Minggu, 26 Mei 2013

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa_Arif Priyadi_Pertemuan 11

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas.[1] Media massa secara teoritis memiliki fungsi sebagai saluran informasi, saluran pendidikan, dan saluran hiburan, namun kenyataannya media masaa memberi efektif  lain di luar fungsinya itu. Efek media massa tidak saja memengaruhi seikap seseorang namun pula dapat memengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat memengarihi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat.[2]

Efek media dapat pula memengaruhi seseorang dalam waktu pendek sehingga dengan cepat dapat memengaruhi mereka. Namun, juga memberi efek dalam waktu yang lama, sehingga memberi dampak pada perubahan-perubahan dalam waktu yang lama. Hal tersebut karena efek media massa terjadi secara disengaja, namun juga ada efek media yang diterima masyarakat tanpa disengaja.[3]

Denis Mcquil (2002:425-425) menjelaskan, bahwa efek media massa memiliki typology yang mana terdiri dari empat bagian yang besar. Pertama, efek media merupakan efek yang direncanakan, sebagai sebuah efek yang diharapkan terjadi baik oleh media massa sendiri ataupun orang yang menggunakan media massa untuk kepentingan berbagai penyebaran informasi. Kedua, efek media massa tidak direncanakan atau tidak dapat diperkirakan, sebagai efek yang benar-benar di luar kontrol media, di luar kemampuan media ataupun orang lain yang menggunakan media untuk penyebaran informasi melalui media mengontrol terjadinya efek media massa. Jadi, pada efek kedua ini, efek media terjadi dalam kondisi tidak dapat diperkirakan dan efek media terjadi dalam kondisi tidak dapt dikontrol. Ketiga, efek media massa terjadi dalam waktu pendek namun secara cepat, instan, dan keras memengaruhi seseorang atau masyarakat. Keempat, efek media massa berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga memengaruhi sikap-sikap adopsi inovasi, kontrol sosial sampai dengan perubahan kelembagaan, dan persoalam-persoalan perubahan budaya.[4]

A.    Efek Media Yang Terencana

Efek media massa yang direncanakan bisa terjadi dalam waktu yang pendek atau yang cepat, tetapi juga bisa terjadi dalam waktu yang lama. Efek media masa yang direncanakan dan terjadi dalam waktu yang cepat yaitu seperti propaganda, respons individu, kampanye media, news learning, pembingkaian berita dan agenda-settinng. Sebuah pemberitaan media massa melalui propaganda umpamanya, maka media massa dapat melakukannya dalam waktu singkat, yaitu beberapa menit di media massa, kemudian efek media massanya dapat pula diperkiraakan sampai seberapa jauh menerpa masyarakat, ternasuk luasan efek yang dapat terjadi. Begitu pula kampanye media seperti iklan, dapat juga dilakukan dalam waktu singkat, dan efek iklan dapat diperkirakan sejauh mana memengaruhi masyarakat. Pembingkaian berita (framing), dengan maksud-maksud tertentu oleh sebuah media, dapat dilakukan dalam waktu pendek dan efeknya dapat membentuk opini-opni yang bisa diperkirakan oleh orang media, termasuk pula agenda- setting berakibat terhadap terpolanya agenda masyarakat sesuai dengan pilihan agenda media.[5]  

Namun efek media yang terencana ini juaga dapat dilakukan dalam waktu yang lama, dengan efek media yang lama pula terjadi di masyarakat. Dengan pemberitaan yang direncanakan oleh media, maka media dapat merencanakan terjadinya sebuah difusi dalam berbagai objek bangunan di masyarakat. Namun pula, karena waktu yang lama, maka pemberitaan terhadap sebuah objek terdifusi menjadi berbagai pemberitaan di sekitar itu, bahkan akan terjadi media dapat menyebarkan gagasan-gagasan difusi inovasi terhadap hal-hal yang baru di masyarakat. Sebuah difusi inovasi yang baik di masyarakat akan dengan mudah mendapat penerimaan masayarakat, karena itu dalam waktu yang lama, media dapat menyebarkan difusi inovasi kepada seluruh lapisan masyarakat.[6]

