Selasa, 21 April 2015

TUGAS GATHERING DATA - METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Nama : Hoirunnisa (1112052000009)
Nama : Siti Nurafriyanti (1112052000024)
Jurusan : Bimbingan dan Penyuluhan Islam 


LAPORAN GATHERING DATA

TEMA "KEBUTUHAN HARIAN SISWA SMP SELAMA DI SEKOLAH"

Oleh Hoirunnisa dan Siti Nurafriyanti

 

Pada wawancara ini, kami memiliki sasaran yaitu anak-anak SMP Muhammadiyah 17 yang berlokasi di Ciputat. Kami melakukan wawancara disekolah tersebut pada hari Senin tanggal 20-04-2015 jam 12:00 sampai 13:30. Sasaran kami adalah empat orang siswi kelas 2 yang bernama Agnia, Maya, Sabilah dan Leony.

Tema yang kami ambil dalam wawancara ini adalah mengenai kebutuhan harian mereka selama berada disekolah. Hal yang pertama kali kami lakukan adalah perkenalan dengan narasumber (sasaran) dengan cara menuliskan nama mereka dikertas yang sudah kami siapkan. Setelah perkenalan, kami menceritakan apa tujuan kami mengadakan wawancara ini. Berhubung tema kami mengenai kebutuhan harian mereka selama disekolah, maka ini berkaitan dengan uang jajan mereka. Rata-rata mereka mendapatkan uang jajan 150.000 perbulan.

Kami meminta pandangan secara umum kepada semua narasumber mengenai kebutuhan mereka disekolah dengan menuliskannya dikertas yang telah kami sediakan. Setelah mereka menuliskan hal yang mereka butuhkan, kertas-kertas tersebut dikumpulkan untuk kemudian kami pindahkan menjadi data yang kami tulis dikarton. Kami menuliskan kebutuhan mereka dengan bentuk lingkaran kecil sampai besar dari kebutuhan yang paling penting sampai yang tidak terlalu penting.  Kemudian kami menanyakan harga masing-masing dari kebutuhan yang telah mereka sepakati. Setelah diketahui jumlah pengeluaran keseluruhan selama sebulan, maka ada 3 orang yang merasa jumlahnya tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Dengan ketidaksesuaian tersebut, maka kami mengklasifikasikan secara lebih khusus pengeluaran kebutuhan mereka selama sebulan. Dari data tersebut diketahui bahwa terdapat tiga dari empat orang siswa yang kami wawancara memiliki pengeluaran yang melebihi kesepakatan awal yaitu 150.000.

Kesimpulan dari wawancara ini adalah kami dapat mengetahui bahwa ada beberapa anak siswa yang ternyata pemasukan mereka dari orang tua untuk kebutuhan sekolah melebihi dengan pengeluaran mereka selama disekolah. Merekapun tidak menyangka bahwa uang jajan mereka selama sebulan mencapai jumlah tersebut.

 

 

GAMBARAN UMUM selama sebulan

No

Nama Barang

Harga Barang

1

Pulpen

Rp 5.000

2

Minuman

Rp 72.000

3

Roti

Rp 24.000

4

Uang Kas

Rp 8.000

5

Jajanan

Rp 72.000

6

Uang Fotocopy

Rp  5.000

Jumlah

Rp 186.000

 

GAMBARAN KHUSUS selama sebulan

No

Nama Barang

Agnia

Maya

Sabila

Leony

1

Pulpen

Rp 12.000

Rp 5.000

Rp 5.000

Rp 2.500

2

Minuman

Rp 72.000

Rp 72.000

Rp 72.000

Rp 36.000

3

Roti

Rp 3.000

Rp 8.000

Rp 4.000

Rp -

4

Uang Kas

Rp 8.000

Rp 8.000

Rp 16.000

Rp -

5

Jajanan

Rp 120.000

Rp 72.000

Rp 72.000

Rp 84.000

6

Uang Fotocopy

Rp 5.000

Rp 3.000

Rp 3.000

Rp -

7

Uang Transport

Rp 96.000

Rp -

Rp 15.000

Rp -

Jumlah

Rp 316.000

Rp. 169.000

Rp. 186.000

Rp. 122.500

 

 

