Senin, 04 Mei 2015

Laporan UTS Ekologi Manusia

EKOLOGI MANUSIA, OLEH:
Diqu Zarobi Alfadia   (1112054000015)
Arif Rahman Hadi      (1112054000022)
Diyaur Rahman           (1112054000023)
 
Kawasan Hijau Taman Menteng Sektor 7 Bintaro
Menururt Imendagri No.14 tahun 1998 Salah satu bentuk dari Ruang Terbuka Hijau adalah Taman Kota. Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Taman Kota adalah ruang yang berfungsi sebagai wadah untuk kelestarian alam dan kehidupan manusia baik secara individu maupun berkelompok, sera wadah makhluk lain untuk hidup dan berkembang secara berkelanjutan (UUPR no.24/1992). Dari pengertian diatas dapat kita cermati bahwa taman kota yakni ruang yang didominasi oleh lingkungan alami dan fasilitas yang memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Jadi ruang terbuka hijau atau taman kota lebih menonjolka unsur hijau dan itulah yang terdapat di Taman Menteng (Menteng Park) Bintaro sector 7.
Taman Menteng (Menteng Park) Terletak di Kawasan yang bisa dibilang ramai yakni di daerah Bintaro sector tujuh Tangerang Selatan. Taman menteng (Menteng Park) merupakan area terbuka hijau yang diperuntukan sebagai taman kota Bintaro. Taman yang memiliki luas sekitar 1,3 hektar ini dibagun untuk memenuhi fungsi ekologis  dan aktivitas bagi warga bintaro.
Konsep dalam pembagunan taman yang selalu ramai dikunjungi oleh warga ini adalah peduli lingkungan dan ramah terhadap alam yang ini di terapkan dalam desain yang sangat ramah terhadap lingkungan, pemanfaatan sinar matahari untuk lampu penerangan, pembuatan sumur resapan dan lubang biopori yang dapat menyerap air hujan untuk kemudian dimanfaatkan, penanaman pohon-pohon, dan pemanfaatan limbah organic sebagai pupuk untuk pepohonan, dan semua upaya diatas adalah untuk melestarikan lingkungan.
Dalam sejarahnya, Taman Menteng ini sudah berdirI sekitar 10 tahun yang lalu dan dibagun sebagai lahan untuk refreshing bagi masyarakat sekitar yang kesehariannya disibukkan dengan aktifitas yang padat di perkantoran sehingga jalan-jalan sore atau di olah raga pagi saat weekend di taman yang asri menjadi alternative untuk merelaxasi tubuh yang selama weekday atau kesehariannya sangat lelah.
Dalam wawancara kami dengan salah satu Mandor dan petugas yang ada di Taman Menteng ini kami menggali informasi tentang Taman ini. Taman Menteng ini telah dikelola oleh berbagai Perseroan Terbatas (PT). demi mendapatkan hasil yang maksimal, pengelola taman ini mengganti perseroan yang lebih baik setiap dua sampai tiga tahunnya namun pada saat ini Taman Menteng di kelola langsung oleh PT. Bintaro Jaya yang bekerja sama dengan Eco Community sebagai komunitas pencinta lingkungan.
Menurut Suntoro Wongso Atmojo, taman kota memiliki fungsi yang banyak (Multi Fungsi) dan bermanfaat untuk semua baik berkaitan dengan fungsi Hidrologis, Ekologi, Kesehatan, dan rekreaasi. Begitu pula halnya yang ada di Taman Menteng Bintaro, Banyak manfaat dan Fungsi dari taman ini bagi masyarakat umum yang datang mulai dari hanya sekekdar beralan-jalan menikmati alam sampai melakukan hal seperti berfoto.
Bagi keluarga tempat ini menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore dengan hanya duduk-duduk dan mengobrol yang tentunya lebih hemat dan nyaman dibandingkan harus pergi ke bioskop untuk menonton atau ke tempat wisata yang tentunya menghabiskan biaya. Untuk anak-anak tempat ini menjadi sarana mereka dalam bermain dan mengekspresikan diri mereka. Bagi mereka yang senang berolahraga tempat ini menjadi destinasi untuk jogging dan pemanasan-pemanasan kecil, karna di tempat ini sudah disediakan trek khusus untuk jogging dan pemanasan. Bagi mereka yang hobi foto-foto atau hunting foto tempat ini memiliki pemandangan dan spot yang sangat bagus untuk dijadikan objek foto. Dan bagi siswa/siswi tempat ini menjadi wadah untuk kunjungan sekolah-sekolah atau pencinta alam disekolah  untuk melakukanagenda penanaman pohon atau peduli lingkungan.
Memanfaatkan segala yang alam berikan kepada kita adalah satu hal yang sangat baik dengan tidak bergantung terhadap sesuatu yang sifatnya merusak. Dalam masalah fasilitas, Taman Menteng Bintaro sangat memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya. Seperti lampu penerangan yang ada disana, Lampu yang terdapat di taman ini menggunakan energy Surya (Matahari). Dengan memanfaatkan sumber energy alami dari alam menambah kesan ekologis bagi tempat ini. Pupuk yang digunakan untuk pepohonan yang adapun menggunakan kompos yang dibuat dari daun yang gugur di taman tersebut. Dengan membuat daun-daun yang sudah mati menjadi pupuk dan tidak menggunakan pupuk buatan membuat taman ini terlihat lebih asri.
Ada berbagi fasilitas yang ada di Taman Menteng Bintaro diantaranya :
1.      Lampu Taman yang menggunakan energi matahari,
2.      Tempat sampah yang terpisah (organik dan non organik),
3.      Sumur resapan yang berfungsi untuk menyerap air lebih seperti halnya Biopori,
4.      Taman bermain untuk anak-anak,
5.      Sungai,
6.      Trak jogging, Dll.
Tidak hanya sebagai lahan yang digunakan sebagai tempat rekreasi, Taman Menteng Bintaro ini juga bisa dijadikan lahan pengais rezeki bagi mereka yang bekerja disana atau bagi petugas kebersihan yang ada disana. petugas kebersihan di sana bukan hanya membersihkan sampah-sampah di sekitar taman tetapi ketika ada sampah yang bisa menjadi nilai jual, mereka memanfaatkannya. Seperti yang dilakukan oleh Ibu Maya, selain sebagai petugas kebersihan disana Ibu Maya juga berusaha mengumpulkan sampah-sampah yang masih bisa dijadikan rupiah. Konsep yang dilakukan sama seperti yang dilakukan di Bank Sampah, Ibu Maya menyetor barang kepada Pengepul untuk nantinya ditabungkan dan uang hasil dari tabungannya bisa dijadikan untuk tambahan biaya hidup dia dan keluarganya.
 