 

B.     Efek Media yang Tidak Terencana

Efek media massa yang terjadi tidak terencana dapat berlangsung dalam dua tipologi, yaitu terjadi dalam waktu cepat dan terjadi dalam waktu yang lama. Yang terjadi dalam waktu cepat merupakan tindakan reaksional terhadap pemberitaan yang tiba-tiba mengagetkan masyarakat. Pemberitaam macam ini tanpa disadari media akan menimbulkan reaksi individu yang merasa dirugikan, akan reaksi kelompok yang merasa dicemarkan, bahkan bisa memicu tindakan-tindakan kekerasan.[7]

Dari tingkat kekuatan dan kerusakan sosial yang diakibatkan oleh efek media massa maka dapat dijelaskan bahwa kerusakan sosial akibat efek media massa ini sebagai berikut: Tahap satu, efek merusak yang mudah terjadi adalah pada tatanan fisik dan perilaku individual (perilaku organisme) yang berdampak pada perilaku kelompok dan masyarakat. Efek ini terlihat dengan berbagai perilaku mulai dari perilku menolak, menahan diri sampai dengan perilaku menerima. Ada juga aspek emosional seperti ketakutan, pobia, sampai deangan efek melawan. Tahap dua, efek merusak pada tatanan sikap seperti merusak sistem sosial sampai dengan merusak sistem budaya serta lingkungan yang lebih luas.[8]

Selain apa yang dijelaskan oleh McQuail di atas tentang efek media massa dan tingkat kerusakan sosial yang terjadi akibat efek media, secara empirik, efek media massa yang tidak diharapkan (cenderung merusak) memiliki andil dalam hal pembentukan sikap, prilaku, dan keadaan masyarakat seperti berikut ini.

1.      Penyebaran budaya global yang menyebabkan masyarakat berubah dan tradisonal ke modern, dari modern ke post-modern, dan taat beragama ke sekuler.

2.      Media massa kapitalis telah memicu hilangnya berbagai bentuk kesenian dan budaya tradisional di masyarakat yang mestinya diperlihara.

3.      Terjadinya perilaku imitasi yang kadang menjurus kepada meniru hal-hal yang buruk dari apa yang ia lihat dan ia dengar dari media massa.

4.      Efek media massa sering secara brutal menyerang seseorang dan merusak nama baik orang tersebut serta menjurus ke pembunuhan karakter seseorang.

5.      Persaingan media massa yang tidak sehat menyebabkan media massa mengorbankan idealismenya dengan menyajikan berbagai pemberitaan yang justru menyerang norma-norma sosial sehingga menyebabkan terciptanya perilaku pelanggaran norma sosial bahkan terciptanya perilaku disorder.

6.      Penyebaran pemberitaan pornomedia menyebabkan lunturya lembaga perkawinan dan norma seks keluarga di masyarakat, bahkan memicu terbentuknya perilaku penyimpangan seksual di masyarakat.

7.      Berita kekerasan dan teror di media massa tekah memicu terbentuknya "ketakutan massa" di masyarakat. Masyarakat selalu tidak aman, tidak menyenangkan bahkan tidak nyaman menjadi anggota msayarakat tertentu.

8.      Media massa kapitalis telah sukses mengubah masyarakat; dari kota sampai ke desa; menjadi massa konsumerisme dan masyarakat pemimpi, masyarakat yang hidup dalam dunia seribu satu malam tanpa harus bekerja keras. Hal ini menjadi sangat kontradiksi karena disatu sisi masyarakat menjadi konsumerisme dan di sisi lain menjadi pemimpi dan pemalas.

9.      Media massa cenderung menjadi alat provokasi sebuah kekuasaan sehingga efek media massa menindas rakyat, bahkan dalam skala luas media massa menjadi alat kolonialisme modern, dengan memihak kepada suatu negara adidaya, dan menjadi genderang perang untuk memerangi negara-negara kecil dan miskin.  

 

 

Daftar Pustaka

 

  Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana, 2008.



[1]Burhan Bungain, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat (Jakarta: Kencana, 2008), h. 71.

