Selasa, 21 April 2015

Tugas Gathering Data_Nely_dan_Sifa_BPI 6

Nama : 1. Nely Lailatul Maghfiroh              (1112052000013)
            2. Sifa Fauziah                                  (1112052000025)
Prodi : Bimbingan dan Penyuluhan Islam    (BPI) 6
Tema : Kebutuhan anak kost (pengeluaran biaya hidup mahasiswa kost)
TUGAS GATHERING DATA
Laporan Hasil Wawancara. Tema " MAHASISWA YANG TINGGAL DI KOST"
 
Pada tugas wawancara ini yang menjadi narasumber kami adalah mahasiswa yang tinggal di kost sebanyak empat orang. Adapun mekanismenya, yang pertama kami menjelaskan maksud dari wawancara yang akan kami lakukan, kemudian kami membagikan kertas kepada mereka untuk menulis kebutuhan pokok mereka. Setelah itu, kami mengumpulkan kertas tersebut untuk melihat kebutuhan umum dan pokok yang paling dibutuhkan oleh narasumber.
Setelah kami mengetahui mana kebutuhan yang paling pokok, kemudian kami melakukan wawancara yang lebih mendalam kepada mereka untuk mengetahui secara rinci kebutuhan mereka beserta uang yang mereka butuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pemasukan dana yang mereka dapatkan mencukupi ataukah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Gambaran kebutuhan pokok narasumber dari kebutuhan yang paling mendasar
Jadikan gambar sebaris

dari gambar tersebut, terlihat bahwa kebutuhan yang paling pokok adalah pengeluaran untuk uang makan. Untuk kebutuhan yang kedua adalah sewa kost. Diikuti kebutuhan selanjutnya, yaitu untuk pembelian pulsa, tugas kuliah, make up, shopping, dan untuk hiburan. Kami mendapatkan data ini berdasarkan wawancara kepada keempat narasumber kami. Pengeluaran untuk uang makan adalah yang paling pokok, mengkonsumsi makanan untuk kelangsungan hidup. Sewa kost menjadi kebutuhan pengeluaran dana yang ketiga karena terkadang biaya kost bisa ditunda untuk beberapa hari. Selanjutnya disusul dengan kebutuhan untuk tugas kuliah seperti biaya print, fotocopy makalah, baiya pembelian buku. Kebutuhan selanjutnya adalah untuk make up, seperti bedak, pelembab, lipstik, dan alat make up lainnya. kebutuhan yang terletak di lingkaran nomor tujuh adalah shopping. Shopping diletakkan di lingkaran nomor tujuh karena shopping hanya sebagai kebutuhan pemuas. Hiburan menjadi kebutuhan yang terakhir, kerena hiburan hanya sebagai kebutuhan ketika narasumber yang kami wawancarai merea butuh suatu hiburan untuk menigkatkan semangat dan menghilangkan kemalasan.
        Setelah kami mendapatkan gambaran urutan kebutuhan pokok di atas, kami melanjutkan wawancara yang lebih mendalam untuk mengetahui secara rinci pengeluaran dana yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan pokok di atas.
Berikut ini tabel hasil wawancara pengeluaran dana dari empat narasumber:

pengeluaran
Cahaya
Lela
Dini
Isti
Harga
Harga
harga
harga
makan+jajan
 Rp        1.500.000
 Rp       900.000
 Rp     500.000
 Rp  600.000
sewa kost
 Rp            300.000
 Rp       300.000
 Rp     300.000
 Rp  300.000
pulsa
 Rp            150.000
 Rp       200.000
 Rp       10.000
 Rp    50.000
tugas kuliah
 Rp            200.000
 Rp       100.000
 Rp       50.000
 Rp    20.000
make up
 Rp            300.000
 Rp       120.000
 Rp     100.000
 Rp  100.000
shopping
 Rp            300.000
 Rp       200.000
 Rp     300.000
 Rp  200.000
hiburan
 Rp            125.000
 Rp       400.000
 Rp     500.000
 Rp  300.000
jumlah
 Rp        2.875.000
 Rp    2.220.000
 Rp  1.760.000
 Rp  970.000
 
