Jumat, 04 April 2014

Rahmah Adhawiyah_Tugas4_Metode Dalam Sosiologi

Nama: Rahmah Adhawiyah
Nim: 1113054100037
Jurusan/kls: Kessos/2A
 
Metode-metode dalam Sosiologi
Metode, sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok yaitu,
  • Ada permasalahan yang akan dikaji dan diteliti.
  • Ada hipotesis, yaitu simpulan yang bersifat sementara yang harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya.
  • Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dan hipotesis yang ada.
  1. Dalam penelitian Sosiologi, digunakan dua cara (metode), yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif, mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan hasil penelitian berdasarkan penilaian dan pemaknaan terhadap data yang diperoleh. Metode ini dipergunakan apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak. Metode kualitatif ada dua macam, yaitu metode historis dan metode komparatif.
  • Metode historis, merupakan penelitian yang analisis datanya didasarkan pada peristiwa-peristiwa masa lampau untuk mengetahui kejadian saat ini.
  • Metode komparatif adalah penelitian dengan membandingkan antara kondisi masyarakat satu dan yang lain, dengan maksud untuk mengetahui perbedaan dan persamaan, disamping untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kondisi masyarakat yang demikian.
  • Metode studi kasus (case study), yaitu penelitian yang memusatkan perhatian pada fenomena-fenomena (gejala sosial) yang nyata dalam masyarakat, yang ditelaah adalah keadaan masyarakat yang dilihat dari persoalan atau kasus tertentu, baik dalam suatu lembaga, kelompok, maupun individu. adapun cara pelaksanaannya dengan teknik wawancara,dengan panduan daftar pertanyaan, atau dengan pengamatan partisipan. dalam penelitian ini, peneliti harus benar-benar membaur dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dengan tidak memberi sugesti kepada masyarakat yang sedang diteliti. 
      2. Metode kuantitatif, adalah cara penelitian yang dalam analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. gejala yang diteliti diukur dengan skala,indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik.

Ada beberapa metode yang digunakan sosiologi dalam menyelidiki sasarannya, menurut Abu Ahmadi sebagai berikut,
  1. Historical method, yaitu suatu cara penelusuran terhadap kebudayaan serta struktur masyarakat yang telah lampau, untuk kemudian diambil contohnya untuk masa yang akan datang.
  2. Comparative method, yaitu membandingkan satu masyarakat dengan masyarakat lain, satu kelompok dengan kelompok lain, satu kebudayaan dengan kebudayaan lain, sehingga akan diperoleh garis-garis persamaan yang berlaku umum. Dengan demikian, dapat memberikan prediksi terhadap perkembangan berikutnya dalam masyarakat.
  3. Statistical method, yaitu untuk mengukur gejala-gejala sosial yang tampak secara kuantitatif kemudian diinterpretasikan kedalam pemahaman umum.
  4. Case study method, yaitu menyelidiki peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitar kelompok masyarakat, maupun lembaga-lembaga tertentu untuk mendapatkan garis-garis pokok dari peristiwa itu. metode ini sering disebut sebagai survei

Teknik riset dalam sosiologi menurut Paul B.Horton diantaranya adalah sebagai berikut,
  1. Study Cross-sectional dan longitudinal, yaitu suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu. sedangkan study longitudinal adalah study yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.
  2. Eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan, dalam penelitian eksperimen laboratorium, subjek orang yang dikumpulkan didalam suatu tempat atau "laboratorium" kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan sang peneliti, kemudian dicatat dan ditarik simpulan-simpulan. peneliti eksperimen lapangan adalah pengamatan yang dilakukan diluar laboratorium dimana peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum kemudian diamati hasilnya.
  3. Penelitian pengamatan, hampir sama dengan eksperimen, tetapi dalam penelitian ini kita tidak memengaruhi terjadinya suatu kejadian.

