Senin, 13 Mei 2013

Media Cetak & Media Konvesional_Susi Aryani_Pertemuan ke-6

Nama: Susi Aryani
Kelas: KPI 6 F
NIM: 1110051000175
 
MEDIA CETAK DAN MEDIA KONVENSIONAL (Strukur, Sistem, dan Dampak)
 
       I.            PENDAHULUAN
 
            Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dengan demikian Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa.
            Dalam masyarakat media cetak masih dipahami dalam arti sempit. Banyak orang beranggapan bahwa media cetak sama dengan surat kabar atau majalah. Secara harfiah media cetak merypakan sebuah media penyampaian informasi yang memiliki manfaat dan terkait dengan kepentingan rakyat banyak yang disampaikan secara tertulis[1].
             Media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan- pesan visual dan merupakan saluran informasi ditengah-tengah media elektronik dan digital yang dianggap sudah tertinggal. Sementara media elektronik dan digital lebih mengutamakan kecepatan informasi, sehingga tak jarang informasi yang disampaikan hanya sepotong dan berulang- ulang.
            Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala yang dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya.
Dalam pengertian ini, media cetak yang dipakai untuk memasang iklan adalah surat kabar dan majalah. Dalam media ini dikenal jenis iklan baris, iklan display, dan iklan advetorial[2].

 
    II.            METODE STUDI
Dalam pembahasan ini penulis menggunakan metode riset pustaka dan pemaparan deskriptif. Riset Pustaka adalah metode pengambilan data yang dilakukan dengan mengambil data dari perpustakaan dengan bahan sumber buku. Pemaparan deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan membuat gambaran dan penjelasan tentang suatu keadaan secara objektif.
 
 III.            ANALISIS ISI
           
            fungsi/ Peranan media cetak Terlahir & berkembangnya surat kabar di Indonesia dapat menunjang terlaksananya cita – cita pembangunan di Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju. Untuk dapat menunjang terlaksananya cita – cita tersebut, peranan surat kabar di Indonesia adalah:
·         Sebagai media informasi yang mencerahkan.
·         Sebagai media pendidikan yang mencerdaskan.
·         Meningkatkan intelektual kehidupan masyarakat.
·         Membantu memperkuat kesatuan nasional.
 
            Manfaat media Sebagai pemberi informasi.
·         Sebagai pemberi identitas pribadi dimana media dapat dijadikan sebagai salah satu kacamata yang dipergunakan untuk melihat siapa, apa serta bagaimana diri kita sesungguhnya.
·         Media massa membantu kita dengan memberikan berbagai pilhan topik yang bisa digunakan dalam membangun dialog dengan orang lain. Hal ini menjadikan media massa sebagai sarana integrasi dan interaksi sosial yang berfungsi untuk penyedia bahan percakapan dalam interaksi sosial.
·         Media memungkinkan seseorang untuk dapat mengetahui posisi sanak keluarga, teman dan masyarakat. Baik posisi secara fisik, secara intelektual maupun secara moral mengenai suatu peristiwa..
·         Media dapat bermanfaat sebagai alternatif hiburan yang membantu kita di dalam melepaskan diri dari problem yang sedang dihadapi atau lari dari perasaan jenuh[3].
           
            Jenis-jenis media cetak:
·         surat kabar harian
·         surat kabar mingguan
·         majalah mingguan
·         majalah tengah bulanan
·         majalah bulanan
·         majalah dwibulanan
·         majalah tribulanan
·         bulletin
            Konvergensi pada umumnya berarti persimpangan media lama dan baru. Henry Jenkins menyatakan bahwa konvergensi adalah, " Aliran konten di platform beberapa media, kerja sama antara industri beberapa media, dan prilaku migrasi khalayak media[4].
            Konvergensi media adalah penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan[5]. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan.
            Konvergensi jaringan adalah koeksistensi efisien telepon, video dan komunikasi data dalam satu jaringan[6]. Penggunaan beberapa mode komunikasi dalam jaringan tunggal menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas bukan tidak mungkin dengan prasarana yang terpisah.
 


