Selasa, 21 April 2015

TUGAS GATHERING DATA - METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Nama : Hoirunnisa (1112052000009)
Nama : Siti Nurafriyanti (1112052000024)
Jurusan : Bimbingan dan Penyuluhan Islam 


LAPORAN GATHERING DATA

TEMA "KEBUTUHAN HARIAN SISWA SMP SELAMA DI SEKOLAH"

Oleh Hoirunnisa dan Siti Nurafriyanti

 

Pada wawancara ini, kami memiliki sasaran yaitu anak-anak SMP Muhammadiyah 17 yang berlokasi di Ciputat. Kami melakukan wawancara disekolah tersebut pada hari Senin tanggal 20-04-2015 jam 12:00 sampai 13:30. Sasaran kami adalah empat orang siswi kelas 2 yang bernama Agnia, Maya, Sabilah dan Leony.

Tema yang kami ambil dalam wawancara ini adalah mengenai kebutuhan harian mereka selama berada disekolah. Hal yang pertama kali kami lakukan adalah perkenalan dengan narasumber (sasaran) dengan cara menuliskan nama mereka dikertas yang sudah kami siapkan. Setelah perkenalan, kami menceritakan apa tujuan kami mengadakan wawancara ini. Berhubung tema kami mengenai kebutuhan harian mereka selama disekolah, maka ini berkaitan dengan uang jajan mereka. Rata-rata mereka mendapatkan uang jajan 150.000 perbulan.

Kami meminta pandangan secara umum kepada semua narasumber mengenai kebutuhan mereka disekolah dengan menuliskannya dikertas yang telah kami sediakan. Setelah mereka menuliskan hal yang mereka butuhkan, kertas-kertas tersebut dikumpulkan untuk kemudian kami pindahkan menjadi data yang kami tulis dikarton. Kami menuliskan kebutuhan mereka dengan bentuk lingkaran kecil sampai besar dari kebutuhan yang paling penting sampai yang tidak terlalu penting.  Kemudian kami menanyakan harga masing-masing dari kebutuhan yang telah mereka sepakati. Setelah diketahui jumlah pengeluaran keseluruhan selama sebulan, maka ada 3 orang yang merasa jumlahnya tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Dengan ketidaksesuaian tersebut, maka kami mengklasifikasikan secara lebih khusus pengeluaran kebutuhan mereka selama sebulan. Dari data tersebut diketahui bahwa terdapat tiga dari empat orang siswa yang kami wawancara memiliki pengeluaran yang melebihi kesepakatan awal yaitu 150.000.

Kesimpulan dari wawancara ini adalah kami dapat mengetahui bahwa ada beberapa anak siswa yang ternyata pemasukan mereka dari orang tua untuk kebutuhan sekolah melebihi dengan pengeluaran mereka selama disekolah. Merekapun tidak menyangka bahwa uang jajan mereka selama sebulan mencapai jumlah tersebut.

 

 

GAMBARAN UMUM selama sebulan

No

Nama Barang

Harga Barang

1

Pulpen

Rp 5.000

2

Minuman

Rp 72.000

3

Roti

Rp 24.000

4

Uang Kas

Rp 8.000

5

Jajanan

Rp 72.000

6

Uang Fotocopy

Rp  5.000

Jumlah

Rp 186.000

 

GAMBARAN KHUSUS selama sebulan

No

Nama Barang

Agnia

Maya

Sabila

Leony

1

Pulpen

Rp 12.000

Rp 5.000

Rp 5.000

Rp 2.500

2

Minuman

Rp 72.000

Rp 72.000

Rp 72.000

Rp 36.000

3

Roti

Rp 3.000

Rp 8.000

Rp 4.000

Rp -

4

Uang Kas

Rp 8.000

Rp 8.000

Rp 16.000

Rp -

5

Jajanan

Rp 120.000

Rp 72.000

Rp 72.000

Rp 84.000

6

Uang Fotocopy

Rp 5.000

Rp 3.000

Rp 3.000

Rp -

7

Uang Transport

Rp 96.000

Rp -

Rp 15.000

Rp -

Jumlah

Rp 316.000

Rp. 169.000

Rp. 186.000

Rp. 122.500

 

