Minggu, 26 Mei 2013

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA_Yusly Anggriyawan Kelana_Tugs 10

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA

Nama   :  Yusly Anggriyawan Kelana (109051000155)
Kelas   : KPI 6F 

A. PENDAHULUAN
Seperti yang di bahas sebelumnya bahwa globalisasi berasal dari kata dasar "global" yang berarti berkenaan dengan keseluruhan.[1] Globalisasi adalah hasil karya menakjubkan dari kemajuan pikiran makhluk yang bernama manusia yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Contoh di era globalisasi saat ini ada suatu alat yang bernama gadget yaitu media komuniakasi buatan manusia.
Globalisasi tidak terlepas dari media massa atau yang merupakan alat dari komunikasi massa. Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat memengaruhi khalayak-khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara.[2]

GLOBALISASI DAMPAK KOMUNIKASI MASSA_Farwah assegaf_Tugas 10

GLOBALISASI DAMPAK KOMUNIKASI MASSA

Nama   : Farwah Assegaf (109051000146)
Kelas   : KPI 6F

A. PENDAHULUAN
Seperti yang di bahas sebelumnya bahwa globalisasi adalah hasil karya menakjubkan dari kemajuan pikiran makhluk yang bernama manusia yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Di era globalisasi saat ini, informasi akan mudah di dapatkan/di terima oleh khalayak, contoh gadget, media elektronok maupun media cetak yang berada di masyarakat sekarang.
            Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.[1]

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa_Arif Priyadi_Pertemuan 11

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas.[1] Media massa secara teoritis memiliki fungsi sebagai saluran informasi, saluran pendidikan, dan saluran hiburan, namun kenyataannya media masaa memberi efektif  lain di luar fungsinya itu. Efek media massa tidak saja memengaruhi seikap seseorang namun pula dapat memengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat memengarihi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat.[2]

Efek media dapat pula memengaruhi seseorang dalam waktu pendek sehingga dengan cepat dapat memengaruhi mereka. Namun, juga memberi efek dalam waktu yang lama, sehingga memberi dampak pada perubahan-perubahan dalam waktu yang lama. Hal tersebut karena efek media massa terjadi secara disengaja, namun juga ada efek media yang diterima masyarakat tanpa disengaja.[3]

Denis Mcquil (2002:425-425) menjelaskan, bahwa efek media massa memiliki typology yang mana terdiri dari empat bagian yang besar. Pertama, efek media merupakan efek yang direncanakan, sebagai sebuah efek yang diharapkan terjadi baik oleh media massa sendiri ataupun orang yang menggunakan media massa untuk kepentingan berbagai penyebaran informasi. Kedua, efek media massa tidak direncanakan atau tidak dapat diperkirakan, sebagai efek yang benar-benar di luar kontrol media, di luar kemampuan media ataupun orang lain yang menggunakan media untuk penyebaran informasi melalui media mengontrol terjadinya efek media massa. Jadi, pada efek kedua ini, efek media terjadi dalam kondisi tidak dapat diperkirakan dan efek media terjadi dalam kondisi tidak dapt dikontrol. Ketiga, efek media massa terjadi dalam waktu pendek namun secara cepat, instan, dan keras memengaruhi seseorang atau masyarakat. Keempat, efek media massa berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga memengaruhi sikap-sikap adopsi inovasi, kontrol sosial sampai dengan perubahan kelembagaan, dan persoalam-persoalan perubahan budaya.[4]

