Senin, 19 Mei 2014

Rahmah Adhawiyah_Tugas7_TOR dan Hasil Penelitian ke3

"Upaya Pedagang Kaki Lima dalam Pemenuhan Hidup di Pasar Ciputat"
 
1.      Latar Belakang
PKl merupakan orang yang sedang berjualan di tempat terbuka. PKL banyak ditemukan di Trotoar di tepi Jalan Umum atau di tempat terbuka di lokasi ramai. Dengan demikian "Pedagang Kaki Lima" sebenarnya mengandung arti kiasan bagi pelaku Usaha non Formal.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pastilah kita memperlukan penghasilan atau pendapatan.Oleh sebab itu pastilah kita membutuhkan pekerjaan yang dimana untuk menunjang kebutuhan hidup.
Namun keterbatasan pendidikan dan ekonomi,maka banyak sebagian masyarakat jakarta yang menjadi pedagang, baik pedagang yang legal mau pun ilegal contohnya pedagang kaki lima. Pedagang Kaki Lima adalah mereka yang melakukan kegiatan usaha dagang perorangan atau kelompok yang dalam menjalankan usahanya menggunakan tempat-tempat fasilitas umum, seperti terotoar, pinggir-pinggir jalan umum, dan lain sebagainya.
Pada intinya adalah PKL merupakan sekelompok orang yang melakukan kegiatan perdagangan di pinggir jalan. Keberadaan PKL berlokasi di sekitar atau dekat dengan kawasan fungsional, yang merupakan pusat kegiatan manusia.
 
2.      Teori
Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu  tindakan  individu sepanjang  tindakan  itu mempunyai makna atau arti subjektif  bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain (Weber dalam Ritzer 1975). Suatu  tindakan  individu  yang  diarahkan  kepada  benda  mati  tidak  masuk  dalam  kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan social ketika  tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada   orang  lain (individu lainnya). Meski tak jarang tindakan  sosial  dapat  berupa  tindakan  yang  bersifat membatin  atau  bersifat  subjektif  yang mungkin terjadi  karena  pengaruh  positif  dari  situasi  tertentu.  Bahkan terkadang tindakan dapat berulang kembali  dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner 2000).
 
3.      Metode
Menggunakan Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu "teori".
 
4.      Pertanyaan Penelitian
1.      Bagaimana cara pkl mengatur pemasukan agar modal kembali dan mendapat keuntungan?
2.      Bagaimana upaya pkl dalam memenuhi kebutuhan hidupnya?
 
5.      Area Riset
Lokasi penelitian dipasar ciputat. obyek/subyeknya adalah salah satu pedagang kaki lima dipasar tersebut, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Mei 2014
 
6.      Pertanyaan Lapangan
1.      Kenapa bapak memilih untuk menjadi pkl?
2.      Sudah berapa lama bapak menjadi PKL disini?
3.      Bagaimana penghasilan bapak selama menjadi pkl?
4.      Apakah kendala yang bapak alami selama menjadi pkl?
5.      Bagaimana upaya bapak dalam pemenuhan hidup sehari-hari?
6.      Bagaimana upaya bapak dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak?
 
           Jawaban penelitian
Nama saya bapak dodo, saya lebih memilih untuk menjadi pkl karena saya tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak mempunyai modal yang tinggi. Lagi pula kalau menjadi pkl modalnya sudah tersedia dari keluarga seperti gerobak dll.
Saya menjadi pkl sudah cukup lama kira-kira sekitar 25 tahun lebih, ya penghasilan saya kalau dibilang cukup ya dicukup-cukupin  untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah anak saya,apalagi sekarang sekolah sudah ditanggung pemerintah.
Kendala yang pernah saya alami selama menjadi pkl banyak saingan antar pedagang, pernah kena penertiban satpol pp sehingga saya harus pindah-pindah tempat dan kadang makanan yang saya jual tidak habis sehingga tidak mendapat untung.
Dalam pemenuhan hidup sehari-hari ya saya berjualan seperti sekarang, dan istri saya dirumah juga berjualan makanan-makanan kecil untuk memenuhi kehidupan atau kebutuhan sehari-hari. Kalau untuk kebutuhan sekolah anak saya sering tabungkan uang hasil berdagang saya setiap hari dicicil supaya ketika ada kebutuhan sekolah yang dibutuhkan (seragam,buku,dll) uangnya sudah terkumpul.

