Senin, 28 April 2014

Nurul Andani dan Jamillah_Tugas ke 6_Metode Kualitatif RRA

A.    Pendahuluan
Secara umum, pengertian dari pertanian adalah suatu kegiatan manusia yang meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, holtikultura, peternakan dan perikanan. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani dan perkebunan, sehingga sektor - sektor ini sangat penting untuk dikembangkan di negara kita.
Pada zaman sekarang, generasi muda di Indonesia sudah tidak lagi tertarik dengan dunia pertanian. Karena kebanyakan mereka menganggap bahwa dengan bekerja sebagai petani tidak dapat menunjang perekonomian dan terkesan kuno. Karna, generasi muda pada zaman sekarang lebih mau menjadi pekerja kantoran disbanding menjadi petani.
            Dari penjabaran di atas, kami mengambil tema nomer lima, yaitu Profesi di bidang pertanian yang tidak lagi menarik bagi kalangan muda. Alasan memilih tema ini adalah untuk menyadarkan kepada kalangan muda agar mau membangun desa mereka masing masing dan mengembangkan potensi dalam bertani.
 
B.     Pertanyaan Utama
Mengapa kalangan muda zaman sekarang kurang tertarik dalam bertani?
 
C.     Metode pengambilan data
Kami mengambil data, dengan metode wawancara ke salah satu petani.
Nama petani: bapak Saukani
Desa: Sei.Pagar, Pekanbaru, Riau.
·         Bapak bertani di bidang apa?  Di bidang Kelapa Sawit
·         Sudah berapa lama menjadi petani Kelapa Sawit? Sudah 14 Tahun
·         Berapa besar lahan yang bapak miliki? 20 hektar
·         Bagaimana persaingan antar sesama petani? Di desa kami persaingan antar petani sangat sehat. Karna kami menjunjung tinggi kebersamaan.
·         Berapakah hasil panen setiap bulannya? Hasil panen setiap bulannya sekitar 30 ton
·         Berapakah penghasilan bapak perbulan? Sekitar 48jt perbulan
·         Berapakah biaya perawatan kelapa sawit perbulan? 10jt perbulan
·         Berapakah untung secara bersih penghasilan bapak? Sekitar 35jt perbulan
·         Apakah bapak yang menjalankan perawatan kelapa sawit? Tidak, saya memiliki karyawan
·         Berapakah gaji karyawan bapak perbulannya? 3jt perbulan
·         Dengan menjadi petani kelapa sawit, apakah kehidupan ekonomi bapak menjadi terbantu? Wah, jelas sangat membantu. Karna dengan menjadi petani kelapa sawit  ekonomi keluarga saya menjadi terbantu. Dan martabat keluarga saya menjadi naik.
·         Apakah kalangan muda di desa bapak masih mau bekerja sebagai petani kelapa sawit? Sudah tidak, karna kebanyakan kalangan muda lebih memilih kerja di kota walaupun
menjadi pekerja serabutan.
 
D.    Hasil
Dari data diatas, sudah dapat di pastikan bahwa sebenarnya menjadi petani itu adalah profesi yang cukup menjanjikan. Namun, memang memerlukan ketelitian dalam jangka waktu yang cukup panjang. Sedangkan, pemuda pada masa sekarang ini, lebih memilih untuk mendapatkan hasil secara instan yang sebenarnya hasil yang diraihnya  tidak berkepanjangan. Oleh Karena itu, banyak pemuda yang lebih memilih urbanisasi dibanding memanfaatkan potensi yang ada di desanya masing masing, dan pemuda pada masa sekarang ini jarang yang dapat melihat peluang-peluang usaha yang ada.
Seharusnya kita sebagai generasi muda, harus dapat berfikir secara cerdas. Karna dengan kita berfikir secara cerdas, kita dapat melihat peluang-peluang usaha yang sebenarnya dimiliki di wilayah tempat tinggal kita tanpa harus pindah ke kota. Karna generasi muda pada masa ini lebih memilih urbanisasi dan menjadi pekerja serabutan dibandingkan menjadi seorang petani. Padahal dengan menjadi pekerja serabutan tidak dapat menunjang kehidupan.
Kita sebagai generasi muda, jangan pernah malu untuk belajar bertani. Karna pada zaman sekarang kita dapat memanfaatkan teknologi yang modern tanpa harus berkotor-kotoran. Dengan bertani, secara tidak langsung kita dapat menajaga lingkungan agar tetap asri.