Narasumber yang pertama bernama Cahaya. Pemasukan perbulan berasal dari orang tua sebesar Rp. 2000.000 ditambah dengan gaji mengajar yang setiap minggunya Rp. 200.000 yang jika dikalkulasikan perbulan sebesar Rp.800.000. Jadi, semua pemasukannya berjumlah Rp.3000.000. Sedangkan biaya pengeluaran Cahaya sebesar Rp.2.875.000. Artinya, pengeluaran lebih kecil dari pemasukan.
        Narasumber kedua, yaitu Lela. Pemasukan perbulan bersumber dari orang tua sebesar Rp.1000.000. Selebihnya, dia mendapatkan pemasukan dari beasiswa bidikmisi sebesar Rp.750.000. Jadi, jumlah pemasukan perbulannya sebesar Rp.1.750.000. Sedangkan biaya pengeluaran sebesar Rp. 2.220.000. Artinya, pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
Narasumber ketiga, yaitu Dini. Pemasukan perbulannya bersumber dari orang tuanya sebesar Rp. 1.500.000 dan dari hasil mengajarnya selama sebulan yaitu sebesar Rp.400.000. Dari data tabel ditemukan bahwa ternyata besar pemasukan dan pengeluaran lebih besar pemasukan sehingga ketika kami melakukan wawancara, kami menanyakan sisa pemasukan tersebut. Dan diperoleh informasi ternyata uang tersebut disisihkan untuk menabung.
        Narasumber keempat, yaitu Isti. Pemasukan perbulan bersumber dari orang tuanya sebesar Rp.1.000.000. Karena pemasukannya hanya sebesar itu, maka dia memutuskan untuk pandai-pandai mengatur keuangannya. Sehingga dia mempunyai sisa sebesar Rp.30.000 yang bisa dia sisihkan untuk menabung
Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa dari keempat narasumber yang kami wawancara, kami mengetauhi kebutuhan yang paling pokok dari empat narasumber kami adalah kebutuhan untuk makan dan kebutuhan yang paling terakhir adalah kebutuhan untuk hiburan. Selain itu juga, kami mendapat data berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga orang mahasiswa yang pengeluarannya lebih kecil daripada pemasukan. Dan satu orang yang mempunyai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Senin, 20 April 2015

Diqu Zarobi Alfadia_PMI 6_Ekologi Manusia


Tugas Ekologi Manusia
oleh:
Diqu Zarobi Alfadia (1112054000015)
TRAGEDI LONGSOR BANJARNEGARA, JAWA TENGAH
Banjarnegara adalah Kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan resiko tanah longsor cukup tinggi. Pada hari Kamis (11/12) dan Jumat (12/12) kemarin, setidaknya terjadi tanah longsor di 25 lokasi meski dalam skala kecil. Longsor di dusun Jemblung adalah yang terbesar.

LabibFaishalAriq_1112054000003_PMI6_EkologiManusia

Nama              : Labib Faishal Ariq ( 1112054000003 )
Jurusan          : PMI VI
Mata Kuliah  : Ekologi Manusia
Pencemaran Lingkungan yang Terjadi Akibat Tragedi Love Canal
            Pada tahun 1930an sebuah perusahaan bahan – bahan kimia bernama Hooker chemical  and plastic coorporation yang memproduksi bahan kimia di daerah tersebut membeli canal tersebut untuk membuang limbah yang mereka hasilkan sebagai hasil samping produksi parfum, pelarut, pewarna, dan lainnya. Izin didapatkan dari pemerintah dan Kanal Cinta tersebut berubah fungsi sebagai penimbunan limbah yang kemudian diketahui mengandung (sebagian besar) dioksin dan benzena, dua zat yang karsinogenik dan amat beracun bagi makhluk hidup. Dalam tempo lima tahun itu, kira-kira 22,000 ton sisa toksik dipercayai ditanam di situ. Hooker meninggalkan Love Canal yang pernah menjadi tapak melupuskan lebih 82 jenis sisa toksik yang mana 11 daripadanya adalah carcinogen yaitu sejenis bahan kimia yang mampu menghasilkan sel barah pada sistem tubuh manusia. Sekitar 21.000 ton limbahnya yang mengandung zat berbahaya bernama dioxin, yang bisa cukup untuk membunuh 700 juta manusia.
            Sampai pada tahun 1947 dapat dikatakan daerah tersebut menjadi ahan pengurungan beragam jenis limbah terutama dari industri, termasuk pula abu sisa pembakaran dari kota. Bahkan angkatan darat Amerika Serikat juga mengurung sejumlah besar residu senjata biologis walaupun secara resmi pihak pentagon menolak tuduhan tersebut.
            Limbah industri mempunyai andil yang cukup besar dalam pencemaran lingkungan, termasuk juga sisa bahan kimia yang sulit dimusnahkan seperti pestisida, sisa hasil tambang atau sampah radio aktif berkontribusi meracuni dan mencemari air bawah tanah.
Ø  Bom Waktu
Leukimia, epilepsi, keguguran, mutasi genetik adalah hal yang biasaditemui di Love Canal kemudian hari. Miris, sebuah kota dengan populasi yang terus meningkat harus menghadapi masa depan tersuram dalam sejarah kesehatan Amerika Serikat. Penelitian beberapa reporter yang dimulai pada 1976 memberikan fakta menakutkan tentang kualitas lingkungan yang amat buruk. Kucing bermata satu hingga bayi dengan sebaris gigi tambahan adalah fakta menakutkan yang membayangi semua orang di sekitar Love Canal.
 
