Minggu, 19 Oktober 2014

TUGAS 4_NURUL LATIFAH_KPI 5D

NURUL LATIFAH_1112051000118_KPI 5D
APAKAH ITU FILSAFAT KOMUNIKASI?
Suatu disiplin ilmu yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis,kritis, dan holistik tentang teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensinya (Onong U.Effendy)
  • Ilmu komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain (Hoeta Soehoet)
  • Menurut Richard Lanigan, Filsafat komunikasi adalah upaya menjawab pertanyaan: a. Apa yang aku ketahui ?, b.  Bagaimana aku mengetahuinya ?, c. Apakah aku yakin ? dan d.  Apakah aku benar ?
Cabang-cabang Filsafat
1.  Metafisika
Suatu studi tentang sifat dan fungsi teori tentang realita. Dalam hubungannya teori dan proses komunikasi metafisika berkaitan dengan : Sifat manusia dan hubungannya secara kontekstual dan individual dengan realita dan Sifat dan fakta bagi tujuan, perilaku, penyebab dan aturan Problema Pilihan.
2.  Epistemologi
Merupakan suatu cara untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, dalam hal ini teori komunikasi disusun dari bahan yang diperoleh yang dalam prosesnya menggunakan metode ilmiah. Yakni berdasarkan : Kerangka Pemikiran yang logis, Penjabaran Hipotesis dan Menguji Kebenaran Hipotesis
3.  Aksiologi
  • Dalam hubungannya dengan filsafat komunikasi, aksiologi merupakan studi etika dan estetika mengenai bagaimana cara mengekspresikannya.
  • Hal ini penting bagi seorang komunikator dalam kaitannya dengan proses komunikasi ketika ia mengemas pikirannya sebagai isi pesan yang ingin disampaikannya dengan menggunakan bahasa atau lambang, terlebih dahulu melakukan pertimbangan nilai, apa yang perlu disampaikan dan apa yang tidak perlu disampaikan.
4.   Logika
Logika teramat penting dalam komunikasi karena suatu pemikiran harus dikomunikasikan kepada orang lain, dan yang dikomunikasikan harus merupakan putusan sebagai hasil dari proses berpikir logis
   Tahapan Penyelidikan Ilmu Komunikasi
  •   Dalam pandangan Stephen Littlejohn, filsafat komunikasi merupakan metateori.
  •   Meta berarti: Di luar pengertian dan pengalaman manusia.
  •   Teori : seperangkat dalil / prinsip umum yang kait mengait (hipotesis yang di uji berulangkali) mengenai aspek – aspek suatu realitas.
  1. Tahap metateori
Tahap ini bersifat melakukan penyelidikan  yang melebihi isi khusus dari teori tertentu. Penyelidikan di mulai dari bagaimana pengetahuan disusun: Apa yang akan diamati , Bagaimana pengamatan dilakukan, Bentuk teori yang bagaimana yang diambil
  1. Tahap Hipotetikal
Pada teori komunikasi terdapat gambaran realitas dan pembinaan kerangka kerja pengetahuan. Pertanyaan dalam tahap ini adalah bagaimana metode dan prosedur dalam mengkaji dugaan sementara
  1. Tahap Deskriptif
Timbul pernyataan – pernyataan aktual mengenai kegiatan dan penemuan – penemuan terkait. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah menyangkut bagaimana teknik dalam melakukan pengujian hipotesis sebagai penilaian yang objektif .
 
