Minggu, 04 Mei 2014

Ichsan Kurnia_Tugas 5_ Laporan Penelitian Lapangan

Nama                   : Ichsan Kurnia  
NIM                     : 1113054100029
Keleas                  : Kessos 2A
 
Tema : Perilaku  Masyarakat Terhadap Kebersihaan
 
I.                  Latar Belakang
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.
ya, sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar di kota-kota besar di Indonesia, Salah satu contohnya adalah sampah di Ibu kota kita gan, Berbagai upaya penanganan sampah sudah dicoba oleh pemerintah, namun hasilnya belum saja maksimal.
-          Mengapa Penelitian Penting ?
 
Penelitian ini penting karena sampah masyrakat bisa menyebabkan  masalah  lingkungan. Pencemaran darat yang dapat ditimbulkan oleh sampah misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau dari segi keindahan, tentu saja menurunnya estetika (tidak enak dipandang mata) dan tentu saja maslah  banjir.
 
-          Asumsi
Banyak  masyarakat  yang  kurang  peduli  terhadap sampah ,bahkan  suka membuang samap sembarangan.
 
II.               Pertanyaan Penelitiaan
Bagaimana mayarakat  menyikapi masalah sampah terhadap lingkungan ?
III.           Metode
Metode yang di gunakan yaitu metode kualitatif karena mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang di peroleh. Dan sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak di peroleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.
IV.           Teori
Dalam penelitian ini, teori sosiologi yang mendukung riset lapangan adalah teori Emile Durkheim serta metode yang digunakan adalah wawancara dan hasil dari penelitian berupa narasi.
V.              Area  Riset
Lokasi penelitian ini dilakukan di pemukiman daerah pondok cabe ilir. Untuk memperoleh data yaitu dengan mewawancarai beberapa warga.
          Hasil Laporan Penelitian
Dari hasil wawancara, dapat peneliti simpulkan. Bahwa masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak peduli terhdap dampak pada lingkugan.
                        Maslah sampah hanya bisa di atasi oleh kesadaran diri setiap orang atau individu. Budayakan membuang sampah pada temapetnya.     
Narasumber
Nama         : Ibu Inah
Pekerjaan   : Ibu rumah tangga
Umur         : 35
 
Nama         : Ibu Mimin
Pekerjaan   : Ibu rumah tangga
Umur         :40
 
Nama         : Bapak Suanda
Pekerjaan   : Wiraswasta
Umur         : 37
 

Fitri Qomariah_Tugas 5 (Perbaikan)_Anggapan Masyarakat Terhadap Perokok Di Angkutan Umum

