Senin, 09 September 2013

SILABUS TEMATIK MK DEMOGRAFI PMI 2013

1.         Mekanisme dan Sistem Perkuliahan

Mahasiswa PMI diorientasikan menjadi Penggerak atau Agen masyarakat, maka keahlian dalam Ilmu Kependudukan tidak harus menjadi seperti seorang DEMOGRAFER yang memahami sampai detil. Untuk itu, sistem dan mekanisme perkuliahan dilakukan dengan cara memadukan antara kemampuan teoritis minimal, dengan kemampuan praktik di lapangan.
Untuk itu di aras teori, mahasiswa hanya akan diberikan pengetahuan dasarnya saja. Dengan ilmu dasarnya itu kemudian secara induktif akan dilakukan analisis atas kasus-kasus yang dibahas dalam perkuliahan Ilmu Kependudukan ini.
Implikasinya bagi sistem penilaian berupa akumulasi. Artinya Nilai Akhir (NA) adalah total dari seluruh komponen perkuliahan seperti kehadiran, kemampuan menyelesaikan tugas tepat waktu, kemampuan mempresentasikan hasil studi lapangan atau pustaka, serta kemampuan menjawab soal-soal di UTS atau UAS.

2.         Tema dan Subyek Pembahasan

Pertemuan Ke-1

Tema
:
Kontrak Perkuliahan
Metode
:
Ceramah, Tanya Jawab, Perkenalan Sistem Kuliah, dll.
Penjelasan
:
Penjelasan Mengenai "apa itu perkuliahan Ilmu Kependudukan (IK) serta berbagai implikasi sosiologis dari perkuliahan IK ini kepada mahasiswa".

Pertemuan Ke-2

Tema
:
Seputar Ilmu Kependudukan
Metode
:
Penugasan, diskusi kelas, analisis kasus.
Penjelasan
:
Rujukan Utama bahan bacaan: Said Rusli Bab 1 dan 3

Pertemuan Ke-3

Tema
:
Ukuran Dasar dalam Ilmu Kependudukan
Metode
:
Penugasan, diskusi kelas, latihan.
Penjelasan
:
Rujukan Utama bahan bacaan: Said Rusli Bab 2, atau bacaan lain yang relevan

Pertemuan Ke-4

Tema
:
Data Penduduk dan Penggambarannya.
Metode
:
Penugasan, diskusi kelas, latihan.
Penjelasan
:
Rujukan Utama  bahan bacaan: Said Rusli Bab 4 dan 5, atau bacaan lain yang relevan

Pertemuan Ke-6

Tema
:
Mortalitas, Fertilitas, dan Migrasi
Metode
:
Penugasan, diskusi kelas, latihan.
Penjelasan
:
Rujukan Utama bahan bacaan: Said Rusli Bab 6, 8,  dan 11, atau bacaan lain yang relevan

Pertemuan Ke-7

Tema
:
Perencanaan Studi Lapangan dan Metodologi
Metode
:
Presentasi Proposal Studi Lapangan
Penjelasan
:
Mahasiswa mempresentasikan perencaan studi lapangan. Dosen memberikan evaluasi atas proposal Studi Lapangan Tersebut

Pertemuan Ke-8 dan 9

Tema
:
Survey dan Sensus Demografi
Metode
:
Studi Lapangan selama 2 minggu
Penjelasan
:
Mahasiswa secara berkelompok melakukan studi lapangan IK, dengan scoop area sesuai hasil pertemua ke-7

Pertemuan Ke-10

Tema
:
Laporan Lapangan dan Pembuatan Struktur Data
Metode
:
Penulisan Laporan, Entri Data, Pembangunan Struktur Data
Penjelasan
:
Mahasiswa sepulang dari lapangan mengkonstruksi data kuantitatif tersebut, serta membuat bangunan data serta mempresentasikannya

Pertemuan Ke-11

Tema
:
Analisa Data dan Penulisan Laporan Lapangan
Metode
:
Diskusi, Presentasi, Evaluasi, dan Penulisan Laporan.
Penjelasan
:
Setelah melakukan konstruksi data, maka data tersebut dianalisis menggunakan teori-teori demografi.

