Senin, 09 September 2013

6 September 2013

LAPORAN HARIAN KEGIATAN KKN 2013
Dosen: Tantan Hermansyah, M.Si
Hari/Tanggal: Jum'at, 6 September 2013
NO.
KEGIATAN
(JAM)
TEMPAT / LOKASI
DIMENSI
SASARAN
KOR-LAP
ANGGOTA
KETERANGAN
1
Mengajar mata pelajaran Penjaskes, B. Inggris & P.A.I (7.30-11.00)
SMP Terbuka
Partisipatif
Anak-anak murid SMP kelas 7, 8 & 9.
Sarah Rahayu
Eko, Fahmy,  Rahmi, Sarah, Fanny, Siska, Umi, Galuh, Alam & Dwi.
 
Sambil melakukan pendaftaran utk pengadaan lomba adzan, cerdas cermat, tafidz qur'an & pidato bhs. Inggris.
2
Mengajar mata pelajaran B. Arab B. Sunda, IPA & PKN. (7.30-11.00)
MI Sirojul Athfal
Partisipatif
Anak-anak murid MI kelas 4, 5 & 6
Syehab Budianto
Syehab, Ilham, Ari, Rifqi, Triyona, Bobi, Ichsan & Sumantri.
Sambil melakukan pendaftaran utk pengadaan lomba adzan, cerdas cermat, tafidz qur'an & pidato bhs. Inggris.
3
Bimbingan belajar secara bebas. (14.00-15.00)
Penginapan
Sistematik
Anak-anak SD & SMP.
Umi Mujahadah
Semua anggota
Membahas pelajaran sekolah lebih mendalam agar cepat dipahami
4
 Istirahat (15.00 – 15.30)
Penginapan
-
Semua anggota
M. Rifqi
Semua anggota
 
5
Bimbingan belajar secara bebas (16.00 – 17.00)
Penginapan
Sistematik
Anak – anak SD & SMP
Ilham Herdinata
Semua Anggota
Membahas pelajaran sekolah lebih mendalam agar cepat dipahami
6
Briefing membahas teknis acara perlombaan utk penutupan  perpisahan. (19.50-21.00)
Penginapan
Sistematik
Anggota kelompok KKN
Bobi G.
Semua anggota
Rapat membahas teknis perlombaan (pembagian PJ setiap lomba)
 

furqonkpi1b_tugas1_definisi sosiologi

Definisi Sosiologi
Emile Durkheim
Emilie Durkheim adalah seorang pelopor perkembangan sosiologi. Menurut Durkheim, sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses social. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan antara dua tipe utama solidaritas : solidaritas mekanik dan solidaritas organic. Solidaritas mekanik merupakan suatu tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan. Solidaritas organic merupakan suatu system terpadu yang terdiri dari atas bagian yang saling tergantung, laksana bagian suatu organisme biologis. BErbeda dengan solidaritas mekanik yang didasarkan pada pada hati nurani kolektif, maka solidaritas organik didasarkan pada hukum dan akal.

Syarifah Zahrina Firda 1B_Tugas 1_Definisi Sosiologi

Inilah  definisi sosiologi menurut para ahli :

1. Auguste Comte

Sosiologi merupakan pembentukan berdasarkan pengamatan dan tidak pada spekulasi-spekulasi perihal keadaan masyarakat., hasil-hasil observasi tersebut harus disusun secara sistematis dan metodologis. Bagi Auguste Comte, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir perkembangan ilmu pengetahuan.