Anggapan Masyarakat Terhadap Perokok Di Angkutan Umum
 
I. Latar Belakang
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Perokok adalah orang yang menggunakan (memakai) rokok untuk memuaskan keinginannya. Perokok dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu perokok aktif dan perokok pasif.
Angkutan umum merupakan sarana angkutan untuk masyarakat kecil dan menengah supaya dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam masyarakat. Pengguna angkutan umum ini bervariasi, mulai dari buruh, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain.. Angkutan umum, khususnya angkutan orang yang diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 68 Tahun 1993 yang telah diperbaharui menjadi Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 84 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan Dengan Kendaraan Umum dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan, secara struktural dipisahkan dalam tiga kepentingan yaitu kepentingan pengguna jasa (masyarakat), penyedia jasa (operator angkutan) dan pemerintah (regulator). Namun definisi yang ditetapkan dalam ketentuan hukumnya memperlihatkan keberpihakan kepada operator dengan profit-oriented-nya yaitu : "angkutan yang dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran".
Keberadaan angkutan umum bertujuan untuk menyelenggarakan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. Ukuran pelayanan yang baik adalah pelayanan yang aman, nyaman, cepat dan murah.( Warpani, 1990).
1. Mengapa penelitian ini penting?
            Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
Mungkin melihat orang merokok di Angkutan umum bukanlah pemandangan yang asing bagi kita yang sehari-hari naik kendaraan umum. Menurut beberapa orang, saat berada di kendaraan umum adalah saat yang sangat tidak menyenangkan, apalagi jika ada orang yang dengan santainya merokok di dalam kendaraan umum.
            Dalam penelitian ini saya akan mencoba mengetahui respon penumpang angkutan umum tentang perokok yang berada dalam angkutan tersebut.
2. Asumsi
            Merokok di dalam angkutan umum sangat meresahkan bagi penumpang yang lain, Dan sangat beresiko tiga kali lebih besar dibanding si perokok.
II. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah saya uraikan maka masalah yang akan saya bahas:
1. Apa dampak dari merokok (aktif)?
2. Apa dampak bagi yang menghirupnya (pasif)?
3. Anggapan masyarakat terhadap perokok di angkutan umum?
III. Metode                 
Metode yang saya gunakan adalah "Metode Kualitatif" yaitu metode yang mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.
IV. Teori
Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori "Marx Webber" karena subjek yang digunakan individu dan metodenya adalah partisipasi aksi serta output berupa laporan melalui interpretasi.
V. Pembahasan
II.1 Dampak dari merokok (aktif)
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, atingc sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, atingc, ating, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaGian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
II.2 Dampak dari perokok pasif
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Perokok pasif menghirup asap rokok yang tersebar disekelilingnya. Perokok pasif tidak kalah berbahayanya dibandingkan dengan perokok aktif karena mereka menghirup aliran samping (sidestream) dan aliran utama (mainstream). Aliran samping adalah asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang terbakar, sedangkan aliran utama adalah asap rokok yang telah dihisap oleh perokok lalu kemudian dihembuskan kembali ke udara. Kandungan asap rokok yang tersebar ke udara sangatlah berbahaya. Menurut penelitian ada 4000 senyawa kimia berbahaya yang terdapat pada asap tembakau ini. Diantaranya adalah nikotin, tar, sianida, benzene, cadmium, atingc, ating, ating. Asap rokok dalam konsentrasi tinggi dapat lebih beracun yaitu memiliki 2 kali konsentrasi nikotin dan tar, 3 kali jumlah zat karsinogenik, 5 kali kadar karbonmonoksida dan 50 kali jumlah ating lebih banyak. Sungguh mengerikan! Menghirup asap rokok orang lain (alias menjadi perokok pasif) lebih berbahaya tiga kali lipat dibandingkan mengisap rokok sendiri (perokok aktif). Mengapa? Karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Asap tersebut merupakan hasil dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar, karena racun yang ia isap lewat hidungnya tidak terfilter, sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang diisap. Perokok pasif berpotensi terkena berbagai macam penyakit, diantaranya :