7. Profil Narasumber
Nama: Bpk. Dodo Sutedjo
Umur: 54th
Pekerjaan: Pedagang Kaki Lima
 
8.      Kesimpulan
    Upaya bapak dodo dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya yaitu dengan menjadi pkl dipasar ciputat dan istrinya membantu berjualan makanan kecil dirumah,         dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tentulah banyak kendala yang dihadapi. Dan bapak dodo bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan cara menyisihkan             penghasilannya sehari-hari.

Qayumah_tugas7_tor dan hasil penelitian

TEMA :  KEHIDUPAN SEKELOMPOK TUKANG URUT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SEHARI-HARI

 

A.LATAR BELAKANG

Menurut pemahaman saya tukang urut merupakan seorang yang memiliki keahlian dalam hal memijat untuk membantu orang yang sakit pegal-pegal maupun tidak enak badan. Menurut website www.KamusBahasaIndonesia.org tukang urut adalah tukang pijit dan tukang pijit adalah orang yang pekerjaanya memijat (tukang urut).

Pada zaman sekarang ini banyak orang yang menggunakan jasa seorang tukang urut ketika merasa tidak enak badan, namun bukan hanya untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuh melaikan  menggunakan jasa tukang urut untuk memanjakan tubuh yang lelah setelah beraktivitas.

Keberadaan tukang urut saat ini bisa dikatakan banyak karena kebutuhan manusia yang semakin membutuhkannya, bahkan saat ini memanjakan tubuh dengan di urut sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat terutama para pekerja untuk bisa menghilangkan rasa lelah setelah bekerja mereka menggunakan jasa tukang urut untuk menghilangkan rasa lelahnya.

Biasanya kita dapat menggunakan jasa tukang yang berada dekat dari wilayah kita yang bisa langsung dating kerumah kita, maupun dijalan yang menawarkan jasa tukang urut dan ada juga di salon yang dinamakan massage.

Sering kita mendengar atau bertanya-tanya tentang bagaimana seorang tukang urut dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saya mengangkat tema ini untuk menjawab pertanyaan masyarakat maupun pertannyaan saya sendiri bagaimana seorang tukang urut dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

B. PERTANNYAAN

1. Apakah sebagai seorang tukang urut sudah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari ?

C. METODE PENELITIAN

Metode yang saya gunakan adalah metode kualitatif yaitu wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Didalam metode kuantitatif ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang.

 

D. AREA RISET

Wilayah penelitian :  jalan musyawarah  Jakarta selatan (daerah ragunan).

Waktu penelitian : jumat tanggal 16 mei  2014.

Narasumber : dua orang tukang urut

E. TEORI SOSIOLOGI

Teori yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah teori EMILE DURKHEIM yaitu Fakta Sosial material.

Fakta sosial adalah seluruh cara bertindak, baku maupun tidak, yang dapat berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan eksternal; atau bisa juga dikatakan bahwa fakta sosial adalah seluruh cara bertindak yang umum dipakai suatu masyarakat, dan pada saat yang sama keberadaannya terlepas dari manifestasi-manifestasi individual.

Fakta sosial Material

Fakta sosial material lebih mudah dipahami karena bisa diamati. Fakta sosial material  tersebut sering kali mengekspresikan kekuatan moral yang lebih besar dan kuta yang sama-sama berada diluar individu dan memaksa mereka. Kekuatan moral inilah yang disebut dengan fakta sosial nonmaterial.

