Senin, 28 April 2014

sarah fauziah audina dan ajeng dwi rahmah putri_tugas 5_profesi pertanian yang tidak lagi menarik bagi kalanga muda

Tugas sosiologi pedesaan

Nama : Sarah Fauziah Audina (1113054000010)

             Ajeng Dwi Rahma Putri (1113054000019)

 

Profesi Pertanian Yang Tidak Lagi Menarik Bagi Kalangan Muda

 

A.    Pendahuluan

 

a.       Latar belakang

Pertanian merupakan salah satu sector yang paling utama di Indonesia. Indonesia dikenal dengan negara agraris yaitu negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Namun saat ini identitas Indonesia sebagai negara Agraris kini sudah mulai memudar diakibatkan generasi muda saat ini tidak lagi tertarik bekerja disektor pertanian, sehingga saat ini sering kita jumpai lahan pertanian berubah fungsi menjadi perumahan-perumahan mewah milik para investor asing. Padahal jika generasi muda yang saat ini semakin berkualitas mau mengelola lahan pertanian mungkin masalah kelaparan dan kemiskinan di Indonesia akan hilang dan Indonesia bisa menjadi negara eksportir pertanian terbesar.

Generasi muda di Indonesia saat ini lebih menyukai pekerjaan yang berubungan dengan teknologi atau bekerja di kantor di bandingkan harus berkotor-kotoran di sawah. Mereka lebih mengikuti budaya luar yang memberikan segalanya dan membuat mereka lebih di pandang oleh orang lain, dibandingkan bekerja di sector pertanian yang penghasilannya saja belum bisa mencukupi kehidupan keluarganya.

Minimnya pengetahuan akan pertanian kepada generasi muda yang diberikan di sekolah atau universitas juga memberikan dampak yang cukup kuat dalam menurunkan minat para pemuda untuk terjun kedalam dunia pertanian, kebanyakan mereka berfikir tekonologi, eksakta dan seni akan mmberikan jaminan pengehidupan yang layak dan gaji yang besar dibandingkan bekerja di sector pertanian tidak akan memberika masa depa yang cerah.

 

b.      Tujuan

1.      Meningkatkan kesadaran kepada generasi muda akan pentingnya petanian

2.      Menambah pengetahuan akan manfaat dari pertanian

3.      Menambah pengetahuan kepada generasi muda pentingnya pertanian terhadap kehidupan orang banyak

 

c.       Perumusan Masalah

1. apa penyebab generasi muda kurang berminat bekerja di sector pertanian ?

                  2. apa yang harus dilakukan untuk menarik minat para pemuda ?

                  3. bagaimana peran pemerintah  ?

4. bagaiman peran sekolah dan universitas  ?

 

B.     Petanyaan penelitan

1.      Apa pekerjaan anda ?

2.      Kenapa anda menyukai pekerjaan anda ?

3.      Apakah anda sebagai pemuda menyukai bidang pertanian ?

4.      Apakah anda mau bekerja di sector pertanian ?

5.      Jika iya, apa yang membuat anda berminat bekerja di sector pertanian ?

6.      Jika tidak, mengapa para pemuda tidak mau bekerja disektor pertanian ?

 

C.     Metodologi penelitian

Teknik pengambilan data yang dilakukan melaui penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menekankan pada kualias data atau kedalaman data yang diperoleh. Teknik yang digunakan diantaranya:

§  Observasi

Observasi adalah serangkaian pengamatan terhadap fakta dilapangan yang terjadi selama proses penelitian. Teknik observasi dilakukan untuk mengetahui secara langsung tentang profesi pertanian yang tidak lagi menarik bagi kalangan muda.

§  Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan serta menggali informasi tentang profesi pertanian yang tidak lagi menarik bagi kalangan muda dengan cara Tanya jawab (tatap muka) antara penelitih dengan informan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi secara mendalam.