A.    Efek Media Yang Terencana

Efek media massa yang direncanakan bisa terjadi dalam waktu yang pendek atau yang cepat, tetapi juga bisa terjadi dalam waktu yang lama. Efek media masa yang direncanakan dan terjadi dalam waktu yang cepat yaitu seperti propaganda, respons individu, kampanye media, news learning, pembingkaian berita dan agenda-settinng. Sebuah pemberitaan media massa melalui propaganda umpamanya, maka media massa dapat melakukannya dalam waktu singkat, yaitu beberapa menit di media massa, kemudian efek media massanya dapat pula diperkiraakan sampai seberapa jauh menerpa masyarakat, ternasuk luasan efek yang dapat terjadi. Begitu pula kampanye media seperti iklan, dapat juga dilakukan dalam waktu singkat, dan efek iklan dapat diperkirakan sejauh mana memengaruhi masyarakat. Pembingkaian berita (framing), dengan maksud-maksud tertentu oleh sebuah media, dapat dilakukan dalam waktu pendek dan efeknya dapat membentuk opini-opni yang bisa diperkirakan oleh orang media, termasuk pula agenda- setting berakibat terhadap terpolanya agenda masyarakat sesuai dengan pilihan agenda media.[5]  

Namun efek media yang terencana ini juaga dapat dilakukan dalam waktu yang lama, dengan efek media yang lama pula terjadi di masyarakat. Dengan pemberitaan yang direncanakan oleh media, maka media dapat merencanakan terjadinya sebuah difusi dalam berbagai objek bangunan di masyarakat. Namun pula, karena waktu yang lama, maka pemberitaan terhadap sebuah objek terdifusi menjadi berbagai pemberitaan di sekitar itu, bahkan akan terjadi media dapat menyebarkan gagasan-gagasan difusi inovasi terhadap hal-hal yang baru di masyarakat. Sebuah difusi inovasi yang baik di masyarakat akan dengan mudah mendapat penerimaan masayarakat, karena itu dalam waktu yang lama, media dapat menyebarkan difusi inovasi kepada seluruh lapisan masyarakat.[6]

 

B.     Efek Media yang Tidak Terencana

Efek media massa yang terjadi tidak terencana dapat berlangsung dalam dua tipologi, yaitu terjadi dalam waktu cepat dan terjadi dalam waktu yang lama. Yang terjadi dalam waktu cepat merupakan tindakan reaksional terhadap pemberitaan yang tiba-tiba mengagetkan masyarakat. Pemberitaam macam ini tanpa disadari media akan menimbulkan reaksi individu yang merasa dirugikan, akan reaksi kelompok yang merasa dicemarkan, bahkan bisa memicu tindakan-tindakan kekerasan.[7]

Dari tingkat kekuatan dan kerusakan sosial yang diakibatkan oleh efek media massa maka dapat dijelaskan bahwa kerusakan sosial akibat efek media massa ini sebagai berikut: Tahap satu, efek merusak yang mudah terjadi adalah pada tatanan fisik dan perilaku individual (perilaku organisme) yang berdampak pada perilaku kelompok dan masyarakat. Efek ini terlihat dengan berbagai perilaku mulai dari perilku menolak, menahan diri sampai dengan perilaku menerima. Ada juga aspek emosional seperti ketakutan, pobia, sampai deangan efek melawan. Tahap dua, efek merusak pada tatanan sikap seperti merusak sistem sosial sampai dengan merusak sistem budaya serta lingkungan yang lebih luas.[8]

Selain apa yang dijelaskan oleh McQuail di atas tentang efek media massa dan tingkat kerusakan sosial yang terjadi akibat efek media, secara empirik, efek media massa yang tidak diharapkan (cenderung merusak) memiliki andil dalam hal pembentukan sikap, prilaku, dan keadaan masyarakat seperti berikut ini.

1.      Penyebaran budaya global yang menyebabkan masyarakat berubah dan tradisonal ke modern, dari modern ke post-modern, dan taat beragama ke sekuler.

2.      Media massa kapitalis telah memicu hilangnya berbagai bentuk kesenian dan budaya tradisional di masyarakat yang mestinya diperlihara.

3.      Terjadinya perilaku imitasi yang kadang menjurus kepada meniru hal-hal yang buruk dari apa yang ia lihat dan ia dengar dari media massa.

4.      Efek media massa sering secara brutal menyerang seseorang dan merusak nama baik orang tersebut serta menjurus ke pembunuhan karakter seseorang.

