Minggu, 19 Oktober 2014

Tugas ke 4 Filsafat Komunikasi _ Syifa Fauziah Kpi 5C.

Nama        : Syifa Fauziah
Nim           : 1112051000081
Kelas        : KPI 5C



HAKIKAT FILSAFAT KOMUNIKASI

Menurut Prof. Onong Uchjana Efendy, M.A. dalam bukunya ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik dan perannya secara fundamental, metodologis, sistematis, analisis, kritis dan holistis.
Jadi filsafat komunikasi merupakan suatu disiplin ilmu yang menerapkan pemahaman secara mendalam (versteben) mengenai teori dan proses komunikasi. Selanjutnya, Department of Communication University of Hawai menyatakan bahwa Communication as a Social Science mencakup tiga kriteria bidang komunikasi sebagai suatu ilmu sosial, sebagai berikut:
                     1.      Bidang studi komunikasi yang berdasarkan teori
                     2.      Bidang studi komunikasi berlandaskan kuantitatif atau analisis empiris
                     3.      Bidang studi komunikasi mempunyai tradisi yang sudah diakui.
Hal tersebut diatas menunjukan bahwa Komunikasi adalah ilmu. Ilmu komunikasi termaksud kedalam ilmu sosial yang meliputi komunikasi intrapesona, komunikasi antarpesona, komunikasi kelompok, komunikasi media dan sebagainya.
Filsafat komunikasi lebih banyak membahas komunikasi manusia (Human Communication), komunikasi antar manusia dengan manusia dan tidak membahas komunikasi antara manusia dengan Tuhannya (Trancedental Communication). Peliknya komunikasi antar manusia yang berkaitan dengan aspek-aspek sosiologis, hukum dan politik tersebut berlangsung secara horizontal atau vertical dan harus berlandaskan moral, etika, kode etik, perilaku, dan nilai-nilai serta logika. Dengan demikian tercipta komunikasi yang efektif, saling menghormati dan saling memahami, segaligus mampu menjabatani perbedaan, status sosial-ekonomi, tingkat pendidikan, keagamaan, kebangsaan, suku, ras, atau etnis.
Menurut pakar komunikasi cukup rumit komunikasi antar manusia karena secara "teologis", atau komunikasi yang mengandung tujuan bagaimana (how) pesan atau lambang disampaikan memiliki kemampuan untuk mengubah sikap, opini, perilaku, kepercayaan dan keagamaan. Oleh karena itu, untuk memahami proses komunikasi secara mendalam kita perlu memahami manusianya, ujar Prof. Onong Uchjana Efendy.
Prof. Dr. N. Drijarkara S.J., pakarfilsafat kenamaan dalam bukunya "Percikan Filsafat" mengupas tentang manusia sebagai pelaku komunikasi. Didalam filsafat terdapat aliran atau faham mengenai manusia tersebut, yaitu:
                 1.      Paham Materialisme.
                 Paham ini berpandangan bahwa manusia pada prinsipnya hanya materi atau benda belaka,
                tetapi manusia memiliki kemampuan dan kelebihan menggunakan akalnya jika dibandingkan dengan
                makhluk lainnya.
                 2.      Paham Idealisme
                 Paham ini merupakan aliran yang bertentangan dengan materialisme. Jadi manusia adalah makhluk
                 yang berpikir dia mempunyai ide gagasan sehingga dia sadar akan dirinya.
                3.      Paham Eksistensialisme
                Paham ini menentang kedua aliran sebelumnya, jadi paham ini adalah berdiri dengan diri sendiri dan
               keluar dengan diri sendiri. Artinya manusia berada di Dunia dan cara ini untuk manusia , bukan untuk
               lain benda.
 

Tugas Etika dan Filsafat IV

Nama                           : Rifqi Masruri

NIM                            : 1112051000095

Jurusan/Semester         : KPI/5 (C)

Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, sistematis, analisis, krisis, dan holistic teori serta proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatananya, tujuanya, fungsinya, dan tekniknya serta metodenya.

Filsafat komunikasi adalah disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamentalmetodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proseskomunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi.[1]

A.      Filsafat Komunikasi menurut para ahli

·         Onong Ucahana Efendy, suatu disiplin ilmu yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis,kritis, dan holistik tentang teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensinya.[2]

·         Richard Lanigan, Filsafat komunikasi adalah upaya menjawab pertanyaan : Apa yang aku ketahui, Bagaimana aku mengetahuinya, Apakah aku yakin, Apakah aku benar.