Pertemuan Ke-12

Tema
:
Finalisasi Laporan Lapangan
Metode
:
Penulisan Laporan Akhir ditulis secara bersama-sama
Penjelasan
:
Laporan final menjadi puncak akhir dari seluruh perkuliahan. Dengan ketentuan laporan akhir:
  1. Pendahuluan (menjelaskan pentingnya studi dilakukan)
  2. Metodologi (menjelaskan bagaimana data diambil, kapan, dimana, bagaimana proses pengambilan data, dan seterusnya)
  3. Gambaran Umum Data
  4. Analisis Data
  5. Kesimpulan

Pertemuan Ke-13

Tema
:
Penyerahan Laporan Akhir dan UAS
Metode
:
Ditentukan kemudian
Penjelasan
:
UAS bisa diadakan atau cukup melihat laporan akhir

3.         Etika Ilmiah

Perkuliahan ini bersifat ilmiah. Oleh karena itu segala sanksi yang melanggar etika ilmiah akan berimplikasi kepada individu pelaku. Hal-hal yang dilarang adalah melakukan PLAGIAT, berbohong, menipu, atau melakukan tindakan kriminal lainnya. Hukuman dari tindakan seperti itu pelaku akan dikenakan HUKUMAN pemecatan sebagai mahasiswa, atau minimal tidak mendapatkan nilai pada perkuliahan Ilmu Kependudukan ini.

inamul hasan kpi1C_tugas1_definisi sosiologi


Definisi sosilogi
1.      August Comte (1798-1857)
Menurut Auguste Comte adalah ilmu yang harus didasari pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode  historis secara sistematis. Objek yang dikaji pun harus berupa fakta (bukan harapan atau prediksi). Jadi harus objektif dan harus pula bermanfaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan. Dan ia juga mengatakan bahwa sosiologi merupakan  ratu ilmu ilmu sosial dan menempati peringkat teratas dalam hierarki ilmu ilmu diatas astronomi,fisika,ilmu kimia, dan biologi.