 

F. HASIL PENELITIAN

Dari hasil penelitian yang saya lakukan kepada dua narasumber yang bekerja sebagi tukang urut yang bernama ibu sayem dan ibu mariam, pendidikan dan keadaan ekonomi yang mereka alami sehingga mendorong mereka untuk bekerja sebagai tukang urut dengan keahlian yang mereka miliki.

 mereka bekerja sebagai seorang tukang urut keliling dengan menawarkan jasanya dari rumah ke rumah maupun melalui panggilan sebagai tukang urut, sebagai tukang urut keliling mereka mulai berkeliling dari sekitar jam 10 pagi sampai jam 5 sore namun terkadang jika ada panggilan mereka bisa sampai jam 10 malam, alat atau bahan yang digunakan untuk mengurut diantaranya minyak kelapa yang dibuat sendiri dan koin atau cincin untuk mengerok. Pendapatan yang mereka terima setiap hari tidak lah tentu karen tidak setiap hari ada yang menggunakan jasanya, biasanya mereka mendapat 20 ribu sampai 70 ribu per harinya.

Dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka juga menjual opak dan emping, mereka berkeliling mencari pelanggan yang ingin diurut sambil menawarkan opak dan emping yang mereka bikin sendiri. Karena jika mereka hanya mengandalkan pekerjaan sebagai tukang urut yang tidak tentu pendapatanya mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

PROFIL NARASUMBER

Ada dua narasumber dalam penelitian ini :

1. NAMA : sayem

UMUR : 55 tahun

PEKERJAAN : tukang urut keliling

2. NAMA : mariam

UMUR : 62 tahun

PEKERJAAN : tukang urut keliling

G. KESIMPULAN

Bekerja sebagai tukang urut merupakan cara ibu sayem dan ibu mariam dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari walaupun sebenarnya bekerja sebagai tukang urut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya namun dengan pendidikan dan usia mereka saat ini yang mendorong mereka menjadi tukang urut dan keahlian yang mereka miliki dalam mengurut.

 

QAYUMAH

1113054100001

KESEJAHTERAAN SOSIAL

Rahmah Adhawiyah_Tugas7_TOR dan Hasil Penelitian ke 3

"Upaya Pedagang Kaki Lima dalam Pemenuhan Hidup di Pasar Ciputat"
 
1.      Latar Belakang
PKl merupakan orang yang sedang berjualan di tempat terbuka. PKL banyak ditemukan di Trotoar di tepi Jalan Umum atau di tempat terbuka di lokasi ramai. Dengan demikian "Pedagang Kaki Lima" sebenarnya mengandung arti kiasan bagi pelaku Usaha non Formal.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pastilah kita memperlukan penghasilan atau pendapatan.Oleh sebab itu pastilah kita membutuhkan pekerjaan yang dimana untuk menunjang kebutuhan hidup.
Namun keterbatasan pendidikan dan ekonomi,maka banyak sebagian masyarakat jakarta yang menjadi pedagang, baik pedagang yang legal mau pun ilegal contohnya pedagang kaki lima. Pedagang Kaki Lima adalah mereka yang melakukan kegiatan usaha dagang perorangan atau kelompok yang dalam menjalankan usahanya menggunakan tempat-tempat fasilitas umum, seperti terotoar, pinggir-pinggir jalan umum, dan lain sebagainya.
Pada intinya adalah PKL merupakan sekelompok orang yang melakukan kegiatan perdagangan di pinggir jalan. Keberadaan PKL berlokasi di sekitar atau dekat dengan kawasan fungsional, yang merupakan pusat kegiatan manusia.
 
2.      Teori
Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu  tindakan  individu sepanjang  tindakan  itu mempunyai makna atau arti subjektif  bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain (Weber dalam Ritzer 1975). Suatu  tindakan  individu  yang  diarahkan  kepada  benda  mati  tidak  masuk  dalam  kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan social ketika  tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada   orang  lain (individu lainnya). Meski tak jarang tindakan  sosial  dapat  berupa  tindakan  yang  bersifat membatin  atau  bersifat  subjektif  yang mungkin terjadi  karena  pengaruh  positif  dari  situasi  tertentu.  Bahkan terkadang tindakan dapat berulang kembali  dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner 2000).
 
