Minggu, 20 Oktober 2013

TUbagus Zhiya KPI 1A - Tugas 6_ metode sosiologi

METODE-METODE SOSIOLOGI

Sosiologi sebagai ilmu pengetahan tentu saja juga menggunakan metode ilmiah dalam memahami dan mengerti masyarakat dari hubungan-hubungan antar-manusia. Yang dimaksud metodologi dalam sosiologi adalah cara kerja dalam mengkaji objek kajian sosiologi. Dan yang dimaksud metode ilmiah adalah merumuskan masalah melalui observasi objek kajian dari ilmu itu sendiri.  pada dasarnya ada dua metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu:


1.      Metode Kualitatif

Metode ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang, di samping juga tentang peranan organisasi, pergerakan sosial, atau hubungan timbal balik. Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat kualitatif.

Metode-metode  ang termasuk dalam metode kulitatif adalah:

a.       Metodie historis

Metode ini menggunakan hasil analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau atau sejarah yang kemudian dirumuskan terhadap prinsip-prinsip Umum.

b.      Metode komparatif

Metode ini memanfaatkan perbandingan antara macam-macam masyarakat guna mendapatkan perbedaan beserta persamaanya

c.  metode studi kasus

Metode ini digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa ternetu.

Dengan menggunakan wawancara,pertanyaan-pertanyaan dan daftar pertanyaan sebagai jalan untuk meneliti kebenaran peristiwa tersebut.

 

2.      Metode kuantitatif

Metode kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan bahan-bahan penelitian berupa angka-angka sehingga gejala yang diteliti dapat diukur dengan skala, neraca, indeks, table, dan formula, termasukdalam hal ini adalah metode statistic, yaitu gejala masyarakat sebelum diteliti dikuatifikasi lebih dahulu.

Selain metode diatas, ada metode–metode atau penalaran lain yang perlu dipahami, antara lain:

 

a.       Metode deduktif, metode berpikir yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus. Dalam hal ini, data-data dan fakta dianalisis berdasarkan panduan teori atau kesimpulan umum yang telah ada.

b.      Metode induktif, yaitu metode berpikir dengan mempelajari gejala-gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Metode ini adalah cara menarik kesimpulan umu dari data dan fakta yang diperoleh dari melakukan peengumpulan data di lapangan.

 c.       Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan dari pengalaman nyata yang ada di masyarakat.

 d.      Metode rasional, yaitu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk memahami suatu masyarakat.

 e.       Metode fungsional, yaitu metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-  lembaga sosialmasyarakat dan struktur sosial masyarakat.

 

rifqi anas_kpi IA_tugas6_metode-metode sosiologi

METODE-METODE SOSIOLOGI

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentu saja juga menggunakan metode ilmiah dalam memahami dan mengerti masyarakat dan hubungan-hubungan antar manusia. Menurut Paul B. Horton metode sosiologi adalah sebagai berikut:

a.       Studi Cross-Sectional dan Longitudinal.

Studi Cross-Sectional merupakan pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan studi longitudinal ialah studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan kecenderungan dan serangkaian penelitian sebelum serta sesudahnya

b.      Eksperimen Laboratorium dan Eksperimen Lapangan.

Dalam penelitian dengan Eksperimen Laboratorium, subjek orang dikumpulkan disuatu tempat selanjutnya diberi pengalaman sesuai yang diinginkan peneliti kemudian dicatat dan ditarik kesimpulannya. Sedangkan penelitian lapangan ialah penelitian diluar (laboratorium) dimana peneliti  meberikan pengalaman baru pada obyek yang diteliti dan mengamati hasilnya

c.       Peneitian pengamatan

Penelitian yang tidak berpengaruh terhadap suatu kejadian. Karena sejatinya hal ini mirip dengan sebuah experimen

Tetapi sebenarnya ada dua metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu 

 

1.      Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif.

 

a.       Metode Kualitatif adalah metode ilmiah yang mengutamakan bahan atau informasi yang nantinya akan diuji dengan berdasarkan tingkat kualitas data. Metode ini dikenal dengan metode historis dan metode kompratif yang hasil dari analisis dari gejala atas objek kajian sosologi lebih menekankan pada analisis peristiwa-peristiwa sosial yang umum.

b.      Metode Kuantitatif  Metode kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan bahan-bahan penelitian berupa angka-angka sehingga gejala yang diteliti dapat diukur skala, neraca, indeks, tabel, dan formula, termasuk dalam hal ini adalam metode statistic, yaitu gejala masyarakat sebelum diteliti dikuantifikasi lebih dahulu

1.       Wawancara (interview) : yaitu metode tanya jawab antara peneliti dan responden atau narasumber (objek yang diteliti).