Nurfaizah Amaliah KPI 1/C_Tugas1_Definisi Sosiologi

Definisi Sosiologi Menurut Para Ahli
1.     Auguste Comte (1798-1857)
a.       Ia mengatakan bahwa ilmu sosiologi harus didasarkan pada pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode historis secara sistematis. Objek yang dikaji pun harus berupa fakta.
b.      Ia mengatakan, bahwa dalam menjelaskan gejala alam dan gejala social, manusia akan melewati tiga jenjang berikut ini.
1)      Jenjang Teologi
2)      Jenjang Metafisika
3)      Jenjang Positif

Dimas kpi1B_Tugas1_Definisi Sosiologi

FINISI SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI
( oleh : Dimas Darmawan, KPI 1 B )

EMILE DURKHEIM
  Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta fakta sosial ( social fact ) yang meliputi cara bertinda ( way of acting ), nilai hukum ( legal value ) dan solidaritas sosial ( sosial solidarity ). Dengan menjadikan fakta solideritas sosial sebagai unsur dasar dalam masyarakat.
sumber : Bachtiar Wardi, Sosiologi Klasik, Remaja Rosdakarya, 2006.


MAX WEBER
  Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial yang meliputi sejarah dan budaya suatu masyarakat untuk memahami makna makna kehidupan sosial dari masyarakat tersebut.
sumber : Bachtiar Wardi, Sosiologi Klasik, Remaja Rosdakarya, 2006.


AUGUSTE COMTE
  Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang menjelaskan kondisi sosial organik dalam perkembangan kehidupan manusia dan relasinya dengan yang lainnya.
sumber : Bachtiar Wardi, Sosiologi Klasik, Remaja Rosdakarya, 2006.

KARL MARK
  Pengertian sosiologi menurut Karl Mark dilatar belakangi perubahan sosial besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembangan pembagian kerja. Khususnya yang terkait dengan kapitalisme.
sumber : Basrowl, Pengantar Sosiologi, Ghalia Indonesia, 2005.

Amatullah Aliyah KPI 1A_Tugas 1 Sosiologi_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan.Pengertian / pandangan sosiologi menurut beberapa ahli :
 
1.     AUGUSTE COMTE ( 1798-1857)
   
      Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari social statics ( statika sosial atau struktur sosial yang ada ) dan social dynamic ( dinamika sosial atau perubahan sosial ), akan tetapi dinamika sosial dianggap lebih penting dari pada statika sosial. Comte juga berpandangan bahwa masyarakat merupakan suatu bagian dari alam seperti halnya gejala fisik. Untuk itu, Comte mengajukan 3 metode penelitian yaitu, pengamatan, eksperimen, perbandingan.
 
( Sumber : Sosiologi Perubahan Sosial-Nanang Martono, Sosiologi Modern-George Ritzer dan Douglas J )
 
 
2.     EMILE DURKHEIM (1858-1917)
 
     Durkheim berpendapat,  bahwa masalah dunia modern tidak melekat dalam masyarakat. Dan Durkheim memiliki gagasan tentang keteraturan dan reformasi. Selain itu dalam The Rule of Sociological Method Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut  sebagai fakta-fakta sosial / sebab-sebab sosial.
 
( Sumber :Sosiologi Modern- George Ritzer dan Douglas J )
 
 
3.     MAX WEBER (1864-1920)
 
     Teori Weber pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi. Dan rasionalitas formal meliputi proses berpikiran dalam membuat pilihan mengenai alat dan tujuan. Ada empat tipe rasionalitas :
1.      Traditional rationality ( rasionalitas tradisional)
2.      Affective rationality ( rasionalitas efektif)
3.      Value oriented rationality ( rasionalitas yang berorientasi pada nilai )
4.      Instrumental ratonality ( rasionalitas instrumental) .
( Sumber : Sosiologi Modern – George Ritzer dan Douglas J, Sosiologi Perubahan Sosial – Nanang Martono )
 
 
 
 
4.     KARL MARX (1818-1883)
 
     Marx memiliki sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat mendasar manusia. Marx yakin bahwa manusia pada dasarnya produktif, artinya untuk bertahan hidup manusia perlu bekerja didalam dan dengan alam. Dengan bekerja seperti itumereka menghasilkan makanan, pakaian, peralatan, perumahan, dan kebutuhan lain yang memungkinkan mereka hidup.Menurut Marx, setiap masyarakat ditandai oleh suatu infrastuktur dan supra truktur. Insfratuktur dalam masyarakat menurutnya berupa struktur ekonomi. Supratruktur meliputi ideologi, hukum, pemerintahan, keluarga, dan agama.
 