B.      Kajian Filsafat Komunikasi

Pada dasarnya filsafat komunikasi memberikan pengetahuan tentang kedudukan Ilmu Komunikasi dari perspektif epistemology, yaitu :

a)      Kajian Ontologis

Adalah pengkajian ilmu mengenai hakikat realitas dari obyek yang ditelaah dalam membuahkan ilmu pengetahuan (apa).

b)      Kajian Epistemologis

Adalah membahas cara untuk mendapatkan pengetahuan yang dalam kegiatan keilmuan disebut juga metode ilmiah (bagaimana).

c)       Kajian Aksiologi

Adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan yang diperoleh (untuk apa).

C.      Cabang Filsafat Dalam Komunikasi:

1.       Metafisika

Suatu usaha memperoleh yang benar tentang kenyataan-kenyataan itu luas, maka dibagi menjadi 3 yaitu; ontology (menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental), kosmologi (menyelidiki jenis tata tertib yang fundamental), dan anthropologis (menyelidiki hal yang berkaitan dengan manusiadan pentingnya bagi alam semesta).

2.       Methodologis

Metode filsafat yaitu tidak ada yang khas dan bebas cari keterangan.

3.       Epistemologis

Logika materiil dimana membahas isi pikiran manusia.

4.       Etika

Meliputi kesadaran moral dan kesadaran etis. Dimana kesadaran etis meliputi normatif kritik dan tanggapan.

5.       Logika

Berasal dari kata logos yaitu pikiran / pernyataan pikiran. Artinya suatu cara kerja apakah valid tidak valid, bentuk pikiran dan cara kerjanya.

6.       Estetika

Terdiri dari komsep penciptaan, pengharagaan, peranan sosial, sikap estetik, kenikmatan estetik, dan tanggapan estetik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.[3]

 

 



[1] Ridwan. Aang. Filsafat Komunikasi. 2013. Bandung: Pustaka Setia

[2] Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi, (Bandung : PT. Citra Aditya Bakti)

[3] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti.Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 214-218

Tugas Etika Filsafat Komunikasi_Tugas 4_Mia Kurnia Ningsih_KPI 5 E_1112051000156

Nama : Mia Kurnia Ningsih
Kelas : KPI 5 E
Nim :1112051000156
 
Pengertian filsafat komunikasi
            Onong U.Effendi dalam bukunya Ilmu, Teori dn filsafat komunikasi mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analistis, kristis, holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya.
            Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada 5 unsur komunikasi,ada komunikator, pesan, komunikan, media dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas kounkasi secara mendalam. Adabanyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan lima unsur tersebut misalnya berkaitan dengan tempat, waktu, ganngguan (noise) dan lain-lain.[1]
Joseph A. Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. Lingkunga komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi :
1.      Dimensi Fisik
2.      Dimnensi sosoal-psikologis
3.      Dimensi temporal (waktu)
Dimensi  fisik artinya lingkungan nyata atau berwujud, dimensi fisik ini berkaitan dengan tempat, dimana komunikasi berlangsung. Apapun bentuk tempat tersebut, pastilah mempunyai pengaruh tertentu atas  kandungan pesan kita.(apa yang kita sampaikan) selain juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikan),
Dimensi sosial-psikologis artinya lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dan komunikan. Dimensi sosial-psikologis berkaitandengan suasana dimana komunikasi berlangsung. Suasana baik pada diri komunikator maupun komunikasn akan berpengaruh terhadap pesan yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikanya.
Dimensi temporal (waktu) mencakup waktu dalam sehari maupun dalam hitungan sejarah dimana komunikasi itu berlangsung, dimensi temporal ini jelas berkaitan dengan waktu.
Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengkomunikasikan hasil berfikirnya kepada orang lain. Kegiatan berfikir ini secara sistematisdan terartur tidak dapat dilakukan apabila manusia tidak mempunya kemampuan berbahasa. Bahasa memungkinkan manusia untuk berfikir secara abstrak dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berfikir mengenai suatu objek tersebut secara faktual tidak berada do tempat dimana kegiatan berfikir itu dilakukan.
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan ada manusia lain menuju kemengertian yang sama.[2]
Komunikasi adalah proses penyampaian pernyataan antar manusia. Dari manusia kepada manusia bahwa manusia dalam komunikasi itu penting . dalam komunikasi paling sedikit harus ada tiga unsur, yakni komunikator, pesan dan pernyataan, dan komunikan. Dua dari tiga komponen itu, yakni komunikator dan komunikan adalah manusia dengan segala kompleksitas kejiwaannya.
Ada beberapa aliran atau faham mengenai manusia itu
-          Faham materialisme
-          Faham idealisme
-          Faham eksistensialisme
 