Tugas Gathering Data_Nely_dan_Sifa_BPI 6

Nama : 1. Nely Lailatul Maghfiroh              (1112052000013)
            2. Sifa Fauziah                                  (1112052000025)
Prodi : Bimbingan dan Penyuluhan Islam    (BPI) 6
Tema : Kebutuhan anak kost (pengeluaran biaya hidup mahasiswa kost)
TUGAS GATHERING DATA
Laporan Hasil Wawancara. Tema " MAHASISWA YANG TINGGAL DI KOST"
 
Pada tugas wawancara ini yang menjadi narasumber kami adalah mahasiswa yang tinggal di kost sebanyak empat orang. Adapun mekanismenya, yang pertama kami menjelaskan maksud dari wawancara yang akan kami lakukan, kemudian kami membagikan kertas kepada mereka untuk menulis kebutuhan pokok mereka. Setelah itu, kami mengumpulkan kertas tersebut untuk melihat kebutuhan umum dan pokok yang paling dibutuhkan oleh narasumber.
Setelah kami mengetahui mana kebutuhan yang paling pokok, kemudian kami melakukan wawancara yang lebih mendalam kepada mereka untuk mengetahui secara rinci kebutuhan mereka beserta uang yang mereka butuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pemasukan dana yang mereka dapatkan mencukupi ataukah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Gambaran kebutuhan pokok narasumber dari kebutuhan yang paling mendasar
Jadikan gambar sebaris

dari gambar tersebut, terlihat bahwa kebutuhan yang paling pokok adalah pengeluaran untuk uang makan. Untuk kebutuhan yang kedua adalah sewa kost. Diikuti kebutuhan selanjutnya, yaitu untuk pembelian pulsa, tugas kuliah, make up, shopping, dan untuk hiburan. Kami mendapatkan data ini berdasarkan wawancara kepada keempat narasumber kami. Pengeluaran untuk uang makan adalah yang paling pokok, mengkonsumsi makanan untuk kelangsungan hidup. Sewa kost menjadi kebutuhan pengeluaran dana yang ketiga karena terkadang biaya kost bisa ditunda untuk beberapa hari. Selanjutnya disusul dengan kebutuhan untuk tugas kuliah seperti biaya print, fotocopy makalah, baiya pembelian buku. Kebutuhan selanjutnya adalah untuk make up, seperti bedak, pelembab, lipstik, dan alat make up lainnya. kebutuhan yang terletak di lingkaran nomor tujuh adalah shopping. Shopping diletakkan di lingkaran nomor tujuh karena shopping hanya sebagai kebutuhan pemuas. Hiburan menjadi kebutuhan yang terakhir, kerena hiburan hanya sebagai kebutuhan ketika narasumber yang kami wawancarai merea butuh suatu hiburan untuk menigkatkan semangat dan menghilangkan kemalasan.
        Setelah kami mendapatkan gambaran urutan kebutuhan pokok di atas, kami melanjutkan wawancara yang lebih mendalam untuk mengetahui secara rinci pengeluaran dana yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan pokok di atas.
Berikut ini tabel hasil wawancara pengeluaran dana dari empat narasumber:

pengeluaran
Cahaya
Lela
Dini
Isti
Harga
Harga
harga
harga
makan+jajan
 Rp        1.500.000
 Rp       900.000
 Rp     500.000
 Rp  600.000
sewa kost
 Rp            300.000
 Rp       300.000
 Rp     300.000
 Rp  300.000
pulsa
 Rp            150.000
 Rp       200.000
 Rp       10.000
 Rp    50.000
tugas kuliah
 Rp            200.000
 Rp       100.000
 Rp       50.000
 Rp    20.000
make up
 Rp            300.000
 Rp       120.000
 Rp     100.000
 Rp  100.000
shopping
 Rp            300.000
 Rp       200.000
 Rp     300.000
 Rp  200.000
hiburan
 Rp            125.000
 Rp       400.000
 Rp     500.000
 Rp  300.000
jumlah
 Rp        2.875.000
 Rp    2.220.000
 Rp  1.760.000
 Rp  970.000
 