[1] http://www.anneahira.com/pengertian-media-cetak.htm
[2] http://pelangii21sekretariis.blogspot.com/2010/01/pengertian-media-cetak.html
 
[3] http://pelangii21sekretariis.blogspot.com/2010/01/pengertian-media-cetak.html
[4] http://id. Wikipedia.org/ wiki/konvergensi_media#cite_note-Jenkins.
[5] http://id. Wikipedia.org/ wiki/konvergensi_media#cite_note-kombinasi-1 Diakses 3 Juni 2011
[6] http://id. Wikipedia.org/ wiki/konvergensi_media#cite_note-jaringan2

Vivih Rahmawati_tugas laporan ekoman pencemaran lingkungan di bangka belitung_PMI 6

Nama              : Vivih Rahmawati

Jurusan          : Pengembangan Masyarakat Islam

Tugas              : Ekologi Manusia

(Godaan Timah Mengantarkan Bangka Belitung ke Jurang Keancuran)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Pembangunan memerlukan sumber daya alam (SDA), antara lain mineral, batubara dan panas bumi. Indonesia relatif kaya dengan berbagai SDA yang harus dioptimalkan pemanfaatannya. Salah satu sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia adalah biji timah dengan kandungan stannum (Sn). Menurut Noer dalam Ismed(2010), kasiterit (SnO) adalah mineral utama pembentuk timah dengan batuan pembawanya adalah granit. Endapan timah di Indonesia  merupakan salah satu rangkaian jalur timah terkaya di dunia yang membujur dari Cina Selatan, Myanmar, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Di Indonesia jalur timah tersebut meliputi pulau-pulau Karimun, Kundur, Singkep, Bangka, Belitung, Beling, dan daerah Bangkinang serta Kepulauan Anambas, Natuna dan Karimata. Penambangan timah terbesar berada di Pulau Bangka, Belitung, dan Singkep (PT. Timah Tbk dalam Ismed.2010). Kegiatan penambangan timah di pulau-pulau ini telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda hingga sekarang.

Pulau Bangka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Sampai dengan tahun 2009, luas total kuasa penambangan (KP) timah di Pulau Bangka 374.057,59 ha atau sekitar 35% dari luas daratan Pulau Bangka. Dari luas izin penambangan tersebut, 330.664,09 ha dimiliki PT. Tambang Timah dan 41.680,30 ha PT. Koba Tin (www. babelprov.go. id) dan sisanya dimiliki perusahaan swasta lain dan tambang rakyat. Sampai dengan pertengahan tahun 2007, jumlah KP timah mencapai 101 izin dengan luas pencadangan 320.219 ha, dan yang telah ditambang 6.084 ha (Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam Ismed 2010).[i]


BAB II

PEMBAHASAN

 

v Pengertian Pertambangan

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas). Sektor pertambangan, khususnya pertambangan umum, menjadi isu yang menarik khususnya setelah Orde Baru mulai mengusahakan sektor ini secara gencar. Pada awal Orde Baru, pemerintahan saat itu memerlukan dana yang besar untuk kegiatan pembangunan, di satu sisi tabungan pemerintah relatif kecil, sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah mengundang investor-investor asing untuk membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya di Indonesia.[ii]

Bangka Belitung (BaBel), sepertinya layak untuk mendapatkan perhatian besar dari semua pihak mengingat kondisi hutan dikepulauan sungguh memperihatinkan. Kerusakan hutan disebabkan baik oleh pembalakan liar (illegang logging), penyalahgunaan izin HPH, pembabatan hutan untuk aktifitas industri (perkebunan, pertambangan), hingga rusaknya hutan oleh aktifitas penambangan timah inkonvensional, termasuk penambangan yang memegang izin Kuasa Pertambangan (KP) yang tidak jarang berstatus fiktif.

