Minggu, 20 April 2014

Isra Wahyuni_Tugas5_Antusiasme Para Pemilih Muda Pada Pemilu Calon Legislatif 2014 Dikalangan Mahasiswa

Antusiasme Para Pemilih Muda Pada Pemilu Calon Legislatif  2014 Dikalangan Mahasiswa

 

I.                   LATAR BELAKANG

Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public relations, komunikasi massa, lobby dan kegiatan lain-lain.

Dari sekitar 190 juta warga yang memiliki hak pilih dalam pemilu, 7,4 persen di antaranya atau sekitar 14 juta orang adalah generasi muda yang akan memakai hak pilih untuk pertama kalinya, yang berkesempatan menentukan wajah baru Indonesia dalam pemilu 2014. Antusiasme para pemilih pemula begitu terasa. Untuk pertama kali dalam hidupnya, mereka akan menjalankan hak politiknya. Jumlah pemilih kelompok pemula di Indonesia dari pemilu ke pemilu terus bertambah. Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih pemula pada Pemilu 2014 mencapai 11 persen dari total 186 juta jiwa pemilih. Jumlah ini meningkat dibandingkan dua pemilu sebelumnya. Pada tahun 2004, jumlah pemilih pemula sekitar 27 juta dari 147 juta pemilih (18,4 persen). Sementara pada Pemilu 2009, ada sekitar 36 juta pemilih dari 171 juta pemilih (21 persen). Kelompok pemilih pemula ini adalah mereka yang berusia 17-22 tahun, yang untuk pertama kalinya akan berpartisipasi dalam pemilu. Status mereka adalah pelajar, mahasiswa, atau pekerja muda.

1.Mengapa penelitian ini penting?

Dengan jumlah pemilih muda yang relatif besar membuat mereka sering menjadi rebutan partai politik maupun para politisi untuk mendongkrak perolehan suara.
Para pemilih pemula biasanya antusias untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) karena untuk pertama kali menggunakan hak pilih mereka.

2.Asumsi

Jiwa muda dan coba-coba masih mewarnai alur berpikir para pemilih pemula, sebagian besar dari mereka hanya melihat momen pemilu sebagai ajang partisipasi dengan memberikan hak suara mereka kepada partai dan tokoh yang mereka sukai/gandrungi. Antusiasme mereka untuk datang ke TPS tidak bisa langsung diterjemahkan bahwa kesadaran politik mereka sudah tinggi. Kebanyakan pemilih pemula baru sebatas partisipasi parokial semata. Mereka masih membutuhkan pendewasaan politik sehingga mampu berpartisipasi aktif dan dapat berkontribusi positif dalam upaya menjaga dan menyukseskan demokratisasi.

II.                PERTANYAAN PENELITIAN

1.      Seberapa besar partisipasi anda dalam pemilihan umum, khususnya pada pemilu calon legislatif?

2.      Seberapa jauh anda mengenal para calon pemimpin bangsa?

3.      Bagaiman  pendapat anda, agar para pemilih muda yang lain ikut berpartisipasi dalam pemilu, dengan kata lain agar tidak golput?

 

III.             METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kulitatif, metode yang mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Metode yang berupa wawancara dan dokumentasi.

 

 

 

Lisda Nur Asiah_Tugas5_komunitas anak punk dan pengaruhnya bagi para penumpang kendaraan umum

Komunitas Anak Punk dan Pengaruhnya Bagi Para Penumpang Kendaraan Umum
 
I.        Latar Belakang
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir pada awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
Ø  Mengapa Penelitian itu penting ?
Sekelompok anak-anak atau ada juga orang dewasa yang sering kita lihat berpenampilan dengan menggunakan pakaian yang sedikit terlihat aneh tapi unik. Mereka sering berdiri di pinggir jalan, di lampu merah, membawa gitar sambil bernyanyi-nyanyi sesuai dengan apa yang mereka mau. Para anak Punk mempunyai ciri khas tersendiri pakaiannya yang sedikit terlihat berantakan, rambut yang tak terurus, banyak tindikan di wajahnya, gambar tatto di bagian tubuhnya, dan lain sebagainya.
Beberapa orang banyak yang agak takut dengan anak punk karena penampilan mereka yang sedikit menyeramkan. Kelompok anak punk beraliran bebas para anak punk bebas mengeluarkan ekspresi mereka tanpa harus mengganggu ketenangan orang lain.
Di kota-kota besar Indonesia, sering terlihat sekelompok generasi penerus bangsa (generasi muda) yang memiliki gaya hidup menyimpang dari norma-norma sosial dalam masyarakat setempat. Sekelompok anak tersebut disebut anak punk.Gaya hidup anarkis, keras,membuat mereka merasa mendapat kebebasan, bisa jadi karena mereka selalu mempunyai perasan yang tidak puas akan apa yang sudah ada dikehidupan mereka.
Di persimpangan jalan dekat lampu merah daerah pangkalan jati, saya sering sekali melihat sekelompok anak punk yang sedang berdiri,mengamen di angkot-angkot,mereka bergaya sesuai dengan keinginan mereka masing-masing, karena kehidupan komunitas punk menurut pendapat saya ialah kehidupan yang bebas, tanpa larangan, dan tanpa paksaan dari siapa pun.
Ø  Asumsi
Maka dari itu untuk para remaja harus memahami bahwa jika kita sedang mendapat persoalan seberat apapun itu tidak boleh melakukan hal-hal yang negatif untuk menyelesaikan atau hanya sekedar menenangkan pikiran. Karena itu bukan cara yang penyelesaian yang baik. Jangan sampai generasi muda bangsa kita terjerumus jauh ke jalan yang negatif. Generasi muda ialah harapan bangsa,sebagai generasi penerus untuk memajukan bangsa.
 