Kucing bermata satu, ditemukan di sekitar Love Canal (source: fiendishcuriosities.com)http://htmlimg1.scribdassets.com/2omsptljsw2cvycj/images/3-344d8047c0.jpg
 
 
 
 
 
 
 
 
Pemerintah bergeming sesaat, kalap,menyangkal bahwa bencana tersebut datang dari limbah Hooker Chemical. Perusahaan tersebut kini masih ada dan hanya mengubah namanya menjadi Occidental Petroleum Corporation.Sementara itu, fakta lapangan terus berkata lain: 58% bayi mengalami kelainan saat dilahirkan, 33% tingkat kerusakan kromosom, dan angka-angka mengejutkan lain membuat pemerintah akhirnya menyegerakan evakuasi yang diutamakan untuk anak di bawah usia dua tahun serta ibu hamil. Kota tersebut perlahan mati, ditutup, dansebagian properti yang ada dihancurkan. Kitaran Love Canal kini hanyalah kota mati.
http://lingkungan.net/wp-content/uploads/2012/11/tragedy4_love-canal1.jpg
 
 
 
 
 
 

Seperti dilansir pada sebuah media yang ditulis Dr. Elizabeth Whelan, 'a public health time bomb' telah benar - benar meledak dan menimbulkan bencana yang mengerikan. Bencana kesehatan yang bermuara pada satu hal: musnahnya sebuah ekosistem kota. Kanal berbahaya tersebut saat ini telah dikubur dengan plastik tebal,tanah liat, dan pasir. Lahan tersebut disegel dan dibatasi oleh pagar kawat untuk keamanan lebih lanjut. Bencana Love Canal menjadi kisah pilu yang seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak; sebuah contoh nyata bahwa bumi memiliki kapasitas untuk menampung limbah yang dihasilkan manusia.
 

Sabtu, 18 April 2015

Ayu Triana_1112054000011_PMI6_Tugas Ekologi Manusia

Oleh : Ayu Triana

1112054000011

Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Mata Kuliah Ekologi Manusia

Tragedi Pencemaran Udara Akibat Pembakaran Hutan Gambut di Riau

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki hutan terluas kedua di dunia. Hutan merupakan produsen oksigen, sehingga Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia, karena keberadaan hutannya yang begitu luas. Sayangnya, sejak lebih 10 tahun belakangan ini hampir setiap tahun Indonesia mengalami kebakaran hutan, sehingga alih-alih memberikan sumbangan terhadap kesehatan dunia, asap kebakaran hutan Indonesia malah menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Tahun 2014 ini, di propinsi Riau khususnya, kebakaran hutan yang terjadi merupakan yang terparah sejak kebakaran hutan pertama di Riau tahun 1997. Asap kebakaran hutan yang terjadi menyebabkan polusi udara berat yang mengakibatkan puluhan (bahkan ratusan) ribu orang terkena infeksi saluran pernapasan. Polusi udara bisa disebabkan oleh ulah manusia seperti transportasi, industri, dan pembakaran rumah tangga (kompor, perapian). Asap kebakaran hutan umumnya digolongkan sebagai penyebab polusi udara akibat alam, karena di negara-negara maju penyebab kebakaran hutan pada umumnya karena faktor alam seperti petir atau kemarau panjang. Di Indonesia, sebaliknya, kebakaran hutan 90% merupakan akibat ulah manusia.

Kebakaran hutan di Riau, yang juga merupakan kebakaran lahan gambut, telah banyak diketahui dampak buruknya terhadap kesehatan saluran pernapasan. Tetapi, semakin banyak data menunjukan bahwa asap kebakaran hutan juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan jantung. Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran EPA dan Depkes, bagi Anda yang menderita penyakit jantung dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik, tinggal di dalam rumah (pintu dan jendela ditutup rapat), dan kenakan masker N95 saat terjadi polusi asap kebakaran hutan. Tragedi tragis tentang kebakaran lahan di Riau masih berlanjut pada kisah perusahaan-perusahaan asing yang justru menjadi "biang" penyebab kemunculan kabut asap di sebagian besar Riau, bahkan hingga menjangkau negara asalnya. Yakni Malaysia dan Singapura.

Dampak dari Kebakaran Hutan

Asap kebakaran hutan merupakan salah satu sumber PM2.5. Partikel-partikel halus akibat kebakaran hutan ini dapat terbawa sampai jauh. Tidaklah mengherankan bila asap kebakaran hutan di Riau bisa sampai di negara-negara tetangga dan menimbulkan pencemaran udara yang hampir sama parahnya dengan lokasi asal pembakaran. Selain partikel, asap kebakaran juga mengandung karbon monoksida, aldehida, asam organik, radikal bebas, ozon, dan lain-lain. Saat ini orang selalu berbicara tentang bahan bakar untuk masa menmdatang. Coconut Palm Oil (CPO) telah dapat direkayasa menjadi biodiesel untuk menggantikan solar. Untuk menghasilkan CPO harus melalui usaha perkebunan kelapa sawit, dengan memanfaatkan lahan ribuan hektar.pembukaan lahan yang paling mudah adalah dengan membakar hutan secara legal, pembakaran hutan untuk kepentingan apapun tidak dibenarkan karena akan merusak ekologi lingkungan atau manusia yang tiada mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Perubahan ekologi lingkungan tidak dapat lagi dinilai dengan uang. Dan hal ini mampu mengubah iklim mikro atau wilayah.

