            Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu Negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memenuhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karatkteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.[1]

            Sedangkan di media globalisasi menjadi kata popular yang berkembang di masyarakat, globalisasi adalah hasil karya menakjubkan dari kemajuan pikiran mahkluk yang bernama manusia yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Arus globalisasi menerjang seluruh penjuru dunia termasuk juga Indonesia, perkembangan ini beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang memudahkan penyebaran informasi dengan cepat dan luas. Perkembangan teknologi ini berimplikasi pada muncul banyaknya media massa di Indonesia baik cetak, elektronikmaupun media online. Seperti halnya media televise juga mengalami peningkatan sangata signifikan dalam jumlah maupun kreatifitas konten program yang disuguhkan pada penontonnya.[2]

            Dalam dunia jurnalistik, terdapat sebuah realitas parsial dalam realitas yang lebih kompleks, yaitu realitas media. Hal ini dapat dipahami sebagai sebuah bentuk independensi pemberitaan sesuai dengan "core" yang di kelola oleh media tertentu. Factor-faktor internal (wartawan) dan eksternal (misalnya kepentingan redaksi) mempengaruhi berita jadi yang diedarkan oleh media.[3]

 

DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com

http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2013/03/13/realitas-media-televisi-super-hiburan-536463.html.

http://ivanmuhtar.wordpress.com/2008/10/10/realitas-media-dalam-masyarakat/

 



[1] www.wikipedia.com di akses melalui internet pada 8 Mei 2013

Tugas 6 Ekologi Manusia

 

LAPORAN EKOLOGI MANUSIA

 

KAJIAN MASALAH PENCEMARAN AIR

KARENA AKTIVITAS MANUSIA

 

Disusun untuk memenuhi tugas kuliah semester 6

 

 

Description: LOGO UIN 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Ika Septi Trisnowati

1110054000023

 

 

JURUSAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM

FAKULTAS DA'WAH & KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 

2013

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang dan Permasalahan

Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Menurut Kodoatie (2008), "air merupakan sumber kehidupan. Semua makhluk membutuhkan air. Untuk kepentingan manusia, makhluk hidup dan kepentingan lainnya, ketersediaan air dari segi kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan". Air di Indonesia sangat melimpah, hal ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Akan tetapi, hal ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Sebaliknya, masyarakat kebanyakan menyalahgunakan kelebihan ini dengan mencemarinya[1].

Kemajuan zaman sekarang ini, tidak dibarengi dengan pemeliharaan lingkungan dengan baik. Banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh manusia sekarang ini, justru banyak membawa dampak negatif pada lingkungan hidup termasuk air. Walaupun air itu sendiri akan tetap menjadi salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi manusia. Namun, bila pencemaran air itu tetap dibiarkan. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga akan mempengaruhi kesehatan manusia.

Oleh karena itu, penulisan ini mengambil pembahasan mengenai pencemaran pada air. Agar, baik penulis dan juga pembaca bisa mengetahui dan memahami keberadaan air dan masalah pencemarannya.

B.     Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai bahan agar penulis dan pembaca lainnya dapat mengetahui dan memahami seberapa pentingnya keberadaan air dalam kehidupan manusia. Sehingga dalam kasus pencemaran pada air dapat dihentikan. Terutama oleh manusianya sendiri, yang merupakan salah satu indikator dalam pencemaran tersebut.

Dan semoga dengan penulisan ini, akan membawa manfaat bagi penulis ataupun pembaca lainnya. Berupa kesadaran untuk selalu menjaga keberadaan ekologi lingkungan hidup kita. Agar tidak lagi ada pencemaran lingkungan, yang dampaknya akan kita rasakan sendiri.

 

 

C.    Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan mengambil data dari sumber-sumber yang ada, melalui tinjauan pustaka.  

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pencemaran Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Sedangkan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan prikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU No. 23 Tahun 1997)[2].

Dari pengertian tersebut, manusia adalah yang paling berpengaruh pula terhadap lingkungannya. Karena di antara makhluk lainnya, hanya manusia yang paling banyak melakukan kegiatan dalam lingkungannya. Termasuk pada masalah pencemaran pada komponen lingkungan yang ada,  yang kini banyak terjadi karena faktor manusia.