2.       Pertanyaan (Questionnary) : Yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara angket kepada responden atau narasumber untuk mendapatkan suatu informasi yang diperlukan.

3.       Daftar pertanyaan (Schedules) : alat penelitian berupa daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden.

4.       Participant observer study : peneliti terjun langsung dalam kehidupan masyarakat yang diteliti tetapi tidak mempengaruhi kehidupan masyarakat tersebut dan bersifat alami

.

 

2.      Metode Induktif dan Deduktif.

a.       Metode Induktif adalah metode ilmiah yang mempelajari suatu gejala secara khusus terlebih dahulu sehingga data diambil, disimpulkan, dianalisis dapat diambil dari pengumpulan data tersebut kemudian dapat dibuat kesimpulan.

b.      Metode Deduktif adalah metode yang membuat kesimpulan secara umum terlebih dahulu, lalu dari kesimpulan tersebut barulah dibuktikan kebenarannya melalui penelitian yang dilakukan.

 

3.      Metode Empiris dan Rasional.

a.       Metode empiris lebih menyandarkan diri pada keadaan-keadaan yang ada didalam masyarakat, dilakukan melalui penelitian-penelitian dengan mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas.

b.      Metode rasionalis lebih menggunakan logika pemikiran atas masalah-masalah kemasyarakatan.

 

4.      Metode Fungsionalis.

Metode fungsionalis adalah metode yang meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosialdalam masyarakat, dasar metode ini adalah adanya hubungan timbal balik yang saling memengaruhi, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri bagi masyarakat.

sumber:

Setiadi, Elly.M.2011.Pengantar Sosiologi,Jakarta:Kencana

 

 

RaafaZaahirah_Tugas6_Metode Sosiologi

Metode dan pendekatan sosiologi





Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentu saja menggunakan metode
ilmiah dalam memahami dan mengerti sebuah masyarakat dan dalam
hubungan-hubungan antar-manusia.metode penelitian seperti yang di
kemukakan oleh Paul B. Horton antara lain:

a) Studi Cross-sectional dan longitudinal

Studi cross-sectional merupakan pengamatan yang meliputi suatu daerah
yang luas dan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan
cross-longitudinal adalah studi yang berlangsung sepanjang waktu yang
menggambarkan suatu kecendrungan atau serangkaian pengamatan sebelum
dan sesudahnya.

b) Eksperimen Laboratorium dan Eksperimen Lapangan

Dalam penelitian eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan
dalam suatu tempat atau "laboratorium" kemudian diberi pengalaman
sesuai keinginan peneliti. Kemudian dicatat kesimpulan-kesimpulannya
sedangkan, penelitian eksperimen lapangan dalam pengamatannya diluar
raboratorium dan peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada
objek secara umum kemudian diamati hasilnya.

c) Penelitian Pengamatan

Penelitian ini hampir sama dengan eksperimen, tetapi dalam penelitian
ini tidak dapat memengaruhi terjadinya suatu kejadian.



Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya metode yang di
pakai dalam sosiologi terbagi dua, yaitu:

1. Metode Kualitatif

Metode Kualitatif adalah metode yang mengutamakan bahan yang sukar
dapat diukur dengan angka atau ukuran lain yang bersifat eksak
walaupun bahan-bahan tersebut secara nyata ada didalam masyarakat.
Dalam metode ini terdapat beberapa jenis metode, antara lain:

· Metode Historis, yaitu metode yang menggunakan analisis atas
peristiwayang terjadi pada masa lampau untuk menghasilkan prinsip umum
dari pola-pola sosial, proses, dan perubahannya.

· Metode Komparatif, yaitu metode yang mementingkan
perbandingan antara berbagai jenis masyarakat beserta
bidang-bidangnya, tujuannya yaitu menghasilkan persamaan-persamaan dan
perbedaan-perbedaan serta sebab dan akibatnya.



· Metode studi kasus, yaitu metode pengamatan tentang suatu
keadaan kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun
individu-individu. Alat yang digunakan antara lain:
wawancara(interview), daftar pertanyaan (questioner), dan participant
observer technique(pengamat terlibat dan ikut dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat) yang diamati.







2. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan bahan-bahan
penelitian berupa angka-angka sehingga gejala yang ditelti dapat
diukur dengan skala, neraca, indeks, tabel, dan formula, termasuk
dalam hal ini adalah metode statistik, yaitu gejala masyarakat sebelum
diteliti dikuatifikasi lebih dahulu.