tugas ke-6 obsrvasi

Tugas Ke-6 Sosiologi Perdesaan Observasi Dengan Metode RRA

Ahmad Ali Nidaulhaq

1113054000027

Muhammad Fahmi Nurdin

1113054000023

 

Hubungan Kekerabatan Para Pendatang Dari Desa Di Perkotaan

Latar belakang

Semakin berkembangnya zaman semakin membuat warga desa meninggalkan desanya dan beralih ke perkotaan. Banyak warga desa yang mengadu nasib ke perkotaan, padahal mereka tahu bahwa kota itu sangat kejam. Tapi mereka lebih beranggapan hidup di kota lebih baik dari pada hidup di desa, mereka beranggapan kalau di kota bisa memperoleh banyak pekerjaan dan beragam pekerjaan sementara di desa hanya menjadi petani. Hal ini mungkin bisa membuat kondisi desa semakin lemah, banyak yang beranggapan bahwa warga desa yang meninggalkan desanya itu menjadi miskin di kota. Akan tetapi ada beberapa orang yang berasal dari desa yang mempunyai usaha di kota dan usaha tersebut maju dan sukses. Selain itu para pendatang di desa itu sangat baik dalam menjalankan hubungan kekerabatan dengan masyarakat kota yang notabenya sebagai pribumi. Dampak untuk pedesaan dan perkotaan akibat banyak orang yang meninggalkan desanya, desa itu menjadi sepi dan sawah-sawah yang menggarapnya hanya orang-orang tua yang lanjut usia, dan pada akhirnya sawah-sawah didesa itu di jual ke orang-orang kota yang mengakibatkan desa itu menjadi lemah dan terpuruk di bidang ekonomi. Dampak di kota, jika para pendatang yang dari desa itu tidak mendapat pekerjaan banyak dari mereka yang melakukan tindak kriminalitas, dan lain-lain. Selain itu di kota menjadi padat dan banyak pengangguran yang menjadi sampah masyarakat.

 

 

II. PERTANYAAN PENELITIAN

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Apa yang melatarbelakangi orang desa ke kota?

2.      Bagaimana keadaan desa setelah ditinggal warganya ke kota?

3.      Kenapa lebih memilih bekerja dikota dari pada di desa?

4.      Bagaimana Perbandingan Pendapatan Penghasilan Bekerja di Desa Dengan di kota?

5.      Bagaimana respon dari masyarakat pribumi terhadap masyarakat pendatang?

III. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan adalah wawancara, dengan mewawancarai narasumber penulis bisa mendapatkan informasi yang luas

