Senin, 07 Oktober 2013

hadisa putra beane_kpi1b_tugas5_teori kritis dan marxisme

KARL MARX
TEORI KRITIS
1. Pengertian Teori Kritis
 
Menurut pandangan Karl Marx, teori kritis adalah buah hasil pemikiran dari sekelompok neo-Marxis yang tidak puas akan adanya teori Marxian (Bernstein, 1995; Kellner, 1993, untuk tinjauan yang lebih luas,bisa dilihat di Agger, 1998), terutama kecenderungan yang menuju determinasi ekonomi. Teori kritis kemudian mulai berkembang keberbagai negara,yang telah melampaui batas mulai dari anggota dan organisasinya. Walaupun pemikiran ini muncul dan tumbuh dari sosiologi Amerika, namun orientasinya lebih cenderung ke pemikir Eropa.
 
Adapun teori kritis yang diambil dari beberapa aspek, antara lain adalah :
a.    Kritik terhadap teori Marxian
     Teoristis ini merasa sangat terganggu dengan para pemikir Marxian yang menganut determinasi ekonomi yang mekanistis. Ada beberapa orang yang mengkritisi bahwa determinasi yang tersirat dibagian tertentu dari pemikiran asli Marx, tetapi kritik ini lebih ditekankan kepada kelompok neo-Marxis karena mereka menganggap bahwa marx memiliki pemikiran dan penafsiran secara mekanistis. Selain menyinggung teori Marx , tetapi aliran kritis ini juga menyerang masyarakat bekas negara Uni Soviet yang berppura-pura dibangun berdasarkan teori Marxia
 
b.      Kritik terhadap Positivisme
   Kritik terhadap positivisme kurang dari sebagian berkaitan dengan kritik terhadap determinasi ekonomi karena para pemikir determinasi ekonomi banyak yang mendukung akan halnya teori positivisme tentang pengetahuan. Terkadang positivisme dapat digambarkan sebagai perwakilan dalam berbagai hal. Para penganut positivisme sendiri pun berkeyakinan bahwa pengetahuan dapat bersifat netral, dan kemudin bisa mencegah pemikiran akan nilai-nilai kemanusiaan kedalam pemikiran mereka.
   Aliran kritis pun sangat menentang positivisme dengan berbagai macam alasan. Pertama,positivisme cenderung melihat kehidupan sosial sebagai proses alamiah, yang berakibat bahwa aktivitas manusia tidak terlalu penting karena mereka lebih memusatkan perhatiannya kepada kekuatan ilmiah.
 
 
 
c.       Kritik terhadap Sosiologi
   Kenapa sosiologi diserang oleh "keilmiahannya"? jawabannya adalah,karena menjadikan sebuah metode ilmiah sebagai tujuan didalam dirinya sendiri. Aliran kritis menganggap bahwa sosiologi tidak mampu untuk mengkritik masyarakatnya, dan tidak mampu untuk mengubah struktur sosial dimasa kini yang sudah begitu berkembang. Aliran ini menganggap bahwa,para sosiolog lebih memperhatikan masyarakat sebagai satu kesatuan atau kelompok, tetapi bukan melihat masyarakat sebagai individu.
 
d.      Kritik terhadap Masyarakat Modern
   Kalau dilihat dalam berbagai karya aliran kritis,karya-karya tersebut lebih ditunjukan kepada masyarakat modern dan komponen-komponen yang terkandung didalamnya. Pemikiran antara penganut teori Marxian dan aliran kritis sangat berbanding terbalik diantara keduanya, kalau teori Marxian lebih tertuju kepada bidang ekonomi, namun aliran kritis lebih suka memusatkan perhatiannya kepada kultural karena menganggap kultur sebagai realitas masyarakat kapitalis modern. Selain itu Marx memberi pandangan bahwa sebuah teknologi bukanlah sebuah ancaman yang selalu memberikan dampak negatif, melainkan Marx menganggap teknologi harus menjadi dampak yang bisa membangun masyarakat yang lebih baik lagi.
 
e.       Kritik terhadap Kultur
   Banyak dari para aliran kritis melontarkan begitu banyak kritikan yang begitu pedas tentang sebuah "industri kultur" yang dimana sebuah struktur yang dirasionalkan dan dibirokrasikan (contohnya media massa) yang terlalu mengambil alih kultur modern. Perhatian mereka lebih terpusat kepada superstruktur Marxian dibandingkan dengan ekonomi. "Industri kultur" dianggap sebagai sebuah kultur yang sudah mempunyai pengaturan tersendiri, kemudian tidak real karena dianggap sebuah ajang bisnis didalamnya karena bisa dimaterialkan. Hal ini sangat dicemaskan apabila kepalsuan ini disusun, lalu diproduksi dan disebarkan ditengah-tengah massa yaitu masyarakat, yang dikhawatirkan bersifat menentramkan, menindas dan membius dari industri kultur kepada rakyat.
 