5.      Persaingan media massa yang tidak sehat menyebabkan media massa mengorbankan idealismenya dengan menyajikan berbagai pemberitaan yang justru menyerang norma-norma sosial sehingga menyebabkan terciptanya perilaku pelanggaran norma sosial bahkan terciptanya perilaku disorder.

6.      Penyebaran pemberitaan pornomedia menyebabkan lunturya lembaga perkawinan dan norma seks keluarga di masyarakat, bahkan memicu terbentuknya perilaku penyimpangan seksual di masyarakat.

7.      Berita kekerasan dan teror di media massa tekah memicu terbentuknya "ketakutan massa" di masyarakat. Masyarakat selalu tidak aman, tidak menyenangkan bahkan tidak nyaman menjadi anggota msayarakat tertentu.

8.      Media massa kapitalis telah sukses mengubah masyarakat; dari kota sampai ke desa; menjadi massa konsumerisme dan masyarakat pemimpi, masyarakat yang hidup dalam dunia seribu satu malam tanpa harus bekerja keras. Hal ini menjadi sangat kontradiksi karena disatu sisi masyarakat menjadi konsumerisme dan di sisi lain menjadi pemimpi dan pemalas.

9.      Media massa cenderung menjadi alat provokasi sebuah kekuasaan sehingga efek media massa menindas rakyat, bahkan dalam skala luas media massa menjadi alat kolonialisme modern, dengan memihak kepada suatu negara adidaya, dan menjadi genderang perang untuk memerangi negara-negara kecil dan miskin.[9]  

 

 

Daftar Pustaka

 

  Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana, 2008.



[1]Burhan Bungain, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat (Jakarta: Kencana, 2008), h. 71.

[2]Ibid., h 317.

[3] Ibid.

[4] Ibid., h. 317-318.

[5] Ibid., h. 319.

[6] Ibid.

[7] Ibid. h. 320.

[8] Ibid. h. 321.

[9] Ibid., h. 322-323.

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa_Arif Priyadi_Pertemuan 11

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas.[1] Media massa secara teoritis memiliki fungsi sebagai saluran informasi, saluran pendidikan, dan saluran hiburan, namun kenyataannya media masaa memberi efektif  lain di luar fungsinya itu. Efek media massa tidak saja memengaruhi seikap seseorang namun pula dapat memengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat memengarihi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat.[2]

Efek media dapat pula memengaruhi seseorang dalam waktu pendek sehingga dengan cepat dapat memengaruhi mereka. Namun, juga memberi efek dalam waktu yang lama, sehingga memberi dampak pada perubahan-perubahan dalam waktu yang lama. Hal tersebut karena efek media massa terjadi secara disengaja, namun juga ada efek media yang diterima masyarakat tanpa disengaja.[3]

Denis Mcquil (2002:425-425) menjelaskan, bahwa efek media massa memiliki typology yang mana terdiri dari empat bagian yang besar. Pertama, efek media merupakan efek yang direncanakan, sebagai sebuah efek yang diharapkan terjadi baik oleh media massa sendiri ataupun orang yang menggunakan media massa untuk kepentingan berbagai penyebaran informasi. Kedua, efek media massa tidak direncanakan atau tidak dapat diperkirakan, sebagai efek yang benar-benar di luar kontrol media, di luar kemampuan media ataupun orang lain yang menggunakan media untuk penyebaran informasi melalui media mengontrol terjadinya efek media massa. Jadi, pada efek kedua ini, efek media terjadi dalam kondisi tidak dapat diperkirakan dan efek media terjadi dalam kondisi tidak dapt dikontrol. Ketiga, efek media massa terjadi dalam waktu pendek namun secara cepat, instan, dan keras memengaruhi seseorang atau masyarakat. Keempat, efek media massa berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga memengaruhi sikap-sikap adopsi inovasi, kontrol sosial sampai dengan perubahan kelembagaan, dan persoalam-persoalan perubahan budaya.[4]