3.      Metode
Menggunakan Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu "teori".
 
4.      Pertanyaan Penelitian
1.      Bagaimana cara pkl mengatur pemasukan agar modal kembali dan mendapat keuntungan?
2.      Bagaimana upaya pkl dalam memenuhi kebutuhan hidupnya?
 
5.      Area Riset
Lokasi penelitian dipasar ciputat. obyek/subyeknya adalah salah satu pedagang kaki lima dipasar tersebut, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Mei 2014
 
6.      Pertanyaan Lapangan
1.      Kenapa bapak memilih untuk menjadi pkl?
2.      Sudah berapa lama bapak menjadi PKL disini?
3.      Bagaimana penghasilan bapak selama menjadi pkl?
4.      Apakah kendala yang bapak alami selama menjadi pkl?
5.      Bagaimana upaya bapak dalam pemenuhan hidup sehari-hari?
6.      Bagaimana upaya bapak dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak?
  
           Jawaban penelitian
Nama saya bapak dodo, saya lebih memilih untuk menjadi pkl karena saya tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak mempunyai modal yang tinggi. Lagi pula kalau menjadi pkl modalnya sudah tersedia dari keluarga seperti gerobak dll.
Saya menjadi pkl sudah cukup lama kira-kira sekitar 10 tahun lebih, ya penghasilan saya kalau dibilang cukup ya dicukup-cukupin  untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah anak saya,apalagi sekarang sekolah sudah ditanggung pemerintah.
Kendala yang pernah saya alami selama menjadi pkl banyak saingan antar pedagang, pernah kena penertiban satpol pp sehingga saya harus pindah-pindah tempat dan kadang makanan yang saya jual tidak habis sehingga tidak mendapat untung.
Dalam pemenuhan hidup sehari-hari ya saya berjualan seperti sekarang, dan istri saya dirumah juga berjualan makanan-makanan kecil untuk memenuhi kehidupan atau kebutuhan sehari-hari. Kalau untuk kebutuhan sekolah anak saya sering tabungkan uang hasil berdagang saya setiap hari dicicil supaya ketika ada kebutuhan sekolah yang dibutuhkan (seragam,buku,dll) uangnya sudah terkumpul.

7.      Kesimpulan
Upaya bapak dodo dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya yaitu dengan menjadi pkl dipasar ciputat dan istrinya membantu berjualan makanan kecil dirumah, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tentulah banyak kendala yang dihadapi. Dan bapak dodo bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan cara menyisihkan penghasilannya sehari-hari.

Nur Yaumil Fithroh_Tugas 7_TOR dan Hasil Penelitian ke-3

JUDUL : KESEJAHTERAAN KEHIDUPAN TUKANG SAMPAH DI KAMP. KAYU GEDE.

BAB I

NAMA : Nur Yaumil Fithroh
NIM : 1113054100015
JURUSAN : KESEJAHTERAAN SOSIAL
KELAS : 2A
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah
berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut
derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada
konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah
dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam
kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat
dibagi menurut jenis-jenisnya.
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup
keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam
lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti
keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Didalam kehidupan sehari-hari banyak sekali sampah yang kita
produksi, dari sampah yang organik maupun non organik. Tempat
pembuangan akhir terkadang sangat jauh dari pemukiman yang membutuhkan
jasa manusia untuk mengangkut dan membuang sampah warga ke tempat
pembuangan akhir.

II. PERTANYAAN PENELITIAN
1. Sejahterakah tukang sampah tersebut?
2. Mampukah dia memenuhi kebutuhan hidupnya?

III. METODE PENELITIAN
Menggunakan Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat
deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Sifat dari jenis
penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir
dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara
mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan
interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan
mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan
perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan
derajat kesepakatan yang ada.