MARXISME
Marxisme adalah sebuah paham yang memfokuskan pada pemikiran dan ajaran Karl Marx dalam menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Lahirnya marxisme merupakan bentuk awal dari penolakan marx terhadap sistem kapitalis, dimana saat itu marx melihat telah terjadi kesenjangan sosial yang dipraktekkan oleh masyarakat Eropa dimana kaum-kaum yang berasal dari bangsawan (borjuis) telah menguasai kaum bawahan (buruh). Saat itu kaum buruh (proletar) dipaksakan untuk bekerja hanya demi segelintir kaum bangsawan. Dengan kata lain, lahirnya Marxisme adalah beranjak dari konteks masyarakat industri Eropa abad ke-19, dengan semua ketidakadilan, eksploitasi manusia khususnya kelas bawah / kelas buruh (proletar).
Menurut Karl Marx sosialisme merupakan pengganti dari sistem kapitalisme. Munculnya marxisme dan teori kritismerupakan respon dari dua perspektif sebelumnya, yakni liberalisme dan realisme. Marxisme dan teori kritis menganggap bahwa liberalisme dan realisme merupakan perspektif yang terbatas, maka itu keduanya tidak fleksibel. Keduanya dapat dikatakan gagal dalam memaknai fenomena-fenomena, khususnya pada sistem internasional, yang terus berkembang. Realisme dan liberalisme dianggap hanya berpatokan pada orientasi aktor seperti power dan interest yang kurang memperhatikan proses sosial pada aktor yang pada dasarnya sudah dikrontruksi secara historis dan secara tersirat menolak kemungkinan  adanya alternatif lainnya yang berupa proses produksi sosial.
Marxisme adalah sebuah paham yang memfokuskan pada pemikiran dan ajaran Karl Marx dalam menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Lahirnya marxisme merupakan bentuk awal dari penolakan marx terhadap sistem kapitalis, dimana saat itu marx melihat telah terjadi kesenjangan sosial yang dipraktekkan oleh masyarakat Eropa dimana kaum-kaum yang berasal dari bangsawan (borjuis) telah menguasai kaum bawahan (buruh). Saat itu kaum buruh (proletar) dipaksakan untuk bekerja hanya demi segelintir kaum bangsawan. Dengan kata lain, lahirnya Marxisme adalah beranjak dari konteks masyarakat industri Eropa abad ke-19, dengan semua ketidakadilan, eksploitasi manusia khususnya kelas bawah / kelas buruh (proletar).
Menurut Karl Marx sosialisme merupakan pengganti dari sistem kapitalisme. Munculnya marxisme dan teori kritismerupakan respon dari dua perspektif sebelumnya, yakni liberalisme dan realisme. Marxisme dan teori kritis menganggap bahwa liberalisme dan realisme merupakan perspektif yang terbatas, maka itu keduanya tidak fleksibel. Keduanya dapat dikatakan gagal dalam memaknai fenomena-fenomena, khususnya pada sistem internasional, yang terus berkembang. Realisme dan liberalisme dianggap hanya berpatokan pada orientasi aktor seperti power dan interest yang kurang memperhatikan proses sosial pada aktor yang pada dasarnya sudah dikrontruksi secara historis dan secara tersirat menolak kemungkinan  adanya alternatif lainnya yang berupa proses produksi sosial.
 

Resume Bab 4 dan 5


Nama : Nur Fajrina (PMI 5)
NIM : 1111054000009
BAB IV
Sumber-Sumber Data Kependudukan Atau Demografi
Sumber-sumber data kependudukan atau demografi yang pokok mencakup dari : sensus, sistem registrasi kejadian-kejadian vital, registrasi penduduk dan survei-survei terbatas atau survei sempel, adapun sumber-sumber tambahan yang sering berguna ialah catatan-catatan dan dokumen-dokumen instansi pemerintah. Diantara sunber-sumber yang telah di sebutkan tadi, sensus merupakan sumber data yang paling utama di berbagai negara, terlebih-lebih di negara-negara berkembang.
Sejarah sensus penduduk pada mulanya mempuyai tujuan yakni untuk mengetahui data-data perorangan di setiap daerah atau negara yang tujuan utamanya adalah untuk mengetahui reit vital seperti reit kelahiran kasar, reit kematian kasar, serta migrasi. Sejak abad ke-19 sensus kependudukan telah banyak berubah baik dalam cakupan yang menjadi lebih luas dan ruang lingkup pemanfaatan yang makin meluas pula berbagai aspek telah dimasukkan dalam daftar pertanyaan sensus seperti migrasi, karakteristik ekonomi, fertilitas, dan mengenai berbagai karakteristik penduduk yang penting yang pada gilirannya dapat memenuhi kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah, non-pemerintah, serta masyarakat pada umumnya. Dewasa ini dikebanyakan negara, data yang dikumpulkan oleh sensus penduduk hanya diizinkan semata-mata sebagai bukti-bukti angka statistik saja.
Sedangkan istilah “sensus” dalam paham moderen mengandung makna perhitungan penduduk yang mencakup wilayah suatu negara. Sensus dilakukan dengan pencacahan langsung tiap orang atau rumah tangga. Perhitungan penduduk dalam suatu sensus dapat dilakukan dengan sistem de jure atau de facto, atau kombinasi dari keduanya. Suatu sensus penduduk dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pengumpulan, komplikasi dan publikasi data yang berkenaan dengan data demografi, ekonomi, dan sosial pada waktu-waktu tertentu, mencakup semua orang di suatu negara atau teritorial terbatas dengan definisi yang jelas. Ciri-ciri utama dari sensus penduduk nasional resmi mencakup kesponsoran, teretorial yang terdefinisi dengan jelas, universalitas, simultanitas, unit individual, komplikasi dan publikasi.
Sensus penduduk yang terjadi di Indonesia sama halnya seperti di lain-lain kawasan di dunia, perhitungan penduduk untuk tujuan terbatas seperti untuk perpajakan dan penentuan jumlah wajib kerja telah ada sejak dulu. Raja-raja Nusantara telah berusaha melakukan perhitungan jumlah rakyat masing-masing. Sedangkan sensus penduduk pada tahun 1920 barulah menggunakan sistem perhitungan kependudukan dengan de jure. Sedangkan sensus penduduk pada tahun 1930 menggunakan sistem perhitungan de facto.
Registrasi Kejadian Vital Dan Penduduk
Pada umumnya sistem registrasi kejadian-kejadian vital dibedakan dari sistem rgistrasi penduduk. Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dipelihara penguasa setempat dimana biasanya dicatat setiap kelahiran, kematian, adopsi, perkawinan, perceraian, perubahan pekerjaan, perubahan nama, dan perubahan tempat tinggal. Negara yang memelihara sistem registrasi kejadiaan-kejadian vital biasanya mewajibkan para warganya untuk segera atau dalam jangka waktu tertentu melaporkan kejadian-kejadian vital seperti kelahiran dan kematian.
Survei
Dewasa ini terdapat pusat-pusat studi kependudukan yang tersebar di berbagai penelitian kependudukan atau demografi dengan tujuan-tujuan khusus berkenaan dengan fertilitas, mortalitas, dan gerak penduduk ataupun keadaan kependudukan pada umumnya. Survai demografi pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam tiga tipe yaitu : (1) survai bertahap tunggal, hal ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan mengenai berbagai kejadian demografi yang dialami seseorang. (2) survai bertahap ganda, dilakukan kunjungan berluangkali ke rumahtangga-rumahtangga. (3) survei bertipe kombinasi, yaitu kombinasi antara survei pada tahap tunggal dan ganda dengan sistem registrasi.