RaafaZaahira_KPI1A_Tugas6_Metode Sosiologi

Metode dan pendekatan sosiologi





Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentu saja menggunakan metode
ilmiah dalam memahami dan mengerti sebuah masyarakat dan dalam
hubungan-hubungan antar-manusia.metode penelitian seperti yang di
kemukakan oleh Paul B. Horton antara lain:

a) Studi Cross-sectional dan longitudinal

Studi cross-sectional merupakan pengamatan yang meliputi suatu daerah
yang luas dan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan
cross-longitudinal adalah studi yang berlangsung sepanjang waktu yang
menggambarkan suatu kecendrungan atau serangkaian pengamatan sebelum
dan sesudahnya.

b) Eksperimen Laboratorium dan Eksperimen Lapangan

Dalam penelitian eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan
dalam suatu tempat atau "laboratorium" kemudian diberi pengalaman
sesuai keinginan peneliti. Kemudian dicatat kesimpulan-kesimpulannya
sedangkan, penelitian eksperimen lapangan dalam pengamatannya diluar
raboratorium dan peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada
objek secara umum kemudian diamati hasilnya.

c) Penelitian Pengamatan

Penelitian ini hampir sama dengan eksperimen, tetapi dalam penelitian
ini tidak dapat memengaruhi terjadinya suatu kejadian.



Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya metode yang di
pakai dalam sosiologi terbagi dua, yaitu:

1. Metode Kualitatif

Metode Kualitatif adalah metode yang mengutamakan bahan yang sukar
dapat diukur dengan angka atau ukuran lain yang bersifat eksak
walaupun bahan-bahan tersebut secara nyata ada didalam masyarakat.
Dalam metode ini terdapat beberapa jenis metode, antara lain:

· Metode Historis, yaitu metode yang menggunakan analisis atas
peristiwayang terjadi pada masa lampau untuk menghasilkan prinsip umum
dari pola-pola sosial, proses, dan perubahannya.

· Metode Komparatif, yaitu metode yang mementingkan
perbandingan antara berbagai jenis masyarakat beserta
bidang-bidangnya, tujuannya yaitu menghasilkan persamaan-persamaan dan
perbedaan-perbedaan serta sebab dan akibatnya.



· Metode studi kasus, yaitu metode pengamatan tentang suatu
keadaan kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun
individu-individu. Alat yang digunakan antara lain:
wawancara(interview), daftar pertanyaan (questioner), dan participant
observer technique(pengamat terlibat dan ikut dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat) yang diamati.







2. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan bahan-bahan
penelitian berupa angka-angka sehingga gejala yang ditelti dapat
diukur dengan skala, neraca, indeks, tabel, dan formula, termasuk
dalam hal ini adalah metode statistik, yaitu gejala masyarakat sebelum
diteliti dikuatifikasi lebih dahulu.

Halida Septianidar_KPI 1A_tugas 6_metode sosiologi

Metode sosiologi

 

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentu saja juga menggunakan metode ilmiah dalam memahami dan mengerti masyarakat dari hubungan-hubungan antar-manusia . metode penelitian dalam sosiologi sebagimana dikemukakan oleh Paul B. Horton antara lain:

a.      Studi cross-sectional dan longitudinal

Merupakan suatu pengematan yang meliput suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu, sedangkan studi longitudinal adalah studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.

b.      Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan

 

Dalam penelitian dengan eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan dalam suatu tempat atau "laboratorium" kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan si penenliti, kemudian dicatat kesimpulan-kesimpulannya. Sedangkan penelitian eksperimen lapangan dalam mpengamatan diluar laboratorium yang dalam hal ini peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum kemudian diamatai hasilnya.

 

c.       Penelitian pengamatan

 

Penelitian pengamatan hampir sama dengan eksperimen, tetapi dalam penelitian ini kita tidak memengaruhi terjadinya suatu kejadian.

