Sabtu, 15 Maret 2014

tugas 2

TUGAS 2
Nama : Ajeng Dwi  Rahma Putri
Kelas : PMI 2
NIM : 1113054000019
 
 
 
PEMBANGUNAN DESA INDUSTRI
BERBASIS PERTANIAN INDUSTRI
SAMPAI TAHUN 2030
 
Pembangunan dalam era reformasi juga harus dapat membawa perubahan dan menghasilkan pembaruan. Dengan bertolak dari pemikiran demikian, maka pembangunan dalam era reformasi untuk dihadapkan sampai tahun 2030 harus diberi makna perubahan yang menghasilkan pembaruan juga.kita ubah visi dan misi pembangunan nasional menjadi berawal dari desa. Desa tidak hanya menjadi fokus pembangunan, tetapi juga menjadi titik tolak pembangunan. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga manusianya. Masyarakat yang kurang pendidikannya dan kurang produktif apalagi untuk berfikir yang rasional sudah menjadi stigma yang berlaku bertahun-tahun. Semua itu kalau tidak diusahakan perubahan, lama-kelamaan desa kita akan menjadi cagar-budaya di tengah-tengah dunia yang bergelimang kapitalistik dan liberalistik ini. Reformasi yang sudah kita cetuskan harus bisa berfungsi sebagai kunci untuk membuka desa kita menjadi titik tolak pembangunan bangsa dan negara ini.
Empat paradigma baru.
 Desa memang bisa menjadi titik tolak pembangunan nasional yang bukan saja manyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia desa seutuhnya, maka keterbukaan desa menjadi persyaratan utama. Dengan keterbukaan desa maka paradigma baru yang akan saya utarakan dalam makalah saya ini bisa masuk ke dalam desa, sehingga terjadi proses reformasi di desa. Dengan demikian desa akan menjadi mandiri, tidak menjadi aparat dan tidak takut akan proses pengaruh eksternal yang masuk seperti kapitalisme, liberalisme, individualisme, karena karakter desa yang asli masih bisa membantengi , sehingga kearifan-kearifan desa tetap dominan dalam desa yang sudah bisa menerima pandangan maju. Secara riil keempat paradigma baru dapat mewujudkan skema peradaban baru di pedesaan kita. Tidak dibedakan antara desa di gunung, di pesisir, di tepi hutan, di tepi pesawahan, di dataran tinggi ataupun di dataran rendah. Tidak dibedakan pula antara masyarakat desa yang hidup dari padi, palawija, sayuran, buah-buahan, tanaman kayu, ternak, ikan ataupun dari warung, industri, perdagangan, pariwisata, pijat, tenaga, dalam dan apapun lagi lainnya. Semua bisa diwujudkan asalkan berniat mengisi reformasi pembangunan nasional kita yang bertolak dari desa. Paradigma baru yang saya kemukakan adalah pertama, bahwa pertanian itu proses industri. Kedua, bahwa pertanian dan desa itu univalent. Ketiga, bahwa desa menjadi desa industri yang berbasis pertanian industri. Keempat, bahwa desa industri itu merupakan satu sistem. Dengan paradigma baru itu maka mentalita industrial harus bisa dididikan kepada warga desa seluruhnya, termasuk petani. Petani dengan mentalita industrial mengelola usaha taninya berharap bisa merombak pemikiran petani yang saat ini berproduksi tanpa target yang jelas, tanpa berorientasi pada kontinuitas produk, tanpa berorientasi pada kualitas, dan target yang dihasilkan. Mentalita industrial juga harus dididikan pada segenap warga desa. Dengan demikian ada univalensi antara desa dan pertanian. Keduanya agar bereaksi dan menghasilkan produk maka harus bervalensi sama. Membangun desa juga berarti membengun pertanian, begitu sebaliknya. Produk dari reaksi itu ialah desa industri yang akan menghasilkan nilai tambah bagi desa dan warganya. Dengan orientasi pada menghasilkan nilai tambah itu , warga desa akan menjadi lebih progresif, krearif, dinamis semua di manfaatkan di desa. Seluruh warga desa dan petaninya perlu dididik untuk bergerak dalam pemikiran sistem. Artinya mereka mesti tahu apa-apa saja yang merupakan subsistemnya dalam desa industri yang berbasis pertanian industri. Subsistem vertikal merupakan subsistem kelembagaan, sedangkan subsistem horizontal merupakan subsistem proses. Subsistem vertikal berisikan empat lembaga yang merupakan "stakeholders" desa industri itu. Adapun subsistem horizontal merupakan subsistem proses yang terdiri dari subsistem primer yang menghasilkan benih, pupuk, pestisida, alat pertanian, dan processing.
 