BAB V
Komposisi dan Piramida Penduduk
Diantara beragam komposisi penduduk yang dapat disusun komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan yang terpenting. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin bagi suatu masyarakat penting dan baik dalam kerangka biologis, ekonomis, maupun sosial. Umpamanya penting dalam pertalian dengan angka-angka kelahiran, kematian, rasio beban tabungan, dan jumlah penduduk usia sekolah. Angka rasio jenis kelamin dapat dihitung menurut golongan-golongan umur di samping bagi penduduk tolal. Angka-angka rasio jenis kelamin menurut golongan umur ini disebut sebagai “Age Specific sex ratios”.
Pengaruh Kematian, Kelahiran, Dan Migrasi Terhadap Bentuk Piramida Penduduk
Bentuk piramida penduduk banyak ditentukan oleh keadaan fertilitas dan mortalitas. Sekitar 100 tahun diperlukan untuk menghasilkan suatu piramida baru, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menggantikan semua penduduk yang menyusun suatu piramida di suatu daerah atau negara. Turunnya mortalitas terlebih-lebih pertama-tama jika hal ini terjadi pada umur-umur yang sangat muda yaitu umur-umur permulaan kehidupan, maka dalam keadaan fertilitas tetap tinggi, secara keseluruhan umur penduduk menjadi lebih muda. Turunnya reit kematian berarti kebanyakan orang akan hidup lebih lama. Mortalitas yang tinggi dari kelompok-kelompok umur tertentu di suatu negara seperti akibat peperangan memberikan suatu yang khas pada piramida tersebut.
Dibandingkan dengan pengaruh mortalitas, pengaruh dari turunnya fertilitas lebih nyata pada bentuk piramida penduduk. Pengaruh fertilitas hanya dapat berjalan melalui golongan umur muda. Turunnya fertilitas akan jelas terlihat danberpengaruh pada bagian dasar dari piramida penduduk. Sedangkan migrasi merupakan faktor lain yang dapat mempengaruhi bentuk piramida penduduk suatu negri. Namun dewasa ini banyak negara yang jumlah penduduknya tak terlalu dipengaruhi oleh komponen migrasi.
Sedangkan cara-cara penggambaran piramida penduduk sebenarnya merupakan penyajian secara grafis jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Penggambaran piramida penduduk dapat didasarkan baik atas angka-angka mutlak maupun atas angka-angka proporsi atau persentase.

AyuWidiaSetiaMurni KPI1B_Tugas5_Karl Marx

Teori Marxisme

Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari Karl Marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis. Marxisme mencakup materialisme dialektis dan materialisme historis serta penerapannya pada kehidupan sosial. Marxisme merupakan dasar teori komunisme modern. Teori ini tertuang dalam buku Manisfesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan Friedrich Engels. Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar. Marxisme memadukan tiga tradisi intelektual yang telah berkembang pesat saat itu, yaitu filsafat Jerman, teori politik Prancis dan ilmu ekonomi Inggris.

 

Teori Kritis

Teori kritis adalah produk sekelompok neo-marxis jerman yang tak puas dengan keadaan teori marxian untuk tinjauan lebih luas terhadap teori kritis terutama kecendrungan nya menuju determinisme ekonomi. Teori kritis telah berkembang melampaui batas aliran Frankfurt. Teori kritis berasal dari dan sebagian berasal berorientasi ke pemikir Eropa,meski pengaruhnya tumbuh dalam sosiologi Amerika.Teori kritis sebagian besar terdiri dari kritik terhadap berbagai aspek kehidupan sosial dan intelektual, namun tujuan utamanya adalah mengungkapkan sifat masyarakat secara lebih akurat.

·         Kritik terhadap teori Marxian

Para teoritisi kritis begitu terusik oleh para determinis ekonomi-para Marxis mekanistis, atau mekanis (Antonio, 1981; Schroyer, 1973; Sewart, 1978). Beberapa orang (misalnya habermas, 1971) mengkritik determinisme yang tersirat dalam sebagian karya asli Marx, namun sebagian besar memusatkannya pada kritik terhadap neo-Marxis, terutama karena mereka menafsirkan karya Marx secara amat mekanistis. Teori kritis tidak mengatakan bahwa para determinis ekonomi salah ketika memusatkannya pada aspek  lain kehidupan sosial.

 

·         Kritik terhadap Positivisme

Kritik terhadap positivisme sekurangnya sebagian berkaitan dengan kritik terhadap determinisme ekonomi karena beberapa pemikir determinisme ekonomi menerima sebagian atau seluruh positivisme tentang pengetahuan.

 

·         Kritik terhadap sosiologi

Aliran kritis berpandangan bahwa sosiologi tak serius mengkritik masyarakat, tak berupaya merombak struktur sosial masa kini. Menurut aliran kritis sosiologi telah melepaskan kewajibannya untuk membantu masyarakat yang ditindas oleh masyarakat masa kini.

 

·         Kritik terhadap Masyarakat Modern

Kebanyakan  karya mazhab kritis ditunjukan untuk mengkritik masyarakat modern dan berbagai komponennya. Kalau di antara teori Marxian awal secara khusus mengarah pada ekonomi, mazhab kritis mengalihkan orientasinya ke level kultural yang dipandangnya sebagai realitas masyarakat kapitalis modern. Jadi, lous dominasi di dunia modern bergeser dari ekonomi menuju ranah kebudayaan.