( Sumber : Sosiologi Modern – George Ritzer dan Douglas J, Sosiologi Perubahan Sosial – Nanang Martono )
 
 
Kesimpulan perbandingan antara beberapa ahli :
 
 
1.      Auguste Comte : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosial atau perubahan sosial.
2.      Emile Durkheim : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial atau sebab-sebab sosial.
3.      Max weber       :  Sosiologi adalah ilmu yang memahami atau mempelajari tentang tindakan sosial dan ( atau ) tentang proses rasionalisasi.
4.      Karl Marx           : Sosiologi adalah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat mendasar manusia.

muhammad febrian raamadhan kpi1C_tugas1_Definisi sosiologi

Dibawah ini beberapa definisi Sosiologi menurut :

1.     Auguste Comte (1789-1857)

 Seorang ahli filsafat kebangsaan pracis mendefinisikan sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari hubungan timbal –balik antara lembaga – lembaga kemasyarakatan. Dan merupakan 'ratu' ilmu-ilmu sosial dan menempati peringkat teratas dalam hierarki ilmu – ilmu diatas astronomi, fisika, ilmu kimia, dan biologi.

 

2.     Karl Max ( 1818 -1883 )

Seorang ahli filsafat sejarah yang berkewarganegaraan Jerman,dan telah menerima gelar Doktor dari Universitas Jena, Mendefinisikan Sosiologi suatu masyarakat di mana mula-mula orang akan mendekati citra ideal Marx tentang produktivitas. Dimana produktivitas manusia bersifat alamiah, yang memungkinkan manusia mewujudkan dorongan kreatif mendasar yang manusia miliki.

 

3.     Herbert  Spencer ( 1820 – 1903 )

Seorang kebangsaan Inggris yang menguraikan materi sosiologi secara rinci dan sistematis,mendefinisikan Sosiologi adalah Ilmu menyoroti hubungan timbal-balik antara unsur-unsur masyarakat seperti pengaruh norma-norma atas kehidupan keluarga, hubungan antara lembaga politik dan lembaga keagamaan.

 

4.     Emile Durkheim ( 1858 – 1917 )

 Seorang pelopor perkembangan Sosiologi, mendefinisikan Ilmu mengenal masyarakat serta meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses Sosial.

 

5.     Max weber (1864-1920 )

 Seorang berkebangsaan jerman,berusaha memberikan pengertian mengenai prilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab-sebab terjadinya interaksi sosial,mendefinisikan Sosiologi adalah Ilmu yang memberikan pengertian tentang aksi-aksi Sosial.

 

6.     Roucek dan Warren

 Mendefinisikan Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan kelompok-kelompok.

Perbandingan :

            Auguste Comte : Ilmu yang mempelajari hubungan timbal –balik antara lembaga – lembaga kemasyarakatan

            Karl Max : Suatu masyarakat di mana mula-mula orang akan mendekati citra ideal Marx tentang produktivitas

            Dari sebagian pendefinisi Sosiologi diatas, Sebagian mendefinisikan hubungan antara perorangan dengan kelompok, kelompok kemasyarakan dengan kelompok keagamaan, dan juga  mendefinisikan atur hidup dalam hubungan timbal – balik antara perorangan maupun kelompok.

 