A.    Efek Media Yang Terencana

Efek media massa yang direncanakan bisa terjadi dalam waktu yang pendek atau yang cepat, tetapi juga bisa terjadi dalam waktu yang lama. Efek media masa yang direncanakan dan terjadi dalam waktu yang cepat yaitu seperti propaganda, respons individu, kampanye media, news learning, pembingkaian berita dan agenda-settinng. Sebuah pemberitaan media massa melalui propaganda umpamanya, maka media massa dapat melakukannya dalam waktu singkat, yaitu beberapa menit di media massa, kemudian efek media massanya dapat pula diperkiraakan sampai seberapa jauh menerpa masyarakat, ternasuk luasan efek yang dapat terjadi. Begitu pula kampanye media seperti iklan, dapat juga dilakukan dalam waktu singkat, dan efek iklan dapat diperkirakan sejauh mana memengaruhi masyarakat. Pembingkaian berita (framing), dengan maksud-maksud tertentu oleh sebuah media, dapat dilakukan dalam waktu pendek dan efeknya dapat membentuk opini-opni yang bisa diperkirakan oleh orang media, termasuk pula agenda- setting berakibat terhadap terpolanya agenda masyarakat sesuai dengan pilihan agenda media.[5]  

Namun efek media yang terencana ini juaga dapat dilakukan dalam waktu yang lama, dengan efek media yang lama pula terjadi di masyarakat. Dengan pemberitaan yang direncanakan oleh media, maka media dapat merencanakan terjadinya sebuah difusi dalam berbagai objek bangunan di masyarakat. Namun pula, karena waktu yang lama, maka pemberitaan terhadap sebuah objek terdifusi menjadi berbagai pemberitaan di sekitar itu, bahkan akan terjadi media dapat menyebarkan gagasan-gagasan difusi inovasi terhadap hal-hal yang baru di masyarakat. Sebuah difusi inovasi yang baik di masyarakat akan dengan mudah mendapat penerimaan masayarakat, karena itu dalam waktu yang lama, media dapat menyebarkan difusi inovasi kepada seluruh lapisan masyarakat.[6]

 

B.     Efek Media yang Tidak Terencana

Efek media massa yang terjadi tidak terencana dapat berlangsung dalam dua tipologi, yaitu terjadi dalam waktu cepat dan terjadi dalam waktu yang lama. Yang terjadi dalam waktu cepat merupakan tindakan reaksional terhadap pemberitaan yang tiba-tiba mengagetkan masyarakat. Pemberitaam macam ini tanpa disadari media akan menimbulkan reaksi individu yang merasa dirugikan, akan reaksi kelompok yang merasa dicemarkan, bahkan bisa memicu tindakan-tindakan kekerasan.[7]

Dari tingkat kekuatan dan kerusakan sosial yang diakibatkan oleh efek media massa maka dapat dijelaskan bahwa kerusakan sosial akibat efek media massa ini sebagai berikut: Tahap satu, efek merusak yang mudah terjadi adalah pada tatanan fisik dan perilaku individual (perilaku organisme) yang berdampak pada perilaku kelompok dan masyarakat. Efek ini terlihat dengan berbagai perilaku mulai dari perilku menolak, menahan diri sampai dengan perilaku menerima. Ada juga aspek emosional seperti ketakutan, pobia, sampai deangan efek melawan. Tahap dua, efek merusak pada tatanan sikap seperti merusak sistem sosial sampai dengan merusak sistem budaya serta lingkungan yang lebih luas.[8]

Selain apa yang dijelaskan oleh McQuail di atas tentang efek media massa dan tingkat kerusakan sosial yang terjadi akibat efek media, secara empirik, efek media massa yang tidak diharapkan (cenderung merusak) memiliki andil dalam hal pembentukan sikap, prilaku, dan keadaan masyarakat seperti berikut ini.

1.      Penyebaran budaya global yang menyebabkan masyarakat berubah dan tradisonal ke modern, dari modern ke post-modern, dan taat beragama ke sekuler.

2.      Media massa kapitalis telah memicu hilangnya berbagai bentuk kesenian dan budaya tradisional di masyarakat yang mestinya diperlihara.