Soerjono soekanto mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat dua jenis metode atau teknik yang dipergunakan dalam sosiologi yaitu,

1. Metode kualitatif, mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka-angka atau ukuran matematis, meskipun kejadian-kejadian itu nyata dalam masyarakat. Yang termasuk metode kualtatif adalah,
  • Metode Historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
  • Metode komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat pertanian Indonesia pada masa lalu dan masa yang akan datang.
  • Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah, wawancara (interview), daftar pertanyaan (questionaire), dan participant observe technique, dimana pengamat ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati.
2.      Metode kuantitatif, peneliti mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula. Termasuk dalam metode ini adalah metode statistik dimana gejala-gejala masyarakat sebelum dianalisis dikuantifikasi terlebih dahulu. Disamping metode-metode diatas, masih ada beberapa metode lain yaitu,
  1. Metode deduktif, yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik simpulan yang bersifat khusus.
  2. Metode induktif, yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
  3. Metode empiris, yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata didalam masyarakat.
  4. Metode rasional, yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
  5. Metode fungsional, yaitu metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.
 
Tema Penelitian
1.      Penyebab dari kenalan remaja jaman sekarang
2.      Keuntungan dan kerugian dari seorang pedagang dipasar sandratex
3.      Nasib Perekonomian dan Pendidikan anak jalanan didaerah ciputat
4.      Pola pendidikan anak cacat
5.      Upaya PKL (Pedagang Kaki Lima) dalam pemenuhan kebutuhan hidup dipasar ciputat

Anindia Prestiawani Rizki_Tugas 4_Metode Sosiologi

Nama                   : Anindia Prestiawani Rizki
NIM                     : 1113054100013
Jurusan/Kelas       : Kesejahteraan Sosial / 2A

METODE SOSIOLOGI

Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan seperti yang telah kita tentukan dan harapkan. Metode sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut.
1. Ada permasalahan yang akan dikaji atau diteliti.
2. Ada hipotesis, yaitu kesimpulan yang bersifat sementara, yang harus dibuktikan kebenarannya melalui data. Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dikaji melalui teori yang ada.
3. Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dari hipotesis yang ada.

Julia Rahmania_Tugas4_Metode Dalam Sosiologi

Nama               : Julia Rahmania
NIM                 : 1113054100012
Jurusan/Kelas  : Kesejahteraan Sosial/2A
 
Metode Sosiologi
 
Menurut Soerjono Soekanto dalam sosiologi digunakan dua jenis metode untuk melakukan penelitian, metode tersebut antara lain berikut ini.
  • Metode kualitatif,  
Metode kualitatif yaitu metode yang menggunakan cara kerja dengan menjabarkan hasil penelitian berdasarkan penelitian dan pemaknaan terhadap data yang diperoleh. Metode ini digunakan apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak.
  1. Metode historis, Metode historis adalah metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
  2. Metode komparatif, Metode komparatif adalah metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidang untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat Indonesia pada masa lalu dan masa akan datang.
  3. Metode studi kasus, Metode studi kasus adalah suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga maupun individu-individu. 
 Alat-alat yang diper-gunakan dalam studi kasus adalah:
  1. wawancara (interview),
  2. daftar pertanyaan (questionaire),
  3. participant observasi technique, di mana pengamat ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati.
·         Metode kuantitatif
Metode kuantitatif, yaitu metode yang digunakan peneliti dengan mengutamakan bahan-bahan penelitian keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan menggunakan skala, indeks, tabel, dan formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Salah satu cara peneliti dalam metode kuantitatif adalah dengan polling (jajak pendapat).
Selain kedua metode tersebut di atas masih ada beberapa metode yang digunakan dalam sosiologi, antara lain sebagai berikut.
  1. Metode deduktif yaitu metode yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus. Contoh: Siswa SMA B pintar-pintar, maka Budi siswa kelas X SMA B juga pintar.
  2. Metode induktif yaitu metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh: Andi seorang siswa yang pintar dari kelas X1 SMA A, Dina seorang siswa yang pintar dari kelas X1 SMA A, Markus seorang siswa yang pintar dari kelas XII SMA A, maka kesimpulannya para siswa SMA A pintar-pintar.
  3. Metode empiris yaitu suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan nyata di dalam masyarakat.
  4. Metode rasional yaitu suatu metode yang mengutamakan penalaran dan logika akal sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
  5. Metode fungsional yaitu metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.