Itulah hasil wawancara dengan bapak Solihin dan Ibu Maya selaku pengawas dan petugas kebersihan serta Observasi langsung kami di Taman Menteng Bintaro Sektor 7. Banyak sekali manfaat dari kawasan hijau atau ruang terbuka hijau  untuk masyarakat Selain sebagai pemuhan fungsi ekologis tempat ini juga berfungsi sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat.
 
Semakin banyak kawasan ruang terbuka hijau semakin banyak pula manfaat yang bisa diberikan bagi orang-orang dan semakin baik pula kualitas alam. Dengan kita baik terhadap alam, alam pun akan baik terhadap masyarakat.


Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebarisJadikan gambar sebarisJadikan gambar sebarisJadikan gambar sebarisJadikan gambar sebarisJadikan gambar sebarisJadikan gambar sebarisJadikan gambar sebaris

laporan uts ekologi manusia_PMI6

"KOMUNITAS SUNGAI CISADANE"
Tugas ini dibuat guna memenuhi UTS mata kuliah Ekologi Manusia
Disusun oleh
Nurlaila (1112054000027)
Bungawati (1112054000032 )
Jurusan : PMI 6
A.    Profil sungai cisadane
Sungai cisadane yang terletak di jl.raya muncul desa suradita kecamatan cisauk kabupaten tangerang selatan, merupakan sungai terbesar di pulau jawa. Salah satu sungai terbesar di pulau jawa itu kini tercemar. 80 persen permukaannya tertutupi oli bekas. Oli bekas dalam aliran sungai sejauh 3,2 kilometer yang merupakan tanggung jawab pemerintah kota tangerang ini dikhawatirkan akan terus meluas. Bisa dikatakan bahwa sungai cisadane telah tercemari kategori berat karena keberadaan oli bekas di permukaan sungai telah menutup oksigen masuk ke dalam air. Salah satu warga yang sedang memancing ikan di sungai cisadane juga  mengatakan pencemaran ini berawal dari kebocoran sebuah truk milik cv bangka satria ekspres yang mengangkat oli bekas dari arah jakarta menuju cikupa, tangerang, banten. Kebocoran itu terjadi di kilometer 21. Olipun tercemar di sepanjang jalan tol yang lokaisnya berdekatan dengan sungai ciadane. "ujar mas arul" (warga). Di dalam perjalanan kami juga melihat berserakannya sampah warga dan industry. Aneka sampah tersangkut di tanaman eceng gondok sehingga aliran airpun makin terhambat. Setelah kami amati dan susuri sungai cisadane, permasalahannya hampir sama dengan ciliwung. Permaslahan yang terjadi adalah banyaknya privatisasi bantaran sungai dan permasalahan sampah yang banyak dibuang warga bantar sungai cisadacisadane ini.
 