IV. TEORI YANG DIGUNAKAN
Dalam penelitian ini, saya menggunakan teori sosiologi klasik yaitu
teori max weber ( tindakan sosial ). Tindakan sosial menurut Max Weber
adalah Tindakan sosial terjadi ketika individu melekatkan makna
subjektif pada tindakan mereka. Hubungan sosial menurut Weber yaitu
suatu tindakan dimana beberapa aktor yang berbeda-beda, sejauh
tindakan itu mengandung makna dihubungkan serta diarahkan kepada
tindakan orang lain. Masing-masing individu berinteraksi dan saling
menanggapi .
Dalam tindakan ini tindakan khusus aktor ditempatkan pada suatu urutan
motivasi yang bisa dimengerti, dan pemahamannya bisa dianggap sebagai
suatu penjelasan dari kenyataan berlangsungnya perilaku.

V. AREA RISET
• Kegiatan penelitian ini dilakukan di Kamp. Kayu Gede 2, Tangerang
• Objek : Masyarakat.
• Narasumber : Tukang Sampah


BAB II
PEMBAHASAN
I. Pertanyaan Lapangan
1. Nama dan umur bapak berapa?
2. Bapak bekerja sebagai tukang sampah didaerah mana saja?
3. Apakah bapak memiliki istri dan anak?
4. Keluarga ikut merantau atau tinggal dikampung halaman?
5. Apakah istri bapak juga bekerja dan anak-anak bapak sekolah atau tidak?
6. Apakah bapak menikmati pekerjaan menjadi tukang sampah?
7. Gaji bapak perbulan berapa?
8. Apakah gaji tersebut dapat memenuhi kebutuhan bapak sehari-hari?
9. Apa bapak memiliki pekerjaan selain menjadi tukang sampah?
10. Apa suka dan duka bapak dalam bekerja sebagai tukang sampah?

II. Jawaban Penelitian
Nama saya Bapak Samsuri bekerja menjadi tukang sampah di Kamp. Kayu
Gede 2 RW 014, daerah Graha Raya, Tangsel. Saya berumur 60 tahun dan
sudah menekuni pekerjaannya selama kurang lebih 25 tahun. Saya
memiliki keluarga yang terdiri dari seorang istri, dan dua orang anak.
Keluarga saya tinggal di kampung, tepatnya di daerah Purwakarta. Istri
saya bekerja sebagai petani di kampung. Anak pertama saya berumur 16
tahun, dan hanya bisa menempuh pendidikan sampai jenjang SD. Sekarang,
anak pertama saya membantu ibunya bekerja sebagai petani di kampung.
Anak kedua saya masih duduk di kelas 6 SD. Saya menikmati dan
mensyukuri pekerjaan yang saya kerjakan, dari pada saya menganggur dan
tidak dapat menafkahi keluarga saya dikampung. Saya digaji Rp
250.000,00 per bulannya oleh ketua RW setempat.

Penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya,
walaupun terkadang saya harus " tutup lubang, gali lubang". Tidak
jarang saya harus meminjam uang kepada orang lain untuk menutupi
kebutuhan sehari-hari. Pada sore hari, saya juga bekerja serabutan
membantu warga yang membutuhkan pertolongan saya. Tentunya, selama 25
tahun bekerja sebagai tukang sampah, saya banyak mendapatkan
pengalaman, baik suka maupun duka yang memberi warna pada kehidupan
saya. Salah satu hal yang saya sukai saat bekerja adalah apabila ada
yg meminta pertolongan saya, hal tersebut dapat menambah sedikit
penghasilan saya. Walaupun demikian, tak jarang saya juga mengalami
pengalaman yang tak menyenangkan, kadang saya harus tetap bekerja
walaupun saya sedang sakit ataupun pada saat cuacanya tidak
bersahabat. Terkadang saya juga kesal melihat sampah yang bertumpuk di
beberapa tempat dan perlu saya angkut padahal gerobak sampahnya
sendiri sudah penuh. Hal ini jugalah yang menjadi kendala dalam
pekerjaannya.

III. Profil Narasumber
Remaja Merokok :
- Nama : Samsuri
- Alamat : Jl. Kamp. Kayu Gede II
- Umur : 60 tahun

BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan
Bapak Samsuri, seorang tukang sampah yang sangat bersahabat dengan
warga sekitarnya. Walaupun terkadang dianggap sebagai "orang kecil",
peran seorang tukang sampah tentunya sangat penting bagi kehidupan
masyarakat. Tanpa mereka, lingkungan kita tentunya tidak akan bebas
dari sampah.
Kita sebagai masyarakat harus dapat mendaur ulang sampah agar sampah
tidak menumpuk dan menjadi racun bagi umat manusia. Agar dunia kita
terjaga kebersihannya dan tetap asri.