inamul hasan kpi1C_tugas1_definisi sosiologi

Definisi sosilogi
1.      August Comte (1798-1857)
Menurut Auguste Comte adalah ilmu yang harus didasari pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode  historis secara sistematis. Objek yang dikaji pun harus berupa fakta (bukan harapan atau prediksi). Jadi harus objektif dan harus pula bermanfaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan. Dan ia juga mengatakan bahwa sosiologi merupakan  ratu ilmu ilmu sosial dan menempati peringkat teratas dalam hierarki ilmu ilmu diatas astronomi,fisika,ilmu kimia, dan biologi.
2.      Max Weber (1864-1920)
Menurut  Max Weber ,sosiologi sebagai ilmu berusaha memberikan pengertian adalah tentang aksi aksi . ia memberikan pengertian mengenai perilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab sebab terjadinya interaksi sosial.
3.      Emile Durkheim
Menurut  Emile Durkheim, sosiologi meneliti lembaga lembaga dalam masyarakat dan proses proses sosial. Durkheim dan rekan rekannya memperkenalkan pembagian sosiologi berdasarkan pokok bahasannya. Sosiologi mereka klasifikasikan menjadi tujuh bagian.
1.      Sosiologi umum,yang mencakup kepribadian individu dan kelompok manusia.
2.      Sosiologi agama
3.      Sosiologi hukum dan moral, yang mencakup organisasi politik,sosial,perkawinan dan keluarga.
4.      Sosiologi tentang kejahatan.
5.      Sosiologi ekonomi, yang mencakup ukuran ukuran penelitian dan kelompok kerja.
6.      Sosiologi masyarakat, yang mencakup masyarakat perkotaan dan perkotaan.
7.      Sosiologi estetika
Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan antara dua tipe utama solidaritas :solidaritas mekanik dan solidaritas organic. Solidaritas mekanik merupakan suatu tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan. Menurut Durkheim solidaritas mekanik dijumpai pada masyarakat yang masih sederhana. Sedangkan solidaritas organik merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas bagian yang saling tergantung,laksana bagian suatu organism biologis. Berbeda dengan solidaritas mekanik yang didasarkan hati nurani dan kolektif,maka solidaritas organik didasarkan pada hukum dan akal.
4.      Karl Marx (1818-1883)
Sosiologi suatu masyarakat dimana mula mula orang mendekati citra ideal marx tentang produktivitas, dimana produktivitas manusia bersifat daimiah, yang memungkinkan manusia mewujudkan dorongan kreatif mendasar yang manusia miliki. Karl marx berpandangan bahwa sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. menurut marx perkembangan pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda yaitu kelas yang terdiri atas orang yang menguasai alat produksi yang dinamakan kaum bourgeoisie  dan yang mengeksploitasi kelas yang terdiri atas orang yang memiliki alat produksi yang dinamakannya kaum proletar.
Perbandingan sosilogi antar  para ahli
August comte : teori yang didasari pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan  metode historis secara sistematis dan objeknya pun harus berupa fakta.
Max weber     : ilmu yang kajiannya mengenai konsep dasar sosiologi, tindakan sosial, dan interaksi sosial.
Emile Durkheim : mengemukakan proses proses sosial dngan berdasarkan pokok bahasan diantaranya, sosiologi umum, agama, hukum dan moral, tentang kejahatan, ekonomi, masyarakat, dan estetika.
Karl Marx      : produktivitas manusia yang bersifat daimiah dan pembagian kerja dalam kapitalisme yang berbeda antar kaum bourgeoisie dan proletar.

Minggu, 08 September 2013

Andika eka cahya KPI/1C_Tugas 1_Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

Definisi Sosiologi
       Kata Sosiologi berasal dari kata latin Socius yg artinya teman dan kata bahasa yunani Logos yang berarti cerita diungkapkan pertama kali dalam buku yg berjudul "Cours De Philosophie Positive"
Definisi Sosiologi menurut para ahli
1.     Auguste Comte (1798-1857)
Perkataan sosiologi pertama kali digunakan oleh Auguste Comte, seorang ahli filsafat kebangsaan Perancis. Sumbangan penting Comte terhadap sosiologi antara lain:
a.      Ia mengatakan bahwa ilmu Sosiologi harus didasarkan pada pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode historis secara sistematis. Objek yg dikaji pun berupa fakta.
b.      Ia menyumbangkan pemikiran yang mendorong perkembangan sosiologi yg dikenal dengan hukum kemajuan manusia atau hukum tiga jenjang yaitu jenjang teologi, jenjang metafisika, jenjang positif.
c.  

Muhammad Oki Nugroho kpi1b_Tugas1_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI
MENURUT EMILE DURKHEIM DAN AUGUST COMTE

Emile Durkheim
Lahir 15 April 1858 di Espinal Prancis, kemudian meninggal 15 November 1917 di Paris, Prancis. Durkheim di kenal sebagai Bapak Fase Teori Sosiologi Modern yang paling utama. Pemikiran Durkheim secara umum memberikan landasan dasar bagi konsep-konsep sosiologi yang ada di dalam masyarakat, Durkheim dikenal sebagai sosiolog yang brilian dan memiliki latar belakang akademis dalam ilmu sosiologis.