Narasumber yang pertama bernama Cahaya. Pemasukan perbulan berasal dari orang tua sebesar Rp. 2000.000 ditambah dengan gaji mengajar yang setiap minggunya Rp. 200.000 yang jika dikalkulasikan perbulan sebesar Rp.800.000. Jadi, semua pemasukannya berjumlah Rp.3000.000. Sedangkan biaya pengeluaran Cahaya sebesar Rp.2.875.000. Artinya, pengeluaran lebih kecil dari pemasukan.
        Narasumber kedua, yaitu Lela. Pemasukan perbulan bersumber dari orang tua sebesar Rp.1000.000. Selebihnya, dia mendapatkan pemasukan dari beasiswa bidikmisi sebesar Rp.750.000. Jadi, jumlah pemasukan perbulannya sebesar Rp.1.750.000. Sedangkan biaya pengeluaran sebesar Rp. 2.220.000. Artinya, pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
Narasumber ketiga, yaitu Dini. Pemasukan perbulannya bersumber dari orang tuanya sebesar Rp. 1.500.000 dan dari hasil mengajarnya selama sebulan yaitu sebesar Rp.400.000. Dari data tabel ditemukan bahwa ternyata besar pemasukan dan pengeluaran lebih besar pemasukan sehingga ketika kami melakukan wawancara, kami menanyakan sisa pemasukan tersebut. Dan diperoleh informasi ternyata uang tersebut disisihkan untuk menabung.
        Narasumber keempat, yaitu Isti. Pemasukan perbulan bersumber dari orang tuanya sebesar Rp.1.000.000. Karena pemasukannya hanya sebesar itu, maka dia memutuskan untuk pandai-pandai mengatur keuangannya. Sehingga dia mempunyai sisa sebesar Rp.30.000 yang bisa dia sisihkan untuk menabung
Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa dari keempat narasumber yang kami wawancara, kami mengetauhi kebutuhan yang paling pokok dari empat narasumber kami adalah kebutuhan untuk makan dan kebutuhan yang paling terakhir adalah kebutuhan untuk hiburan. Selain itu juga, kami mendapat data berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga orang mahasiswa yang pengeluarannya lebih kecil daripada pemasukan. Dan satu orang yang mempunyai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Senin, 20 April 2015

Diqu Zarobi Alfadia_PMI 6_Ekologi Manusia


Tugas Ekologi Manusia
oleh:
Diqu Zarobi Alfadia (1112054000015)
TRAGEDI LONGSOR BANJARNEGARA, JAWA TENGAH
Banjarnegara adalah Kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan resiko tanah longsor cukup tinggi. Pada hari Kamis (11/12) dan Jumat (12/12) kemarin, setidaknya terjadi tanah longsor di 25 lokasi meski dalam skala kecil. Longsor di dusun Jemblung adalah yang terbesar.

LabibFaishalAriq_1112054000003_PMI6_EkologiManusia

Nama              : Labib Faishal Ariq ( 1112054000003 )
Jurusan          : PMI VI
Mata Kuliah  : Ekologi Manusia
Pencemaran Lingkungan yang Terjadi Akibat Tragedi Love Canal
            Pada tahun 1930an sebuah perusahaan bahan – bahan kimia bernama Hooker chemical  and plastic coorporation yang memproduksi bahan kimia di daerah tersebut membeli canal tersebut untuk membuang limbah yang mereka hasilkan sebagai hasil samping produksi parfum, pelarut, pewarna, dan lainnya. Izin didapatkan dari pemerintah dan Kanal Cinta tersebut berubah fungsi sebagai penimbunan limbah yang kemudian diketahui mengandung (sebagian besar) dioksin dan benzena, dua zat yang karsinogenik dan amat beracun bagi makhluk hidup. Dalam tempo lima tahun itu, kira-kira 22,000 ton sisa toksik dipercayai ditanam di situ. Hooker meninggalkan Love Canal yang pernah menjadi tapak melupuskan lebih 82 jenis sisa toksik yang mana 11 daripadanya adalah carcinogen yaitu sejenis bahan kimia yang mampu menghasilkan sel barah pada sistem tubuh manusia. Sekitar 21.000 ton limbahnya yang mengandung zat berbahaya bernama dioxin, yang bisa cukup untuk membunuh 700 juta manusia.
            Sampai pada tahun 1947 dapat dikatakan daerah tersebut menjadi ahan pengurungan beragam jenis limbah terutama dari industri, termasuk pula abu sisa pembakaran dari kota. Bahkan angkatan darat Amerika Serikat juga mengurung sejumlah besar residu senjata biologis walaupun secara resmi pihak pentagon menolak tuduhan tersebut.
            Limbah industri mempunyai andil yang cukup besar dalam pencemaran lingkungan, termasuk juga sisa bahan kimia yang sulit dimusnahkan seperti pestisida, sisa hasil tambang atau sampah radio aktif berkontribusi meracuni dan mencemari air bawah tanah.
Ø  Bom Waktu
Leukimia, epilepsi, keguguran, mutasi genetik adalah hal yang biasaditemui di Love Canal kemudian hari. Miris, sebuah kota dengan populasi yang terus meningkat harus menghadapi masa depan tersuram dalam sejarah kesehatan Amerika Serikat. Penelitian beberapa reporter yang dimulai pada 1976 memberikan fakta menakutkan tentang kualitas lingkungan yang amat buruk. Kucing bermata satu hingga bayi dengan sebaris gigi tambahan adalah fakta menakutkan yang membayangi semua orang di sekitar Love Canal.
 
