Senin, 25 Mei 2015

Vikron Fahreza_Tugas 7_ Mitos Kebun Raya

Vikron Fahreza

1113054000025

Tugas Ke-7



Antropologi Budaya

Mitos bahasa yunani (mythos) atau mite (bahasa belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengundang penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk didalamnya, serta di anggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita dan penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas mitos dapat diartikan cerita tradisonal. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagianya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu di lebih-lebihkan sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual.

Menurut teori mitos ritual keberadaan mitos sangat erat dengan ritual. Teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini pertama kali dicetuskan oleh sarjana biblikal William Roberston Smith. Menurut Smith, orang-orang mulai melaksanakan suatu ritual untuk alasan tertentu yang tidak ada hubunganya dengan mitos kemudian setelah mereka melupakan alasan sebenarnya mengenai pelaksanaan ritual tersebut, mereka mencoba melestarikan ritual tersebut dengan menciptakan suatu mitos dan mengklaim bahwa ritual tersebut dilaksanakan untuk mengenang kejadian yang diceritakan dalam mitos.

Antropologi James Frazer memiliki teori yang sama. Frazer percaya bahwa manusia primitif mulai percaya pada hukum-hukum gaib, kemudian ketika manusia mulai kehilangan keyakinannya mengenai sihir, mitos tentang dewa diciptakan dan mengklaim bahwa ritual magis kuno adalah ritual keagamaan yang dilakukan untuk menyenangkan hati para dewa.

            bila berbicara soal mitos maka sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang berbau ghaib, mistis dan hal-hal yang irasional. Salah satu mitos yang akan saya angkat adalah larangan berpacaran di Kebun Raya Bogor. Kebun Raya merupakan salah satu tempat destinasi wisata yang murah, nyaman, dan jaraknya pun tidak terlalu jauh dari ibu kota Jakarta, disana terdapat banyak pohon-pohon yang besar dan rerumputan hijau yang membentang luas, udara yang terdapat dilokasi itu masih dibilang sangat sejuk dan sangat baik untuk pernafasan manusia. Oleh karena itu tidak heran bila Kebun Raya merupakan tempat wisata yang menarik dan menjadi favorit bagi semua kalangan umur, baik orang dewasa, anak-anak, remaja, bahkan orang-orang yang lanjut usia.

            Sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap orang yang mengunjungi Kebun Raya bila dia memiliki pasangan maka dia akan putus dengan pasangannya itu, lalu bila dia tidak memiliki pasangan/jomblo maka dia akan mnemukan tambatan hatinya ditempat itu, semua itu merupakan mitos yang sudh lama berkembang dan beredar dimasyarakat kita, walaupun terdengar sangat tidak masuk akal, tetapi percaya atau tidak mitos itu sudah sangat akrab di masyarakat kita, bahkan ada beberapa orang yang sangat takut untuk mengunjungi kebun raya karena tidak ingin hubungan denga pasangannya menjadi retak atau bahkan menjadi putus. Bila dilihat secara logika hal itu sangat tidak masuk akal atau bahkan cenderung terdengar absurd, tetapi kenyataannya masyarakat Indonesia merupakan tipe masyarakat yang masih sangat mempercayai hal-hal yang bersifat seperti itu.

             Mitos yang berkembang di kebun Raya ini sagat erat kaitannya dengan kalangan remaja. Menurut pengakuan beberapa pasangan kekasih yang pernah mengunjungi tempat itu  mereka menglami keretakan didalam hubungannya. Bahkan ada yang putus cintanya akibat berkunjung kesana. Semua itu tergantung dari pemahaman masing-masing, akan tetapi kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Jadi di Kebun Raya itu terdapat dua pohon besar yang terdapat disana, dan apabila orang yang duduk disana adalah orang yang tidak memiliki pasangan maka dia akan menemukan tambatan hatinya, akan tetapi bila yang duduk di bawah kedua pohon itu adalah oran yang memiliki pasangan, maka dimitoskan sepasang kekasih itu akan putus. Benar atau tidaknya mitos tersebut tergantung dari kepercayaan kita masing-masing, akan tetapi dibalik itu semua ada nilai moral yang terkandung dari mitos itu, nilai moral itu adalah mencegah perbuatan yang kurang baik seperti tindakan berpacaran atau berduaan yang dapat menimbulkan kemudharatan, sebab kebun raya adalah tempat yang sangat pas untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh. Oleh karena itu kita sebagai orang-orang yang berpendidikan hendaknya tidak memandang sesuatu mitos dari satu sisi saja, akan tetapi pandanglah mitos itu dari sisi kebaikan nya dan dari sisi nilai moralnya yang tentunya dapat merubah kita untuk ke arah yang lebih baik.