Haidar Hasan 1113051000044_KPI 1A_Tugas Sosiologi_Definisi Sosiologi


DEFINISI SOSIOLOGI
 Sosiologi menurut Auguste Comte
            Comte mengembangkan fisika sosial atau yang disebutnya dengan sosiologi. Sosiologi pada zamannya merupakan ilmu baru yang diharapkan menjadi ilmu dominan. Menurut Comte sosiologi adalah ilmu yang mempelajari  statika sosial atau struktur sosial yang ada dan dinamika sosial atau bperubahan sosial. Comte lebih lanjut menjelaskan bahwa kedua unsur yang dikaji dalam sosiologi dimaksudkan untuk menemukan hukum-hukum kehidupan sosial. Comte pun beranggapan bahwa dinamika sosial lebih penting dari pada strata sosial. Perhatiannya pun pada reformasi  sosial membuatnya peduli pada masalah-masalah sosial yang terjadi akibat revolusi Perancis kala itu. comte tak sejalan dengan perubahan revolusioner karna revolusi masyarakat yang terjadi secara alami akan memiliki dampak yang lebih baik.
        

RahayuSaputro_KPI1C_Tugas1_DefinisiSosial

Nama: Rahayu saputro
Kelas: 1C
NIM: 1113051000125

Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

1. Auguste Comte (1798-1857)
Auguste Comte adalah pencetus sosiologi, sehngga dijuluki sebagai bapak sosiologi. Istilah sosiologi uncul pertama kali pada tahun 1839 pada sebuah paragraf dala pelajaran ke-47 cours de la philosophie (kuliah filsafat) karya Auguste Comte. Pada awalnya comte ingin menyebut ilmu ini dengan seutan fisika sosial, namun istilah itu sudah digunakan sahingga ia mengambil istilah sosiologi. Berasal dari bahasa yunani yaitu socius(masyarakat) dan logos (ilmu). Tujuan Comte mencetuskan sosiologi untuk membangun ilmu tentang masyarakat dan hukum-hukum masyarakat yg dapat menjelaskan perkembangan umat manusia dari masa lalu hingga sekarang untuk kepentingan pemerintah kota yang baik.

NITA LISTIANAH KPI/1C_TUGAS 1_Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

A.               Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli
1.      August comte (1798-1857)
Perkataan Sosiologi pertama kali digunakan oleh Auguste Comte, Seorang ahli filsafat kebangsaan prancis. Oleh karena itu tokoh ini lazim dikenal sebagai bapak sosiologi. beberapa sumbangan penting Comte terhadap sosiologi, antara lain, sebagai berikut :
a.     

Siti Nur Rahmah PMI 3_Tugas 1_Masalah-Masalah Sosiologi Perkotaan

MASALAH-MASALAH PERKOTAAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dewasa ini, kita sering mendengar berbagai masalah mengenai ibukota negara Indonesia, jakarta. Pertumbuhan populasi manusia di kota talah memunculkan berbagai masalah, seperti pencemaran atau polusi, banjir, sampah, air bersih, transportasi, perumahan atau tempat tinggal, dan kebakaran, yang kesemuanya dapat berdampak pada kesehatan, baik kesehatan manusia maupun kesehatan lingkungan. Pemerintah pun juga sudah berupaya untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut seperti pembangunan banjir kanal, penggunaan teknologi pengolahan sampah, teknologi informasi untuk mitigasi bencana, penggunaan teknologi untuk mengurangi dampak polusi, dan lain sebagainya.

Rusnawati Sani KPI 1C_Tugas1_Definisi Sosiologi dan Perbandingan

Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli

1. Auguste Comte (1798 - 1857)
Sosiologi merupakan ilmu yang bukan hanya bersifat individu atau berpusat pada individu tetapi pada kesatuan yang lebih besar seperti halnya keluarga dan kemudian hubungan antara  berbagai komponen masyarakat. Sosiologi yang di kembangkannya merupakan sosiologi positif dimana Comte ingin membuat ketertiban pada kehidupan sosial yang bersifat lebih kepada ilmiah.

2. Emile Durkheim (1858 - 1917)

Sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta - fakta sosial. Dan Durkheim membaginya menjadi dua, yaitu : Fakta sosial material ( Seperti birokrasi, hukum ) dan Fakta sosial non - material ( Seperti kultur, institusi sosial ). Dan fakta sosialnya lebih mengacu kepada masyarakat.

