Selasa, 12 November 2013

Haidar Hasan_KPI 1A_Tugas 7_Proposal Penelitian Sosiologi Agama

Nama   : Haidar Hasan
Kelas   : KPI 1A
NIM    : 1113051000044
I.                   Dasar Pemikiran
 
Latar belakaang perbedaan keyakinan dan pemahaman tentang agama seringkali menimbulkan perdebatan panjang yang tidak pernah menemui titik damai hingga akhirnya menimbulkan konflik bahkan pertumpahan darah yang tidak hanya merugikan sebuah kelompok masyarkat tertentu namun berbagai fasilitas di sekitar tempat tinggal mereka pun turut menjadi sasaran perusakan yang terjadi.
 Sejarah manusia memang tak luput dari fakta tentang persaingan, konflik bahkan pertumpahan darah. Hal-hal demikian sering dilakukan oleh sebuah kelompok masyarakat untuk mencapai sebuah tujuan. Yang kuatlah yang berkuasa. Termasuk tujan mereka untuk menyebarkan keyakinan agama sebuah kelompok.
Konflik antar ummat beragama yang terjadi di Ambon hingga pertumpahan darah dengan jumlah korban jiwa yang tidak sedikittpun tidak dapat di hindari. Dan konflik itu menimbulkan efek berkepanjangan dan juga menimbulkan kerugian fasilitas umum yang tak sedikit.
Maka dalam penelitian ini penulis mencoba untuk mengkaji berbagai macam jenis konflik yang terjadi dari beberapa komponen agama yang ada di sekitar masyarakat. Khususnya ormas Islam PERSIS (Persatuan Islam) yang sering dianggap sebagai golongan pembaharu yang keberadaanya menuai beberapa penolakan yang bermacam-macam bahkan anarkis. Penelitipun tak luput untuk meneliti beberapa unsur yang terdapat didalam ruang lingkup PERSIS.
Penulis merasa tertarik untuk meneliti berbagai macam latar belakang konflik yang sering menimbulkan rasa antipati masyarakat kepada ormas PERSIS. Sebagaimana yang sering diungkapkan Durkhiem dalam teorinya tentang solidaritas sosial yang bersifat mekanik, artinya masyarakatmemiliki kesadaran bersama dan masyarakat menjadi sisi totalitas dalam menentukan segala aspek hukum dan biasanya masyarakat yang dapat dengan mudah melakukan hal demikian adalah masyarakat yang dilandasi oleh sisi agama sebagai pemersatunya. Didalamnya ada sebuah hukum yang bersifat menekan sehingga jika ada sebuah kelompok masyarakat atau individu yang keluar dari hukum atau kebiasaan yang masyarakat jalani maka individu atau kelompok masyarakat tersebut akan keluar atau diasingkan.
Dengan teori solidaritas sosial ini peneliti akan menjadikan media pengantar masuknya bahasan peneliti kepada beberapa masalah yang akan dikaji.
 
II.                Permasalahan Penelitian
 
1.      Apa yang menyebabkan ormas PERSIS mendapatkan penolakan di kalangan masyarakat.
2.      Mengapa masyarakat menolaknya?
3.      Bagaimana bentuk penolakan masyarakat?
4.      Cara apa yang dilakukan ormas PERSIS untuk menghadapi penolakan masyarakat?
 
 
 
III.             Metodelogi
 
            Untuk menggali data dalam sebuah metode penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif yang diopulerkan oleh Max Weber. Sehingga peneliti dapat menggunakan cara seperti wawancara mendalam dan Suatu penelitian sangat mementingkan sebuah metode yang harus dipakai. Metode kualitatif memiliki tiga cara antara lain: observasi wawancara mendalam, studi dokumen, FGD (focus Grup Observasi), partisipasi dan sebagainya.dan peneliti menjadi instrumen utama. Dan peneliti menggunakan pengamatan mendalam dan melakukan observasi wawancara untuk mengetahui alasan-alasan narasumber. Dalam menganalisis data peneliti akan menyimpulkan dan menganalisis beberapa fakta yang sudah ada, dalam menyimpulkan berbagai macam tema yang dibicarakan.
 