Implikasi Berdirinya Desa Industri
Dengan asumsi bahwa kebijakan pembangunan nasional kita memang bisa direformasi berangkat dari desa industri  yang berbasis pertanian industri maka kita harus bisa mereformasi pertanian kita. Sungguh suatu ironi, kalau di negeri kita yang agraris dan bahari ini justru kemiskinan bersumber dari desa baik yang di gunung ataupun di pantai. Desa bukan lagi menjadi sumber "gemah ripah loh jinawi",  tetapi sumber "rumah rapuh rohnya juga mati". Desa sudah puluhan tahun ditinggalkan, meski dalam era revolusi fisik 1945-1950 menjadi sumber keunggulan perjuangan bangsa mempertahankan kemerdekaanya. Industri-indutri modern dan besar di bangun di lahan-lahan desa, tetapi bukan milik orang desa. Hampir semuanya milik orang luar. Jalan-jalan besar pun dibangun d atas lahan-lahan pertanian dan desa, dengan modal asing dan hutangan luar negri pemerintah. Dengan tumbuhnya desa industri akan terjadi proses konsolidasi pertanian, baik bersifat menyatunya lahan pertanian menghasilkan suatu produk bahan industri, ataupun menyatunya suatu bentuk usaha tani meski lahan produksinya berpencar-pencar. Konsolidasi pertanian demikian pada akhirnya berimplikasi terjadinya proses konsolidasi lahan. Prose ini akan menyelamatkan lahan pertanian tidak beralih fungsi, atau kalaupun harus beralih fungsi misalnya sebagai jalan tol, atau lapangan golf dalam rangka industri pariwisata.
Menghadapi Era 2030.
Dari segi kebutuhan air untuk padi sawah kita akan menghadapi tantangan dari kebutuhan air untuk pemukiman, industri, perhotelan dan lain-lain. hal itu belum kita perhitungkan betapa besarnya kita kehilangan air yang dikirim dari hulu akibat gundulnya daerah aliran sungai dan hutan-hutan kita. Ditinjau dari perubahan iklim global yang disebabkan meningginya suhu global akibat proses rumah kaca, kemudian mencairnya es kutub yang meninggikan permukaan laut, semua tentu bisa berdampak negatif pada luasnya areal pesawahan dan produksi padi kitayang sebagian besar masih hasil panen lahan sawah. Karena itu kita harus tinggalkan kebijakan perberasan in. Kita harus menggantinya dengan program pemberagaman pangan dan yang berbasis tepung. Contoh lain ialah biofuel. Inipun merupakan target jangka panjang untuk bisa di capai dalam membangun desa industri. Desa industri akan menjadi tempat pelaksanaan industri itu dan semuanya menjadi garapan warga desa dan milik warga desa. Penyiapan tenaga-tenaga SDM yang berkeahlian itu merupakan program jangka menengah. Demikian untuk berbagai materi untuk bisa diusahakan dalam pertanian industri. Subsistem primer misalnya dalam jangka menengah harus bisa menyelenggarakan sistem pengadaan benih tanaman unggulan untuk proses industri di desa industri. Dengan adanya target jangka panjang dan menengah seperti contoh di atas, maka dalam jangka pendek perlu diisi dengan program-program diseminasi ke masyarakat luas mengenai paradigma baru, program desa industri, pertanian industri, kebutuhan SDM. Perlu dalam jangka waktu pendek itu didekati "stakeholder" kelembagaan sehingga mereka memiliki wawasan yang sama dalam reformasi pembangunan yang bertitik tolak dari desa itu. Sesudah bisa dibayangkan apa yang bisa dikerjakan baik sebagai program jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek, maka untuk menghadap ke tahun 2030 dapat dikemukakan misalnya, lima tahun pertama untuk program jangka waktu pendek, sepuluh tahu berikutnya untuk jangka waktu menengah dan sepuluh tahun terakhir untuk jangka waktu panjang. Semua upaya ini merupakan proses pendidikan masyarakat baik masyarakat desa, maupun untuk segenap "stakeholders" atau subsistem vertikal maupun subsisem horizontal.
Kalau program pembangunan nasional hingga 2030 benar-benar akan direformasikan, bertitik tolak dari pembanguan pedesaan, maka terjadilah konsolidasi desa dan pertanian dalam bentuk desa industri sebagai satu sistem itu. Semua itu bisa diwujudkan apabila ada dukungan dari perguruan tinggi sebagai subsistem kelembagaan yang merupakan "think tank" dalam segala proses reformasi pertanian yang berisi konsolidasi desa dan pertanian. Semua program itu dapat direalisasikan kalau tersedia dana. Bank konsolidasi lahan yang berfungsi sebagai "pasar modal" juga akan sangat besar perannya, karena harus bisa berfungsi sebagai stimulator dan akselerator, disamping sebagai fasilitator seluruh kegiatan industri dalam desa industri yang berbasis pertanian industri itu.
 