Menurut Abu Ahmadi, dalam sosiologi untuk menyelidiki sasarannya digunakan metode antara lain berikut ini.
  1. Historical method, yaitu suatu cara penelusuran terhadap kebudayaan serta struktur masyarakat yang telah lampau, untuk dijadikan contoh pada masa yang akan datang.
  2. Comparative method, yaitu suatu metode dengan membandingkan satu masyarakat dengan masyarakat lain, serta kelompok dengan kelompok lain, sehingga dapat ditarik garis-garis persamaan yang berlaku umum. Dari hal tersebut terdapat gambaran terhadap perkembangan berikutnya dalam masyarakat.
  3. Statistical method, yaitu metode untuk mengukur gejala-gejala sosial yang tampak secara kuantitatif kemudian diinterprestasikan ke dalam pemahaman umum.
  4. Case study method (survei) yaitu metode dengan menyelidiki peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kelompok masyarakat, maupun lembaga-lembaga tertentu untuk mendapatkan garis-garis pokok suatu peristiwa.
Tema Penelitian
1.      Perekonomian seorang buruh panggul yang berada di Pasar Parung.
2.      Peran Guru dalam menanggulangi kenakalan anak melalui pendidikan agama.
3.      Kondisi kesehatan masyarakat di desa Cinangka.
4.      Proses pelayanan sosial terhadap warga miskin di sekitar daerah Sawangan.

Erby Eko Y_Tugas 4_Metode Sosiologi

METODE SOSIOLOGI
Oleh: Erby Eko Y
Sosiologi memiliki cara kerja atau metode yang terbagi atas dua jenis, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif:
1.       Metode Kualitatif
Metode kualitatif mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka atau ukuran yang matematis meskipun kejadian itu nyata dalam masyarakat. Ada beberapa metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut:
a. Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.

Deshinta Ria Liany_Tugas4_Metode dalam sosiologi

Nama: Deshinta Ria Liany
Kelas: Kessos 2A
NIM: 1113054100024

METODE SOSIOLOGI
Untuk mempelajari objek yang menjadi kajiannya, sosiologi memiliki cara kerja atau metode yang terbagi atas dua jenis, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
1.       Metode Kualitatif
Metode kualitatif mengutamakan bahan atau hasil pengamatan yang sukar diukur dengan angka atau ukuran yang matematis meskipun kejadian itu nyata dalam masyarakat. Beberapa metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut.
·      Metode historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisisperistiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.

Kamis, 03 April 2014

FittaFauziah_TugasIV_MetodeDalamSosiologi

A. METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI
Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam
melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan
seperti yang telah kita tentukan dan harapkan. Metode
sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok, yaitu sebagai
berikut.

Selasa, 01 April 2014

MUHAMMAD DZUL AZMI_TUGAS 4_LAPORAN KUNJUNGAN KE BALONG KABAYAN


Belajar Bersama Mang Kabayan di Balong Kabayan Bogor
Istilah Kabuyutan dalam agama Sunda setidaknya sudah ada pada awal abad ke-11 M. Prasasti Sanghyang Tapak yang dibuat kira-kira tahun 1006-1016 M, menerangkan bahwa Prabu Sri Jayabupati (selaku Raja Sunda) sudah menetapkan sebagian dari wilayah walungan Sanghyang Tapak (ketika itu) selaku kabuyutan, yaitu tempat yang mempunyai pantangan yang harus dituruti oleh semua rakyatnya.
Sedangkan kabuyutan menurut kang kabayan ialah, Istilah Kabuyutan terbentuk dari kata dasar buyut yang memiliki dua makna. Pertama, leluhur seseorang. Maksud leluhur disini ialah orang-orang terdahulu di suku sunda. Karena buyut itu dalam bahasa sunda artinya ialah kakek, dalam artian kakek adalah orang yg selalu dituakan.  Kedua, pantangan atau pamali, maksud nya ialah selalu menjaga dan  melestarikan alam yang masih asri agar alam tidak rusak dan selalu terjaga ke asriannya.

desia cahya _ tugas 4 _ Ekoman

Senin, 31 Maret 2014

Ahmad Munsorif_Tugas 4_Kuliah bareng Mang Kabayan.