IV. HASIL OBSERVASI

Menurut hasil observasi yang kami lakukan dengan pedagang nasi warteg dengan menggunakan cara wawancara, para pedagang kebanyakan membandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia di desa dan di kota itu lebih menjamin lapangan pekerjaan yang ada di kota, Oleh sebab itu pedagang yang kami wawancarai lebih memilih lapangan pekerjaan yang ada di kota. Disamping itu lapangan pekerjaan lebih banyak di kota dari pada di desa. Selain itu yag melatarbelakangi banyak orang yang hijrah ke kota ialah mereka kebanyakan ikut-ikutan ke kota, jadi bisa dikatakan orang hijrah ke kota itu sudah menjadi tradisi orang-orang yang berada di desa. Ketika mereka berusia sudah memasuki usia produktif pasti mereka akan langsung hijrah ke kota. Menurut pedagang yang kami wawancarai keadaan desa ketika banyak warganya yang hijrah ke kota, desa itu menjadi sepi dan sangat jarang anak-anak muda yang ada di desa itu. Akan tetapi rumah-rumah yang ada di desa itu sebagian besar menjadi lebih bagus, karena orang yang merantau ke kota menggunakan uang hasil pekerjaan mereka untuk membangun rumah yang bagus di desa mereka. Hal itu tidak bisa menjadi jalan keluar permasalahan yang ada di desa, padahal banyak kekayaan alam yang tersedia di desa itu. Bagaimana mau di manfaatkan jika sumber daya manusia tidak ada yang berkualitas di desa. Kebanyakan orang di desa beranggapan bahwa bekerja di kota itu lebih enak dibandingkan di desa. Menurut pedagang yang kami wawancarai alasan utama dia lebih memilih membuka  usaha di kota ialah masalah penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan di desa. Selain itu peluang untuk bekerja di kota lebih tinggi dibandingkan peluang bekerja di desa. Dan menurut pedagang yang kami wawancarai berbicara masalah penghasilan, penghasilan yang ia dapat di kota jauh lebih tinggi dibandigkan penghasilan di desa. Menurut pedagang yang kami wawancarai respon masyarakat pribumi terhadap dia ( masyarakata pendatang) sangat baik, masyarakatnya pribumi sangat ramah, menerima dengan baik, menerima keberadaan pedagang itu, selain itu masyarakat pribumi juga sangat senang dan menyukai masakan-masakan yang dijual oleh pedagang itu, secara keseluruhan tanggapan masyarakat pribumi terhadap masyarakat pendatang sangat baik. Dan hubungan kekerabatan diantara meraka sanagat terjalin baik, sangat jarang terjadi kesalahpahaman diantara mereka. Dari wawancara yang kami lakukan, bisa disimpulkan bahwa masyarakat yang meninggalkan desa dan lebih memilih kota sudah menjadi tradisi dan kebiasaan yang mereka lakukan. Karena anggapan mereka bekerja di kota lebih menjamin dari pada di desa, padahal pada kenyataannya banyak orang yang dari desa itu menjadi pengangguran di kota, dan menambah pengangguran yang ada di kota. Anggapan seperti yang dilakukan masyarakat desa itu harus diubah jika mau melestarikan desa, ini tugas berat bagi pemberdaya msyarakat dan pemerintah, tapi kami yakin jika ada kerja sama yang baik antara masyarakat desa, pemberdayaan masyarakat, dan pemerintah masalah yang ada di desa itu akan segera menemui jalan keluarnya.  

 

 

 

Tugas Ke-6 Observasi Menggunakan Metode RRA

Tugas Ke-6 Sosiologi Perdesaan Observasi Dengan Metode RRA

Ahmad Ali Nidaulhaq

1113054000027

Muhammad Fahmi Nurdin

1113054000023

 

Hubungan Kekerabatan Para Pendatang Dari Desa Di Perkotaan

Latar belakang

Semakin berkembangnya zaman semakin membuat warga desa meninggalkan desanya dan beralih ke perkotaan. Banyak warga desa yang mengadu nasib ke perkotaan, padahal mereka tahu bahwa kota itu sangat kejam. Tapi mereka lebih beranggapan hidup di kota lebih baik dari pada hidup di desa, mereka beranggapan kalau di kota bisa memperoleh banyak pekerjaan dan beragam pekerjaan sementara di desa hanya menjadi petani. Hal ini mungkin bisa membuat kondisi desa semakin lemah, banyak yang beranggapan bahwa warga desa yang meninggalkan desanya itu menjadi miskin di kota. Akan tetapi ada beberapa orang yang berasal dari desa yang mempunyai usaha di kota dan usaha tersebut maju dan sukses. Selain itu para pendatang di desa itu sangat baik dalam menjalankan hubungan kekerabatan dengan masyarakat kota yang notabenya sebagai pribumi. Dampak untuk pedesaan dan perkotaan akibat banyak orang yang meninggalkan desanya, desa itu menjadi sepi dan sawah-sawah yang menggarapnya hanya orang-orang tua yang lanjut usia, dan pada akhirnya sawah-sawah didesa itu di jual ke orang-orang kota yang mengakibatkan desa itu menjadi lemah dan terpuruk di bidang ekonomi. Dampak di kota, jika para pendatang yang dari desa itu tidak mendapat pekerjaan banyak dari mereka yang melakukan tindak kriminalitas, dan lain-lain. Selain itu di kota menjadi padat dan banyak pengangguran yang menjadi sampah masyarakat.