 
1.      Gambar sungai cisadane

 
 

 
2.      Gambar narasumber oleh mas arul.
 


 
B.     Pencemaran Sungai  Cisadane ?
Menurut kalangan lsm bila kalangan industri melakukan pencemaran dan merugikan, warga dalam melakukan gugatan class action atau legal action. Kabupaten tangerang memang lekat dengan kegiatan industri. Namun untuk menutup industri merupakan pilihan yang sulit, mengingat banyak pekerja yang bergantung pada sektor industry. Dan karena masyarakat setempat, limbah rumah tangga, hotel, rumah makan, bengjel kendaraan dan pembuangan sampah sembarangan seperti membuang ke sungai cisadane.


C.    Penyebabnya kali cisadane?
84% penyebab pencemaran sungai cisadane karena adanya limbah domestik yang mencemari air di cisadane berasal dari limbah rumah tangga, hotel, rumah makan, dan bengkel kendaraan bermotor. Pembuangan sampah seperti sampah pakaian, plastic, limbah-limbah industri dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermuara di sungai dan pencemaran polutan air ini dapat merugikan manusia bila manusia mengkonsumsi air yang tercemar.sehingga membuat sungai cisadane menjadi bau kotor, dan banyak sampah yang bersangkutan dipingkiran-pinggiran sungai cisadane. Para ibu beramai-ramai mencuci pakaian, perkakas dapur untuk mandi atau buang air besar. Namun jika dicermati, air sungai yang semula berwarna kecoklatan sebagian berubah warnanya menjadi biru atau berubah menjadi hijau dan berbusa. Kadang tercium bau menyengat hidung. Tercemarnya sungai cisadane merupakan bentuk ketidak pedulian kalangan industri.
 
 
D.    Dampak pencemaran cisadane?
Gambar sampah seperti pakaian-pakaian, plastik, dll.
 

  
 
Diatas adalah gambar-gambar yang telah terjadi ditahun 2-mei-2015 disungai cisadane.
Ada beberapa penyebab sungai cisadane yaitu:
1. Tidak ada dari kelompok pembersihan dari warga masyarakat atau pemerintah setempat.
2. Masyarakat dapat menyebabkan krisis air bersih.
3. Sungai tersebut merupakan sumber air baku.
4. Warga yang mengeluh gatal-gatal saat menggunakan air sungai sungai cisadane
5. Cenderung berwarna hitam pekat, yang terkadang berubah warna menjadi merah dan
    menebar bau yang tidak sedap pencemaran lingkungan disungai cisadane.
6. Sungai menjadi terkontaminasi air limbah
7. Berbusa dan menimbulan bau.
E. Pencegahan dan penganggulan terjadinya pencemaran sungai cisadane?
Keadaan normal air tergantung pada factor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Pencemar air dikelompokkan dalam, pencemar bahan buangan organic, pencemar bahan buangan an organic , dan bahan buangan zat kimia.
Beberapa  cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran sungai cisadane:
1.      Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman
2.      Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau             ekosistem
3.      Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4.      Memperluas gerakan penghijauan
5.      Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6.      Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya
7.      Diharapkan hasil pengembangan teknologi yang terkait dengan pengolahan limbah benar-benar perlu diterapkan untuk memberikan kontribusi solutif bagi permasalahan air limbah di lapangan.
8.      Selain pendekatan teknologi, social engineering tidak boleh dilupakan dalam pengolahan limbah ini. Masyarakat perlu dilibatkan dari awal proses pengolahan limbah ini dengan sehingga akan timbul rasa memiliki dan ikut menjaga kelestarian lingkungan.
9.      Salah satu kunci sukses dari pengolahan air limbah adalah political will dan kesadaran dari para stake holder, khususnya bupati/walikota dan para direksi perusahaan.
10.  Perhatian khusus perlu diberikan oleh pemerintah terhadap masalah pengelolaan limbah medis dari rumah sakit, klinik kesehatan, dan tempat praktek dokter/bidan.
11.  Khususnya untuk daerah tangerang raya yang sedang berkembang sangat perlu belajar dari dki jakarta yang sudah memiliki kebijakan, peraturan, dan master plan, termasuk belajar dari aspek kesuksesan dan kegagalan dki jakarta dalam pengelolaan limbah.
Meski air sungai cisadane telah dialirkan melalui saluran irigasi ini berwarna kecoklatan bukan jadi halangan bagi penduduk sekitar untuk mencuci pakaian, perkakas dapur bahkan untuk mandi. Airnya yang berwarna kecoklatan itu juga dimanfaatkan warga untuk melakukan segala aktifitas yang berhubungan dengan air.