Belajar Konsep Kabuyutan dengan Mang Kabuyutan
Istilah Kabuyutan terbentuk dari kata dasar buyut yang memiliki dua makna. Pertama, leluhur seseorang. Kedua, pantangan atau pamali.
Di Baduy dalam, mereka menerapkan  tiga sistem, yaitu yang biasa mereka sebut Tri Tangtu yang artinya tiga cikal bakal kebijakan dunia. diantaranya:
1.     Karsian
Adalah sistem tertinggi, di mana guru mendidik, membentuk moral dan nilai-nilai kebaikan.
2.     Karatuan
Adalah sistem pemerintahan, layaknya daerah-daerah lainya. Seperti kepala desa dan lain sebagainya.
3.     Karamaan

Nur halimah_tugas III_ Kabuyutan (kuliah kang kabayan)


Nur halimah_tugas III_Makna Kabuyutan (kuliah kang kabayan)
Kabuyutan jika dilihat dari sifatnya, mempunyai dua sifat. Yaitu  kabuyutan sifatnya ada yang bisa dilihat rupanya dan dipegang bentuknya (fisik), seperti sebuah bangunan yang disakralkan. Juga ada yang sifatnya tidak terlihat wujudnya dan tidak bisa dipegang bentuknya (non fisik), seperti nilai-nilai dan norma-norma yang disakralkan.
Sedangkan kabuyutan dilihat dari maknanya, memiliki banyak makna. Jika dalam lingkup terkecil diri kita sendiri bisa dikatakan kabuyutan, tubuh kita sebagai bangunannya (fisik) dan jiwa sebagai nilai-nilai yang tidak terlihat (non fisik). Pada ruang lingkup yang lebih luas, adalah sebuah rumah sebagai bangunan yang sifatnya fisik, sedangkan hubungan kekeluargaan yang ada dalamnya sifatnya non fisik. Untuk ruang lingkup yang lebih besar lagi ada sebuah desa sebagai fisik dari kabuyutan, sedangkan sistem yang ada dalam suatu desa tersebut seperti tatanan pemerintahan sebagai non fisik dari kabuyutan.

Chairul Bahri_ Tugas 4_ Pembangunan Desa

Pembangunan Pedesaan Realita yang menyedihkan

A.  Pengertian Pembanguanan Pedesaan
Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antarmasyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.

Muh Nur Muhaimin_tugas 4_PEMBANGUNAN PEDESAAN REALITAS YANG MENYEDIHKAN

PEMBANGUNAN PEDESAAN REALITAS YANG MENYEDIHKAN

A.    Pengertian Pembanguanan Pedesaan.

Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antarmasyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.
Sedangkan, Pembangunan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seorang manusia atau sekumpulan manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sebagai makhluk berbudaya yang mempunyai keinginan untuk terus maju, tentu kita semua ingin memperoleh kemajuan dalam hidup kita. Kita melakukan kegiatan pembangunan, baik itu membangun kehidupan pribadi kita sendiri maupun kehidupan bangsa negara, karena kita merasa mempunyai kemampuan untuk membangun dan mempunyai pandangan yang optimis tentang masa depan.

Budhi Baihakki, PMI 6, Tugas Ekologi Manusia (Laporan Balong Kabayan)

Budhi Baihakki (1111054000010)
Pengembangan Masyarakat Islam 6
Tugas Ekologi Manusia (Laporan hasil kuliah di Balong Kabayan)

Laporan Kuliah Balong Kabayan Mengenai Kabuyutan
Istilah Kabuyutan terbentuk dari kata dasar buyut. Adapun kata buyut mengandung dua arti. Pertama, turunan keempat (anak dari cucu) atau leluhur keempat (orang tua dari nenek dan kakek). Kedua, pantangan atau tabu alias cadu atau pamali. Jadi istilah kabuyutan ini berarti sesuatu pantangan atau larangan dari leluhur atau buyut yang diturunkan secara turun-temurun dan masyarakat mematuhi akan larangan tersebut. Kabuyutan pada zaman dahulu tidak ditulis tetapi hanya tersebar secara lisan dari orang ke orang lainnya.