Solusi Untuk Kebakaran Hutan

Terbkarnya huta tentu mengakibatan banyak efek negatif, baik yang bersifat ekologis, ekonomis dan politis. Bagi masyarakat dominan yang paling dirasakan yaitu gangguan asap sebab berampak langsung pada khidupan manusia sehari-hari. Hingga saat ini kebakaran di hutan masih sring terjadi berdasarkan data hotspot (titik panas) dari NOAA 18 hingga akhir september 2012. Penyeberan titik panas masih sring terjadi di provinsi2 Indonesia. Melihat fakta seperti ini diperlukan penanganan serius utuk mengatasi kebakaran hutan di Indonesia ini. Pada intinya semua ihak waib bertanggung jawab dan tak boleh lepas tangan. Pemerintah dan juga masyarakat dihimbau agar lebih mengedepankan aspek pencegahan sebab akan lebih efektif mengatasi kebakaran lahan dan hutan. WWF Indonesia adalah salah satu pihak yang berpartisipasi menanggulagi masalah ini. Selama perjalanan panjang melestarikan hutan Indonesia, WWF Indonesia pun ikut ikut aktif memberi solusi dari permasalahan kebakaran di hutan Indonesia.

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan nyata dilapangan untuk meminimalisir kebakaran hutan sudah sering dilakukan seperti memonitor titik api serta memetakan distribusi titik api berdasarkan penggunaan lahan, membuat peta konsesi perusahaan yang sudah terindikasi adanya hotspot di area tersebut. Serta menyelenggarakan judicial hotspot untuk menegakkan hukum kasus kebakaran lahan dan hutan. Peran lainnya adalah memfasilitasi antarinstansi pemerintah dalam mensinergikan usaha dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan.

Sumber

www.anneahira.com/kebakaran-hutan-html

http://antarariau.com/berita/27028/tragedi-kebakaran-lahan-di-riau

millions premature deaths annually linked to air polluiton. WHO news release 25 March 2014

Arianne Sarah_PMI 6_Ekologi Manusia

Tugas Ekologi Manusia

Oleh: Arianne Sarah – 1112054000014

 

Sejarah kelam pernah dialami oleh Jepang ketika dua kota di wilayahnya yakni Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika akibat perang yang saat itu sedang berlangsung. Pengeboman itu mengakibatkan kehancuran yang merata di daerah tersebut dan penduduk didua kota tersebut menjadi korban akibat meledaknya bom atom dan berefek pada munculnya radiasi bom nuklir yang berkekuatan antara 15.000 dan 20.000 ton TNT. Sejarah mencatat bahwa bom nuklir tersebut merupakan pembunuhan massal terdahsyat yang menewaskan 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang lainnya di Nagasaki.  Akibat pengeboman itu, seketika kota Hiroshima hancur berantakan dengan gempa dahsyat dan gelombang panas 4.000 derajat celcius dan manusia-manusia yang mayoritas adalah penduduk tewas terbakar dan tersengat radiasi nuklir.

Maka, saat itu juga kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi kota mati. Bayangkan, Jika seperti manusia saja seketika tewas dengan cepat bagaimana dengan mahkluk hidup lainnya? Pepohonan dan tumbuhan yang dengan ikhlas memberikan oksigen yang baik untuk keberlangsungan hidup manusia malah turut menjadi korban keserakahan manusia? Hingga beberapa waktu kedepan, kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi kota yang panas berbau daging gosong.

Selain jumlah korban tewas setelah diledakkannya bom nuklir yang di jatuhkan oleh Amerika, dampak bom itu pun sampai beberapa tahun kemudian masih sangat terasa.  Sekitar 200.000 orang menyusul tewas karena penyakit-penyakit akibat radiasi, luka bakar stadium tinggi, kanker dan leukemia serta masih banyak penyakit-penyakit lainnya. Dampak radioaktif ini pun mencapai 20 km dari lokasi jatuhnya bom tersebut. Sehingga energi panas yang tersebar menyelimuti kota Hiroshima dan sekitarnya dalam radius 1 km menjadinya seperti bara api. Bahkan dalam radius 1 km segala sesuatu menjadi abu. Sedang pada radius 4 km, bangunan dan manusia terpanggang api. Pada radius 8 km manusia dan bangunan mengalami luka bakar parah. Setelah itu, muncul gelombang ledakan dengan kecepatan 1000 km/jam pada radius 2 km yang menerbangkan segala sesuatu dari 90.000 bangunan di kota hirosima, 62.000 bangunan hancur lebur.

Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, yakni melarang negara itu memiliki senjata nuklir dengan tidak ikut memproduksi ataupun memiliki senjata nuklir karena belajar dari tragedi yang menimpa negaranya.