Hasil Penelitian

Nama : Nurlaila
NIM : 1112054000027
Jurusan : PMI 6
Laporan Hasil Penelitian Sumedang (Sejarah & Asal-Usul Cipaku)

Desa Cipaku Kabupaten Sumedang adalah tempat yang suci atau sakral karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual masyarakat. Begitu juga kampung Halaman, Tempat Tinggal, beserta segenap isinya baik yang tampak yaitu tanah, air, sumber daya alam, & sumber daya manusianya beserta yang tidak tampak yaitu nilai- nilai sejarah, budaya, dan spiritualnya. Dan begitu juga mayoritas agama islam yang begitu kental sangat terasa jika masuk ke wilayah ini (Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang).
Makna Cipaku sendiri adalah dari dua kata yaitu Ci dan Paku yang mengandung makna Ci artinya Air dan Paku Artinya Penis/ Alat Reproduksi Laki-laki. Jadi, Cipaku adalah air penis atau dikenal juga sperma. Sperma adalah Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa, yang berarti benih, dan yang berarti makhluk hidup yaitu sel dari sistem reproduksi laki-laki. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Sperma adalah benih mahluk hidup / manusia, asal muasal manusia. Kasepuhan di Kabuyutan Cipaku percaya bahwa semua manusia berasal dari Cipaku.
Kabuyutan Cipaku Jaman Purba disebut Kawasan Lemah Sagandu dengan batas di sebelah utara adalah Bukit Pareugreug, sebelah Barat Gunung Lingga, Sebelah Selatan Gunung Cakrabuana, dan Sebelah Timur Gunung Jagat. Kawasan Lemah Sagandu Kabuyutan Cipaku sebagian besar sekarang terancam digenangi menjadi Waduk Jatigede. Di tengah- tengah Kawasan Lemah Sagandu terdapat Bukit Surian yang berupa Gunung Kecil ditengah Bendungan Jatigede kalau jadi digenangi maka akan terbentuk pulau/ nusa. Leluhur Kabuyutan Cipaku percaya bahwa mereka adalah keturunan langsung dari Nabi Nuh AS dan Gunung Surian merupakan bangunan punden berundak peninggalan jaman Nabi Nuh AS.
Begitu juga desa Cipaku mempunyai beberapa situs-situs peninggalan diantaranya :
1. SITUS MAKOM RATNA DEWI INTEN :
Situs makom ratna inten ini adalah bukan kuburan melainkan tempat bersemedinya ratna inten. Makomratna inten memiliki satu batu kepala yang memiliki makna ketauhidan atau untuk menguatkan bahwasanya tuhan itu hanya satu. Makon ratna inten bertempatan diapit oleh dua selokan besar, dan di makom ratna inten juga terdapat pohon bambu yang berada pada posisi barat dari makom, pohon bambu ini berfungsi sebagai meneduhkan atau menyejukkan makom dan tempat berteduh bagi para peziarah.
Pohon bambu ini adalah pohon yang jenisnya bambu sangat kuat yang tak akan pernah busuk walaupun sudah ditanamkan ditanah dan dapat juga dipakai sebagai pondasi. Selain pohon bambu, di makom ratna inten juga terdapat pohon bringas yang berfungsi melindungi makom, pohon ini memiliki getah yang dapat menyebabkan gatal berhari-hari jika terkena kulit manusia, pohon ini juga memiliki kayu yang sangat kuat. Selain terdapat pohon, di sekeliling makom ratna inten juga terdapat sumur yang berisi air yang cukup banyak. Situs makom ratna inten juga memiliki suatu aura yang cantik, oleh sebab itu para leluhur juga menyebutkan makon ratu ratna inten. Ratna inten sendiri adalah istri dari pandita ajar padang larawangan.
2. SITUS PRABU AJI PUTIH
Prabu resi Aji putih adalah seorang resi trah Galuh (masih keturunan bangsawan galuh), yang dianggap sebagi perintis dari kerajaan Sumedang Larang. Ia diyakini merupakan keturunan dari Aki Balangantrang, cucu Wretikandayun (pendiri kerajaan Galuh), dan merupakan inspirator dalam kudeta Ciung Wanara (Sang Manarah) di tanah Galuh.Ia datang ke suatu kampung yang bernama Cipaku, yang letaknya di pinggir sungai Cimanuk (sekarang adanya di kampung Muhara, desa Leuwihideng, kecamatan Darmaraja Sumedang). Disini ia melakukan perubahan tatanan pemerintahan dan masyarakat, yang konon daerah ini sudah ada sejak abad ke-8 M. Pengaruhnya semakin kuat sehingga kekuasaanya meluas hingga sepanjang walungan (sungai) Cimanuk, hingga berdirinya kerajaan Tembong Ageung. Tembong Ageung berarti Kelihatan besar / luhur (tembong berarti kelihatan, sedang ageung berarti besar dan luhur).Kerajaan Tembong Ageung terletak di bukit Tembong Ageung, dengan ibukota di Leuwi Hideung
Darmarja sekarang. Prameswari prabu Aji Putih bernama Nyi Mas Ratu Ratna Inten atau terkenal juga dengan nama Nyi Mas Dewi Nawang Wulan. Dari perkawinanya ia mempunyai anak yang bernama Tajimalela, yang kemudian menggantikannya. Setelah meninggal Prabu Aji Putih dimakamkan di Astana Cipeueut, desa Cipaku Darmaraja.
3. PRABU TAJIMALELA
Prabu Tajimalela atau Batara Tuntang Buana (Prabu Agung Resi Cakrabuana), dianggap sebagai pokok berdirinya kerajaan Sumedang Larang. Ia meneruskan kekuasaan ayahnya, Prabu Guru Aji Putih. Pada zamannya nama kerajaan kemudian diganti dengan nama Himbar Buana, yang berarti Menerangi alam. Tetapi setelah ia bertapa ia mengubahnya menjadi kerajaan Sumedang Larang, meskipun ibukotanya tetap di daerah Leuwihideung Darmaraja. Prabu Tajimalela pernah berkata Insun medal insun madangan." (artinya: Saya dilahirkan saya menerangi) dari perkataan Tajimalela inilah kemudian nama Sumedang Larang diambil. Dengan demikian kata Sumedang berasal dari kata insun madangan yang disingkat Sumedang, yang berarti saya menerangi, dan ada juga yang menulis berasal dari kata insun medal yang mengalami perubahan pengucapan. Sedang kata Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingannya.Prabu Tajimalela hidup sezaman dengan Maharajara Sunda yang bernama Luhur
Prabawa.Konon menurut cerita rakyat, pada zaman Tajimalela ini pertanian mencapai kemajuannya. Ia sangat memperhatikan bidang pertanian, sehingga disepanjang sungai Cimanuk terdapat tanah pertanian yang sangat 4subur. Disamping itu, ia juga dalam bidang peternakan di Paniis (Cieunteung) dan perikanan.di Pangerucuk (Situraja). Situs peninggalan Prabu Tajimalela berupa Lingga di situs gunung Lingga.
Mengenai jumlah kependudukan di desa Cipaku Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Didesa ini memiliki 39.190 ribu jiwa. (Laki-laki berjumlah 19,917) (perempuan berjumlah 19,273). Dari data tersebut menjelaskan jumlah penduduk di kecamatan ini yaitu 39.190 ribu jiwa. Dalam melakukan praktek lapangan untuk pengkajian data di Desa Cipaku Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang kelompok kami menghadapi sebuah problem yang diluar dugaan. Diantaranya yaitu :
1. Keadaan desa cipaku saat itu berada dalam keadan yang sensitive rentan bentrok dengan orang asing yang masuk kampong Cipaku. Jadi informasi yang berada di desa tersebut belum dapat diekplorasikan keluar.
2. Terkait masalah perizinan pun kami telat melaporkan kepada kepala desa
3. Tutur kata kepala desa kepada kami bahwa, kita selaku mahasiswa UIN dirasa mempunyai sebuah kepentingan tertentu dalam kegiatan tersebut dan sempat kami klarisifikasikan hal tersebut dan beliu bertutur bahwa kami ditunggangi oleh LSM (lembaga Sosial Masyarakat) yang tujuannya tidak memihak kepada Kepala desa dan masyarakat setempat.

