Senin, 30 September 2013

Afifah Azmi Sholihati_KPI 1C_Tugas4_Max Weber

The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
            Dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, buku ini banyak menjelaskan mengenai masalah kebenaran dan interpretasi sejarah baik yang materialistis maupun yang idealistis sebagai pola-pola teoretis yang menyeluruh.
            Menurut Weber (dalam salim, 2002) bentuk rasionalitas manusia meliputi mean (alat) yang menjadi sasaran utama serta ends (tujuan) yang meliputi aspek cultural, sehingga dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya orang besar mampu hidup dengan pola pikir yang rasional yang ada pada seperangkat alat yang dimiliki dan kebudayaan yang mendukung kehidupannya.
            Weber menyebutkan adanya empat tipe rasionalitas yang mewarnai perkembangan manusia. Empat tipe tersebut adalah:
1.      Traditional rationality (rasionalitas tradisional), berasal dari tradisi kehidupan masyarakat
2.      Affective rationality (rasionalitas afektif), bermuara dalam hubungan emosi atau perasaan yang sangat mendalam.
3.      Value oriented rationality (rasionalitas yang berorientasi pada nilai), rasionalitas masyarakat yang melihat nilai sebagai potensi atau tujuan hidup.
4.      Instrumental rationality (rasionalitas instrumental), manusia tidak hanya menentukan tujuan yang ingin dicapai, namuin ia secara rasional telah mampu menentukan alat (instrumen).
Etika Protestan dan perkembangan kapitalisme. Menurut Weber, perkembangan kapitalisme merupakan sebuah wujud perkembangan rasionalitas manusia. Rasionalitas ini dimotori adanya semangat untuk maju yang didasari doktrin agama (protestan). Baginya, kapitalisme merupakan sebuah tipe masyarakat ideal yang telah mampu menggunakan rasionalitasnya. Etika protestan menurut Weber, merupakan motor penggerak berkembangnya kapitalisme di barat ini. Etika protestan mengajarkan pada para pemeluknya bahwa untuk dapat mencapai kesuksesan dunia, manusia harus semangat, berkerja keras serta harus hidup hemat. Bagi umat kristen, Tuhan hanya akan memberikan peluang kepada hambanya yang mau berkerja keras. Seingga orang yang tidak mau bererja keras dianggap melanggar aturan agama. Proses ini bagi Weber dimaknai sebagai sebuah tindakan rasional. Pandangan inilah yang memunculkan semangat kapitaisme.
Economic and Society
            Dalam buku "Economic and Society"  Weber menjelaskan tiga tipe besar aktivitas manusia yaitu:
1.       tindakan tradisional yang terkait dengan adat-istiadat,
2.      tindakan afektif yang digerakkan oleh nafsu,
3.       tindakan rasional yang merupakan alat (instrumen) ditujukan kearah nilai dan tujuan yang bermanfaat.
Menurut Weber, tindakan rasional menjadi ciri masyarakat modern yaitu mewujudkan dirinya sebagai pengusaha kapitalis, ilmuwan, konsumen atau pegawai yang bekerja/bertindak sesuat dengan logika. Dalam karyanya yang terkenal (Etika protestan dan perkembangan kapitalisme) Weber menunjukkan bahwa rasionalisasi tindakan hidup sehari-hari seperti yang dipuji oleh para pendiri agama protestan ternyata menukung perkembangan kapitalisme. 
Dalam bukunya, Weber membahas berbagai jenis hubungan sosial yang berbeda-beda terutama bentuk-bentuk dominasi politik. Ia membedakan tiga bentuk ideal tipe dominasi tersebut yaitu:
 
-          Dominasi tradisional yang didasarkan pada legitimasi karna ciri sakralitas tradisi yang melekat padanya.
-          Dominasi karismatik yang merupakan dominasi suatu personalitas tertentu dan dikaruniai aura khusus.
-          Dominasi "legal-rasional" yang bertumpu pada kekuatan hukum formal dan impersonal
 