[2]Ibid., h 317.

[3] Ibid.

[4] Ibid., h. 317-318.

[5] Ibid., h. 319.

[6] Ibid.

[7] Ibid. h. 320.

[8] Ibid. h. 321.

Sabtu, 25 Mei 2013

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa_Tasha Helmi Mahindria_Tugas10

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Kata globalisasi berasal dari kata dasar "global" yang berarti berkenaan dengan keseluruhan[1]. Achmad Suparman[2] menyatakan bahwa Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru tau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya masyarakat.
Globalisasi tidak terlepas dari media massa yang ada di kehidupan masyarakat saat ini. Media massa merupakan alat komunikasi massa. Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat memengaruhi khalayak-khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara (Defleur dan Dennis McQuail, 1985).[3]

Penelitian Pengaruh Telepon Seluler Terhadap Perilaku Gaya Hidup Di Kalangan Pelajar Nur Fajrina

Pengaruh Telepon Seluler Terhadap Perilaku Gaya Hidup Di Kalangan Pelajar
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Menurut Fatimah Safira dalam skripsinya yang berjudul "Hubungan Antara Gaya Hidup Dengan Intensi Membeli Telepon Seluler Pada Mahasiswa" menerangkan pada hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara gaya hidup dengan intensi membeli telepon seluler. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa gaya hidup dan intensi membeli telepon seluler keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain yang membentuk perilaku dalam mencapai pemuasan akan kebutuhan. Pada penelitian yang lainnya dilakukan oleh Mariana wijayanti dalam skripsinya yang berjudul     

Kamis, 23 Mei 2013

proposal penelitian perngaruh internet terhadap remaja dan masyarakat

Nama: M.Farid
Jurusan: Pengembangan Masyarakat Islam 4
Proposal PenelitianDampak Negatif Internet Terhadap Remaja dan Masyarakat
Latar Belakang Masalah
Hampir seluruh kaum muda saat ini sangat mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Seluruhnya, tidak satupun yang "gaptek" atau "gagap teknologi" yang artinya kurang mampu menggunakan teknologi yang ada. Remaja saat ini sangat tidak mau sebutan "gaptek" tersebut menempel pada namanya. Pada masa ini, pengaruh internet dikalangan remaja sangat kuat.hal itu memang tidak bisa di pungkiri kenyataan nya juga bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan internet yang kian meluas di Indonesia tentu merupakan berita baik namun dibalik itu dampak negatif pun juga menganca. Remaja sebagai kelompok individu yang sedang mencari identitas diri,selalu cenderung akan hal-hal yang baru,yang dapt merubah mereka menjadi orang yang modern. Pada akhirnya, merekapun belajar untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut.
Internet sudah menjadi semacam bagian yang penting dari kehidupan remaja,sudah semakin banyak jumlah remaja menggunakan internet untuk berbagai keperluan mereka.

PROPOSAL PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA Nur Halimah dan Rizka Arteinia


PROPOSAL
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA  4-6 TAHUN
Rt 02 Rw 01 Kp. Cicayur Desa Cisauk Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang
Disusun oleh:
Nur halimah    1111054000005
Rizka Arfeinia 1111054000002
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa memerlukan bantuan orang lain baik bidang sosial, ekonomi, politik maupun dalam bidang pendidikan. Bantuan seseorang dalam pendidikan ini disebut sebagai bimbingan atau guidance. Istilah bimbingan yang lebih populer dalam masyarakat menurut penulis adalah yang diwujudkan dalam perhatian.
         Keluarga merupakan lingkungan hidup pertama dan utama bagi setiap anak. Di dalam keluarga anak mendapat rangsangan, hambatan dan pengaruh yang pertama dalam pertumbuhan dan perkembangannya, baik biologis maupun psikologis. Di dalam keluarga, anak juga mempelajari norma atau aturan dalam hidup bermasyarakat, melalui kehidupan dalam keluarga, anak dilatih tidak hanya mengenal norma tetapi juga menghargai dan mengikuti norma-norma dan pedoman hidup dalam bermasyarakat.
       Imam Ghazali mengatakan bahwa anak itu adalah amanat bagi kedua orang tuanya, hatinya akan suci dan bersih jika terus menerus diajarkan kebaikan, dan anak akan tumbuh dengan kebiasaan yang baik.[1] Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orang tua. Melalui orang tua, anak beradaptasi dan mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku di lingkungannya. Orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak dan membentuk baik buruknya perilaku anak.
      