Setelah itu dalam melakukan FGD (focus group discustion) kelompok kami mewawancarai beberapa warga setempat diantaranya :
1. Ibu Cicih berusia 59 Tahun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga
2. Ibu Denah berusia 54 Tahun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga
3. Ibu Eson berusia 62 Tahun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga
4. Ibu Iing berusia 70 Tahun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga
5. Ibu Eden berusia 25 Tahun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga
Dalam diskusi kelompok, kami beserta ibu-ibu membahas tentang pendidikan. Mereka mengatakan pendidikan didesa Cipaku yaitu SD dan SMP . Mereka juga mengatakan bahwa anak-anak mereka harus lebih tinggi pendidikannya dibandingkan orang tuanya dulu. Sebenarnya pendidikan di desa Cipaku Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang dalam hal pendidikannya sama saja dengan daerah-daerah lainnya seperti : dari umur anak-anak masuk sekolah, pakaian sekolah maupun mata pelajarannya hampir mirip dengan sekolah-sekolah lain pada umumnya.
Namun yang menjadi pembedanya hanyalah jarak tempuh menuju sekolahnya saja. Mengenai sarana dan prasarana mereka mengatakan belum tercukupi melainkan adanya isu yang menyebabkan pemadatan proses pembangunan. Dan mereka juga mengatakan untuk masalah listrikpun didesa Cipaku baru ada mulai tahun 2010, itupun karena desakan dari Forum Komunikasi Masyarakat Sumedang yang diketuai oleh ki embun pada saat itu.
Lalu untuk mata pencahariaan mereka mayoritas masyarakatnya seperti bertani dan berternak. Mereka berternak kambing, bebek, dan ayam. Masalah modal dari pertanian mereka, masyarakat disana dapat meminjam modal ke GAPOKTAN (gabungan kelompok tani) bagi petani yang ingin bercocok tanam namun tidak mempunyai modal yang cukup, mereka dapat meminjam modalnya disana. Dan mekanisme pembalikan modalnya tersebut jikalau hasil panennya laku terjual.
Mengenai pendapatan dalam satu tahun sekitar 10 ton dan satu ton berkisar 1 Juta jadi total satu tahun 10 juta itu standardnya, jikalau musimnya panas maka hasil panennya akan lebih besar. Adapun kendala mereka dalam bertani diantaranya tidak terlepas dari hama seperti : tikus dan babi hutan. Terkadang juga kendala bagi si petani tersebut itu dari musim / cuaca misalnya keadaan yang sering turun hujan, dan masalah isu penggenangan desa Cipaku itu sendiri

BUNGAWATI_(1112054000032)_PMI 6_Ekologi Manusia_tgl 25


Tugas laporan Ekologi sosial, Jainun Noni ( 1112054000013 ) PMI 6


Minggu, 24 Mei 2015

Peluang Karir Mantap dari KerjaDulu

KerjaDulu
Kd-splash2

Klik dan lamar lowongan mantap dibawah ini:

Sales

PT Surya Madistrindo (Subsidiary of PT. Gudang Garam Tbk)

Jakarta, Jakarta Pusat

Apply

Admin Accounting

PT Surya Madistrindo (Subsidiary of PT. Gudang Garam Tbk)

