Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Sabtu, 15 Maret 2014
tugas 2
Jumat, 14 Maret 2014
Della Azizah_tugas2_max weber
Della azizah_
Dalam teori max weber ada 4 teori utama yang ia kemukakan yaitu : 1. Teori kapitalisme
Awalnya teori kapitalisme ini, Max Weber mengetahui dari etika protestan yaitu yang berarti mensejahteraan manusia dan bagaimana untuk berhemat dalam hidup ini, contoh itu bisa juga di kategorikan dengan melakukan kepentingan ekonomi. Jadi menurut Max Weberkapitalisme adalah suatu upaya manusia mendapatkan keuntungan dengan usaha pribadi dan dalam kapitalisme rasional harus menggunakan perhitungan perhitungan akutansi tetapi usaha yang di lakukan bukanhanya perdagangan dan pertukaran barang.
tugas_mingguan_ADIATMA_PMI8_Sosilogi_Pedesaan
Nur Yaumil Fithroh_Tugas 2_Teori Sosiologi Max Weber
Muh Nur Muhaimin_Tugas 2_ Masa Depan Desa-desa Kita
MASA DEPAN DESA-DESA KITA
Penyusun : Muh Nur Muhaimin
Keberadaan desa telah dikenal lama dalam tatanan pemerintahan di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka. Masyarakat di Indonesia secara turun temurun hidup dalam suatu kelompok masyarakat yang disebut dengan desa.
Pada zaman modern seperti saat sekarang ini yang telah kita rasakan, perubahan-perubahan sosial yang berlansung secara cepat di dalam segenap ruang lingkup kehidupan masyarakat sosial sudah ditunjukkan oleh berbagai penelitian tentang desa-desa yang berada di Indonesia khususnya di pulau jawa, yang secara pelan-pelan memperlihatkan semakin lemahnya daya dukung desa terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh penduduknya. Pada awal abad ke19 munculah gejala-gejala yang mengakibatkan pola kehidupan warga masyarakat desa bergeser dari sektor pertanian menjadi sektor-sektor non pertanian, contohnya ialah dagang dalam skala kecil, buruh pabrik, buruh tani, menjual jasa dan keterampilan dan sebagainya. Karena sektor pertanian semakin lama hanya mampu memenuhi kebutuhan penduduknya pada tingkat subtansi.
Deshinta Ria Liany_Tugas2_Teori Max Weber
Kamis, 13 Maret 2014
Erby Eko Y_Tugas 2_Teori Max Weber
Julia Rahmania_Tugas2_Max Weber
Pembahasan klasik dan paling berpengaruh tentang hubungan antara etika dan agama, khususnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi, adalah yang dilakukan oleh Weber. Tesisnya yang terkenal yang diungkapkan dalam The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism membuktikan bahwa munculnya zaman modern dengan Kapitalisme-nya itu mempunyai akar dalam pandangan etis dan keagamaan Kristen Protestan, khususnya Calvinisme. Tesis ini merupakan bantahan terhadap tesis Marx tentang transisi dari feodalisme ke kapitalisme.
Rabu, 12 Maret 2014
Muh Nur Muhaimin_tugas1_Dinamika pedesaan
Oleh : Muh Nur Muhaimin
A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.
Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan ('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat mempunyai tujuan:
1. Pertumbuhan sektor pertanian.
Anindia Prestiawani Rizki_Tugas2_Max Weber
Nama : Anindia Prestiawani Rizki
NIM : 1113054100013
Jurusan/Kelas : Kesejahteraan Sosial / 2A
Teori Birokrasi
Organisasi merupakan satu unit sosial yang dibentuk untuk mencapai matlamat tertentu. Sekolah juga merupakan satu contoh organisasi. Di dalam organisasi, kita tidak boleh lari daripada mengaplikasikan teori-teori organisasi yang ada dan salah satu teori yang paling berpengaruh dalam bidang organisasi dan pentadbiran ialah Teori Birokrasi.
Dari segi konsep, Weber merujuk birokrasi sebagai satu jenis struktur pentadbiran yang dibangunkan dalam satu pertubuhan dimana adanya autoriti “rasional-sah” (Scott, 2003). Weber menerangkan jenis birokrasi yang ideal dari sudut yang positif, beliau menganggap organisasi birokrasi adalah organisasi yang lebih rasional dan lebih cekap. Jenis birokrasi yang ideal termasuklah tidak ada jenis autoriti atau perhubungan yang lain, tidak mempunyai persahabatan dan permusuhan, tidak mempunyai komplot, dan tidak mempunyai badan jawatankuasa. Sesuatu birokrasi yang dikatakan ideal hanya wujud dimana individu memberi dan menerima arahan sebagai satu peraturan dalam sistem rasional.