3.      Terjadinya perilaku imitasi yang kadang menjurus kepada meniru hal-hal yang buruk dari apa yang ia lihat dan ia dengar dari media massa.

4.      Efek media massa sering secara brutal menyerang seseorang dan merusak nama baik orang tersebut serta menjurus ke pembunuhan karakter seseorang.

5.      Persaingan media massa yang tidak sehat menyebabkan media massa mengorbankan idealismenya dengan menyajikan berbagai pemberitaan yang justru menyerang norma-norma sosial sehingga menyebabkan terciptanya perilaku pelanggaran norma sosial bahkan terciptanya perilaku disorder.

6.      Penyebaran pemberitaan pornomedia menyebabkan lunturya lembaga perkawinan dan norma seks keluarga di masyarakat, bahkan memicu terbentuknya perilaku penyimpangan seksual di masyarakat.

7.      Berita kekerasan dan teror di media massa tekah memicu terbentuknya "ketakutan massa" di masyarakat. Masyarakat selalu tidak aman, tidak menyenangkan bahkan tidak nyaman menjadi anggota msayarakat tertentu.

8.      Media massa kapitalis telah sukses mengubah masyarakat; dari kota sampai ke desa; menjadi massa konsumerisme dan masyarakat pemimpi, masyarakat yang hidup dalam dunia seribu satu malam tanpa harus bekerja keras. Hal ini menjadi sangat kontradiksi karena disatu sisi masyarakat menjadi konsumerisme dan di sisi lain menjadi pemimpi dan pemalas.

9.      Media massa cenderung menjadi alat provokasi sebuah kekuasaan sehingga efek media massa menindas rakyat, bahkan dalam skala luas media massa menjadi alat kolonialisme modern, dengan memihak kepada suatu negara adidaya, dan menjadi genderang perang untuk memerangi negara-negara kecil dan miskin.  

 

 

Daftar Pustaka

 

  Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana, 2008.



[1]Burhan Bungain, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat (Jakarta: Kencana, 2008), h. 71.

[2]Ibid., h 317.

[3] Ibid.

[4] Ibid., h. 317-318.

[5] Ibid., h. 319.

[6] Ibid.

[7] Ibid. h. 320.

[8] Ibid. h. 321.

Sabtu, 25 Mei 2013

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa_Tasha Helmi Mahindria_Tugas10

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.      Pendahuluan
Kata globalisasi berasal dari kata dasar "global" yang berarti berkenaan dengan keseluruhan[1]. Achmad Suparman[2] menyatakan bahwa Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru tau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya masyarakat.
Globalisasi tidak terlepas dari media massa yang ada di kehidupan masyarakat saat ini. Media massa merupakan alat komunikasi massa. Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat memengaruhi khalayak-khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara (Defleur dan Dennis McQuail, 1985).[3]

Penelitian Pengaruh Telepon Seluler Terhadap Perilaku Gaya Hidup Di Kalangan Pelajar Nur Fajrina

Pengaruh Telepon Seluler Terhadap Perilaku Gaya Hidup Di Kalangan Pelajar
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Menurut Fatimah Safira dalam skripsinya yang berjudul "Hubungan Antara Gaya Hidup Dengan Intensi Membeli Telepon Seluler Pada Mahasiswa" menerangkan pada hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara gaya hidup dengan intensi membeli telepon seluler. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa gaya hidup dan intensi membeli telepon seluler keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain yang membentuk perilaku dalam mencapai pemuasan akan kebutuhan. Pada penelitian yang lainnya dilakukan oleh Mariana wijayanti dalam skripsinya yang berjudul     