II.      Pertanyaan Penelitian
 
1)      Apa faktor penyebab dengan adanya komunitas anak punk ini ?
2)      Apa tanggapan orang-orang sekitar dengan adanya komunitas seperti ini ?
3)      Bagaimana dengan kehidupan sehari-harinya ?
 
 
III.    Metode
Metode yang saya gunakan adalah "Metode Kualitatif" yaitu metode yang mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang, di samping juga tentang peranan organisasi, pergerakan sosial, atau hubungan timbal balik. Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat kualitatif. Pengamatan dilakukan dengan cara wawancara.

enungkhoeriyah_tugas5_term of refrence penelitian sosial

HALAMAN PERSETUJUAN PENELITIAN SOSIAL

 

JUDUL       :PLURALISME BUDAYA MEMPENGARUHI PROSES INTERAKSI SOSIAL DI  ASRAMA   PUTRI    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI JAKARTA.

NAMA        :ENUNG KHOERIYAH

NIM            :1113054100003

JURUSAN  :KESEJAHTERAAN SOSIAL

FAKULTAS:ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

 

 

 

DISETUJUI OLEH:

DOSEN PENGANTAR SOSIOLOGI

 

 

Tantan Hermansyah M.Si.

 

 

 

 

 

PLURALISME BUDAYA MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL

DI ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI JAKARTA


BAB I

PENDAHULUAN

                                                                             

A.     LATAR BELAKANG

Asrama putri UIN syarif hidayatullah Jakarta merupakan sebuah asrama yang berisi mahasiswi yang berkuliah di kampus Universitas Islam Negeri Jakarta. Mahasiswi yang berkuliah di Universitas Islam Negeri Jakarta berasal dari daerah yang beragam seperti Jawa, Sunda, Aceh, Padang dll , karena itu asrama yang di khususkan untuk mahasiswi ini memiliki anggota masyarakat yang prural. pruralisme itu terlihat dari kebiasaan, cara berbicara, cara berpakaian dan berfikir, kepluralismean tidak hanya di tinjau dari latar dan budaya mereka sebelumnya namun juga ditinjau dari lingkungan pendidikan mereka sebelumnya.

Adanya perbedaan budaya, kebiasaan, bahkan cara berfikir setiap warga asrama menjadikan asrama kampus Universitas Islam Negeri Jakarta lingkungan yang kompleks, maka dari itu banyak penyesuaian yang harus dilakukan oleh warga asrama untuk dapat beradaptasi dan menjalin interaksi satu sama lain.

Pola-pola hubungan sosial antar etnik dikemukakan Benton (dalam Martodirjo,2009:9), beberapa pola hubungan tersebut ditandai dengan adanya spesifikasi dalam proses kontak sosial yang terjadi yaitu akulturasi, dominasi, paternalism, dan integrasi. Akulturasi terjadi jika setiap kelompok saling kontak dan saling mempengaruhi. Dominasi terjadi jika suatu kelompok etnik menguasai kelompok lain. Paternalisme yaitu hubungan kelompok dimana satu kelompok menunjukan adanya kelebihan dari kelompok lain. Pluralisme yakni hubungan antar kelompok yang didalamnya ada pengakuan persamaan hak politik dan hak perdata. Integrasi merupakan pola hubungan yang menekankan persamaan dan bahkan saling mengintegrasikan antara satu kelompok dengan yang lain.

Dalam hubungan sosial berbagai komunitas akan menimbulkan dua kemungkinan yaitu yang bersifat positif dan bersifat negatif, interaksi sosial yang positif akan menimbulkan masyarakat harmonis  sedangkan interaksi yang bersifat negative akan menimbulkan hubungan yang tidak harmonis karena adanya perbedaan sikap dan kehidupan bersama.

Faktor yang yang mempermudah terjadinya integrasi sosial dalam masyarakat pluralisme yang bebeda latar belakang kebudayaan menurut soekanto (1990:90) adalah : 1)sikap toleransi diantara kelompok yang bebeda, 2) kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi, 3) sikap saling menghargai kebudayaan yang di dukung oleh masyarakat lain dengan mengakui kelebihan budaya masing-masing, 4) sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat yang lain, 5) pengetahuan akan unsure-unsur kebudayaan dalam kebudayaan masing-masing kelompok, 6) melalaui perkawinan campuran antar berbagai kelompok yang berbeda, 7)adanya ancaman musuh bersama dari luar kelompok tersebut. Topik pluralisme di asrama putri ini saya angkat karena menarik meneliti kelompok pluralisme yang tinggal di satu atap.