Asumsi – asumsi Epistimologikal
  • Rasionalisme : Pengetahuan timbul dari kekuatan pikiran manusia
  • Empirisme : Pengetahuan muncul dalam persepsi yang berarti melihat apa yang terjadi
  • Konstruktivisme : Pengetahuan diciptakan seseorang agar berfungsi bagi hidupnya
  • Konstruktivisme Sosial : Pengetahuan merupakan produk dari interaksi simbolik (kehidupan kelompok / budaya)
 Komunikasi sebagai Sebuah Ilmu
Syarat-syarat Ilmu:
  1. Suatu ilmu harus mempunyai objek kajian.
  2. Objek kajiannya terdiri dari satu golongan masalah yang sama tabiatnya baik dilihat dari dalam maupun dari luar.
  3. Keterangan mengenai objek kajian tersebut dapat disusun dalam rangkaian hubungan sebab akibat.
  • Objek kajian Ilmu Komunikasi adalah "usaha manusia dalam menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain.
  • Objek kajian ilmu komunikasi terdiri dari satu golongan masalah, yaitu bagaimana usaha manusia menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain, bukan usaha manusia mencari nafkah, bukan usaha manusia mencari keadilan, dan lain-lain.
  • Ilmu komunikasi jg mempunyai satu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun menurut kedudukannya tampak dari luar  maupun menurut bangunnya baik dilihat dari dalam, yaitu:
1.  Usaha manusia untuk menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain bukan usaha binatang, bukan usaha angin, bukan usaha pohon beringin, tetapi usaha manusia yang dapat menggunakan akal budinya, bukan usaha manusia yang tidak dapat menggunakan akal budinya.
  2. Usaha manusia dalam menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain bukan usaha manusia dalam menyampaikan isi pesannya kepada Tuhan.
 
DAFTAR PUSTAKA:
Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti. Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007)

Etika & Filsafat Komunikasi_Mohammad.Miqdad_1112051000075_KPI 5C

NAMA            : MOHAMMAD MIQDAD

NIM/KELAS  : 1112051000075 / KPI 5C


FILSAFAT KOMUNIKASI

Definisi komunikasi menurut harold Laswell bahwa "komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan "siapa", "mengatakan apa", "dengan saluran apa", "kepada siapa" dan dengan akibat atau hasil apa" (Who? Says what? In which channel?to whom? Whit what effect?).     

Sedangkan, definisi Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnyaa, sifatnya, tatananya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya (O.Uchajana: 2003).

Filsafat komunikasi menurut Richard Lanigan :

Menurutnya, filsafat sebagai disiplin biasanya dikatagerikan menjadi sub-bidang utama menurut jenis justifikasinya yang dapat diakomodasikan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan pokok:

·         Apa yang aku ketahui? (what do i know?)

·         Bagaimana aku mengetahuinya? (how do i know it?)

·         Apakah aku yakin? (Am I sure?)

·         Apakah aku benar? (Am i right?)

Dari pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dilakukan penyelidikan yang sistematis, terhadap metafisika, epistimologi, aksiologi, dan logika.

Metafisika

Menurutnya, metafisika adalah suatu studi tentang sifat dan fungsi teori tentang realita. Dalam hubungannya dengan teori komunikasi metafisika berkaitan dengan: sifat manusia dan hubungannya secara konstektual dan individual dengan realita dalam alam semesta; sifat dan fakta bagi tujuan, peilaku, penyebab, dan aturan; dan problema pilihan.

 

Epistimologi

Epistimologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia. Pada dasarnya epistimologi adalah cara bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang diperoleh yang dalam prosesnya menggunakan metode ilmiah.

Aksiologi

Aksiologi adalah asas mengenai cara bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan yang secara epistimologis diperoleh. Dalam hubungannya dengan filsafat komunikasi, richard lanigan mengatakan bahwa aksiologi, kategori keempat dari filsafat merupakan studi etika dan estetika. Ini berarti, aksiologi adalah suatu kajian tehadap apa itu nilai-nilai manusiawi dan bagaimana cara melembagakannya atau mengepresikannya.

Logika

Logika berkaitan dengan telaah terhadap asas-asas dan metode penalaran secara benar. Logika memiliki peranan yang sangat penting dalam komunikasi, karena suatu pemikiran harus dikomunikasikan kepada orang lain, dan yang dikomunikasikan itu harus merupakan putusan sebagai hasil dari proses berpikir, yang dalam hal ini berfikir logis. 

Tugas 6_Syifa Fauziah Syukur_KPI 5D

Filsafat Komunikasi

Definisi filsafat dari beberapa pakar:

1. Plato (427-384 SM), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.

2. Aristoteles (382-322 SM), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung didalam ilmu-ilmu (metafisika, logika, etika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika).

3. Al Farabi (870-950 M), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekatnya yang sebenar-benarnya. Maujud=kongkrit.

