Selasa, 12 November 2013

Ihat Solihat_KPI 1 A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Penelitian Lapangan

Nama: Ihat Solihat
Nim: 1113051000011
Kelas: KPI 1 A
PROPOSAL STUDI LAPANGAN
 "MENYINGKAP PESANTREN YANG BUKAN HANYA  SEKADAR PESANTREN"

I.                    DASAR PEMIKIRAN
Latar Belakang
Pesantren adalah salah satu lembaga sosial keagamaan yang fokus pada pendidikan agama, dalam pesantren seseorang digembleng dengan ilmu-ilmu yang berbau agama, namun untuk sekarang ini pesantren tidak hanya berkonsentrsi pada agama saja tapi juga pada pendidikan non agama, atau bisa disebut pembelajaran akademik.
   Pesantren-pesantren modern  yang ada saat ini  tidak hanya melahirkan insan Qu'ani tapi juga mampu menetaskan insan-insan yang berkompeten dibidang intelektual dan teknologi . Hal ini menambah  kepercayaan masyarakat pada pesantren untuk memasukan anak-anak mereka bersekolah atau belajar dipesantren. Dari realita ini saya tertarik untuk mencari informasi mengenai pesantren ini, bagaimana cara pesantren dalam memberikan pelajaran pada santri-santrinya dsb

Nur Kholifah KPI 1A_Tugas Sosiologi 7_Proposal Penelitian Kualitatif

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

Tema: "Spiritualitas Agama Islam dalam Keseharian"
Dasar Pemikiran
Umat islam merupakan umat yang terbesar di dunia, peradabannya dari zaman dahulu sampai sekarang tetaplah berkembang. Islam tak hanya tersebar di indonesia namun hampir di seluruh negara sebagian dari mereka menganut agama islam. Di indonesia yang merupakan wilayah yang luas juga di dominasi oleh kaum islam. Sama halnya dengan agama lain nasrani, hindu, budha dan lainnya, islam juga memiliki ajaran-ajaran tertentu, aturan-aturan tertentu, rutinitas dan kegiatan tertentu serta memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan. Kita ketahui bahwa kaum islam sendiri khususnya dewasa ini yang memeluk ajaran islam belum sepenuhnya mengetahui ajaran-ajaran islam, rutinitas serta kewajiban yang harus dilaksanakan. Umat islam sebagian juga belum seberapa mengerti bahwa dalam kenyataan ibadah yang mereka lakukan bukanlah merupakan kewajiban mereka terhadap Tuhan saja bahkan merupakan bentuk sakral yang harus dilakukan, namun kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk sosialisasi serta solidaritas mereka sesama manusia khususnya umat islam. Disamping itu rutinitas yang mereka lakukan merupakan kegiatan sakral yang apabila tidak dijalankan maka akan memperoleh hukman baik dari Tuhan maupun dari suatu hal gaib. Dalam laporan ini, penulis akan memaparkan sebaik mungkin mengenai spiritualitas agama islam dalam keseharian dengan harapan khususnya umat islam dapat mengerti lebih dalam mengenai spiritualitas agama islam dan dapat menerapkannya dalam kesehariannya.

Amatullah aliyah KPI 1A_ tugas7sosiologi_Proposal penelitian

Nama   : Amatullah Aliyah
Kelas   : KPI IA
Nim     : 1113051000022
Proposal Studi Lapangan Sosiologi Agama
I.                   DASAR PEMIKIRAN
1.      Topik Satu
Sekolah merupakan suatu lembaga untuk mendidik  dan mengajar anak di bawah pengawasan guru. Belakangan ini banyak orang tua yang memutuskan anak-anaknya untuk bersekolah yang memiliki basic agama. Seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu atau sama dengan Sekolah Dasar. Tujuannya agar anaknya juga diajarkan pengetahuan agama sekaligus. Seperti membaca Al-Qur'an, shalat berjama'ah dan lain sebagainya. Akan tetapi terkadang apa yang menjadi peraturan disekolah tersebut dan menjadi ketetapan untuk dipatuhi oleh anak-anak muridnya tersebut tidak menerap di dalam diri muridnya.   