Egha Fridha Agatha_KPI 1C_Tugas 3 Weber

Max Weber

A. TheProtestant Ethic and The Spirit of Capitalism
Dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, weber menyatakan bahwa ketelitian yang khusus, perhitungan dan kerja dari Bisnis Barat didorong oleh perkembangan etika Protestan yang muncul pada abad ke-16 dan digerakkan oleh doktrin Calvinisme, yaitu doktrin tentang takdir. Pemahaman tentang takdir menuntut adanya kepercayaan bahwa Tuhan telah memutuskan tidak seorang pun yang dapat mengetahui apakah dia termasuk salah seorang yang terpilih. Dalam kondisi seperti ini menurut Weber, pemeluk Calvinisme mengalami "panik terhadap keselamatan." Cara untuk menenangkan kepanikan tersebut adalah orang harus berpikir bahwa seseorang tidak akan berhasil tanpa diberkahi Tuhan.
Menurut Weber etika kerja dari Calvinisme yang berkombinasi dengan semangant kapitalisme membawa masyarakat Barat kepada perkembanagan masyarakat kapitalis modern. Jadi, doktrin Calvinisme tentang takdir memberikan daya dorong psikologis bagi rasionalisasi dan sebagai perangsang yangn kuat dalam meningkatkan pertumbuhan sistem ekonomi kapitalis dalam tahap-tahap pembentukannya.
Hubungan antara semangat kapitalisme dan etika Protestan, memiliki kaitan konsistensi logis dan pengaruh motivasional yang bersifat mendukung secara timbal balik. Hubungan semacam itu disebut sebagai elective affinity.

B. The Theory of Social and Economic Organization
Weber dalam The Theory of Social and Economic Organization menemukan administrasi organisai tradional tidak efisien, boros dan tidak rasional. Oleh karena itu, Weber mengusulkan suatu tipe ideal untuk administrasi otganisasi (birokrasi) yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Aktivitas reguler diperlukan untuk pencapaian tujuan organisasi
- Organisasi kantor-kantor mengikuti prinsip hirarki, yaitu setiap kantor dibawah pengawasan yang lebih tinggi
- Operasi-operasi birokratis diselenggarakan "melalui suatu sistem kaidah-kaidah abstrak yang konsisten...(dan) terdiriatas penerapan kaidah-kaidah ini terhadap kasus kasus spesifik."
- Pejabat yang ideal menjalankan kantornya... berdasarkan impersonalitas formalistis.
- Perekrutan dalam organisasi birokrasi didasarkan pada kualifikasi-kualifikasi teknis dan yang terhindar dari tindakan pemecatan yang sewenang-wenang. Ada suatu sisitem promosi berdasarkan senioritas atau prestasi atau menurut kedua-duanya.
- Tipe organisasi administrasi yang murni birokratis, mampu mencapai tingkat efisiensi yang paling tinggi.

Aizzah Al-Rahmah KPI1B_tugas4_MaxWeber

MAX WEBER
  • Economy and Society
Tipe-tipe Ideal
Terdapat sejumlah kontradiksi dalam cara Weber mendefinisikan konsep. Dalam karya substantifnya, ia menggunakan tipe ideal (perangkat heuristic yang digunakan dalam irisan realitas sejarah)  secara berbeda dengan bagaimana ia dulu menggunakannya. Seperti dicatat Burger, "tipe-tipe ideal yang disajikan dalam buku economy and society adalah campuran dari definisi, klasifikasi, dan hipotesis spesifik yang tampaknya sulit diselaraskan dengan pernyataan-pernyataan Weber". Meskipun tidak setuju dengan pernyataan Burger tersebut dalam mendefinisikan tipe-tipe ideal, Weber menawarkan beberapa macam tipe ideal:
1.       Tipe ideal historis, terkait dengan fenomena yang ditemukan pada epos sejarah tertentu, misalnya kapitalistis modern
2.       Tipe ideal sosiologis, terkait dengan fenomena yang bersinggungan dengan beberapa periode historis dan masyarakat, misalnya birokasi
3.       Tipe ideal tindakan, tipe tindakan murni yang didasarkan pada motivasi pelaku, misalnya tindakan afektual
4.       Tipe ideal struktural, bentuk sebab dan akibat tindakan social, misalnya dominasi tradisional

Apa itu sosiologi?
Menurut Weber, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pemahaman interpretif atas tindakan sosial dan pada penjelasan kausal atas proses dan konsekuensi tindakan tersebut. Dan dapat disimpulkan dalam definisi sosiologi tersebut antara lain:
Sosiologi haruslah berupa ilmu.
Sosiologi harus memusatkan perhatian pada kausalitas.
Sosiologi harus menggunakan pemahaman interpretif