 

Tugas Gathering Data_Nely_dan_Sifa_BPI 6

Nama : 1. Nely Lailatul Maghfiroh              (1112052000013)
            2. Sifa Fauziah                                  (1112052000025)
Prodi : Bimbingan dan Penyuluhan Islam    (BPI) 6
Tema : Kebutuhan anak kost (pengeluaran biaya hidup mahasiswa kost)
TUGAS GATHERING DATA
Laporan Hasil Wawancara. Tema " MAHASISWA YANG TINGGAL DI KOST"
 
Pada tugas wawancara ini yang menjadi narasumber kami adalah mahasiswa yang tinggal di kost sebanyak empat orang. Adapun mekanismenya, yang pertama kami menjelaskan maksud dari wawancara yang akan kami lakukan, kemudian kami membagikan kertas kepada mereka untuk menulis kebutuhan pokok mereka. Setelah itu, kami mengumpulkan kertas tersebut untuk melihat kebutuhan umum dan pokok yang paling dibutuhkan oleh narasumber.
Setelah kami mengetahui mana kebutuhan yang paling pokok, kemudian kami melakukan wawancara yang lebih mendalam kepada mereka untuk mengetahui secara rinci kebutuhan mereka beserta uang yang mereka butuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pemasukan dana yang mereka dapatkan mencukupi ataukah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Gambaran kebutuhan pokok narasumber dari kebutuhan yang paling mendasar
Jadikan gambar sebaris

dari gambar tersebut, terlihat bahwa kebutuhan yang paling pokok adalah pengeluaran untuk uang makan. Untuk kebutuhan yang kedua adalah sewa kost. Diikuti kebutuhan selanjutnya, yaitu untuk pembelian pulsa, tugas kuliah, make up, shopping, dan untuk hiburan. Kami mendapatkan data ini berdasarkan wawancara kepada keempat narasumber kami. Pengeluaran untuk uang makan adalah yang paling pokok, mengkonsumsi makanan untuk kelangsungan hidup. Sewa kost menjadi kebutuhan pengeluaran dana yang ketiga karena terkadang biaya kost bisa ditunda untuk beberapa hari. Selanjutnya disusul dengan kebutuhan untuk tugas kuliah seperti biaya print, fotocopy makalah, baiya pembelian buku. Kebutuhan selanjutnya adalah untuk make up, seperti bedak, pelembab, lipstik, dan alat make up lainnya. kebutuhan yang terletak di lingkaran nomor tujuh adalah shopping. Shopping diletakkan di lingkaran nomor tujuh karena shopping hanya sebagai kebutuhan pemuas. Hiburan menjadi kebutuhan yang terakhir, kerena hiburan hanya sebagai kebutuhan ketika narasumber yang kami wawancarai merea butuh suatu hiburan untuk menigkatkan semangat dan menghilangkan kemalasan.
        Setelah kami mendapatkan gambaran urutan kebutuhan pokok di atas, kami melanjutkan wawancara yang lebih mendalam untuk mengetahui secara rinci pengeluaran dana yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan pokok di atas.
Berikut ini tabel hasil wawancara pengeluaran dana dari empat narasumber:

pengeluaran
Cahaya
Lela
Dini
Isti
Harga
Harga
harga
harga
makan+jajan
 Rp        1.500.000
 Rp       900.000
 Rp     500.000
 Rp  600.000
sewa kost
 Rp            300.000
 Rp       300.000
 Rp     300.000
 Rp  300.000
pulsa
 Rp            150.000
 Rp       200.000
 Rp       10.000
 Rp    50.000
tugas kuliah
 Rp            200.000
 Rp       100.000
 Rp       50.000
 Rp    20.000
make up
 Rp            300.000
 Rp       120.000
 Rp     100.000
 Rp  100.000
shopping
 Rp            300.000
 Rp       200.000
 Rp     300.000
 Rp  200.000
hiburan
 Rp            125.000
 Rp       400.000
 Rp     500.000
 Rp  300.000
jumlah
 Rp        2.875.000
 Rp    2.220.000
 Rp  1.760.000
 Rp  970.000
 