Rabu, 22 Mei 2013

Globalisasi dan Realitas Media_Tasha Helmi Mahindria_Tugas9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.  Pendahuluan
Kata globalisasi berasal dari kata dasar "global" yang berarti berkenaan dengan keseluruhan. Achmad Suparman[1] menyatakan bahwa Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru tau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Selasa, 21 Mei 2013

Pencemaran Lingkungan Akibat Ulah Manusia ( Studi PT. Freeport)_Resa Purnama


PT Freeport Indonesia, perusahaan yang pernah terdaftar sebagai salah satu perusahaan multinasional terburuk tahun 1996, adalah potret nyata sektor pertambangan Indonesia. Keuntungan ekonomi yang dibayangkan tidak seperti yang dijanjikan, sebaliknya kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan terus memburuk dan menuai protes akibat berbagai pelanggaran hukum dan HAM, dampak lingkungan serta pemiskinan rakyat sekitar tambang.
WALHI sempat berupaya membuat laporan untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai dampak operasi dan kerusakan lingkungan di sekitar lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia. Hingga saat ini sulit sekali bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan menyeluruh mengenai dampak kegiatan pertambangan skala besar di Indonesia. Ketidak jelasan informasi tersebut akhirnya berbuah kepada konflik, yang sering berujung pada kekerasan, pelanggaran HAM dan korbannya kebanyakan adalah masyarakat sekitar tambang. Negara gagal memberikan perlindungan dan menjamin hak atas lingkungan yang baik bagi masyarakat, namun dilain pihak memberikan dukungan penuh kepada PT Freeport Indonesia, yang dibuktikan dengan pengerahan personil militer dan pembiaran kerusakan lingkungan.

Senin, 20 Mei 2013

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_Hermansyah_KPI F_ Tugas ke 9

Nama  : Hermansyah
Kelas   : kpi IIIV
Nim    : 109051000202

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
A. pendahuluan
Globalisasi menurut kkbi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Globalisasi yang terjadi dewasa ini dengan perantara media tadi dengan sendirinya telah merubah keadaaan budaya kita. Secara tidak langsung kita terhegemoni kebudayaan luar. Contoh saja budaya baju bikini yang berasal dari dunia barat, sudah menjadi hal biasa kini di Indonesia.
tayangan-tayangan media media khususnya media terbesar yang di konsumsi yaitu televise sudah banyak menagdopsi tayangan dari luar. Contoh misal Indonesia idol, sulap magazine dan budaya dari korea. Lebih parah lagi tayangan porno, kekerasan sudah mudah kita akses di media terutama internet. Sinetron yang beradegan mesum telah meracuni remaja-remaja Indonesia. Hal ini juga mencangkup media seperti majalah dewasa tentunya yang mudah di akses anak di bawah umur.

Globalisasi dan Realitas media_ Susi Aryani_ pertemuan ke-9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
Nama: Susi Aryani

       I.            PENDAHULUAN
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA _SAIFUL MU'MININ Tugas 9


GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
SAIFUL MU'MININ (109051000166)
    
PENDAHULUAN
Pengertian Globalisasi Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

globalisasi dan dampak komunikasi massa_kharisma utama_tugas ke 10

NAMA : KHARISMA UTAMA
109051000179

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa
            Seperti diketahui bersama, globalisasi merupakan sebuah fenomena yang sedang dan terus bergerak dalam peradaban manusia sekarang. Hal ini berpengaruh pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi dalam menunjang aktivitas masyarakat sehingga lebih mudah, cepat, serta menghemat waktu. Perkemabangan teknologi yang begitu pesat ini menyebabkan terjadi perubahan sosial baik positif maupun negatif, sehingga masyarakat dihadapkan pada dua pilihan.
            Di satu sisi, masyarakat menerima kehadiran teknologi yang memiliki keuntungan bagi yang menggunakannya. Namun di sisi lain, tak dapat dipungkiri juga kehadiran teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat.
           

