Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Selasa, 12 November 2013
Haidar Hasan_KPI 1A_Tugas 7_Proposal Penelitian Sosiologi Agama
Rifqi Anas_KPI IA_tugas7_tugas proposal agama
Nama: Rifqi Anas
Kelas: KPI 1a
Nim: 1113051000049
PROPOSAL STUDI LAPANGAN
"PENDIDKAN TAHFIDZ AL-QUR'AN DENGAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN"
I. DASAR PEMIKIRAN
Latar Belakang
Pesantren adalah salah satu lembaga sosial keagamaan yang mengajarkan tentang keagamaan dan perilaku akhlaq karakter santri. Selama di pesantren para santri diajarkan tentang ilmu kagamaan dan perilaku. Tetapi banyak juga pesantren yang menerapkan pengajaran modern serta ilmu umum.
Pesantren yang menerapkan system pendidikan pada Al-qur'an dan penghafalannya sekarang biasanya jarang diminati. Hal ini karena masyarakat menganggap pesantren yang menghafal al-quran sulit mendapat pekerjaan. Tapi sekarang ada pesantren penghafal al-qur'an yang juga mengajarkan kepada santrinya ke ilmuan kewirausahaan. Hal ini untuk merubah pandangan masyarkat bahwa penghafal al-quran juga bisa dan terjun kemasyarakat dalam hal ekonomi.
II. PERMASALAHAN
1. apa saja keunggulan dari pesantren Darut Tilawah dibanding dengan pesantren tahfidz lain?
2. Bagaimana system pendidikan yang diterapkan agar dapat mengahafal dengan baik?
3. Apa saja keterampilan yang diterapkan selain menghafal Al-qur'an?
4. Apakah untuk formalitas ijazah juga diperhatikan ?
5. Adakah praktek langsung dalam hal menerapkan ilmu agama dan ilmu umum dalam masyrakat
III. METODOLOGI
Metode yang diambil adalah metode kualitatif, yaitu metode pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara. Metode digunakan ini agar informasi yang didapat lebih jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
Tekhnik pengambilan data:
· Observasi langsung
· Wawancara
· Menganalisis data yang telah didapat dari hasil observasi dan wawancara kemudian membuat kesimpulan.
IV. TEMA YANG DITELITI
Tema yang ambil adalah tentang lembaga sosial keagamaaan, yaitu pesantren
1. Keunggulan pesantren Darut Tilawah dalam materi pembelajaran
2. Sistem pembelajaran dalam penghafalan Al-qur'an
3. Kreativitas untuk membangun potensi dan bakat santri
4. Formalitas pendidikan di pesantren sebagai bekal mencari ekonomi
5. Pengaruh santri dalam kehidupan masyarakat
V. KERANGKA TERORITIS
Masalah-masalah yang dikaji disajikan dengan metode kualitatif. Sesuai dengan teori emile Durkheim tentang fakta social. Fakta social menurut Durkheim adalah suatu cara bertindak yang tetap atau sementara, yang memiliki kendala dari luar atau suatu cara bertindak yang umum dalam suatu masyarakat yang terwujud dengan sendirinya sehingga bebas dari manifestasi individual.
Raafa zaahirah_kpi1A_tugas7_proposal sosiologi agama
Kelas: KPI 1a
Nim: 1113051000046
Proposal penelitian tugas lapangan sosiologi.
1.1 dasar pemikiran
setiap manusia bebas atau lebih tepatnya berhak atas apa yang
diinginkannya. Begitupun dengan hubungan dengan masing-masing
tuhannya. Setiap manusia ketika mereka merasakan didirinya memiliki
tuhan, ia akan membuat tempat untuk ibadahnya. Sama seperti halnya
umat muslim dalam beribadahnya. Masjid adalah salah satu sentral
tempat untuk beribadah umat muslim bahkan dilakukan mulai dari zaman
Nabi Muhammad SAW. Dimasjid pula lah selain untuk tempat beribadah
juga untuk bermusyawarah dan untuk tempat pengajaran lainnya.