FEVI SALEHA_Tugas 4_DISKUSI BERSAMA MANG KABAYAN


NAMA: FEVI SALEHA
PMI 6
HASIL LAPORAN DISKUSI BERSAMA MANG KABAYAN DI BALONG KABAYAN
            Pemandangan di Balong kabayan sangat sejuk dan begitu asri. Karena kondisi alamnya yang begitu menyenangkan sehingga membuat saya dan teman-teman sangat bergembira diskusi ditempat ini, karena tidak hanya ilmu yang kami dapatkan namun kami juga bisa sambil berekreasi untuk menghilangkan segala kejenuhan dan  kepenatan yang dialami.  Keramahan mang kabayan serta fasilitas-fasilitas yang ada memiliki nilai plus tersendiri. Inilah hasil diskusi yang saya pahami bersama mang kabayan ketika berkunjung disana.  
             Kabuyutan berasal dari kata baitun yang berarti dalam bahasa arab adalah rumah, menurut kang kabayan kabuyutan itu berarti salah satunya adalah nilai leluhur. Maksud dari nilai leluhur ini adalah nilai-nilai yang diberikan para leluhur kita yang harus kita jaga dan kita lestarikan.
Sifat Kabuyutan itu terbagi dua yaitu:

Ahmad Afandi_Kabuyutan Balong Kabayan


Balong Kabayan (Sistem Kabuyutan Sunda)
"Ekologi Manusia"
Ahmad Afandi                    1111054000007
            Mang Kabayan memberi nama Balong Kabayan, pembuatan balong ini juga bermula dari media online dari facebook ke facebook yang pada akhirnya rekan-rekan si Mang kabyan mendukung didirikanya balong kabayan serta melihat kondisi kontur lahan tersebut berada di cekungan dataran rendah maka sangat cocok dibuat kolam atau balong sebelumnya pun lahan tersebut sudah ada beberapa balong yang tidak terawat. Akhirnya Mang Kabayan memutuskan memberikan nama Balong Kabayan. Sebelumnya akan diberinama Saung Kabayan namun karena sudah ada RM Saung Kabayan maka akhirnya dirubah menjadi Balong Kabayan dan nantinya Cottage- cottage bernuansa tradisional Jawa Barat itulah yang akan diberi nama Saung Kabayan.

Mughni Labib, Tugas 4, Pembangunan Pedesaan

Pembangunan Pedesaan
A.  Pengertian Pembangunan Pedesaan
Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini. Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antarmasyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.

Siti Nuraini_Tugas 3_kabuyutan ala Mang Kabayan

c_PMI 6_Hasil diskusi bersama mang Kabayan_
Kabuyutan menurut  mang Kabayan itu merupakan kepercayaan  diri, itulah yang dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk maju. Karena dengan kepercayaan diri masyarakat dapat berkembang dengan
kemampuannya sendiri. Kemudian kabuyutan juga merupakan aturan atau  norma yang berlaku dalam sebuah tatanan masyarakat. Sebagai contoh dalam aturan yang tertera dalam kabuyutan suku baduy,
menggambarkan setiap 1 kampung itu diapit 2 sungai, dan keduanya harus dijaga sebagai sumber kehidupan. Dan air juga merupakan hal yang sakral. Kehidupan itu melingkupi, ekonomi, ekologi dan sosial. Sebelum masuknya ilmu pengetahuan kepada warga Baduy, mereka sudah mengerti bagaimana menjaga alam, sebagai contoh yang dibicarakan mang kabayan adalah leuit yaitu tempat penyimpanan hasil panen yang akan digunakan pada musim atau bahkan bulan berikutnya.

Abidin_Tugas4_Pembangunan Pedesaan dan Realitas yang Menyedihkan

Abidin
PMI 2
1113054000005

Pembangunan Pedesaan dan Realitas yang Menyedihkan

Berbicara tentang pembangunan desa, selama ini sebagian diantara  kita terlalu terpaku pada pembangunan berskala besar (atau proyek pembangunan) di wilayah pedesaan. Padahal pembangunan desa yang sesungguhnya tidaklah terbatas pada pembangunan berskala “proyek” saja, akan tetapi pembangunan dalam lingkup atau cakupan yang lebih luas. Pembangunan yang berlangsung di desa dapat saja berupa berbagai proses pembangunan yang dilakukan di wilayah desa dengan menggunakan sebagian atau seluruh sumber daya (biaya, material, sumber daya manusia) bersumber dari pemerintah (pusat atau daerah), selain itu dapat pula berupa sebagian atau seluruh sumber daya pembangunan bersumber dari desa. Apa sesungguhnya pembangunan desa ?