Pelajaran yang dapat diambil untuk Indonesia terhadap perang yang dialami Jepang ini seharusnya dapat membuat Indonesia lebih berhati-hati. Artinya, kemajuan dalam bidang iptek, dan teknologi pada dasarnya baik selagi dapat digunakan untuk hal-hal yang baik pula. Akan tetapi bisa menjadi malapetaka apabila digunakan untuk menghancurkan pihak-pihak tertentu demi kepentingan golongan. Finally, sudah saatnya mengembalikan bumi pada kapasitasnya semula. Sudah saatnya segala kebijakan harus berlandaskan pada ekologi lingkungan dan ekologi manusia sebagai cara menghargai alam demi  dapat hidup selaras dengan alam. -

 

Ayu Triana_1112054000011_PMI6_Tugas Ekologi Manusia

Oleh : Ayu Triana

1112054000011

Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Mata Kuliah Ekologi Manusia

Tragedi Pencemaran Udara Akibat Pembakaran Hutan Gambut di Riau

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki hutan terluas kedua di dunia. Hutan merupakan produsen oksigen, sehingga Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia, karena keberadaan hutannya yang begitu luas. Sayangnya, sejak lebih 10 tahun belakangan ini hampir setiap tahun Indonesia mengalami kebakaran hutan, sehingga alih-alih memberikan sumbangan terhadap kesehatan dunia, asap kebakaran hutan Indonesia malah menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Tahun 2014 ini, di propinsi Riau khususnya, kebakaran hutan yang terjadi merupakan yang terparah sejak kebakaran hutan pertama di Riau tahun 1997. Asap kebakaran hutan yang terjadi menyebabkan polusi udara berat yang mengakibatkan puluhan (bahkan ratusan) ribu orang terkena infeksi saluran pernapasan. Polusi udara bisa disebabkan oleh ulah manusia seperti transportasi, industri, dan pembakaran rumah tangga (kompor, perapian). Asap kebakaran hutan umumnya digolongkan sebagai penyebab polusi udara akibat alam, karena di negara-negara maju penyebab kebakaran hutan pada umumnya karena faktor alam seperti petir atau kemarau panjang. Di Indonesia, sebaliknya, kebakaran hutan 90% merupakan akibat ulah manusia.

Kebakaran hutan di Riau, yang juga merupakan kebakaran lahan gambut, telah banyak diketahui dampak buruknya terhadap kesehatan saluran pernapasan. Tetapi, semakin banyak data menunjukan bahwa asap kebakaran hutan juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan jantung. Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran EPA dan Depkes, bagi Anda yang menderita penyakit jantung dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik, tinggal di dalam rumah (pintu dan jendela ditutup rapat), dan kenakan masker N95 saat terjadi polusi asap kebakaran hutan. Tragedi tragis tentang kebakaran lahan di Riau masih berlanjut pada kisah perusahaan-perusahaan asing yang justru menjadi "biang" penyebab kemunculan kabut asap di sebagian besar Riau, bahkan hingga menjangkau negara asalnya. Yakni Malaysia dan Singapura.

Dampak dari Kebakaran Hutan

Asap kebakaran hutan merupakan salah satu sumber PM2.5. Partikel-partikel halus akibat kebakaran hutan ini dapat terbawa sampai jauh. Tidaklah mengherankan bila asap kebakaran hutan di Riau bisa sampai di negara-negara tetangga dan menimbulkan pencemaran udara yang hampir sama parahnya dengan lokasi asal pembakaran. Selain partikel, asap kebakaran juga mengandung karbon monoksida, aldehida, asam organik, radikal bebas, ozon, dan lain-lain. Saat ini orang selalu berbicara tentang bahan bakar untuk masa menmdatang. Coconut Palm Oil (CPO) telah dapat direkayasa menjadi biodiesel untuk menggantikan solar. Untuk menghasilkan CPO harus melalui usaha perkebunan kelapa sawit, dengan memanfaatkan lahan ribuan hektar.pembukaan lahan yang paling mudah adalah dengan membakar hutan secara legal, pembakaran hutan untuk kepentingan apapun tidak dibenarkan karena akan merusak ekologi lingkungan atau manusia yang tiada mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Perubahan ekologi lingkungan tidak dapat lagi dinilai dengan uang. Dan hal ini mampu mengubah iklim mikro atau wilayah.

Solusi Untuk Kebakaran Hutan

Terbkarnya huta tentu mengakibatan banyak efek negatif, baik yang bersifat ekologis, ekonomis dan politis. Bagi masyarakat dominan yang paling dirasakan yaitu gangguan asap sebab berampak langsung pada khidupan manusia sehari-hari. Hingga saat ini kebakaran di hutan masih sring terjadi berdasarkan data hotspot (titik panas) dari NOAA 18 hingga akhir september 2012. Penyeberan titik panas masih sring terjadi di provinsi2 Indonesia. Melihat fakta seperti ini diperlukan penanganan serius utuk mengatasi kebakaran hutan di Indonesia ini. Pada intinya semua ihak waib bertanggung jawab dan tak boleh lepas tangan. Pemerintah dan juga masyarakat dihimbau agar lebih mengedepankan aspek pencegahan sebab akan lebih efektif mengatasi kebakaran lahan dan hutan. WWF Indonesia adalah salah satu pihak yang berpartisipasi menanggulagi masalah ini. Selama perjalanan panjang melestarikan hutan Indonesia, WWF Indonesia pun ikut ikut aktif memberi solusi dari permasalahan kebakaran di hutan Indonesia.

