Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Minggu, 04 Mei 2014
Ichsan Kurnia_Tugas 5_ Laporan Penelitian Lapangan
Fitri Qomariah_Tugas 5 (Perbaikan)_Anggapan Masyarakat Terhadap Perokok Di Angkutan Umum
Della Azizah_Tugas5 (revisi)_Laporan Penelitian
Penelitian Sosiologi
Tema : kesadaran Beretika dalam diri Remaja
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Remaja adalah mereka yang telah meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh ketergantungan dan menuju masa pembentukan tanggung jawab. Masa remaja ditandai dengan pengalaman-pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah terbayangkan dan di alami.
Berbicara tentang remaja selalu dapat tanggapan yang beraneka ragam. Dalam bergaul, kita juga harus memperhatikan tentang bagaimana etika-etikanya pergaulan yang benar. Kesadaran beretika seharusnya sudah dibangun sejak masih kecil.etika adalah aturan pergaulan hidup di masyarakat, jadi etika pergaulan remaja sendiri adala sopan santun atau tata krama dalam bergaul yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar baik norma agama, norma kesopanan, norma adat, hukum dan lainnya. Pada dasarnya manusia di tuntut untuk saling mengenal dan saling membantu. Namun dalam bergaul ada nilai-nilai yang harus di pedomani. Nilai-nilai tersebut harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. agar tingkah laku remaja dapat diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan mereka. Dan disinilah kita akan mengetahui bagaimana pentingnya sebuah etika dalam pergaulan. Maka seluruh remaja akan menjadi terkontrol dan terkendali.tetapi yang kita lihat sekarang ini sangatlah berbeda jauh dari keinginan yang diharapkan oleh bangsa kita. Kebanyakan para remaja zaman sekarang belum mengetahui akan pentingnya etika bergaul, sehingga mereka pun bersikap semaunya tidak terkendali dan tidak terkontrol. Jadi kesadaran etika dalam remaja akan hilang jika seorang remaja salah bergaul yang menghilangkan norma-norma yang ada.
· Mengapa Penting untuk diteliti
Penelitian ini penting untuk di teliti karena saya melihat adanya kurang kesadran beretika pergaulan dalam remja sendiri.
· Asumsi
Adanya kesadaran beretika dalam diri remaja jaman sekarang.
B. Teori yang mendukung riset lapangan
Teori sosiologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori emil durkheim yang di dalamnya fakta sosial dibagi menjadi 2 yaitu nonmaterial dan material dan dalam penelitian ini menggunakan fakta sosial nonmaterial yaitu kesadran kolektif yang berarti adalah seluruh kepercayaan dan perasaan bersama orang kebanyakan dalam sebuah masyarakat akan membentuk suatu sistem yang tetap yang punya kehidupan sendiri, kita boleh menyebutnya dengan kesadaran kolektif atau kesadaran umum, sebagai gambaran yang di maksud di atas adalah kesadran kolektif baru bisa terwujud melalui kesadaran-kesadaran individual dan kesadran kolektif merujuk pada pengertian, norma, dan kepercayaan bersama, lebih dari masyarakat modern
C. Pertanyaan penelitian
1. Apakah tingkat kesadaran dalam etika diri remaja terpengaruhi oleh pergaulan remaja yang masa kini
2. Apakah remaja jaman sekarang banyak yang menerapkan beretika dalam pergaulan
D. Metode lapangan yang digunakan
Dalam penelitian ini kami melakukan penelitian dengan metode kuntitatif (menyebar angket) dan melakukan survay lapangan.
Populasi sampel
Definisi populasi :Populai adalah merupakan sekumpulanorang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberpa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan di teliliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan. Dalam penelitian ini kami menggunakan populasi dari remaja komplek bukit sawangan indah.
Definisi sampel: Sampel yaitu sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti. Dalam penelitian ini kami menggunakan sampel dari remaja umur 14-18 tahun di perumahan bukit sawangan indah rt 04.
Instrumen penelitian
Definisi : Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.