Narasumber yang pertama bernama Cahaya. Pemasukan perbulan berasal dari orang tua sebesar Rp. 2000.000 ditambah dengan gaji mengajar yang setiap minggunya Rp. 200.000 yang jika dikalkulasikan perbulan sebesar Rp.800.000. Jadi, semua pemasukannya berjumlah Rp.3000.000. Sedangkan biaya pengeluaran Cahaya sebesar Rp.2.875.000. Artinya, pengeluaran lebih kecil dari pemasukan.
        Narasumber kedua, yaitu Lela. Pemasukan perbulan bersumber dari orang tua sebesar Rp.1000.000. Selebihnya, dia mendapatkan pemasukan dari beasiswa bidikmisi sebesar Rp.750.000. Jadi, jumlah pemasukan perbulannya sebesar Rp.1.750.000. Sedangkan biaya pengeluaran sebesar Rp. 2.220.000. Artinya, pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
Narasumber ketiga, yaitu Dini. Pemasukan perbulannya bersumber dari orang tuanya sebesar Rp. 1.500.000 dan dari hasil mengajarnya selama sebulan yaitu sebesar Rp.400.000. Dari data tabel ditemukan bahwa ternyata besar pemasukan dan pengeluaran lebih besar pemasukan sehingga ketika kami melakukan wawancara, kami menanyakan sisa pemasukan tersebut. Dan diperoleh informasi ternyata uang tersebut disisihkan untuk menabung.
        Narasumber keempat, yaitu Isti. Pemasukan perbulan bersumber dari orang tuanya sebesar Rp.1.000.000. Karena pemasukannya hanya sebesar itu, maka dia memutuskan untuk pandai-pandai mengatur keuangannya. Sehingga dia mempunyai sisa sebesar Rp.30.000 yang bisa dia sisihkan untuk menabung
Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa dari keempat narasumber yang kami wawancara, kami mengetauhi kebutuhan yang paling pokok dari empat narasumber kami adalah kebutuhan untuk makan dan kebutuhan yang paling terakhir adalah kebutuhan untuk hiburan. Selain itu juga, kami mendapat data berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga orang mahasiswa yang pengeluarannya lebih kecil daripada pemasukan. Dan satu orang yang mempunyai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Senin, 20 April 2015

Diqu Zarobi Alfadia_PMI 6_Ekologi Manusia


Tugas Ekologi Manusia
oleh:
Diqu Zarobi Alfadia (1112054000015)
TRAGEDI LONGSOR BANJARNEGARA, JAWA TENGAH
Banjarnegara adalah Kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan resiko tanah longsor cukup tinggi. Pada hari Kamis (11/12) dan Jumat (12/12) kemarin, setidaknya terjadi tanah longsor di 25 lokasi meski dalam skala kecil. Longsor di dusun Jemblung adalah yang terbesar.