Tindakan Sosial
Ia membedakan tindakan dengan perilaku yang murni spontan. Stimulus dating dan perliaku terjadi, dengan sedikit saja jeda antara stimulus dan respon. Akan tetapi weber menusatkan perhatiannya pada tindakan dengan campur tangan pemikiran antara terjadinya stimulus dengan respon. Bagi weber tugas analisis sosiologi terdiri dari penafsiran tindakan melalui makna subjektifnya. Contoh lebih jelasnya dapat ditemukan dalam pembahasan tentang tindakan ekonomis yang berarti orientasi dasar dan primer kea rah pertimbangan ekonomis karena yang dipersoalkan bukan keharusan subjektif untuk melakukan pertimbangan ekonomis namun keyakinan bahwa hal ini diperlukan.

 
The Protestant Ethnic and the Spirit of Capitalism
Buku ini melacak dampak protetanisme terutama calvinisme terhadap kelahiran semangat kapitalis. Akan tetapi buku ini bukanlah buku tentang kelahiran kapitalisme modern, melainkan tentang asal usul semangat tertentu yang pada akhirnya membuat kapitalisme modern berkembang dan mulai mendominasi ekonomi.
Menurut weber, semangat kapitalisme tidak dapat didefinisikan begitu saja berdasarkan kerakusan ekonomi dalam banyak hal, justru sebaliknya. Dia adalah system etika dan etos yang memang jadi salah satu pendorong terjadinya kesuksesan ekonomi. Berubahnya upaya menghasilkan keuntungan menjadi etos lah yang jadi hal kritis di barat. Di masyarakat lain, upaya mengejar keuntungan dipandang sebagai motivasi kerakusan. Namun, protetanisme mampu mengalihkan upaya mencari keuntungan menjadi semacam jihad moral.
Meskipun buku ini memusatkan perhatiannya pada efek calvinisme pada semangat kapitalisme, ia sadar bahwa kondisi sosial dan ekonomi membawa dampak timbal balik terhadap agama.

sumber: teori sosiologi Ritzer

Rahayu Saputro_KPI 1C_ tugas4_Max Weber


Rahayu saputro
KPI 1C
1113051000125

MAX WEBER

 
Maximilian Weber (1864-1920) atau sering dikenal dengan Max Weber, adalah seorang ahli ekonomi yang kemudian memfokuskan perhatiannya pada masalah social dari sudut pandang yang cukup sosiologis.
 

1.     The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism

The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism adalah buku yang banyak menjelaskan mengenai masalah kebenaran dan interpretasi sejarah baik yang meterialistis maupun yang idealistis sebagai pola-pola teoritis yang menyeluruh. Dalam buku ini Weber juga menyatakan bahwa ketelitian yang khusus, perhitungan dan kerja keras dari bisnis barat yang didorong oleh perkembangan etika protestan yang muncul pada abad ke-16 dan digerakkan oleh doktrin calvinisme. doktrin calvinisme yaitu doktrin tentang takdir memberikan daya dorong psikologis bagi rasionalisasi dan sebagai perangsang yang kuat dalam meningkatkan pertumbuhan sistem ekonomi kapitalisme dalam tahap-tahap pembentukannya. Karna kepanikan yng dialami oleh penganut calvinisme sehingga manusia berpandangan bahwa seseorang tidak berhasil tanpa diberkahi Tuhan. Sehingga keberhasilan adalah tanda dari keterpilihan yang didapatkan dengan melakukan aktivitas kehidupan dengan dilandasi oleh disiplin, hemat , bersahaja dan semangat dengan dilandasi oleh ajaran keagamaan.
"Bekerja" dalam pandangan ini adalah tugas suci, sehingga orang tidak mau bekerja keras dianggap sebagai orang yang melanggar aturan agama, melanggar perintah tuhan dan mengingkari agamanya. Proses ini bagi weber dimaknai sebagai sebuah tindakan rasional. Pendangan ini yang kemudian memunculkan semangat kapitalisme, sehingga semangat kepitalisme menurut Weber sebenernya muncul dari proses perkembangan rasionalitas manusia. Weber menemukan empat tipe tindaan rasional, yaitu:
a.       Tindakan rasional instrumental (zweckrationalitat/instrumentally rational action), yaitu suatu tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan dan pilihan yang sadar dalam kaitannya dengan tujuan suatu tindakan dan lat yang dipakai untuk meraih tujuan yang ada.
b.      Tindakan rasional nilai (wertrationalitat/value rational action), yaitu tindakan dimana tujuan telah ada dalam hubuingannya dengan nilai absolute dan nilai akhir bagi individu, yang dipertimbangkan secara sadar adalah niat mencapai tujuan.
c.       Tindakan afektif (affectual action), yaitu tindakan yang didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan yang sadar.
d.      Tindakan tradisional (traditional action), yaitu tindakan karena kebiasaan atu tradisi yang dilakukan tanpa refleksi yang sadar dan perencanaan.
Hubungan antara semangat kapitalisme dan etika protestan, oleh karna itu, memiliki kaitan konsistensi logis dan pengaruh motivasional yang bersifat mendukung secara timbale balik.hubungan timbale balik tersebut sebagai elective affinity.