Dari luas kawasan hutan di provinsi tersebut sekitar 500 ribu Hektar, lebih dari setengahnya dalam kondisi rusak. Berdasarkan data yang diperoleh dari Master Plan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (MP-LHL) dinas kehutanan Provinsi Bangka Belitung Oktober 2004, sebanyak 55% hutan rusak, 30% diantaranya dalam kondisi sangat kritis, dan sisanya dalam kondisi kritis. Berdasarkan pengamatan dinas kehutanan setempat, kontributor rusaknya hutan lebih banyak disebabkan oleh penambangan timah yang dilakukan secara setampangan selain adanya praktik penebangan liar.

Menurut kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel Sudianto, Kerusakan lahan akibat penambangan ini membutuhkan biaya dan waktu yang lama untuk pemulihan, paling tidak dibutuhkan waktu 150 tahun agar bisa digunakan untuk tanaman. Parahnya kerusakan lingkungan yang terjadi di babel bisa dilihat dari polusi yang mencemari sungai-sungai dikawasan tersebut, termasuk terjadi pendangkalan di banyak aliran sungai. Sehingga dapat menyebabkan gundulnya hutan-hutan dibabel, ketika turun hujan tidak mampu lagi menahan curah hujan dan menyebabkan lumpur dari daerah hulu terbawa arus air dan terjadi pendangkalan di dasar sungai. Lebih memprihatinkan lagi, hampir setiap hari terjadi longsor di lokasi-lokasi penambangan timah illegal dan menyebabkan jatuh korban, baik meninggal maupun luka-luka.

Para penambang inkonvensional yang dalam prakteknya banyak dibekingi oleh oknum-oknum penguasa dan para cukong tidak pernah menyadari bahwa kegiatan penambangan yang mereka lakukan dapat berakibat buruk terhadap kondisi lingkungan setempat, dan bisa berlangsung lama. Saat ini jumlah penambangan timah inkonvensional di Babel mencapai ribuan. Mereka bukan lagi sebagai penambang tradisional seperti praktik-praktik sebelumnya, tetapi sudah berkembang menjadi penambang semi modern/inkonvensional dengan menggunakan alat-alat berat seperti eskapator yang dimodali oleh para cukong, dan hasil tambang mereka ditampung oleh perusahaan besar semacam PT Kobatin untuk kemudian diekspor keluar negeri.

Untuk mencegah dampak yang lebih parah, Gubernur Provinsi Babel menertibkan bahkan menutup smelter-smelter yang tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). "Langkah ini sebagai komitmen untuk menjaga lingkungan hidup, juga merupakan janji untuk melaksanakan kegiatan dengan baik tanpa merugikan kepentingan umum." Jelas Gubernur Provinsi Babel Drs. HA Hudarni Rani, SH.[iii]

Istilah TI sebagai kepanjangan dari Tambang Inkonvensional sudah sangat dikenal di kalangan rakyat Kepulauan Bangka Belitung. Ini merupakan sebutan untuk penambangan timah dengan memanfaatkan peralatan mekanis semi modern, yang biasanya bermodalkan antara 10 juta sampai 15 juta rupiah. Untuk skala penambangan yang lebih kecil lagi biasanya disebut Tambang Rakyat (TR). Secara legal formal TI sebenarnya adalah kegiatan penambangan yang melanggar hukum karena memang umumnya tidak memiliki izin penambangan. Pada awalnya TI "dipelihara" oleh PT. Tambang Timah ketika perusahaan itu masih melakukan kegiatan penambangan darat di Kepulauan Bangka Belitung. TI sebetulnya muncul karena dulu PT. Tambang Timah melihat daerah-daerah yang tidak ekonomis untuk dilakukan kegiatan pendulangan oleh PT. Tambang Timah sendiri. Oleh karena itulah, kepada pengelola TI diberikan peralatan pendulangan mekanis yang sederhana. Peralatan yang dibutuhkan memang tidak terlalu rumit, cukup dengan ekskavator, pompa penyemprot air, dan menyiapkan tempat pendulangan pasir timah. Metodenya pun sederhana, tanah yang diambil dengan ekskavator kemudian ditempatkan di tempat pendulangan, dan kemudian dibersihkan dengan air. Lapisan tanah yang benar-benar berupa tanah, dengan sendirinya akan hanyut terbawa air, dan tersisa biasanya adalah batu dan pasir timah.