4. Rene Descrates (1590-1650 M), filsafat adalah segala pengetahuan dimana Tuhan, alam , dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

5. Immanuel Kant (1724-1804 M), filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala ilmu pengetahuan yang tercakup didalam 4 persoalan :

• Apakah yang dapat diketahui (jawaban=metafisika)

• Apakah yang seharusnya kita ketahui (jawaban=etika)

• Apakah/sampai dimanakah harapan kita (jawaban=agama)

• Apakah yang dinamakan manusia (jawaban=antropologi)[1]

Menurut I. R. Poedjewijatna filsafat adalah ilmu yang mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Sedangkan filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, sistematis, analisis, krisis, dan holistic teori serta proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatananya, tujuanya, fungsinya, dan tekniknya serta metodenya.

 

Cabang Filsafat dalam Komunikasi

1.      Metafisika

Suatu usaha memperoleh yang benar tentang kenyataan-kenyataan itu luas, maka dibagi menjadi 3 yaitu; ontology (menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental), kosmologi (menyelidiki jenis tata tertib yang fundamental), dan anthropologis (menyelidiki hal yang berkaitan dengan manusiadan pentingnya bagi alam semesta).

2.      Metodologis

Metode filsafat yaitu tidak ada yang khas dan bebas cari keterangan.

3.      Epistemologis

Logika materiil dimana membahas isi pikiran manusia.

4.      Etika

Meliputi kesadaran moral dan kesadaran etis. Dimana kesadaran etis meliputi normatif kritik dan tanggapan.

5.      Logika

Berasal dari kata logos yaitu pikiran / pernyataan pikiran. Artinya suatu cara kerja apakah valid tidak valid, bentuk pikiran dan cara kerjanya.

6.      Estetika

Terdiri dari komsep penciptaan, pengharagaan, peranan sosial, sikap estetik, kenikmatan estetik, dan tanggapan estetik.[2]

 



[1] Nurani Soyomukti, Pengantar Filsafat Umum, (Yogyakarta, Ar-Ruzz Media), 2011, hlm. 102.

[2] Sumarno dkk, Filsafat dan Etika Komunkasi, (Jakarta: Universitas Terbuka), 2003.

 

Tugas ke 4 Filsafat Komunikasi _ Syifa Fauziah Kpi 5C.

Nama        : Syifa Fauziah
Nim           : 1112051000081
Kelas        : KPI 5C



HAKIKAT FILSAFAT KOMUNIKASI

Menurut Prof. Onong Uchjana Efendy, M.A. dalam bukunya ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik dan perannya secara fundamental, metodologis, sistematis, analisis, kritis dan holistis.
Jadi filsafat komunikasi merupakan suatu disiplin ilmu yang menerapkan pemahaman secara mendalam (versteben) mengenai teori dan proses komunikasi. Selanjutnya, Department of Communication University of Hawai menyatakan bahwa Communication as a Social Science mencakup tiga kriteria bidang komunikasi sebagai suatu ilmu sosial, sebagai berikut:
                     1.      Bidang studi komunikasi yang berdasarkan teori
                     2.      Bidang studi komunikasi berlandaskan kuantitatif atau analisis empiris
                     3.      Bidang studi komunikasi mempunyai tradisi yang sudah diakui.
Hal tersebut diatas menunjukan bahwa Komunikasi adalah ilmu. Ilmu komunikasi termaksud kedalam ilmu sosial yang meliputi komunikasi intrapesona, komunikasi antarpesona, komunikasi kelompok, komunikasi media dan sebagainya.
Filsafat komunikasi lebih banyak membahas komunikasi manusia (Human Communication), komunikasi antar manusia dengan manusia dan tidak membahas komunikasi antara manusia dengan Tuhannya (Trancedental Communication). Peliknya komunikasi antar manusia yang berkaitan dengan aspek-aspek sosiologis, hukum dan politik tersebut berlangsung secara horizontal atau vertical dan harus berlandaskan moral, etika, kode etik, perilaku, dan nilai-nilai serta logika. Dengan demikian tercipta komunikasi yang efektif, saling menghormati dan saling memahami, segaligus mampu menjabatani perbedaan, status sosial-ekonomi, tingkat pendidikan, keagamaan, kebangsaan, suku, ras, atau etnis.
Menurut pakar komunikasi cukup rumit komunikasi antar manusia karena secara "teologis", atau komunikasi yang mengandung tujuan bagaimana (how) pesan atau lambang disampaikan memiliki kemampuan untuk mengubah sikap, opini, perilaku, kepercayaan dan keagamaan. Oleh karena itu, untuk memahami proses komunikasi secara mendalam kita perlu memahami manusianya, ujar Prof. Onong Uchjana Efendy.
Prof. Dr. N. Drijarkara S.J., pakarfilsafat kenamaan dalam bukunya "Percikan Filsafat" mengupas tentang manusia sebagai pelaku komunikasi. Didalam filsafat terdapat aliran atau faham mengenai manusia tersebut, yaitu:
                 1.      Paham Materialisme.
                 Paham ini berpandangan bahwa manusia pada prinsipnya hanya materi atau benda belaka,
                tetapi manusia memiliki kemampuan dan kelebihan menggunakan akalnya jika dibandingkan dengan
                makhluk lainnya.
                 2.      Paham Idealisme
                 Paham ini merupakan aliran yang bertentangan dengan materialisme. Jadi manusia adalah makhluk
                 yang berpikir dia mempunyai ide gagasan sehingga dia sadar akan dirinya.
                3.      Paham Eksistensialisme
                Paham ini menentang kedua aliran sebelumnya, jadi paham ini adalah berdiri dengan diri sendiri dan
               keluar dengan diri sendiri. Artinya manusia berada di Dunia dan cara ini untuk manusia , bukan untuk
               lain benda.
 