 

 

II. PERTANYAAN PENELITIAN

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Apa yang melatarbelakangi orang desa ke kota?

2.      Bagaimana keadaan desa setelah ditinggal warganya ke kota?

3.      Kenapa lebih memilih bekerja dikota dari pada di desa?

4.      Bagaimana Perbandingan Pendapatan Penghasilan Bekerja di Desa Dengan di kota?

5.      Bagaimana respon dari masyarakat pribumi terhadap masyarakat pendatang?

III. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan adalah wawancara, dengan mewawancarai narasumber penulis bisa mendapatkan informasi yang luas

IV. HASIL OBSERVASI

Menurut hasil observasi yang kami lakukan dengan pedagang nasi warteg dengan menggunakan cara wawancara, para pedagang kebanyakan membandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia di desa dan di kota itu lebih menjamin lapangan pekerjaan yang ada di kota, Oleh sebab itu pedagang yang kami wawancarai lebih memilih lapangan pekerjaan yang ada di kota. Disamping itu lapangan pekerjaan lebih banyak di kota dari pada di desa. Selain itu yag melatarbelakangi banyak orang yang hijrah ke kota ialah mereka kebanyakan ikut-ikutan ke kota, jadi bisa dikatakan orang hijrah ke kota itu sudah menjadi tradisi orang-orang yang berada di desa. Ketika mereka berusia sudah memasuki usia produktif pasti mereka akan langsung hijrah ke kota. Menurut pedagang yang kami wawancarai keadaan desa ketika banyak warganya yang hijrah ke kota, desa itu menjadi sepi dan sangat jarang anak-anak muda yang ada di desa itu. Akan tetapi rumah-rumah yang ada di desa itu sebagian besar menjadi lebih bagus, karena orang yang merantau ke kota menggunakan uang hasil pekerjaan mereka untuk membangun rumah yang bagus di desa mereka. Hal itu tidak bisa menjadi jalan keluar permasalahan yang ada di desa, padahal banyak kekayaan alam yang tersedia di desa itu. Bagaimana mau di manfaatkan jika sumber daya manusia tidak ada yang berkualitas di desa. Kebanyakan orang di desa beranggapan bahwa bekerja di kota itu lebih enak dibandingkan di desa. Menurut pedagang yang kami wawancarai alasan utama dia lebih memilih membuka  usaha di kota ialah masalah penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan di desa. Selain itu peluang untuk bekerja di kota lebih tinggi dibandingkan peluang bekerja di desa. Dan menurut pedagang yang kami wawancarai berbicara masalah penghasilan, penghasilan yang ia dapat di kota jauh lebih tinggi dibandigkan penghasilan di desa. Menurut pedagang yang kami wawancarai respon masyarakat pribumi terhadap dia ( masyarakata pendatang) sangat baik, masyarakatnya pribumi sangat ramah, menerima dengan baik, menerima keberadaan pedagang itu, selain itu masyarakat pribumi juga sangat senang dan menyukai masakan-masakan yang dijual oleh pedagang itu, secara keseluruhan tanggapan masyarakat pribumi terhadap masyarakat pendatang sangat baik. Dan hubungan kekerabatan diantara meraka sanagat terjalin baik, sangat jarang terjadi kesalahpahaman diantara mereka. Dari wawancara yang kami lakukan, bisa disimpulkan bahwa masyarakat yang meninggalkan desa dan lebih memilih kota sudah menjadi tradisi dan kebiasaan yang mereka lakukan. Karena anggapan mereka bekerja di kota lebih menjamin dari pada di desa, padahal pada kenyataannya banyak orang yang dari desa itu menjadi pengangguran di kota, dan menambah pengangguran yang ada di kota. Anggapan seperti yang dilakukan masyarakat desa itu harus diubah jika mau melestarikan desa, ini tugas berat bagi pemberdaya msyarakat dan pemerintah, tapi kami yakin jika ada kerja sama yang baik antara masyarakat desa, pemberdayaan masyarakat, dan pemerintah masalah yang ada di desa itu akan segera menemui jalan keluarnya.  