2.     Economic and society

Didalam buku ini Weber membahas berbagai jenis hubungan social yang berbeda-beda terutama bentuk-bentuk dominasi politik. Ia membedakan tiga bentuk ideal tipe dominasi tersebut, yaitu:
1.      Dominasi tradisional yang didasarkan pada legitimasi karena cirri sakralitas tradisi yang melekat padanya. Kekuasaan patriarkhis ditengah-tengah kelompok penghuni ruang domestic dan kekuasaan para tuan tanah dalam masyarakat feudal termasuk dalam kategori ini.
2.      Dominasi karismatik yang merupakan dominasi suatu personalitas tertentu dan dikaruniai aura khusus. Pemimpin karismatik mendasarkan kekuasaannya pada kekuatan untuk meyakinkan dan kapasitasnya untuk mengumpulkan dan memobilisasi banyak orang. Ketaatan terhadap pemimpin semacam ini terkait dengan faktof-faktor emosional yang berhasil dibangkitkan, dipertahankan dan dikuasainya.
3.      Dominasi "legal-rasional" yang bertumpu pada kekuatan hokum formal dan interpersonal. Dominasi ini terkait dengan fungsi, dan bukan pada person. Kekuasaan dalam organisasi modern dijustifikasi lewat kompetensi, rasionalitas pilihan dan bukan pada kekuatan sihir. Dominasi ini berlangsung melalui kepatuhan terhadap sebuah kitab hokum (code) fungsional.
 
Sumber:
·         Sosiologi Perubahan Sosial;
·         Pengantar Sosiologi Politik;
·         Pendahulu dan Pendiri Sosiologi

MeifansAbdillahSaputra_KPI 1/C_Tugas 4_Max Weber


The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
Dalam hal ini Weber menyatakan bahwa ketelitian yang khusus, perhitungan dan kerja keras dari bisnis barat didorong oleh perkembangan etika Protestan yang muncul pada abad ke-16 dan digerakkan oleh doktrin Calvinisme, yaitu doktrin tentang takdir. Pemahaman tentang takdir menuntut adanya kepercayaan bahwa Tuhan telah memutuskan tentang keselamatan dan kecelekaan. Selain itu, doktrin tersebut menegaskan bahwa tidak seorangpun yang dapat mengetahui apakah dia termasuk salah seorang yang terpilih. Menurut Weber untuk mencapai keberhasilan seseorang harus melakukan aktivitas ekonomi dan politik, yang dilandasi oleh disiplin dan bersahaja, menjauhi kehidupan bersenang-senang, yang didorong oleh ajaran keagamaan. Jadi , doktrin Calvinisme tentang takdir memberikan daya dorong psikologis bagi rasionalisasi dan sebagai perangsang yang kuat dalam meningkatkan pertumbuhan sistem ekonomi kapitalis dalam tahap-tahap pembentukannya. Etika kerja dari Calvinisme yang berkombinasi dengan semangat kapitalisme membawa masyarakat Barat kepada perkembangan masyarakat kapitalis modern. Semangat kapitalisme dan etika Protestan memiliki kaitan konsistensi logis dan timbal balik. Hubungan semacam itu disebut sebagai elective affinity.