Anindia Prestiawani Rizki_Tugas 7_TOR Dan Hasil Penelitian Tema Ke-3

"PROSES SOSIALISASI ANTAR WARGA RADIO DALAM"

 

A.    Pendahuluan

Manusia adalah mahkluk sosial, untuk itu manusia memerlukan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Manusia perlu mensosialisasikan dirinya dengan orang lain mengenai cara hidup, penyesuaian diri agar dapat berfungsi bagi orang lain. Proses sosialisasi ini merupakan suatu hal yang menjadi pusat penelitian dalam sosiologi pendidikan.

Beberapa ahli mengemukakan mengenai pengertian proses sosial, untuk itu pengertian tentang proses sosial diambil dari berbagai pendapat sehingga menghasilkan suatu pengertian secara utuh. Pembahasan tentang penyesuaian diri dilihat dari penyesuaian diri terhadap lingkungan fisik dan penyesuaian terhadap lingkungan sosial. Sedangkan pembahasan tentang beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan sosial manusia dapat dikaji dari beberapa aspek, misalnya pengaruh bawaan atau genetik dan pengaruh lingkungan atau gabungan dari kedua aspek tersebut. Pembahasan tentang perkembangan tingkah laku kelompok akan mengkaji dari aspek perkembangan anak terkait dengan kelompok tempat mereka melakukan interaksi sosial.

Manusia sebagai mahkluk sosial harus mampu beradaptasi dengan baik terhadap masyarakat sekitar, karena jika tidak maka individu tersebut akan dikucilkan oleh masyarakat. Untuk itu sangat penting bagi kita dalam mempelajari aspek-aspek yang berkaitan langsung dengan proses sosialisasi di lingkungan masyarakat.

Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam kehidupan manusia. Dalam lingkungan keluargalah manusia pertama kali belajar beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk itulah, dalam menciptakan individu yang mampu melakukan proses sosialisasi dengan baik dibutuhkan lingkungan keluarga yang baik.

 

B.     Teori

Penelitian ini menggunakan teori Emile Durkheim. Durkheim juga menekankan bahwa masyarakat lebih daripada sekedar jumlah dari seluruh bagiannya. Dengan metode teori mengamati kelompok masyarakat, dengan cara observasi dan menjelaskan secara narasi.

 

C.    Pertanyaan Penelitian

1.      Bagaimana proses sosialisasi antar warga Radio Dalam?

2.      Apakah proses sosialisasi antar warga telah tercapai?

 

D.    Metode Lapangan

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, karena penelitian ini dilakukan dengan wawancara mengajukan beberapa pertanyaan dan observasi. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini mengamati fenomena yang tengah terjadi di masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angka atau ukuran matematis lainnya.

 

E.     Area Riset

Lokasi riset yang saya gunakan adalah Jl H Salim II – Radio Dalam, Jakarta Selatan. Karena tema yang saya gunakan yaitu mengamati proses sosialisasi antar warga Radio Dalam.

 

Ø  Pertanyaan Lapangan

1.      Bagaimana proses sosialisasi antar warga di sini?

2.      Apakah proses tersebut telah tercapai sebagaimana mestinya?

3.      Adakah warga yang kurang bersosialisasi itu menjadi terkucilkan?

4.      Bagaimana cara menyikapi warga yang kurang bersosialisasi tersebut?

5.      Apa harapan kedepannya untuk warga sekitar?

 