3. Karl Marx (1818 - 1883 )

Teori yang dikembangkannya merupakan teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat mendasar manusia. Karena menurutnya, manusia pada dasarnya adalah makluk yang produktif, artinya untuk bertahan hidup perlu bekerja di dalam dan dengan alam, karena pada hakikatnya manusia adalah makluk sosial. Teori sosiologi yang di pikirkan oleh Marx sangat berpusat pada sturktur kapitalisme dan dampak penindasannya terhadap buruh. Oleh karena itu, ia hanya berpikir upaya untuk mematikan kapitalisme, yaitu seperti alienasi yang terjadi karena kapitalisme telah berkembang menjadi dua kelas dimana sejumlah kecil kapitalitas menguasai proses produksi, produk, dan jam kerja dari orang yang bekerja untuk mereka.

4. Max Waber (1864 - 1920)

Teori Waber pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi. Waber mengembangkan teori dalam konteks studi perbandingan sejarah masyarakat barat, cina. india dan beberapa masyarakat lain.

5. Claude Saint - Simon (1760 - 1825)

Sosiologi yang di kembangkannya adalah teori sosiologi konservatif dimana ia ingin mempertahankan kehidupan masyarakat apa adanya namun ia tidak ingin kembali ke kehidupan abad pertengahan. 

6. George Simmel (1858 - 1918)

Teori sosiologinya lebih kepada masalah - masalah yang berskala lebih kecil, terutama tindakan dan interaksi individual. Tidak hanya yang berskala lebih kecil, masalah yang berskala besarpun pernah menjadi pusat perhatiannya, namun ironisnya karya Simmel yang ini kurang berpengaruh dari pada karyanya tentang interaksi.

7. Herbert Spencer (1820 - 1903)

Sosiologi yang di kembangkan Spencer adalah konsevatif dan sering disamakan oleh Auguste Comte. Meskipun pada awalnya Spencer lebih tepat dipandang beraliran politik liberal dan ia tetap memelihara unsur - unsur liberalisme di sepanjang hidupnya.

PERBANDINGAN SOSIOLOGI ANTAR TOKOH

        Teori sosiologi yang di kembangkan oleh Auguste Conte, Claude Saint - simon dan Herbert Spencer memiliki kesamaan yaitu lebih kepada konservatif. Meskipun begitu, Spencer pernah mengkritik teori evolusi dari Comte karena beberapa alasan khususnya ia menolak hukum tiga tingkatan perkembangan. Karena Comte menjelaskan evolusi dalam dunia gagasan dalam artian perkembangan intelektual. Sebaliknya, Spencer berupaya membangun teori evolusi dalam dunia materi, dunia nyata.
        Kemudian meskipun Claude Saint - Simon merupakan orang yang lebih tua dari Comte dan bahkan Comte merupakan murid dan pernah menjadi sekretaris Saint - Simon. Namun, Comte lebih bisa mengembangkan teori sosiologi konservatifnya dibandingkan dengan Saint - Simon. Lalu, Emile Durkheim juga di pandang sebagai pewaris tradisi konservatif, khususnya seperti tercermin dalam karya Comte. Bedanya, sementara Comte tetap berada di luar dunia akademi, Durkheim mengembangan basis akademi yang kokoh untuk kemajuan karirnya.
        Max Waber memiliki teori yang lebih mudah di terima, karena ia lebih berpandangan liberal terhadap masalah tertentu dan yang di sukai dari Waber adalah cara ia menyajikan pendapatnya. Karena ia menghabiskan sebagian besar usianya untuk mempelajari sejarah secara rinci dan kesimpulan politis yang di buatnya selalu dalam konteks risetnya.
        Dan Karl Marx merupakan teoritis sosiologi yang memiliki pandangan yang berbeda dengan teoritis sosiologi lainnya. Perbedaan yang menonjol adalah perbedaan landasan filosofis antara teori sosiologi Marxian dan sosiologi konservatif. Sebagian besar teoritisi konservatif sangat di pengaruhi oleh filsafat Immanuel Kont. Sebaliknya Marx, sangat di pengaruhi oleh Hegel yang lebih menganut dialektika ketimbang menurut hukum sebab - akibat.