 

 

Syifa fauziah_KPI 1/B_Tugas 5_Teori Karl Marx


TEORI KARL MARX
A.      MARXISME
Marisme adalah aliran yang ditujukan bagi penganut ajaran Karl Marx atau sebuah aliran filsafat yang ditujukan kepada ajaran-ajaran Karl Marx, dan para penganutnya disebut dengan marxis, aliran marxisme in lahir berawal dari suatu pertemuan dari tempat-tempat Karl Marx dalam sejarah perjuangan kelas-kelas yakni, kelahiran gerakan buruh. Lahirnya marxisme merupakan bentuk awal dari penolakan Marx terhadap sistem kapitalis, dimana saat itu marx melihat telah terjadi kesenjangan sosial yang di praktekan oleh masyarakat eropa yang mana kaum-kaum yang berasal dari bangsawan telah menguasai kaum bawaha. saat itu kaum buruh dipaksakan untuk bekerja hanya demi segelintir kaum bangsawan. Dengan kata lain, lahirnya marxisme adalah beranjak dari konteks masyarakat industri eropa abad ke-19, dengan semua ketidakadilan, eksploitasi, manusia khususnya kelas bawah atau kelas buruh. Menurut pandangan marx kondisi-kondisi dan kemungkinan-kemungkinan teknis sudah berkembang dan marubah proses produksi industrial, tetapin struktur organisasi proses produksi dan struktur masyarakat masih bertahan pada tingkat lama yang ditentukan oleh kepentingan-kepentingan kelas atas. Jadi banyak orang yang dibutuhkan untuk bekerja tetapi sedikit yang mengemudikan proses produksi dan mendapat keuntungan. Karena maksud kerja manusia yang sebenarnya adalah menguasai alam sendiri dan merealisasikan cita-cita dirinya sendiri, sehingga terjadi keterasingan manusia dari harkatnya dan dari buah atau hasil kerjanya. Karena keterasingan manusia dari hasil kerjanya dalam jumlah besar maka untuk memcahkannya juga harus bersifat kolektif dan global.
Adapun marxisme disebut materialisme historis, karena menurut teorinya bahwa arah yang ditempuh sejarah sepenuhnya ditentukan oleh sarana-sarana produksi yang materil. Marx berkeyakinan bahwa seluruh sejarah manusia akan menuju kesuatu keadaan ekonomis tertentu yaitu komunisme, dimana milik pribadi akan diganti menjadi milik bersama dan barulah kebahagiaan bangsa manusia akan tercapai, dengan kata lain bahwa kelas yang dilakukan marx secara mutlak untuk mencapai masyarakat komunis.
 
B.      TEORI KRITIS
Teori kritis adalah produk sekelompok neo-Marxis Jerman yang tak puas dengan keadaan teori Marxian terutama kecendrungannya menuju determinisme ekonomi. The Institue of Social Research, organisasi yang berkaitan dengan teori kritis ini resmi didirikan di Frankfurt, Jerman, 23 Februari 1923, meski sejumlah anggotanya telah aktiv sebelum organisasi itu didirikan (Wiggershaus, 1994). Teori kritis telah berkembang melampaui batas dari dan sebagian besar berorientasi ke pemikir eropa, meski pengaruhnya tumbuh dalam sosiologi amerika.
Teori kritis sebagian besar terdiri dari kritik terhadap berbagai aspek kehidupan sosial dan intelektual, namun tujuan utamanya adalah mengungkapkan sifat masyarakat secara lebih akurat (Bleich,1977).
 
Kritik  terhadap Teori Marxian. Teori kritis mengambil kritik terhadap teori Marxian titik tolaknya. Teoritisi kritis ini merasa sangat terganggu oleh pemikir Marxis penganut determinisme ekonomi yang mekanistis. Beberapa orang diantaranya mengkritik determinisme yang tersirat dibagian tertentu dari pemikiran asli Marx, tetapi kritik mereka sangat ditekankan pada neo-Marxis terutama karena meraka telah manafsirkan pemikiran Marx terlalu mekanistis. Teoritisi kritis tak menyatakan bahwa determinis ekonomi keliru, ketika memusatkan perhatian pada bidang ekonomi, tetapi karena mereka seharusnya juga memusatkan perhatian pada aspek kehidupan sosial yang lain.
Kritik terhadap Positivisme. Teoritisi kritis juga memusatkan perhatian terhadap filsafat yang mendukung penelitian ilmiah terutama positivisme. Kritik terhadap positivisme sekurangnya sebagian berkaitan dengan kritik terhadap determinisme ekonomi karena beberapa pemikir determinisme ekonomi menerima sebagian atau seluruh teori positivisme tentang pengetahuan. Positivisme dilukiskan sebagai mewakili barbagai hal. Positivisme menerima gagasan bahwa metode ilmiah tunggal dapat diterapkan pada seluruh bidang studi. Positivisme mengambil ilmu fisika sebagai standar kepastian dan ketepatan untuk semua disiplin ilmu. Penganut positivisme yakin bahwa pengetahuan bersifat netral. Mereka merasa bahwa mereka dapat mencegah masuknya nilai-nilai kemanusiaan ke dalam pemikiran mereka. Keyakinan ini selanjutnya menimbulkan pandangan bahwa ilmu tak berada dalam posisi mendukung bentuk tindakan sosial khusus apapun.
Kritik terhadap Sosiologi. Sosiologi diserang karena "keilmiahannya", yakni karena menjadikan metode ilmiah sebagai tujuan di dalam dirinya sendiri. Selain sosiologi dituduh menerima status quo. Aliran kritis berpandangan bahwa sosiologi tak serius mengkritik masyarakat, tak berupaya merombak struktur sosial masa kini. Menurut aliran kritis, sosiologi telah melepaskan kewajibannya untuk membantu rakyat yang ditindas oleh masyarakat masa kini. Menurut anggota aliran ini, sosiologi lebih memperhatikan masyarakat sebagai satu kesatuan ketimbang memperhatikan individu dan masyarakat. Walau sebagian besar perspektif sosiologi tidak bersalah ketika mengabaikan interaksi ini, namun pandangan ini menjadi landasan serangan aliran kritis terhadap sosiologi. Karena mengabaikan individu sosiolog dianggap tak mampu mengatakan sesuatu yang bermakna tentang perubahan politik yang dapat mengarah kesebuah masyarakat manusia dan yang adil.
Kritik terhadap Masyarakat Modern. Kebanyakan karya aliran kritis ditujukan untuk mengkritik masyarakat modern dan berbagai jenis komponennya. Kebanyakan teori Marxian awal secara tegas tertuju ke bidang ekonomi, sedangkan aliran kritis menggeser orientasinya ke tingkat kultural mengingat kultur dianggap sebagai realitas masyarakat kapitalis modern telah bergeser dari bidang ekonomi ke bidang kultural. Aliran kritis masih tetap memperhatikan masalah dominasi, meski masyarakat modern mungkin lebih didominasi oleh elemen kultural ketimbang oleh elemen ekonomi. Karena itulah kritis mencoba memusatkan perhatian pada penindasan kultural atas individu dalam masyarakat.
Dialektika. Fokus positif utama kedua dari teori kritis adalah minat pada dialtektika secara umum, dan variasi dari manifestasi spesifiknya, pada tingkat yang paling umum, pendekatan dialektika berarti fokus pada "totalitas" sosial. Paul Connertan memberikan pengertian yang baik tentang pendekatan kritis terhadap totalitas sosial: "tak ada aspek parsial dari kehidupan sosial dan tak ada fenomena yang terisolasi yang dapat dipahami kecuali ia dikaitkan dengan sejarah secara keseluruhan, kepada struktur sosial yang dibayangkan sebagai entitas global". Pendekatan ini melibatkan penolakan terhadap fokus pada setiap aspek "spesifik" dari kehidupan sosial, khususnya sistem ekonomi, di luar konteksnya yang lebih luas. Pendekatan ini juga berarti berkaitan dengan interrelasi berbagai level realitas sosial yang terpenting adalah kesadaran individu, superstruktur kultural, dan struktur ekonomi. Dialektika juga memuat rumusan metodologis, satu komponen sosial tidak dapat dikaji tanpa menyertakan komponen selebihnya. Ide ini mengandung komponen diakronik dan sinkronik. Pandangan sinkronik membawa kita pada hubungan antarkomponen masyarakat di dalem totalitas kontemporer. Pandangan diakronik memuat perhatian pada akar sejarah dari masyarakat dewasa ini dan kemungkinan masa depannya.