 

Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa yang pada dasarnya ada dua metode yang digunakan dalam sosiologi yaitu:

1.      Metode kualitatif

Metode kualitatif adalah metode yang mengutamakan bahan yang sukar dapat diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak walaupun bahan-bahan tersebut secara nyata ada dalam masyarakat.dalam metode kualitatif ini, terdapat beberapa jenis metode, antara lain:

-          Metode historis, yaitu metode yang menggunakan analisis atas peristiwa yang terjadi di masa lampau untuk menghasilkan prinsip-prinsip umum dari pola-pola sosial, proses, dan perubahannya;

-          Metode komparatif, yaitu metode yang mementingkan perbandingan antara berbagai jenis masyarakat beserta bidang-bidangnya, tujuannya untuk menghasilkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan serta sebab dan akibat-akibatnya;

-          Metode studi kasus, yaitu metode pengamatan tentang suatu keadaan kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Alat-alat yang digunakan dalam studi kasus antara lain: wawancara (interview), daftar pertanyaan (questionnaire), dan participant observer technique (pengamat terlibat dan ikut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat) yang diamati.

 

2.      Metode kuantitatif

Metode kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan bahan-bahan penelitian berupa angka-angka sehingga gejala yang diteliti dapat diukur dengn skala, neraca, indeks, tabel, dan formula, termasuk dalam hal ini adalam metode statistic, yaitu gejala masyarakat sebelum diteliti dikuantifikasi lebih dahulu.

Selain metode-metode diatas, ada metode-metode atau penalaran lain yang perlu dipahami, antara lain:

a.      Metode deduktif, metode berfikir yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus. Dalam hal ini, data-data dan fakta dianalisis berdasarkan teori atau kesimpulan umum yang telah ada. Jadi, dari yang umum menuju yang khusu. oleh karenanya, metode ini dikenal sebagai metode "teori sentries";

b.      Metode induktif, yaitu metode berfikir dengan mempelajari gejala-gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Metode ini adalah cara menarik kesimpulan umum dari data dan fakta yang diperoleh dari melakukan pengumpulan data di lapangan. Yang dilakukan adalah menarik kerangka umum sebagai teori dari data-data atau fakta yang dianggap sebagai gejala-gejala khusus. Darihal-hal yang khusus, dihasilkan generalisasi yang umum yang dinamakan teori;

c.       Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan dari pengalaman nyata yang ada di masyarakat;

d.      Metode rasional, yaitu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk memahami suatu masyarakat;

e.      Metode fungsional, metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga social masyarakat dan struktur social masyarakat.

M.FAZLURRAHMAN KPI 1A Tugas 6 Metode Sosiologi

Metode-Metode Sosiologi
1.      Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif.

a.       Metode Kualitatif adalah metode ilmiah yang mengutamakan bahan atau informasi yang nantinya akan diuji dengan berdasarkan tingkat kualitas data. Metode ini dikenal dengan metode historis dan metode kompratif yang hasil dari analisis dari gejala atas objek kajian sosologi lebih menekankan pada analisis peristiwa-pweristiwa sosial yang kemudian akan dirumuskan dalam prinsip-prinsip umum.
b.      Metode Kuantitatif lebih banyak adanya fariasi atas perbandingan antara bermacam-macam masyarakat dan bidang-bidangnya untuk memperoleh suatu kesimpulan atas perbedaan, persamaan dan sebabnya yang bertujuan untuk mendapat petunjuk tentang perilaku masyarakat, misalnya masyarakat modern dan masyarakat tradisional. Alat yang digunakan dalam metode ini adalah:
1.       Wawancara (interview) : yaitu metode tanya jawab antara peneliti dan responden (objek yang diteliti).
2.       Pertanyaan (Questionnary) : Yiatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara angket kepada responden untuk mendapatkan suatu informasi yang diperlukan.
3.       Daftar pertanyaan (Schedules) : menjadi alat penelitian berupa daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden.
4.       Participant observer study : peneliti terjun langsung dalam kehidupan masyarakat yang diteliti tetapi tidak mempengaruhi kehidupan masyarakat tersebut dan bersifat natural.
 
2.      Metode Induktif dan Deduktif.
a.       Metode Induktif adalah metode ilmiah yang mempelajari suatu kejala secara khusus terlebih dahulu sehingga data diambil, disimpulkan, dianalisis dapat diambil dari pengumpulan data tersebut kemudian dapat dibuat kesimpulan.
b.      Metode Deduktif adalah metode yang membuat kesimpulan secara umum terlebih dahulu, lalu dari kesimpulan tersebut barulah dibuktikan kebenarannya melalui penelitian yang dilakukan.
 
3.      Metode Empiris dan Rasional.
a.       Metode empiris lebih menyandarkan diri pada keadaan-keadaan yang ada didalam masyarakat, dilakukan melalui penelitian-penelitian dengan mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas.
b.      Metode rasionalis lebih menggunakan logika pemikiran atas masalah-masalah kemasyarakatan.
 