Faham Matrealisme
            Faham matrealisme berpemandangan bahwa manusia pada prinsipnya hanyalah materi, atau benda: lain tidak memang manusia ada kelebihannya dibanding dengan benda lainnya.
Faham Idealisme
            Faham idealisme adalah aliran yang bertentengan secara ekstrim dengan faham materialisme.
Idealisme berasal dari perkataan eidos, yang berarti pikiran manusia adalah manusia, karena ia berfikir, karena ia mempunyai idea, karena ia sedar akan dirinya. Manusia mungkin saja belum pernah melihat sesuatu hal seperti kapal selam, namun ia mengerti kapal selam.
Faham Eksistensialisme
            Aliran eksistensialisme menentang kedua aliran terdahulu menurut kata asalnya
-          Eks berarti keluar
-          Sistensia berarti berdiri
-          Eksistensi berarti : berdiri sebagai diri sendiri dengan keluhan diri sendir yang dimaksud ialah cara manusia berada di dunia, dan cara ini adalah khusus untuk manusia.


[1] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti.Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 214
[2] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti.Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 218

Achmad Faizal Riwanto/ 1112051000155/ KPI 5E/ Etika Filsafat Komunikasi

Nama   : Achmad Faizal Riwanto
NIM    : 1112051000155
Kelas   : KPI 5E
 
Definisi dan Pengertian Filsafat Komunikasi
Filsafat komunikasi, apakah itu? Sebelum kita tahu apa itu filsafat komunikasi, maka kita harus mengetahui pengertian dari filsafat dan komunikasi. Secara epistimologi filsafat terdiri dari dua kata yaitu Philein: mencintai; sophos: kearifan/kebijaksanaan. Jadi filsafat adalah usaha untuk mencintai kearifan. Komunikasi Secara terminologis, para ahli telah mendefinikan komunikasi dalam berbagai prespektif. Dalam prespektif filsafat, komunikasi dimaknai untuk mempersoalkan apakah hakikat komunikator/komunikan, dan bagaimana ia menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas lain di alam semesta (Rakhmat, 1997: 8).
Menurut Onong U. Effendi dalam bukunya Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analistis, kritis dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, teknik dan perannya.
Mengacu pada paradigma Laswell dengan lima unsur komunikasi, ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan tempat, waktu, gangguan (noise), dan lain sebagainya.
Joseph A. Devito dalam bukunya, Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi:
1.      Dimensi Fisik
Artinya lingkungan nyata atau berwujud (tangible). Dimensi fisik ini berkaitan dengan tempat, dimana komunikasi berlangsung. Apapun bentuk tempat tersebut pastilah mempunyai pengaruh tertentu atas kandungan pesan kita (apa yang kita sampaikan), selain juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikan).
Contoh: dalam ruangan baik ruang rapat, ruang sekolah (kelas), ruang keluarga atau di luar lingkungan baik di taman, di jalan dan sebagainya.
 
2.      Dimensi sosial-psikologis
Artinya lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dan komunikan. Dimensi ini berkaitan dengan suasana dimana komunikasi berlangsung. Suasana baik pada diri komunikator maupun komunikan akan berpengaruh terhadap pesan yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya.
Contoh: pagi hari, siang hari, malam hari, abad pertengahan, masa pencerahan, abad modern, masa kini dan sebagainya.
 