 

Jumat, 14 Maret 2014

Della Azizah_tugas2_max weber

Teori-Teori Utama Max Weber

Della azizah_
Dalam teori max weber ada 4 teori utama yang ia kemukakan yaitu : 1. Teori kapitalisme
Awalnya teori kapitalisme ini, Max Weber mengetahui dari etika protestan yaitu yang berarti mensejahteraan manusia dan bagaimana untuk berhemat dalam hidup ini, contoh itu bisa juga di kategorikan dengan melakukan kepentingan ekonomi. Jadi menurut Max Weberkapitalisme adalah suatu upaya manusia mendapatkan keuntungan dengan usaha pribadi dan dalam kapitalisme rasional harus menggunakan perhitungan perhitungan akutansi tetapi usaha yang di lakukan bukanhanya perdagangan dan pertukaran barang.

tugas_mingguan_ADIATMA_PMI8_Sosilogi_Pedesaan

DESA: RETROSPEKSI KE-1800MENUJU PROSPEK 2030
S.M.P Tjondronegoro
ADIATMA
1110054000035
Sosiologi Pedesaan
Melakukan kilas balik atas pembangunan desa tentu sangatlah mudah di bandingkan dengan mendeskripsikan prospek desa, karena sedikit banyak mengenai masa lampau terdapat kisah dan hasil laporan tertulis, sedangkan untuk menerawang hari masa depan bisa mimpi bila data dan informasi untuk rendy Study  masih sangat kurang.

Nur Yaumil Fithroh_Tugas 2_Teori Sosiologi Max Weber

Nama                  : Nur Yaumil Fithroh

TEORI SOSIOLOGI MAX WEBER

-         Teori Karismatik

 Teori saat ini mengenai kepemimpinan karismatik amatlah berpengaruh oleh ide-ide dari ahli social awal bernama Max Weber. Karisma berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berkat yang terinspirasi secara agung” atau “pemberian tuhan”. Seperti kemampuan melakukan keajaiban atau memprediksikan peristiwa masa depan. Weber (1947) menggunakan istilah itu untuk menjelaskan sebuah bentuk pengaruh yang bukan didasarkan pada tradisi atau otoritas formal, tetapi lebih atas persepsi pengaruh pengikut bahwa pemimpin diberkati dengan kualitas yang luar biasa.

Muh Nur Muhaimin_Tugas 2_ Masa Depan Desa-desa Kita

MASA DEPAN DESA-DESA KITA
Penyusun : Muh Nur Muhaimin
    Keberadaan desa telah dikenal lama dalam tatanan pemerintahan di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka. Masyarakat di Indonesia secara turun temurun hidup dalam suatu kelompok masyarakat yang disebut dengan desa.
Pada zaman modern seperti saat sekarang ini yang telah kita rasakan, perubahan-perubahan sosial yang berlansung secara cepat di dalam segenap ruang lingkup kehidupan masyarakat sosial sudah ditunjukkan oleh berbagai penelitian tentang desa-desa yang berada di Indonesia khususnya di pulau jawa, yang secara pelan-pelan memperlihatkan semakin lemahnya daya dukung desa terhadap kebutuhan yang diperlukan oleh penduduknya.  Pada awal abad ke19 munculah gejala-gejala yang mengakibatkan pola kehidupan warga masyarakat desa bergeser dari sektor pertanian menjadi sektor-sektor non pertanian,  contohnya ialah dagang dalam skala kecil, buruh pabrik, buruh tani, menjual jasa dan keterampilan dan sebagainya. Karena sektor pertanian semakin lama hanya mampu memenuhi kebutuhan penduduknya pada tingkat subtansi.