 

 

 

Tugas Ke-6 Observasi Menggunakan Metode RRA

Tugas Ke-6 Sosiologi Perdesaan Observasi Dengan Metode RRA

Ahmad Ali Nidaulhaq

1113054000027

Muhammad Fahmi Nurdin

1113054000023

 

Hubungan Kekerabatan Para Pendatang Dari Desa Di Perkotaan

Latar belakang

Semakin berkembangnya zaman semakin membuat warga desa meninggalkan desanya dan beralih ke perkotaan. Banyak warga desa yang mengadu nasib ke perkotaan, padahal mereka tahu bahwa kota itu sangat kejam. Tapi mereka lebih beranggapan hidup di kota lebih baik dari pada hidup di desa, mereka beranggapan kalau di kota bisa memperoleh banyak pekerjaan dan beragam pekerjaan sementara di desa hanya menjadi petani. Hal ini mungkin bisa membuat kondisi desa semakin lemah, banyak yang beranggapan bahwa warga desa yang meninggalkan desanya itu menjadi miskin di kota. Akan tetapi ada beberapa orang yang berasal dari desa yang mempunyai usaha di kota dan usaha tersebut maju dan sukses. Selain itu para pendatang di desa itu sangat baik dalam menjalankan hubungan kekerabatan dengan masyarakat kota yang notabenya sebagai pribumi. Dampak untuk pedesaan dan perkotaan akibat banyak orang yang meninggalkan desanya, desa itu menjadi sepi dan sawah-sawah yang menggarapnya hanya orang-orang tua yang lanjut usia, dan pada akhirnya sawah-sawah didesa itu di jual ke orang-orang kota yang mengakibatkan desa itu menjadi lemah dan terpuruk di bidang ekonomi. Dampak di kota, jika para pendatang yang dari desa itu tidak mendapat pekerjaan banyak dari mereka yang melakukan tindak kriminalitas, dan lain-lain. Selain itu di kota menjadi padat dan banyak pengangguran yang menjadi sampah masyarakat.

 

 

II. PERTANYAAN PENELITIAN

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Apa yang melatarbelakangi orang desa ke kota?

2.      Bagaimana keadaan desa setelah ditinggal warganya ke kota?

3.      Kenapa lebih memilih bekerja dikota dari pada di desa?

4.      Bagaimana Perbandingan Pendapatan Penghasilan Bekerja di Desa Dengan di kota?

5.      Bagaimana respon dari masyarakat pribumi terhadap masyarakat pendatang?

III. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan adalah wawancara, dengan mewawancarai narasumber penulis bisa mendapatkan informasi yang luas