Ø  Jawaban Pertanyaan Lapangan

Proses sosialisasi antar warga Radio Dalam telah berjalan baik dan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dibuat, seperti kerja bakti pada hari minggu. Prosesnya pun berjalan lancar walaupun sering kali ada kejanggalan seperti warga yang kurang bersosialisasi mungkin karena mereka sibuk dengan pekerjaannya dan kurang ada waktu luang, namun itu tidak membuat saya mengucilkan mereka yang kurang bersosialisasi. Jika mereka kurang bersosialisasi dengan warga sekitar, ada baiknya warga lah yang bersosialisasi dengan mereka. Memberi informasi perkembangan sekitar tempat tinggalnya, mengajak dan mengikut sertakan mereka pada kegiatan-kegiatan yang akan diadakan oleh warga. Harapan saya yaitu semoga proses sosialisasi warga disini dapat berjalan lebih baik lagi dan mereka yang kurang bersosialisasi dapat menyisikan waktunya untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Karena manusia tidak dapat hidup tanpa bersosialisasi.

 

Ø  Profil Narasumber

·         Nama                     : Mira

·         Usia                       : 43 tahun

·         Alamat                  : Jl H Salim II – Radio Dalam

·         Status                    : Ibu Rumah Tangga

Laporan Harian Praktikum

Nama                : Lutfi Amrullah
 
Laporan Harian Praktikum
Hari Ketiga
Pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2014 Saya Lutfi dan teman saya Fachrulrodzi berencana ingin berkunjung kerumah RT setempat, saya berencana ingin bertanya-tanya tentang Demografi desa cogrek, tetapi pada saat saya berkunjung kerumah pak RT, pak RT dan keluarga sedang tidak ada dirumah/pergi. Lalu saya merubah program, saya dan teman saya mencari warga setempat untuk bertanya tentang budidaya jamur sudah menyebar luas atau belom? Ternyata hasil survei saya dan teman saya banyak warga setempat yang sudah mengenal tentang jamur tiram yang ada di pon-pes Riyadlul Jannah. Dan dengan tidak sengaja ada bapak yang mau bercerita tentang jamur, tetapi bapak itu bukan asli kampung situ, dia asli lampung..dia bercerita budidaya jamur yang dilampung, selain bercerita jamur tiram bapak itu juga bercerita tentang jamur barat, jamur kuping, dan masih banyak lagi..dari situ saya mendapat ilmu dan wawasan yang lumayan untuk saya dan teman saya.

Laporan Harian Praktikum

Nama                    : Lutfi Amrullah
 
Laporan Harian Praktikum
Hari kedua
Pada hari selasa tanggal 13 Mei 2014 saya Lutfi dan teman saya Fachrulrodzi hadir kembali kelokasi cogrek tempat budidaya jamur tiram, tapi pada hari ini kegiatan saya lain, saya berkeliling kampung setempat untuk melihat pandangan masayarakat sekitar seperti apa, bahwa dikampung sekitar banyak penangkaran ikan terutama ikan lele, dan ada pembiakan ayam tapi tidak banyak seperti penangkaran ikan, lalu saya keliling  lagi melihat perumahan atau gambaran tentang desa cogrek..karna saya datangnya telat saya hanya menjalani kegiatan seperti itu supaya saya bisa melihat gambaran tentang desa cogrek.

Laporan Harian Praktikum

Nama                    : Lutfi Amrullah
 
Laporan Harian Praktikum
Hari pertama
Pada hari Senin tanggal 12 Mei 2014 saya Lutfi memulai praktikum dengan teman saya Fachrulrodzi, pada ditempat lokasi saya bertanya-tanya tentang budidaya jamur tiram, saya dan teman saya bertanya tentang budidaya jamur kepada pegawai yang sudah lama bekerja disitu dia sedang membungkus jamur yang sudah waktunya dipetik dan dipasarkan..lalu setelah itu saya dan teman saya ikut membantu pekerja disitu, saya membantu ibu yang sedang memasukkan serbuk kayu kedalam plastik, dan teman saya ikut membantu mengikatnya. Saya melihat itu mungkin sangat mudah membuatnya, tapi pas saya ikut membantu ternyata susah tidak asal membungkusnya, perlu tekhnik dalam membungkusnya, ujung plastik harus di lipat dan diketruk2 hingga padat tidak boleh sampai bertekuk, saya sudah mencoba 3x dan saya masih gagal, saya terus mencobanya dan akhirnya saya bisa..saya membantu sampai pekerja selesai.