sumber : Teori Sosiologi Modern, George Ritzer

achmad daud darmawan _ kpi 1a - tugas 5 . karl marx

KARL MARX

 

 

A.        Marxisme

Merupakan sebuah aliran yang memfokuskan pada pemikiran dan ajaran Karl Marx dalam konteks sosial, politik, sistem ekonomi dan juga Negara. Teori ini muncul karena dimana manusia menguasai manusia yang lain, yaitu kaum kapitalis(borjuis) yang merasa sebagai penguasa yang menindas saudaranya yang lemah(proletar). Di sini Marx merasa tergugah untuk membantu kaum proletar dengan melakukan perlawanan terhadap sistem kapitalis borjuis sehingga memungkinkan untuk terjadi revolusi dalam masyarakat yang melahirkan bermasyarakat tanpa adanya perbedaan dan pertentangan. Dan disinilah sosialisme merupakan pengganti dari sistem kapitalisme tersebut. Sosialisme yang di gemborkan Marx terjadi di Negara prancis dan inggris karena di kedua negara tersebut terjadi industrialisasi modern yang memanfaatkan para pekerjanya. Dengan demikian cepat atau lambat memungkinkan revolusi dari kaum buruh. Dengan kata lain marxisme muncul berawal dari tulisan-tulisan dan ajaran karl marx, secara luas berarti paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari karl marx. Pandangan tersebut mencakup materi dialektis dan matrialisme.

Ajaran sosialisme yang ditawarkan marx sebenarnya mengarah kepada komunisme. Berikut merupakan langkah marx untuk menuju masyarakat komunis:

a.   Penghapusan semua hak waris. (saat ini terjadi di China)

b.   Pajak pendapatan di kelompokkan menurut kelas.

c.    Sentralisasi kredit di tangan negar melalui bank nasional.

d.    Sentralisasi alat komunikasi dan transportasi di tangan negara.

e.   Kewajiban semua orang untuk membangun sarana industri terutama sektor pertanian.

f.  Pendidikan gratis bagi anak-anak dan penghapusan pekerja anak.

Penerapan teori ini juga oleh negara-negara demokrasi. Sejarah revolusi yang dilakukan oleh kaum proletar terhadap kapitalis tak bisa di manipulasikan bahwa marx merupakan tokoh atau penggerak reformasi. Karena berkat marx kaum proletar telah menemukan cara untuk menggulingkan kapitalisme dan kemudian diganti dengan kesetaraan kaum. Hal yang harus di ingat lagi bahwa bukan hanya marx yang membanutu tertapi lenin-lah yang mempersiapkan strategi dalam mewujudkan revolusi sosial itu. Berkat lenin pula nama marx dan marxisme terkenal di seluruh dunia baik politik maupun akademis.

Kesimpulan Marxisme

Pemikiran Marx dalam usahanya mengembalikan kesetaraan kaum buruh(proletar) dikenal dengan Marxisme. Marxisme merupakan sebuah bentuk protes terhadap sistem kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital mengorbankan kaum proletar, banyak kaum proletar yang hidup serba kekurangan. Untuk menyejahterkan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme harus diganti dengan paham komunisme.

 

 

 

B.         Teori Kritis

 

Yaitu memahami keberadaaan struktur sosial dan politik sebagai bagian dari pengetahuan terkait dengan kehidupan sosial dan politik. Teori muncul karena ketidakadilan di dalam masyarakat seperti sistem kapitalisme tadi. Karl Marx mengkritik atas teori Marxian, positivisme, kritik terhadap sosiologi, kritik terhadap masyarakat modern, kritik terhadap kebudayaan. Teori kritis mencoba menggambarkan adanya pemaksaan yang ditentukan oleh penguasa yang kemudian menjadi tindakan manusia dan di jadikan norma budaya sosial dan pola tingkah laku. Sehingga dapat di simpulkan yang berkuasa mengatur tindakan suatu kelompok sehingga akan menjadi pola pikir dalam setiap kelompok untuk bertindak.