Jakarta, Jakarta Pusat

Apply

Accounting Supervisor

PT Surya Madistrindo (Subsidiary of PT. Gudang Garam Tbk)

Jakarta, Jakarta Pusat

Apply

Digital Media Account Executive

Swasembada Media Bisnis

Jakarta, Jakarta Pusat

Apply

Research Manager Assistant

Swasembada Media Bisnis

Jakarta, Jakarta Pusat

Apply

Operator Produksi

Dwi Jaya Tunggal

Jawa Tengah, Semarang

Apply

Sales Representative

Dwi Jaya Tunggal

Jakarta, Jakarta Pusat

Apply

Project Manager (Telecommunication)

Mycom Networks

Jakarta, Jakarta Selatan

Apply

Web Developer (PHP)

PT. Smart Wisdom Group

Jakarta, Jakarta Selatan

Apply

Accounting

PT. Smart Wisdom Group

Jakarta, Jakarta Selatan

Apply

Software Engineer

Baron Biondi William

Jakarta, Jakarta Barat

Apply

Programmer JAVA

Baron Biondi William

Jakarta, Jakarta Barat

Apply

iOS Developer

Baron Biondi William

Jakarta, Jakarta Barat

Apply

Sekretaris

Media Sarana Data

Jawa Tengah, Semarang

Apply

Sales Promotion Girl

Grha Humanindo Manajemen

Jakarta, Jakarta Selatan

Apply

Guru SMP (Integrated Science)

International Islamic Boarding School RI

Jawa Barat, Bekasi

Apply

Marketing

Tali Roso Akupuntur dan Herbal

Jawa Timur, Malang

Apply

Back End Developer

Mediatechindo

Yogyakarta, Yogyakarta

Apply


Lihat semua pekerjaan


Keep up with KerjaDulu

Like us on Facebook Follow us on Twitter Send feedback to us

Jika Anda ingin berhenti menerima update dari kami, klik disini

Copyright © 2015 KerjaDulu. All rights reserved.

Dropshadow

RIZKY ARIF SANTOSO_TUGAS 8_KEBERADAAN MITOS SEBAGAI HUKUM SOSIAL

NAMA            : RIZKY ARIF SANTOSO

KELAS           : PMI 4

NIM                : 111 3054 000 001


MITOS PANTANGAN KELUAR RUMAH  MELEWATI WAKTU MAGRIB KARENA AKAN DICULIK WEWE GOMBEL


Mitos merupakan sesuatu hal yang tidak masuk akal namun dianggap benar akan kejadiannya. Mitos identik dengan hal-hal yang berbau mistis dan aneh. Mitos bermula dari sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh nenek moyang manusia terdahulu dan diyakini memiliki bala bencana jika seseorang melanggarnya. Tak banyak orang yang tak memercayainya dan tidak sedikit pula masyarakat yang meyakini bahwa mitos yang ada di suatu daerah benarlah suatu peristiwa yang mistis dan tak masuk akal.

Walaupun mitos-mitos ini tak jarang dianggap sebagai sesuatu yang aneh dan mistis, namun dibalik mitos terdapat pesan tersirat dari nenek moyang manusia yang memberikan kebaikan dan manfaat tersendiri buat lingkungan dan kehidupan. Mitos yang diciptakan manusia terahulu pada dasarnya sebagai "Hukum Sosial" bagi masyarakat setempat maupun masyarakat luas demi menjaga keseimbangan alam agar tetap asri dan alami, sehingga jika seseorang sejenak memikirkan untuk melanggarnya, maka secara otomotis sugesti yang ada di dalam hati dan pikiran manusia pun menolak dan mencegahnya untuk melakukan pelangaran dari mitos tersebut.

Pada pembahasan ini saya mengambil salah satu mitos yang diyakini banyak orang sebagai sesuatu yang aneh dan mistis yaitu mitos "Jika bermain melebihi batas magrib, maka akan diculik Setan (Wewe Gombel) ". Mengapa saya mengambil mitos tersebut??? Dikarenakan mitos tersebut mengandung pesan yang mistis namun memiliki hikmah dan tujuan yang baik.

Dahulu, sebelum anak-anak mengenal dan memainkan berbagai macam permainan berbasis teknologi canggih seperti Gadget, Playstation, Game Online, Tab dan berbagai permainan modern lainnya, anak anak dahulu ketika pulang dari sekolah dan makan siang, mereka bergegas untuk ke lapangan berkumpul dan bermain bersama teman-temannya. Permainannnya pun masih tergolong tradisional seperti bermain Kelereng, Layang-layang, Petak Umpet dan lain sebagainya. Walau terkesan sederhana namun permainan tersebut sangat digemari anak anak dizamannya. Permainan tradisional tersebut masih tetap eksis bertahan di tengah-tengah kehidupan yang sudah mengalami perubahan budaya walau yang bermain pun tergolong minoritas dan tidak sebanyak dahulu.

Anak anak kala itu sering disetiap waktu petang (sore) berkumpul di lapangan atau alun-alun untuk bermain bersama teman-teman, namun ada pesan dari orang tua mereka yang tak bisa dihiraukan oleh anak-anak kala itu. Pesan yang disampaiakan orang tua mereka ketika anak-anaknya bermain keluar rumah di sore hari merupakan pesan yang sederhana yaitu "Jangan bermain melebihi waktu magrib, nanti diculik Wewe Gombel ".