IV.             Tema-Tema yang akan diteliti
 
1.   Studi lapangan mengenai pembekuan aktivitas organisasi remaja masjid Al-Huda Tambora-Jakarta barat.
2.  Sikap penolakan anarkis terhadap ormas Persatuan Islam di wilayah Kp.Pasirmulya Ds. Margamulya Pangalengan Bandung-Jawa Barat
3.   Praktik Kristenisasi masyarakat terpencil di daerah Garut Selatan dan berbagai macam usaha penyelamatan Aqidah oleh mahasiswa sekolah tinggi persatuan Islam.
4.      Ketaatan ibadah alumni Pesantren Persis 99 Rancabango Garut angkatan 2012-2013.
5.  Pengaruh figur KH. Aceng Zakaria bagi kelangsungan pendidikan di  Pesantren Persis 99 Rancabango Garut.
 
V.                Kerangka Teori
 
     Penelitian ini akan dikaji dengan teori solodaritas sosial milik Durkheim  bahwa,masyarakatmemiliki kesadaran bersama dan masyarakat menjadi sisi totalitas dalam menentukan segala aspek hukum dan biasanya masyarakat yang dapat dengan mudah melakukan hal demikian adalah masyarakat yang dilandasi oleh sisi agama sebagai pemersatunya. Didalamnya ada sebuah hukum yang bersifat menekan sehingga jika ada sebuah kelompok masyarakat atau individu yang keluar dari hukum atau kebiasaan yang masyarakat jalani maka individu atau kelompok masyarakat tersebut akan keluar atau diasingkan.
 

Rifqi Anas_KPI IA_tugas7_tugas proposal agama

Nama: Rifqi Anas 
Kelas: KPI 1a
Nim: 1113051000049 

 

 

 

PROPOSAL STUDI LAPANGAN

 "PENDIDKAN TAHFIDZ AL-QUR'AN DENGAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN"

 

I.                    DASAR PEMIKIRAN

Latar Belakang

Pesantren adalah salah satu lembaga sosial keagamaan yang mengajarkan tentang keagamaan dan perilaku akhlaq karakter santri. Selama di pesantren para santri diajarkan tentang ilmu kagamaan dan perilaku. Tetapi banyak juga pesantren yang menerapkan pengajaran modern serta ilmu umum.

Pesantren yang menerapkan system pendidikan pada Al-qur'an dan penghafalannya sekarang biasanya jarang diminati. Hal ini karena masyarakat menganggap pesantren yang menghafal al-quran sulit mendapat pekerjaan. Tapi sekarang ada pesantren penghafal al-qur'an yang juga mengajarkan kepada santrinya ke ilmuan kewirausahaan. Hal ini untuk merubah pandangan masyarkat bahwa penghafal al-quran juga bisa dan terjun kemasyarakat dalam hal ekonomi.

II.                  PERMASALAHAN

 

1.      apa saja keunggulan dari pesantren Darut Tilawah dibanding dengan pesantren tahfidz lain?

2.      Bagaimana system pendidikan yang diterapkan agar dapat mengahafal dengan baik?

3.      Apa saja keterampilan yang diterapkan selain menghafal Al-qur'an?

4.       Apakah untuk formalitas ijazah juga diperhatikan ?

5.      Adakah praktek langsung dalam hal menerapkan ilmu agama dan ilmu umum dalam masyrakat

III.                 METODOLOGI

Metode yang diambil adalah metode kualitatif, yaitu metode pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara. Metode digunakan  ini agar informasi yang didapat lebih jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

Tekhnik pengambilan data:

·         Observasi langsung

·         Wawancara

·         Menganalisis data yang telah didapat dari hasil observasi dan wawancara kemudian membuat kesimpulan.

 

IV.               TEMA YANG DITELITI

Tema yang  ambil adalah tentang lembaga sosial keagamaaan, yaitu pesantren

1.      Keunggulan pesantren Darut Tilawah dalam materi pembelajaran

2.      Sistem pembelajaran dalam penghafalan Al-qur'an

3.      Kreativitas untuk membangun potensi dan bakat santri

4.      Formalitas pendidikan di pesantren sebagai bekal mencari ekonomi

5.      Pengaruh santri dalam kehidupan masyarakat

 

V.                  KERANGKA TERORITIS

Masalah-masalah yang dikaji disajikan dengan  metode kualitatif. Sesuai dengan teori emile Durkheim tentang fakta social. Fakta social menurut Durkheim adalah suatu cara bertindak yang tetap atau sementara, yang memiliki kendala dari luar  atau suatu cara bertindak yang umum dalam suatu masyarakat yang terwujud dengan sendirinya sehingga bebas dari manifestasi individual.