RIZKIANINGSIH_TUGAS7_TOR DAN HASIL PENELITIAN KE-3

"Keberadaan Anak Jalanan Di Kawasan Blok M Terhadap Kehidupan Sosial"

A. PENDAHULUAN

Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Pada zaman sekarang, keluarga saat ini sangat rentan terhadap kondisi, perubahan dan pengaruh lingkungan terjadi. Karena itu, banyak anggota keluarga yang kurang terpenuhi kebutuhannya sehingga melakukan apa saja untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka, salah satunya dengan menjadi anak jalanan yang mencari nafkah atau hidup mandiri di jalanan. Kadangkala pengaruh teman atau kerabat juga ikut menentukan keputusan untuk hidup di jalanan.

B. TEORI

Penelitian ini menggunakan teori Emile Durkheim. Durkheim juga menekankan bahwa masyarakat lebih daripada sekedar jumlah dari seluruh bagiannya. Jadi berbeda dengan rekan sezamannya, Max Weber ia memusatkan perhatian bukan kepada apa yang memotivasi tindakan-tindakan dari setiap pribadi, melainkan lebih kepada penelitian terhadap "fakta-faka sosial", istilah yang diciptakannya untuk menggambarkan fenomena yang ada dengan sendirinya dan akan terikat kepada tindakan individu.

C. PERTANYAAN PENELITIAN

1. Bagaimana latar belakang munculnya anak jalanan
2. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari keberadaan anak jalanan dalam kehidupan sosial

D. METODE

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena sosial, metode kualitatif juga menekankan pada persoalan kedalaman data bukan hanya banyaknya data tersebut, penelitian ini menerangkan suatu fenomena sosial mengenai dampak yang ditimbulkan dari keberadaan anak jalanan dalam kehidupan sosial.

E. AREA RISET

Dilaksanakan di : Terminal Blok M Jakarta Selatan
Objek : Anak Jalanan
Waktu Observasi : Sabtu 18Mei 2014 dan dilanjutkan Minggu 19Mei 2014

F. HASIL PENELITIAN

Dalam penelitian ini, saya menggunakan teknik wawancara terhadap anak jalanan, penelitian mengenai dampak dari keberadaan anak jalanan. Salah satunya bernama Pipit umur 19tahun dia berasal dari Madiun dan pergi ke Jakarta tahun 2012 bersama kakak dan adiknya dia mengakui bahwa dia berinisiatif sendiri untuk pergi ke ibu kota karena kehidupan keluarganya dikampung sangat miskin. Kemiskinan merupakan salah satu hal penyebab munculnya anak jalanan sekaligus tindak kejahatan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya anak jalanan yang membawa berbagai macam senjata tajam untuk melampiaskan kekesalan mereka ketika tidak diberi uang. Anak jalanan juga termasuk sebab yang menambah jumlah kemiskinan, karena para orang tua telah mewariskan kemiskinan kepada anaknya. Karena anak diterlantarkan dan hidup di jalanan, maka hal ini memberikan efek buruk bagi si anak karena lingkungan tempat mereka berada kurang baik, karena umumnya mereka bergaul dan berteman dengan orang yang tidak hanya sebaya usia, tapi juga dengan orang yang lebih dewasa seperti preman, supir metromini dan kondektur yang sebagian berperilaku buruk, seperti merokok, berbicara kasar, serta tindakan kriminalitas lainnya. Keberadaan anak jalanan atau anak terlantar ini sering kali meresahkan masyarakat, selain dapat menambah jumlah kemiskinan, tapi juga menambah tingkat kriminalitas, dan premanisme, karena banyak anak jalanan yang membawa benda-benda tajam, seperti paku, pisau kecil dan sebagainya yang bertujuan untuk menakuti orang lain agar memberikan sejumlah uang kepada mereka. Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui bagaimana latar belakang munculnya anak jalanan, dan untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan dari keberadaan anak jalanan dalam kehidupan sosial.

Cari Blog Ini