E. Area riset
Riset lapangan ini saya lakukan di sekitar rumah saya yaitu di perumahan bukit sawangan indah rt 04/05. Narasumber yang saya wawancarai dan saya beri angket yaitu remaja yang berumur antara 14-19 tahun, pada tanggal 26-27 april 2014
F. Hasil penelitian
saya mengajukan beberapa pertanyaan di angket yaitu :
1. apakah kalian sering melawan guru di sekolah ?
a. Ya
b. Tidak
2. Apakah kalian akan membantu seorang nenek tua yang akan menyebrang ?
a. Ya
b. Tidak
3. Apakah kalian pernah bertengkar dan sampai memukul pada teman ?
a. Ya
b. Tidak
4. Apakah kalian akan bersikap sopan kepada orang yang lebih tua dari anda ?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah kalian akan berteriak jika kalian marah kepada orang yang lebih tua ?
a. Ya
b. Tidak
6. Pernahkah anda mencoba kabur dari rumah?
a. Ya
b. Tidak
7. Apakah anda pernah merasa bersalah telah berbuat kasar kepada teman ?
a. Ya
b. Tidak
8. Apakah anda pernah merasa bersalah telah berbuat kasar kepada orang yang lebih tua ?
a. Ya
b. Tidak
9. Pernahkah anda berkata kotor atau kasar jika marah kepda teman atau orang yanglebih tua ?
a. Ya
b. Tidak
10. Apakah anda pernah merasa berteman kepada orang yang tidak baik akan menjadikan anda tidak baik juga ?
a. Ya
b. Tidak
Jawaban 20 remaja dari perumahan bukit sawangan indah rt04
| No | Ya | Tidak |
| 1 | 14 | 6 |
| 2 | 20 | 0 |
| 3 | 5 | 15 |
| 4 | 20 | 0 |
| 5 | 11 | 9 |
| 6 | 12 | 8 |
| 7 | 17 | 3 |
| 8 | 20 | 0 |
| 9 | 14 | 6 |
| 10 | 17 | 3 |
Dari data yang saya dapat saya bisa mengetahui berapa banyak tingkat kesadaran beretika dalam remaja yaitu:
· dalam diri remaja sendiri sudah ada kesadaran beretika
· kesadran beretika dalam diri remaja akan timbul di suatu lingkungan keluarga yang baik
· beberapa remaja beranggapan bahwa mereka akan menjadi lebih sopan jika ia berteman pada teman yang baik
· beberapa remaja melakukan perkataan kotor kepada temannya jika sudah marah
· biasanya ia akan merasa bersalah jika melakukan kesalahan kepada orang tuanya dan teman
berikut narasumber nama biodata narasumber yang mengisi angket :
1. Regina rindengan umur 14
2. Bunga putri juwita umur 18
3. Indriani salko 18
4. Angelia aleni rompas umur 16
5. Dea desmiranti umur 16
6. Ridho saputra umur 19
7. Ariyani agustini umur 19
8. Amelia nur ajizah umur 19
9. Dwi rismawati umur 14
10. Bobby apriliadi umur 17
11. Nindia umur umur 18
12. Mariska komala umur 15
13. Putri umur 15
14. bShellaumur 17
15. Shelli umur 17
16. Bonita patricia umu19
17. Trias puji lestari umur 16
18. Abdul fiqih umur 18
19. Rais umur 18
20. Ary a vito umur 19
Kesimpulan
Berbicara tentang remaja selalu dapat tanggapan yang beraneka ragam. Dalam bergaul, kita juga harus memperhatikan tentang bagaimana etika-etikanya pergaulan yang benar. Kesadaran beretika seharusnya sudah dibangun sejak masih kecil.etika adalah aturan pergaulan hidup di masyarakat, jadi etika pergaulan remaja sendiri adala sopan santun atau tata krama dalam bergaul yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar baik norma agama, norma kesopanan, norma adat, hukum dan lainnya.
Jadi menurut saya kesadaran beretika dalam diri remaja itu ada di dalam diri meraka masing-masing tetepi mereka hanya sadar dan tidak menerapkannya dalam kehidpan sehari-hari mereka menyadari akan pentingnnya beretika tetapi tidak mau melakukan nya karena menurut mereka, mereka tidak mau banyak aturan tidak mau di anggap rendah oleh orang di sekitarnya dan oleh orang yang lebih besar. Dan juga mereka yang etikanya kurang baik di karenakan lingkungan kelurganya yang buruk, kurangnnya pengawasan orang tua..
Rachmat Jazuli_Tugas 5_Laporan kegiatan revisi
Eko Radityo_Tugas 5_Penelitian Sosiologi(Revisi)
Tema : Dilema ibu bekerja atau mengurus rumah tangga
1. Latar Belakang
Di zaman modern seperti ini peran wanita sebagai ibu mulai bergeser. Dari yang sebelumnya, seorang ibu yang hanya fokus untuk mengurus segala urusan rumah tangga. Menjadi ibu yang memiliki peran ganda. Selain sebagai ibu rumah tangga, juga sebagai pencari nafkah, di samping ayah yang memang merupakan tugas utamanya. Perubahan peran ibu ini merupakan akibat dari perkembangan zaman yang menuntut sebuah keluarga untuk memiliki dua orang pencari nafkah untuk mencapai kesejahteraan dalam berkeluarga, yaitu mencukupi semua kebutuhan keluarga. Karena pada zaman ini beranggapan jika hanya 1 orang yang mencari nafkah maka kesejahteraan keluarga akan sulit terpenuhi.