 

Raafa zaahirah_kpi1A_tugas7_proposal sosiologi agama

Nama: Raafa Zaahirah
Kelas: KPI 1a
Nim: 1113051000046


Proposal penelitian tugas lapangan sosiologi.
1.1 dasar pemikiran
setiap manusia bebas atau lebih tepatnya berhak atas apa yang
diinginkannya. Begitupun dengan hubungan dengan masing-masing
tuhannya. Setiap manusia ketika mereka merasakan didirinya memiliki
tuhan, ia akan membuat tempat untuk ibadahnya. Sama seperti halnya
umat muslim dalam beribadahnya. Masjid adalah salah satu sentral
tempat untuk beribadah umat muslim bahkan dilakukan mulai dari zaman
Nabi Muhammad SAW. Dimasjid pula lah selain untuk tempat beribadah
juga untuk bermusyawarah dan untuk tempat pengajaran lainnya.
Masjid punmemiliki adab atau norma-norma yang berlaku. Disana terdapat
aturan-aturan yang wajib dilakukan bahkan dipatuhi bagi setiap
pengunjung atau pengguna masjid. Durkheim mengatakan bahwa kelompok
sosial itumendahului dan membentuk individu. Kelompok sosial merupakan
sumber kultur dan semua nilai luhur, dan bahwa keadaan serta perubahan
sosial tidak dihasilkan, dan tidak dapat dipengaruhi secara langsung
atau dimodifikasi oleh keinginan dan kemauan individu-individu.
Sehingga ketika umat islam mendatangi masjid dan menjadikan masjid
tempat beribadah tanpa mereka sadari atau tidak masjid adalah salah
satu fasilitas yang menjadikan sebuah individu menjadi sebuah kelompok
sosial. Dalam menjadikan seseorang menimbulkan rasa silaturahmi dan
tingkat kesaudaraan yang tinggi.
2.1 permasalahan penelitian
1. Siapa sajakah yang biasa berkunjung ke masjid?
2. Bagaimana gambaran pengunjung masjid terhadap kenyamanan beribadah?
3. Apa yang menyebabkan pengunjung dapat merasakan kepuasan dan
kenyamanan untuk beribadah dimasjid?
4. Seerapa besarkah pengaruh kenyamanan masjid terhadap volume jumlah
pengunjung dan jamaat?
5. Apa pengaruh masyarakat islam khususnya di Jakarta terhadap
lembaga-lembaga islam yang menjamur saat ini?
6. Pengaruh apa yang akan timbul terhadap konflik antar- lembaga keagamaan?
3.1 metode penelitian
Untuk menggali data dalam sebuah metode penelitian, peneliti
menggunakan metode kualitatif yang diopulerkan oleh Max Weber.
Sehingga peneliti dapat menggunakan cara seperti wawancara mendalam
dan Suatu penelitian sangat mementingkan sebuah metode yang harus
dipakai. Metode kualitatif memiliki tiga cara antara lain: observasi
wawancara mendalam, studi dokumen, FGD (focus Grup Observasi),
partisipasi dan sebagainya.dan peneliti menjadi instrumen utama. Dan
peneliti menggunakan pengamatan mendalam dan melakukan observasi
wawancara untuk mengetahui alasan-alasan narasumber.
Dalam menganalisis data peneliti akan menyimpulkan dan menganalisis
beberapa fakta yang sudah ada, dalam menyimpulkan berbagai macam tema
yang dibicarakan.
4.1 tema penelitian
1. Gambaran kenyamanan masjid terhadap volume jumlah pengunjung
2. Masjid alat untuk memperat tali silaturahmi atau persaudaraan antar individu
3. Gambaran kepuasan pengunjung terhadap kenyamanan masjid
4. Hubungan antar lembaga sosial islam terhadap konflik sosial islam
5. Pengaruh peningkatan lembaga-lembaga sosial islam terhadap
masyarakat islam di Jakarta
5.1 kerangka teoritis

Masalah-masalah ini akan dikaji menggunakan teori max weber, yaitu
teori kausalitas yang terdapat dalam bukunya " The Protestant Ethnic
and The Spirit of Capitalism", keterkaitan antara sebab dan akibat
suatu peristiwa. Menurut weber, tidak cukup hanya mencari keajekan
historis, pengulangan dan keparalelannya saja. Namun, penelitian harus
melihat alasan, sekaligus makna, perubahan-perubahan historis .
protestanisme itu sendati merupakan tipe ideal. Tipe ideal bukanlah
merupakan konsep umum ataupun konsep-konsep abstrak, akan tetapi
merupakan hipotesis perseorangan. Sebagai hipotesis ini tipe ideal
berisi suatu pilihan item-item yang dapat muncul dalm suatu kenyataan.
Weber sedikit tertarik pada sdikit percobaan mental. baginya,
pemberian kerangka tipe ideal merupakan insiden di dalam memahami
dunia nyata.