 

D.    Hasil

Pertanian merupakan salah satu sector perekonomian kerakyatan di indoneia. Namun, sector pertanian yang mengidikasikan tingkat kesejahteraan dan peradaban bangsa dan kekuatan, ketahanan, dan kedaulatan pangan akan segera terwujud dan pada akhirnya menjadikan Indonesia menjadi sebuah negara industry pertanian yang maju. Dalam pengembangan pertanian para pemuda sangat berpengaruh, peningkatan taraf rakyat desa yang sebgaian pekerjaannya sebagian petani juga sangat berpengaruh. Para pemuda juga berperan dalam penyebaran informasi bagi para petani.

Saat ini kebanyakan para pemuda enggan bekerja disektor pertanian dikarenakan sebagian banyak para pemuda menganggap bekerja di pertanian tidak akan memberikan masa depan untuk dirinya dan keluarganya nanti. Mereka lebih menyukai pekerjaan yang pasti bisa menjamin kehidupan mereka serta tidak bekerja berat perti petani. Pekerjaan yang mengandalkan kecanggihan teknologi dan ilmu eksakta. Padahal para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pertanian.

Generasi muda dapat memberikan perubahan kepada dunia di sector pertanian. Dengan keikut sertaan generasi muda yang saat ini semakin berkualitas mau mengelola lahan pertanian mungkin masalah kelaparan dan kemiskinan di Indonesia akan hilang dan Indonesia bisa menjadi negara eksportir pertanian terbesar.

Dalam hal ini peran pemerintah juga sangat berpengaruh, pemerintah sebagai pemegang hak tertinggi diharapkan dapat memeberikan peran aktif, serta memberikan sumbangsih  dalam peningkatan pertanianserta memberi bantuan kepada para petani sehingga dapat menarik minat generasi muda

Dalam hal ini penulis juga berharap kepada perguruan tinggi (kampus) dan sekolah-sekolah untuk menanamkan tentang kesejahteraan petani, serta mengajarkan generasi muda untuk menciptakan lapagan kerja  sendiri (berwirausaha) dan memprioritaskan pengembangan potensi hasil pertanian lokal sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sector pertanian.

 

Daftar Pustaka:

Mohammad Nazir. Metode penelitian. Jakarta: Ghalia, 1998

Nur Muhaimin dan Aan sujana_ tugas 5_ Rumah Tangga Petani Dan Masa Depan Kehidupan Masyarakat Desa

Rumah Tangga Petani Dan Masa Depan Kehidupan Masyarakat Desa

    Disusun Oleh : Aan sujana

                     Nur Muhaimin

A.    Pendahuluan

Masyarakat pedesaan di Indonesia tergolong masyarakat yang sangat jauh tertinggal, hal ini disebabkan keberedaan wilayah yang jauh dari pusat pembangunan Nasional. Bahkan hampir tidak tersentuh oleh pembangunan Nasional. Beberapa metode dan pendekatan telah dikembangkan untuk memahami masalah dan membantu merumuskan kebijakan guna memecahkan masalah pembangunan pedesaan. Sejak tahun 1970an para pakar banyak yang memanfaatkan metode, pendekatan, dan logika berfikir survei verifikatif dalam meriset masalah sosial masyarakat pedesaan (Chambers: 9, 1996).

Masyarakat desa adalah komunitas yang tinggal di dalam satu daerah yang sama, yang bersatu dan bersama-sama, memiliki ikatan yang kuat dan sangat mempengaruhi satu sama lain. Hal ini dikarenakan pada masyarakat desa tradisi itu masih sangat kuat dan kental. Bahkan terkadang tradisi ini juga sangat mempengaruhi perkembangan desa, karena terlalu tinggi menjunjung kepercayaan nenek moyang mengakibatkan sulitnya untuk melakukan pembaharuan desa. Di sisi lain banyak hal yang mengakibatkan sebuah desa sulit untuk mengalami pembaharuan, antara lain isolasi wilayah, yaitu desa yang wilayahnya berada jauh dari pusat ekonomi daerah, desa yang mengalami ketertinggalan di bidang pembangunan jalan dan sarana-sarana lainnya, sulitnya akses dari luar, bahkan desa yang mengalami kemiskinan dan keminiman tingkat pendidikan. Pada umumnya masyarakat desa diidentikkan dengan masyarakat petani, ini dikarenakan masyarakat pedesaan dominan bermata pencaharian dari hasil pertanian yang merupakan petani-petani miskin yang mata pencahariannya di bawah garis kemiskinan. Hal ini menunjukkan kesenjangan yang sangat jauh dari masyarakat perkotaan.