Masjid punmemiliki adab atau norma-norma yang berlaku. Disana terdapat
aturan-aturan yang wajib dilakukan bahkan dipatuhi bagi setiap
pengunjung atau pengguna masjid. Durkheim mengatakan bahwa kelompok
sosial itumendahului dan membentuk individu. Kelompok sosial merupakan
sumber kultur dan semua nilai luhur, dan bahwa keadaan serta perubahan
sosial tidak dihasilkan, dan tidak dapat dipengaruhi secara langsung
atau dimodifikasi oleh keinginan dan kemauan individu-individu.
Sehingga ketika umat islam mendatangi masjid dan menjadikan masjid
tempat beribadah tanpa mereka sadari atau tidak masjid adalah salah
satu fasilitas yang menjadikan sebuah individu menjadi sebuah kelompok
sosial. Dalam menjadikan seseorang menimbulkan rasa silaturahmi dan
tingkat kesaudaraan yang tinggi.
2.1 permasalahan penelitian
1. Siapa sajakah yang biasa berkunjung ke masjid?
2. Bagaimana gambaran pengunjung masjid terhadap kenyamanan beribadah?
3. Apa yang menyebabkan pengunjung dapat merasakan kepuasan dan
kenyamanan untuk beribadah dimasjid?
4. Seerapa besarkah pengaruh kenyamanan masjid terhadap volume jumlah
pengunjung dan jamaat?
5. Apa pengaruh masyarakat islam khususnya di Jakarta terhadap
lembaga-lembaga islam yang menjamur saat ini?
6. Pengaruh apa yang akan timbul terhadap konflik antar- lembaga keagamaan?
3.1 metode penelitian
Untuk menggali data dalam sebuah metode penelitian, peneliti
menggunakan metode kualitatif yang diopulerkan oleh Max Weber.
Sehingga peneliti dapat menggunakan cara seperti wawancara mendalam
dan Suatu penelitian sangat mementingkan sebuah metode yang harus
dipakai. Metode kualitatif memiliki tiga cara antara lain: observasi
wawancara mendalam, studi dokumen, FGD (focus Grup Observasi),
partisipasi dan sebagainya.dan peneliti menjadi instrumen utama. Dan
peneliti menggunakan pengamatan mendalam dan melakukan observasi
wawancara untuk mengetahui alasan-alasan narasumber.
Dalam menganalisis data peneliti akan menyimpulkan dan menganalisis
beberapa fakta yang sudah ada, dalam menyimpulkan berbagai macam tema
yang dibicarakan.
4.1 tema penelitian
1. Gambaran kenyamanan masjid terhadap volume jumlah pengunjung
2. Masjid alat untuk memperat tali silaturahmi atau persaudaraan antar individu
3. Gambaran kepuasan pengunjung terhadap kenyamanan masjid
4. Hubungan antar lembaga sosial islam terhadap konflik sosial islam
5. Pengaruh peningkatan lembaga-lembaga sosial islam terhadap
masyarakat islam di Jakarta
5.1 kerangka teoritis
Masalah-masalah ini akan dikaji menggunakan teori max weber, yaitu
teori kausalitas yang terdapat dalam bukunya " The Protestant Ethnic
and The Spirit of Capitalism", keterkaitan antara sebab dan akibat
suatu peristiwa. Menurut weber, tidak cukup hanya mencari keajekan
historis, pengulangan dan keparalelannya saja. Namun, penelitian harus
melihat alasan, sekaligus makna, perubahan-perubahan historis .
protestanisme itu sendati merupakan tipe ideal. Tipe ideal bukanlah
merupakan konsep umum ataupun konsep-konsep abstrak, akan tetapi
merupakan hipotesis perseorangan. Sebagai hipotesis ini tipe ideal
berisi suatu pilihan item-item yang dapat muncul dalm suatu kenyataan.