Perlu disadari memang benar bahwa orang tua sayang terhadap anaknya dan khawatir jika anak-anaknya mengalami musibah atau gangguan dalam hal fisik maupun mental, namun dari pesan yang sederhana tersebut, terdapat pesan yang mistis untuk anak-anak yang bermain kala itu di sore hari.

Disetiap anak-anak mulai bermain keluar rumah di sore hari, pesan mistis tersebut tak pernah luput dari ucapan orang tua kala itu. Sang anak selalu diingatkan oleh orang tuanya masing-masing bahwa kalo bermain hanya terbatas waktunya hingga menjelang magrib, tidak boleh melebihi waktu magrib, disebabkan jika sang anak melewati batas waktu magrib selalu dihubungkan dengan mitos akan diculik oleh Wewe Gombel.

Sosok hantu dari zaman ke zaman tetaplah menakutkan, anggapan dan imajinasi orang mengenai hantu sebagai sosok yang menyeramkan, bermuka hancur, tubuh berlumur darah dan memiliki bau tak sedap. Begitu pun dengan sosok Wewe Gombel, suatu sosok mistis (ghaib), bermuka seram dan menakutkan. Sehingga secara tak langsung memberikan sugesti yang menakutkan untuk anak-anak agar tidak bermain melewati batas waktu magrib.

Dari pesan singkat yang sederhana tersebut, sebenarnya ada pesan tersirat yang disampaikan orang-orang dahulu. Pesan "Jangan bermain melebihi waktu magrib, nanti diculik Wewe Gombel " memang diakui sebagai sebuah pesan yang mistis dan penuh mitos. Namun dibalik pesan itu ternyata mengandung hukum sosial yang ingin disampaikan agar hukum tersebut berlaku dan bermanfaat bagi orang banyak.

Pesan tersirat yang terkandung dalam mitos tersebut ialah menegenai waktu bermain anak-anak yang harus dibatasi, disebabkan masa kanak-kanak merupakan masa-masanya asyik bermain, ditakutkan ketika sang anak bermain di sore hari akan lupa waktu hingga melewati batas waktu yang tak terduga. Pesan tersebut berperan sebagai pengingat bagi anak-anak agar tidak bermain melewati waktu magrib dalam rangka mendidik sang anak untuk menghargai waktu dan menjauhi sifat lalai.

Disamping itu, pesan yang terkandung dalam mitos tersebut disamping membatasi waktu bermain anak-anak, juga mengingatkan anak-anak untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Hal ini untuk mencegah anak-anak untuk pergi keluar rumah yang tak jelas tujuannya atau dalam bahasa sehari-harinya "keluyuran". Biasanya jika anak bermain sudah selesai, mereka masih keluyuran ke rumah temannya hingga lupa waktu, maka itu mitos ini berlaku sebagai pembatas waktu bermain anak jika sudah selesai bermain agar segera pulang ke rumah dan tidak bepergian kemana-mana.

Selain itu, pesan yang selalu tak luput dari orang tua ini mengandung hikmah yang bermanfaat buat anak itu sendiri, yaitu masa masa magrib merupakan masa peralihan suhu siang ke malam. Suhu panas di siang hari beralih menuju suhu malam yang dingin merupakan peralihan yang terjadi di waktu magrib. Yang saya ketahui, peralihan suhu panas ke dingin sama halnya musim pancaroba yang kerap terjadi di Indonesia, musim pancaroba identik dengan musim penyakit seperti diare, DBD, dan penyakit lainnya. Maka dari itu, secara analogi massa massa magrib merupakan massa yang suhunya sama dengan massa pancaroba yang rentan mengundang penyakit. Maka dengan adanya mitos tersebut, berfungsi sebagai pencegah anak-anak ataupun orang lain agar tidak keluar rumah di waktu magrib agar terhindar dari penyakit yang tidak diharapkan.

Terakhir pesan mitos dan mistis tersebut memiliki manfaat lain yakni nilai religius dibalik pesan mistis yang ada massa itu. Orang tua terdahulu berpesan demikian agar disamping anak pulang ke rumah usai bermain, juga untuk mengingatkan anak untuk beribadah seperti salat dan membaca Al-Qur'an. Maka itu, mitos tersebut berperan sebagai penyeimbang waktu bagi sang anak, boleh bermain asal tidak lupa melaksanakan ibadah.

Jadi, pada dasarnya dibalik pesan "Jangan bermain melebihi waktu magrib, nanti diculik Wewe Gombel " walau memiliki pesan yang mistis namun mengandung makna tersirat yang bermanfaat sebagai hukum sosial dan manfaat yang beragam kala itu. Jadi, apapun pesannya akan tetapi memiliki manfaat selagi itu baik dan berfaedah bagi yang melakukannya. 