 

 

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apa bentuk kepluralismean yang terdapat di lingkungan asrama putri Universitas Islam Negeri Jakarta?

2.      Bagaimana kepluralismean tersebut terjadi?

3.      Bagaimana hasil dari interaksi sosial pluralisme tersebut?

 

C.     BATASAN MASALAH

Batasan masalah dalam penelitian ini terdapat pada area yang di teliti yakini terbatasa hanya pada asrama putri, dan sumber utama penelitiannya pun adalah warga asrama itu.

 

D.     TUJUAN PENELITIAN

a)      Tujuan umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial yang terjadi di warga asrama putrid UIN Jakarta dengan latar belakang yang pluralisme.

b)      Tujuan khusus

1.      Mengetahui bentuk kepluralismean yang terdapat di lingkungan asrama putri Universitas Islam Negeri Jakarta.

2.      Mengetahui bagaimana kepluralismean tersebut terjadi.

3.      Mengetahui bagaimana hasil yang terjadi dari interaksi pluralisme tersebut.

 

E.      MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalah yang terutama bagi peneliti yakni peneliti mampu mengetahui dan memahami bagaimana interaksi sosial itu terjadi, sedangkan bagi pengguna dan keilmuan secara umum yaitu dapat dijadikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

 

F.      KEASLIAN PENELITIAN

Penelitian ini benar-benar hasil pemikiran penulis yang dibantu dengan sumber studi pustaka, sepengetahuan penulis belum ada penelitian yang sama sebelumnya.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

1.      LANDASAN TEORI

Pluralisme berasal dari kata bahasa inggris yang berarti keragaman, atau bisa juga dikatakan sebagai kemajemukan. Pluralism ini dapat berupa pluralism sosial, pemikiran atau keilmuan, dan pluralism agama. Namun topik dalam penelitian ini lebih cenderung pada pluralisme sosial, pluralisme merupakan salah satu ciri dari masyarakat modern. Sebagai kampus yang berada di sebuah kota besar Universitas Islam Negeri Jakarta memiliki daya tarik yang membuat banyak pelajar dari seluruh nusantara untuk belajar disana sehingga tingkat pluralism sosial yang terdapat di lingkungan kampus sangatlah kompleks. Asrama merupakan fasilitas yang diberikan kampus terutama untuk mahasiswa yang berada dari daerah, kegiatan interaksi sosial yang berlangsung di asrama akan di pengaruhi oleh latar belakang warga asramanya. Lokasi  yang akan di angkat dalam penelitian ini adalah asrama putri, bagaimana pluralism bisa mempengaruhi kehidupan asarama dan hasil dari interaksi tersebut.

 

2.      KERANGKA KONSEP PENELITIAN

Masalah utama yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah pluralism itu sendiri, penyebab pluralism dan hasil yang terjadi daro proses interaksi itu.

 

3.      HIPOTESIS

Dugaan sementara terdapat pengaruh luar biasa dari pluralism itu terhadap hasil interaksi, yang paling mungin adalah terbentuknya integrasi antar warga asrama, selain itu dimungkinkan juga terbentuknya akulturasi kebudayaan.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

a.       Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu pengamatan yang tidak di ukur dengan angka ataupun ukuran matematis lainnya. Yang akan digunakan ialah metode studi kasus dengan pengamatan kelompok langsung menggunakan teknik wawancara dan ikut serta dalam kehidupan sehari-hari objek kajian.

b.      Populasi dan sample

Objek penelitian nya ialah warga asrama itu sendiri serta gejala sosial yang terjadi didalamnya, sample yang digunakan adalah perwakilan dari daerah yang berbeda hingga membentuk pluralism.

c.       Lokasi dan waktu penelitian

Lokasinya ialah asrama putri Universitas Islam Negeri Jakarta, waktu penelitiannya ialah setelah pengajuan term of refrence ini di setujui. Dan dilakukan selam dua minggu.

d.      Teknik pengumpulan data

Pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan observasi langsung.

e.       Instrument penelitian

Alat ukur yang digunakan adalah teks wawancara yang telah disiapkan.

f.       Teknik pengolahan data

Memisahkan dan mengelompokan data yang di perlukan untuk laporan dan yang tidak di gunakan.

g.       Metode analisis data

Meliputi persiapan, tabulasi atau pentabelan, dan aplikasi data.

h.      Keterbatasan

Keterbatasan yang terjadi adalah kurangnya refrensi mengenai penelitian ini sebelumnya, atau metode historisnya kurang.