Terdapat tiga jenis autoriti yang dikenalpasti oleh Weber iaitu autoriti tradisional, autoriti “rasional-sah” dan autoriti karismatik :-
a) Autoriti tradisional (Traditional authority) yaitu kepercayaan dalam tradisi yang telah diamalkan sejak berzaman-zaman lamanya. Ini adalah berlandaskan perwarisan daripada autoriti terdahulu, kemudian orang yang memegang autoriti tersebut mempunyai kuasa dan memberi arahan manakala orang bawahan pula akan menerima sahaja perintah atasan dengan alasan bahawa perkara yang diperintahkan oleh orang atasan itu merupakan cara untuk menyelesaikan semua masalah.
b) Autoriti rasional-sah (Rational-legal authority) iaitu kepercayaan dalam “legaliti” sebagai corak dalam peraturan normatif dan mengangkat kebenaran dalam autoriti seperti isu-isu berkenaan arahan. Autoriti “rasional-sah” adalah berdasarkan sistem peraturan yang menghormati arahan, oleh sebab itulah sistem ini disebutkan mempunyai kerasionalan. Perintah atau arahan harus dipatuhi selagi mana mereka konsisten dengan peraturan tersebut.
c) Autoriti karismatik (charismatic authority) pula merujuk kepada kepatuhan kepada sifat-sifat yang ada pada seseorang individu yang boleh dicontohi. Individu yang memegang autoriti seperti ini akan menunjukkan ciri-ciri pemerintahan dalam corak normatif ataupun peraturan. Autoriti ini juga melibatkan kualiti luar biasa yang ada pada pemimpin dimana arahan tidak terikat kepada penghormatan dan kesetiaan.
Objektif utama teori birokrasi ialah untuk menjadikan sesebuah organisasi menjadi lebih cekap dan segala urusan pekerjaan di dalam organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tujuan diwujudkan sistem hierarki dalam organisasi birokrasi pula adalah untuk membina sistem rantaian arahan yang tersusun.
Pada pendapat saya, teori Weber ini adalah baik diamalkan di mana-mana organisasi mahupun di sekolah. Teori ini membuatkan sistem organisasi di sekolah menjadi lebih sistematik dan efisyen. Sistem hierarki yang dilaksanakan membantu pentadbir membahagikan tugas-tugas orang bawahannya seperti Guru Penolong Kanan, guru-guru, kerani dan sebagainya mengikut tugas masing-masing dan tidak berlaku persilangan/pertindihan tugas. Selain itu juga, teori ini dapat mengukuhkan tanggungjawab masing-masing terhadap bidang tugas sendiri. Walaubagaimanapun, teori ini cenderung kepada amalan pengurusan berbentuk pemusatan kuasa iaitu autoriti atau kuasa dalam sesebuah organisasi terletak didalam tangan satu golongan kecil.autoriti atau kuasa dalam sesebuah organisasi terletak didalam tangan satu golongan kecil. Golongan ini biasanya terdiri daripada Pengetua dan Penolong Kanan. Kebiasaannya, arahan mereka perlu didengar dan dilaksanakan tanpa sebarang bantahan.
Selasa, 11 Maret 2014
Bls: kartika al ashzim_tugas(1)_Pembahasan(teori emile durkheim)
indahchoirunnissa_tugas1_teori Emile Durkheim
Senin, 10 Maret 2014
Enung khoeriyah_tugas1_teori sosiologi modern Emile Durkheim
Irsyadi Farhan Tugas 1 Dinamika Desa
Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia
A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.
Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk
Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar
kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan
mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan
('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat
mempunyai tujuan: 1. Pertumbuhan sektor pertanian,
Iis Sudianti Tugas1 Kabuyutan
Iis Sudiyanti_1111054000006_PMI6
Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya. Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti.