laporan observasi kawasan ekologis-PMI6

LAPORAN  OBSERVASI KAWASAN EKOLOGIS
"KOMUNITAS CILIWUNG CONDET"
Tugas ini dibuat guna memenuhi UTS mata kuliah Ekologi Manusia

Disusun oleh
Lilis Okviyani                                      ( 1112054000002 )
Faisal Amin                                         ( 11120540000 17)
Siti Nurrahmah                                    ( 1112054000018 )

A.  Sejarah Kawasan Condet
Condet merupakan perkampungan tua yang ditengahnya mengalir Sungai Ciliwung. Bantaran sungainya terhampar perkebunan aneka buah berkualitas. Tak heran, jika pemerintah menetapkan Condet sebagai cagar budaya sekaligus cagar buah-buahan. Namun seiring dengan perkembangan jaman terjadi perubahan lingkungan yang tidak terkontrol. Pertambahan penduduk, polusi udara kota, pencemaran air dan tanah dan banjir menjadikan kebun-kebun buah-buahan semakin terancam. Atas dasar itulah, Kami, dari KOMUNITAS CILIWUNG CONDET berupaya untuk menyelamatkan sisa-sisa keanekaragaman hayati khas Condet yang sudah menjadi maskot DKI Jakarta yang mudah dijumpai di kulit TRANS JAKARTA dan kantor-kantor PEMDA DKI. Ada beberapa peninggalan purbakala yang usianya diperkirakan barasal dari periode 1500 – 1000 SM, yang berhasil ditemukan berupa Kapak, Gurdi dan Pahat dari batu. Untuk melindungi kultur budaya masyarakat tersebut Pada akhirnya Pemerintah menetapkan kawasan Condet yang terdiri dari kelurahan Belekambang, Batu Ampar dan Kampung Tengah menjadi kawasan yang dilindungi (Cagar Budaya Buah-buahan) berdasarkan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Letjen. TNI Marinir Ali Sadikin) tanggal 18 Desember 1975 Nomor D.I. 7903/a/30/1975 yang begitu fenomenal (Anonimuous, 1975).
Untuk menjaga kelangsungan dan kehidupan perkampungan Condet serta sebagai pelaksanaan keputusan gubernur tentang cagar budaya buah-buahan, maka pada tanggal 20 Oktober 1976 Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta kembali menginstruksikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) untuk menyusun rencana pola kebijaksanaan pemerintah DKI dan tata kerja proyek Cagar Budaya Condet dengan instruksi No.D.IV-99/d/11/76 (Anonimous, 1976).
Pada tahun yang sama Pemerintah kembali mengeluarkan instruksi nomor D.IV– 116/d/11/76 tentang pembatasan terhadap pengembangkan kawasan Condet (Anonimous, 1976).

Inline image  Inline image  Inline image
 
(buah salak condet dan pohon randu kapuk bantaran sungai ciliwung )

Penetapan condet sebagai cagar budaya Buah-buahan menimbulkan daya tarik bagi kalangan menengah keatas untuk menanamkan investasi atau bermukim di condet, hal ini ditandai dengan bermuculannya rumah-rumah mewah di kawasan tersebut. Menurut data perubahan pungsi lahan dikawasan Condet selama periode itu sebesar 217.8 Ha atau dari 135.3 Ha (1976) menjadi 353.1 Ha (1986) dari data tersebut rata-rata pertahun di kawasan Condet terjadi perubahan fungsi lahan sebesar 3 9 Ha.