Senin, 11 November 2013

AnisaLestari_KPI1A_Tugas7Sosiologi_Proposalpenelitian


I.    Dasar Pemikiran

            Seperti yang kita ketahui, masjid adalah sebuah tempat ibadah umat muslim. Di masjid pula banyak dilakukan berbagai kegiatan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim, seperti sholat, berdzikir, sholat berjamaah, pengajian, dsb. Fungai masjid antara lain adalah sebagai:

(a) tempat orang-orang Islam beribadah terutamanya mendirikan sembahyang Jumat dan sembahyang-sembahyang lain
(b) tempat mengadakan pendidikan Agama Islam dan pendidikan-pendidikan yang memberi faedah kepada ahli kariah     yang beragama Islam
(c) tempat mengadakan sesuatu majlis perayaan yang berkaitan dengan Agama Islam
(d) tempat mengadakan syarahan atau ceramah agama oleh pensyarah atau penceramah yang dibenarkan oleh Majlis, Jabatan atau Pegawai Agama Islam daerah, mengikut mana yang berkenaan
(e) pusat penyebaran dakwah, maklumat, peraturan dan arahan daripada Majlis, Jabatan atau Pejabat Agama Islam Daerah

Antik Bintari KPI1A tugas 7 proposal sosiologi agama

I.     DASAR PEMIKIRAN
      Alasan logis mengapa penelitian harus dilakukan adalah karena sejatinya manusia tinggal di lingkungan masyarakat yang sangat luas. Dalam kehidupan yang sangat luas tersebut banyak hal yang kita tidak ketahui, tidak jelas, tidak paham sehingga menimbulkan kebingungan, karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia yang sangat terbatas, tidak sebanding dengan lingkungannya yang begitu luas. Bahkan faktor-faktor ketidaktahuan terhadap sesuatu dalam kehidupannya, seringkali menimbulkan kecemasan, rasa takut, dan rasa terancam. Kesadaran atas keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan atau kemampuan manusia dalam kehidupannya perlu diatasi agar manusia dapat menyesuaikan diri di lingkungan masyarakat.
      Alasan lainnya mengapa penelitian dilakukan karena dorongan rasa ingin tahu. Manusia memiliki dorongan atau naluri ingin mengetahui tentang sesuatu di dalam dan luar lingkungannya. Pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu, menimbulkan rasa ingin tahu baru yang lebih luas. Dorongan ingin tahu disalurkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman.

Musfiah Saidah KPI 1A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Penelitian Lapangan

PROPOSAL PENELITIAN TUGAS LAPANGAN SOSIOLOGI AGAMA
I.                    Dasar pemikiran
Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim. Disana umat muslim biasanya melakukan ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT. Seperti  sholat atau berdzikir. Selain itu, masjid biasanya digunakan sebagai tempat pengajian sehingga masjid juga dapat dikatakan lembaga pengendalian sosial dari sisi penanaman nilai keagaamaan.
Ketika seseorang masuk ke masjid, berarti diharuskan mengikuti segala aturan atau norma yang berlaku di masjid itu. Karena ia telah menjadi bagian dari kelompok bukan lagi individu. Seperti kata Durkheim walau sebagi individu, manusia pun juga merupakan kelompok dimana dalam kelompok tersebut mereka dituntut untuk mengikuti norma yang belaku dalam kelompok tersebut dan akan mendapat sanksi jika melanggar baik berupa teguran dsb. Namun pada kenyataannya ada beberapa pelanggaran yang dilakukan saat seseorang ingin masuk kedalam masjid misalnya berpakain kotor, mengaktifkan handphone, dsb. Terlepas dari ketidak tahuan seseorang terhadap aturan saat masuk ke masjid karena minimnya pengetahuan tentang agama atau acuh terhadap aturan yang ada, tetapi pada kenyataanya orang disekitar masjid pun terkadang tidak menegurnya. Hal itu mengindikasikan jika penegakan aturan saat sedang berada di masjid kurang tegas dan hilangnya kepedulian untuk mengingatkan kepada sesama dalam kebaikan untuk menegakan norma agama yang berlaku dalam masjid tersebut.