Pada mulanya pengelola TI melakukan kegiatan di dalam areal kuasa penambangan (KP) PT. Tambang Timah dan kalau sudah habis mereka bisa pindah ke tempat lain yang ditentukan oleh PT. Tambang Timah. Akan tetapi, setelah masuk di era reformasi, dari tahun 1998 ke atas, masyarakat mulai mencari-cari lokasi di luar KP PT. Tambang Timah sehingga jumlah TI berkembang pesat menjadi ribuan. Mereka kini di luar kontrol karena menambang kebanyakan di luar KP PT. Tambang Timah.

 

v  Dampak Penambangan Timah di Kepulauan Bangka Belitung

Kegiatan pertambangan inkonvensional timah di Pulau Bangka dalam setahun terakhir makin memprihatinkan. Seiring dengan itu pembangunan smelter (pabrik pengolahan menjadi timah balok) juga mengalami peningkatan sangat tajam. Meruyaknya smelter menjadi ancaman besar terjadinya pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan smelter-smelter baru tersebut kurang mempertimbangkan sisi lingkungan. Kerusakan akibat kegiatan penambangan ilegal dengan mudah ditemukan, seperti di kawasan Kecamatan Belinyu. Di Babel paling tidak ada 22 pabrik smelter (peleburan timah) namun hanya sebagian kesil yang memeiliki izin operasi. Padahal sebagai besar sudah melakukan ujicoba bahkan sudah mulai produksi.

 

1.      Lubang Tambang

Sebagian besar pertambangan mineral di Indonesia dilakukan dengan cara terbuka. Ketika selesai beroperasi, perusahaan meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas areal pertambangannya. Lubang-lubang itu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air. Air lubang tambang mengandung berbagai logam berat yang dapat merembes ke sistem air tanah dan dapat mencemari air tanah sekitar. Potensi bahaya akibat rembesan ke dalam air tanah seringkali tidak terpantau akibat lemahnya sistem pemantauan perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut. Di pulau Bangka dan Belitung banyak di jumpai lubang-lubang bekas galian tambang timah (kolong) yang berisi air bersifat asam dan sangat berbahaya.

2.      Air Asam Tambang

Air asam tambang mengandung logam-logam berat berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika air asam tambang sudah terbentuk maka akan sangat sulit untuk menghentikannya karena sifat alamiah dari reaksi yang terjadi pada batuan. Sebagai contoh, pertambangan timbal pada era kerajaan Romawi masih memproduksi air asam tambang 2000 tahun setelahnya. Air asam tambang baru terbentuk bertahun-tahun kemudian sehingga perusahaan pertambangan yang tidak melakukan monitoring jangka panjang bisa salah menganggap bahwa batuan limbahnya tidak menimbulkan air asam tambang. Air asam tambang berpotensi mencemari air permukaan dan air tanah. Sekali terkontaminasi terhadap air akan sulit melakukan tindakan penanganannya.

3.      Tailing

Tailing dihasilkan dari operasi pertambangan dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar 97 persen dari bijih yang diolah oleh pabrik pengolahan bijih akan berakhir sebagai tailing. Tailing mengandung logam-logam berat dalam kadar yang cukup mengkhawatirkan, seperti tembaga, timbal atau timah hitam, merkuri, seng, dan arsen. Ketika masuk kedalam tubuh makhluk hidup logam-logam berat tersebut akan terakumulasi di dalam jaringan tubuh dan dapat menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan.  Akibat aktifitas liar ini, banyak program kehutanan dan pertanian tidak berjalan, karena tidak jelasnya alokasi atau penetapan wilayah TI. Aktivitas TI juga mengakibatkan pencemaran air permukaan dan perairan umum. Lahan menjadi tandus, kolong-kolong (lubang eks-tambang) tidak terawat, tidak adanya upaya reklamasi/ rehabilitasi pada lahan eks-tambang, terjadi abrasi pantai dan kerusakan cagar alam, yang untuk memulihkannya perlu waktu setidaknya 150 tahun secara suksesi alami.