Sabtu, 23 Mei 2015

Dauatus Saidah_PMI 4_Tugas 6_Mitos Kejatuhan Cicak

Nama   : Dauatus Saidah
Nim     : 1113054000016
Tugas   : Mitos_tugas Ke 6
 
 
Pengertian Mitos
Mitos merupakan bagian tradisi lisan yang memuat sejumlah nilai moral yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, di antaranya untuk pembinaan watak, pendidikan multikultural, dan upaya menumbuhkan rasa kebangsaan. Secara harfiah kata mitos berasal dari bahasa Yunani 'muthos'; 'mythos' yakni memiliki arti sesuatu yang diungkapkan, sesuatu yang diucapkan, misalnya cerita. Menurut Sukatman mitos adalah cerita yang bersifat simbolik dan suci yang mengisahkan serangkaian cerita nyata ataupun imajiner yang berisi asal-usul dan perubahan alam raya dan dunia, dewa-dewa, kekuatan supranatural, pahlawan, manusia, dan masyarakat tertentu yang berfungsi untuk
·         meneruskan dan menstabilkan kebudayaan,
·         menyajikan pentunjuk-petunjuk hidup,
·         mengesahkan aktivitas kebudayaan,
·         memberi makna hidup manusia,
·         memberikan model pengetahuan untuk menjelaskan hal-hal yang tidak masuk akal dan pelik.
Mitos kejatuhan Cicak
Di daerah rumah saya masih sering terdengar mitos-mitos yang dipercayai, salah satu mitosnya adalah kejatuhan cicak. Kejatuhan cicak mungkin untuk  sebagian orang adalah peristiwa yang lumrah dan tidak memiliki arti apa apa dan begitu  banyak yang mengabaikan. Sebagai negara dengan banyak  suku,  agama,  ras, dan golongan ada banyak misteri yang ada di Indonesia.
Di daerah rumah saya, mereka yang kejatuhan cicak percaya bahwa akan terjadi hal sial pada dirinya, mereka yang kejatuhan cicak akan cenderung merasa gelisah karena takut hal buruk terjadi pada dirinya.
 padahal Arti kejatuhan cicak ketika kita amati secara nalar adalah hal yang lumrah dan mungkin saja terjadi oleh semua orang, terlebih yang rumahnya memiliki banyak cicak.
Jadi secara umum tidak ada sesuatu yang spesial dari kejatuhan binatang ini, karena memang memungkinkan di alami oleh semua orang ketika rumahnya memiliki banyak cicak, terlebih ketika duduk di bawah lampu yang terang dan banyak serangga.
Tetapi terkadang saya bingung, salah satu teman saya pernah mengalami kejatuhan cicak di kepalanya, iya tau tentang mitos kejatuhan cicak tersebut, iya berusaha menghilangkan pikiran negatifnya terhadap isu mito tersebut. Tetapi tetap saja ia merasa takut. Dua hari kemudian salah satu keluarganya ada yang meninggal. Setelah kejadian hal ini temas saya menjadi sedikit trauma dan takut kejatuhan cicak lagi.
Kalau menurut pendapat saya, apapun bisa terjadi ketika kita yakin akan hal terjadi.  Biasanya dengan bermodal yakin, apapun yang kita fikirkan akan terjadi. Tapi kalau kita yakinnya positif, biasanya yang akan terjadi hal positif juga.
 
Sumber :
Dr. Sukatman, M.Pd. 2011. Mitos dalam Tradisi Lisan Indonesia. Center For Society Studies (CSS). Jember.
 

Fauzia N K_Tugas 6_Mitos

tos dipercaya sebagai ajaran dari nenek moyang. Mitos-mitos ini berkembang sejak dulu sebagai upaya manusia untuk menjawab pertanyaan mengenai rahasia alam, misalnya asal usul manusia, asal mula terbentuknya gunung, lautan dan sebagainya. Di daerah perkotaan mitos sudah mulai tidak dianggap, tetapi di daerah pedesaan masih banyak yang menganggap mitos adalah benar, walaupun secara logika tidak masuk akal. Mitos tersebut kadang memiliki jalan cerita yang sedikit berbeda, tergantung daerah tempatnya berkembang, tetapi secara garis besar mempunyai inti, makna dan pesan yang sama.

Garut adalah salah satu daerah di Jawa Barat. Merupakan daerah yang subur dan memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah danau Situ bagendit. Konon menurut cerita yang berdar di sekitar masyarakat sekitar ada sebuah mitos yang menceritakan tentang asal mula terbentuknya danau ini.

Pada jaman dahulu kala, di sebelah utara kota Garut terdapat sebuah desa kecil yang kebanyakan penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa tersebut sangat indah dan subur, akan tetapi penduduknya tetap miskin dan kekurangan. Di desa itu juga, ada seorang perempuan kaya bernama Nyai Endit.

Nyai Endit sangatlah tamak, ia sangat licik. Setiap musim panen Nyai Endit selalu bergegas untuk membeli semua padi yang ada dan kemudian menyimpannya. Ketika semua persediaan beras milik warga desa telah habis, ia kemudian menjual beras tersebut dengan harga yang mahal sampai lima kali lipat. Hal ini lah yang menyebabkan warga desa menjadi kesulitan ekonomi. Sementara warga desa kesusahan kehabisan bahan makanan, Nyaindit dan para bawahannya berpesta pora di rumahnya yang besar.

Pada suatu hari, datangah seorang nenek tua ke desa itu. Ia menanyakan rumah Nyai Endit kepada salah seorang warga. Ketika ditanyakan maksudnya berkunjung ke rumah Nyai Endit, ia mengatakan bahwa ia ingin meminta sedekah kepada Nyai Endit. Orang yang ditanyainya pun memperlihatkan mimik wajah prihatin dan segera menasehati nenek tua tersebut untuk mengurungkan niatnya dan mengajak nenek tersebut makan di rumahnya. Tetapi si nenek menolak dan tetap berkeras untuk pergi ke rumah Nyai Endit. Ia hanya memperingatkan warga desa untuk segera mengungsi karena akan ada banjir besar.