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_NYI MAS AYU GALUH_PERTEMUAN KE-10

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
Globalisasi diambil dari kata global yang berarti universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsure-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak atau media elektronik. Selain definisi diatas, globalisasi juga berarti hilangnya batasan ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi dan informasi. Dan juga suatu peruses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenali batas dunia.[1]

Globalisasi dan Realitas Media_Arif Priyadi_Pertemuan 10

Globalisasi dan Realitas Media
1.      Globalisasi
Menurut Robertson (1992), konsep globalisasi menunjukan pada kita terjadinya pengerutan dunia dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, dengan kata lain, meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita mengenainya.[1] Konsep globalisasi tersebut dijelaskan lebih rinci oleh Burhan Bungin dengan memakai terminologi dunia global, yaitu Sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi, teknologi yang begitu cepat dan begitu besar memengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar, di mana masyarakatnya saling kenal san saling menyapa satu dengan lainnya.[2]

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA_Esti Nurhayati9

Esti Nurhayati_109051000003
GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara [1]

Globalisasi dan realitas media Esti Nurhayati TUGAS

Esti Nurhayati_109051000003
Globalisasi dan realitas media
Menurut asal katanya, kata "GLOBALISASI" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak maupun elektronik.[1]

Ada pula yang mengatakan globalisasi yaitu sebagai berikut :
- hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.
- suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
        

Minggu, 19 Mei 2013

MEDIA SOSIAL_Esti Nurhayati

MEDIA SOSIAL
Esti Nurhayati_109051000003

Media sosial adalah sebuah media online, Dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.[1]
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".
            

Media elektronik dan media online_Esti Nurhayati_

Esti Nurhayati_109051000003
Media elektronik dan media online
Media elektronik ialah media massa yang dalam menyampaikan informasinya menggunakan jasa listrik.Tanpa adanya listrik media massa ini tidak akan dapat berfungsi. Misalanya TV, Radio dan Telepon. Karena dengan adanya media elektronik telah membawa masyarakat kembali pada situasi era kesukaan yang mana lebih menekankan pada komunikasi lisan (oral).  Media elektronik ini memiliki ciri atau struktur , yaitu berkomunikasi menggunakan lisan,  besrsifat segera dan singkat,  cepat dan terjangkau dalam menyiarkan atau menyampaikan pesannya. [1]

Esti Nurhayati_ Media cetak dan media konvensional 7

Media cetak dan media konvensional
Esti Nurhayati_109051000003

Pengertian media cetak bagi masyarakat masih dipahami secara sempit. Banyak orang yang beranggapan bahwa media cetak sama dengan pengertian surat kabar atau majalah. Padahal jika diurai maknanya secara mendalam media cetak tidak terbatas pada dua jenis media itu saja. Secara harfiah pengertian media cetak bisa diartikan sebagai sebuah media penyampaian informasi yang memiliki manfaat dan terkait dengan kepentingan rakyat banyak, yang disampaikan secara tertulis. Media cetak ini merupakan bagian dari saluran informasi masyarakat di samping media elektronik dan media digital.[1] Media cetak bersifat statis dan mengutamakan pesan- pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata,gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial Esti Nurhayati TUGAS KE 5

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial
Esti Nurhayati_109051000003

Kata metodologi berasal dari kata Yunani, methodos yang berarti cara, dan logos yang berarti ilmu, sehingga metodologi dapat diartikan dengan suatu disiplin yang berhubungan dengan metode, peraturan, kaedah yang diikuti dalam ilmu pengetahuan. [1]Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara singkat metodologi dapat juga diartikan yaitu  sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu, studi atau analisis teoretis mengenai suatu cara/metode, cabang ilmu logika yang berkaitan dengan prinsip umum pembentukan pengetahuan (knowledge), dan Secara praktis