Tugas Etika dan Filsafat IV

Nama                           : Rifqi Masruri

NIM                            : 1112051000095

Jurusan/Semester         : KPI/5 (C)

Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, sistematis, analisis, krisis, dan holistic teori serta proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatananya, tujuanya, fungsinya, dan tekniknya serta metodenya.

Filsafat komunikasi adalah disiplin ilmu yang menelaah pemahaman secara fundamentalmetodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis mengenai teori dari proseskomunikasi yang meliputi berbagai dimensi dan berdasarkan bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik, dan metode komunikasi.[1]

A.      Filsafat Komunikasi menurut para ahli

·         Onong Ucahana Efendy, suatu disiplin ilmu yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis,kritis, dan holistik tentang teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensinya.[2]

·         Richard Lanigan, Filsafat komunikasi adalah upaya menjawab pertanyaan : Apa yang aku ketahui, Bagaimana aku mengetahuinya, Apakah aku yakin, Apakah aku benar.

B.      Kajian Filsafat Komunikasi

Pada dasarnya filsafat komunikasi memberikan pengetahuan tentang kedudukan Ilmu Komunikasi dari perspektif epistemology, yaitu :

a)      Kajian Ontologis

Adalah pengkajian ilmu mengenai hakikat realitas dari obyek yang ditelaah dalam membuahkan ilmu pengetahuan (apa).

b)      Kajian Epistemologis

Adalah membahas cara untuk mendapatkan pengetahuan yang dalam kegiatan keilmuan disebut juga metode ilmiah (bagaimana).

c)       Kajian Aksiologi

Adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan yang diperoleh (untuk apa).

C.      Cabang Filsafat Dalam Komunikasi:

1.       Metafisika

Suatu usaha memperoleh yang benar tentang kenyataan-kenyataan itu luas, maka dibagi menjadi 3 yaitu; ontology (menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental), kosmologi (menyelidiki jenis tata tertib yang fundamental), dan anthropologis (menyelidiki hal yang berkaitan dengan manusiadan pentingnya bagi alam semesta).

2.       Methodologis

Metode filsafat yaitu tidak ada yang khas dan bebas cari keterangan.

3.       Epistemologis

Logika materiil dimana membahas isi pikiran manusia.

4.       Etika

Meliputi kesadaran moral dan kesadaran etis. Dimana kesadaran etis meliputi normatif kritik dan tanggapan.

5.       Logika

Berasal dari kata logos yaitu pikiran / pernyataan pikiran. Artinya suatu cara kerja apakah valid tidak valid, bentuk pikiran dan cara kerjanya.