Dalam observasi kami di KP. Ancol, Kl. Ancol pasir, Rt. 0 7, Rw. o2, Kec. Jambe, yang berjudul Rumah tangga petani dan masa depan kehidupan masyarakat desa, kami mendapatkan banyak pengetahuan dan cerita baru tentang pedesaan setelah mendapatkan jawaban dari salah seorang ibu rumah tangga yang yang kami wawancarai, yang kesehariannya itu bekerja sebagai petani.

 

B.     Pertanyaan Penelitian

1.       Keluarga ibu  bertani sejak kapan dan memgapa ibu mau menjadi petani ?

2.       Apakah semua anggota keluaga ibu ikut membantu dalam bertani khususnya, anak ibu yang masih muda ?

3.      Digunakan untuk apa hasil dari panen, dijual atau dikonsumsi sendiri ?

4.      Apakah warga di sini semuanya memiliki lahan untuk bercocok tanam ? Karena Kalau saya lihat mayoritas  warga di sekitar sini kalau musim panen mereka  ikut memanen?

5.      Kalau yang tidak mempunyai lahan yang mereka kerjakan apa?

6.      Mengapa  kebanyakan dari warga desa  hanya ibu-ibu yang memanen , yang lelaki dan anak muda hanya sedikit, mereka kemana  ?

7.      Mengapa bapak-bapak atau anak yang masih muda memilih kerja di pabrik atau di PT  tidak bertani saja, padahal  mereka memiliki lahan untuk becocok tanam ?

8.      Warga di sini kalau tidak musim panen,  pekerjaan sampingan mereka apa ?

 

C.    Metodologi

Tehnik pengambilan data wawancara, mengamati, dan berintraksi yaitu:

1.   Mengambil dat wawancara tidak disadari oleh     

2.  Mengamati  terlebih dahulu kegiatan warga yang sedang melakukan kegiatan bertani    yaitu panen padi.

3.  setelah tau kegitan warga dan melihat orang yang ingin di wawancara lagi duduk santai diwarung dan menjumpaiorang yang ingin di wawancara, dengan cara  memesan kopi diwarung tersebut, melakukan komunikasi, menayakan pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditanyakan dengan sedikit basa-basi, setelah itu tanpa di sadari oleh  dan orang yang di wawancara secara tidak langsung telah menjawab semua pertanyaan  .

4.  Tehnik pengamatan yaitu dengan cara jalan-jalan sambil bermain di desa yang diamti, ibarat kata sambil menyelam  minum air.

5.  Tehnik berintraksi menjumpai warga yang sedang beraktivitas dengan memperkenalkan diri dan agak basa-basi dalam berkomunikasi untuk mencoba mengakrabkan diri sebagai orang yang mungkin sedikit asing bagi mereka observan dengan bertahap bisa diterima masayarakt yang di observasi tersebut.

   

D.    Hasil Dalam Penelitian Dalam Bentuk Narasi

Rumah tangga petani dan kehidupan masyarakat desa

KP. Ancol, Kl. Ancol pasir, Rt. 0 7, Rw. o2, Kec. Jambe, Ibu ini bertani sejak  masih muda, karena    mempunyai lahan untuk bercocok tanam sejak kecil dan di ajarkan oleh orang tuanya cara bertani,  lahan yang dimiliki  dimanfaatkan untuk di Tanami padi,  karena dengan bertani tidak  membeli  beras untuk keperluan makan sehari-hari hanya menyiapkan lauk pauk saja .