Putri Dwi P_KPI 1-C_Tugas4_Max Weber


PUTRI DWI PANGESTININGTIYAS KPI 1-C
1113051000142
MAX WEBER
1.      The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
Dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism (Etika Protestan dan Perkembangan Kapitalisme), Weber memberikan perhatian pada perkembangan etika Protestan pada Bisnis Barat yang muncul pada abad ke-16. Menurut Weber, perkembangan kapitalisme merupakan sebuah wujud perkembangan rasionalitas manusia. Dimana rasionalitas ini akan terwujud, jika adanya semangat untuk maju yang didasari doktrin agama (Protestan). Baginya, kapitalisme merupakan sebuah tipe ideal masyarakat yang telah mampu menggunakan rasionalitasnya. Etika Protestan, menurut Weber merupakan penggerak berkembangnya kapitalisme di Barat ini.

Ayu Triana PMI3_Tugas4_Teori kritisi Menurut Karl Marx

TEORI KRITISI MENURUT KARL MARX
1.       Karl marx
Teori Kritis merupakan salah suatu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hegel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain. Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoretis yang sama, yakni semangat untuk melakukan emansipasi.

Alfian Aji_KPI 1-C_Tugas4_Max Weber

MAXIMILIAN WEBER

A.   Protestan Ethic and Spirit of  Capitalism (1904-05/1958)

Dalam The Protestant and The Spirit of Capitalism, Weber menyatakan bahwa ketelitian yang khusus, perhitungan dan kerja keras dari bisnis barat didorong oleh perkembangan etika Protestan yang muncul pada abad ke-16 dan digerakan oleh doktrin Calvinisme , yaitu doktrin tentang takdir. Pemahaman tentang takdir menuntut adanya kepercayaan bahwa tuhan telah memutuskan tentang keselamatan dan kecelakaan.

Haidar Hasan KPI1 A_Tugas 4_ Max weber


The Protestan Ethic and The Spirit of Capitalism
            Ini adalah salah satu karya weber yang didalamnya termuat bebrapa pemikiran Weber tentang kausalitas. Dalam berbagai pemikirannya, weber lebih cenderung untuk melirik studi sebab-sebab fenomena sosial berada dalam wilayah sejarah, bukan sosiologi. Meskipun dalam setiap karyanya, antara sosiologi dan sejarah memilki hubungan yang sangat erat.
            Yang dimaksud weber  tentang  kausalitas adalah kemungkinan suatu peristiwa diikutu oleh peristiwa lain. Menurutnya, menurut dia tidak cukup jiak seorang peneliti hanya melihat dan mencari kepastian historis, pengulangan dan keparerelan dalam mengkaji sebuah peristiwa sosial. Dalam karyanya ini ia selalu menyelaraskan antara hubungan ekonomi, masyarakat, politik, organisasi, stratifikasi sosial, agama dan sebagainya. Ia menyatakan bahwa etika Protestan adalah salah satu dari faktor kausal miunculnya kapitalisme modern.
          

Afifah Azmi Sholihati KPI 1C_Tugas4_Max Weber_he protestant ethnic and spirit of capitalism_economic and society


The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
            Dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, buku ini banyak menjelaskan mengenai masalah kebenaran dan interpretasi sejarah baik yang materialistis maupun yang idealistis sebagai pola-pola teoretis yang menyeluruh.
            Menurut Weber (dalam salim, 2002) bentuk rasionalitas manusia meliputi mean (alat) yang menjadi sasaran utama serta ends (tujuan) yang meliputi aspek cultural, sehingga dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya orang besar mampu hidup dengan pola pikir yang rasional yang ada pada seperangkat alat yang dimiliki dan kebudayaan yang mendukung kehidupannya.
          

Siti Nur Rahmah_PMI 3_Tugas 4_Teori Kritik Marx dan Marxisme

1. Kritik Marx
A. KRITIK TERHADAP PEMIKIRAN KARL MARX
            Jika kita perhatikan bahwa pemikiran marx merupakan bentuk keprihatinan mengenai nasib buruh yang amat memprihatinkan di eropa kala itu. Dalam sistem kapitalisme eropa pada saat itu buruh amat di eksploitasi tenaganya dengan upah yang sangat murah untuk memenuhi kebutuhan produksi para pemilik modal. Dalam teorinya yang terkenal surplus value, marx menggambarkan bahwa dalam suatu nilai komoditas buruh hanya mendapat jatah yang merupakan sebagian dari biaya produksi, sedangkan yang menjadi surplus dari komoditas tersebut tidak dinikmati sama sekali oleh para buruh. Hal ini yang kemudian mendasari munculnya teori sosialisme marxisme.