Muhammad Dzul Azmi Tugas1_Konsep Kabuyutan
Fevi Saleha Tugas1 Konsep Kabuyutan
Lutfi Amrullah Tugas1 konsep kabuyutan
Nilai-nilai pokok atau dimensi paling penting dari suatu kebudayaan adalah nilai-nilai yang universal yang akan diterima oleh bangsa apa pun di dunia ini; atau nilai-nilai yang kebenarannya tidak perlu diperdebatkan lagi dan yang diperlukan hanyalah aplikasi atau pengamalannya. Nilai-nilai pokok adalah landasan, sumber, dan muara dimensi-dimensi atau nilai-nilai penting lainnya dari suatu kebudayaan. Apabila suatu bangsa berhasil merevitalisasi nilai-nilai pokok budayanya, maka bangsa tersebut berpeluang untuk meraih kembali kejayannya.
Budhi Baihakki, PMI 6, Konsep Kabuyutan
M. Irhamni Tugas1 Kabuyutan
ZAENAL ARIFIN Tugas1 Desa dalam Tinjauan
A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan
Pembangunan desa sangan di butuhkan buat orang-orang yang kurang mampu seperti di pedesaan. Sebagian besar masyarakat indonesia kurang lebih 50% yaitu pekerja pertanian atau bercocok tanan dan 40% di kuasai oleh orang-orang yang mampu atau bisa di namakan orang kaya. orang desa melakukan pertanian dan tinggal di pedesaan.[1] Dan wilayah pedesaan terdiri atas teritorium alam dan penduduk manusia serta kebudayaannya. Pada tahun 1992, di Indonesia terdapat kurang lebih 62.000 desa dan kelurahan, dan pada tahun 2000 ada kurang lebih 67.000 serta pada tahun 2003 terdapat 72.000 desa dan kelurahan.
Siti Nuraini_Tugas1_Konsep Kabuyutan
Aulia Ulfa_Tugas 1_ Dinamika Desa
Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunandi Indonesia
Maksud pembangunan desa adalah menghilangkan atau mengurangi berbagai hambatandalam kehidupan sosial - ekonomi, seperti kurang pengetahuan dan keterampilan, kurang kesempatan kerja, dan sebagainya. Akibat berbagai hambatan tersebut, penduduk wilayah pedesaan umumnya miskin. Salah satu hambatan tersebut adalah tidak meratanya kepemilikan tanah. Misalnya , pada tahun 1973, di Nepal (Misra, 1981,
h. 233-237), 63% dari keluarga petani kecil hanya memiliki 10,6% dari
seluruh tanah pertanian, sedangkan 17,6% dari keluarga petani besar memiliki
71,50%.
SarahAmaliaKusnendar_tugas1_teori durkheim
Syifa Thoyyibah. PMI 6. Tugas Mata Kuliah Ekologi Manusia
Antara manusia dan alam mempunyai ketergantungan yang tinggi satu sama lain. Sehingga eksistensi alam adalah eksistensi manusia, dan sebaliknya.
Konsepsi alam yang ekologis tersebut kemudian mengarahkan kepada pandangan alam, terutama air, sebagai yang “sakral.” Makna air/tanah air sendiri dalam kamus bahasa Sunda (Danadiberata:2006) sepadan dengan kata “kabuyutan” yang mempunyai beberapa makna antara lain: hulu air, hutan, tempat tinggal manusia, dan juga barang-barang kerajaan yang dikeramatkan. Sakralitas kabuyutan sebenarnya bukan disebabkan karena daya magisnya, melainkan karena vitalitasnya bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan kata lain, sakralitas kabuyutan tersebut ditujukan untuk menjamin semua yang dibutuhkan manusia itu tersedia di alam.
Nur Fajrina_ Tugas1 Ekologi (KABUYUTAN)
Qayumah tugas1_teori emile durkheim
ALFIAN BAYU PRASETIO_Tugas1 Dinamika Desa dalam Tinjauan
Elitanoveliyanti_Tugas1_Teori Sosiologi durkheim
Lahir di Epinal propinsi Lorraine, Perancis Timur pada tanggal 15April 1858. Dia termasuk dalam tokoh Sosiologi yang memperbaiki metode berpikir Sosiologis yang tidak hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran
logika filosofis tetapi Sosiologi akan menjadi suatu ilmu pengetahuanyang benar apabila mengangkat gejala sosial sebagai fakta-fakta yang dapat diobservasi.Dia dilahirkan dalam keluarga agamis namun pada usia
belasan tahun minat terhadap agama lebih akademis daripada teologis.