·       Resiko kanker paru-paru
·       Resiko penyakit asma
·       Resiko infeksi telinga
II.3 Anggapan masyarakat terhadap perokok diangkutan umum
Masyarakat sering mengeluhkan aktifitas perokok diangkutan umum. Mereka merasa sesak napas ketika berada diangkutan umum. Sebagian besar masyarakat tidak berani untuk menegur para perokok itu.
Seorang mahasiswi cantik, yang setiap harinya menggunakan jasa angkutan umum untuk bepergian mengeluhkan, bahwa dirinya sangat merasa terganggu dengan asap rokok yang mencekik. Dalam sesekali ia memberanikan diri untuk menegur si perokok, namun kebanyakan perokok tidak merasa senang. Mereka beranggapan bahwa "ini tempat umum. suka-suka gue mau apa". Para perokok tidak peduli dengan orang disekitarnya. Sungguh perokok ini sangat merugikan kesehatan orang yang disekitarnya.
Sebenarnya, ini bukanlah hanya salah si perokok namun salah semua pihak (termasuk penumpang yang tidak merokok). Mengapa? pertama, jelas ini salah perokok itu sendiri. Merokok ternyata membuat hati seseorang tidak sensitive dan tidak peduli dengan orang lain. Ini terbukti dengan perokok yang tetap merokok di angkutan umum sekalipun banyak orang yang berusaha "menegur" dengan bahasa-bahasa nonverbal, seperti menutup hidung atau terbatuk (entah benar-benar terbatuk atau batuk karena terganggu), tetapi nyatanyaorang-orang ini tidak berhenti merokok sampai ada orang yang benar-benar menegurnya.
Kedua, karena kita juga tidak pernah benar-benar tegas melarang orang untuk tidak merokok di angkutan umum. Kebanyakan dari kita hanya diam atau bahkan hanya setengah hati menegur dengan bahasa-bahasa nonverbal/isyarat yang mana biasanya tidak mempan oleh para perokok. Akhirnya para perokok pun merasa bahwa merokok di angkutan umum adalah suatu hal yang biasa dari dulu dan sah-sah saja, toh tidak ada yang menegur juga. Para perokok merasa bahwa nonperokoklah yang harus mencoba mengerti para perokok. Merokok di ankutan umum pun menjadi suatu hal yang permisif atau ya..boleh-boleh saja.
Kemudian masalah ini juga tidak lepas dari peran pemerintah yang sangat lemah dalam menegakkan peraturan tentang larangan merokok di dalam kendaraan umum. Pemerintah membuat peraturan namun peraturan tersebut hanya dijadikan "hiasan" belaka. Padahal dalam peraturan tersebut dijelaskan betul apa hukuman bagi orang-orang yang melanggar peraturan tersebut. Nmun, pada kenyataannya tidak ada dalam sejarah atingc ini, seseorang didenda atau dipenjara karena merokok di angkutan umum bukan? mengapa? karena Negara kita ini sangat lemah; lemah hukum.
Narasumber 1
Nama              : Anisa Kholis
Umur               : 22 tahun
Pekerjaan        : Mahasiswi
Alamat                        : Cipondoh, Tangerang
Narasumber 2
Nama              : Lili Suaidah
Umur               : 20 tahun
Pekerjaan        : Mahasiswi
Alamt              : Pamulang, Tangsel
V. PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.
Merokok di angkutan umum juga sangat merugikan orang disekitarnya. Tentu saja yang paling baik adalah tidak merokok sama sekali, serta selalu menjauhi area yang dipenuhi asap rokok. Dalam hal ini pemerintah memiliki peran penting untuk menegakkan peraturan yang telah dibuat. Bukan hanya dijadikan "hiasan" saja.
V.2 Saran
Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.
Lindungi diri Anda dan keluarga dari PENYAKIT-PENYAKIT KRITIS yang di timbulkan oleh asap rokok. INGAT, tidak ada yang mau sakit, apalagi sampai di rawat. Tapi semua resiko itu bisa ating KAPAN SAJA menghampiri Anda dan Keluarga.
Fitri Qomariah
1113054100034
Kessos 2A