Kucing bermata satu, ditemukan di sekitar Love Canal (source: fiendishcuriosities.com)http://htmlimg1.scribdassets.com/2omsptljsw2cvycj/images/3-344d8047c0.jpg
 
 
 
 
 
 
 
 
Pemerintah bergeming sesaat, kalap,menyangkal bahwa bencana tersebut datang dari limbah Hooker Chemical. Perusahaan tersebut kini masih ada dan hanya mengubah namanya menjadi Occidental Petroleum Corporation.Sementara itu, fakta lapangan terus berkata lain: 58% bayi mengalami kelainan saat dilahirkan, 33% tingkat kerusakan kromosom, dan angka-angka mengejutkan lain membuat pemerintah akhirnya menyegerakan evakuasi yang diutamakan untuk anak di bawah usia dua tahun serta ibu hamil. Kota tersebut perlahan mati, ditutup, dansebagian properti yang ada dihancurkan. Kitaran Love Canal kini hanyalah kota mati.
http://lingkungan.net/wp-content/uploads/2012/11/tragedy4_love-canal1.jpg
 
 
 
 
 
 

Seperti dilansir pada sebuah media yang ditulis Dr. Elizabeth Whelan, 'a public health time bomb' telah benar - benar meledak dan menimbulkan bencana yang mengerikan. Bencana kesehatan yang bermuara pada satu hal: musnahnya sebuah ekosistem kota. Kanal berbahaya tersebut saat ini telah dikubur dengan plastik tebal,tanah liat, dan pasir. Lahan tersebut disegel dan dibatasi oleh pagar kawat untuk keamanan lebih lanjut. Bencana Love Canal menjadi kisah pilu yang seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak; sebuah contoh nyata bahwa bumi memiliki kapasitas untuk menampung limbah yang dihasilkan manusia.
 

Sabtu, 18 April 2015

Ayu Triana_1112054000011_PMI6_Tugas Ekologi Manusia

Oleh : Ayu Triana

1112054000011

Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Mata Kuliah Ekologi Manusia

Tragedi Pencemaran Udara Akibat Pembakaran Hutan Gambut di Riau

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki hutan terluas kedua di dunia. Hutan merupakan produsen oksigen, sehingga Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia, karena keberadaan hutannya yang begitu luas. Sayangnya, sejak lebih 10 tahun belakangan ini hampir setiap tahun Indonesia mengalami kebakaran hutan, sehingga alih-alih memberikan sumbangan terhadap kesehatan dunia, asap kebakaran hutan Indonesia malah menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Tahun 2014 ini, di propinsi Riau khususnya, kebakaran hutan yang terjadi merupakan yang terparah sejak kebakaran hutan pertama di Riau tahun 1997. Asap kebakaran hutan yang terjadi menyebabkan polusi udara berat yang mengakibatkan puluhan (bahkan ratusan) ribu orang terkena infeksi saluran pernapasan. Polusi udara bisa disebabkan oleh ulah manusia seperti transportasi, industri, dan pembakaran rumah tangga (kompor, perapian). Asap kebakaran hutan umumnya digolongkan sebagai penyebab polusi udara akibat alam, karena di negara-negara maju penyebab kebakaran hutan pada umumnya karena faktor alam seperti petir atau kemarau panjang. Di Indonesia, sebaliknya, kebakaran hutan 90% merupakan akibat ulah manusia.