LabibFaishalAriq_1112054000003_PMI6_EkologiManusia

Nama              : Labib Faishal Ariq ( 1112054000003 )
Jurusan          : PMI VI
Mata Kuliah  : Ekologi Manusia
Pencemaran Lingkungan yang Terjadi Akibat Tragedi Love Canal
            Pada tahun 1930an sebuah perusahaan bahan – bahan kimia bernama Hooker chemical  and plastic coorporation yang memproduksi bahan kimia di daerah tersebut membeli canal tersebut untuk membuang limbah yang mereka hasilkan sebagai hasil samping produksi parfum, pelarut, pewarna, dan lainnya. Izin didapatkan dari pemerintah dan Kanal Cinta tersebut berubah fungsi sebagai penimbunan limbah yang kemudian diketahui mengandung (sebagian besar) dioksin dan benzena, dua zat yang karsinogenik dan amat beracun bagi makhluk hidup. Dalam tempo lima tahun itu, kira-kira 22,000 ton sisa toksik dipercayai ditanam di situ. Hooker meninggalkan Love Canal yang pernah menjadi tapak melupuskan lebih 82 jenis sisa toksik yang mana 11 daripadanya adalah carcinogen yaitu sejenis bahan kimia yang mampu menghasilkan sel barah pada sistem tubuh manusia. Sekitar 21.000 ton limbahnya yang mengandung zat berbahaya bernama dioxin, yang bisa cukup untuk membunuh 700 juta manusia.
            Sampai pada tahun 1947 dapat dikatakan daerah tersebut menjadi ahan pengurungan beragam jenis limbah terutama dari industri, termasuk pula abu sisa pembakaran dari kota. Bahkan angkatan darat Amerika Serikat juga mengurung sejumlah besar residu senjata biologis walaupun secara resmi pihak pentagon menolak tuduhan tersebut.
            Limbah industri mempunyai andil yang cukup besar dalam pencemaran lingkungan, termasuk juga sisa bahan kimia yang sulit dimusnahkan seperti pestisida, sisa hasil tambang atau sampah radio aktif berkontribusi meracuni dan mencemari air bawah tanah.
Ø  Bom Waktu
Leukimia, epilepsi, keguguran, mutasi genetik adalah hal yang biasaditemui di Love Canal kemudian hari. Miris, sebuah kota dengan populasi yang terus meningkat harus menghadapi masa depan tersuram dalam sejarah kesehatan Amerika Serikat. Penelitian beberapa reporter yang dimulai pada 1976 memberikan fakta menakutkan tentang kualitas lingkungan yang amat buruk. Kucing bermata satu hingga bayi dengan sebaris gigi tambahan adalah fakta menakutkan yang membayangi semua orang di sekitar Love Canal.
 
Kucing bermata satu, ditemukan di sekitar Love Canal (source: fiendishcuriosities.com)http://htmlimg1.scribdassets.com/2omsptljsw2cvycj/images/3-344d8047c0.jpg
 
 
 
 
 
 
 
 
Pemerintah bergeming sesaat, kalap,menyangkal bahwa bencana tersebut datang dari limbah Hooker Chemical. Perusahaan tersebut kini masih ada dan hanya mengubah namanya menjadi Occidental Petroleum Corporation.Sementara itu, fakta lapangan terus berkata lain: 58% bayi mengalami kelainan saat dilahirkan, 33% tingkat kerusakan kromosom, dan angka-angka mengejutkan lain membuat pemerintah akhirnya menyegerakan evakuasi yang diutamakan untuk anak di bawah usia dua tahun serta ibu hamil. Kota tersebut perlahan mati, ditutup, dansebagian properti yang ada dihancurkan. Kitaran Love Canal kini hanyalah kota mati.
http://lingkungan.net/wp-content/uploads/2012/11/tragedy4_love-canal1.jpg
 
 
 
 
 
 

Seperti dilansir pada sebuah media yang ditulis Dr. Elizabeth Whelan, 'a public health time bomb' telah benar - benar meledak dan menimbulkan bencana yang mengerikan. Bencana kesehatan yang bermuara pada satu hal: musnahnya sebuah ekosistem kota. Kanal berbahaya tersebut saat ini telah dikubur dengan plastik tebal,tanah liat, dan pasir. Lahan tersebut disegel dan dibatasi oleh pagar kawat untuk keamanan lebih lanjut. Bencana Love Canal menjadi kisah pilu yang seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak; sebuah contoh nyata bahwa bumi memiliki kapasitas untuk menampung limbah yang dihasilkan manusia.
 

Cari Blog Ini