Pencemaran adalah proses masuknya polutan (adalah bahan pencemar lingkungan, dapat berupa bahan kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme)  ke dalam suatu lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan[3]. Sedangkan pencemaran lingkungan adalah Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alami, sehingga mutu kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya[4]. Adapun jenis pencemaran berdasarkan objeknya:

1. Pencemaran Air

2. Pencemaran Udara

3. Pencemaran Tanah[5].

B.     Air

Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup lainnya pun sangat membutuhkan air. Berikut adalah berapa definisi air, di antaranya:

-          Air adalah senyawa gabungan antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi H2O;

-          Air merupakan suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri atas 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O). Air mempunyai ikatan Hidrogen yang cenderung bersatu padu untuk menentang kekuatan dari luar yang akan memecahkan ikatan-ikatan ini;

-          Air merupakan substansi yang mempunyai keistimewaan sebagai penghantar panas yang sangat baik, sehingga air di dalam tubuh lebih penting dari makanan[6];

-          Air adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau yang terdapat dalam kehidupan manusia sehari-hari[7].

C.    Pencemaran Pada Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di tempat penampungan air antara lain: danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci, dan keperluan lain. Air tersebut juga mempunyai standar 3B (tidak berwarna, berbau, dan beracun)[8]. Namun kini, air yang ada di lingkungan kita sudah berwarna (keruh), berbau dan juga beracun. Sehingga manfaat dari keberadaan air itu sendiri sudah berkurang, walaupun masih bisa dipergunakan untuk aktivitas manusia sehari-hari. Namun hal itu telah menandakan adanya pencemaran pada air.

 

BAB III

PEMBAHASAN

Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumberdaya air secara konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini[9].

Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang menciptakan limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga. Limbah pemukiman mengandung limbah domestik yang berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik yaitu sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri contoh: sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan.  Sampah anorganik ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable), contoh:  kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Selain sampah organik dan anorganik, deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Kenyataannya pada saat ini hampir semua rumah tangga menggunakan deterjen.

Penyebab lainnya juga berasal dari limbah industri. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air antara lain: logam berat, toksin, minyak, nutrien, dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

Untuk mengetahui tingkat pencemaran air dapat dilihat melalui besarnya kandunganO2 yang terlarut. Ada dua cara yang digunakan untuk menentukan kadar oksigendalam air, secara kimia dengan COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand)secara biologi. Makin besar harga BODsemakin tinggi pula tingkat pencemarannya (sentra-edukasi, 2010).

Air limbah tersebut memiliki harga BOD yang tingi, sehingga dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar limbah berat.Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga) sumber atau penyebab pencemaran air juga disebabkan oleh limbah pertanian dan di beberapa tempat tertentu diakibatkan oleh limbah pertambangan.

Akibat Dari Pencemaran Air

Jika air disekitar lingkungan masyarakat tercemar dapat mengakibatkan:

(1)   kekurangan sumberdaya air

(2)   menjadi sumber penyakit

(3)   terganggunya lingkungan hidup, ekosistem, dan keanekaragaman hayati

Limbah yang terus-menerus meningkat, akan mengakibatkan air semakin tercemar dan akan sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih karena air yang tercemar akan meresap ke dalam tanah. Air tanah tersebut merupakan sumber dari air sumur di rumah masyarakat, dan apabila masyarakat mengkonsumsi air tersebut akan mengakibatkan penyakit. Air yang tercemar tidak hanya masuk dalam tanah, tetapi juga mengalir pada sungai bahkan laut dan mengakibatkan terganggunya lingkungan hidup, ekosistem, dan keanekaragaman hayati.

Usaha Mengatasi Pencemaran Air bagi Kehidupan Manusia

Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan mulai dari pengenalan dan pengertian yang baik oleh perilaku masyarakat.Menurut Prawirohartono (2000) "perubahan perilaku masyarakat secara alami, ekosistem air dapat melakukan 'rehabilitasi' apabila terjadi pencemaran terhadap badan air". Kemampuan ini ada batasnya. Oleh karena itu, sehendaknya ada upaya untuk pencegahan dan penanggulangan pencemaran air. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan sembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.Masyarakat di sekitar sungai hendaknya mengetahui pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman.

Banyak tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebagai cara penanggulangan pencemaran air.