Della Azizah_Tugas5 (revisi)_Laporan Penelitian

Penelitian Sosiologi

Tema : kesadaran Beretika dalam diri Remaja

 BAB I

PENDAHULUAN

A.       Latar belakang

Remaja adalah mereka yang telah meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh ketergantungan dan menuju masa pembentukan tanggung jawab. Masa remaja ditandai dengan pengalaman-pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah terbayangkan dan di alami.

Berbicara tentang remaja selalu dapat tanggapan yang beraneka ragam. Dalam bergaul, kita juga harus memperhatikan tentang bagaimana etika-etikanya pergaulan yang benar. Kesadaran beretika seharusnya sudah dibangun sejak masih kecil.etika adalah aturan pergaulan hidup di masyarakat, jadi etika pergaulan remaja sendiri adala sopan santun atau tata krama dalam bergaul yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar baik  norma agama, norma kesopanan, norma adat, hukum dan lainnya.  Pada dasarnya manusia di tuntut untuk saling mengenal dan saling membantu. Namun dalam bergaul ada nilai-nilai yang harus di pedomani. Nilai-nilai tersebut harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. agar tingkah laku remaja dapat diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan mereka. Dan disinilah kita akan mengetahui bagaimana pentingnya sebuah etika dalam pergaulan. Maka seluruh remaja akan menjadi terkontrol dan terkendali.tetapi yang kita lihat sekarang ini sangatlah berbeda jauh dari keinginan yang diharapkan oleh bangsa kita. Kebanyakan para remaja zaman sekarang belum mengetahui akan pentingnya etika bergaul, sehingga mereka pun bersikap semaunya tidak terkendali dan tidak terkontrol. Jadi kesadaran etika dalam remaja akan hilang  jika seorang remaja salah bergaul yang menghilangkan norma-norma yang ada. 

·         Mengapa Penting untuk diteliti

Penelitian ini penting untuk di teliti karena saya melihat adanya kurang kesadran beretika pergaulan dalam remja sendiri.

 

·         Asumsi

Adanya kesadaran beretika dalam diri remaja jaman sekarang.

 

B.        Teori yang mendukung riset lapangan

Teori sosiologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori emil durkheim yang di dalamnya fakta sosial dibagi menjadi 2 yaitu nonmaterial dan material dan dalam penelitian ini menggunakan fakta sosial nonmaterial yaitu kesadran kolektif yang berarti adalah seluruh kepercayaan dan perasaan bersama orang kebanyakan dalam sebuah masyarakat akan membentuk suatu sistem yang tetap yang punya kehidupan sendiri, kita boleh menyebutnya dengan kesadaran kolektif atau kesadaran umum, sebagai gambaran yang di maksud di atas adalah kesadran kolektif baru bisa terwujud melalui kesadaran-kesadaran individual dan kesadran kolektif merujuk pada pengertian, norma, dan kepercayaan bersama, lebih dari masyarakat modern

C.      Pertanyaan penelitian

1.      Apakah tingkat kesadaran dalam etika diri remaja terpengaruhi oleh pergaulan remaja yang masa kini

2.      Apakah remaja jaman sekarang banyak yang menerapkan beretika dalam pergaulan

 

D.       Metode lapangan yang digunakan

Dalam penelitian ini kami melakukan penelitian dengan metode kuntitatif (menyebar angket) dan melakukan survay lapangan.

Populasi sampel

Definisi populasi :Populai adalah merupakan sekumpulanorang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberpa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan di teliliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan. Dalam penelitian ini kami menggunakan populasi dari remaja komplek bukit sawangan indah.

Definisi sampel: Sampel yaitu sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti. Dalam penelitian ini kami menggunakan sampel dari remaja umur 14-18 tahun di perumahan bukit sawangan indah rt 04.

Instrumen penelitian

Definisi : Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

 

E.      Area riset

Riset lapangan ini saya lakukan di sekitar rumah saya yaitu di perumahan bukit sawangan indah rt 04/05. Narasumber yang saya wawancarai dan saya beri angket yaitu remaja yang berumur antara 14-19 tahun, pada tanggal 26-27 april 2014

F.       Hasil penelitian

saya  mengajukan beberapa pertanyaan di angket yaitu :

1.      apakah kalian sering melawan guru di sekolah ?