Deshinta Ria Liany_Tugas2_Teori Max Weber

TEORI MAX WEBER

TEORI KAPITALISME
Etika Protestan dan kapitalisme
Kaum Marxisme menegaskan bahwa agama Protestant merupakan suatu refleksi ideologis dari perubahan-perubahan ekonomi yang didatangkan dengan perkembangan awal kapitalisme. Dengan menolak hal ini sebagai suatu titik pengelihatan yang wajar, karya Weber bermula dari keganjilan penyimpangan yang jelas terlihat dan yang diidentifikasinya serta penjelasannya merupakan orisinalitas sebenarnya dari Etika Protestan. Biasanya demikianlah bahwa mereka yang hidupnya terpaut dengan kegiatan ekonomi dan dengan pengejaran keuntungan, bersikap acuh tidak acuh terhadap agama, bahkan suka bermusuhan dengan agama, karena kegiatan-kegiatan mereka tertuju pada dunia ‘materil’. Akan tetapi agama Protestan disiplin yang lebih keras daripada penganut agama Katolik, dan dengan demikian memasukkan suatu faktor keagamaan di semua bidang kehidupan para penganutnya. Dari sini dapat dilihat hubungan antara agama Protestan dengan kapitalisme modern.

Kamis, 13 Maret 2014

Erby Eko Y_Tugas 2_Teori Max Weber


Teori Max Weber
Max Weber memiliki beberapa pemikiran yang sampai akhirnya menjadi sebuah teori,yaitu:
1.Kapitalisme
Weber mengartikan kapitalisme sebagai upaya manusia untuk mendapatkan keuntungan melakukan kegiatan-kegiatan usaha yang dikelola secara pribadi. Meski demikian, kegiatan usaha yang dimaksud bukanlah sekedar perdagangan dan pertukaran barang yang sudah ada sejak dahulu di masyarakat manapun.

Julia Rahmania_Tugas2_Max Weber


Nama              : Julia Rahmania

Teori-teori Max Weber
Teori  Capitalisme
Weber dan Etika Protestan
            Pembahasan klasik dan paling berpengaruh tentang hubungan antara etika dan agama, khususnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi, adalah yang dilakukan oleh Weber. Tesisnya yang terkenal yang diungkapkan dalam The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism membuktikan bahwa munculnya zaman modern dengan Kapitalisme-nya itu mempunyai akar dalam pandangan etis dan keagamaan Kristen Protestan, khususnya Calvinisme. Tesis ini merupakan bantahan terhadap tesis Marx tentang transisi dari feodalisme ke kapitalisme.

Rabu, 12 Maret 2014

Muh Nur Muhaimin_tugas1_Dinamika pedesaan

Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia
Oleh : Muh Nur Muhaimin

A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.

     Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan ('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat mempunyai tujuan:
 1.  Pertumbuhan sektor pertanian.

Anindia Prestiawani Rizki_Tugas2_Max Weber

Nama                          : Anindia Prestiawani Rizki

NIM                            : 1113054100013

Jurusan/Kelas            : Kesejahteraan Sosial / 2A

 

Teori Birokrasi

 

     Organisasi merupakan satu unit sosial yang dibentuk untuk mencapai matlamat tertentu. Sekolah juga merupakan satu contoh organisasi. Di dalam organisasi, kita tidak boleh lari daripada mengaplikasikan  teori-teori organisasi yang ada dan salah satu teori yang paling berpengaruh dalam bidang organisasi dan pentadbiran ialah Teori Birokrasi.

 

     Dari segi konsep, Weber merujuk birokrasi sebagai satu jenis struktur pentadbiran yang dibangunkan dalam satu pertubuhan dimana adanya autoriti “rasional-sah” (Scott, 2003). Weber menerangkan jenis birokrasi yang ideal dari sudut yang positif, beliau menganggap organisasi birokrasi adalah organisasi yang lebih rasional dan lebih cekap. Jenis birokrasi yang ideal termasuklah tidak ada jenis autoriti atau perhubungan yang lain, tidak mempunyai persahabatan dan permusuhan, tidak mempunyai komplot, dan tidak mempunyai badan jawatankuasa. Sesuatu birokrasi yang dikatakan ideal hanya wujud dimana individu memberi dan menerima arahan sebagai satu peraturan dalam sistem rasional.

 

     Terdapat tiga jenis autoriti yang dikenalpasti oleh Weber iaitu autoriti tradisional, autoriti “rasional-sah” dan autoriti karismatik :-

 

     a)  Autoriti tradisional (Traditional authority) yaitu kepercayaan dalam tradisi yang telah diamalkan sejak berzaman-zaman lamanya.  Ini adalah berlandaskan perwarisan daripada autoriti terdahulu, kemudian orang yang memegang autoriti tersebut mempunyai kuasa dan memberi arahan manakala orang bawahan pula akan menerima sahaja perintah atasan dengan alasan bahawa perkara yang diperintahkan oleh orang atasan itu merupakan cara untuk menyelesaikan semua masalah. 