qayumah_tugas5_kesejahteraan pembersih jalanan di wilayah ragunan

TEMA : KESEJAHTERAAN PEKERJA PEMBERSIH JALAN DI WILAYAH RAGUNAN

A. LATAR BELAKAN
Pekerja pembersih jalanan bertugas untuk membersihkan jalanan dan menjaga  kebersihan di Negara kita. Pekerja pembersih jalan  memiliki jasa yang sangat besar dalam kehidupan didunia ini, mereka setiap harinnya disibuk kan untuk membersihkan jalanan dan menjaga kebersihan jalanan. Pekerjaan sebagai pembersih jalanan sama dengan pahlawan pada dasarnya namun berbeda dengan pahlawan perang  mereka adalah pahlawan dalam bidang kebersihan.
Sesuai dengan kerja kerasnnya  mereka pantas disebut sebagai  pahlawan karena jasa mereka dalam membersihkan jalanan, menahan baunnya sampah, melawan arusnya lalu lintas dan siap diberbagai cuaca baik panas maupun hujan yang akan mengguyur badannya, namun masih banyak orang yang meremehkan pekerjaan mereka ,beberapa orang masih menganggap pekerjaan yang mereka jalani sebagai pekerjaan yang kotor dan rendahan (miskin), namun seharusnya mereka adalah orang yang kaya dan lebih memiliki banyak harta karena kerja kerasnya, namun sekarang hasil dari pekerjaannya tidak sesuai dengan kerja keras yang mereka lakukan.

B. PERTANNYAAN
1. jam kerja sebagai pembersih jalanan berapa jam?
2. kesulitan sebaga pekerja i pembersih jalanan apa saja?
3. adakah enaknya sebagai pekerja pembersih jalanan?
4. hasil (gaji) dari pekerjaan sebagai pembersih jalanan berapa?
5. hasil (gaji) yang di dapatkan sebagai pembersih jalanan apakah sudah cukup untuk memenuhi        kehidupan sehari-hari?
6. kenapa memilih untuk menjadi seorang pembersih jalanan?
7. apa harapan anda sebagai pembersih jalanan ?

C. METODE PENELITIAN
Metode Kualitatif
Didalam metode kuantitatif ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Penelitian yang saya lakukan yaitu menggunakan metode kualitatif  yaitu dengan wawanca yang saya lakukan  dengan seorang pembersih jalanan.

qayumah_tugaa5_kesejahteraan pembersih jalanan di wilayah ragunan

TEMA : KESEJAHTERAAN PEKERJA PEMBERSIH JALAN DI WILAYAH RAGUNAN

A. LATAR BELAKAN
Pekerja pembersih jalanan bertugas untuk membersihkan jalanan dan menjaga  kebersihan di Negara kita. Pekerja pembersih jalan  memiliki jasa yang sangat besar dalam kehidupan didunia ini, mereka setiap harinnya disibuk kan untuk membersihkan jalanan dan menjaga kebersihan jalanan. Pekerjaan sebagai pembersih jalanan sama dengan pahlawan pada dasarnya namun berbeda dengan pahlawan perang  mereka adalah pahlawan dalam bidang kebersihan.
Sesuai dengan kerja kerasnnya  mereka pantas disebut sebagai  pahlawan karena jasa mereka dalam membersihkan jalanan, menahan baunnya sampah, melawan arusnya lalu lintas dan siap diberbagai cuaca baik panas maupun hujan yang akan mengguyur badannya, namun masih banyak orang yang meremehkan pekerjaan mereka ,beberapa orang masih menganggap pekerjaan yang mereka jalani sebagai pekerjaan yang kotor dan rendahan (miskin), namun seharusnya mereka adalah orang yang kaya dan lebih memiliki banyak harta karena kerja kerasnya, namun sekarang hasil dari pekerjaannya tidak sesuai dengan kerja keras yang mereka lakukan.

B. PERTANNYAAN
1. jam kerja sebagai pembersih jalanan berapa jam?
2. kesulitan sebaga pekerja i pembersih jalanan apa saja?
3. adakah enaknya sebagai pekerja pembersih jalanan?
4. hasil (gaji) dari pekerjaan sebagai pembersih jalanan berapa?
5. hasil (gaji) yang di dapatkan sebagai pembersih jalanan apakah sudah cukup untuk memenuhi        kehidupan sehari-hari?
6. kenapa memilih untuk menjadi seorang pembersih jalanan?
7. apa harapan anda sebagai pembersih jalanan ?

C. METODE PENELITIAN
Metode Kualitatif
Didalam metode kuantitatif ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Penelitian yang saya lakukan yaitu menggunakan metode kualitatif  yaitu dengan wawanca yang saya lakukan  dengan seorang pembersih jalanan.