Aida_KPI_1A_tugas7_Proposal_penelitian


Nama: Aida Nuraida
Kelas: KPI 1-A
Nim: 1113051000018
Proposal Studi Lapangan
Mencermati Hubungan Sosial Agama dalam berbagai Aspek Kehidupan di Jakarta Saat Ini
I.                  Dasar Pemikiran
Jika kita membahas mengenai agama di Indonesia tentu saja Indonesia memiliki beragam macam agama. Kemajemukan agama merupakan kekayaan bangsa. Masyarakat Indonesia memiliki peluang untuk hidup harmoni dan berdaya dalam Bhineka Tunggal Ika. Terutama masyarakat Jakarta yang menjadi pusat Ibu Kota Indonesia. Tidak sedikit warga Jakarta yang menjalin kerjasama antar agama yang satu dengan agama yang lain untuk terus bertahan hidup dan bersosialisasi. Nah, dari hubungan antar Agama tersebut tentunya mempunyai banyak peristiwa positif dan negatif yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam Aspek Ekonomi, social, politik, pendidikan, maupun kebudayaan. Seperti halnya keberhasilan suatu perusahaan dengan pegawai dan atasan yang berbeda agama, keharmonisasian pelajar yang berbeda agama sampai kepada hal yang menyebabkan konflik terpecahkannya keharmonisasian masyarakat karena perbedaan agama.

M.Irhamni /pmi lima/ demografi

Belda Eldrit Janitra KPI I A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Payung

NAMA: BELDA ELDRIT JANITRA
KELAS: KPI I A
NIM: 1113051000033
PROPOSAL STUDI LAPANGAN
MENILIK KEARIFAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT SUKU BADUY
I.                   Dasar Pemikiran
Masyarakat Baduy adalah masyarakat tradisional yang seolah jauh dari perkembangan hidup masyarakat modern. Mereka seperti terdiri atas satu kesatuan tersendiri, khususnya Baduy Dalam. Mereka tidak mau melibatkan diri dari segala urusan administratif pemerintahan, perkembangan teknologi, dan segala hal yang bersifat modern. Mereka memiliki sistem kepercayaan, hukum, pemerintahan,  mata pencaharian, hingga perjodohan yang mereka buat sendiri. Di tengah laju perkembangan zaman dengan segala kemodernan sistem informasi dan elektronik, masyarakat Baduy mampu bertahan dengan kearifan budaya lokal mereka. Solidaritas mekanis yang mereka pelihara mampu membawa mereka dalam harmonisasi alam dan kehidupan bermasyarakat. Berangkat dari sinilah, penyaji tertarik untuk melakukan studi lapangan  guna menilik, mengamati, dan mencari tahu lebih dalam tentang kehidupan dan kearifan lokal budaya suku Baduy yang masih terpelihara hingga saat ini.

Nur Fajrina _ Analisis Piramida Penduduk _ Wilayah Cijantung Rt 009/02 Jak-Tim

Nama                           : Nur Fajrina (1111054000009)
Tugas Demografi           : Analisis Piramida Penduduk

ANALISIS PIRAMIDA PENDUDUK RT 009/02 CIJANTUNG JAK-TIM




Analisa Piramida Penduduk

IKA SEPTI TRISNOWATI (PMI.7)_TUGAS DEMOGRAFI_ANALISA PIRAMIDA PENDUDUK

IKA SEPTI TRISNOWATI (PMI.7)_TUGAS DEMOGRAFI_ANALISA PIRAMIDA PENDUDUK (Wilayah RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan)

Berhubungan dengan tugas Demografi sebelumnya yakni studi lapangan mengenai Demografi di wilayah tempat tinggal. Berdasarkan sumber data yang didapat, dan kemudian dihitung berdasarkan rumus yang ada. Serta dengan menggunakan tabel usia penduduk dari 0 tahun hingga 55+ tahun. Didapatlah piramida penduduk sebagai berikut:

Analisa Piramida Penduduk:
Dari gambaran piramida penduduk tersebut, gambarnya hampir menyerupai "layang-layang" atau disebut konstruktive. Gambaran piramida penduduk tersebut merupakan hasil dari data yang didapat di wilayah RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Analisa dari gambar piramida tersebut, di mana pada usia balita 0 tahun hingga 25 tahun. Jumlah angkanya tidak banyak, oleh karena itu gambarnya merucut pada bagian bawah. Namun pada usia 26 tahun hingga 54 tahun, pada usia tersebut berjumlah lebih dari 100 jiwa, baik dari penduduk laki-laki dan juga penduduk perempuan. Hal demikian terjadi, karena memang di wilayah RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dari narasumber, bahwasanya pada tahun 80-an mulai berkembangnya wilayah tersebut. Karena sebelum banyak warga yang mendiami wilayah tersebut. Wilayah tersebut masih sepi dan banyak pohon-pohon rindang. Sejak mulai tahun 80-an itu, mulai banyak warga yang mendiami wilayah tersebut. Dan pada masa tersebut, angka balita hingga usia kisaran 20 tahun cukup tinggi. Oleh karena itu, pada tahun 2013 ini usia produktif dari 26 tahun hingga 54 tahun mendominasi.
Pada waktu pula, banyak warga yang sudah berumah tangga. Kebanyakan dari mereka memiliki lebih dari dua anak. Oleh karena itu, saat usia dari anak-anak tersebut beranjak dewasa. Usia mereka mendominasi wilayah tersebut. Dan memang itu sesuai dengan keadaan sebenarnya saat ini. Hanya tinggal beberapa saja penduduk usia di atas 55 tahun. Yang biasa dianggap sesepuh atau yang di-tua-kan. Selebihnya yakni dari usia dominan tersebut yakni 26 tahun hingga 54 tahun. Di mana pada usia itu, kebanyakan penduduknya sudah berumah tangga. Termasuk yang menjadi ketua RW 010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Merupakan warga dari RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan; yang baru berusia 30 tahun.

Selasa, 05 November 2013

NUR HALIMAH_PMI5_UTS Demografi_Sensus RT 002 Cicayur


NUR HALIMAH (PMI 5)
LAPORAN SENSUS RT 002 RW 001 KP. CICAYUR KEL. CISAUK KEC.CISAUK KAB. TANGERANG PROV.BANTEN
BAB I
GAMBARAN UMUM LOKASI
RT 002 RW 001 Kp. Cicayur Kel. Cisauk Kec. Cisauk Kab. Tangerang Prov. Banten
A.       Lingkungan
Berbicara tentang demografi tentunya juga akan membahas mengenai fertilitas, mortalitas dan migrasi. Dari beberapa hal yang berkaitan dengan demografi tersebut tentunya juga akan bersinggungan dengan beberapa aspek yang bersinggungan dengan lingkungan, seperti kebersihan dan keamanan. Dalam lingkungan tentunya juga akan mencakup beberapa hal, mulai dari alam, sungai, selokan, kebun dan lain-lain.

Budhi Baihakki, PMI 5 Tugas UTS Demografi

Tugas Pendataan Mata Kuliah Demografi
DISUSUN OLEH:
BUDHI BAIHAKKI (1111054000010)
PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM 5

UIN Syarif Hidayatullah Tangerang Selatan tahun 2013

 GAMBARAN UMUM LOKASI RT 003 RW 05 CIPUTAT
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Demografi saya melakukan studi lapangan di daerah Ciputat tepatnya di Jl.KH.Dewantara RT 003 RW 05 tempat dahulu saya tinggal. Disana masyarakat masih memiliki sifat kekeluargaan, karena kebanyakan masih orang asli dari daerah itu sendiri, jadi mereka masih memiliki hubungan kekeluargaan.

Fakhru Aljumrotul Ula_Revisi Demorafi

Nama              : Fakhru Aljumrotul Ula
Nim                 : 1111054000022
MK                 : Ilmu Kependudukan
Jurusan          : PMI/5

Data Warga RT 004/006 Bugel Mas Indah Kel. Bugel Kec. Karawaci
Kota Tangerang
v  Metodologi Penelitian
Penelitian tugas Ilmu Kependudukan/Demografi ini berlokasi di Bugel Mas Indah Rt 004/006 Kec. Karawaci Kota Tangerang, yang berjumlahkan 33 kepala keluarga dengan 129 jumlah penduduk.
Penulis mengambil data penelitian ini dengan cara pengumpulan data dengan mengumpulkan KK warga dan wawancara langsung dengan kepala Rt dan beberapa warga penduduk, karena dengan cara pengumpulan data seperti ini sangat membantu peneliti/penulis memudahkan dalam melakukan tugas penelitian Demografi ini.