 

     b)  Autoriti rasional-sah (Rational-legal authority) iaitu kepercayaan dalam “legaliti” sebagai corak dalam peraturan normatif dan mengangkat kebenaran dalam autoriti seperti isu-isu berkenaan arahan. Autoriti “rasional-sah” adalah berdasarkan sistem peraturan yang menghormati arahan, oleh sebab itulah sistem ini disebutkan mempunyai kerasionalan. Perintah atau arahan harus dipatuhi selagi mana mereka konsisten dengan peraturan tersebut. 

 

     c) Autoriti karismatik (charismatic authority) pula merujuk kepada kepatuhan kepada sifat-sifat yang ada pada seseorang individu yang boleh dicontohi. Individu yang memegang autoriti seperti ini akan menunjukkan ciri-ciri pemerintahan dalam corak normatif ataupun peraturan. Autoriti ini juga melibatkan kualiti luar biasa yang ada pada pemimpin dimana arahan tidak terikat kepada penghormatan dan kesetiaan.



     Objektif utama teori birokrasi ialah untuk menjadikan sesebuah organisasi menjadi lebih cekap dan segala urusan pekerjaan di dalam organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tujuan diwujudkan sistem hierarki dalam organisasi birokrasi pula adalah untuk membina sistem rantaian arahan yang tersusun.

 

     Pada pendapat saya, teori Weber ini adalah baik diamalkan di mana-mana organisasi mahupun di sekolah. Teori ini membuatkan sistem organisasi di sekolah menjadi lebih sistematik dan efisyen. Sistem hierarki yang dilaksanakan membantu pentadbir membahagikan tugas-tugas orang bawahannya seperti Guru Penolong Kanan, guru-guru, kerani dan sebagainya mengikut tugas masing-masing dan tidak berlaku persilangan/pertindihan tugas. Selain itu juga, teori ini dapat mengukuhkan tanggungjawab masing-masing terhadap bidang tugas sendiri. Walaubagaimanapun, teori ini cenderung kepada amalan pengurusan berbentuk pemusatan kuasa iaitu autoriti atau kuasa dalam sesebuah organisasi terletak didalam tangan satu golongan kecil.autoriti atau kuasa dalam sesebuah organisasi terletak didalam tangan satu golongan kecil. Golongan ini biasanya terdiri daripada Pengetua dan Penolong Kanan. Kebiasaannya, arahan mereka perlu didengar dan dilaksanakan tanpa sebarang bantahan.

 

Selasa, 11 Maret 2014

Bls: kartika al ashzim_tugas(1)_Pembahasan(teori emile durkheim)




Pada Selasa, 11 Maret 2014 0:06, Kartika Al azhim <kartikaalazhim@yahoo.co.id> menulis:



Pada Senin, 10 Maret 2014 23:38, Kartika Al azhim <kartikaalazhim@yahoo.co.id> menulis:
TEORI SOSIOLOGI EMILE DURKHEIM
Emile Durkheim dipandang sebagai pewaris tradisi Pencerahan karena penekanannya pada sains dan reformisme sosial. Tetapi Durkheim juga dipandang sebagai pewaris tradisi konservatif. Durkheim melegitimasi sosiologi di Perancis dan karyanya akhirnya menjadi kekuatan dominan dalam perkembangan sosiologi pada umumnya, dan perkembangan teori sosiologi pada khususnya.          
Secara politik, Durkheim adalah seorang liberal, tetapi secara intelektual ia tergolong lebih konservatif. itu terbukti ketika gagasan Marx tentang perlunya revolusi sosial bertolak belakang dengan gagasan reformasi Durkheim. akibatnya, gagasan Durkheim tentang keteraturan dan reformasi menjadi dominan sedangkan gagasan Marxian merosot.
Fakta-fakta sosial. Durkheim mengembangkan konsep masalah pokok sosiologi penting dan kemudian diujinya melalui studi empiris. Dalam The Rule of Sociological Method (1895/1982) Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial. dalam bukunya yang berjudul Suicide (1897/1951) Durkheim berpendapat bawa bila ia dapat menghubungkan perilaku individu seperti bunuh diri itu dengan sebab-sebab sosial (fakta sosial) maka ia akan dapat menciptakan alasan meyakinkan tentang pentingnya disiplin sosiologi.
Argumen dasarnya adalah bahwa sifat dan perubahan fakta sosial yang menyebabkan perbedaan rata-rata bunuh diri. durkheim mengembangkan pandangan sosiologi tersendiri dan mencoba menunjukkan kegunaannya dalam studi ilmiah tentang bunuh ini.
Dalam The Rule Of Sociological Method, ia membedakan antara dua tipe fakta sosial :
Material dan Nonmaterial.
Durkheim lebih mengutamakan pada fakta nonmaterial ( mislanya kultur, institusi sosial) daripada fakta sosial material (misalnya birokrasi, hukum). Itu terbukti dalam karyanya paling awal yang berjudul The Division Of Labor In Society (1893/1964), perhatiannya tertuju pada upaya membuat analisis komparatif mengenai apa yang membuat masyarakat bisa dikatakan berada dalam keadaan primitif atau modern. Ia menyimpulkan bahwa masyarakat primitif dipersatukan terutama oleh fakta sosial nonmaterial, khususnya oleh kuatnya ikatan moralitas bersama, atau oleh apa yang ia sebut sebagai kesadaran kolektif yang kuat. Menurut Durkheim, pembagian kerja dalam masyarakat modern menimbulkan beberapa patologi (pathologies). Dengan kata lain, divisi kerja bukan metode yang memadai yang dapat membantu menyatukan masyarakat. Kecenderungan sosiologi konservatif durkheim terlihat ketika ia menganggap revolusi tak diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, berbagai reformasi dapat memperbaiki dan menjaga sistem sosial modern agar tetap berfungsi. Meski ia mengakui bahwa tak mungkin kembali ke masa lalu di mana kesadaran kolektif masih menonjol, namun ia menganggap bahwa dalam masyarakat modern moralitas bersama dapat diperkuat dan karena itu manusia akan dapat menanggulangi penyakit sosial yang mereka alami dengan cara yang lebih baik.
Agama. Dalam karyanya yang terakhir, The Elementary Forms Of Religious Life (1912/1965), ia memusatkan perhatian pada bentuk terakhr fakta sosial nonmaterial yakni agama.
Durkheim membahas masyarakat primitif untuk menemukan akar agama. Ia yakin bahwa ia akan dapat secara lebih baik menemukan akar agama itu dengan jalan membandingkan masyarakat primitif yang sederhana ketimbang di dalam mayarakat modern yang kompleks. Temuannya adalah bahwa sumber agama adalah masyarakat itu sendiri. Masyarakatlah yang menentukan bahwa sesuatu itu bersifat sakral dan yang lainnya bersifat profan, khususnya dalam kasus yang disebut totemisme  (tumbuh-tumbuhan dan binatang didewakan). Durkheim menyimpulkan bahwa mayarakat dan agama (kesatuan kolektif) adalah satu dan sama.




indahchoirunnissa_tugas1_teori Emile Durkheim

Teori Sosiologi Modern
 TEORI – TEORI  EMILE DURKHEIM
Ø  Teori solidaritas
Ø  Fakta sosial
Ø  Teori bunuh diri
Ø  Teori tentang Agama
1.     Teori solidaritas
Menurut Emile Durkheim ,solidaritas sosial adalah “kesetiakawanan yang menunjukan pada satu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama”.
Solidaritas sosial dibagi menjadi dua yaitu:
Solidaritas mekanik

Senin, 10 Maret 2014

Enung khoeriyah_tugas1_teori sosiologi modern Emile Durkheim

1113054100003
MENGENAL TEORI SOSIOLOGI EMILE DURKHEIM

            Lahir di Epinal perancis 15 april 1858 Durkheim di akui sebagai salah salah satu pelopor dalam perkembangan sosiologi modern dan memiliki latar akademis di bidang sosiologis. Ia menerbitkan sebuah jurnal pertama berjudul L’Annee Sociologique  pada tahun 1896 yang  kemudian di abdikan pada ilmu sosial. Perhatian yang di utamakan Durkheim adalah bagaimana masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa yang akan datang, masa dimana ketika latar belakang keagamaan dan etnik tidak di perhitungkan lagi.

Irsyadi Farhan Tugas 1 Dinamika Desa


Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan di Indonesia


A. Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan.

Pembangunan atau pengembangan pedesaan sangat di perlukan untuk
Indonesia karena sebagian besar penduduk Indonesia, yaitu sebesar
kurang lebih 60%, melakukan pertanian sebagai mata pencaharian, dan
mereka tinggal di pedesaan. Pembangunan atau pengembangan pedesaan
('rural development), menurut Mosher (Mosher, 1969, h. 91), dapat
mempunyai tujuan: 1. Pertumbuhan sektor pertanian,

Iis Sudianti Tugas1 Kabuyutan

TUGAS1_EKOLOGI MANUSIA_KONSEP KABUYUTAN
Iis Sudiyanti_1111054000006_PMI6

Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya. Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti.

Muhammad Dzul Azmi Tugas1_Konsep Kabuyutan


KABUYUTAN
Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.