Tubagus Zhiya KPI 1A-tugas 7_proposal sosiologi agama

I.    Dasar Pemikiran

 

          Masjid adalah tempat ibadah umat muslim diseluruh dunia, masjid bisa dikatakan merupakan rumah Allah SWT. Oleh sebab itu lebih baik jika beribadah dimasjid daripada ditempat lain. Maka dari itu banyak sekali umat muslim yang mencari masjid untuk sholat atau beribadah.

 

             Di Indonesia banyak terdapat masjid karena Indonesia sendiri merupakan negara muslim terbesar didunia, jadi akan sangat mudah menemukan masjid di Indonesia. Bahkan hampir 300m pun pasti terdapat masjid satu dengan yang lainnya. Masjid pun tidak hanya digunakan untuk sholat, bisa untuk pengajian, potong qurban jika idul adha, informasi umum, bahkan tempat peristirahatan musafir atau pengurus masjid. Karena banyak sekali kegiatan, saya akan membahas penelitian tentang kegiatan dimasjid dekat rumah saya yang mengadakan berbagai kegiatan ditiap minggunya.

 

II.    Permasalahan Penelitian

 

1.    Mengapa perlu diadakan pengajian tiap sebulan sekali di masjid at-taqwa?

2.    Mengapa adanya pengobatan gratis tiap minggu?
3.    Apakah fungsi pengeras suara masjid hanya untuk kegiatan beragama?
4.    Mengapa perlu diadakan buka puasa bersama pada bulan ramadhan?
5.    Apa saja yang dilakukan pengurus masjid agar masjid tetap terurus

 

III.    Metode penelitian

 

Menggali data menggunakan metode kualitatif, dengan cara melakukan observasi dan wawancara langsung kepada pengurus masjid at-taqwa. Lalu mendapatkan sebuah data yang akan saya olah dan menyusunnya agar menjadi sebuah penelitian sosial yang konkret

 

IV.    Tema-tema yang Diteliti

 

1.    Fungsi lain masjid sebagai tempat ibadah
2.    Keaktifan pengurus masjid
3.    Dana mengadakan kegiatan pengajian
4.    Masjid menjadi tempat bermain anak
5.    Penggunaan pengeras suara masjid pada siang dan malam

 

 

V.    Kerangka teoritis

 

          Emile Durkheim mengatakan Fakta sosial adalah seluruh cara bertindak, baku maupun tidak, yang dapat berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan eksternal atau bisa juga dikatakan bahwa fakta sosial adalah seluruh cara bertindak yang umum dipakai suatu masyarakat, dan pada saat yang sama keberadaannya terlepas dari manifestasi-manifestasi individual. Jadi, apakah acara dan kegiatan masjid merupakan sebuah inisiatif pengurus atau suatu usul dari warga setempat.

Ihat Solihat_KPI 1 A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Penelitian Lapangan

Nama: Ihat Solihat
Nim: 1113051000011
Kelas: KPI 1 A
PROPOSAL STUDI LAPANGAN
 "MENYINGKAP PESANTREN YANG BUKAN HANYA  SEKADAR PESANTREN"

I.                    DASAR PEMIKIRAN
Latar Belakang
Pesantren adalah salah satu lembaga sosial keagamaan yang fokus pada pendidikan agama, dalam pesantren seseorang digembleng dengan ilmu-ilmu yang berbau agama, namun untuk sekarang ini pesantren tidak hanya berkonsentrsi pada agama saja tapi juga pada pendidikan non agama, atau bisa disebut pembelajaran akademik.
   Pesantren-pesantren modern  yang ada saat ini  tidak hanya melahirkan insan Qu'ani tapi juga mampu menetaskan insan-insan yang berkompeten dibidang intelektual dan teknologi . Hal ini menambah  kepercayaan masyarakat pada pesantren untuk memasukan anak-anak mereka bersekolah atau belajar dipesantren. Dari realita ini saya tertarik untuk mencari informasi mengenai pesantren ini, bagaimana cara pesantren dalam memberikan pelajaran pada santri-santrinya dsb