Daftar Pustaka :      SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR

                                    SEJARAH DAN KONSEP SOSIOLOGI

                                    SOSIOLOGO KLASIK

AizzahAl-RahmahKpi1B_tugas1_devinisisosiologi

DEVINSI SOSIOLOGI
1.    Auguste Comte (1798-1857)
Seseorang yang berkebangsaan Perancis ini disebut Bapak Sosiologi yang pertama-tama memberi nama pada ilmu tersebut (socius dan logos). Menurutnya sosiologi ada dua bagian pokok, yaitu social statistics dan social dynamic. Social statistics sosiologi adalah ilmu tentang hubungan timbal-balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sedangkan social dynamic membahas bagaimana lembaga-lembaga tersebut mengalami perkembangan sepanjang masa. Perkembangan tersebut ada tiga tahap, yaitu:
a.    Tahap teologis
b.    Tahap metafisis
c.    Tahap positif
2.    Emile Durkheim (1858-1917)
Sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial. Dalam majalah sosiologi yang pertama, yaitu "L'annee Sociologique", ia membagi sosiologi menjadi 7, yaitu:
a.    Sosiologi umum,
b.    Sosiologi agama,
c.    Sosiologi hukum dan moral,
d.    Sosiologi kejahatan,
e.    Sosiologi ekonomi,
f.    Demografi yang mencangkup masyarakat perkotaan dan pedesaan,
g.    Dan sosiologi estetika.
Durkheim menekankan pentingnya penelitian perbandingan, karena sosiologi adalah ilmu yang mengenal masyarakat.
3.    Max Weber (1864-1920)
Sosiologi adalah ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang aksi-aksi sosial. Disamping terkenal dengan metode "pengertian" nya (method of understanding), ia juga terkenal dengan teori ideal typus. Ideal typus adalah suatu pemikiran seorang peneliti yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis gejala-gejala dalam masyarakat. Ajaran-ajaran Weber banyak menyumbang perkembangan sosiologi, contohnya analisis tentang wewenang, birokrasi, sosiologi agama, organisasi-organisasi ekonomi tersebut.
4.    Karl Marx (1818-1883)
Pemikirannya mengenai stratifikasi sosial dan konflik tetap berpengaruh terhadap sejumlah besar ahli sosiologi. Pemikirannya ini dilatarbelakangi oleh perubahan sosial besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembangan pembagian kerja, khususnya yang terkait kapitalisme.


Referensi:
1. Sosiologi Suatu Pengantar (Soerjono Soekanto)
2. Pengantar Sosiologi (Dr. Basrowi)

Musfiah Saidah KPI 1A_Tugas1 Sosiologi_Definisi Sosiologi

Definisi Sosiologi Menurut Beberapa Ahli
(oleh : Musfiah Saidah, KPI 1A)
Pada umumnya, sosiologi berkonsentrasi bukan pada pemecahan masalah, tetapi kemunculan ilmu sosial ini dimaksudkan untuk membuat manusia sebagai makhluk rasional ikut aktif ambil bagian dalam gerakan sejarah, suatu gerakan yang diyakini memperlihatkan arah dan logika yang belum di ungkapkan oleh manusia sebelumnya. Dengan kata lain, sosiologi diharapkan akan menemukan kecenderungan historis dari penelaahan masyarakat modern dan memodifikasinya. Para pendiri disiplin ilmu ini setuju dengan pandangan diatas, walaupun mereka berbeda dalam menafsirkan definisi sosiologi. Berikut ini adalah definisi sosiologi menurut beberapa  ahli.

nur asiah aisyah zaldi KPI 1C_tugas 1_Definisi sosiologi

Definisi Sosiologi menurut :

1.     Auguste Comte (1798-1857)

Beberapa definisi menurut Comte :

a.       Ia mengatakan bahwa ilmu sosiologi harus didasarkan pada pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode historis secara sistematis. Objek yang dikaji pun harus berupa fakta (bukan harapan atau prediksi). Jadi, harus objektif dan harus pula bermanfaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan.

b.      Ia mengatakan, bahwa dalam menjelaskan gejala alam dan gejala sosial, manusia akan melewati 3 jenjang berikut ini.

a)         Jenjang Teologi       : Segala sesuatu yang dijelaskan dengan mengacu kepada hal-hal yang

  bersifat adikodrati.

b)        Jenjang Metafisika : Pada jenjang ini manusia memahami sesuatu dengan mengacu kepada

  kekuatan-kekuatan metafisik atau hal-hal yang abstrak.

c)         Jenjang Positif         : Gejala alam dan sosial di jelaskan dengan mengacu kepada deskripsi

  ilmiah (jenjang ilmiah).

c.       Ia mengatakan bahwa sosiologi merupakan ratu ilmu-ilmu sosial dan menempati peringkat teratas dalam hierarki ilmu-ilmu di atas astronomi, fisika, ilmu kimia, dan biologi.

d.      Ia membagi sosiologi ke dalam kedua bagian besar, yaitu statika sosial yang mewakili stabilitas tatanan sosial dan kemantapan serta dinamika sosial yang mewakili kemajuan dan perubahan sosial. Comte menyatakan bahwa hubungan antara statika sosial dengan dinamika sosial dapat disamakan dengan hubungan antara anatomi dan fisiologi.