Irsyadi Farhan Tugas 4 PEMBANGUNAN DESA

NAMA            : IRSYADI FARHAN

A.   PENGERTIAN PEMBANGUNAN DESA
Pembangunan masyarakat desa adalah upaya yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk mencapai masyarakat desa yang di cita-citakan guna mencapai masyarakat sejahtera (perubahan pola hidup dan pola tingkah laku dari berfikir tradisonal menjadi masyarakat yang modern). Desa merupakan daerah otonom bedasarkan adat istiadat dan kearifa local.
“ Pembangunan merupakan suatu proses perubahan sosial secara berencana denngan meliputi berbagai dimensi untuk mengusahakan kemajuan dalam rangka kesejahteraan ekonomi, modernisasi, kemajuan bangsa, wawasan lingkungan da bahkan peningkatan kualitas manusia untuk memperbaiki kualitas hidup.”

Muhammad Farid Tugas 4 Ekologi Manusia Balong Kabayan

Nama : Muhammad Farid
NIM : 1111054000003
Tugas ke : 4
Mata Kuliah : Ekologi Manusia
Belajar Bersama Mang Kabayan di Balong Kabayan Bogor Kabuyutan yang saya dapat dari mang Kabayan itu merupakan kepercayaan diri, itulah yang dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk maju. Karena dengan kepercayaan diri masyarakat dapat berkembang dengan kemampuannya sendiri. Kemudian kabuyutan juga merupakan aturan ataunorma yang berlaku dalam sebuah tatanan masyarakat.
Sebagai contoh dalam aturan yang tertera dalam kabuyutan suku baduy, menggambarkan setiap 1 kampung itu diapit 2 sungai, dan keduanya harus dijaga sebagai sumber kehidupan. Dan air juga merupakan hala yang
sakaral.

Milva susanti_tugas 4_pembangunan pedesaan


Pembangunan Pedesaan, Realitas yang Menyedihkan
Nama: MIlva Susanti D Putri
Nim: 1113054000015
Tujuan nasional dari pembentukan pemerintahan adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Jadi intinya, kemerdekaan yang telah diraih harus dijaga dan diisi dengan pembangunan yang berkeadilan dan demokratis serta dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Apabila melihat paragraf di atas, terutama dalam hal yang berkaitan dengan pembangunan yang sifatnya adil dan demokratis, sudah barang tentu itu masih jauh dari realita yang ada saat ini.

Abdul Rahman_tugas4_pembangunan pedesaan


·  PEMBANGUNAN PEDESAAN BERSIFAT MULTI ASPEK
DISADARI bahwa pembangunan pedesaan telah banyak dilakukan sejak dari dahulu hingga sekarang, tetapi hasilnya belum memuaskan tehadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Pembangunan pedesaan seharusnya dilihat bukan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek pembangunan.
Pembangunan pedesaan harus dilihat sebagai: (1) upaya mempercepat pembangunan pedesaan melalui penyediaan prasarana dan saran untuk memberdayakan masyarakat, dan (2) upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kokoh.

lotiyo tugas 4 pembangunan desa realitas menyedihkan

NAMA : LOTIYO ARNAN

Pembangunan Pedesaan Realitas Yang Menyedihkan

A Pembangunan desa
            penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, mewadahi tujuan-tujuan masyarakat, perhatian terhadap daya dukung, monitor dan evaluasi, akuntabilitas, pelatihan serta promosi.
1. Partisipasi
Masyarakat setempat harus mengawasi atau mengontrol pembangunan pariwisata dengan ikut terlibat dalam menentukan visi pariwisata, mengidentifikasi sumber-sumber daya yang akan dipelihara dan ditingkatkan, serta mengembangkan tujuan-tujuan dan strategi-strategi untuk pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata. Masyarakat juga harus berpartisipasi dalam mengimplementasikan strategi-strategi yang telah disusun sebelumnya.

Cari Blog Ini