6.       Estetika

Terdiri dari komsep penciptaan, pengharagaan, peranan sosial, sikap estetik, kenikmatan estetik, dan tanggapan estetik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.[3]

 

 



[1] Ridwan. Aang. Filsafat Komunikasi. 2013. Bandung: Pustaka Setia

[2] Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi, (Bandung : PT. Citra Aditya Bakti)

[3] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti.Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 214-218

Tugas Etika Filsafat Komunikasi_Tugas 4_Mia Kurnia Ningsih_KPI 5 E_1112051000156

Nama : Mia Kurnia Ningsih
Kelas : KPI 5 E
Nim :1112051000156
 
Pengertian filsafat komunikasi
            Onong U.Effendi dalam bukunya Ilmu, Teori dn filsafat komunikasi mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analistis, kristis, holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya.
            Mengacu pada paradigma Laswell dengan 5 unsur komunikasi, ada 5 unsur komunikasi,ada komunikator, pesan, komunikan, media dan efek tentunya tidaklah cukup untuk mengupas kounkasi secara mendalam. Adabanyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan lima unsur tersebut misalnya berkaitan dengan tempat, waktu, ganngguan (noise) dan lain-lain.[1]
Joseph A. Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. Lingkunga komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi :
1.      Dimensi Fisik
2.      Dimnensi sosoal-psikologis
3.      Dimensi temporal (waktu)
Dimensi  fisik artinya lingkungan nyata atau berwujud, dimensi fisik ini berkaitan dengan tempat, dimana komunikasi berlangsung. Apapun bentuk tempat tersebut, pastilah mempunyai pengaruh tertentu atas  kandungan pesan kita.(apa yang kita sampaikan) selain juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikan),
Dimensi sosial-psikologis artinya lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dan komunikan. Dimensi sosial-psikologis berkaitandengan suasana dimana komunikasi berlangsung. Suasana baik pada diri komunikator maupun komunikasn akan berpengaruh terhadap pesan yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikanya.
Dimensi temporal (waktu) mencakup waktu dalam sehari maupun dalam hitungan sejarah dimana komunikasi itu berlangsung, dimensi temporal ini jelas berkaitan dengan waktu.
Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengkomunikasikan hasil berfikirnya kepada orang lain. Kegiatan berfikir ini secara sistematisdan terartur tidak dapat dilakukan apabila manusia tidak mempunya kemampuan berbahasa. Bahasa memungkinkan manusia untuk berfikir secara abstrak dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berfikir mengenai suatu objek tersebut secara faktual tidak berada do tempat dimana kegiatan berfikir itu dilakukan.
            Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan ada manusia lain menuju kemengertian yang sama.[2]
Komunikasi adalah proses penyampaian pernyataan antar manusia. Dari manusia kepada manusia bahwa manusia dalam komunikasi itu penting . dalam komunikasi paling sedikit harus ada tiga unsur, yakni komunikator, pesan dan pernyataan, dan komunikan. Dua dari tiga komponen itu, yakni komunikator dan komunikan adalah manusia dengan segala kompleksitas kejiwaannya.
Ada beberapa aliran atau faham mengenai manusia itu
-          Faham materialisme
-          Faham idealisme
-          Faham eksistensialisme
 
Faham Matrealisme
            Faham matrealisme berpemandangan bahwa manusia pada prinsipnya hanyalah materi, atau benda: lain tidak memang manusia ada kelebihannya dibanding dengan benda lainnya.
Faham Idealisme
            Faham idealisme adalah aliran yang bertentengan secara ekstrim dengan faham materialisme.
Idealisme berasal dari perkataan eidos, yang berarti pikiran manusia adalah manusia, karena ia berfikir, karena ia mempunyai idea, karena ia sedar akan dirinya. Manusia mungkin saja belum pernah melihat sesuatu hal seperti kapal selam, namun ia mengerti kapal selam.
Faham Eksistensialisme
            Aliran eksistensialisme menentang kedua aliran terdahulu menurut kata asalnya
-          Eks berarti keluar
-          Sistensia berarti berdiri
-          Eksistensi berarti : berdiri sebagai diri sendiri dengan keluhan diri sendir yang dimaksud ialah cara manusia berada di dunia, dan cara ini adalah khusus untuk manusia.


[1] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti.Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 214
[2] Sumarno AP, Kisyanti EL Karimah, Ninis Agustini Damayanti.Filsafat  dan etika Komunikasi. Universitas Terbuka. (Jakarta:2007).hal : 218

Cari Blog Ini