 

2.     Emile Durkheim (1858-1917)

Menurut Durkheim, sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial. Durkheim dan rekan-rekannya memperkenalkan pembagian sosiologi berdasarkan pokok bahasannya. Sosiologi mereka klasifikasikan menjadi tujuh bagian, yaitu :

a.       Sosiologi Umum, yang mencakup kepribadian individu dan kelompok manusia.

b.      Sosiologi Agama.

c.       Sosiologi Hukum dan Moral, yang mencakup organisasi politik, sosial, perkawinan, dan keluarga.

d.      Sosiologi tentang Kejahatan.

e.      Sosiologi Ekonomi, yang mencakup ukuran-ukuran penelitian dan kelompok kerja.

f.        Sosiologi Masyarakat, yang mencakup masyarakat perkotaan dan pedesaan.

g.       Sosiologi Estetika.

 

 

 

3.     Max Weber (1864-1920)

Menurut Weber, sosiologi sebagai ilmu berusaha memberikan pengertian adalah tentang aksi-aksi sosial. Ia memberikan pengertian mengenai perilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab-sebab terjadinya interaksi sosial. Weber menyebutkan pula bahwa sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial.

4.     Karl Marx (1818-1883)

Ia mengembangkan konsep sejarah pejuangan kelas, yaitu lahirnya kelompok borjuis (kelompok yang menguasai alat-alat produksi) dan kelas proletar (kelompok rakyat jelata yang tidak memiliki alat-alat produksi). Menurut Marx, sosiologi yaitu suatu masyarakat dimana mula-mula orang akan mendekati citra ideal Marx tentang produktifitas. Dimana produktivitas manusia bersifat damiah, yang memungkinkan manusia mewujudkan dorongan kreatif mendasar yang manusia miliki.

5.     Herbert Spencer (1820-1903)

Herbert spencer adalah orang Inggris yang menguraikan materi sosiologi secara rinci dan sistematis. Menurutnya, objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial dan industri.

Perbedaan antar definisi :

Auguste comte memandang sosiologi harus merupakan ilmu yang sama ilmiahnya dengan ilmu pengetahuan alam yang mendahuluinya. Menurutnya pula kegiatan kajian sosiologi yang tidak menggunakan metode pengamatan, oerbandingan, eksperimen ataupun historis bukanlah kajian ilmiah, melainkan hanya renungan atau khayalan belaka. Marx menekankan pada konflik, Durkheim fokus kepada kesatuan masyarakat. Sementara Marx mengingatkan akan fenomena alienasi, Durkheim memberi peringatan akan kemungkinan anomie. Jika Marx dianggap pendiri teori konflik, Durkheim dianggap memberi pondasi klasik bagi mazhab fungsionalisme sosiologi.  Herbert spencer tidak hanya objek sosiologi yang pokok tetapi ia juga menerapkan secara analog teori Darwin mengenai "teori evolusi" terhadap masyarakat manusia. Ia yakin, bahwa masyarakat mengalami evolusi dari masyarakat primitive kemasyarakat industri. Selain sosiologi merupakan perilaku manusia Weber juga menyebutkan pula bahwa sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial.

 

 

Vanny Rosa Marini KPI 1A_Tugas1Sosiologi_Definisi Sosiologi

DEFINISI DAN PANDANGAN TENTANG SOSIOLOGI

MENURUT PARA PAKAR SOSIOLOG AWAL

 

1.      August Comte

Dialah yang memberi nama Sosiologi terhadap ilmu penelitian studi masyarakat ini. Comte yang lahir di tahun 1789 dan meninggal pada tahun 1857 ini juga dikenal sebagai Bapak Sosiologi karena perannya yang telah disebut tadi. Comte yakin bahwa fenomena sosiologi ini juga termasuk mempelajari hukum alam, maka dari itu ia selalu menyarankan agar menggunakan metode ilmiah dalam mengkaji sosiologi sebagai misinya untuk menjadikan sosiologi sebagian dari sains ilmiah.