a.      Ya

b.      Tidak

2.      Apakah kalian akan membantu seorang nenek tua yang akan menyebrang ?

a.      Ya

b.      Tidak

3.      Apakah kalian pernah bertengkar dan sampai memukul pada teman ?

a.      Ya

b.      Tidak

4.      Apakah kalian akan bersikap sopan kepada orang yang lebih tua dari anda ?

a.      Ya

b.      Tidak

5.      Apakah kalian akan berteriak jika kalian marah kepada orang yang lebih tua ?

a.      Ya

b.      Tidak

6.      Pernahkah anda mencoba kabur dari rumah?

a.      Ya

b.      Tidak

7.      Apakah anda pernah merasa bersalah telah berbuat kasar kepada teman ?

a.      Ya

b.      Tidak

8.      Apakah anda pernah merasa bersalah telah berbuat kasar kepada orang yang lebih tua ?

a.      Ya

b.      Tidak

9.      Pernahkah anda berkata kotor atau kasar jika marah kepda teman atau orang yanglebih tua ?

a.      Ya

b.      Tidak

10.  Apakah anda pernah merasa berteman kepada orang yang tidak baik akan menjadikan anda tidak baik juga ?

a.      Ya

b.      Tidak

 

 

 

 

 

Jawaban 20 remaja dari perumahan bukit sawangan indah rt04

No

Ya

Tidak

1

14

6

2

20

0

3

5

15

4

20

0

5

11

9

6

12

8

7

17

3

8

20

0

9

14

6

10

17

3

 

 

 

 

Dari data yang saya dapat saya bisa mengetahui berapa banyak tingkat kesadaran beretika dalam remaja yaitu:

·         dalam diri remaja sendiri sudah ada kesadaran beretika

·         kesadran beretika dalam diri remaja akan timbul di suatu lingkungan keluarga yang baik

·         beberapa remaja beranggapan bahwa mereka akan menjadi lebih sopan jika ia berteman pada teman yang baik

·         beberapa remaja melakukan perkataan kotor kepada temannya jika sudah marah

·         biasanya ia akan merasa bersalah jika melakukan kesalahan kepada orang tuanya dan teman

 

berikut narasumber nama biodata narasumber yang mengisi angket :

 

1.      Regina rindengan umur 14

2.      Bunga putri juwita umur 18

3.      Indriani salko 18

4.      Angelia aleni rompas umur 16

5.      Dea desmiranti umur 16

6.      Ridho saputra umur 19

7.      Ariyani agustini umur 19

8.      Amelia nur ajizah umur 19

9.      Dwi rismawati umur 14

10.  Bobby apriliadi umur 17

11.  Nindia umur umur 18

12.  Mariska komala  umur 15

13.  Putri umur 15

14.    bShellaumur 17

15.  Shelli umur 17

16.  Bonita patricia umu19

17.  Trias puji lestari umur 16

18.  Abdul fiqih umur 18

19.  Rais umur 18

20.  Ary a vito umur 19

 

Kesimpulan

Berbicara tentang remaja selalu dapat tanggapan yang beraneka ragam. Dalam bergaul, kita juga harus memperhatikan tentang bagaimana etika-etikanya pergaulan yang benar. Kesadaran beretika seharusnya sudah dibangun sejak masih kecil.etika adalah aturan pergaulan hidup di masyarakat, jadi etika pergaulan remaja sendiri adala sopan santun atau tata krama dalam bergaul yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar baik  norma agama, norma kesopanan, norma adat, hukum dan lainnya. 

Jadi menurut saya  kesadaran beretika dalam diri remaja itu ada di dalam diri meraka masing-masing tetepi mereka hanya sadar dan tidak menerapkannya dalam kehidpan sehari-hari mereka menyadari akan pentingnnya beretika tetapi tidak mau melakukan nya karena menurut mereka, mereka tidak mau banyak aturan tidak mau di anggap rendah oleh orang di sekitarnya dan  oleh orang yang lebih besar. Dan juga mereka yang etikanya kurang baik di karenakan lingkungan kelurganya yang buruk, kurangnnya pengawasan orang tua.

.