Perubahan peran ibu ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dengan adanya ibu yang bekerja bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan memperbaiki ekonomi keluarga menjadi lebih sejahtera. Dampak negatif dengan adanya ibu bekerja, perhatian dan kasih sayang terhadap anak yang seharusnya di dapatkan, menjadi terbagi dengan pekerjaan. Yang berdampak anak menjadi kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang.
- Mengapa penelitian itu penting?
Penelitian ini menjadi penting karena untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa ibu bekerja itu tidak menjadi momok bagi keluarga.
- Asumsi
Dengan adanya ibu bekerja secara umum kebutuhan ekonomi keluarga relatif menjadi tercukupi.
2. Pertanyaan Penelitian
Bagaimana seorang ibu yang bekerja menyiasati urusan rumah tangga dan pekerjaan?
3. Metode
Metode yang di gunakan yaitu metode kualitatif karena mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang di peroleh. Dan sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak di peroleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.
4. Teori
Dalam penelitian ini, teori sosiologi yang mendukung riset lapangan adalah teori Emile Durkheim serta metode yang digunakan adalah wawancara dan hasil dari penelitian berupa narasi.
5. Area Riset
Lokasi penelitian dilaksanakan di Komplek PU, RT06/04, Rempoa. Untuk memperoleh data yaitu dengan mewawancarai beberapa ibu yang memenuhi kriteria penelitian.
6. Pertanyaan Lapangan
1. Mengapa ibu memilih bekerja dan tidak hanya fokus mengurusi rumah tangga?
2. Apakah dampak positif dan negatif bagi ibu bekerja?
3. Dengan ibu bekerja, apakah urusan rumah tangga menjadi terbengkalai?
4. Bagaimana ibu membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga?
7. Hasil Laporan Penelitian
Dari hasil wawancara, di dapat jawaban yang dibutuhkan penelitian. Ibu lebih memilih bekerja daripada hanya fokus mengurusi rumah tangga, karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga dan membantu meringankan beban suami. Keputusan itu di buat demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Dengan mahalnya kebutuhan rumah tangga saat ini, dirasa tidak cukup jika hanya suami yang bekerja dan menjadi satu-satunya sumber penghasilan.
Dengan ibu bekerja menimbulkan beberapa dampak. Dampak positif dari ibu bekerja yaitu tercukupinya kebutuhan ekonomi rumah tangga. Karena dengan ibu bekerja sumber penghasilan keluarga menjadi dua sumber. Yang menjadikan penghasilan keluarga menjadi bertambah dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Dampak negatif dari ibu bekerja yaitu berkurangnya waktu berkualitas bersama keluarga. Karena dengan ibu bekerja otomatis waktu yang seharusnya fokus untuk keluarga menjadi terbagi dua. Yaitu antara mengurus rumah tangga dan pekerjaan.
Dengan ibu yang bekerja dikhawatirkan urusan rumah tangga menjadi terbengkalai. Tapi saat ini peranan ibu mengurus rumah tangga sementara bisa digantikan dengan asisten rumah tangga yang dapat membantu mengurusi segala macam urusan rumah tangga. Jadi, dengan adanya ibu bekerja tidak menjadi masalah bagi keluarga.
Seorang ibu yang bekerja harus dapat membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga secara seimbang. Hal ini dapat disiasati oleh ibu bekerja dengan cara memaksimalkan setiap hari libur fokus untuk besama keluarga. Jadi, waktu berkualitas bersama keluarga dapat terpenuhi dengan baik.
Kesimpulan:
Mayoritas seorang ibu bekerja dikarenakan faktor ekonomi dan untuk menambah kesejahteraan keluarga. Ibu yang bekerja memiliki dampak positif dan negatif. Untuk menyiasati agar urusan rumah tangga tidak terbengkalai, sementara bisa di gantikan oleh asisten rumah tangga. Ibu yang bekerja harus pandai membagi waktu, dengan cara memaksimalkan setiap hari libur untuk fokus bersama keluarga.
Narasumber:
Nama : Ibu Nur Asiah
Pekerjaan: Pegawai
Umur : 40 tahun
Nama : Ibu Ani Antoyo
Pekerjaan: Karyawati Bank
Umur : 42 tahun
Nama : Ibu Popon Khadijah
Pekerjaan: PNS
Umur : 50 tahun
Nama : Ibu Mei Tutik
Pekerjaan: Karyawati Swasta
Umur : 45 tahun