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan nyata dilapangan untuk meminimalisir kebakaran hutan sudah sering dilakukan seperti memonitor titik api serta memetakan distribusi titik api berdasarkan penggunaan lahan, membuat peta konsesi perusahaan yang sudah terindikasi adanya hotspot di area tersebut. Serta menyelenggarakan judicial hotspot untuk menegakkan hukum kasus kebakaran lahan dan hutan. Peran lainnya adalah memfasilitasi antarinstansi pemerintah dalam mensinergikan usaha dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan.

Sumber

www.anneahira.com/kebakaran-hutan-html

http://antarariau.com/berita/27028/tragedi-kebakaran-lahan-di-riau

millions premature deaths annually linked to air polluiton. WHO news release 25 March 2014

Rabu, 15 April 2015

IdhaChusaini_pmi6_ekologiManusia

Nama             :idha Chusaini
NIM                :1112054000007
Jurusan          :PMI 6

Love Canal: Berkaca untuk Bangsa

Mungkin baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang cerita pilu dibalik bencana Love Canal, salah satu bencana lingkungan terbesar di Amerika Serikat, atau mungkin di dunia. Sebuah kanal di kitaran Sungai Niagara yang dibangun oleh seorang bernama William T. Love pada 1980 ini gagal diluncurkan sebagai salah satu monumen di kota yang direncanakan menjadi model kota sempurna. Konflik pemerintahan ditambah teknologi kelistrikan yang minim pada saat itu membuat kanal ini akhirnya tidak dapat beroperasi dan menjadi seonggok lahan kosong dengan luas 24.000 m2 bekedalaman hingga 40 meter.

Selasa, 14 April 2015

STRATEGI ADAPTASI NELAYAN PULAU-PULAU KECIL oleh Luthfi Amrullah

Nama          : Lutfi Amrullah
NIM             : 1111054000016
Jurusan       : Pengembangan Masyarakat Islam (8)
Matkul          : Ekologi Manusia
STRATEGI ADAPTASI NELAYAN PULAU-PULAU KECIL TERHADAP PERUBAHAN EKOLOGIS
PENDAHULUAN
Kebutuhan manusia yang semakin meningkat, sementara daya dukung alam bersifat terbatas menyebabkan potensi kerusakan sumberdaya laut menjadi semakin besar. Hal ini tentunya memberikan dampak yang cukup serius bagi kelangsungan hidup nelayan, terutama nelayan-nelayan skala kecil. Kejadian ini merupakan konsekuensi logis dari ketergantungan nelayan terhadap sumberdaya pesisir dan laut (Satria 2009). Selain masalah degradasi lingkungan, nelayan juga dihadapkan pada dampak perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan nelayan sulit menentukan musim penangkapan ikan karena cuaca yang tidak menentu dan hal ini beresiko mengubah stabilitas ekosistem, sosial ekonomi masyarakat dan merusak fungsi planet bumi sebagai penunjang kehidupan (Satria, 2009)

ImamRamadhan_PMI6_EkologiManusia

Imam Ramadhan 1112054 000 009
Pengembangan Masyarakat Islam
Ekologi Manusia
Three Gorges Dam
Three Gorges Dam (Bendungan Tiga Ngarai) saat ini merupakan bendungan sekaligus pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di dunia. Dibangun sepanjang 2.3 km menyebrangi Sungai Yangtze, China. Proyek ambisius ini dinilai sebagai proyek terbesar Cina sejak dibangunnya Tembok Besar Cina. Proyek pembangunan bendungan terbesar di dunia ini telah banyak menuai pro dan kontra. Kritik yang muncul terutama datang dari para ahli geologi, ahli biologi dan pemerhati lingkungan.
Pengendalian banjir merupakan alasan utama dibangunnya Three Gorges Dam ini. Terhitung selama abad ke-20 saja telah terjadi lima kali banjir besar yang menewaskan total 327.394 jiwa, menghancurkan lebih dari 3 juta hektar lahan pertanian, rumah-rumah penduduk dan jutaan penduduk terkena dampak banjir tersebut. Tentunya diharapkan setelah bendungan ini sukses beroperasi dan terbukti dapat mengendalikan banjir, tidak ada lagi kerugian materi dan biaya jutaan dollar yang harus dikeluarkan untuk recovery pasca banjir.