3.      Dimensi temporal
Dimensi ini mencakup waktu dalam sehari maupun dalam hitungan sejarah dimana komunikasi berlangsung. Sebagian orang menggunakan waktu di pagi hari sebelum berangkat kerja untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Demikian pula waktu dalam hitungan sejarah tidak kalah pentingnya, karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan bergantung sepenuhnya atau sebagian pada waktu pesan terseut dikomunikasikan. Yang lebih penting adalah bagaimana suatu pesan tertentu disesuaikan dengan rangkaian temporal peristiwa komunikasi.
Ketiga dimensi lingkungan komunikasi  di atas akan selalu berinteraksi, masing-masing dimensi akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh yang lain. Hal lain dalam proses komunikasi yang perlu mendapat pehatian adalah unsur gangguan (noise), yaitu gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Dalam suatu kominkasi ada gangguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada suara dari selain komunikator), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala komunikator-komunikan) serta gangguan semantik (salah mengartikan makna). (Devito, 1997:29).
Oleh karena itu, seorang komunikator harus memperhatikan pesan apa yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya kepada komunikan agar terjadi komunikasi yang efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fisafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama

Tugas 4_Milki Amirus Sholeh_1112051000138_KPI 5E

A. Filsafat Komuniaksi

Menurut Prof. Onong Uchajana Effendi ( 2003: 321), filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (vestehen,Germany) secara lebih mendalam, fundamental, metologis, sitematis, analitis, kritis, dan komprehensif teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode-metodenya.
Bidang komunikasi, meliputi komuniaksi sosial, organisasional, bosnis politik, internasional, komunikasi antar budaya, pembangunan, tradisional, dan lain-lain.

Pemikiran Richard L. Lanigan

Richard L. Lanigan secara khusus membahas analisis filosofis atau proses komunikasi. Dalam ilmu komunikasi biasanya meletakan beberapa titik refleksinya pada pertanyaan-pertanyaan,yaitu:

• Apa yang aku ketahui ? ( masalah ontologi atau metafisika )
• Bagaimana aku mengetahuinya ? ( masalah epistemologi )
• Apakah aku yakin ? ( masalah aksiologi )
• Apakah aku benar ? ( masalah logika )

Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada komunikator, pesan, komunikan, media, dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan temoat, waktu, gangguan dan sebagainya.

Pemaknaan terhadap bahasa yang sama akan mengakibatkan komunikasi yang efektif sehingga apa yang menjadi tujuan komunikasi dapat tercapai. Melihat rumitnya proses komunikasi dan banyaknya yang unsur dalam komunikasi apabila didalami secara filosofis akan mengangkat esensi dari komunikasi itu sendiri. Hal yang paling mendasar dari proses komunikasi adalah adanya statement atau pernyataan dari hasil pikiran seseorang.

Menurut Astrid S.Susanto, komunikasi dalam masyarakat ideal harmonis dan adil tercapai apabila:
1. Pendapat-pendapat dan norma-norma dalam masyarakat diarahkan kepada harmonisasi
2. Sifat-sifat khas dari materi publistik/komunikasi dipergunakan sesuai dan demi perwujudan ataupun peningkatan harmoni dalam masyarakat.
3. Apabila dalam proses komunikasi terjadi pula komunikasi yang harmonis, yaitu apabila antara komunikator dan komunikan terdapat pengertian, saling mempengaruhi dalam rangka perwujudan suatu masyarakat harmonis. Dengan kata lain, publisistik terutama menyelidiki bagaimana dan faktor-faktor apa dalam masyarakat yang harus diperhatikan oleh komunikator maupun komunikan dalam mempergunakan komunikasi, agar supaya harmoni tidak terganggu ataupun sebaliknya agar ideal dapat didekati.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.

Tugas_4_Milki Amirus Sholeh

A. Filsafat Komuniaksi

Menurut Prof. Onong Uchajana Effendi ( 2003: 321), filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (vestehen,Germany) secara lebih mendalam, fundamental, metologis, sitematis, analitis, kritis, dan komprehensif teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode-metodenya.
Bidang komunikasi, meliputi komuniaksi sosial, organisasional, bosnis politik, internasional, komunikasi antar budaya, pembangunan, tradisional, dan lain-lain.

Pemikiran Richard L. Lanigan

Richard L. Lanigan secara khusus membahas analisis filosofis atau proses komunikasi. Dalam ilmu komunikasi biasanya meletakan beberapa titik refleksinya pada pertanyaan-pertanyaan,yaitu:

• Apa yang aku ketahui ? ( masalah ontologi atau metafisika )
• Bagaimana aku mengetahuinya ? ( masalah epistemologi )
• Apakah aku yakin ? ( masalah aksiologi )
• Apakah aku benar ? ( masalah logika )

Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada komunikator, pesan, komunikan, media, dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan temoat, waktu, gangguan dan sebagainya.