Nur asiah aisyah zaldi KPI 1C_Tugas 4_max weber

Max Weber
The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
            Dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, buku ini banyak menjelaskan mengenai masalah kebenaran dan interpretasi sejarah baik yang materialistis maupun yang idealistis sebagai pola-pola teoretis yang menyeluruh.
            Menurut Weber (dalam salim, 2002) bentuk rasionalitas manusia meliputi mean (alat) yang menjadi sasaran utama serta ends (tujuan) yang meliputi aspek cultural, sehingga dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya orang besar mampu hidup dengan pola pikir yang rasional yang ada pada seperangkat alat yang dimiliki dan kebudayaan yang mendukung kehidupannya.
           

Rusnawati sani KPI 1 C_Tugas4_Buku MAX WABER

BUKU MAX WEBER
1.     1.  The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
           Dalam karyanya ini, ia memusatkan perhatian pada Protestantisme terutama sebagai sebuah gagasan yang lain, yaitu kapitalisme, dan akhirnya terhadap system ekonomi kapitalis.             Weber menyatakan bahwa ketelitian yang khusus, perhitungan dan kerja keras dari Bisnis Barat di dorong oleh perkembangan etika Protestan yang mucul pada abad ke – 16 dan di gerakan oleh doktrin calvinisme, yaitu doktrin tentang takdir. Pemahaman tentang takdir menuntut adanya kepercayaan bahwa tuhan telah memutuskan tentang keselamatan dan kecelakaan.

Raaafazaahirah_KPI1A_Tugas4_sosiologi_Max Weber

1. Economic and society

Di dalam buku ini menjelaskan tetang tipe-tipe ideal. Tipe –tipe ideal adalah salah satu sumbangan terpenting dari Max Weber untuk sosiologikontemporer.seperti yang kita ketahui bahwa Weber percaya bahwa tanggung jawab sosiolog adalah mengembangkan perangkat konseptual,yang kemudian dapat digunakan oleh sejarawan dan sosiolog. Perangkat konseptual tersebut disebut juga dengan tipe ideal:


Raafazaahirah_KPI1A_Tugas4_sosiologi_Max Weber

1. Economic and society

Di dalam buku ini menjelaskan tetang tipe-tipe ideal. Tipe –tipe ideal
adalah salah satu sumbangan terpenting dari Max Weber untuk sosiologi
kontemporer.seperti yang kita ketahui bahwa Weber percaya bahwa
tanggung jawab sosiolog adalah mengembangkan perangkat konseptual,yang
kemudian dapat digunakan oleh sejarawan dan sosiolog. Perangkat
konseptual tersebut disebut juga dengan tipe ideal:



Tipe ideal dibentuk oleh aksentuasi satu sisi dari satu atau lebih
sudut pandang dan oleh sintesis dari begitu banyak fenomena individual
konkret yang kabur, khas, kadang kala kentara dan kadang –kadang
tidak, yang diatur menurut sudut pandang satu sisi ke dalam konstruk
analitis terpadu. ...dalam kemurnian konseptualnya, konstruk menta
ini...secara empiris tidak dapat ditemukan di dalam realitas.

(Weber,1903-17/1949:90)

Tipe-tipe ideal merupakan perangkat heuristik, mereka berguna dan
membantu dalam melakukan penelitian empiris dan dalam memahami aspek
tertentu dari dunia sosial (individu historis). Seperti yang dikatakan
Lachman, "pada dasarnya tipe ideal adalah tolak ukur" (1971:26), atau
menurut Kalberg, "standar pembanding"(1994:87). Inilah yang dikatakan
Weber : "fungsinya adalah alat pembanding dengan realitas empiris
untuk menentukan ketidaksesuaian atau kemiripan, untuk
menggambarkannya dengan konsep yang paling dapat dipahami secara
tepat,dan untuk menentukan dan menjelaskannya secara kausal
(1903-17/1949:43). Sebagai contoh, ilmuan sosial akan mengontruksi
tipe ideal birokrasi berdasarkan atas keterlibatan mereka dengan data
sejarah.tipe ideal ini kemudian dapat dibandingkan dengan birokrasi
aktual.peneliti mencari ketidaksesuaian dan pada kenyataan riil dari
tipe ideal rata-rata.selanjutnya, mencari sebab-sebab ketidaksesuaian
dan penyimpangan ini. Beberapa alasan tipikal bagi ketidaksesuaian ini
adalah:

a) Tindakan birokat yang didasarkan pada informasi yang keliru.

