Blog tempat mengirimkan berbagai tugas mahasiswa, berbagi informasi dosen, dan saling memberi manfaat. Salam Tantan Hermansah
Minggu, 19 Oktober 2014
Achmad Faizal Riwanto/ 1112051000155/ KPI 5E/ Etika Filsafat Komunikasi
Tugas 4_Milki Amirus Sholeh_1112051000138_KPI 5E
Menurut Prof. Onong Uchajana Effendi ( 2003: 321), filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (vestehen,Germany) secara lebih mendalam, fundamental, metologis, sitematis, analitis, kritis, dan komprehensif teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode-metodenya.
Bidang komunikasi, meliputi komuniaksi sosial, organisasional, bosnis politik, internasional, komunikasi antar budaya, pembangunan, tradisional, dan lain-lain.
Pemikiran Richard L. Lanigan
Richard L. Lanigan secara khusus membahas analisis filosofis atau proses komunikasi. Dalam ilmu komunikasi biasanya meletakan beberapa titik refleksinya pada pertanyaan-pertanyaan,yaitu:
• Apa yang aku ketahui ? ( masalah ontologi atau metafisika )
• Bagaimana aku mengetahuinya ? ( masalah epistemologi )
• Apakah aku yakin ? ( masalah aksiologi )
• Apakah aku benar ? ( masalah logika )
Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada komunikator, pesan, komunikan, media, dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan temoat, waktu, gangguan dan sebagainya.
Pemaknaan terhadap bahasa yang sama akan mengakibatkan komunikasi yang efektif sehingga apa yang menjadi tujuan komunikasi dapat tercapai. Melihat rumitnya proses komunikasi dan banyaknya yang unsur dalam komunikasi apabila didalami secara filosofis akan mengangkat esensi dari komunikasi itu sendiri. Hal yang paling mendasar dari proses komunikasi adalah adanya statement atau pernyataan dari hasil pikiran seseorang.
Menurut Astrid S.Susanto, komunikasi dalam masyarakat ideal harmonis dan adil tercapai apabila:
1. Pendapat-pendapat dan norma-norma dalam masyarakat diarahkan kepada harmonisasi
2. Sifat-sifat khas dari materi publistik/komunikasi dipergunakan sesuai dan demi perwujudan ataupun peningkatan harmoni dalam masyarakat.
3. Apabila dalam proses komunikasi terjadi pula komunikasi yang harmonis, yaitu apabila antara komunikator dan komunikan terdapat pengertian, saling mempengaruhi dalam rangka perwujudan suatu masyarakat harmonis. Dengan kata lain, publisistik terutama menyelidiki bagaimana dan faktor-faktor apa dalam masyarakat yang harus diperhatikan oleh komunikator maupun komunikan dalam mempergunakan komunikasi, agar supaya harmoni tidak terganggu ataupun sebaliknya agar ideal dapat didekati.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.
Tugas_4_Milki Amirus Sholeh
Menurut Prof. Onong Uchajana Effendi ( 2003: 321), filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (vestehen,Germany) secara lebih mendalam, fundamental, metologis, sitematis, analitis, kritis, dan komprehensif teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode-metodenya.
Bidang komunikasi, meliputi komuniaksi sosial, organisasional, bosnis politik, internasional, komunikasi antar budaya, pembangunan, tradisional, dan lain-lain.
Pemikiran Richard L. Lanigan
Richard L. Lanigan secara khusus membahas analisis filosofis atau proses komunikasi. Dalam ilmu komunikasi biasanya meletakan beberapa titik refleksinya pada pertanyaan-pertanyaan,yaitu:
• Apa yang aku ketahui ? ( masalah ontologi atau metafisika )
• Bagaimana aku mengetahuinya ? ( masalah epistemologi )
• Apakah aku yakin ? ( masalah aksiologi )
• Apakah aku benar ? ( masalah logika )
Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada komunikator, pesan, komunikan, media, dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan temoat, waktu, gangguan dan sebagainya.
Pemaknaan terhadap bahasa yang sama akan mengakibatkan komunikasi yang efektif sehingga apa yang menjadi tujuan komunikasi dapat tercapai. Melihat rumitnya proses komunikasi dan banyaknya yang unsur dalam komunikasi apabila didalami secara filosofis akan mengangkat esensi dari komunikasi itu sendiri. Hal yang paling mendasar dari proses komunikasi adalah adanya statement atau pernyataan dari hasil pikiran seseorang.