 

 

Della Azizah_tugas 5_penelitian sosiologi_revisi

Rachmat Jazuli_Tugas 5_Laporan kegiatan revisi

Nama ;Rachmat Jazuli
NIM         ;1113054100032
Kelas ;Kessos 2A

TEMA:ANAK DIBAWAH UMUR KECANDUAN GAME ONLINE
 
A. Pendahuluan
Coba, pernahkah kita bertanya secara spesifik kenapa anak dan remaja bahkan orang dewasa kecanduan game? Mungkin jawaban sederhananya adalah game itu mengasyikan dan seru-seru model permainannya. Sekilas jawabannya baik dan masuk akal. Tetapi yang berkembang belakangan ini game sudah lebih jauh dari sekedar seru dan asyik. Ada apa disana dan kenapa lebih asyik? Karena sekarang disana ada kehidupan dan dunianya sendiri, atau mudahnya ada "alamnya" sendiri.
 
 
B. Teori yang Mendukung
Dalam penelitian ini, teori sosiologi yang mendukung riset lapangan adalah teori Emile Durkheim, metode yang digunakan adalah wawancara dan hasil dari penelitian berupa narasi.
 
 
C. Pertanyaan Penelitian
1. Apa saja tipe–tipe Game Online ?
2. Bagaimana pengaruh buruk pada Game Online?
 
 
D. Metodologi
Metode yang digukan dalam penelitian ini adalah kuatitatif yaitu metode yang mengarah pada menganalisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan kenyataan yang ada.
 
 
E. Area Riset
Lokasi penelitian dilaksanakan di sebuah warung internet di daerah Lebak Bulus. Untuk memperoleh data itu dengan mewawancarai beberapa anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar yang memenuhi kriteria penelitian.
 
Hasil Laporan Penelitian
Dari hasil wawancara, di dapat jawaban yang dibutuhkan penelitian. Anak-anaka lebih memilih menghabiskan waktunya untuk di warnet  daripada hanya terus-terusan berada dirumah, karena menurut mereka berada dirumah saja sangat menjenuhkan.
Dengan anak-anak ini bermain menimbulkan beberapa dampak. Dampak yang sangat negatif yang paling banyak disebabkan. Dari sangat merugikan orang tua mereka hingga tindakan kriminal yang bisa mereka lakukan.
 
Narasumber
 
Nama        ;Randi
Pekerjaan  ;Pelajar SD
Umur        ;10 tahun
 
Nama        ;Ivan
Pekerjaan  ;Pelajar SD
Umur        ;9 tahun

Eko Radityo_Tugas 5_Penelitian Sosiologi(Revisi)

Tema : Dilema ibu bekerja atau mengurus rumah tangga

1.      Latar Belakang

Di zaman modern seperti ini peran wanita sebagai ibu mulai bergeser. Dari yang sebelumnya, seorang ibu yang hanya fokus untuk mengurus segala urusan rumah tangga. Menjadi ibu yang memiliki peran ganda. Selain sebagai ibu rumah tangga, juga sebagai pencari nafkah, di samping ayah yang memang merupakan tugas utamanya. Perubahan peran ibu ini merupakan akibat dari perkembangan zaman yang menuntut sebuah keluarga untuk memiliki dua orang pencari nafkah untuk mencapai kesejahteraan dalam berkeluarga, yaitu mencukupi semua kebutuhan keluarga. Karena pada zaman ini beranggapan jika hanya 1 orang yang mencari nafkah maka kesejahteraan keluarga akan sulit terpenuhi.

Perubahan peran ibu ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dengan adanya ibu yang bekerja bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan memperbaiki ekonomi keluarga menjadi lebih sejahtera. Dampak negatif dengan adanya ibu bekerja, perhatian dan kasih sayang terhadap anak yang seharusnya di dapatkan, menjadi terbagi dengan pekerjaan. Yang berdampak anak menjadi kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang.

- Mengapa penelitian itu penting?

            Penelitian ini menjadi penting karena untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa ibu bekerja itu tidak menjadi momok bagi keluarga.

- Asumsi

            Dengan adanya ibu bekerja secara umum kebutuhan ekonomi keluarga relatif menjadi tercukupi.