 Anggota keluarga yang masih muda mereka semua mau ikut membantu ketika musim panen  walaupun tidak terlalu berat seperti, lelaki mengangkut hasil pertanian memotong padi dan wanita memasak makanan buat yang kerja.  Terkadang  mereka semua ikut langsung membantu karena mereka sejak kecil sudah di biasakan dan diajarkan untuk membantu orang tua walaupun tidak terlalu banyak. Hasil dari panen warga desa Ancol lipung meraka tidak jual tetapi mereka konsumsi sendiri  agar tidak lagi membeli beras dan disimpan sampai musim panen yang akan .

Waraga desa Ancol lipung, Rt 07, Rw 02 rata-rata mereka mempunyai lahan untuk bertani karena setiap kepala keluarga di Desa memiliki lahan untuk bercocok tanam, tetapi yang mereka miliki tidak terlalu luas, sekitar 700-1000 meter, yang memiliki lahan luas sekitar lima kepala keluarga dan warga desa yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam diwaktu musim panen mereka ikut panen, kepada warga yang memilki  lahan pertanian yang  luas  karena upah yang diberikan, per lima piring padi dapat  satu piring dan kalau dihitung-hitung dalam sehari bisa dapat satu karung lebih untuk warga desa yang ikut memanen padi  dan hasilnya digunakan untuk sehari-hari dalam jangka 2-3 bulan mereka tidak lagi membeli beras.

Di desa Ancol lipung, Rt 07, Kw 02, kebanyakan yang memanen ketika musim panen hanya ibu-ibu yang sudah berumah tangga, kalau yang lelaki atau anak muda  kebanyakan dari mereka kerja di pabrik atau di PT, hanya libur saja mereka  ikut memanen padi walaupun itu musim panen, kalau di pabrik belum libur kerja mereka tidak ikut membantu.

Bapak-bapak atau anak mudanya jarang  ke sawah, mereka lebih memilih kerja di pabrik atau  PT, kalau mengharapkan dari sawah tidak cukup sedangkan hasil dari panen di simpan sampai musim panen lagi,  untuk belanja sehari-hari mereka kerja lagi, karena sawah yang mereka miliki tidak luas, hanya  bisa mencukupi buat makan saja yaitu memasak nasi kalau mau beli lauk pauk dan jajan anak, mereka dapatkan dari bekerja di pabrik.

Warga Desa Ancol lipung kalau tidak musim panen, Khususnya kaum wanita atau ibu-ibu mereka membuat kerajinan seperti: topi peramuka, tusuk sate, petasan, dan jualan makanan dll.

Kalau dilihat dari kegiatan warga sehari-hari desa Ancol lipung, keadaan ekonomi mereka bergantung kepada penghasilan bekerja di pabrik, warga desanya memiliki penghasilan baik itu dari pertanian, bekerja di pabrik, pekerjaan sampingan lainya dan kalau dilihat secara kasap mata tempat tinggal mereka sudah bagus. 

tugas5_meidikartikasari_tor tentang masalah limbah sampah

BAB I
LAPORAN PENELITIAN LAPANGAN
"Kepedulian Masyarakat Manggarai terhadap Pembuangan Limbah Sampah"
 
  1. Latar Belakang
    Salah satu factor yang menyebabkan rusaknya linkungan hidup yang sampai pada saat iniyng tetap menjadi "PR" yang besar bagi seluruh masyarakat Indonesia adalah factor pembuangan limbah sampah khususnya plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit di kelola. Manusia memang di anugerahi Panca Indera yamg berguna mendeteksi berbagai macam hal yang mengancam hidupnya. Namun di dalam masyarakat modern ini muncul bebagai bentuk ancaman yang tidak terdeksi oleh panca indera kita, yaitu berbagai macam racun yang dibuat oleh manusia itu sendiri.
     
    Lebih dari 75.000 bahan kimia sintesis telah dihasilkan oleh manusia dalam beberapa puluh tahun terakhir. Banyak darinya yang tidak berwarna, berasa dan berbau, namun potensial menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Sebagian besar dampak yang diakibatkannya memang berdampak panjang, seperti kanker, kerusakan saraf, gangguan reproduksi dan lain-lain.
     