4.      Metode Fungsionalis.
Metode fungsionalis adalah metode yang meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosialdalam masyarakat, dasar metode ini adalah adanya hubungan timbal balikyang saling memengaruhi, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri bagi masyarakat.
 
 
sumber:
Setiadi, Elly.M.2011.Pengantar Sosiologi,Jakarta:Kencana
 

Vicky Dianiya_KPI 1A_Tugas 6_Metode Sosiologi

METODE SOSIOLOGI

Sosiologi sebagai ilmu pengetahan tentu saja juga menggunakan metode ilmiah dalam memahami dan mengerti masyarakat dari hubungan-hubungan antar-manusia. Yan dimaksud metodologi dalam sosiologi adalah cara kerja dalam mengkaji objek kajian sosiologi. Dan yang dimaksud metode ilmiah adalah merumuskan masalah melalui observasi (pengamatan) terhdap gejala-gejala terhadap objek kajian dari ilmu itu sendiri. Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya ada dua metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu:

1.      Metode Kualitatif

Metode kualitatif adalah metode kerja ilmiah yang mengutamakan bahan atau informasi yang nantinya akan diuji berdasarkan tingkat kualitas data. Dengan metodologi ini sukar didapat indikator atau skala pengukuran berdasarkan angka-angka yang bersifat eksak (tepat/pasti) walaupun bahan-bahan tersebut secara nyata ada dalam masyarakat. Dalam metode kualitatif ini, terdapat beberapa jenis metode, antara lain:

·         Metode historis, yaitu metode yang menggunakan analisis atas peristiwa yang terjadi di masa lampau untuk menghasilkan prinsip-prinsip umum dari pola-pola sosial, proses dan perubahannya;

·         Metode komparatif, yaitu metode yang mementingkan perbandingan antara berbagi jenis masyarakat beserta bidang-bidangnya, tujuannya untuk menghasilkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan serta sebab dan akibatnya; dan

·         Metode studi kasus, yaitu metode pengamatan tentang sesuatu keadaan kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Alat-alat yang digunakn dalam studi kasus antara lain: wawancara (interview), pertanyaan (questionnaire), daftar pertanyaan (schedules) dan participant observer technique (pengamat terlibat dan ikut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat) yang diamati.

 

2.      Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah metodelogi ilmiah yang menggunakan angka-angka sebagai baha-bahan keterangan sebagai data ilmiah. Dalam metodelogi ini, gejala-gejala sosial dapat ditelaah memalui auto indeks, skala, tabel dan rumusan lain yang sedikit  banyak menggunakan matematika. Ringkasnya, yang dimaksud dengan metode kuantitatif adalah metode statistic, yaitu gejala masyarakat sebelum diteliti dikuantifikasi lebih dahulu yang bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara matematis (sosiometrik).

Selain metode di atas, ada metode-metode atau penalaran lain yang perlu dipahami, antara lain:

a.      Metode Deduktif

Metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang khusus. Dalam hal ini, data-data dan fakta dianalisis berdasarkan panduan teori atau kesimpulan umum yang telah ada. Jadi, dari yang umum menuju yang khusus untuk kemudian dari kesimpulan tersebut dibuktikan kebenarannya melalui penelitian-penelitian maupun percobaan-percobaan. Oleh karenanya, metode ini dikenal sebagai metode "teori sentris".

b.      Metode Induktif

Metode befikir dengan mempelajari gejala-gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Metode ini adalah cara menarik kesimpulan umum dari data atau fakta yang diperoleh dari melakukan pengumpulan data di lapangan lalu kemudian dianalisis untuk kemudian dibuat kesimpulan berdasarkan pengumpulan-pengumpulan data-data yang terkumpul. Yang dilakukan adalah menarik kerangka umum sebagai teori dari data-data atau fakta-fakta yang dianggap sebagai gejala-gejala khusus. Dari hal-hal yang khusus dihasilkan generalisasi yang umum yang dinamakan teori.

c.       Metode Empiris

Suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan dari pengalaman nyata yang ada di masyarakat. Metode impiris dalam sosiologi modern dilakukan melalui penelitian-penelitian, yaitu dengan cara mempelajari suatu masalah secara matematis dan intensif untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak tentang suatu masalah.

d.      Metode Rasional

Metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk memahami atau mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.

e.       Metode Fungsional

Metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat. Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa unsure-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri terhadap masyarakat.

 

Sumber:

ü  Pengantar Sosiologi oleh Nurani Soyomukti

ü  Pengantar Sosiologi oleh Elly M. Setiadi dan Usman Kolip

Cari Blog Ini