2.      Pertanyaan Penelitian

Bagaimana seorang ibu yang bekerja menyiasati urusan rumah tangga dan pekerjaan?

3.      Metode

Metode yang di gunakan yaitu metode kualitatif karena mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang di peroleh. Dan sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak di peroleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.

4.    Teori

Dalam penelitian ini, teori sosiologi yang mendukung riset lapangan adalah teori Emile Durkheim serta metode yang digunakan adalah wawancara dan hasil dari penelitian berupa narasi.

5.    Area Riset

Lokasi penelitian dilaksanakan di Komplek PU, RT06/04, Rempoa. Untuk memperoleh data yaitu dengan mewawancarai beberapa ibu yang memenuhi kriteria penelitian.

6.    Pertanyaan Lapangan

            1. Mengapa ibu memilih bekerja dan tidak hanya fokus mengurusi rumah tangga?

            2. Apakah dampak positif dan negatif bagi ibu bekerja?

            3. Dengan ibu bekerja, apakah urusan rumah tangga menjadi terbengkalai?

            4. Bagaimana ibu membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga?

7.     Hasil Laporan Penelitian         

            Dari hasil wawancara, di dapat jawaban yang dibutuhkan penelitian. Ibu lebih memilih bekerja daripada hanya fokus mengurusi rumah tangga, karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga dan membantu meringankan beban suami. Keputusan itu di buat demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Dengan mahalnya kebutuhan rumah tangga saat ini, dirasa tidak cukup jika hanya suami yang bekerja dan menjadi satu-satunya sumber penghasilan.

            Dengan ibu bekerja menimbulkan beberapa dampak. Dampak positif dari ibu bekerja yaitu tercukupinya kebutuhan ekonomi rumah tangga. Karena dengan ibu bekerja sumber penghasilan keluarga menjadi dua sumber. Yang menjadikan penghasilan keluarga menjadi bertambah dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Dampak negatif dari ibu bekerja yaitu berkurangnya waktu berkualitas bersama keluarga. Karena dengan ibu bekerja otomatis waktu yang seharusnya fokus untuk keluarga menjadi terbagi dua. Yaitu antara mengurus rumah tangga dan pekerjaan.

            Dengan ibu yang bekerja dikhawatirkan urusan rumah tangga menjadi terbengkalai. Tapi saat ini peranan ibu mengurus rumah tangga sementara bisa digantikan dengan asisten rumah tangga yang dapat membantu mengurusi segala macam urusan rumah tangga. Jadi, dengan adanya ibu bekerja tidak menjadi masalah bagi keluarga.

            Seorang ibu yang bekerja harus dapat membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga secara seimbang. Hal ini dapat disiasati oleh ibu bekerja dengan cara memaksimalkan setiap hari libur fokus untuk besama keluarga. Jadi, waktu berkualitas bersama keluarga dapat terpenuhi dengan baik.  

Kesimpulan:

            Mayoritas seorang ibu bekerja dikarenakan faktor ekonomi dan untuk menambah kesejahteraan keluarga. Ibu yang bekerja memiliki dampak positif dan negatif. Untuk menyiasati agar urusan rumah tangga tidak terbengkalai, sementara bisa di gantikan oleh asisten rumah tangga. Ibu yang bekerja harus pandai membagi waktu, dengan cara memaksimalkan setiap hari libur untuk fokus bersama keluarga.

 

 

            Narasumber:

Nama      : Ibu Nur Asiah       

Pekerjaan: Pegawai                

Umur       : 40 tahun

 

Nama      : Ibu Ani Antoyo

Pekerjaan: Karyawati Bank

Umur      : 42 tahun

 

Nama      : Ibu Popon Khadijah

Pekerjaan: PNS

Umur      : 50 tahun

 

Nama      : Ibu Mei Tutik

Pekerjaan: Karyawati Swasta

Umur       : 45 tahun

Cari Blog Ini