    Sifat racun sintesis yang tidak berbau dan berwarna, dan dampak kesehatannya dalam jangka panjang, membuat lepas dari perhatian kita. Kita lebih risau dengan gangguang yang bisa kita rasakan langsung oleh Panca Indera.
     
    Hal ini terlebihh dari kasus sampah, dimana gangguan nbau yang menusuk dan pemandangan (keindahan/kebersihan) sangat menarik perhatian Panca Indera kita. Begitu dominannya gangguan baud an pemandangan sampah inilah yang telah mengalihkan kita dari bahaya racun dari sampah, yang lebih mengancam kelangsungan hidup kita dan generasi penerus kita.
     
     
  2. Tujuan
    1. Mengetahui dampak dari penguraian limbah sampah plastik
    2. Mengetahui dampak pembakaran sampah plastik
     
     
     
  3. Kegiatan
  1. Nama kegiatan: Penelitian lapangan dengan tema : "Kepedulian Masyarakat Manggarai terhadap Pembuangan Limbah Sampah"
  2. Bentuk kegiatan : Penelitian lapangan langsung untuk mengamati masyarakat yang peduli terhadap adanya limbah sampah.
 
  1. Waktu, Narasumber dan Tempat Kegiatan
    Hari/Tanggal : Kamis, 24 April 2014
    Waktu           : Pukul 10.00- selesai
    Tempat         : Perumahan Penduduk dekat Pintu air Manggarai
    Narasumber  : Bapak Nasruddin
                            Bapak Yahya
                            Ibu Nur Hayati
     
  2. Pertanyaan dan Jawaban
  1. Apa dampak dari penguraian limbah sampah?
    Jawaban :
    Penguraian limbah plastic akan mengeluarkan berbagai jenis logam berat dan bahan kimia lain yang dikandungnya. Bahan kimia ini terlarut dalam air atau terikat di tanah, dan kemudian masuk kedalam tubuh kita melalui makanan dan minuman.
     
  2. Apa dampak dari pembakaran plastik?
    Jawaban :
    Pembakaran sampah plastik menghasilkan salah satu bahan paling berbahaya di dunia, yaitu Dioksin. Dioksin adalah salah satu dari sedikit bahan kimia yang telah di teliti secara intensif dan telah di pastikann bahayanya dapat menimbulkan Kanker. Bahaya Dioksin sering di sejajarkan dengan bahaya DDT , yang sekarang telah dilarang oleh seluruh dunia. Selainn Dioksin, abu hasil dari pembakaran juga berisi berbagai macam logam berat yang terkandung di dalam plastik.
     
  1. Metode
    Berdasarkan pertanyan-pertanyaan saya diatas, metode yang saya gunakan adalah metode kuantitatif.
     
     
  2. Penutup
    Demikian laporan penelitian lapangan ini saya sampaikan,semoga informasi yang saya dapat dalam kegiatan  tersebut bisa berguna untuk orang banyak .Atas perhatianya saya ucapkan terima kasih, semoga mendapat respond an dukungan yang positif.

EKOMAN_RencanaAksi_AdeRamdhanMaghfiroh_PMI8_1110054000029


proposal_program_pemberdayaan _AdeRamdhanMaghfiroh_PMI8_1110054000029


Minggu, 27 April 2014

Proposal dalam Tahapan Program

PROPOSAL EKOLOGI MANUSIA
"PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH BOTOL PLASTIK DI SEKITAR PERUMAHAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA"
Ahmad Afandi                    1111054000007
TAHAPAN PROGRAM
1.      Tahap Instrumen
No
Tanggal
Kegiatan
Aktor
Realisasi
Keterangan
1
18-04-2014
Perijinan dan Pengenalan Program kepada Ketua RT. 03/03 Ciputat Timur
Organisasi dan Ketua RT
Terlaksana
Tidak
Pengenalan dan perijinan kepada Ketua RT Pesanggahan tidak memungkinkan dikarenakan modul dan proposal belum jadi, karena pengevakuasian tempat yang agak luas, serta calon dari pada partisipatoris masih minim.
 