Kebakaran hutan di Riau, yang juga merupakan kebakaran lahan gambut, telah banyak diketahui dampak buruknya terhadap kesehatan saluran pernapasan. Tetapi, semakin banyak data menunjukan bahwa asap kebakaran hutan juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan jantung. Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran EPA dan Depkes, bagi Anda yang menderita penyakit jantung dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik, tinggal di dalam rumah (pintu dan jendela ditutup rapat), dan kenakan masker N95 saat terjadi polusi asap kebakaran hutan. Tragedi tragis tentang kebakaran lahan di Riau masih berlanjut pada kisah perusahaan-perusahaan asing yang justru menjadi "biang" penyebab kemunculan kabut asap di sebagian besar Riau, bahkan hingga menjangkau negara asalnya. Yakni Malaysia dan Singapura.

Dampak dari Kebakaran Hutan

Asap kebakaran hutan merupakan salah satu sumber PM2.5. Partikel-partikel halus akibat kebakaran hutan ini dapat terbawa sampai jauh. Tidaklah mengherankan bila asap kebakaran hutan di Riau bisa sampai di negara-negara tetangga dan menimbulkan pencemaran udara yang hampir sama parahnya dengan lokasi asal pembakaran. Selain partikel, asap kebakaran juga mengandung karbon monoksida, aldehida, asam organik, radikal bebas, ozon, dan lain-lain. Saat ini orang selalu berbicara tentang bahan bakar untuk masa menmdatang. Coconut Palm Oil (CPO) telah dapat direkayasa menjadi biodiesel untuk menggantikan solar. Untuk menghasilkan CPO harus melalui usaha perkebunan kelapa sawit, dengan memanfaatkan lahan ribuan hektar.pembukaan lahan yang paling mudah adalah dengan membakar hutan secara legal, pembakaran hutan untuk kepentingan apapun tidak dibenarkan karena akan merusak ekologi lingkungan atau manusia yang tiada mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Perubahan ekologi lingkungan tidak dapat lagi dinilai dengan uang. Dan hal ini mampu mengubah iklim mikro atau wilayah.

Solusi Untuk Kebakaran Hutan

Terbkarnya huta tentu mengakibatan banyak efek negatif, baik yang bersifat ekologis, ekonomis dan politis. Bagi masyarakat dominan yang paling dirasakan yaitu gangguan asap sebab berampak langsung pada khidupan manusia sehari-hari. Hingga saat ini kebakaran di hutan masih sring terjadi berdasarkan data hotspot (titik panas) dari NOAA 18 hingga akhir september 2012. Penyeberan titik panas masih sring terjadi di provinsi2 Indonesia. Melihat fakta seperti ini diperlukan penanganan serius utuk mengatasi kebakaran hutan di Indonesia ini. Pada intinya semua ihak waib bertanggung jawab dan tak boleh lepas tangan. Pemerintah dan juga masyarakat dihimbau agar lebih mengedepankan aspek pencegahan sebab akan lebih efektif mengatasi kebakaran lahan dan hutan. WWF Indonesia adalah salah satu pihak yang berpartisipasi menanggulagi masalah ini. Selama perjalanan panjang melestarikan hutan Indonesia, WWF Indonesia pun ikut ikut aktif memberi solusi dari permasalahan kebakaran di hutan Indonesia.

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan nyata dilapangan untuk meminimalisir kebakaran hutan sudah sering dilakukan seperti memonitor titik api serta memetakan distribusi titik api berdasarkan penggunaan lahan, membuat peta konsesi perusahaan yang sudah terindikasi adanya hotspot di area tersebut. Serta menyelenggarakan judicial hotspot untuk menegakkan hukum kasus kebakaran lahan dan hutan. Peran lainnya adalah memfasilitasi antarinstansi pemerintah dalam mensinergikan usaha dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan.

Sumber

www.anneahira.com/kebakaran-hutan-html

http://antarariau.com/berita/27028/tragedi-kebakaran-lahan-di-riau

millions premature deaths annually linked to air polluiton. WHO news release 25 March 2014

Arianne Sarah_PMI 6_Ekologi Manusia

Tugas Ekologi Manusia

Oleh: Arianne Sarah – 1112054000014

 

Sejarah kelam pernah dialami oleh Jepang ketika dua kota di wilayahnya yakni Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika akibat perang yang saat itu sedang berlangsung. Pengeboman itu mengakibatkan kehancuran yang merata di daerah tersebut dan penduduk didua kota tersebut menjadi korban akibat meledaknya bom atom dan berefek pada munculnya radiasi bom nuklir yang berkekuatan antara 15.000 dan 20.000 ton TNT. Sejarah mencatat bahwa bom nuklir tersebut merupakan pembunuhan massal terdahsyat yang menewaskan 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang lainnya di Nagasaki.  Akibat pengeboman itu, seketika kota Hiroshima hancur berantakan dengan gempa dahsyat dan gelombang panas 4.000 derajat celcius dan manusia-manusia yang mayoritas adalah penduduk tewas terbakar dan tersengat radiasi nuklir.