Nyai Endit terkejut ketika melihat seorang nenek tua berdiri di depan rumahnya meminta sedekah. Ia kemudian menghardik nenek tersebut dan mengusirnya dari rumahnya. Sang nenek murka dan mengutuk Nyai Endit. Ia kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah dan berkata bahwa ia adalah jawaban atas doa warga desa karena kekikiran Nyai Endit. Ketika diusir pergi, nenek tua itu malah menantang untuk mencabut tongkatnya yang tertancap di tanah, dengan begitu ia akan langsung pergi. Nyai Endit pun menyuruh bawahannya untuk mencabut tongkat tersebut dengan sombongnya. Akan tetapi, ketika tongkat tersebut tercabut dari tanah, munculah semburan air yang sangat deras. Nyai Endit serta para bawahannya pun tenggelam ketika mencoba menyelamatkan harta bendanya.

Di desa itu kini terbentuk sebuah danau kecil yang indah. Orang menamakannya 'Situ Bagendit'. Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari kata Endit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai Endit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air bah.

Secara logika cerita di atas sangatlah tidak mungkin. Cerita tersebut hanya di buat oleh para nenek moyang sebagai penjelasan terhadap peristiwa alam yang tidak mereka mengerti. Beberapa tahun yang lalu ilmu pengetahuan belum berkembang dan maju seperti saat ini. Jadi tidak ada penjelasan yang ilmiah mengenai apa yang terjadi dan apa yang menyebabkan danau tersebut terjadi. Karena hal tersebut, maka orang jaman dulu menciptakan cerita-cerita yang berhubungan untuk menjelaskan hal-hal yang tidak mereka pahami.

Kota Garut berada di daerah Jawa Barat yang merupakan daerah yang rendah dan dikelilingi oleh gunung dan perbukitan. Sebagian besar wilayah kabupaten ini adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa dataran rendah yang sempit. Di antara gunung-gunung di Garut adalah: Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), keduanya terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bandung, serta Gunung Cikuray (2.821 m) di selatan kota Garut.

Rangkaian pegunungan vulkanik yang mengelilingi dataran antar gunung Garut Utara umurnya memiliki lereng dengan kemiringin 30-45% disekitar puncak, 15-30% di bagian tengah, dan 10-15% di bagian kaki lereng pegunungan. Lereng gunung tersebut umumnya ditutupi vegetasi cukup lebat karena sebagian diantaranya merupakan kawasan konservasi alam. Wilayah Kabupaten Garut mempunyai kemiringan lereng yang bervariasi antara 0-40%, diantaranya sebesar 71,42% atau 218.924 Ha berada pada tingkat kemiringan antara 8-25%. Luas daerah landai dengan tingkat kemiringan dibawah 3% mencapai 29.033 Ha atau 9,47%; wilayah dengan tingkat kemiringan sampai dengan 8% mencakup areal seluas 79.214 Ha atau 25,84%; luas areal dengan tingkat kemiringan sampai 15% mencapai 62.975 Ha atau 20,55% wilayah dengan tingkat kemiringan sampai dengan 40% mencapai luas areal 7.550 Ha atau sekitar 2.46%. Jadi banyak terdapat lembah-lembah yang landai dan dalam.

Secara umum iklim di wilayah Kabupaten Garut dapat dikatagorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate) karena termasuk tipe Af sampai Am dari klasifikasi iklim Koppen. Berdasarkan data, iklim dan cuaca di daerah Kabupaten Garut dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu pola sirkulasi angin musiman (monsoonal circulation pattern), topografi regional yang bergunung-gunung di bagian tengah Jawa Barat, dan elevasi topografi di Bandung. Curah hujan rata-rata tahunan di sekitar Garut berkisar antara 2.589 mm dengan bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan, sedangkan di sekeliling daerah pegunungan mencapai 3500-4000 mm. Variasi temperatur bulanan berkisar antara 24 °C – 27 °C.

Hal ini menyebabkan kota Garut mempunyai curah hujan yang tinggi, dan hujan cukup sering terjadi di kota ini. Temperatur kota Garut pun termasuk rendah jika dibandingkan dengan kota lainnya di Jawal Barat. Tidak heran jika pada daerah yang rendah seperti lembah tersebut berubah menjadi danau kecil atau telaga karena hujan sangat sering terjadi di kota Garut, apalagi pada saat musim hujan.

air yang terkumpul sedikit demi sedikit pada lembah tersebut kemudian terkumpul karena seringnya terjadi hujan di kota ini. Akibatknya cekungan alam tersebut berubah menjadi genangan air yang semakin lama semakin besar sehingga membentuk danau kecil atau telaga. Hal ini merupakan penjelasan yang logis untuk terjadinya danau Ditu Bagendit yang berada di Garut. Karena dapat dijelaskan secara logika. (farra)

Sumber:

http://www.treklens.com/gallery/photo394613.htm

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4417197

http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailmateri&id=72

http://historyology.blogspot.com/2010/01/legenda-situ-bagendit.html

auzia Nurul Khotimah
1113054000007
PMI 4

 ------------------ M I T O S ---------------------

tugas ke-8

Ahmad Ali Nidaulhaq

1113054000027

Tugas Ke-7

Antropologi Budaya

MITOS GUNUNG CERM,AI

Mitos bahasa yunani (mythos) atau mite (bahasa belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengundang penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk didalamnya, serta di anggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita dan penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas mitos dapat diartikan cerita tradisonal. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagianya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu di lebih-lebihkan sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual.