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_Yusly Anggriyawan Kelana_Tugas 9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA

Nama   :  Yusly Anggriyawan Kelana (109051000155)
Kelas   : KPI 6F

A. PENDAHULUAN
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.[1]
Pada abad ke 21 ini, dunia khususnya Indonesia telah dihadapi dengan suatu era baru yaitu Era Globalisasi. Eraglobalisasi yang berkembang pada saat ini memberikan suatudampak yang sangat menonjol dan juga proses era globalisasiini juga sangat cepat. Era globalisasi ini juga harus di ikutioleh seluruh negara , jika tidak . Maka mereka akan terpurukdan tertindas.salah satu faktor yang berperan penting dalamproses globalisasi ini adalah adalah kemajuan di bidangteknologi yang menghasilkan media yang canggih. Teknologiinformasi dan komunikasi telah menghubungkan manusia diseluru penjuru dunia.

Globaliasi dan Realitas Media_Farwah Assegaf_Tugas 9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA

Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6F

A. PENDAHULUAN
Globalisasi menjadi kata popular yang berkembang dimasyarakat, globalisasi adalah hasil karya menakjubkan dari kemajuan pikiran mahluk yang bernama manusia yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Arus globalisasi menerjang seluruh penjuru dunia termasuk juga Indonesia, perkembangan ini beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang memudahkan penyebaran informasi dengan cepat dan luas. perkembangan teknologi ini berimplikasi pada muncul banyaknya media massa di Indonesia baik cetak, elektronik maupun online. Seperti halnya televisi juga mengalami peningkatan sangat signifikan dalam jumlah maupun kreatifitas konten program yang disuguhkan pada penontonnya.

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_TUGAS 9 META YUNITA KUSUMA

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_TUGAS 9
META YUNITA KUSUMA_KPI 6 G
109051000152
1.      Pendahuluan
Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:

Globalisasi dan Realitas Media Daniella Putri Islamy 9

Nama: Daniella Putri Islamy
Kelas: KPI F/ semester 6

Globalisasi dan Realitas Media
1.      Pendahuluan
Dalam Kamus Bahasa Indonesia, globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.[1] Muhammad Tholhah dalam bukunya juga menyebutkan bahwa globalisasi pada dasarnya bermula dari awal abad ke-20, pada saat transportasi dan elektronika mulai memperluas dan mempercepat perdagangan antar bangsa. Disamping pertambahan dan percepatan lalu lintas barang dan jasa, berkembang pula secara cepat globalisasi gagasan modern seperti negara, konstitusi, nasionalisme, kapitalisme, demokrasi, sekularisme, juga industri dan perusahaan media massa.[2]

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa_SitaMawarni Murdiati_tugas ke 10

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA
SITA MAWARNI MURDIATI 109051000167 KPI 6 G

Pendahuluan                  
          Menurut Selo Soemardjan, globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI. Globalisasi biasnya ditandai dengan berkembangnya sector-sektor terpenting dalam sebuah negara seperti, ekonomi, teknologi, dan lain sebagainya sebagai penanda sudah maju atau berkembangnnya sebuah negara. Di era globalisasi seperti sekarang ini sudah seharusnya berkembang pula teknologi yag digunakan. Hal ini penting karena semakin beratnya persaingan antara negara-negara di dunia[1]

Globalisasi dan Realitas Media_Sita Mawarni Murdiati_tugas ke 9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
SITA MAWARNI MURDIATI 109051000167 KPI 6 G

Pendahuluan
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat[1]

Jumat, 17 Mei 2013

GLOBALISASI ABDU RAHMAN 9


ABDU RAHMAN
1110051000004
GLOBALISASI
Istilah konstruksi social atas realitas (social construction of reality) menjadi terkenal ketika diperkenalkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Kedua pemikir ini hanya meneruskan apa yang digagas oleh Giambitissta Vico yang kemudian banyak disebut sebagai cikal bakal konstruktivisme. Menurut Hamad (2004: 11-13 ) tentang proses konstruksi realitas,prinsipnya setiap upaya "menceritakan" (konseptualisasi) sebuah peristiwa,keadaan, atau benda tak terkecuali mengenai hal-hal yang berkaitan dengan politik adalah usaha mengkonstruksi realitas. Laporan tentang kegiatan orang berkumpul di sebuah lapangan terbuka guna mendengarkan pidato politik pada musim pemilu,misalnya adalah hasil konstruksi realitas mengenai peristiwa yang lazimnya disebut kampanye pemilu itu. Begitulah setiap hasil laporan adalah hasil konstruksi realitas atas kejadian yang dilaporkan.