IV. HASIL OBSERVASI

Menurut hasil observasi yang kami lakukan dengan pedagang nasi warteg dengan menggunakan cara wawancara, para pedagang kebanyakan membandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia di desa dan di kota itu lebih menjamin lapangan pekerjaan yang ada di kota, Oleh sebab itu pedagang yang kami wawancarai lebih memilih lapangan pekerjaan yang ada di kota. Disamping itu lapangan pekerjaan lebih banyak di kota dari pada di desa. Selain itu yag melatarbelakangi banyak orang yang hijrah ke kota ialah mereka kebanyakan ikut-ikutan ke kota, jadi bisa dikatakan orang hijrah ke kota itu sudah menjadi tradisi orang-orang yang berada di desa. Ketika mereka berusia sudah memasuki usia produktif pasti mereka akan langsung hijrah ke kota. Menurut pedagang yang kami wawancarai keadaan desa ketika banyak warganya yang hijrah ke kota, desa itu menjadi sepi dan sangat jarang anak-anak muda yang ada di desa itu. Akan tetapi rumah-rumah yang ada di desa itu sebagian besar menjadi lebih bagus, karena orang yang merantau ke kota menggunakan uang hasil pekerjaan mereka untuk membangun rumah yang bagus di desa mereka. Hal itu tidak bisa menjadi jalan keluar permasalahan yang ada di desa, padahal banyak kekayaan alam yang tersedia di desa itu. Bagaimana mau di manfaatkan jika sumber daya manusia tidak ada yang berkualitas di desa. Kebanyakan orang di desa beranggapan bahwa bekerja di kota itu lebih enak dibandingkan di desa. Menurut pedagang yang kami wawancarai alasan utama dia lebih memilih membuka  usaha di kota ialah masalah penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan di desa. Selain itu peluang untuk bekerja di kota lebih tinggi dibandingkan peluang bekerja di desa. Dan menurut pedagang yang kami wawancarai berbicara masalah penghasilan, penghasilan yang ia dapat di kota jauh lebih tinggi dibandigkan penghasilan di desa. Menurut pedagang yang kami wawancarai respon masyarakat pribumi terhadap dia ( masyarakata pendatang) sangat baik, masyarakatnya pribumi sangat ramah, menerima dengan baik, menerima keberadaan pedagang itu, selain itu masyarakat pribumi juga sangat senang dan menyukai masakan-masakan yang dijual oleh pedagang itu, secara keseluruhan tanggapan masyarakat pribumi terhadap masyarakat pendatang sangat baik. Dan hubungan kekerabatan diantara meraka sanagat terjalin baik, sangat jarang terjadi kesalahpahaman diantara mereka. Dari wawancara yang kami lakukan, bisa disimpulkan bahwa masyarakat yang meninggalkan desa dan lebih memilih kota sudah menjadi tradisi dan kebiasaan yang mereka lakukan. Karena anggapan mereka bekerja di kota lebih menjamin dari pada di desa, padahal pada kenyataannya banyak orang yang dari desa itu menjadi pengangguran di kota, dan menambah pengangguran yang ada di kota. Anggapan seperti yang dilakukan masyarakat desa itu harus diubah jika mau melestarikan desa, ini tugas berat bagi pemberdaya msyarakat dan pemerintah, tapi kami yakin jika ada kerja sama yang baik antara masyarakat desa, pemberdayaan masyarakat, dan pemerintah masalah yang ada di desa itu akan segera menemui jalan keluarnya.  

 

 

 

Julia Rahmania_Tugas5_Term Of Reference Penelitian Sosiologi


JUDUL           : PROFIL PENERIMA BERAS MISKIN (RASKIN) DI SEKITAR DAERAH SAWANGAN
 
NAMA            : JULIA RAHMANIA
NIM                : 1113054100012
JURUSAN      : KESEJAHTERAAN SOSIAL
KELAS           : 2A
 
I.                   LATAR BELAKANG
 
Raskin adalah salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat yang miskin dan rawan pangan, agar mereka mendapatkan beras untuk kebutuhan rumah tangganya. Penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin.
Tidak semua masyarakat Indonesia yang berhak atas raskin, hanya mereka yang tergolong miskin dan rawan pangan yang dapat menerima raskin. Untuk memilih kelompok yaitu sesuai criteria yang ditetapkan data keluarga miskin dan rawan pangan dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kelurahan, LSM, dll.
Biaya hidup yang semakin naik dari tahun ke tahun tetapi pendapatan yang stagnan (bahkan minim) dari masyarakat marginal atau miskin adalah asusmi awalnya.

II.                PERTANYAAN PENELITIAN
1.      Apa yang menyebabkan raskin ini ada?
2.      Bagaimana cara mensosialisasikan kepada warga tentang adanya raskin?
 
III.             METODE PENELITIAN
Menggunakan Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kualitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu "teori".