Iis Sudiyanti_TUGAS UTS DEMOGRAFI_Pertumbuhan penduduk Di RT 004/001 Ds.Sukamelang

TUGAS UTS DEMOGRAFI
Hasil Observasi Pertumbuhan penduduk dir RT 004/001 Ds.Sukamelang kec.Kroya Kab.Indramayu
Oleh : Iis Sudiyanti (1111054000006) PMI5
1.    GAMBARAN UMUM LOKASI
Lokasi yang saya pilih untuk laporan Matakuliah Demografi kali ini adalah didaerah saya sendiri yaitu di Jl.PU Sukamelang kec.Kroya Kab.Indramayu. di desa ini memiliki 6 rt, dan saya tinggal dir rt.004/001. Jumlah penduduk di rt saya terdapat 128 kepala keluarga, yang jumlah keseluruhannya adalah 435 penduduk yang terdiri dari 211 penduduk perempuan dan 224 penduduk laki-laki.

Tugas UTS Demografi oleh Syifa Thoyyibah PMI 5

             Tugas UTS Demografi
Struktur Kependudukan
Perumahan Cileungsi Hijau RT 02 RW 14. Cileungsi-Bogor
Disusun Oleh : Syifa Thoyyibah (PMI 5)

       I.        GAMBARAN UMUM LOKASI
Lokasi tempat saya tinggal di Perumahan Cilengsi Hijau, Cilengsi-Bogor yang terdiri dari 5 RT. Dan  saya tinggal di RT 02 RW 014 di Jalan Albasia Perumahan Cilengsi Hijau, Cilengsi-Bogor. Jumlah penduduknya, menurut daftar kependudukan RT 02 RW 014 tahun 2011 ada 412 penduduk.

Nur Fajrina_Laporan Lapangan Demografi di Rt 009/02 Cijantung

Laporan Lapangan Demografi di Rt 009/02 Cijantung
Makalah ini dibuat untuk memenuhi persyaratan tugas Ujian Tengah Semester pada mata kuliah Demografi
 
 
Disusun oleh :
Nur Fajrina                1111054000009
 

A.   Gambaranumumlokasi
Gambaran umum lokasi yang akan digambarkan di dalam lingkungan Rt 009/02 Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Cijantung, Jakarta Timur. Gambaran umum lokasi ini akan membahas tentang lingkungan serta fasititas-fasilitas yang ada di Rt 009/02.

SURVEY DEMOGRAFI CIPADU JAYA RT 002/004

SITI NURAINI
1111054000013
PMI 5

LATAR BELAKANG

Dalam tugas demografi yang survey ke Rukun Tetangga (RT) dimana tempat kita tinggal adalah sebuah pelatihan yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat guna mengetahui berapa banyak jumlah kelahiran, kematian, urbanisasi ataupun migrasi pada tiap tahunnya. Observasi ini dilakukan di Cipadu Jaya RT 002 RW 004 Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Secara letaknya kawasan ini tempat bahan yang sudah dikenal dipasaran.

Pada RT 002 ini hanya terdiri dari 84 kepala keluarga dan 329 orang yang masih hidup. Laporan ini akan berdasarkan data menurut kelahiran maupun kematian tahun 2013.

Rata-rata imigran yang datang ke daerah Cipadu itu guna usaha seperti sablon, jahit, toko bahan, membuat keperluan kamar tidur hingga menjadi tukang bangunan yang bisa dipanggil kapan saja.

Ada beberapa imigran yang memang pada dasarnya mencari kerja karena dia memiliki ijazah dan bisa saja karena memiliki saudara lalu sekolah dan kemudian menetap di kawasan Cipadu ini. Berikut akan dijelaskan beberapa diantaranya kawasan Cipadu.

 

 

 

 

 

GAMBARAN UMUM LOKASI RT 002/004 CIPADU JAYA

a.      Lingkungan (alam, sungai, selokan, kebun, dll)

Secara geografis RT 002 itu memang bebas banjir, karena daerah kawasan yang diatas sungai dan memang terjaga rapi baik dari tumpukan sampah maupun hal-hal yang dapat menjadi penyebab kebanjiran tersebut. Kawasan yang bisa dibilang padat penduduk namun hijau ini terlihat dari beberapa tempat warga yang memang berusaha tetap mengadakan pohon-pohon baik itu pohon buah yang biasanya akan dinikmati hasilnya maupun pohon hiasan yang gunanya memperindah pekarangan rumah. Jalan-jalan yang biasa digunakan sebagai jalan ini ataupun gang itu menggunakan paving block sehingga memang jika hujan terjadi kawasan ini tidak becek karena tanah.