SarahAmaliaKusnendar_tugas5_pengaruhSinetronterhadapmoralremaja

Pada 20 Apr 2014 22:05, "Sarah Amalia Kusnendar" <sarahakusnendar@gmail.com> menulis:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saya mengangkat judul "pengaruh sinetron  terhadap perkembangan moral remaja" karna dewasa ini sinetron menjadi tontonan yang dominan di tonton oleh kalangan remaja, kalangan remaja yang masih mencari jati diri ini pun tidak bisa menyaring hal yang baik dan buruk, oleh karena itu sinetron berpengaruh besar terhadap perkembangan moral seorang remaja. Hal tersebut menjadi penting untuk di bahas.  Selain itu sinetron juga telah menjadi contoh bagi para remaja, mereka mengikuti trend model dan cara bergaul yang ada di sinetron. BAB II Pertanyaan penelitian Apa masalah yang akan timbul dari seorang anak remaja yang menonton sinetron? Bagaimana cara mengatasi dampak yamg tidak baik dari sinetron Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: Untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah sosiologi. Untuk mengetahui apa saja dampak dari seorang anak yang selalu menonton sinetron. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi dampak seorang anak yang selalu menonton sinetrom.     BAB III Metodelogi Penelitian   1. metode kuantitatif. menggunakan metode kuantitatif dengan menghitung berapa banyak remaja yang selalu menonton sinetron setiap harinya. 2.metode kualitatif menggunakan metode kualitatif dengan mengalisa jawaban dari responden.
3.metode wawancara
Dengan mewawancarai kepada responden
4. Metode observasi
Mengamati keadaan sekitar, keadaan,prilaku remaja yang suka menonton sinetron.

SarahAmaliaKusnendar_tugas5_metodepraktikum

Pada 20 Apr 2014 22:05, "Sarah Amalia Kusnendar" <sarahakusnendar@gmail.com> menulis:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saya mengangkat judul "pengaruh sinetron  terhadap perkembangan moral remaja" karna dewasa ini sinetron menjadi tontonan yang dominan di tonton oleh kalangan remaja, kalangan remaja yang masih mencari jati diri ini pun tidak bisa menyaring hal yang baik dan buruk, oleh karena itu sinetron berpengaruh besar terhadap perkembangan moral seorang remaja. Hal tersebut menjadi penting untuk di bahas.  Selain itu sinetron juga telah menjadi contoh bagi para remaja, mereka mengikuti trend model dan cara bergaul yang ada di sinetron. BAB II Pertanyaan penelitian Apa masalah yang akan timbul dari seorang anak remaja yang menonton sinetron? Bagaimana cara mengatasi dampak yamg tidak baik dari sinetron Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: Untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah sosiologi. Untuk mengetahui apa saja dampak dari seorang anak yang selalu menonton sinetron. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi dampak seorang anak yang selalu menonton sinetrom.     BAB III Metodelogi Penelitian   1. metode kuantitatif. menggunakan metode kuantitatif dengan menghitung berapa banyak remaja yang selalu menonton sinetron setiap harinya. 2.metode kualitatif menggunakan metode kualitatif dengan mengalisa jawaban dari responden.
3.metode wawancara
Dengan mewawancarai kepada responden
4. Metode observasi
Mengamati keadaan sekitar, keadaan,prilaku remaja yang suka menonton sinetron.

Dinara Oktaviana_Tugas5_Tanggapan Masyarakat dengan adanya Taman Spathodea Kebagusan Jak-Sel

TANGGAPAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA TAMAN SPATHODEA

KEBAGUSAN JAKARTA SELATAN

 

       I.            Latar Belakang

Taman Spathodea merupakan taman kota satu-satunya yang ada di wilayah Kebagusan, Jakarta Selatan. Taman Spathodea dibuat oleh Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta pada 2011 dan selesai sekitar pertengahan 2012. Sebelum dibuat taman kota, dulu wilayah ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Nama Taman Spathodea diambil dari nama pohon Spathodea Campanulata atau disebut Kembang Kerucutan yang banyak ditanam di taman ini. Tanaman ini berasal dari Afrika, jadi cocok ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Letak taman Spathodea tidak terlalu jauh dari Taman Margasatwa Ragunan. Ada sebutan lain untuk Taman Spathodea yaitu Taman Miring, karena memang bentuk tanahnya miring. Letak Taman Spathodea bisa dibilang cukup strategis karena tidak jauh dari minimarket, masjid, dan SPBU. Hadirnya Taman Spathodea memberikan ruang terbuka hijau untuk wilayah Kebagusan yang dimana banyak perumahan elite bergaya Town House dan padat dengan pemukiman warga. Taman ini memiliki luas sekitar 1 hektar dengan pemandangan hamparan rumput hijau, jalan setapak berlapiskan konblok, pepohonan rindang nan teduh, dan 2 danau buatan yang dihuni ikan air tawar. Selain itu, di taman ini ada jogging track kurang lebih 100 meter, toilet, satuan pengamanan, bangku taman yang berjejer rapi dan area bermain anak seperti ayunan, bak pasir,  perosotan, dan jungkat-jungkit. Masyarakat yang datang ke taman ini mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai lanjut usia. Mereka yang datang ke Taman Spathodea dengan berbagai tujuan, ada yang hanya sekedar jalan-jalan, memberi makan ikan, mengerjakan tugas, menemani anak bermain hingga seringkali terlihat pasangan muda duduk berdampingan. Taman Spathodea tidak pernah sepi pengunjung sekalipun terik matahari menyengat kulit kepala, karena selain fasilitas yang nyaman, masuk ke taman ini pun gratis. Mungkin bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan bermotor akan dikenakan biaya parkir sekitar dua ribu rupiah.