Upaya utama yang paling diemban Comte adalah meningkatakan kemajuan masyarakat. Comte bertujuan membangun hukum-hukum kehidupan sosial yang dengannya perlu menggunakan ilmu sosiologi. Adalah metode pengamatan sistematis, eksperimen dan analisa perbandingan sejarah yang ia anjurkan saat mengkaji tentang kemasyarakatan yang kemudian ia kembangkan lagi menjadi social static dan social dynamic yang diharapakan bisa menunjang misi mulianya.

Hasil Karya:

-          The Scientific Labors Necessary for the Reorganization of Society (1822)

-          The Positive Philosophy (6 jilid, 1830-1840)

-          Subjective Synthesis (1820-1903)

 

2.      Karl Marx

Marx yang ide-idenya amat berpengaruh kuat pada sosiologi ini pun tak menganggap dirinya sebagai seorang sosiolog. Salah satu kontribusi besar Marx adalah pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, Marx ingin sekali merubah dan membangun orde sosial yang lebih humanis karena keresahannya terhadap pengorganisasian produksi yang menuntukan struktur masyarakat yang terdiri dari kelas-kelas sosial yang terdapat pertentangan dan konflik pada masa itu.

Maka dari itu Marx yang hidup diantara tahun 1818 sampai 1883 ini membangun sebuah pandangan hidup baru yag dikenal dengan materialisme dialektis yang menggambarkan tahapan evolusi masyarakat menurutnya sendiri yang bergerak melewati serangkaian tahapan: masa perbudakan -> masa feodalisme -> masa kapitalisme -> masa sosialisme -> masa komunisme.

Hasil Karya:

-          The Communist Manifesto (1848)

 

3.      Emil Durkheim

Sosiolog keturunan Yahudi yang hidup pada 1864 hingga 1920 dan berkewarganegaraan Prancis ini menganut paham bahwa sosiologi adalah ilmu  yang mempelajari fakta-fakta sosial yang tidak dapat dijelaskan dalam pengertian psikologis seorang individu, dan contoh yang paling besar dan umum adalah masyarakat. Dalam pandangan Durkheim individu nampak tidak penting sama sekali dalam fakta sosial.

Durkheim pernah fokus pada studi klasiknya tentang fakta-fakta sosial bunuh diri dalam masyarakat, Ia menggarap secara serius pengumpulan dan analisis data untuk menguji teori tersebut karena bunuh diri bisa dijelaskan melalui faktor-faktor sosial. Bagi Durkheim hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk bunuh diri adalah karena solidaritas sosial yang rusak dalam masyarakat yang selalu dapat membawa konsekuensi-konsekuensi negatif.

Hasil Karya:

-          The Social Division of Labor (1893)

-          The Rules of Sociological Method (1895)

-          The Elementary Forms of Religious Life (1912)

 

4.      Max Weber

Berbeda dengan Emil Durkheim yang tidak memandang penting suatu individu dalam peran sosial, Max Weber justru amat menekankan dan memilik perhatian pada tindakan individu sebagai kenyataan. Namun bukan berarti ia tidak mengakui masyarakat, namun kenyataan itu hanya akan mungkin dipahami kalau diberi arti oleh individu.

Sosiolog kelahiran Jerman yang memberi konstribusi penting berkat penjelasannya mengenai verstehen (atau dalam bahasa Inggris berarti understanding yang memiliki arti memahami atau mengerti) ini hidup pada tahun 1864 hingga 1920. Ia memiliki tujuan untuk menjelaskan tentang tindakan individu manusia menggunakan metode pengumpulan data yang berhubungan dengan sosial individu.