Nur Kholifah KPI 1A_Tugas Sosiologi 7_Proposal Penelitian Kualitatif

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

Tema: "Spiritualitas Agama Islam dalam Keseharian"
Dasar Pemikiran
Umat islam merupakan umat yang terbesar di dunia, peradabannya dari zaman dahulu sampai sekarang tetaplah berkembang. Islam tak hanya tersebar di indonesia namun hampir di seluruh negara sebagian dari mereka menganut agama islam. Di indonesia yang merupakan wilayah yang luas juga di dominasi oleh kaum islam. Sama halnya dengan agama lain nasrani, hindu, budha dan lainnya, islam juga memiliki ajaran-ajaran tertentu, aturan-aturan tertentu, rutinitas dan kegiatan tertentu serta memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan. Kita ketahui bahwa kaum islam sendiri khususnya dewasa ini yang memeluk ajaran islam belum sepenuhnya mengetahui ajaran-ajaran islam, rutinitas serta kewajiban yang harus dilaksanakan. Umat islam sebagian juga belum seberapa mengerti bahwa dalam kenyataan ibadah yang mereka lakukan bukanlah merupakan kewajiban mereka terhadap Tuhan saja bahkan merupakan bentuk sakral yang harus dilakukan, namun kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk sosialisasi serta solidaritas mereka sesama manusia khususnya umat islam. Disamping itu rutinitas yang mereka lakukan merupakan kegiatan sakral yang apabila tidak dijalankan maka akan memperoleh hukman baik dari Tuhan maupun dari suatu hal gaib. Dalam laporan ini, penulis akan memaparkan sebaik mungkin mengenai spiritualitas agama islam dalam keseharian dengan harapan khususnya umat islam dapat mengerti lebih dalam mengenai spiritualitas agama islam dan dapat menerapkannya dalam kesehariannya.

Amatullah aliyah KPI 1A_ tugas7sosiologi_Proposal penelitian

Nama   : Amatullah Aliyah
Kelas   : KPI IA
Nim     : 1113051000022
Proposal Studi Lapangan Sosiologi Agama
I.                   DASAR PEMIKIRAN
1.      Topik Satu
Sekolah merupakan suatu lembaga untuk mendidik  dan mengajar anak di bawah pengawasan guru. Belakangan ini banyak orang tua yang memutuskan anak-anaknya untuk bersekolah yang memiliki basic agama. Seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu atau sama dengan Sekolah Dasar. Tujuannya agar anaknya juga diajarkan pengetahuan agama sekaligus. Seperti membaca Al-Qur'an, shalat berjama'ah dan lain sebagainya. Akan tetapi terkadang apa yang menjadi peraturan disekolah tersebut dan menjadi ketetapan untuk dipatuhi oleh anak-anak muridnya tersebut tidak menerap di dalam diri muridnya.   

Senin, 11 November 2013

AnisaLestari_KPI1A_Tugas7Sosiologi_Proposalpenelitian


I.    Dasar Pemikiran

            Seperti yang kita ketahui, masjid adalah sebuah tempat ibadah umat muslim. Di masjid pula banyak dilakukan berbagai kegiatan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim, seperti sholat, berdzikir, sholat berjamaah, pengajian, dsb. Fungai masjid antara lain adalah sebagai:

(a) tempat orang-orang Islam beribadah terutamanya mendirikan sembahyang Jumat dan sembahyang-sembahyang lain
(b) tempat mengadakan pendidikan Agama Islam dan pendidikan-pendidikan yang memberi faedah kepada ahli kariah     yang beragama Islam
(c) tempat mengadakan sesuatu majlis perayaan yang berkaitan dengan Agama Islam
(d) tempat mengadakan syarahan atau ceramah agama oleh pensyarah atau penceramah yang dibenarkan oleh Majlis, Jabatan atau Pegawai Agama Islam daerah, mengikut mana yang berkenaan
(e) pusat penyebaran dakwah, maklumat, peraturan dan arahan daripada Majlis, Jabatan atau Pejabat Agama Islam Daerah