 

Sumber: Teori Sosiologi Modern / Ritzer

 

Vanny Rosa Marini KPI 1A_tugas 5 sosiologi_Karl Marx

Vanny Rosa Marini 
NIM: 1113051000025

 

- TEORI KRITIS -

            Teori kritis merupakan produk dari kelompok neo-Marxis Jerman yang tidak puas dengan kondisi teori Marxian, kecenderungan teori ini mengarah kepada detrminisme ekonomi. Teori kritis telah melampaui batas-batas Mazhab Frankfurt.

Kritik atas Teori Marxian

            Teorisi kritis tidak mengatakan bahwa para determinis ekonomi salah ketika memusatkan perhatian pada ranah ekonomi, namun seharusnya merekapun harus memusatkan perhatian pada aspek lain kehidupan sosial.

Kritik Positivisme

            Positivisme dipahami sebagai pandangan yang menganggap adanya metode ilmiah tunggal yang dapat diberlakukan pada seluruh bidang kajian. Positivisme mengambil ilmu-ilmu fisika sebagai standar kepastia dan ketepatan bagi seluruh disiplin.

Kritik terhadap Sosiologi

            Menurut mazhab kritis, sosiologi telah menghindar dari kewajibannya untuk membantu orang-orang yang ditindas oleh masyarakat kontemporer. Anggota mazhab ini bersikap kritis terhadap fokus sosiolog pada masyarakat secara keseluruha daripada individu.

Kritik terhadap Masyarakat Modern

            Pandangan mazhab kritis adalah bahwa di masyarakat modern represi yang ditimbulkan oleh rasionalitas telah menggeser eksploitasi ekonomi sebagai masalah sosial dominan, seperti yang dijelaskan oleh Trent Schroyer.

Kritik terhadap Kebudayaan

            Teoritisi kritis melancarkan kritik signifikan terhadap industri kebudayaan, Struktur rasional dan birokratis yang mengendalikan kebudayaan modern. Mereka mencemaskan kepalsuan yang ada didalamnya.

 

- MARXISME -

          Marxisme merupakan sebuah paham yang mengikuti pandangan Karl Marx, ia menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Marxisme mencakup materialisme dialektis dan materialisme historis.

Marxisme merupakan dasar teori komunisme modern dan sebuah bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Marxisme memadukan tiga tradisi intelektual yang telah berkembang pesat saat itu, yaitu filsafat Jerman, teori politik Prancis dan ilmu ekonomi Inggris.


Sumber: Ritzer, G., & Goodman, D. J. 2008. TEORI SOSIOLOGI MODERN. Bantul: KREASI WACANA.

Vanny Rosa Marini KPI 1A_tugas 5 sosiologi_Karl Marx

Vanny Rosa Marini 
NIM: 1113051000025

 

- TEORI KRITIS -

            Teori kritis merupakan produk dari kelompok neo-Marxis Jerman yang tidak puas dengan kondisi teori Marxian, kecenderungan teori ini mengarah kepada detrminisme ekonomi. Teori kritis telah melampaui batas-batas Mazhab Frankfurt.

Kritik atas Teori Marxian

            Teorisi kritis tidak mengatakan bahwa para determinis ekonomi salah ketika memusatkan perhatian pada ranah ekonomi, namun seharusnya merekapun harus memusatkan perhatian pada aspek lain kehidupan sosial.

Kritik Positivisme

            Positivisme dipahami sebagai pandangan yang menganggap adanya metode ilmiah tunggal yang dapat diberlakukan pada seluruh bidang kajian. Positivisme mengambil ilmu-ilmu fisika sebagai standar kepastia dan ketepatan bagi seluruh disiplin.

Kritik terhadap Sosiologi

            Menurut mazhab kritis, sosiologi telah menghindar dari kewajibannya untuk membantu orang-orang yang ditindas oleh masyarakat kontemporer. Anggota mazhab ini bersikap kritis terhadap fokus sosiolog pada masyarakat secara keseluruha daripada individu.

Kritik terhadap Masyarakat Modern

            Pandangan mazhab kritis adalah bahwa di masyarakat modern represi yang ditimbulkan oleh rasionalitas telah menggeser eksploitasi ekonomi sebagai masalah sosial dominan, seperti yang dijelaskan oleh Trent Schroyer.

Kritik terhadap Kebudayaan

            Teoritisi kritis melancarkan kritik signifikan terhadap industri kebudayaan, Struktur rasional dan birokratis yang mengendalikan kebudayaan modern. Mereka mencemaskan kepalsuan yang ada didalamnya.

 

- MARXISME -

          Marxisme merupakan sebuah paham yang mengikuti pandangan Karl Marx, ia menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Marxisme mencakup materialisme dialektis dan materialisme historis.

Marxisme merupakan dasar teori komunisme modern dan sebuah bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Marxisme memadukan tiga tradisi intelektual yang telah berkembang pesat saat itu, yaitu filsafat Jerman, teori politik Prancis dan ilmu ekonomi Inggris.