A.  Komunitas Ciliwung Condet ( Konservasi DAS Ciliwung)
Komunitas ini memfokuskan kegiatan pada pelestarian alam, pendokumentasian aset alam dan budaya serta pembelajaran yang bersinergi dengan alam dan lingkungan Sungai Ciliwung. Komunitas Ciliwung Condet pada dasarnya adalah meningkatkan efektivitas pengelolaan Sungai, dengan menekankan pada perencanaan pengelolaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat disertai data pendukung dan pembuatan percontohan pengelolaan yang mempertimbangkan aspek pendidikan, ekonomi dan konservasi alam. Antara lain :
1.       Menjadikan kawasan sungai Ciliwung Condet sebagai Kawasan Konservasi Alam
2.       Menjadikan Kawasan Sungai Ciliwung sebagai Wahana Pendidikan Alam
3.       Menjadikan Kawasan Sungai Ciliwung sebagai Areal Wisata
4.       Menjadikan Kawasan Ciliwung sebagai Penyanggah Cagar Budaya Jakarta
5.       Menjadikan Kawasan Ciliwung sebagai Situs keanekaragaman hayati Nusantara
6.       Bantaran Sungai Ciliwung Condet menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam  pengelolaan sungai
7.       Terciptanya mekanisme pengelolaan sungai yang kooperatif , bersinergi dalam   upaya pemberdayaan dan peningkatan kwalitas hidup masyarakat dan kwalitas  lingkungan.
8.       Terciptanya mobilitas masyarakat terhadap upaya penyelamatam lingkungan yang   mandiri dan berkesinambungan. Jakarta Memiliki situs kranekaragaman hayati,  Kawasan konservasi Alam dan Taman Nasional Ciliwung
9.       Sungai Ciliwung, menjadi wahana Pendidikan, pusat studi Alam, Sejarah,   pembelajaran peradaban, indikator pengelolaan lingkungan.

Inline image
    
( Peta DKI Jakarta dan bagian lokasi yang dijadikan DAS Ciliwung )

Lokasi tepatnya Komunitas Ciliwung Condet ( Konservasi DAS Ciliwung) yaitu di Jalan Munggang, Condet Balekambang, No. 6 RT 10 RW 04, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur. Kode Pos 13530.
 
Inline image  Inline image

(Bantaran Sungai Ciliwung Condet )

  Inline image   Inline image

 basecamp KCC
                            
B.     Dampak Bagi Masyarakat dan Lingkungan
Sebagai salah satu bukti lapangan kami yang berbincang dengan ketua dari Komunitas ini yaitu bapak Abdul Kodir yang mengatakan bahwa , "Condet, yang saat ini berada dalam proses pembangunan fisik wilayah, pertambahan penduduk, mengalirnya wisatawan dalam dan luar negeri, proses akulturasi global. Kebijakan-kebijakan Pemerintah yang diharapkan dapat melindungi asset Hayati dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat, namun pada kenyataanya justru menghantam dan merusak lingkungan alam, mencerai-beraikan pergaulan kehidupan masyarakat, menghanyutkan dan menenggelamkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang bertahun-tahun dipertahankan, hingga pada akhirnya melenyapkan identitas masyarakat tradisional Condet yang kental dengan predikat sebagai Cagar Budaya Buah-buahan.".
Jadi dengan berbagai alasan dan masalah lingkungan  yang semakin meningkat, dengan adanya KCC ini sebagai wadah bagi masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam kegiatan konservasi , dimana aliran sungai ciliwung sekarang keadaan lingkungan yang semakin memburuk, pembangunan gencar dimana-dimana hanya untuk modernisasi tanpa melihat akibatnya. Masyarakat lebih suka membuang sampah di sekitar bantaran sungai yang akan berdampak buruk bagi masyarkat sekitar.
             
Inline image
        ( Kompos sebagai pupuk untuk tanaman )

Keadaan faktanya dengan diadakannya sebuah komunitas dan konservasi ini masyarakat sekarang melestarikan kembali budaya khas betawi seperti tari-tarian yang dilakukan remaja-remaja dan mengajak anak muda disekitar untuk mencintai lingkungan dengan cara membersihkan kali ciliwung dan sekitarnya.
 

Cari Blog Ini