Maka, saat itu juga kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi kota mati. Bayangkan, Jika seperti manusia saja seketika tewas dengan cepat bagaimana dengan mahkluk hidup lainnya? Pepohonan dan tumbuhan yang dengan ikhlas memberikan oksigen yang baik untuk keberlangsungan hidup manusia malah turut menjadi korban keserakahan manusia? Hingga beberapa waktu kedepan, kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi kota yang panas berbau daging gosong.

Selain jumlah korban tewas setelah diledakkannya bom nuklir yang di jatuhkan oleh Amerika, dampak bom itu pun sampai beberapa tahun kemudian masih sangat terasa.  Sekitar 200.000 orang menyusul tewas karena penyakit-penyakit akibat radiasi, luka bakar stadium tinggi, kanker dan leukemia serta masih banyak penyakit-penyakit lainnya. Dampak radioaktif ini pun mencapai 20 km dari lokasi jatuhnya bom tersebut. Sehingga energi panas yang tersebar menyelimuti kota Hiroshima dan sekitarnya dalam radius 1 km menjadinya seperti bara api. Bahkan dalam radius 1 km segala sesuatu menjadi abu. Sedang pada radius 4 km, bangunan dan manusia terpanggang api. Pada radius 8 km manusia dan bangunan mengalami luka bakar parah. Setelah itu, muncul gelombang ledakan dengan kecepatan 1000 km/jam pada radius 2 km yang menerbangkan segala sesuatu dari 90.000 bangunan di kota hirosima, 62.000 bangunan hancur lebur.

Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, yakni melarang negara itu memiliki senjata nuklir dengan tidak ikut memproduksi ataupun memiliki senjata nuklir karena belajar dari tragedi yang menimpa negaranya.

Pelajaran yang dapat diambil untuk Indonesia terhadap perang yang dialami Jepang ini seharusnya dapat membuat Indonesia lebih berhati-hati. Artinya, kemajuan dalam bidang iptek, dan teknologi pada dasarnya baik selagi dapat digunakan untuk hal-hal yang baik pula. Akan tetapi bisa menjadi malapetaka apabila digunakan untuk menghancurkan pihak-pihak tertentu demi kepentingan golongan. Finally, sudah saatnya mengembalikan bumi pada kapasitasnya semula. Sudah saatnya segala kebijakan harus berlandaskan pada ekologi lingkungan dan ekologi manusia sebagai cara menghargai alam demi  dapat hidup selaras dengan alam. -

 

Ayu Triana_1112054000011_PMI6_Tugas Ekologi Manusia

Oleh : Ayu Triana

1112054000011

Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Mata Kuliah Ekologi Manusia

Tragedi Pencemaran Udara Akibat Pembakaran Hutan Gambut di Riau

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki hutan terluas kedua di dunia. Hutan merupakan produsen oksigen, sehingga Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia, karena keberadaan hutannya yang begitu luas. Sayangnya, sejak lebih 10 tahun belakangan ini hampir setiap tahun Indonesia mengalami kebakaran hutan, sehingga alih-alih memberikan sumbangan terhadap kesehatan dunia, asap kebakaran hutan Indonesia malah menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Tahun 2014 ini, di propinsi Riau khususnya, kebakaran hutan yang terjadi merupakan yang terparah sejak kebakaran hutan pertama di Riau tahun 1997. Asap kebakaran hutan yang terjadi menyebabkan polusi udara berat yang mengakibatkan puluhan (bahkan ratusan) ribu orang terkena infeksi saluran pernapasan. Polusi udara bisa disebabkan oleh ulah manusia seperti transportasi, industri, dan pembakaran rumah tangga (kompor, perapian). Asap kebakaran hutan umumnya digolongkan sebagai penyebab polusi udara akibat alam, karena di negara-negara maju penyebab kebakaran hutan pada umumnya karena faktor alam seperti petir atau kemarau panjang. Di Indonesia, sebaliknya, kebakaran hutan 90% merupakan akibat ulah manusia.