b) Kesalahan strategi, terutama yang dilakukan oleh para pemimpin
birokrasi.

c) Kesalahan logika yang menopang tindakan pemimpin dan pengikut.

d) Keputusan birokratis yang didasarkan pada perasaan.

e) Segala irasionalitas dalam tindakan pemimpin dan pengikut birokrasi.

Sejalan dengan upaya Weber untuk menemukan titik tengah antara
pengetahuan nomotetis dengan pengetahuan idiografis, ia berpendapat
bahwa tipe-tipe ideal tidak boleh terlalu spesifik. Sebagai contoh,
pada kasus agama ia menolak tipe-tipe ideal sejarah agama secara umum,
namun ia pun harus bersikap kritis terhadap tipe-tipe ideal fenomena
yang sangat spesifik, seperti pengalaman keagamaan individual.
Tipe-tipe ideal justru dikembangkan dari fenomena antara, seperti
Calvinisme, pietisme, Metodisme, Baptisme (Weber,1904-05/1958).

Penggunaan kata ideal ideal atau utopia tidak boleh diartikan bahwa
konsep yang digambarkan tersebut dari sudut pandang mana pun adalah
yang terbaik di antara yang mungkin. Menurut Weber, istilah ini
berarti bahwa bentuk yang digambarkan dalam konsep tersebut jarang,
jika pernah, di temukan di dunia nyata. Sebaliknya Weber berargumen
bahwa tipe ideal tidak harus positif atau benar, bisa saja ia sama
sekali tidak dapat diterima secara moral atau bersifat negatif
(1903-17/1949).

Hekman (1983:38-59) juga mengakui bahwa Weber menawarkan beberapa
macam tipe ideal:

a. Tipe ideal historis. Ini terkait dengan fenomena yang
ditemukan pada epos sejarah tertentu.

b. Tipe ideal sosiologis umum. Ini terkait dengan fenomena yang
bersinggung dengan beberapa periode historis dan masyarakat.

c. Tipe ideal tindakan.merupakan tindakan murni yang didasarkan
pada motivasi pelaku.

d. Tipe ideal struktural. Merupakan sebab dan akibat tindakan sosial.



2. The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism

Di dalam buku ini menjelaskan kausalitas. Aspek lain dari metodologi
Weber adalah komitmennya pada studi kausalitas (Ringer,1997:75). Weber
cenderung melihat study sebab-sebab fenomena sosial berada dalam
wilayah sejarah bukan sosilogi. Namun ketika sosiologi dan sejarah
tidak dapat dipisahkan secara jelas dalam karya subtantif Weber, isu
kausalitas tetap relavan bagi sosiologi. Ini juga merupakan tempat
bagi Weber untuk mengombinasikan pendekatan nomotetis dengan
idiografis.

Yang Weber maksud dengan kausalitas adalah kemungkinan suatu peristiwa
diikuti atau disertai peristiwa lain. Menurut dia tidak cukup hanya
mencari keajekan historis, pengulangan, dan keparalelan, sebagaimana
yang dilakukan sebagai sejarawan. Namun peneliti harus melihat alasan,
sekaligus makna, perubahan-perubahan historis.

Meskipun Weber dapat dipandang memiiki model kausal satu jalan yang
berlawanan dengan mode penalaran dialektis Mark, dalam sosiolgi
subtantifnya ia selalu menyelaraskan hubungan antara ekonomi,
masyarakat, politik, organisasi, stratifikasi sosial, agama, dan lain
sebagainya. Jadi Weber bekerja dengan pendekatan multikausaldi mana "
sekumpulan pengaruh interaktif sering kali menjadi faktor kausal
efektif".