Chairunnisa KPI 1A_Tugas 1 Sosiologi_Definisi Sosiologi

Definisi – definisi Sosiologi
            Setiap ilmu pengetahuan mempunyai tokoh tertentu yang dianggap sebagai perintis. Jika ilmu pengetahuan alam mempunyai Sir Izaac Newton, maka sosiologi pun mempunyai sejumlah orang yang dianggap perintis. Siapa sajakah yang dianggap perintis sosiologi? Biasanya beberapa ahli sosiologi membedakan antara para perintis awal yang hidup pada abad ke-18 dan 19, dan para tokoh sosiologi masa kini yang hidup diabad ke-20. Banyak yang disebut sebagai perintis sosiologi, namun yang terkenal diantarany adalah Auguste Comte, Karl Marx, Emile Durkheim, dan Max Weber. Berikut adalah penjelasan dari keempat para perintis sosiologi tersebut.

Sabtu, 07 September 2013

DiraRohmatunKPI1C_Tugas1_DefinisiSosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI
Berikut adalah definisi sosiologi menurut para ahli pakar :
1.  1   Auguste Comte
Auguste Comte adalah seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi.  Berikut adalah definisi sosiologi menurut comte, antara lain :
Ø  Ilmu sosiologi harus didasarkan pada pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode historis secara sistematis. Objek yang dikaji pun harus berupa fakta. Jadi, harus objektif dan harus pula bermanfaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan.

AlfianAjiKPI1C_Tugas1_DefinisiSosiologi

Istilah Sosiologi berasal dari kata Socius dan Logos. Socius (bahasa latin) berarti kawan dan Logos (bahasa Yunani) berarti kata atau berbicara. Dalam kata lain Sosiologi berarti ilmu yang berbicara atau mempelajari masyarakat .
Dan berikut adalah beberapa definisi Soisiologi dari para ahli
 

Muhammad Oki Nugroho kpi1b_Tugas 1_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI
MENURUT EMILE DURKHEIM DAN AUGUST COMTE

Emile Durkheim
Lahir 15 April 1858 di Espinal Prancis, kemudian meninggal 15 November 1917 di Paris, Prancis. Durkheim di kenal sebagai Bapak Fase Teori Sosiologi Modern yang paling utama. Pemikiran Durkheim secara umum memberikan landasan dasar bagi konsep-konsep sosiologi yang ada di dalam masyarakat, Durkheim dikenal sebagai sosiolog yang brilian dan memiliki latar belakang akademis dalam ilmu sosiologis.

Jumat, 06 September 2013

Ahmad Fauzan KPI 1 C_Tugas 1_ Definisi Sosiologi


DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT PARA PAKAR
1.       Auguste Comte (1798-1857)
Kata "sosiologi" pertama kali digunakan oleh Auguste Comte, seorang ahli filsafat berkebangsaan Prancis. Oleh karena itu, tokoh ini lazim dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Comte secara sederhana mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang masyarakat. Menurutnya, fokos perhatian sosiologi adalah tingkah laku manusia dalam konteks sosial.
Beberapa sumbangan penting darinya terhadap sosiologi antara lain:

Akbar Firmansyah KPI C_Tugas 1_ Definisi Sosiologi

Definisi Sosiologi menurut para ahli
1.     Auguste Comte
Sosiologi pertama kali digunakan oleh Auguste Comte, Seorang ahli filsafat kebangsaan prancis. Sebab itu, Auguste Comte sering di sebut sebagai bapak Sosiologi. Menurutnya, ilmu sosiologi harus di dasarkan pada pengamatan,perbandingan,eksperimen dan metode historis secara sistematis. Objek kajian harus berupa fakta. Jadi harus objektif dan harus bermanfaat .Fokus perhatian sosiologi adalah tingkah laku manusia dalam konteks sosial.
          

Cari Blog Ini