Selokan yang ada di sekitar RT 002 terlihat cukup bersih karena memang warganya yang peka mengantisipasi datangnya hujan yang kadang tiba-tiba ini. Rata-rata selokan itu ada depan rumah warganya sendiri sehingga yang punya rumah membersihkannya dan membuang sampah pada tempatnya sehingga jika nanti ada tukang sampah yang keliling langganan maka warga RT 002 akan membuangnya.

Hanya beberapa orang yang memiliki kebun dan tidak dijual ataupun digunakan sebagai lahan untuk kontrakan. Kebun tersebut dibiarkannya kosong kadang digunakan untuk anak-anak yang bermain dan ada pula untuk parker bagi yang memiliki mobil tapi tidak memiliki halaman depan rumahnya. Kebun ataupun taman yang digunakan untuk umum di kawasan ini jelas tidak ada karena semakin tahun kebutuhan warga dan keinginan warga untuk memiliki kontrakan semakin banyak dan para imigranpun dating hamper setiap bulannya untuk mencari nafkah dan ada pula yang menikah dengan orang pribumi lalu menetap sehingga lahan kebun untuk taman umum jelas tidak ada.

Lingkungan yang bisa dibilang cukup aman ini sangat toleransi antar warganya, karena sebagian besar pendatang dan mereka menetap lama sehingga merekapun membaur bersama warga pribumi. Sikap ketua RT yang merangkul semuanya dan sering mendatangi rumah warga terlihat semakin akrabnya antar warga. Sebulan sekali diadakannya kerja bakti bersih-bersih antara warga RT 001 dan RT 002, dan juga tak lupa diadakannya pengajian rutin dari rumah kerumah serta arisan rutin setiap bulan bagi yang mau mengikutinya saja.

b.      Fasilitas (WC umum, kamar mandi, jalan, rumah, dll)

Fasilitas yang ada di RT 002 hanya rumah warga dan jalanan yang sudah tersedia dengan akses gang yang setiap gang menggunakan paving block. Khusus untuk wc umum dan kamar mandi tidak tersedia secara umum karena disetiap rumah sudah tersedia, memungkinkan hanya beberapa orang yang menyediakan pancoran airnya di depan rumah untuk orang lain jika membutuhkan mencuci secara cuma-cuma.

Adanya lapangan bola yang tidak begitu besar tersedia di kawasan Cipadu ini dan beberapa tempat pemakaman umum sebagai beberapa fasilitas untuk warganya.

Fasilitas umum lainnya yang tersedia di RT 002 seperti alat yang sering digunakan untuk hari besar sehingga warga dengan bebas menggunakannya kapanpun. Adapula tempat seperti pos ronda namun tidak berbentuk gardu melainkan hanya tempat duduk yang biasa digunakan bapak-bapak yang jaga tengah malam.

PENYAJIAN DATA-DATA

a.      Struktur penduduk dengan piramidanya

Usia

 LK

 PR

0-2

            6.0

-           2.0

3 - 5

          11.0

-           3.0

6 - 13

          28.0

-        23.0

14 - 17

          11.0

-           9.0

18 - 25

          25.0

-        18.0

26 - 55

          84.0

-        81.0

55 + - >

          19.0

-           9.0

 

 

b.      Angka kematian dengan rata-rata penyebabnya

Adalah fenomena dimana penduduk berkurang karena suatu keadaan, baik itu sakit maupun karena hal lain. Menurut keterangan yang ada dari warga setempat dan dari RT yang menyatakan bahwa kematian warga RT 002 disebabkan karena sakit dan ada pula yang memang sudah lanjut usia.

c.       Angka kelahiran dan rata-rata ibu yang melahirkannya

Adalah fenomena bertambahnya jumlah penduduk melalui kelahiran. Jadi hanya berkisar kelahiran satu dari seratus orang penduduk selama satu tahun.

d.      Angka migrasi dengan tujuan-tujuan dan bidang pekerjaannya

Pada migrasi sudah dapt dipastikan bahwa yang namanya kota merupakan tempat bertumpu yang sering menjadi titik terakhir bagi orang desa dalam mencari nafkah. Dengan alasan lain bahwa kota lebih banyak lapangan kerja serta gaji yang memadai sehingga warga desa berbondong-bondong pindah ke kota. Perpindahan ini tidak langsung satu kampong namun bisa jadi dari berita teman atau tetangga yang hidupnya lebih mapan ketika dia berada di kota. Hal ini tidak bisa ditampikkan lagi bahwasanya mereka akan berpendapat walaupun jauh yang penting lebih dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Perpindahan penduduk yang dari desa atau daerah lainnya ke kawasan Cipadu ini terutama imigran yang bertempat tinggal di RT 002 diantaranya pekerjaannya :

·         Tukang jahit dan sablon

·         Satpam

·         Kuli bangunan

·         Pembantu rumah tangga

·         Pegawai swasta

Diantara point diatas lebih banyak imigran itu sebagai tukang jahit dan sablon. Mereka bekerja membuat baju dan juga membuat bahan untuk selimut ataupun bahan-bahan untuk dikasur lainnya.