Menurut penyaji, Taman Spathodea bisa dijadikan tempat rekreasi bagi semua lapisan masyarakat karena murah merakyat. Selain itu, taman ini memiliki udara yang sejuk di pagi hari sehingga terasa nyaman ketika dihirup sampai ke paru-paru. Dan yang paling penting Taman Spathodea juga sebagai resapan air di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan.

 

 

    II.            Pertanyaan Penelitian

1)      Menurut Anda taman Spathodea tempat yang seperti apa ?

2)      Bagaimana dengan keamanan dan kebersihan di taman ini ?

3)      Apakah tempat ini efektif sebagai tempat interaksi sosial ?

4)      Jika datang ke taman ini biasanya apa yang dilakukan atau ada tujuan khusus ?

5)      Apakah fasilitas disini sudah cukup atau ada yang perlu ditambah ?

6)      Taman Spathodea persis di pinggir jalan, apakah menggangu kenyamanan ?

7)      Apakah Anda keberatan dengan adanya pungutan biaya parkir disini ? padahal kan seharusnya gratis ?

8)      Adanya pedagang kaki lima di depan taman, mengganggu atau membantu Anda ?

9)      Hadirnya Taman ini merupakan suatu yang bijak atau sia-sia ?

 

 III.            Metode Penelitian

1)      Wawancara

Mewawancarai beberapa masyarakat yang sedang berkunjung ke Taman Spathodea dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

2)      Observasi

Mengunjungi dan melihat suasana Taman Spathodea secara langsung.

 

 

Fitri Qomariah_Tugas 5_Anggapan Masyarakat Terhadap Pelaku Perokok di Angkutan Umum

Anggapan Masyarakat Terhadap Perokok Di Angkutan Umum
 
I. Latar Belakang
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
1. Mengapa penelitian ini penting?
            Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.
Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok.
2. Asumsi
            Merokok di dalam angkutan umum sangat meresahkan bagi penumpang yang lain, Dan sangat beresiko tiga kali lebih besar dibanding si perokok.
II. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah saya uraikan maka masalah yang akan saya bahas:
1. Apa dampak dari merokok (aktif)?
2. Apa dampak bagi yang menghirupnya (pasif)?
3. Anggapan masyarakat terhadap perokok di angkutan umum?
III. Metode
Metode yang saya gunakan adalah:
-Kuantitatif
Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dalam menganalisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Menurut Creswell dalam Asmadi Alsa (2007), penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan, yang dianalisis menggunakan statistik. Fungsinya untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik. Selain itu juga untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu memengaruhi variabel yang lain.
-Kajian pustaka dilakukan dengan uji lapangan dan mencari literatur di internet
IV. Pembahasan
II.1 Dampak dari merokok (aktif)
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaGian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
II.2 Dampak dari perokok pasif
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Perokok pasif menghirup asap rokok yang tersebar disekelilingnya. Perokok pasif tidak kalah berbahayanya dibandingkan dengan perokok aktif karena mereka menghirup aliran samping (sidestream) dan aliran utama (mainstream). Aliran samping adalah asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang terbakar, sedangkan aliran utama adalah asap rokok yang telah dihisap oleh perokok lalu kemudian dihembuskan kembali ke udara. Kandungan asap rokok yang tersebar ke udara sangatlah berbahaya. Menurut penelitian ada 4000 senyawa kimia berbahaya yang terdapat pada asap tembakau ini. Diantaranya adalah nikotin, tar, sianida, benzene, cadmium, metanol, amonia, arsenik. Asap rokok dalam konsentrasi tinggi dapat lebih beracun yaitu memiliki 2 kali konsentrasi nikotin dan tar, 3 kali jumlah zat karsinogenik, 5 kali kadar karbonmonoksida dan 50 kali jumlah amonia lebih banyak. Sungguh mengerikan! Menghirup asap rokok orang lain (alias menjadi perokok pasif) lebih berbahaya tiga kali lipat dibandingkan mengisap rokok sendiri (perokok aktif). Mengapa? Karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Asap tersebut merupakan hasil dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar, karena racun yang ia isap lewat hidungnya tidak terfilter, sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang diisap. Perokok pasif berpotensi terkena berbagai macam penyakit, diantaranya :
·       Resiko kanker paru-paru
·       Resiko penyakit asma
·       Resiko infeksi telinga
II.3 Anggapan masyarakat terhadap perokok diangkutan umum
Masyarakat sering mengeluhkan aktifitas perokok diangkutan umum. Mereka merasa sesak napas ketika berada diangkutan umum. Sebagian besar masyarakat tidak berani untuk menegur para perokok itu.
Seorang mahasiswi cantik, yang setiap harinya menggunakan jasa angkutan umum untuk bepergian mengeluhkan, bahwa dirinya sangat merasa terganggu dengan asap rokok yang mencekik. Dalam sesekali ia memberanikan diri untuk menegur si perokok, namun kebanyakan perokok tidak merasa senang. Mereka beranggapan bahwa "ini tempat umum. suka-suka gue mau apa". Para perokok tidak peduli dengan orang disekitarnya. Sungguh perokok ini sangat merugikan kesehatan orang yang disekitarnya.
V. PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.
Merokok di angkutan umum juga sangat merugikan orang disekitarnya. Tentu saja yang paling baik adalah tidak merokok sama sekali, serta selalu menjauhi area yang dipenuhi asap rokok.
V.2 Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.
Lindungi diri Anda dan keluarga dari PENYAKIT-PENYAKIT KRITIS yang di timbulkan oleh asap rokok. INGAT, tidak ada yang mau sakit, apalagi sampai di rawat. Tapi semua resiko itu bisa datang KAPAN SAJA menghampiri Anda dan Keluarga.
 