 
*
 
 
Pendataan Warga Desa Pesanggrahan
Organisasi
 
*
Karena belum mendapatkan ijin serta perijinan dari pada Ketua RT
2
19-04-2014
Konsolidasi program kepada partisipator pelaksana kegiatan
Pemuda dan Calon Partisapator
*
 
Calon partisipatoris yang ikut dari pada program ini sebanyak 5 partisipator
3
20-04-2014
Pembuatan Karya Seni botol plastik
Organisasi
*
 
Dalam proses pembuatan karya seni sapu dan tempat sampah
 
 
Survey Lapangan (Lapak Daur Ulang)
Organisasi
 
*
Masih belum dapat karena sedikitnya informasi tetang lapak daur ulang botol plastik
4
22-04-2014
Peninjauan ke tiap-tiap perumahan dan kosan mahasiswa
Organisasi
*
 
Dalam proses
 
2.      Tahap Pelaksanaan
         Kegiatan pertama dalam program ekologi manusia adalah perijinan dan pengenalan kepada Ketua RT 03/03 Ciputat Timur yang masih belum direalisasikan dikarenakan proposal yang belum selesai, oleh karena itu program masih tetap berjalan dengan adanya beberapa pemuda dan Mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam program limbah sampah botol plastik. Konsolidasi serta pengenalan program kepada pemuda dan mahasiswa yang dilakukan hari minggu lalu berjalan dengan baik walaupun angggota atau calon partisipatoris dari pada program ini sebanyak 5 orang. Dengan berpikir kreatif. Sampah plastik jenis ini bisa dimanfaatkan dalam skala minimal. Kita bisa membuat produk kerajinan untuk kita pakai sendiri. Dalam skala besar kita bisa menjadi produsen dan menjual produk sampah plastik ini. Barang barang yang ada di sekeliling kita, bisa dijadikan ide awal untuk sebuah produk kerajinan dari plastic seperti sapu, tempat sampah dan lain sebagainya.
3.      Tahap Evaluasi
         Beberapa program kegiatan yang telah dilakukan dalam akhir pekan ini, walaupun belum semaksimal mungkin dalam kegitan, eavaluasi yang didapat adalah dengan berorganisasi atau berkomunitas akan lebih terorganisir program-program kegitan limbah sampah botol plastik. Oleh karena itu semakin banyak partisipator, akan semakin cepat pula program ini terlaksana dan berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Jumat, 25 April 2014

Fauzia Firdawati _Tugas 5_Penelitian Sosiologi

Fauzia Firdawati
1113054100006
Kesejahteraan Sosial / 2A
Perilaku Supir Angkutan Umum dalam Mencari Penumpang di Sembarang Tempat yang Menyebabkan Kemacetan

I.       Latar Belakang
Angkutan umum merupakan kendaraan masyarakat yang diberikan oleh pemerintah dengan tujuan mengurangi kemacetan di jalan raya, terutama pada jam berangkat kerja atau bersekolah dan jam pulang. Bagi kebanyakan negara, pemberhentian angkutan di halte atau terminal yang seharusnya. Begitu juga penumpangnya yang dengan semangat berjalan menuju pemberhentian bus atau angkutan yang ada. Sehingga mereka bisa sampai tempat tujuan tanpa telat dengan alasan macet dan tidak terburu – buru.
Berbeda dengan di Indonesia. Perilaku kurang tertib nampaknya banyak melekat pada diri masyarakat terutama warga Jakarta. Sebagai Ibukota seharusnya warga Jakarta bisa memberikan contoh dalam ketertiban. Namun sebaliknya, kebanyakan warga lebih bersikap tak acuh terhadap ketertiban terutama di jalan raya baik sebagai pengemudi maupun sebagai penumpang. Hal ini berlaku pada angkutan umum. Perilaku supir yang sering memberhentikan angkutannya di tempat umum dengan alasan "mengejar setoran"  sudah menjadi hal yang biasa. Yang walaupun menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan, para supir tidak mengacuhkan hal tersebut. Berlaku pula untuk para penumpang yang ingin naik disembarang tempat, bukan di halte yang sudah disediakan.

Cari Blog Ini