Antik Bintari KPI1A tugas 7 proposal sosiologi agama

I.     DASAR PEMIKIRAN
      Alasan logis mengapa penelitian harus dilakukan adalah karena sejatinya manusia tinggal di lingkungan masyarakat yang sangat luas. Dalam kehidupan yang sangat luas tersebut banyak hal yang kita tidak ketahui, tidak jelas, tidak paham sehingga menimbulkan kebingungan, karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia yang sangat terbatas, tidak sebanding dengan lingkungannya yang begitu luas. Bahkan faktor-faktor ketidaktahuan terhadap sesuatu dalam kehidupannya, seringkali menimbulkan kecemasan, rasa takut, dan rasa terancam. Kesadaran atas keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan atau kemampuan manusia dalam kehidupannya perlu diatasi agar manusia dapat menyesuaikan diri di lingkungan masyarakat.
      Alasan lainnya mengapa penelitian dilakukan karena dorongan rasa ingin tahu. Manusia memiliki dorongan atau naluri ingin mengetahui tentang sesuatu di dalam dan luar lingkungannya. Pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu, menimbulkan rasa ingin tahu baru yang lebih luas. Dorongan ingin tahu disalurkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman.

Musfiah Saidah KPI 1A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Penelitian Lapangan

PROPOSAL PENELITIAN TUGAS LAPANGAN SOSIOLOGI AGAMA
I.                    Dasar pemikiran
Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim. Disana umat muslim biasanya melakukan ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT. Seperti  sholat atau berdzikir. Selain itu, masjid biasanya digunakan sebagai tempat pengajian sehingga masjid juga dapat dikatakan lembaga pengendalian sosial dari sisi penanaman nilai keagaamaan.
Ketika seseorang masuk ke masjid, berarti diharuskan mengikuti segala aturan atau norma yang berlaku di masjid itu. Karena ia telah menjadi bagian dari kelompok bukan lagi individu. Seperti kata Durkheim walau sebagi individu, manusia pun juga merupakan kelompok dimana dalam kelompok tersebut mereka dituntut untuk mengikuti norma yang belaku dalam kelompok tersebut dan akan mendapat sanksi jika melanggar baik berupa teguran dsb. Namun pada kenyataannya ada beberapa pelanggaran yang dilakukan saat seseorang ingin masuk kedalam masjid misalnya berpakain kotor, mengaktifkan handphone, dsb. Terlepas dari ketidak tahuan seseorang terhadap aturan saat masuk ke masjid karena minimnya pengetahuan tentang agama atau acuh terhadap aturan yang ada, tetapi pada kenyataanya orang disekitar masjid pun terkadang tidak menegurnya. Hal itu mengindikasikan jika penegakan aturan saat sedang berada di masjid kurang tegas dan hilangnya kepedulian untuk mengingatkan kepada sesama dalam kebaikan untuk menegakan norma agama yang berlaku dalam masjid tersebut.

Aida_KPI_1A_tugas7_Proposal_penelitian


Nama: Aida Nuraida
Kelas: KPI 1-A
Nim: 1113051000018
Proposal Studi Lapangan
Mencermati Hubungan Sosial Agama dalam berbagai Aspek Kehidupan di Jakarta Saat Ini
I.                  Dasar Pemikiran
Jika kita membahas mengenai agama di Indonesia tentu saja Indonesia memiliki beragam macam agama. Kemajemukan agama merupakan kekayaan bangsa. Masyarakat Indonesia memiliki peluang untuk hidup harmoni dan berdaya dalam Bhineka Tunggal Ika. Terutama masyarakat Jakarta yang menjadi pusat Ibu Kota Indonesia. Tidak sedikit warga Jakarta yang menjalin kerjasama antar agama yang satu dengan agama yang lain untuk terus bertahan hidup dan bersosialisasi. Nah, dari hubungan antar Agama tersebut tentunya mempunyai banyak peristiwa positif dan negatif yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam Aspek Ekonomi, social, politik, pendidikan, maupun kebudayaan. Seperti halnya keberhasilan suatu perusahaan dengan pegawai dan atasan yang berbeda agama, keharmonisasian pelajar yang berbeda agama sampai kepada hal yang menyebabkan konflik terpecahkannya keharmonisasian masyarakat karena perbedaan agama.