4.      Hutan menjadi korban, alam pun mengamuk!

Legalitas pemanfaatan lahan yang tidak berkelanjutan dan pengeksploitasian sumber daya alam yang berlebihan tanpa mengindahkan keseimbangan ekosistem merupakan salah satu pemicu kerusakan lingkungan di Bangka Belitung. Keadaan ini merupakan imbas dari krisis ekonomi berkepanjangan yang berakibat pada krisis sosial. Selain itu pelaksanaan otonomi daerah yang kurang siap mengakibatkan eksploitasi sumberdaya yang tidak berkelanjutan. Pada akhirnya, aktifitas yang tidak lepas dari urusan ekosistem alam inipun membuat imbas berupa kerusakan lingkungan tatanan ekosistem pulau Bangka khususnya daerah yang mengalami degradasi kualitas dan kuantitas lahan yang telah mencakup luas ke beberapa aspek ekosistem Bangka pada umumnya, yakni khususnya wilayah hutan di Bumi Serumpun Sebalai ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan TI di Pulau Bangka telah memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan TI. Aktivitas pertambangan yang dilakukan secara sporadis dan massal itu juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang dahsyat. Sebagian besar penambang menggunakan peralatan besar sehingga dengan mudah mencabik-cabik permukaan tanah. Sisa pembuangan tanah dari TI menyebabkan pendangkalan sungai.

Kerusakan yang ditimbulkan TI tidak hanya terjadi di lokasi penambangan wilayah daratan. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, bahwasanya kerusakan alam bahkan terjadi hingga ke pantai (masyarakat Bangka menyebutnya TI Apung), tempat bermuara sungai-sungai yang membawa air dan lumpur dari lokasi TI. Di kawasan pantai, hutan bakau di sejumlah lokasi rusak akibat limbah penambangan TI. Selain itu di wilayah pesisir pantai, beroperasi juga tambang rakyat menggunakan rakit, drum-drum bekas, mesin dongfeng dan pipa paralon, yang mengapung. Para buruh menyelam ke dasar laut, mengumpulkan sedikit demi sedikit timah.

Bekas-bekas penambangan TI umumnya dibiarkan saja sebagaimana adanya, tanpa adanya upaya mereklamasi. Dengan luasan wilayah penambangan antara dua sampai lima hektar, bolong-bolong pada permukaan tanah yang mereka gali merupakan pemandangan yang tampak mengenaskan. Penambangan timah inkonvensional di Kecamatan Belinyu kini masih terus berlangsung, termasuk di kawasan hutan lindung. Salah satunya adalah di kawasan hutan lindung Gunung Pelawan. Penambang secara sembunyi-sembunyi tetap menambang timah di kawasan terlarang tersebut. TI juga merusak daerah aliran sungai, kawasan sempadan pantai, hutan lindung, dan hutan produksi. Lubang-lubang bekas penambangan tandus karena tidak direklamasi.

Perusakan hutan karena tambang membuat banyak wilayah kekeringan hebat pada musim kemarau. Jika dilihat dari udara sebelum mendarat di Bandara Depati Amir, wajah bumi Bangka Belitung dipenuhi kawah dan lubang menganga. Lubang-lubang itu terisi air hujan dan menjadi tempat subur perkembangan nyamuk anofeles. Akibatnya, penularan penyakit malaria di Pulau Bangka cukup tinggi.[iv]

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Keterbatasan informasi yang dimiliki masyarakat dan ketidaksadaran para pemilik smelter sehingga mengabaikan ketentuan perizinan yang memenuhi syarat lingkungan, baik Amdal maupun peraturan daerah yang berhubungan dengan penambangan dan lingkungan hidup, mengakibatkan praktik penambangan timah di di babel menimbulkan dampak serius. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka akan mengancam lingkungan dan masyarakat setempat. Apalagi masyarakat setempat masih banyak mengandalkan air sungia untuk mandi dan mencuci. Kelompok inilah yang paling rawan terkena dampak limbah pabrik peleburan timah (mineral ikutan) yang seringkali secara sembrono dibuang ke sungai tanpa terlebih dahulu di treatment dengan baik sehingga aman bagi lingkungan.