Weber sedikit tertarik pada sdikit percobaan mental. baginya,
pemberian kerangka tipe ideal merupakan insiden di dalam memahami
dunia nyata.
Tubagus Zhiya KPI 1A-tugas 7_proposal sosiologi agama
I. Dasar Pemikiran
Masjid adalah tempat ibadah umat muslim diseluruh dunia, masjid bisa dikatakan merupakan rumah Allah SWT. Oleh sebab itu lebih baik jika beribadah dimasjid daripada ditempat lain. Maka dari itu banyak sekali umat muslim yang mencari masjid untuk sholat atau beribadah.
Di Indonesia banyak terdapat masjid karena Indonesia sendiri merupakan negara muslim terbesar didunia, jadi akan sangat mudah menemukan masjid di Indonesia. Bahkan hampir 300m pun pasti terdapat masjid satu dengan yang lainnya. Masjid pun tidak hanya digunakan untuk sholat, bisa untuk pengajian, potong qurban jika idul adha, informasi umum, bahkan tempat peristirahatan musafir atau pengurus masjid. Karena banyak sekali kegiatan, saya akan membahas penelitian tentang kegiatan dimasjid dekat rumah saya yang mengadakan berbagai kegiatan ditiap minggunya.
II. Permasalahan Penelitian
1. Mengapa perlu diadakan pengajian tiap sebulan sekali di masjid at-taqwa?
2. Mengapa adanya pengobatan gratis tiap minggu?
3. Apakah fungsi pengeras suara masjid hanya untuk kegiatan beragama?
4. Mengapa perlu diadakan buka puasa bersama pada bulan ramadhan?
5. Apa saja yang dilakukan pengurus masjid agar masjid tetap terurus
III. Metode penelitian
Menggali data menggunakan metode kualitatif, dengan cara melakukan observasi dan wawancara langsung kepada pengurus masjid at-taqwa. Lalu mendapatkan sebuah data yang akan saya olah dan menyusunnya agar menjadi sebuah penelitian sosial yang konkret
IV. Tema-tema yang Diteliti
1. Fungsi lain masjid sebagai tempat ibadah
2. Keaktifan pengurus masjid
3. Dana mengadakan kegiatan pengajian
4. Masjid menjadi tempat bermain anak
5. Penggunaan pengeras suara masjid pada siang dan malam
V. Kerangka teoritis
Emile Durkheim mengatakan Fakta sosial adalah seluruh cara bertindak, baku maupun tidak, yang dapat berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan eksternal atau bisa juga dikatakan bahwa fakta sosial adalah seluruh cara bertindak yang umum dipakai suatu masyarakat, dan pada saat yang sama keberadaannya terlepas dari manifestasi-manifestasi individual. Jadi, apakah acara dan kegiatan masjid merupakan sebuah inisiatif pengurus atau suatu usul dari warga setempat.
Ihat Solihat_KPI 1 A_Tugas 7 Sosiologi_Proposal Penelitian Lapangan
Nur Kholifah KPI 1A_Tugas Sosiologi 7_Proposal Penelitian Kualitatif
Amatullah aliyah KPI 1A_ tugas7sosiologi_Proposal penelitian
Senin, 11 November 2013
AnisaLestari_KPI1A_Tugas7Sosiologi_Proposalpenelitian
I. Dasar Pemikiran
(b) tempat mengadakan pendidikan Agama Islam dan pendidikan-pendidikan yang memberi faedah kepada ahli kariah yang beragama Islam
(c) tempat mengadakan sesuatu majlis perayaan yang berkaitan dengan Agama Islam
(d) tempat mengadakan syarahan atau ceramah agama oleh pensyarah atau penceramah yang dibenarkan oleh Majlis, Jabatan atau Pegawai Agama Islam daerah, mengikut mana yang berkenaan
(e) pusat penyebaran dakwah, maklumat, peraturan dan arahan daripada Majlis, Jabatan atau Pejabat Agama Islam Daerah