M.Irhamni /pmi lima/ demografi

Belda Eldrit Janitra KPI I A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Payung

NAMA: BELDA ELDRIT JANITRA
KELAS: KPI I A
NIM: 1113051000033
PROPOSAL STUDI LAPANGAN
MENILIK KEARIFAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT SUKU BADUY
I.                   Dasar Pemikiran
Masyarakat Baduy adalah masyarakat tradisional yang seolah jauh dari perkembangan hidup masyarakat modern. Mereka seperti terdiri atas satu kesatuan tersendiri, khususnya Baduy Dalam. Mereka tidak mau melibatkan diri dari segala urusan administratif pemerintahan, perkembangan teknologi, dan segala hal yang bersifat modern. Mereka memiliki sistem kepercayaan, hukum, pemerintahan,  mata pencaharian, hingga perjodohan yang mereka buat sendiri. Di tengah laju perkembangan zaman dengan segala kemodernan sistem informasi dan elektronik, masyarakat Baduy mampu bertahan dengan kearifan budaya lokal mereka. Solidaritas mekanis yang mereka pelihara mampu membawa mereka dalam harmonisasi alam dan kehidupan bermasyarakat. Berangkat dari sinilah, penyaji tertarik untuk melakukan studi lapangan  guna menilik, mengamati, dan mencari tahu lebih dalam tentang kehidupan dan kearifan lokal budaya suku Baduy yang masih terpelihara hingga saat ini.

Nur Fajrina _ Analisis Piramida Penduduk _ Wilayah Cijantung Rt 009/02 Jak-Tim

Nama                           : Nur Fajrina (1111054000009)
Tugas Demografi           : Analisis Piramida Penduduk

ANALISIS PIRAMIDA PENDUDUK RT 009/02 CIJANTUNG JAK-TIM




Analisa Piramida Penduduk

IKA SEPTI TRISNOWATI (PMI.7)_TUGAS DEMOGRAFI_ANALISA PIRAMIDA PENDUDUK

IKA SEPTI TRISNOWATI (PMI.7)_TUGAS DEMOGRAFI_ANALISA PIRAMIDA PENDUDUK (Wilayah RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan)

Berhubungan dengan tugas Demografi sebelumnya yakni studi lapangan mengenai Demografi di wilayah tempat tinggal. Berdasarkan sumber data yang didapat, dan kemudian dihitung berdasarkan rumus yang ada. Serta dengan menggunakan tabel usia penduduk dari 0 tahun hingga 55+ tahun. Didapatlah piramida penduduk sebagai berikut:

Analisa Piramida Penduduk:
Dari gambaran piramida penduduk tersebut, gambarnya hampir menyerupai "layang-layang" atau disebut konstruktive. Gambaran piramida penduduk tersebut merupakan hasil dari data yang didapat di wilayah RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Analisa dari gambar piramida tersebut, di mana pada usia balita 0 tahun hingga 25 tahun. Jumlah angkanya tidak banyak, oleh karena itu gambarnya merucut pada bagian bawah. Namun pada usia 26 tahun hingga 54 tahun, pada usia tersebut berjumlah lebih dari 100 jiwa, baik dari penduduk laki-laki dan juga penduduk perempuan. Hal demikian terjadi, karena memang di wilayah RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dari narasumber, bahwasanya pada tahun 80-an mulai berkembangnya wilayah tersebut. Karena sebelum banyak warga yang mendiami wilayah tersebut. Wilayah tersebut masih sepi dan banyak pohon-pohon rindang. Sejak mulai tahun 80-an itu, mulai banyak warga yang mendiami wilayah tersebut. Dan pada masa tersebut, angka balita hingga usia kisaran 20 tahun cukup tinggi. Oleh karena itu, pada tahun 2013 ini usia produktif dari 26 tahun hingga 54 tahun mendominasi.
Pada waktu pula, banyak warga yang sudah berumah tangga. Kebanyakan dari mereka memiliki lebih dari dua anak. Oleh karena itu, saat usia dari anak-anak tersebut beranjak dewasa. Usia mereka mendominasi wilayah tersebut. Dan memang itu sesuai dengan keadaan sebenarnya saat ini. Hanya tinggal beberapa saja penduduk usia di atas 55 tahun. Yang biasa dianggap sesepuh atau yang di-tua-kan. Selebihnya yakni dari usia dominan tersebut yakni 26 tahun hingga 54 tahun. Di mana pada usia itu, kebanyakan penduduknya sudah berumah tangga. Termasuk yang menjadi ketua RW 010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Merupakan warga dari RT 002/010, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan; yang baru berusia 30 tahun.

Cari Blog Ini