Pemaknaan terhadap bahasa yang sama akan mengakibatkan komunikasi yang efektif sehingga apa yang menjadi tujuan komunikasi dapat tercapai. Melihat rumitnya proses komunikasi dan banyaknya yang unsur dalam komunikasi apabila didalami secara filosofis akan mengangkat esensi dari komunikasi itu sendiri. Hal yang paling mendasar dari proses komunikasi adalah adanya statement atau pernyataan dari hasil pikiran seseorang.

Menurut Astrid S.Susanto, komunikasi dalam masyarakat ideal harmonis dan adil tercapai apabila:
1. Pendapat-pendapat dan norma-norma dalam masyarakat diarahkan kepada harmonisasi
2. Sifat-sifat khas dari materi publistik/komunikasi dipergunakan sesuai dan demi perwujudan ataupun peningkatan harmoni dalam masyarakat.
3. Apabila dalam proses komunikasi terjadi pula komunikasi yang harmonis, yaitu apabila antara komunikator dan komunikan terdapat pengertian, saling mempengaruhi dalam rangka perwujudan suatu masyarakat harmonis. Dengan kata lain, publisistik terutama menyelidiki bagaimana dan faktor-faktor apa dalam masyarakat yang harus diperhatikan oleh komunikator maupun komunikan dalam mempergunakan komunikasi, agar supaya harmoni tidak terganggu ataupun sebaliknya agar ideal dapat didekati.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.

Tugas Etika dan Filsafat Komunikasi ke 4

Nama : Nenden Nelawati

NIM  : 1112051000135

Kelas : KPI 5 E


Filsafat Komunikasi
Onong U. Effeandi dalam bukunya Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, krisis dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, tekniknya, dan metodenya.
Jisep A. Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi :
1.      Dimensi Fisik. Dimensi fisik artinya lingkungan nyata atau berwujud (tangible). Dimensi fisik ini berkaitan dengan tempat, apapun bentuk tempat tersebut pasti ada pengaruh tertentu atas kandungan pesan.
 
Contoh : Dalam ruangan (bangsal) baik ruang rapat, ruang sekolah (kelas), ruang keluarga, atau diluar ruangan baik ditaman, dijalan dan sebagainya.
 
2.      Dimensi Sosial-Psikologis. Dimensi ini artinya lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dan komunikan. Dimensi ini berkaitan dengan suasana komunikasi berlangsung. Suasana pada diri komunikator maupun komunikan, akan berpengaruh terhadap pesan yang akan disampaikan. Suasana formalitas maupun informalitas.
 
Contoh : Status pendidikan, status ekonomi, norma agama, norma budaya, rasa persahabatan, rasa permusuhan, rasa gembira, rasa duka dan sebagainya. 
 
3.      Dimensi Temporal (waktu). Dimensi ini mencakup waktu dalam sehari maupun dalam hitungan sejarah dimana komunikasi berlangsung.
 
Contoh : pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, abad sebelum masehi, abad pertengahan,  masa pencerahan (renaissance), abad modern, masa kini dan sebagainya.
 
Sebagian orang menggunakan waktu pagi hari sebelum berangkat kerja untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Sebagian orang laing menngunakan waktu sore hari atau malam hari setelah selesai tuvas-tugas kantor untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Demikian pula waktu dalam hitungan sejarah tidak kalah pentingnya, karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan bergantung sepenuhnya atau sebagian pada waktu pesan tersebut dikomunikasikan.
Dalam suatu sistem komunikasi ada gangguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. Gannguan ini dapat berupa fisik (ada suara dari selain komunikator), psikologis (pemikiran yang sudah ada dikepala komunikator-komunikan), serta gangguan semantik (salah mengartikan makna). (Devito, 1997:29).
Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengkomunikasikan hasil berpikirnya kepada orang lain. Kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak dapat dilakukan apabila manusia tidak mempunyai kemampuan berbahasa. Bahasa memungkinkan manusia berpikir secara abstrak dimana objek-objek yang faktual ditranformasikan menjadi symbol-simbol bahsa yang bersifat abstrak. Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai sesuatu objek tertentu meskipun objek tersebut secara faktual tidak berada ditempat dimana kegiatan berpikir itu dilakukan. Pemikiran terhadap bahsa yang sama akan mengakibatkan komunikasi yang efektif sehingga apa yang menjadi tujuan komunikasi dapat tercapai.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.[1]
 


[1] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti. Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 214-218

Cari Blog Ini