KHAIRUL ANAM-EKOLOGI MANUSIA-PMI/6

MENGULANG SEJARAH DAN TRAGEDI NUKLIR CHERNOBYL
OLEH: KHAIRUL ANAM (1112054000021)
Chernobyl adalah sebuah kota tak berpenghuni di Ukraina Utara, tepatnya di Oblast Kiev dekat dengan perbatasan belarusia. Kota ini ditinggalkan penghuninya tahun 1986 setelah bencana ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang terkenal sebagai bencana Chernobyl yang terletak 14,5 Km Utara-Barat Laut. Pembangkit tersebut dinamakan sesuai dengan nama kotanya, dan terletak di Chernobyl Raion (distrik), tetapi bukan merupakan tempat tinggal bagi pekerjanya. Pada saat pembangunan pembangkit tersebut, sebuah kota kembar, Prypiat dibangun didekatnya untuk para pekerjanya.

Arif Rahman Hadi_"Bencana Akibat Ulah Manusia"

Nama               : Arif Rahman Hadi                                        MatKul            : Ekologi Manusia
NIM                : 1112054000026
Jurusan            : Pengembangan Masyarakat Islam (PMI 6)

BENCANA LINGKUNGAN ALAM YANG DI AKIBATKAN
"PENEBANGAN HUTAN DI KALIMANTAN"
Penebangan hutan secara ilegal (illegal logging) sebenarnya persoalan klasik bagi masyarakat
Indonesia. Setiap hari, kegiatan tersebut marak dilakukan di sejumlah kawasan hutan dengan
diketahui petugas instansi berwenang, aparat dan masyarakat setempat. Meskipun berkali-kali
diberitakan bahwa penertiban terus diupayakan, namun penebangan dan perusakan hutan
semakin merajalela.

Senin, 13 April 2015

Ayu Triana_Tragedi Meledaknya PLTN di Chernobyl Ukraina

Oleh : Ayu Triana
1112054000011
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam
Tragedi Meledaknya PLTN ( Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ) di Chernobyl Ukraina
Pada kesempatan kali ini saya memaparkan tentang tragedi yang terjadi di Ukraina. Tanggal 26 April 1986, 22 tahun lalu, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN Chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang.Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.

Nurdin Araniri_Bencana Picher Oklahoma

Nama                : Nurdin Araniri
NIM                  : 1112054000010
Ekologi Manusia

Bencana Picher Oklahoma, Amerika Serikat
Picher, Oklahoma, ditetapkan sebagai kota paling beracun di Amerika menurut EPA (semacam lembaga AMDAL di AS). Bagaimana tidak, sebelumnya kota ini berpopulasi sebanyak 20.000 jiwa dan merupakan salah satu penghasil timah terbesar saat itu. Bukan hanya itu, kota ini juga dahulu adalah kota terkaya. Sekarang ini, hanya tersisa kurang dari 25 jiwa yang berdiam di kota ini.

Diqu Zarobi Alfadia_PMI 6_Ekologi Manusia

Nama                           :Diqu Zarobi Alfadia
NIM                            :1112054000015

Chernobyl adalah sebuah kota tak berpenghuni di Ukraina utara, tepatnya di Oblast Kiev dekat dengan perbatasan Belarusia. Tingkat radiasi di kota ini masih dalam keadaan kritis, yaitu pada 5,6 roentgen per second (R/s) (0.056 Grays per second, atau Gy/s).

M. Firdaos_PMI 6_Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah Butuh Penanganan Serius
(Analisis terhadap bencana alam yang diakibatkan oleh ulah manusia)
Palangkaraya (06/10)-Kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan Tengah sudah menjadi kado tahunan yang rutin terjadi. Pembukaan lahan dengan pembakaran secara besar-besaran untuk kebutuhan hutan tanaman industri, perkebunan sawit dan proyek lahan gambut sejuta hektar yang mengakibatkan kerusakan parah menjadi penyebab utama tak terkendalinya kebakaran hutan di Kalteng.

Syachul Hamdi_Reaktor Nuklir Chernobly

Nama        : Syachul Hamdi
NIM          : 1112054000022
Jurusan    : Pengembangan Masyarakat Islam
Semester   : VI (Enam)
Meledaknya Reaktor Nuklir Chernobly Di Ukraina
Tanggal 26 April 1986, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Chernobyl, Ukraina. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang. Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun.

Dwiko Maxi Rianto_PMI 06_TUGAS 3 EKOLOGI MANUSIA

Dwiko Maxi Rianto
1112054000029
Pengembangan Masyarakat Islam 6
Ekologi Manusia


PENCEMARAN RADIOAKTIF (NUKLIR) DI CHERNOBYL, UKRAINA




Pencemaran radioaktif  adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Efek yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan mahkluk hidup disekitarnya. Apabila ada mahkluk hidup yang terkena radiasi ini biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh mahkluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan

BUNGAWATI_1112054000032_pmi 6_ ekologi manusia

Nama : bungawati
NIM  : 1112054000032
Jurusan : PMI 6
Tugas : Ekologi Manusia
Kerusakan dan Bencana Akibat Prilaku Manusia

Bencana bisa terjadi dimana-mana di suatu lokasi atau daerah tertentu, bahkan di belahan bumi tertentu. Demikian halnya dengan kerusakan yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok, daerah tertentu bahkan negara tertentu. Allah swt telah menjadikan bumi ini untuk manusia sebagaimana firman-Nya, "Dialah Allah yang menjadikan untukmu segala yang ada di bumi..."(Q.S.Al-Baqarah:29) Bila kita cermati, antara komponen yang satu dengan komponen yang lain saling terkait. Misalnya, Allah menjadikan oksigen yang merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan juga binatang, yang dihirup oleh manusia saat berlangsungnya proses pernapasan dan kemudian manusia mengeluarkan karbon dioksida yang sangat diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan.

dwiki handika_pmi 6_ekologi manusia.