Migrasi




Migran Masuk

                                   8

migran keluar

                                   3

Total jumlah penduduk

                              329

Angka pengali (1000)

                           1,000


                                 15





Rata-rata angka kematian dan kehidupan


Jumlah penduduk Meninggal

                              100

Jumlah penduduk hidup

                        12,000

Rata-rata

                                   0







Jumlah Lahir Hidup pada tahun tsb

                                   2

Ptt (Jumlah penduduk tengah tahun) yang sama

                              329

Pengali (1000)

                           1,000

CBR

                                   6

Ada 14.2 orang lahir dari setiap 1000 penduduk di kampung/ RW tersebut



Jumlah yang meninggal pada tahun tsb

                                   5

Ptt (Jumlah penduduk tengah tahun) yang sama

                              329

Pengali (1000)

                           1,000

CBR

                                 15

Ada 15 orang meninggal dari setiap 1000 penduduk di kampong tersebut

 

            Jadi jumlah kematian tinggi sedangkan kelahiran rendah. Data ini dilakukan dengan metodologi survey langsung ke ketua RT ditempat tersebut dengan data sensus yang sudah tersedia.

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

a.      Kesimpulan

Pada survey kali ini sudah dapat diketahui bahwa sebagian besar usia penduduk pada 26-55 tahun. Pada usia yang produktif ini sebagian besar warga masih mampu untuk bekerja dan kebetulan sekali pada RT 002/004 tidak adanya pengamen atau pemulung.

Kepedulian ketua RT pada pembangunan dan perubahan ini terlihat dari beberapa kegiatan yang sering diadakan setiap bulannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan berdatangan imigran yang setiap tahunnya meningkat juga menjadi daya tarik yang utama bagi kawasan ini.

Jumlah kepala keluarga yang sedikit tidak berpengaruh pada mata pencaharian warganya, boleh dibilang warga disini masuk ke keluarga sederhana yang tidak begitu memprihatinkan karena semuanya memiliki rumah singgah. Ada beberapa imigran yang sudah mempunyai rumah sendiri maupun yang masih ngontrak.

b.      Rekomendasi

Ø  Umum

Perlu dibangunnya taman bermain yang khusus dan ada warga yang merelakan atau wakaf tanahnya guna area permainan anak-anak supaya mereka tidak pasif dan melakukan kegiatan yang semestinya. Perlu adanya WC umum tambahan jadi dimana ada salah seorang yang sedang berkeperluan membuang air tidak harus masuk rumah warga jika tidak berkenan.

Keamanan yang terjaga juga harus ditingkatkan serta tersedianya beberapa lahan pekerjaan baik untuk imigran maupun untuk warga pribumi yang sudah ada sejak lama. Hal ini perlu kerjasama dengan semua pihak agar berjalan dengan semestinya.

Ø  Khusus

Lingkungan ini cukup baik karena kawasan yang bebas banjir, namun jika untuk rekomendasi khusus untuk lapangan kerja yang lebih mapan tidak begitu tersedia, karena kawasan ini sebagian besar berhubungan dengan konveksi atau bahan.


Anggita Wandira, 20 - Ingin kenal dia?

Anggita Wandira, 20 - Ingin kenal dia?
Anggita Wandira, 20 - Ingin kenal dia?
Pesan dari Anggita Wandira
Anggita Wandira, 20
Kota Tangerang
YA!
MUNGKIN
TIDAK
Twoo
Kamu menerima pemberitahuan ini karena kamu terdaftar sebagai Zuyin (kuliahtantan.kkn2013@blogger.com) di Twoo - Berhenti langganan Massive Media Match NV, Emile Braunplein 18, 9000 Ghent, Belgium BE0537240636. info-id@twoo.com

Cari Blog Ini