Minggu, 06 Oktober 2013

Ryan Alamsyah_KPI 1 C_Tugas 5_ Karl Marx


MARXISME
Marxisme adalah sebuah paham yang memfokuskan pada pemikiran dan ajaran Karl Marx dalam menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Lahirnya marxisme merupakan bentuk awal dari penolakan marx terhadap sistem kapitalis, dimana saat itu marx melihat telah terjadi kesenjangan sosial yang dipraktekkan oleh masyarakat Eropa dimana kaum-kaum yang berasal dari bangsawan (borjuis) telah menguasai kaum bawahan (buruh). Saat itu kaum buruh (proletar) dipaksakan untuk bekerja hanya demi segelintir kaum bangsawan. Dengan kata lain, lahirnya Marxisme adalah beranjak dari konteks masyarakat industri Eropa abad ke-19, dengan semua ketidakadilan, eksploitasi manusia khususnya kelas bawah / kelas buruh (proletar).
Menurut Karl Marx sosialisme merupakan pengganti dari sistem kapitalisme. Munculnya marxisme dan teori kritis merupakan respon dari dua perspektif sebelumnya, yakni liberalisme dan realisme. Marxisme dan teori kritis menganggap bahwa liberalisme dan realisme merupakan perspektif yang terbatas, maka itu keduanya tidak fleksibel. Keduanya dapat dikatakan gagal dalam memaknai fenomena-fenomena, khususnya pada sistem internasional, yang terus berkembang. Realisme dan liberalisme dianggap hanya berpatokan pada orientasi aktor seperti power dan interest yang kurang memperhatikan proses sosial pada aktor yang pada dasarnya sudah dikrontruksi secara historis dan secara tersirat menolak kemungkinan  adanya alternatif lainnya yang berupa proses produksi sosial.
TEORI KRITIS
Teori kritis adalah produk sekelompok neo-Marxis Jerman yang tak puas dengan teori Marxian (Bernstein, 1995; Kellner, 1993), terutama kecendrungannya menuju determinasi ekonomi. Teori kritis berasal dari dan sebagian besar berorientasi ke pemikir Eropa, meski pengaruhnya  tumbuh dalam sosiologi Amerika (Marcus, 1999; van den Berg, 1980). Teori kritis sebagian besar terdiri dari kritik terhadap berbagai aspek kehidupan sosial dan intelektual, namun tujuan utamanya adalah menguangkapkan sifat masyarakat secara lebih akurat.
Penindasan dalam teori kritis maupun Marxis mempunyai arti yang relatif sama yaitu ketika setiap manusia tidak mempunyai kebebasan dalam menentukan nasibnya sendiri. Namun yang perlu digarisbawahi adalah penindasan di sini lebih ditekankan Marxis pada eksploitasi ekonomi ketika manusia tidak dapat mengakses sumber produksi. Sementara itu penindasan dialamatkan teori kritis pada serangkaian kegiatan yang menghegemoni pemikiran manusia. Teoritisi kritis tidak mengatakan bahwa para determinis ekonomi salah ketika memusatkan perhatiannya pada ranah ekonomi, namun seharusnya mereka pun harus memusatkan perhatian pada aspek lain kehidupan sosial. Beberapa tokoh yang terkenal dengan teori kritis adalah Horkheimer, Adorno, Marcuse, dll.
Teori kritis mencoba untuk menggambarkan adanya "pemaksaan" sistematis dan persuasif yang dibentuk oleh pemilik kepentingan yang mempunyai kekuasaan untuk membentuk ide dan pandangan manusia yang kemudian akan menentukan pola tindakan manusia tersebut yang kemudian akan dijadikan norma budaya sosial yang membentuk peradaban manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa hegemoni bekerja pada ranah ideologi dimana pihak yang berkuasa dapat memperoleh legitimasi dan pembenaran atas tindakannya.
1.      Kritik atas Teori Marxian

Teori kritis menjadikan teori-teori Marxian sebagai pijakan awal kritiknya. Teori ini begitu terusik oleh para determinis ekonomi, para Marxis mekanistis, atau mekanis. Teoretisi kritis tidak mengatakan bahwa para determinis ekonomi salah ketika memusatkan perhatiannya pada ranah ekonomi, namun seharusnya mereka pun harus memusatkan perhatian pada aspek lain kehidupan social.
2.      Kritik Positivisme

Teoretisi kritis juga memusatkan perhatian pada dukungan filosofis terhadap penelitian ilmiah, khususnya yang beraliran positivisme. Positivisme dipahami sebagai pandangan yang menganggap adanya metode ilmiah tunggal yang dapat diberlakukan pada seluruh bidang kajian. Pada dasarnya positivisme bersifat konserfatif, tidak mampu menantang system yang ada.
3.      Kritik terhadap sosiologi

Mazhab kritis berpandangan bahwa sosiologi tidak secara serius mengkritik masyarakat atau melempaui struktur social yang ada, dan telah menghindar dari kewajibannya untuk membantu orang-orang yang ditindas oleh masyarakat kontemporer.

4.      Kritik terhadap masyarakat modern
Kebanyakan karya Mazhab kritis ditunjukan untuk mengkritik masyarakat modern dan berbagai komponennya. Pandangan mazhab kritir bahwa dimasyarakat modern represi yang ditimbulkan oleh rasionalitas telah menggeser eksploitasi ekonomi sebagai masalah social dominan.

5.      Kritik terhadap kebudayaan
Ada dua hal yang dikhawatirkan para pemikir kritis terhadap industry ini. Pertama, mereka mencemaskan kepasluan yang ada didalamnya. Mereka menganggapnya sebagai gagasan yang telah dikemas sebelumnya, yang dihasilkan secara missal dan disebarluaskan kepada masa oleh media. Kedua, para teori kritis terusik oleh efek menaklukkan, refresif, dan membodohkan bagi masyarakat.
 
Sumber : Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern Penulis: George Ritzer & Douglas J. Goodman Penerbit: Kreasi Wacana.


Halida Septianidar-KPI IA-tugas 5- Karl Marx

Karl Marx

a.      Teori Kritis

Teori kritis adalah produk dari sekelompok neo-Marxis Jeran yang tidak puas dengan kondisi teori Marxian (Bernstein, 1995; Kellner,  1993; untuk pandangan yang lebih luas tentang teori kritis, baca Agger, 1998), khususnya kecendrungan teori ini ke arah determinisme ekonomi.

1.      Kritik atas Teori Marxian

Para teoritisi kritis begitu terusik oleh para determinis ekonomi-para Marxis mekanistis, atau mekanis (Antonio, 1981; Schroyer, 1973; Sewart, 1978). Beberapa orang (misalnya habermas, 1971) mengkritik determinisme yang tersirat dalam sebagian karya asli Marx, namun sebagian besar memusatkannya pada kritik terhadap neo-Marxis, terutama karena mereka menafsirkan karya Marx secara amat mekanistis. Teori kritis tidak mengatakan bahwa para determinis ekonomi salah ketika memusatkannya pada aspek  lain kehidupan sosial.