Menurut Astrid S.Susanto, komunikasi dalam masyarakat ideal harmonis dan adil tercapai apabila:
1. Pendapat-pendapat dan norma-norma dalam masyarakat diarahkan kepada harmonisasi
2. Sifat-sifat khas dari materi publistik/komunikasi dipergunakan sesuai dan demi perwujudan ataupun peningkatan harmoni dalam masyarakat.
3. Apabila dalam proses komunikasi terjadi pula komunikasi yang harmonis, yaitu apabila antara komunikator dan komunikan terdapat pengertian, saling mempengaruhi dalam rangka perwujudan suatu masyarakat harmonis. Dengan kata lain, publisistik terutama menyelidiki bagaimana dan faktor-faktor apa dalam masyarakat yang harus diperhatikan oleh komunikator maupun komunikan dalam mempergunakan komunikasi, agar supaya harmoni tidak terganggu ataupun sebaliknya agar ideal dapat didekati.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.
Tugas Etika dan Filsafat Komunikasi ke 4
Tugas EtikaFilkom4_1112051000019
Nama : Akbar Ramadhan
NIM : 1112051000019
Definisi Filsafat Komunikasi
Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (versethen) secara fundamental, metodelogis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, dan metodenya. Disisi lain Filsafat komunikasi adalah disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proses komunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi Mengacu pada paradigm Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada komunikator, pesan, komunikan, media, dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan waktu, tempat, gangguan (noise) dan lain-lain.
Joseph A. Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi :
- Dimensi fisik
- Dimensi sosial-piskologis
- Dimensi temporal (waktu)
Ketiga dimensi lingkungan komunikasi akan selalu berinteraksi, masing-masing dimensi akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh yang lain.
Berkaitan dengan manusia sebagai makhluk yang berfikir, maka sepanjang hidupnya manusia akan selalu menggunakan akalnya untuk berfikir. Dalam melihat objek disekitarnya bahkan dirinya sendiri, manusia akan selalu bertanya-tanya. Usaha manusia untuk memikirkan dunia sekitarmya menghasilkan pengetahuan, ilmu, dan teknologi. Beraneka ragam hasil pemikiran manusia, namun pada hakikatnya upaya manusia dalam memperoleh pengetahuan didasarkan pada tiga pokok masalah, yaitu :
1. Ontologi : apakah yang ingin kita ketahui?
Membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, hakikat apa yang dikaji.
2. Epistomologi : bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan?
Membahas tentang pengetahuan.
3. Aksiologi : apakah nilai pengetahuan tersebut bagi kita?
Membahas tentang nilali kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh akan dijawab oleh aksiologi yaitu teori tentang nilai.
Ketiga pertanyaan tersebut ternyata sangat mendasar dan merupakan pengkajian secara filsafat terhadap ilmu. Filsafat sebagai disiplin biasanya dikategorikan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan pokok dibawah ini:
1. Apa yang aku ketahui?
2. Bagaimana aku mengetahuinya?
3. Apakah aku yakin?
4. Apakah aku benar?
Keempat pertanyaan ini berkaitan dengan penyelidikan secara sistematis, studi terhadap metafisika, epistemologi, aksiologi, dan logika.
Menurut Lanigan metafisika adalah suatu studi tentang sifat dan fungsi teori tentang realita.
Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelediki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan. Epistemologi berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan lebih fundamental lagi bersangkutan dengan criteria bagi penelitian terhadap kebenaran dan kepalsuan.
Aksiologi adalah asas mengenai cara bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan yang secara epistemologis diperoleh dan disusun itu.
Logika berkaitan dengan telaah terhadap asas-asas dan metode penalaran secara benar.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang penyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengerrtian bersama.
Tugas Ke -4_Umu Kulsum_KPI 5D_1112051000108
Thabitha Dhiraja/1112051000141/KPI5E/Etika dan Filsafat Komunikasi
Apa Itu Filsafat Komunikasi?
Pengertian Filsafat Komunikasi
Filsafat sebagai cara berpikir yang radikal dan menyeluruh untuk mengupas sesuatu sedalam-dalamnya, yang artinya kita mencoba untuk menemukan hakikat/inti/esensi dari komunikasi. Onong U Effendi dalam bukunya Ilmu, Teori dan Filsafat komunikasi mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metedologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya dan metodenya.
Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada komunikator, pesan, komunikan, media, dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan temoat, waktu, gangguan dan sebagainya.
Joseph A Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi:
1. Dimensi Fisik
2. Dimensi Sosio-Psikologis
3. Dimensi Temporal (waktu)
Dimensi fisik artinya lingkungan nyata atau berwujud. Dimensi fisik ini berkaitan dengan tempat. Di mana komuikasi berlangsung. Dimensi Sosio-Psikologis artinya lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dan komunikan. Dimensi ini berkaitan dengan suasana dimana komunikasi berlangsung. Dimensi temporal (waktu) mencakup waktu dalam satu hari maupun dalam hitungan sejarah dimana komunikasi berlangsung. Dimensi ini jelas berkaitan dengan waktu.
Ketiga dimensi lingkungan komunikasi di atas akan selalu berinterkasi, masing-masing dimensi akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh yang lain. Contoh: seseorang yang berjanji datang jam 7 malam (konteks temporal) terambat, keterlambatannya dapat mengakibatkan kedekatan fisik yang berubah karena pemilihan rumah makan untuk makan malam (lingkungan fisik), perubahan-perubahan inilah yang menjadikan komunikasi selalu bersifat dinamis.
Hal lain dalam proses komunikasi yang perlu mendapat perhatian adalah unsur gangguan (noise). Noise adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistrosi pesan. Dalam suatu sistem komunikasi ada gangguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. Gangguan ini dapat berupa fisik (ada suara dari selain komunikator), psikologis (pemikiran yang sudah ada dikepala komunikator-komunikan) serta gangguan sematik (salah mengartikan makna).
Salah satu gangguan dalam proses komunikasi, yaitu gangguan sematik, perlu mendapatkan pembahasan yang lebih khusus. Hal ini disebabkan berkaitan dengan bahasa yang dilakukan oleh komunikator atau pun komunikan, yatu manusia itu sendiri. Manusia sebagai makhluk yang berpikir homo-sapiens sehingga mampu mengkomunikasikan pikirannya, oleh Ernst Cassirer manusia disebut sebagai animal symbolicum , yaitu makhluk yang mempergunakan symbol, yang secara generic mempunyai cakupan yang lebih luas daripada homo sapiens. Hal ini disebabkan dalam berpikirnya manusia mempergunakan symbol.
Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengkomunikasikan hasil berpikirnya kepada oranglain. Kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak dapat dilakukan apabila manusia tidak mempunyai kemampuan berbahasa. Bahasa memungkinkan manusia berfikir secara abstrak dimana objek-objek yang faktual ditransformasikan menjadi symbol-symbol bahasa yang bersifat abstrak. Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai sesuatu objek tertentu meskipun objek tersebut secara faktual tidak berada di tempat di mana kegiatan berpikir itu dilakukan.
Pemaknaan terhadap bahasa yang sama akan mengakibatkan komunikasi yang efektif sehingga apa yang menjadi tujuan komunikasi dapat tercapai. Melihat rumitnya proses komunikasi dan banyaknya yang unsur dalam komunikasi apabila didalami secara filosofis akan mengangkat esensi dari komunikasi itu sendiri. Hal yang paling mendasar dari proses komunikasi adalah adanya statement atau pernyataan dari hasil pikiran seseorang.
Menurut Astrid S.Susanto, masyarakat ideal harmonis dan adil tercapai apabila:
1. Pendapat-pendapat dan norma-norma dalam masyarakat diarahkan kepada harmonisasi
2. Sifat-sifat khas dari materi publistik/komunikasi dipergunakan sesuai dan demi perwujudan ataupun peningkatan harmoni dalam masyarakat.
3. Apabila dalam proses komunikasi terjadi pula komunikasi yang harmonis, yaitu apabila antara komunikator dan komunikan terdapat pengertian, saling mempengaruhi dalam rangka perwujudan suatu masyarakat harmonis. Dengan kata lain, publisistik terutama menyelidiki bagaimana dan faktor-faktor apa dalam masyarakat yang harus diperhatikan oleh komunikator maupun komunikan dalam mempergunakan komunikasi, agar supaya harmoni tidak terganggu ataupun sebaliknya agar ideal dapat didekati.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.