Dwiki handika    1112054000031
Pengembangan masarakat islam
Matakuliah ekologi manusia
Semester 6
Picher kota beracun di Amerika
Picher adalah sebuah kota hantu dan bekas kota di Ottawa County, Oklahoma, Amerika Serikat. Dulunya merupakan sebuah pusat pertambangan timbal dan seng nasional di jantung Tri-State Mining District. Penggalian bawah tanah tanpa batas yang berlangsung lebih dari satu abad telah merusak parah sebagian besar bangunan di kota tersebut, dan menyisakan tumpukan raksasa logam beracun yang terkontaminasi limbah tambang yang tersebar di seluruh wilayah. Picher adalah salah satu dari beberapa lokasi di dunia (seperti Gilman, Colorado dan Wittenoom, Australia Barat) yang harus dikosongkan dan dinyatakan tidak layak huni akibat kerusakan lingkungan dan kesehatan yang disebabkan oleh pertambangan.

lilisokviyani_PMI6_tragedi alam ulah manusia

Nama : Lilis Okviyani
Pengembangan Masyarakat Islam

Apakah The Great Pacific Garbage Patch itu???

The Great Pacific Garbage Patch atau dalam bahasa indonesia kita sebut Tambalan Sampah Samudera Pasifik merupakan kumpulan sampah laut yang berasal dari sampah-sampah lautan yang ada di Samudera Pasifik dan umumnya berasal sampah dari kapal-kapal laut yang berlayar di Samudera Pasifik. Sampah-sampah tersebut dibawa oleh arus laut dan berkumpul di suatu titik  pertemuan arus laut yang kemudian membentuk "pulau sampah". The Great Pacific Garbage Patch ini terletak di Samudera Pasifik Utara.

Siti Nur Rahmah_PMI 6_Ekologi Manusia

NAMA : SITI NUR RAHMAH
NIM : 1112054000018
TUGAS MENCARI BENCANA ALAM YANG DISEBABKAN OLEH MANUSIA DI DUNIA

Berkeley Pit, Danau paling 'MEMATIKAN' di
Amerika Serikat

Dari kejauhan permukaan danau di Butte, Montana ini tampak berwarna
biru gelap dengan air yang tenang, indah dipandang mata. Tetapi warna
itu sebenarnya hanya tipuan mata semata, sebab air danau yang keruh
memantulkan warna langit. Berkeley Pit, danau ini dikenal sebagai
'danau paling mematikan di Amerika Serikat'. Menurut Web Ecoist, danau
ini terkenal beracun. Sebenarnya Berkeley Pit bahkan bukan danau.
Berkeley Pit sejatinya adalah sisa-sisa tambang yang menampung 40
milyar galon air asam dan bahan kimia beracun, antara lain tembaga,
arsenik, kadmium, seng dan asam sulfat.
Tempat ini dulunya adalah tambang tembaga yang didirikan pada tahun
1955 dan beroperasi selama beberapa dekade. Berkeley Pit adalah salah
satu lubang galian terbesar di negara itu, dan salah satu dari sedikit
danau beracun yang bisa diakses oleh publik dan menjadi daya tarik
wisata. Hanya dengan membayar dua dolar pengunjung dapat melihat
lubang yang digenangi air penuh logam berat tersebut. Bahkan di
dekatnya didirikan sebuah toko yang menjual suvenir dan barang-barang
kepada pengunjung.


Tadinya tingkat polusi dalam danau ini tak begitu diperhatikan oleh
pemerintah dan masyarakat sekitar. Kemudian pada tahun 1995, sekawanan
angsa salju yang sedang migrasi mendarat di Berkeley Pit dan terjebak
di sana karena badai. Pada saat badai berlalu, 342 angsa mati,
mengakibatkan pihak yang berwenang berinisiatif melakukan uji
toksisitas terhadap air danau tersebut. Barulah diketahui tingginya
tingkat pencemaran air di sana.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan dari itu adalah kenyataan bahwa
level permukaan air di Berkeley Pit terus meningkat. Jika sudah
mencapai titik kritis, dikhawatirkan air itu akan mencemari air tanah
di sekitar Butte yang dikonsumsi oleh lebih dari 30.000 orang. Untuk
memastikan bahwa tidak terjadi, sebuah pabrik pengolahan air pun
dibangun untuk memompa dan mengolah air Berkeley Pit untuk digunakan
dalam operasi pertambangan di dekatnya.

Cari Blog Ini