Weber cukup jelas ketika membicarakan isu keragam kausalitas dalam
studinya tentang hubungan antara protestanisme dengan semangat
kapitalisme, meskipun terkadang ditafsirkan lain. Sebenarnya hanya
ingin menyatakan bahwa etika protestan adalah salah satu faktor kausal
munculnya semangat kapitalismemodern.

Dan beginilah weber mengemukakan pandangannya:



Sejauh mungkin kita harus menjelaskan cara dan arah umum... gerakan
agama dalam mempengaruhi perkembangan budaya materi. Baru ketika hal
ini ditentukan dengan akurasi yang pas lah upaya dapat dilakukan untuk
memperkirakan sejauh mana perkembangan hisroris kebudayaan modern
dapat dilekatkan pada kekuatan religius dan sejauh mana pada kekuatan
lainnya.

(Weber,1904-05/1958:91-92).

Pemikiran Weber tentang kausalitas terkait erat dengan upayanya
memahami konflik antara pengetahuan nomotetis akan berargumen bahwa
terdapat hubungan pasti antara fenomena sosial, sementara pendukung
perspektif idiografis cenderung hanya melihat hubungan acak antara
entitas-ettitas tersebut. Seperti biasa, Weber mengambil posisi tengah
yang disajikan dalam konsep "kausalitas yang tepat". Istilah konsep
kausalitas yang tepat adalah mengadopsi pandangan bahwa hal terbaik
yang dapat kita lakukan dalam sosiologi adalah membuat pernyataan
parobabilistik tentang hubungan antara fenomena sosial.



Nama :Raafa Zaahirah

Nim :1113051000046

Aden Ahmad Jainudin_PMI3_Tugas4_Kritis Marxisme dan marx

Teori Kritis

Istilah teori kritis pertama kali ditemukan Max Hokheimer pada tahun 30-an. Awalnya teori kritis berarti pemaknaan kembali gagasan-gagasan ideal modernitas berkaitan dengan nalar dan kebebasan. Pemaknaan ini dilakukan dengan mengungkap deviasi dari gagasan-gagasan ideal tersebut dalam bentuk saintisme, kapitalisme, industri kebudayaan, dan institusi politik borjuis.

Dira Rohmatun KPI1C_Tugas4_Max Weber

MAX WEBER

The Protestant Ethic And The Spirit Of Capitalism

Dalam The Protestant Ethic And The Spirit Of Capitalism, Weber menyatakan bahwa ketelitian yang khusus, perhitungan dan kerja keras dari Bisnis Barat didorong oleh perkembangan etika Protestan yang muncul pada abad ke-16 dan digerakkan oleh doktrin Calvinisme, yaitu doktrin tentang takdir. Pemahaman tentang takdir menuntut adanya kepercayaan bahwa Tuhan telah memutuskan tentang keselamatan dan kepercayaan. Dalam kondisi ini menurut Weber, pemeluk Calvinisme mengalami "panic terhadap keselamatan." Cara untuk menenangkan kepanikan tersebut adalah orang harus berpikir bahwa seseorang tidak akan berhasil tanpa diberkahi Tuhan.

Syahrul Hidayanto KPI 1 C_Tugas 4_Max Weber

Economy and Society
Dalam bukunya yang berjudul Economy and Society (1910-1914), Max Weber berpendapat bahwa tindakan sosial dan sistem politik mempengaruhi sistem ekonomi. Weber juga menyajikan Tipe-tipe ideal yang terdiri atas campuran dari definisi, klasifikasi, dan hipotesis spesifik yang tampaknya sulit diseleraskan dengan pernyataan-pernyataan Weber.

Nur Kholifah KPI 1/A_Tugas 4 Sosiologi_Max Weber

MAX WEBER
A.  Protestan Ethic and Spirit of  Capitalism (1904-05/1958)
Protestan Ethic and spirit of Capitalsm  adalah sebuah buku yang ditulis oleh Max Weber  seorang ekonom dan sosiolog Jerman pada tahun 1904 dan 1905. Edisi awal dari buku ini ditulis dalam bahasa Jerman dan berjudul "Die Protestantische Ethik und der 'Geist' des Kapitalsmus. Kemudian buku ini diterjemahkan kedalam bahasa inggris pada tahun 1930.

Cari Blog Ini