Kebakaran hutan di Riau, yang juga merupakan kebakaran lahan gambut, telah banyak diketahui dampak buruknya terhadap kesehatan saluran pernapasan. Tetapi, semakin banyak data menunjukan bahwa asap kebakaran hutan juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan jantung. Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran EPA dan Depkes, bagi Anda yang menderita penyakit jantung dianjurkan untuk mengurangi aktivitas fisik, tinggal di dalam rumah (pintu dan jendela ditutup rapat), dan kenakan masker N95 saat terjadi polusi asap kebakaran hutan. Tragedi tragis tentang kebakaran lahan di Riau masih berlanjut pada kisah perusahaan-perusahaan asing yang justru menjadi "biang" penyebab kemunculan kabut asap di sebagian besar Riau, bahkan hingga menjangkau negara asalnya. Yakni Malaysia dan Singapura.

Dampak dari Kebakaran Hutan

Asap kebakaran hutan merupakan salah satu sumber PM2.5. Partikel-partikel halus akibat kebakaran hutan ini dapat terbawa sampai jauh. Tidaklah mengherankan bila asap kebakaran hutan di Riau bisa sampai di negara-negara tetangga dan menimbulkan pencemaran udara yang hampir sama parahnya dengan lokasi asal pembakaran. Selain partikel, asap kebakaran juga mengandung karbon monoksida, aldehida, asam organik, radikal bebas, ozon, dan lain-lain. Saat ini orang selalu berbicara tentang bahan bakar untuk masa menmdatang. Coconut Palm Oil (CPO) telah dapat direkayasa menjadi biodiesel untuk menggantikan solar. Untuk menghasilkan CPO harus melalui usaha perkebunan kelapa sawit, dengan memanfaatkan lahan ribuan hektar.pembukaan lahan yang paling mudah adalah dengan membakar hutan secara legal, pembakaran hutan untuk kepentingan apapun tidak dibenarkan karena akan merusak ekologi lingkungan atau manusia yang tiada mungkin untuk dikembalikan seperti semula. Perubahan ekologi lingkungan tidak dapat lagi dinilai dengan uang. Dan hal ini mampu mengubah iklim mikro atau wilayah.

Solusi Untuk Kebakaran Hutan

Terbkarnya huta tentu mengakibatan banyak efek negatif, baik yang bersifat ekologis, ekonomis dan politis. Bagi masyarakat dominan yang paling dirasakan yaitu gangguan asap sebab berampak langsung pada khidupan manusia sehari-hari. Hingga saat ini kebakaran di hutan masih sring terjadi berdasarkan data hotspot (titik panas) dari NOAA 18 hingga akhir september 2012. Penyeberan titik panas masih sring terjadi di provinsi2 Indonesia. Melihat fakta seperti ini diperlukan penanganan serius utuk mengatasi kebakaran hutan di Indonesia ini. Pada intinya semua ihak waib bertanggung jawab dan tak boleh lepas tangan. Pemerintah dan juga masyarakat dihimbau agar lebih mengedepankan aspek pencegahan sebab akan lebih efektif mengatasi kebakaran lahan dan hutan. WWF Indonesia adalah salah satu pihak yang berpartisipasi menanggulagi masalah ini. Selama perjalanan panjang melestarikan hutan Indonesia, WWF Indonesia pun ikut ikut aktif memberi solusi dari permasalahan kebakaran di hutan Indonesia.

Beberapa tahun terakhir ini, kegiatan nyata dilapangan untuk meminimalisir kebakaran hutan sudah sering dilakukan seperti memonitor titik api serta memetakan distribusi titik api berdasarkan penggunaan lahan, membuat peta konsesi perusahaan yang sudah terindikasi adanya hotspot di area tersebut. Serta menyelenggarakan judicial hotspot untuk menegakkan hukum kasus kebakaran lahan dan hutan. Peran lainnya adalah memfasilitasi antarinstansi pemerintah dalam mensinergikan usaha dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan.

Sumber

www.anneahira.com/kebakaran-hutan-html

http://antarariau.com/berita/27028/tragedi-kebakaran-lahan-di-riau

millions premature deaths annually linked to air polluiton. WHO news release 25 March 2014

Cari Blog Ini