Menurut teori mitos ritual keberadaan mitos sangat erat dengan ritual. Teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini pertama kali dicetuskan oleh sarjana biblikal William Roberston Smith. Menurut Smith, orang-orang mulai melaksanakan suatu ritual untuk alasan tertentu yang tidak ada hubunganya dengan mitos kemudian setelah mereka melupakan alasan sebenarnya mengenai pelaksanaan ritual tersebut, mereka mencoba melestarikan ritual tersebut dengan menciptakan suatu mitos dan mengklaim bahwa ritual tersebut dilaksanakan untuk mengenang kejadian yang diceritakan dalam mitos.

Antropologi James Frazer memiliki teori yang sama. Frazer percaya bahwa manusia primitif mulai percaya pada hukum-hukum gaib, kemudian ketika manusia mulai kehilangan keyakinannya mengenai sihir, mitos tentang dewa diciptakan dan mengklaim bahwa ritual magis kuno adalah ritual keagamaan yang dilakukan untuk menyenangkan hati para dewa.

Sebagian besar masyarakat jawa percaya bahwa kejadian-kejadian di alam sekitar berhubungan dengan pertanda yang berusaha mengiatkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya, termasuk manusia. Terutama apabila ada kejadian yang berlangsung secara konstan (terus-menerus), kondisi tersebut tak bisa hanya di abaikan saja, karena sudah banyak kejadian yang ternyata membawa dampak yang besar.

Salah satu mitos yang berkembang tentang gunung cermai adalah larangan air seni itu ke tanah. Biasanya pantangan itu diberitahu oleh kuncen gunung Ceremai kepada para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan.

Konon, jika tak dituruti akan mendapat bala sehingga para pendaki yang mempercayai pantangan tersebut membuang air seninya kedalam botol atau plastik. Karena tak heran sepanjang jalur pendakian gunung Ceremai banyak dahan dan ranting pohon yang di gantungi plastik atau botol plastik yang berisi air seni. Pantangan tersebut ujung-ujungnya berdampak pada kerusakan alam gunung Cermai. Bayangkan dalam beberapa tahun kedepan, berapa banyak pendaki yang naik gunung Cermai? Berapa orang yang percaya pantangan itu dan akan membuang air seni dalam botol dan plasttiknya? Berapa banyak pula sampah-sampah plastik yang akab bertambah dan merusak ke asrian alam gunung Cermai?.

Tanpa disadarai mitos adalah suatu bentuk hukum yang dibuat oleh nenek moyang kita agar kita tidak melanggar mitos tersebut. Seperti halnya banyak mitos yang ada di gunung Cermai Jawa Barat. Salah satunya saya menyoroti tentang dilarangnya membuang air seni ke tanah. Jika pantangan tersebut di langgar maka yang melanggar itu akan terkena sial. Mungkin kesurupan atau lain sebagiannya. Banyak pula para pendaki gunung Cermai yang nyasar dalam trek pendakiannya karena mereka melanggar mitos yang ada. Dibalik dari mitos ada hikmah yang terdapat didalamnya. Para pendaki dilarang membuang air seni karena jika membuang air seni itu ke tanah, maka akan rusaknya ke asrian alam gunung Cermai.

Mungkin sama antara mitos gunung Cermai dan gunung-gunung lainya seperti gunung Gede Pangrano di Bogor. Ketika saya naik gunung kesana ada tulisan di larang membawa suatu apapun yang ada di gunung ini, hanya membolehkan meninggalkan jejak kaki dan cerita saja, dan tidak boleh meninggalkan sampah dalam bentuk apapun. Sama dari aturan atau mitos yang berkembang jika semua itu di langgar maka para pendaki yang melanggarnya akan merasakan sial atau mendapat bahla pada pejalananya. Tujuan dari mitos yang terdapat di gunung Cermai dan Gunung Gede Pangrano ialah menjaga kelestarian alam dan ke asrian alam gunung agar tetap terjaga walaupun banyak orang yang mengunjunginya. Sungguh luar biasa peninggalan nenek moyang kita tentang mitos-mitos yang berada di seluruh masyarakat Indonesia, dan tujuan dari nenek moyang kita adalah mempelihara dan merawat alam semesta yang sangat indah ini untuk tetap terjaga sampai kapan pun.

Kepercayaan masyarakat setempat menajadi warna tersendiri ketika berkaitan dengan beredarnya cerita misteri gunung Cermai. Bagaimana keadaanya, percaya atau tidak semua itu kembali kepada pemikiran dan penilaian masing-masing. Satu hal yang harus dihargai dari mitos gunung Cermai ini adalah posisinya sebagai salah satu kekayaan cerita rakyat di Jawa Barat. Sebuah Khazanah kekayaan cerita atau budaya lisan yang tetap harus di hargai dan harus tetap di pelihara ke asrianya.

 

tugas ke-7

Ahmad Ali Nidaulhaq
1113054000027
Tugas Ke-7
Antropologi Budaya
Mitos bahasa yunani (mythos) atau mite (bahasa belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengundang penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk didalamnya, serta di anggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita dan penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas mitos dapat diartikan cerita tradisonal.

Cari Blog Ini