Kamis, 23 Mei 2013

proposal penelitian perngaruh internet terhadap remaja dan masyarakat

Nama: M.Farid
Jurusan: Pengembangan Masyarakat Islam 4
Proposal PenelitianDampak Negatif Internet Terhadap Remaja dan Masyarakat
Latar Belakang Masalah
Hampir seluruh kaum muda saat ini sangat mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Seluruhnya, tidak satupun yang "gaptek" atau "gagap teknologi" yang artinya kurang mampu menggunakan teknologi yang ada. Remaja saat ini sangat tidak mau sebutan "gaptek" tersebut menempel pada namanya. Pada masa ini, pengaruh internet dikalangan remaja sangat kuat.hal itu memang tidak bisa di pungkiri kenyataan nya juga bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan internet yang kian meluas di Indonesia tentu merupakan berita baik namun dibalik itu dampak negatif pun juga menganca. Remaja sebagai kelompok individu yang sedang mencari identitas diri,selalu cenderung akan hal-hal yang baru,yang dapt merubah mereka menjadi orang yang modern. Pada akhirnya, merekapun belajar untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut.
Internet sudah menjadi semacam bagian yang penting dari kehidupan remaja,sudah semakin banyak jumlah remaja menggunakan internet untuk berbagai keperluan mereka.

PROPOSAL PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA Nur Halimah dan Rizka Arteinia


PROPOSAL
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA  4-6 TAHUN
Rt 02 Rw 01 Kp. Cicayur Desa Cisauk Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang
Disusun oleh:
Nur halimah    1111054000005
Rizka Arfeinia 1111054000002
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa memerlukan bantuan orang lain baik bidang sosial, ekonomi, politik maupun dalam bidang pendidikan. Bantuan seseorang dalam pendidikan ini disebut sebagai bimbingan atau guidance. Istilah bimbingan yang lebih populer dalam masyarakat menurut penulis adalah yang diwujudkan dalam perhatian.
         Keluarga merupakan lingkungan hidup pertama dan utama bagi setiap anak. Di dalam keluarga anak mendapat rangsangan, hambatan dan pengaruh yang pertama dalam pertumbuhan dan perkembangannya, baik biologis maupun psikologis. Di dalam keluarga, anak juga mempelajari norma atau aturan dalam hidup bermasyarakat, melalui kehidupan dalam keluarga, anak dilatih tidak hanya mengenal norma tetapi juga menghargai dan mengikuti norma-norma dan pedoman hidup dalam bermasyarakat.
       Imam Ghazali mengatakan bahwa anak itu adalah amanat bagi kedua orang tuanya, hatinya akan suci dan bersih jika terus menerus diajarkan kebaikan, dan anak akan tumbuh dengan kebiasaan yang baik.[1] Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orang tua. Melalui orang tua, anak beradaptasi dan mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku di lingkungannya. Orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak dan membentuk baik buruknya perilaku anak.
      

Rabu, 22 Mei 2013

Globalisasi dan Realitas Media_Tasha Helmi Mahindria_Tugas9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
TASHA HELMI MAHINDRIA (NIM 1110051000177)
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM VI/F
A.  Pendahuluan
Kata globalisasi berasal dari kata dasar "global" yang berarti berkenaan dengan keseluruhan. Achmad Suparman[1] menyatakan bahwa Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru tau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Selasa, 21 Mei 2013

Pencemaran Lingkungan Akibat Ulah Manusia ( Studi PT. Freeport)_Resa Purnama


PT Freeport Indonesia, perusahaan yang pernah terdaftar sebagai salah satu perusahaan multinasional terburuk tahun 1996, adalah potret nyata sektor pertambangan Indonesia. Keuntungan ekonomi yang dibayangkan tidak seperti yang dijanjikan, sebaliknya kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan terus memburuk dan menuai protes akibat berbagai pelanggaran hukum dan HAM, dampak lingkungan serta pemiskinan rakyat sekitar tambang.
WALHI sempat berupaya membuat laporan untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai dampak operasi dan kerusakan lingkungan di sekitar lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia. Hingga saat ini sulit sekali bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan menyeluruh mengenai dampak kegiatan pertambangan skala besar di Indonesia. Ketidak jelasan informasi tersebut akhirnya berbuah kepada konflik, yang sering berujung pada kekerasan, pelanggaran HAM dan korbannya kebanyakan adalah masyarakat sekitar tambang. Negara gagal memberikan perlindungan dan menjamin hak atas lingkungan yang baik bagi masyarakat, namun dilain pihak memberikan dukungan penuh kepada PT Freeport Indonesia, yang dibuktikan dengan pengerahan personil militer dan pembiaran kerusakan lingkungan.