Menurut Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Selata, Evan Sandy Maulana, "Penambangan bijih timah yang dilakukan warga dan perusahaan swasta sebagai pemicu utama rusaknya hutan lindung." Kawasan hutan lindung tersebut sudah penuh lubang bekas penambangan bijih timah, mengancam flora dan fauna yang hidup di kawasan tersebut. Kawasan hutan lindung yang kritis tersebut tidak bisa lagi ditanami karena tanah di kawasan hutan sudah berubah menjadi hamparan pasir, lumpur bercampur limbah penambangan dan pencemar lainnya.

Pemerintah daerah, berusaha mengurangi kerusakan hutan lindung dengan meningkatkan pengawasan dan penindakan serta berusaha menghijaukan kawasan yang masih bisa ditanami. Selain itu, pemerintah daerah juga meminta masyarakat ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak lagi menambang timah, menebangi pohon dan berladang di kawasan hutan lindung. Saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan masih rendah, apalagi penambangan bijih timah skala besar yang dikelola swasta sulit untuk tindak karena mereka ada backing oknum aparat menjaga kawasan tambang. Kami sulit mengambil tindakan kepada penambang yang dikelola warga dan apabila dipaksakan terjadi bentrokan fisik antara penambang dengan petugas, karena mereka menilai penertiban hanya dilakukan pada penambangan yang dilakukan warga, sementara penambanganswasta tidak.[v]

Referensi

Media Sosial (social media)_Hermansyah_KPIF IIIV_ tugas ke8

Nama  : Hermansyah

Kelas   : kpi IIIV

Nim    : 109051000202

Media Sosial (social media)

 

A. Pendahuluan

Pengertian media social dalam bahasa inggris "Social Media" menurut tata bahasa, terdiri dari kata "Social"  yang memiliki arti kemasyarakatan atau sebuah interaksi dan "Media" adalah sebuah wadah atau tempat sosial itu sendiri. Perkembangan ilmu Komunikasi dari masa ke masa makin pesat. Dahulunya, jika orang ingin mengirim pesan dengan perantara burung dara, seiringnya waktu berkembang dan perkembangan dunia komunikasi dari media cetak, lalu ke media konvensional dan yang terakhir media baru atau siber. Pengertian Media sosial sendiri adalah sebuah media online/internet oleh penggunanya dengan mudah berinteraksi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog , jejaring sosial, wiki , forum dan dunia fortual, ada juga para ahli yang mengatakan bahwa media social merupakan media online, yang mendukung interaksi social dengan media social yang menggunakan teknologi berbasis web, mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif diantara para pengguna. Adapun Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Dan facebook sendiri di Indonesia merupakan jejaring social terbesar di Indonesia dan terbesar kelima di dunia[1].

Jika media konvensional dalam operasionalnya, sangat membutuhkan karyawan yang lumayan tidak sedikit. Di samping itu juga membutuhkan keahlian pada setiap karyawan/ pekerja dibidangnya masing-masing. Berbeda dengan media baru dalam operasionalnya, yang melahirkan Jejaring social dimana setiap orang bisa membuat webpage pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jika media cetak membutuhkan kertas dan konvensional membutuhkan broadcas dalam operasionalnya, beda dengan media social yang membutuhkan internet. Jika media konvensional berkomunikasi dengan satu arah, media social berkomunikasi dengan dua arah, hal ini lebih mudah untuk mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Misalnya yang kita kenal selama ini yaitu facebook dan twitter. Apalagi di tunjang makin canggihnya alat komunikasi sekarang ini seperti mobile phone yang bisa akses dimna saja dan kapan saja.

Adapun kelebihan Media social yaitu sebuah alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja selama koneksi ke internet, dampaknya sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Dewasa ini Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien karnah biayanya murah dan aksesnya mudah. Sekarang ini banyak kita jumpai seperti blog, facebook, twitter, dan youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran. Dan tak jarang kita banyak menjumpai sekarang artis yang mendadak karnah peran dari media social tadi dengan perantara you tube, misal roman kamaru, adel sedunia, dan baru-baru ini si tegar.