Hasil Karya:

-          The History of Trading Companies During The Middle Ages (1889)

-          Economy and Society (1920)

-          Collected Essays on Sociology of Religion (3 jilid, 1921)

-          Collected Essays on Sociology and Social Problems (1924)

-          From Max Weber: Essays on Sociology (1946)

-          The Theory of Social and Economic Organization (1947)

-          Alex Weber on The Methodology os Social Sciences (1949)

 

Sumber:

1.   Mengerti Sosiologi, Pengantar Memahami Konsep-Konsep Sosiologi

      (M. Amin Nurdin, MA & Ahmad Abrori, M.Si – UIN JAKARTA PRESS)

2.   Sosiologi, Suatu Pengantar – Edisi Baru Keempat 1990

      (Soerjono Soekanto – RAJAWALI PERS JAKARTA)

Kholifah kpi 1/A_Tugas 1 sosiologi_definisidefinisi

1.        Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan mampu melakukan pemaksaan dari luar terhadap individu.
Durkheim adalah orang pertama yang menunjukan "fakta sosial" (social fact) sebagai persoalan terpenting yang harus dipelajari dalam ilmu sosiologi. Fakta sosial dinyatakannya sebagai barang sesuatu yang berbeda dari dunia ide yang menjadi sasaran penyelidikan dari filsafat. Menurut Durkheim, fakta sosial tak dapat dipelajari dan dipahami dengan hanya melalui kegiatan mental murni atau melalui proses mental yang disebut dengan pemikiran spekulatif. Untuk memahaminya diperlukan suatu kegiatan penelitian empiris, sama halnya dengan ilmu pengetahuan alam (Natural sciences) dalam mempelajari objek studinya. 

ida kpi 1 a_tugas 1_definisi-definidi

A.    Definisi –defiisi Sosiologi Menurut Para Ahli
1.      Auguste Comte (1798-1857)
Menurutnya sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yamg merupakan hasil terakhir dari perkembangan ilmu pengetahuan. Comte memberi nama pada ilmu sosiologi yaitu dari kata-kata socios dan logos. Walaupun comte tidak menguraikan secara rinci masalah-masalah apa yangyang menjadi objek sosiologi, tetapi dia mempunyai anggapan bahwa sosiologi terdiri dari bagian pokok, yaitu social statistic dan social dynamic. Konsepsi tersebut merupakan pembagian dari isi sosiologi yang sifatnya pokok sekali.

syahrulkpi1c_Tugas1_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI
Syahrul Hidayanto
NIM : 1113051000138

DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT AUGUSTE COMTE (1798-1857)

Auguste Comte secara sederhana mendefinisikan Sosiologi sebagai ilmu
tentang masyarakat. Sosiologi berupaya memahami kehidupan bersama
manusia, sejauh kehidupan itu dapat ditinjau atau diamati melalui
metode empiris. Dalam sosiologi, masyarakat dipandang sebagai unit
dasar analisis, sedangkan varian lainnya, seperti keluarga, politik,
ekonomi, keagamaan dan interaksinya merupakan subnalisis. Fokus
perhatian sosiologi adalah tingkah laku manusia dalam konteks sosial.

DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT EMILE DURKHEIM (1858-1917)

Menurut Durkheim, Sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat
dan proses-proses sosial. Dalam buku Rules of Sociological Method
(1965), Durkheim menawarkan definisinya mengenai sosiologi.
Menurutnya, tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut
sebagai fakta-fakta sosial, yakni sebuah kekuatan dan struktur yang
bersifat eksternal, tetapi mampu memengaruhi perilaku individu. Dengan
kata lain, fakta sosial merupakan cara-cara bertindak, berpikir dan
berperasaan, yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan
memaksa yang mengendalikannya. Yang dimaksud fakta sosial di sini
tidak hanya yang bersifat material, tetapi juga nonmaterial seperti,
kultur, agama, atau institusi sosial.

DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT MAX WEBER (1864-1920)

Definisi Sosiologi menurut Max Weber adalah Ilmu yang berupaya
memahami "tindakan sosial". Ini Nampak dari definisi berikut ini :
"Sociology… is a science which attempts the interpretive understanding
of social action in order thereby to arrive at a causal explanation of
its course and effects (Weber, 1964 : 88). Di kemudian hari, tulisan
ini menjadi acuan bagi dikembangkannya teori Sosiologi yang membahas
interaksi sosial.

DEFINISI SOSIOLOGI MENURUT KARL MARX (1818-1883)

Secara garis besarnya saja, dapat dikatakan bahwa Marx menawarkan
sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya
mengenai sifat mendasar manusia. Marx yakin bahwa manusia pada
dasarnya produktif, artinya untuk bertahan hidup manusia perlu bekerja
di dalam dan dengan alam. Dengan bekerja seperti itu mereka
mengahasilkan makanan, pakaian, peralatan, perumahan, dan kebutuhan
lain yang memungkinkan mereka hidup. Mereka perlu bekerja bersama
untuk menghasilkan segala sesuatu yang mereka perlukan untuk hidup.

PERBEDAAN DEFINISI SOSIAL PARA AHLI

Max Weber menolak detereminisme seperti yang dikhotbahkan oleh Marx
dan Durkheim yang mengurung manusia dalam sebuah jaring paksaan sosial
yang tidak disadari. Weber menganggap bahwa paksaan dan determinisme
itu bersifat relatif. Ia yakin bahwa masyarakat adalah produk dari
tindakan individu-individu yang berbuat dalam kerangka fungsi nilai,
motif dan kalkulasi rasional. Sebagai lmu yang mencoba memahami
masyarakat dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya, Sosiologi
tidak semestinya berkutat pada soal-soal pengukuran yang sifatnya
kuantitatif dan sekadar mengkaji pengaruh faktor-faktor eksternal,
tetapi yang lebih penting Sosiologi bergerak pada upaya memahani
ditingkat makna, dan mencoba mencari penjelasan pada faktor-faktor
internal yang ada di masyarakat itu sendiri.

Dalam definisi Sosiologi Durkheim, ia lebih menekankan kepada fakta
sosial (sosial fact). Fakta sosial yang dimaksudkan disini adalah cara
bertindak (ways of acting), berpikir (thinking), berperasaan (feeling)
yang berada diluar individu (external) mempunyai kekuatan memaksa
(coercion) dan mengendalikan individu.

Auguste Comte membagi sosiologi menjadi statika sosial dan dinamika
sosial. Berbeda dengan Durkheim dalam majalah Lannee Sociologique,
Durkheim dan rekan-rekannya memperkenalkan pembagian sosiologi
berdasarkan pokok bahasannya yaitu Sosiologi Umum, Agama, Hukum dan
Moral, Kejahatan, Ekonomi, Masyarakat dan Estetika.



Sumber : Teori Sosiologi Modern, Edisi Keenam, George Ritzer, Douglas
J. Goodman. Kencana 2011. La Sociologie Histoire et ideas, Anthony
Giddens, Daniel Bell, Michael Forse, etc. Lreasi Wacana. Tradisi
Aliran dalam Sosiologi, Ambo Upe, RAJAGRAFINDO PERSADA.

DelshaAmandaPohanKPI1B_Tugas1_DefinisiSosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI

Apa itu sosiologi? 

        Sosiologi adalah studi Ilmiah tentang masyarakat. Sosiologi berasal dari kata socius berarti "kawan" dan kata yunani Logos yang berarti "kata" atau "berbicara" .Jadi, Sosiologi berarti "Berbicara mengenal masyarakat" .


Pendapat para ahli tentang Sosiologi

Rizki Yanuarti KPI 1B_tugas1_definisi sosiologi

Definisi sosiologi menurut :

        1. Agus Comte (1798-1857)

Agus Comte mengatakan bahwa ilmu sosial harus didasarkan pada pengamatan,perbandingan,eksperimen dan metode historis. bukan harapan atau prediksi. jadi, harus objektif dan bermanfaaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan.
                                                                                                          (sumber : pengantar sosiologi)
                                                                                                    (pengarang : Prof.Dr.Wardi Bachtiar)

  

Cari Blog Ini