(1) tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dan lain sebagainya.

(2) tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk, mobil, dan sepeda  motor

(3) tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan ternak dan sebagai tempat kakus

(4) tidak minum air dari sungai, danau, atau sumur, tanpa dimasak dahulu

(5) sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.

(6) mengurangi intensitas limbah rumah tangga.

Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan atau dialirkan ke sungai, sehendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah. Apabila terpaksa harus dibuang ke sungai supaya tidak  terjadi pencemaran air. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar dan akan lebih baik lagi, jika limbah yang telah diolah dapat dipergunakan kembali untuk kepentingan industri lainnya.

Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, terdapat beberapa cara penanggulangannya.  Menurut Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat (2001)di antaranya sebagai berikut.

(1) Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan

(2) Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.

(3) Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.

(4) Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.

(5) Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).

(6) Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup

(7) Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.

(8) Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.

(9) Meningkatkan konservasi air bawah tanah.

(10) Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.

Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.

"Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya". Menurut (Anneahira, 2005

Proses Pengolahan Air Buangan untuk Mengatasi Pencemaran

Saat ini mulai digalakkan pembuatan WC umum yang dilengkapi septictank di daerah atau lingkungan yang rata-rata penduduknya tidak memiliki WC. Setiap sepuluh rumah disediakan satu WC umum. Upaya demikian baik untuk lingkungan, bersahabat, murah, dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur atau air tanah.Selain itu, hendaknya sudah mulai diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamar mandi, dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atausungai.

Untuk limbah industri upaya penanggulangan pencemaran air dengan cara mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam, kemudian dibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Menurut Hidayat (2008:15) "agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalian limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) serta setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention)".

Tujuan utama pengolahan air limbah adalah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi lima tahap antara lain:

(1)   Pengolahan Awal (Pretreatment)

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah.

(2)   Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung.

(3)   Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan tahap kedua  untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa.

(4)   Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga antara lain:

(1) Pengendapan yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan Fosfor.

(2) Adsorbsi yaitu menghilangkan bahan-bahan organik terlarut, berwarna atau bau.

(3) Elektrodialisis yaitu menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik.

(4) Osmosis yaitu mengurangi kandungan garam-garam organik mineral dari air.

(5) Klorinas, yaitu menghilangkan organisme penyebab penyakit.

(5)   Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, dan vacuum filtration.

Dengan demikian, air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai, dan lain-lain) hanyalah air yang tidak tercemar. Air hasil tersebut sudah dapat dipakai kembali untuk keperluan sehari-hari[10].

 

BAB IV

KESIMPULAN

Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, tetapi makhluk hidup lainnya pun sangat membutuhkan air. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci, dan keperluan lain. Air tersebut juga mempunyai standar 3B (tidak berwarna, berbau, dan beracun). Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di tempat penampungan air antara lain: danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal yang dilakukan manusia. Karena manusia adalah makhluk yang banyak beraktivitas dengan menggunakan air. Sehingga pencemaran itu sendiri pun banyak terjadi karena ulah manusia itu sendiri.

Namun, bila manusia dapat menyadari bahwa keberadaan air itu sangat penting bagi kehidupan mereka. Hendaknya manusia berpikir dengan baik atas aktivitas dilakukan oleh mereka. Agar aktivitas yang dilakukan itu membawa manfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungannya. Yang mencakup semua unsur yang terdapat pada lingkungan. Sehingga terjadi pula keseimbangan dalam ekologi lingkungan.   

 

DAFTAR PUSTAKA

-        http://tabloidmakalahindofokus.blogspot.com/2013/04/makalah-pencemaran-air.html

-          http://www.scribd.com/doc/36358170/PENGERTIAN-LINGKUNGAN

-          http://tsani-oke.blogspot.com/2011/06/pengertian-pencemaran-pencemaran-adalah.html

-          http://dakwahdigital.blogspot.com/2013/02/pengertian-lingkungan-pencemaran-dan.html

-          http://carapedia.com/pengertian_definisi_air_info2045.html

-          http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.definisi/pengertian-air.html

-          http://www.poztmo.com/2011/06/pengertian-definisi-air.html

-          http://isnasuryani.blogspot.com/2013/02/pencemaran-air.html

 



Cari Blog Ini