Adapun kelebihan Media social dibandingkan dengan media konvensional, bisa kita lihat secara spesifik di bawah ini antara lain :

Kesederhanaan

Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.

Membangun Hubungan

Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

Jangkauan Global

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.

Terukur

Dengan system tracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

 

B. Metode Studi

Dalam penulisan paper ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis mencari dan mendapatkan sumber informasi dari buku-buku yang membahas mengenai media social, antara lain, R ully Nasrullah Komunikasi Antar Budaya 2012 dan Dan Zarela dalam bukunya The Social Media Marketing Book 2010

 

C. Analisis

Media online sekarang ini sudah menjadi budaya dalam masyarakat kita, hampir dalam keseharian kita tidak lepas dari media tadi khususnya dalam masyarakat urban. Media online dalam interaksinya dalam kehidupan social lebih mudah daripada media konvensional apakah itu penjualan, pemasaran dan komnikasi. Tapi walau begitu media social tidak bisa menggantikan media konvensional itu sendiri, misalnya radio online dan tv online sangat tergantung dengan jaringan internet, beda jika kita lihat di media konvensional. Selain itu kelebihan media online tidak butuh karyawan banyak dalam operasionalnya, cukup bermodal computer dan koneksi ke internet kita sudah bisa berinteraksi di dalam dunia internet, misal jika kita ingin menjual barang cukup di posting di took bagus.com.

Adapun kelemahannya, di samping media tadi ketergantungan dengan jaringan internet, juga masyaraktnya cenderung induvidualis  (kurang bersosial) media social jauh lebih berbahaya dalam  penggunaaanya dalam interaksi social. Misal yaotube, yang menyediakan film porno dan juga facebook sering kita mendegarkan kekerasa seksual dan penjualan manusia akibat salah penggunaan media tadi. Apapun perkembangan media tadi pastinya di sesuaikan dengan tempat dan kondisi. Tidak kecuali di kampong saya justru media tradisional lebih popular ketimbang media  social tadi karnah sesuai dengan kemampuan dari pengguna itu sendiri

 

 

 

 

D. Daftar Pustaka

 

Nasrullah, Rulli. 2012. Komunikasi Antar Budaya , Jakarta: Kencana Prenada Group

Zarela, Dan. 2010. The Social Media Marketing Book. Jakarta: PT Serambi Ilmu     Semesta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.      Daftar Pustaka

 

Nasrullah, Rulli. 2012. Komunikasi Antar Budaya , Jakarta: Kencana Prenada Group

Irawan, Asep .2002. Perkembangan Teknologi Komunikasi, Jakarta: Kencana Prenada Group

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Majalah fobart edisi juli 23 2012

Media Sosial (social media)_Hermansyah_KPIF IIIV_tugas ke8

Nama  : Hermansyah

Kelas   : kpi IIIV

Nim    : 109051000202

Media Sosial (social media)

 

A. Pendahuluan

Pengertian media social dalam bahasa inggris "Social Media" menurut tata bahasa, terdiri dari kata "Social"  yang memiliki arti kemasyarakatan atau sebuah interaksi dan "Media" adalah sebuah wadah atau tempat sosial itu sendiri. Perkembangan ilmu Komunikasi dari masa ke masa makin pesat. Dahulunya, jika orang ingin mengirim pesan dengan perantara burung dara, seiringnya waktu berkembang dan perkembangan dunia komunikasi dari media cetak, lalu ke media konvensional dan yang terakhir media baru atau siber. Pengertian Media sosial sendiri adalah sebuah media online/internet oleh penggunanya dengan mudah berinteraksi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog , jejaring sosial, wiki , forum dan dunia fortual, ada juga para ahli yang mengatakan bahwa media social merupakan media online, yang mendukung interaksi social dengan media social yang menggunakan teknologi berbasis web, mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif diantara para pengguna. Adapun Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Dan facebook sendiri di Indonesia merupakan jejaring social terbesar di Indonesia dan terbesar kelima di dunia[1].