Fevi Saleha Tugas1 Konsep Kabuyutan

Kabuyutan
Definisi kabuyutan
            Kabuyutan yaitu tempat pemuka kerajaan, pendeta atau punjagga dahulu kala bekerja, atau tempat kegiatan religius. contohnya berupa situs seluas lima hektare dengan kekayaan peninggalan sejarah di mana terdapat prasasti, berbagai jenis pepohonan, dan tetumbuhan.

Lutfi Amrullah Tugas1 konsep kabuyutan

-          Kabuyutan sebagai Nilai Pokok Kebudayaan Tatar Sunda

Nilai-nilai pokok atau dimensi paling penting dari suatu kebudayaan adalah nilai-nilai yang universal yang akan diterima oleh bangsa apa pun di dunia ini; atau nilai-nilai yang kebenarannya tidak perlu diperdebatkan lagi dan yang diperlukan hanyalah aplikasi atau pengamalannya. Nilai-nilai pokok adalah landasan, sumber, dan muara dimensi-dimensi atau nilai-nilai penting lainnya dari suatu kebudayaan. Apabila suatu bangsa berhasil merevitalisasi nilai-nilai pokok budayanya, maka bangsa tersebut berpeluang untuk meraih kembali kejayannya.

Budhi Baihakki, PMI 6, Konsep Kabuyutan

KONSEP KABUYUTAN
Salah satu dimensi paling penting dalam nilai-nilai universal kebudayaan Tatar Sunda adalah apa yang terangkum dalam istilah kabuyutan. Leluhur-leluhur Sunda sangat mewanti-wantikan anak keturunan dan masyarakatnya agar mereka benar-benar menjaga dan memelihara kabuyutan. Dalam salah satu naskah kuno Sunda dikatakan bahwa anak bangsa yang tidak mampu mempertahankan kabuyutan-nya jauh lebih hina dibanding kulit musang  yang tercampak di tempat sampah. Untuk identifikasi kandungan nilai-nilai dalam nilai pokok kabuyutan ini penting kiranya untuk mengenal penggunaan istilah kabuyutan dalam sejarah.

TUGAS1_EKOLOGIMANUSIA.

 

M. Irhamni Tugas1 Kabuyutan

Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti.

ZAENAL ARIFIN Tugas1 Desa dalam Tinjauan

DINAMIKA DESA DALAM TINJAUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA

A.  Transformasi dan perubahan sosial masyarakat pedesaan

Pembangunan desa sangan di butuhkan buat orang-orang yang kurang mampu seperti di pedesaan. Sebagian besar masyarakat indonesia kurang lebih 50% yaitu pekerja pertanian atau bercocok tanan dan 40% di kuasai oleh orang-orang yang mampu atau bisa di namakan orang kaya. orang desa melakukan pertanian dan tinggal di pedesaan.[1] Dan wilayah pedesaan terdiri atas teritorium alam dan penduduk manusia serta kebudayaannya. Pada tahun 1992, di Indonesia terdapat kurang lebih 62.000 desa dan kelurahan, dan pada tahun 2000 ada kurang lebih 67.000 serta pada tahun 2003 terdapat 72.000 desa dan kelurahan.

Siti Nuraini_Tugas1_Konsep Kabuyutan

SITI NURAINI_PMI 6_1111054000013_KONSEP KABUYUTAN
Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.
Istilah ini terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti. Pertama, turunan keempat (anak dari cucu) atau leluhur keempat (orang tua dari nenek dan kakek). Kedua, pantangan atau tabu alias cadu atau pamali.

Aulia Ulfa_Tugas 1_ Dinamika Desa

Aulia Ulfa
pmi2
1113054000020

Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunandi Indonesia

        Maksud pembangunan desa adalah menghilangkan atau mengurangi berbagai hambatandalam kehidupan sosial - ekonomi, seperti kurang pengetahuan dan keterampilan, kurang kesempatan kerja, dan sebagainya. Akibat berbagai hambatan tersebut, penduduk wilayah pedesaan umumnya miskin. Salah satu hambatan tersebut adalah tidak meratanya kepemilikan tanah. Misalnya , pada tahun 1973, di Nepal (Misra, 1981,
h. 233-237), 63%  dari keluarga petani kecil hanya memiliki 10,6% dari
seluruh tanah pertanian, sedangkan 17,6% dari keluarga petani besar memiliki
71,50%.