Suryo w. & Alfian Bayu_Tugas ke-6_Hubungan kekerabatan para pendatang di perkotaan

Hubungan kekerabatan para pendatang di perkotaan

A.Pendahuluan

A.Latar Belakang

           

            Desa sebagai komunitas kecil yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal dan juga dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat desa bergantung kepada pertanian (Rahardjo, 2010 : 28). Pengertian dari masyarakat itu sendiri adalah sekumpulan manusia yang saling "berhubungan" atau dengan istilah ilmiah yaitu saling "berinteraksi" sehingga dalam masyarakat tersebut akan terdapat kesepakatan-kesepakatan yang telah ditentukan untuk bisa ditaati dan dilaksanakan oleh setiap anggota masyarkat tersebut. Kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada dalam masyarakat kemudian mendarah daging pada setiap warganya, sehingga membedakan antara masyarakat yang satu dengan yang lain (Soerjono Soekanto, 2006 : 22).

            Namun sekarang melihat dari berbagai aspek yang ada, baik kita lihat secara langsung ataupun melalui media informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup yang ada dipedesaan mulai mengalami pergeseran nilai, norma serta adat istiadat  yang tidak lagi dihiraukan oleh banyak penduduk desa yang ingin merasa kehidupannya berubah, baik ekonomi maupun status sosialnya. Serta fenomena kehidupan perkotaan yang mempunyai motto hidup "Biar tekor asal Tersohor" menjadi sebuah gaya hidup serba boleh, walaupun itu melabrak norma-norma hukum lebih-lebih norma agama.

 

B.Tujuan Penulisan

1.      Memahami kenapa mereka meninggalkan desa dan memilih hidup di kota

2.      Memahami bagaimana hubungan kekerabatan para pendatang dari desa ke kota

3.      Memahami apa yang harus dilakukan warga desa untuk

C.Perumusan Masalah

1.      Kenapa mereka meninggalkan desa dan memilih hidup di kota?

2.      Bagaimana Hubungan kekerabatan pendatang dari desa ke kota?

 

B.Pertanyaan Penelitian

1.      Anda sebagai warga desa apakah anda menjalin hubungan dengan para pendatang/warga desa di kota?

2.      Kira-kira kenapa anda memilih tinggal di kota di bandingkan dengan di desa?

3.      Menurut anda kenapa didesa susah mencari pekerjaan?

4.      Apakah anda tahu sekarang sudah ada undang-undang tentang desa?

5.      Menurut anda setelah ada UU desa program apa yang dilakukan untuk memajukan desa?

6.      Setelah mengetahui hal-hal tersebut apakah anda ingin kembali ke desa?

C.Metodologi

            Metode dan Bentuk Penelitian

1.      Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.

 

            2.      Teknik Pengumpulan Data

a.         Teknik Observasi

Observasi ialah Studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala alam dengan jalan pengamatan dan pencatatan.

Observasi ialah pengujian ssecara intensional atau bertujuan sesuatu hal, khususnya untuk maksud pengumpulan data. Merupakan satu verbalisasi mengenai hal-hal yang diamati. (James, P. Chaplin, 1981)

Teknik ini digunakan untuk mengerti pola-pola perubahan pemikiran masyarakat desa yang lebih signifikan.(DR. Kartini Kartono, pengantar metodologi riset sosial : 187)

 

b.      Teknik Wawancara

Teknik wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara sipewawancara (peneliti) dan responden, menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara. (Nazir, 1998:193-194)

 

D.Hasil

            Desa yang sekarang ini banyak di tinggalkan oleh warganya yang sebenarnya mengandung banyak sekali sumber daya alam yang bisa diolah oleh banyak orang, tetapi apakah kaum muda didesa tidak mengetahui dengan pasti bahwa desa adalah sumber dan penyuplai terbanyak ke kota?dan kota sangat membutuhkan desa?kebanyakan dari mereka tidak tahu dan memilih ke kota karena kebanyakan dari mereka lebih memilih motto orang kota yaitu "Biar tekor asal Tersohor" sehingga mereka ikut ke kota.

            Setelah mereka ke kota dan hidup nyaman mereka tidak mau kembali ke desa dan mengakibatkan kaum muda di desa tidak ada menyisahkan orang-orang tua walaupun sebagian dari mereka ada yang setiap tahunnya kembali ke desa hanya untuk bertemu orang tua dan teman-teman masa kecil mereka tetapi ada juga yang tidak mau kembali ke desa karena teman-teman mereka banyak ke kota dan menjalin hubungan di kota hal ini menyebabkan desa semakin terpuruk.