IV.             TEORI YANG DIGUNAKAN
Dalam penelitian ini, saya menggunakan teori sosiologi klasik yaitu teori max weber ( tindakan sosial ). Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu  tindakan  individu sepanjang  tindakan  itu mempunyai makna atau arti subjektif  bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain (Weber dalam Ritzer 1975).  Suatu  tindakan  individu  yang  diarahkan  kepada  benda  mati  tidak  masuk  dalam  kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan social ketika  tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada   orang  lain (individu lainnya). Meski tak jarang tindakan  sosial  dapat  berupa  tindakan  yang  bersifat membatin  atau  bersifat  subjektif  yang mungkin terjadi  karena  pengaruh  positif  dari  situasi  tertentu.  Bahkan terkadang tindakan dapat berulang kembali  dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner 2000).
 
V.                AREA RISET
Ø  Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sawangan-Depok.
Ø  Objek                    : Beras Miskin ( Raskin )        
Ø  Narasumber           : Pekerja di Kelurahan Sawangan-Depok
                              Salah satu warga masyarakat penerima raskin yang berada    di sekitar Sawangan-Depok
Ø  Waktu                   : Penelitian pertama berlangsung pada hari Jum'at 25 April 2014 dan akan dilanjutkan pada hari                                       Rabu 30 April 2014
 
 
 
 
 
 
 

Julia Rahmania_Tugas5_Term Of Reference Penelitian Sosiologi

JUDUL           : PROFIL PENERIMA BERAS MISKIN (RASKIN) DI SEKITAR DAERAH SAWANGAN
 
NAMA            : JULIA RAHMANIA
NIM                : 1113054100012
JURUSAN      : KESEJAHTERAAN SOSIAL
KELAS           : 2A
 
I.                   LATAR BELAKANG
 
Raskin adalah salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat yang miskin dan rawan pangan, agar mereka mendapatkan beras untuk kebutuhan rumah tangganya. Penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin.
Tidak semua masyarakat Indonesia yang berhak atas raskin, hanya mereka yang tergolong miskin dan rawan pangan yang dapat menerima raskin. Untuk memilih kelompok yaitu sesuai criteria yang ditetapkan data keluarga miskin dan rawan pangan dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kelurahan, LSM, dll.
Biaya hidup yang semakin naik dari tahun ke tahun tetapi pendapatan yang stagnan (bahkan minim) dari masyarakat marginal atau miskin adalah asusmi awalnya.

II.                PERTANYAAN PENELITIAN
1.      Apa yang menyebabkan raskin ini ada?
2.      Bagaimana cara mensosialisasikan kepada warga tentang adanya raskin?
 
III.             METODE PENELITIAN
Menggunakan Metode Kuantitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu "teori".

IV.             TEORI YANG DIGUNAKAN
Dalam penelitian ini, saya menggunakan teori sosiologi klasik yaitu teori max weber ( tindakan sosial ). Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu  tindakan  individu sepanjang  tindakan  itu mempunyai makna atau arti subjektif  bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain (Weber dalam Ritzer 1975).  Suatu  tindakan  individu  yang  diarahkan  kepada  benda  mati  tidak  masuk  dalam  kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan social ketika  tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada   orang  lain (individu lainnya). Meski tak jarang tindakan  sosial  dapat  berupa  tindakan  yang  bersifat membatin  atau  bersifat  subjektif  yang mungkin terjadi  karena  pengaruh  positif  dari  situasi  tertentu.  Bahkan terkadang tindakan dapat berulang kembali  dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner 2000).
 
V.                AREA RISET
Ø  Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sawangan-Depok.
Ø  Objek                    : Beras Miskin ( Raskin )        
Ø  Narasumber           : Pekerja di Kelurahan Sawangan-Depok
                              Salah satu warga masyarakat penerima raskin yang berada  di sekitar Sawangan-Depok
Ø  Waktu                   : Penelitian pertama berlangsung pada hari Jum'at 25 April  2014 dan akan dilanjutkan pada hari                                       Rabu 30 April 2014
 
 
 
 
 
 
 

Cari Blog Ini