SarahAmaliaKusnendar_tugas1_teori durkheim

Emile durkheim adalah seorang sosiologi dari perancis yang lahir pada tanggal 15 April 1858, Ia berasal dari keluarga Yahudi prancis yang saleh. Kebanyakan dari karya durkheim di maksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial bukan illahi. Namun karna demikian latar belakang yahudinya membentuk sosiologinya. durkheim di pandang sebagai pewaris tradisi pencerahan karena penekanannya pada sains, perhatian durkheim yang pertama adalah bagaimana masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa modern, ketika hal-hal seperti latar belakang keagamaan dan etnik bersama tidak ada lagi. Durkheim meninggal pada 15 november 1917 sebagai seorang tokoh intelektual perancis tersohor. Tetapi karya durkheim mulai mempengaruhi sosiologi amerika dua puluh tahun setelah kematiannya, yakni setelah terbitnya “the structure of social action (1937) karya talcott parsons.

Syifa Thoyyibah. PMI 6. Tugas Mata Kuliah Ekologi Manusia

.Syifa Thoyyibah. Tugas Mata Kuliah Ekologi Manusia

KABUYUTAN SUNDA

Antara manusia dan alam mempunyai ketergantungan yang tinggi satu sama lain. Sehingga eksistensi alam adalah eksistensi manusia, dan sebaliknya.
Konsepsi alam yang ekologis tersebut kemudian mengarahkan kepada pandangan alam, terutama air, sebagai yang “sakral.” Makna air/tanah air sendiri dalam kamus bahasa Sunda (Danadiberata:2006) sepadan dengan kata “kabuyutan” yang mempunyai beberapa makna antara lain: hulu air, hutan, tempat tinggal manusia, dan juga barang-barang kerajaan yang dikeramatkan. Sakralitas kabuyutan sebenarnya bukan disebabkan karena daya magisnya, melainkan karena vitalitasnya bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan kata lain, sakralitas kabuyutan tersebut ditujukan untuk menjamin semua yang dibutuhkan manusia itu tersedia di alam. 

Nur Fajrina_ Tugas1 Ekologi (KABUYUTAN)

Nama           : Nur Fajrina
NIM             : 1111054000009
Tugas          : Ekologi Sunda 1 ( KABUYUTAN )
Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub- etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Qayumah tugas1_teori emile durkheim

TEORI EMILE DURKHEIM

Emile Durkheim adalah tokoh yang sering disebut sebagai eksemplar dari lahirnya fungsi fungsionalisme, ia anak seorang rabi yahudi  yang lahir di epinal ,prancis tahun 1858. Namun Durkheim tidak mengikuti tradisi orang tuannya untuk menjadi rabi. Ia memilih menjadi katholik, namun kemudian memilih untuk tidak tahu menahu tentang kathilikisme. Ia lebuh menaruh perhatian pada masalah moralitas, terutama moralitas kolektif.

ALFIAN BAYU PRASETIO_Tugas1 Dinamika Desa dalam Tinjauan


Dinamika Desa dalam Tinjauan Sejarah dan kebijakan Pembangunan   di Indonesia masyarakat yang masih bertaraf tradisional, perubahan sosial yang terjadi bias jadi menimbulkan problema yang berkepanjangan hingga masyarakat tersebut dapat mennyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Misalnya ketika diterapkannya revolusi hijau di pedesaan Jawa pada tahun 70-an, yang meliputi pemilihan bibit unggul untuk menggantikan bibit lokal, penggunaan pupuk dan pestisida, serta berbagai peralatan modern dalam bidang pertanian lainnya (traktor, hulerdansabit) banyak sekali kekacauan social dalam masyarakat. 

Elitanoveliyanti_Tugas1_Teori Sosiologi durkheim

A. Profil dan riwayat hidup Emile Durkheim

Lahir di Epinal propinsi Lorraine, Perancis Timur pada tanggal 15April 1858. Dia termasuk dalam tokoh Sosiologi yang memperbaiki metode berpikir Sosiologis yang tidak hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran
logika filosofis tetapi Sosiologi akan menjadi suatu ilmu pengetahuanyang benar apabila mengangkat gejala sosial sebagai fakta-fakta yang dapat diobservasi.Dia dilahirkan dalam keluarga agamis namun pada usia
belasan tahun minat terhadap agama lebih akademis daripada teologis.

Adiatma_Tugas1_Sosiologi_Pedesaan

ADIATMA
1110054000035
Pengembangan Masyarakat Islam Semester VIII
            Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerntahan terendah langsung dibawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sosiologi pedesaan adalah sosiologi yang tentang struktur dan proses-proses sosial yang terjadi di pedesaan. Bidang kajian ini menekankan pada masyarakat pedesaan dan segala dinamikanya yang antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial, mata pencaharian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi

Cari Blog Ini