            Setelah di tetapkan undang-undang tentang desa apakah mereka akan pulang dan mengembangkan desa?kebanyakan dari mereka tidak mau pulang walaupun sudah ada undang-udanng yang menjamin mereka di desa dan kebanyakan dari mereka lebih nyaman tinggal di kota karena apa yang mereka butuhkan semua ada di kota dan hal-hal inilah yang menyebabkan urbanisasi secara besar-besaran bahkan dengan adanya perkumpulan para pendatang mereka jadi punya hubungan untuk berkerja di kota.

            Sedangkan yang tidak mempunyai hubungan apa-apa biasanya mereka lebih memilih menjadi gelandangan karena menurut mereka hidup di kota jauh lebih enak dengan menjadi gelandangan di kota mereka bisa hidup bertahun-tahun sedangkan apabila mereka kembali ke desa mereka akan kelaparan karena kurangnya faktor-faktor pendukung.

            Disini penulis harapkan adalah adanya seorang pengembang yang dapat mengembangkan masyarakat desa dan membuat masyarakat desa mengerti bahwa tinggal didesa tidak seburuk pikiran orang-orang sekarang dan di desa kita dapat memiliki SDA yang  lebih

 

Daftar Pustaka

Mohammad Nazir. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia, 1988

Kartono DR. kartini. 1990. Pengantar metodologi riset sosial. Bandung: mandar maju 

Jumat, 18 April 2014

Tugas Sosiologi Pedesaan

Tugas Sosiologi Pedesaan

Tugas Mata Kuliah Sosiologi Pedesaan minggu ini adalah belajar observasi lapangan secara langsung.
Mahasiswa semuanya, secara berkelompok berdua, melakukan pengamatan langsung akan kehidupan sosial masyarakat pedesaan. Silahkan pilih subyek masyarakat yang akan diamati, dan sesuaikan dengan tema-tema berikut:

1. Kehidupan komunitas petani di tengah hiruk pikuk ibukota RI
2. Hubungan kekerabatan para pendatang dari desa di perkotaan
3. Desa setelah ditinggal warganya ke kota
4. Rumah tangga petani dan masa depan kehidupan masyarakat desa
5. Profesi di bidang pertanian yang tidak lagi menarik bagi kalangan muda
6. Bertani di dunia maya
7. Lemahnya daya saing dan daya tawar petani dalam gempuran pasar modern.
8. Orang desa di kota besar. Profil para pekerja serabutan asal desa.

Metode kualitatif (RRA)
Masa pengamatan 3 hari
Bentuk laporan: narasi eksposisi sebanyak maksimal 5 halaman.

Struktur laporan lapangan

A. Pendahuluan
(menjelaskan tema yang menjadi pilihan, berikut alasan-alasan akademisnya)
B. Pertanyaan penelitian
(memuat pertanyaan utama dari kajian )
C. Metodologi
(menjelaskan cara dan tehnik pengambilan data, seperti wawancara, mengamati, berinteraksi, dll)
D. Hasil
(memuat hasil pengamatan dalam bentuk narasi)

Daftar pustaka


Tantan Hermansah
Sent from my iPad

Selasa, 15 April 2014

Ahmad Munsorif_Revisi Proposal

PROPOSAL KEGIATAN CSR (COORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY)
"Cleaning Bathroom n Water Closet"
"Toilet Bersih Kuliah Nyaman"

       I.          LANDASAN PEMIKIRAN.
Sarana pendidikan yang bersih, indah, dan nyaman meruapakan salah satu faktor yang menunjang belajar seseorang. Di mulai dari tingkat TK  sampai Perguruan Tinggi. Salah satu dari kenyamanan tersebut adalah bersihnya kamar mandi dan WC sekolah.
UIN Jakarta merupakan salah satu sarana pendidikan bagi mahasiswa. Kenyamanan mahasiswa saat kuliah selain fasilitas belajar di kelas, kamar mandi dan toilet bersih juga menjadi bagian dari kenyamanan kuliah. Saat ini banyak kamar mandi dan toilet yang kurang diperhatikan. Yang diperhatikan khusus hanya kamar mandi dan toilet dosen.

Muhamad Iqbal Rafsanjani

tugas propoasal ekologi manusia M Iqbal Rafsanjani

agik_tugas4_metode sosial

METODE-METODE DALAM SOSIOLOGI

Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan seperti yang telah kita tentukan dan harapkan. Metode sekurang-kurangnya memiliki beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut.
1. Ada permasalahan yang akan dikaji atau diteliti.
2. Ada hipotesis, yaitu kesimpulan yang bersifat sementara, yang harus dibuktikan kebenarannya melalui data. Hipotesis merupakan jawaban sementara atas permasalahan yang akan dikaji melalui teori yang ada.
3. Ada usulan mengenai cara kerja atau cara penyelesaian permasalahan dari hipotesis yang ada.

Cari Blog Ini