Senin, 20 Mei 2013

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_Hermansyah_KPI F_ Tugas ke 9

Nama  : Hermansyah
Kelas   : kpi IIIV
Nim    : 109051000202

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
A. pendahuluan
Globalisasi menurut kkbi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Globalisasi yang terjadi dewasa ini dengan perantara media tadi dengan sendirinya telah merubah keadaaan budaya kita. Secara tidak langsung kita terhegemoni kebudayaan luar. Contoh saja budaya baju bikini yang berasal dari dunia barat, sudah menjadi hal biasa kini di Indonesia.
tayangan-tayangan media media khususnya media terbesar yang di konsumsi yaitu televise sudah banyak menagdopsi tayangan dari luar. Contoh misal Indonesia idol, sulap magazine dan budaya dari korea. Lebih parah lagi tayangan porno, kekerasan sudah mudah kita akses di media terutama internet. Sinetron yang beradegan mesum telah meracuni remaja-remaja Indonesia. Hal ini juga mencangkup media seperti majalah dewasa tentunya yang mudah di akses anak di bawah umur.

Globalisasi dan Realitas media_ Susi Aryani_ pertemuan ke-9

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
Nama: Susi Aryani

       I.            PENDAHULUAN
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA _SAIFUL MU'MININ Tugas 9


GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
SAIFUL MU'MININ (109051000166)
    
PENDAHULUAN
Pengertian Globalisasi Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

globalisasi dan dampak komunikasi massa_kharisma utama_tugas ke 10

NAMA : KHARISMA UTAMA
109051000179

Globalisasi dan Dampak Komunikasi Massa
            Seperti diketahui bersama, globalisasi merupakan sebuah fenomena yang sedang dan terus bergerak dalam peradaban manusia sekarang. Hal ini berpengaruh pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi dalam menunjang aktivitas masyarakat sehingga lebih mudah, cepat, serta menghemat waktu. Perkemabangan teknologi yang begitu pesat ini menyebabkan terjadi perubahan sosial baik positif maupun negatif, sehingga masyarakat dihadapkan pada dua pilihan.
            Di satu sisi, masyarakat menerima kehadiran teknologi yang memiliki keuntungan bagi yang menggunakannya. Namun di sisi lain, tak dapat dipungkiri juga kehadiran teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat.
           

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA_NYI MAS AYU GALUH_PERTEMUAN KE-10

GLOBALISASI DAN REALITAS MEDIA
Globalisasi diambil dari kata global yang berarti universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsure-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak atau media elektronik. Selain definisi diatas, globalisasi juga berarti hilangnya batasan ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi dan informasi. Dan juga suatu peruses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenali batas dunia.[1]

Globalisasi dan Realitas Media_Arif Priyadi_Pertemuan 10

Globalisasi dan Realitas Media
1.      Globalisasi
Menurut Robertson (1992), konsep globalisasi menunjukan pada kita terjadinya pengerutan dunia dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, dengan kata lain, meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita mengenainya.[1] Konsep globalisasi tersebut dijelaskan lebih rinci oleh Burhan Bungin dengan memakai terminologi dunia global, yaitu Sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi, teknologi yang begitu cepat dan begitu besar memengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar, di mana masyarakatnya saling kenal san saling menyapa satu dengan lainnya.[2]

GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA_Esti Nurhayati9

Esti Nurhayati_109051000003
GLOBALISASI DAN DAMPAK KOMUNIKASI MASSA
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara [1]

Globalisasi dan realitas media Esti Nurhayati TUGAS

Esti Nurhayati_109051000003
Globalisasi dan realitas media
Menurut asal katanya, kata "GLOBALISASI" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak maupun elektronik.[1]

Ada pula yang mengatakan globalisasi yaitu sebagai berikut :
- hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.
- suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
        

Cari Blog Ini