Jika media konvensional dalam operasionalnya, sangat membutuhkan karyawan yang lumayan tidak sedikit. Di samping itu juga membutuhkan keahlian pada setiap karyawan/ pekerja dibidangnya masing-masing. Berbeda dengan media baru dalam operasionalnya, yang melahirkan Jejaring social dimana setiap orang bisa membuat webpage pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jika media cetak membutuhkan kertas dan konvensional membutuhkan broadcas dalam operasionalnya, beda dengan media social yang membutuhkan internet. Jika media konvensional berkomunikasi dengan satu arah, media social berkomunikasi dengan dua arah, hal ini lebih mudah untuk mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Misalnya yang kita kenal selama ini yaitu facebook dan twitter. Apalagi di tunjang makin canggihnya alat komunikasi sekarang ini seperti mobile phone yang bisa akses dimna saja dan kapan saja.

Adapun kelebihan Media social yaitu sebuah alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja selama koneksi ke internet, dampaknya sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Dewasa ini Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien karnah biayanya murah dan aksesnya mudah. Sekarang ini banyak kita jumpai seperti blog, facebook, twitter, dan youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran. Dan tak jarang kita banyak menjumpai sekarang artis yang mendadak karnah peran dari media social tadi dengan perantara you tube, misal roman kamaru, adel sedunia, dan baru-baru ini si tegar.

Adapun kelebihan Media social dibandingkan dengan media konvensional, bisa kita lihat secara spesifik di bawah ini antara lain :

Kesederhanaan

Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.

Membangun Hubungan

Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

Jangkauan Global

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.

Terukur

Dengan system tracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

 

B. Metode Studi

Dalam penulisan paper ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis mencari dan mendapatkan sumber informasi dari buku-buku yang membahas mengenai media social, antara lain, R ully Nasrullah Komunikasi Antar Budaya 2012 dan Dan Zarela dalam bukunya The Social Media Marketing Book 2010

 

C. Analisis

Media online sekarang ini sudah menjadi budaya dalam masyarakat kita, hampir dalam keseharian kita tidak lepas dari media tadi khususnya dalam masyarakat urban. Media online dalam interaksinya dalam kehidupan social lebih mudah daripada media konvensional apakah itu penjualan, pemasaran dan komnikasi. Tapi walau begitu media social tidak bisa menggantikan media konvensional itu sendiri, misalnya radio online dan tv online sangat tergantung dengan jaringan internet, beda jika kita lihat di media konvensional. Selain itu kelebihan media online tidak butuh karyawan banyak dalam operasionalnya, cukup bermodal computer dan koneksi ke internet kita sudah bisa berinteraksi di dalam dunia internet, misal jika kita ingin menjual barang cukup di posting di took bagus.com.

Adapun kelemahannya, di samping media tadi ketergantungan dengan jaringan internet, efeknya juga kurangnya solidaritas antar masyarakat ( lebih keinduviduan),  media social jauh lebih berbahaya dalam  penggunaaanya dalam interaksi social. Misal yaotube, yang menyediakan film porno dan juga facebook sering kita mendegarkan kekerasa seksual dan penjualan manusia akibat salah penggunaan media tadi. Apapun perkembangan media tadi pastinya di sesuaikan dengan tempat dan kondisi. Tidak kecuali di kampong saya justru media tradisional lebih popular ketimbang media  social tadi karnah sesuai dengan kemampuan dari pengguna itu sendiri

 

 

 

 

D. Daftar Pustaka

 

Nasrullah, Rulli. 2012. Komunikasi Antar Budaya , Jakarta: Kencana Prenada Group

Zarela, Dan. 2010. The Social Media Marketing Book. Jakarta: PT Serambi Ilmu     Semesta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.      Daftar Pustaka

 

Nasrullah, Rulli. 2012. Komunikasi Antar Budaya , Jakarta: Kencana Prenada Group

Irawan, Asep .2002. Perkembangan Teknologi Komunikasi, Jakarta: Kencana Prenada Group

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Majalah fobart edisi juli 23 2012

Cari Blog Ini