2.      Kritik Positivisme

Teori kritis juga memusatkan perhatian pada dukungan filosofis terhadap penelitian ilmiah, khususnya yang beraliran positivisme. Positivisme dipahami sebagai pandangan yang menganggap adanya metode ilmiah tunggal yang dapat diberlakukan pada seluruh bidang kajian. Positivisme mengambil ilmu-ilmu fisika sebagai standar kepastian dan ketepatan bagi seluruh disiplin.

3.      Kritik terhadap Sosiologi

Sosiologi diserang karena "saintisme"-nya, yaitu karena menjadikan metode ilmiah sebagai tujuan itu sendiri. Mazhab kritis berpandangan bahwa sosioloi tidak secara serius mengkritik maasyarakat atau melampaui struktur sosial yang ada.

4.      Kritik terhadap Masyarakat Moodern

Kebanyakan  karya mazhab kritis ditunjukan untuk mengkritik masyarakat modern dan berbagai komponennya. Kalau di antara teori Marxian awal secara khusus mengarah pada ekonomi, mazhab kritis mengalihkan orientasinya ke level kultural yang dipandangnya sebagai realitas masyarakat kapitalis modern. Jadi, lous dominasi di dunia modern bergeser dari ekonomi menuju ranah kebudayaan.

5.      Kritik terhadap kebudayaan

Teori kritis melancarkan kritik signifikan terhadap apa yang mereka sebut dengan "industri kebudayaan" struktur rasional dan biokratis (misalnya, jaringan televisi) yang mengendalikan kebudayaan modern.

b.      Marxisme

Marxisme adalah sebuah paham yang memfokuskan pada pemikiran dan ajaran Karl Marx dalam menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. Lahirnya marxisme merupakan bentuk awal dari penolakan marx terhadap sistem kapitalis, dimana saat itu marx melihat telah terjadi kesenjangan sosial yang dipraktekkan oleh masyarakat Eropa dimana kaum-kaum yang berasal dari bangsawan (borjuis) telah menguasai kaum bawahan (buruh). Saat itu kaum buruh (proletar) dipaksakan untuk bekerja hanya demi segelintir kaum bangsawan. Dengan kata lain, lahirnya Marxisme adalah beranjak dari konteks masyarakat industri Eropa abad ke-19, dengan semua ketidakadilan, eksploitasi manusia khususnya kelas bawah / kelas buruh (proletar).

Menurut Karl Marx sosialisme merupakan pengganti dari sistem kapitalisme. Munculnya marxisme dan teori kritismerupakan respon dari dua perspektif sebelumnya, yakni liberalisme dan realisme. Marxisme dan teori kritis menganggap bahwa liberalisme dan realisme merupakan perspektif yang terbatas, maka itu keduanya tidak fleksibel. Keduanya dapat dikatakan gagal dalam memaknai fenomena-fenomena, khususnya pada sistem internasional, yang terus berkembang. Realisme dan liberalisme dianggap hanya berpatokan pada orientasi aktor seperti power dan interest yang kurang memperhatikan proses sosial pada aktor yang pada dasarnya sudah dikrontruksi secara historis dan secara tersirat menolak kemungkinan  adanya alternatif lainnya yang berupa proses produksi sosial.

 

Amatullah aliyah KPI 1A_Tugas sosiologi 5_karl marx

Teori Kritis

            Teori kritis adalah produk dari sekelompok neo-Marxis Jerman yang tidak puas dengan kondisi teori Marxian, khususnya kecenderungan teori ini ke arah determinisme ekonomi. Teori kritis telah melampaui batas-batas madzhab Frankfurt. Dahulu dan sebagian besar pada masa kini, teori kritis berorientasi Eropa, meskipun pengaruhnya kedalam sosiologi Amerika tumbuh semakin pesat.
 
Kritik terhadap Teori Kritis
 
            Sejumlah kritik diarahkan pada teori kritis. Pertama, teori kritis dituduh terlalu ahistoris, menelaah berbagai eristiwa tanpa banyak memperhatikan konteks hisoris dan komperatifny seperti, Nazisme pada tahun 1930-an, anti-Semistisme pada tahun 1940-an, revolusi mahasiswa pada tahun 1960-an. Ini merupakan satu kritik terhadap teori marxian, yang seharusya historisdan komparatif. Kedua, Madzhab kritis, seperti telah kita ketahui, secara umum mengabaikan ekonomi. Sehingga terkait dengan itu teoretisi kritis cenderung berargumen bahwa kelas pekerja tidak lagi menjadi kekuatan revolusioner, pendapat yang bertolak belakang dengan analisis marxian tradisional.
Kritik atas Teori Marxian. Teori kritis menjadika teori-teori Marxian sebagai pijakan awal kritiknya. Pada teoritis kritis begitu terusik oleh para determinis ekonomi para marxis mekanitis, atau mekanis. Beberapa orang mengkeritik detrminisme yang tersirat dalam beberapa karya asli marx, namun sebagian besar memusatkan perhatiannya pada kritik terhadap neo marxix, terutama karena mereka menafsirkan karya marx secara amat mekanitis.

Marxisme

            Marxisme merupakan paham yang berpusat pada pandangan, pemikiran karl marx .Menurut Karl Marx sosialisme merupakan pengganti dari sistem kapitalisme. Munculnya marxisme dan teori kritismerupakan respon dari dua perspektif sebelumnya, yakni liberalisme dan realisme. Marxisme dan teori kritis menganggap bahwa liberalisme dan realisme merupakan perspektif yang terbatas. Keduanya dapat dikatakan gagal dalam memaknai fenomena-fenomena, khususnya pada sistem internasional, yang terus berkembang. Realisme dan liberalisme dianggap kurang memperhatikan proses sosial pada aktor yang pada dasarnya sudah dikrontruksi secara historis dan secara tersirat menolak kemungkinan  adanya alternatif lainnya yang berupa proses produksi sosial.
 
Sumber : teori sosiologi - Oleh Ritzer, G., & Goodman
Nama : Amatullah aliyah
Nim : 111305100022.

Cari Blog Ini