media sosial ABDU RAHMAN 8


ABDU RAHMAN
1110051000004
Media Sosial social media
Media sosial adalah sejenis media yang digunakan terus secara talian dengan membolehkan para pengguna dengan mudah untuk menyertai, berkongsi, dan mencipta isi meliputi blog, rangkaian sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, rangkaian sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.[1]
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kumpulan aplikasi berasaskan internet yang membangun atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang membolehkan penciptaan dan pertukaran.[2]

Rabu, 15 Mei 2013

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial_Surya Wiratama_tugas ke-7

Metodologi Studi Media dan Sistem Sosial

Untuk memahami metodologi dalam studi media dan sistem sosial perlu diketahui pengertian masing masing dari komponennya. Metodologi berasal dari bahasa Yunani "metodos" dan "logos". Kata "metodos" terdiri dari dua suku kata yaitu "metha" yang berarti melalui atau melewati dan "hodos" yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. "Logos" artinya ilmu. Metodologi adalah ilmu-ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji.
Banyak orang yang menyamakan istilah antara metode dan metodologi yang padahal memiliki pengertian yang berbeda di antara keduanya. Metodologi dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang metode-metode yang dipergunakan dalam penelitian. Sedangkan metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu.

Dampak Pencemaran Tanah_M.Imamudin Arya_PMI 6

Nama : M. Imamudin Arya
Nim : 1110054000013

 Pencemaran Tanah adalah semua keadaan dimana polutan masuk kedalam lingkungan tanah sehingga menurunkan kualitas tanah tersebut. Dimana Polutan bisa berupa zat-zat bahan pencemar baik berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikro organisme.

Banyak hal yang bisa menjadi Penyebab Pencemaran Tanah, seperti terjadinya kebocoran limbah kimia dan polutan-polutan yang dihasilkan oleh proses industri, penggunaan pestisida, masuknya air tercemar kedalam lapisan sub-permukaan, merembesnya minyak, zat kimia, atau limbah beradiasi kedalam tanah, sampah, dan lainnya.

Zat-zat yang masuk kedalam tanah tersebut sangat berbahaya, karena cenderung untuk mengendap dan berubah menjadi zat beracun di tanah, yang tentu saja berdampak langsung terhadap kehidupan manusia secara langsung, karena pencemaran tanah mampu membuat pencemaran terhadap air dan udara disekitarnya.


Selasa, 14 Mei 2013

pencemaran lingkungan akibat ulah manusia_Nurul Vivi


Nurul Vivi Aryanti Pulungan
EKOMAN
Dampak Lingkungan Industri Tambang; Bumi Ratatotok Menjanjikan Emas
Dari sisi lingkungan, industri tambang mampu mengubah wajah sebuah bukit menjadi lubang yang sangat besar. Dan contohnya adalah kegiatan penambangan emas PT Newmont Raya (PT NMR) menyisakan lubang dengan ukuran 500 meter x 700 meter (35 hektar) dengan kedalaman 135 meter[1]. Atau seluas 16.500 rumah sangat sederhana (RSS). Dan praktik industry tambang ini menjadi praktik yang sangat mengerikan dengan dampak lingkungan yang luar biasa sehingga merupakan sasaran paling empuk organisasi pemerhati lingkungan. Limbah tambang atau tailing menjadi masalah utama bagi industri pertambangan.
Teluk Buyat merupakan teluk kecil yang terletak di pantai selatan Semenanjung Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Secara administratif, teluk ini berada di Kabupaten Minahasa Tenggara. Disekitar teluk ini tinggal sejumlah nelayan.

Cari Blog Ini