Rabu, 09 September 2015

Rizki Aminah,Pengantar Sosiologi,Tugas 1

Nama   : Rizki Aminah

Kelas   : KPI IA

Pengantar Sosiologi

            1.Apa Itu Sosiologi?

            Istilah sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh Agust Comte seorang ahli filsafat dari francis pada tahun 1839.Beliau membuat istilah sosiologi dari dua bahasa  yang berbeda yaitu,socius dari bahasa latin yang berarti teman dan logos dari bahasa yunani yang berarti ilmu atau cerita.Hal ini diungkapkan pertama kali dalam bukunya yang berjudul "Cours De Philosophie Positive".[1]

            Sosiologi muncul sejak ratusan,bahkan ribuan tahun yang lalu.Namun,sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat,sosiologi baru lahir di Eropa sejak awal abad ke-19 sebagai pusat tumbuhnya peradaban dunia.

            Setelah Agust Comte  memperkenalkan istilah sosiologi,banyak para ahli yang berpendapat mengenai sosiologi.Pengertian sosiologi dari para ahli beraneka ragam tetapi pada dasarnya masing-masing pendapat menonjolkan segi masyarakat dari berbagai sudut pandang baik secara individu maupun kelompok.

            Berikut adalah beberapa pemikiran para ahli mengenai sosiologi:

            1.Peter L.Berger

Beliau mengemukakan bahwa sosiologi merupakan studi ilmiah mengenai hubungan masyarakat dan individu.

2.J.A.A Van Dorn C.J Lammers

Kedua ahli ini mengungkapkan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

3.Roucek dan Warren

Mereka berpendapat bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia yang berkelompok-kelompok.

4.Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Keduanya berpendapat bahwa sosiologi itu ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial,termasuk perubahan-perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.[2]

Dari pendapat atau pemikiran para ahli,dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa sosiologi merupakan suatu kajian ilmu yang mempelajari tentang sekelompok indivu atau masyarakat baik itu sosial kemasyarakatannya maupun perubahan-perubahan sosialnya.hal ini terjadi karena manusia hidup secara bersama-sama dan masyarakat sebagai suatu sistem yang terbentuk karena hubungan dari anggotanya.

2.Teori Dasar Sosiologi dan Tokoh-Tokohnya

Teori-teori dasar sosiologi adalah:

a.Teori Evolusi

Teori evolusi adalah teori yang mengumpamakan masyarakat dengan organisme hidup yang tumbuh dan berkembang secara bertahap.Tokoh-tokoh teori evolusi adalah:Charles Darwin,Agust  Comte,Herbert Spencer[3]

Teori evolusi ini merupakan sebuah teori yang mengungkap perkembangan suatu lapisan yang bertahap atau sebangai perubahan sosial yang terjadi pada manusia dan lingkungannya.

b.Teori Struktur Fungsional

Teori struktur fungsional adalah teori yang menjelaskan bahwa masyarakat merupakan manivestasi dari system yang memiliki hubungan antar bagian tertentu terhadap bagian yang lainnya.Adapun tokoh-tpkoh dalam teori ini:Emile Durkheim,Robert K. Merton,August Comte,Herbet Spencer[4]. Teori fungsionalisme struktural adalah suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial diabad sekarang ini.Teori  ini berguna dalam perkembangan pemikiran Parsons dalam menjelaskan mengenai tindakan aktor dalam menginterpretasikan keadaan.

c.Teori Konflik

Teori konflik  ini sebenarnya dibangun dalam rangka untuk menentang secara langsung terhadap teori fungsionalisme struktural. Karenanya tidak mengherankan apabila proposisi yang dikemukakan oleh penganutnya bertentangan dengan proposisi yang terdapat dalam teori fungsionalisme structural. Teori konflik merupakan sebuah pendekatan umum terhadap keseluruhan lahan sosiologi dan merupakan teori dalam paradigma fakta sosial.Tokoh-tokoh dalam teori ini: Karl Marx,Marx Weber, Ralp Dahrendorf, Lewis A. Coser[5]. Teori konflik merupakan teori yang menganalisis perubahan yang terjadi pada masyarakat bukan karena adanya keseimbangan sosial,tetapi karena adanya pertentangan.

d.Teori Interaksionisme Simbolik

Teori Interaksionisme Simbolik merupakan teori yang menjelaskan bahwa individu sebagai produk yang ditentukan masyarakat melalu proses interaksi.tokohnnya adalah George Harbert Mead, Ralph Larossa dan Donald C. Reitzes[6]. Teori ini menekankan pada hubungan antara simbol dan interaksi. interaksionisme simbolis adalah salah satu cabang dalam teori sosiologi yang mengemukakan tentang diri sendiri (the-self) dan dunia luarnya.



[1] Elly dan Usman Kolip.Pengantar Sosiologi.Kencana Prenadamedia Group:Jakarta.2010

[2] Herwantiyoko dan Neltje F Katuuk.Pengantar Sosiologi dan Ilmu Sosial Dasar.Gunadarma

[3] Prof. Dr. C. Dewi Wulansari, SH., SE., MM. Sosiologi dan Konsep Teori. PT Refika Aditama. 2009

[4] Prof. Dr. C. Dewi Wulansari, SH., SE., MM. Sosiologi dan Konsep Teori. PT Refika Aditama. 2009

[5] Prof. Dr. C. Dewi Wulansari, SH., SE., MM. Sosiologi dan Konsep Teori. PT Refika Aditama. 2009

[6] Prof. Dr. C. Dewi Wulansari, SH., SE., MM. Sosiologi dan Konsep Teori. PT Refika Aditama. 2009


ERGITA PURNAMA/KPI 1B - PENGANTAR SOSIOLOGI - TUGAS 1

Apa itu sosiologi?

            Kata sosiologi berasal dari kata Latin socius yang artinya teman, dan kata bahasa Yunani logos yang berarti cerita, diungkapkan pertama kali dalam buku yang berjudul " Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte ( 1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu.

Sosiologi berbeda dengan ilmu eksata yang rumusannya telah pasti, rumusan dalam ilmu sosial bersifat tidak pasti. Karena titik beratnya pada manusia yang dinamis, selalu berubah. Tetapi kajian tentang perilaku manusia tetaplah ilmu sosial yang telah dikaji berdasarkan metodologi ilmiah dan memenuhi persyaratan sebagai kajian ilmu pengetahuan. Bukan berarti para pemelajar siologi tidak memiliki kepastian dalam membatasi sosiologi. Sebab ada titik temu dari berbagai definisi sosiologi yang di kemukakan para ahli, yaitu sosiologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang pola-pola hubungan antara manusia dan manusia, baik secara individu maupun secara kelompok yang berakibat pada lahirnya pola-pola sosial, di antaranya: nilai-nilai, norma-norma, dan kebiasaan yang dianut oleh manusia di dalam kelompok tersebut.

Tokoh-tokoh utama sosiologi?

1.      August Comte ( 1798-1857 )

Comtee adalah seorang berkebangsaan Perancis yang pertama kali memberikan nama sosiologi pada ilmu yang mengkaji hubungan sosial kemasyarakatan ini sehingga ia agar bermanfaat ilmu sosiologi harus didasarkan pengamatan, perbandingan, eksperimen ( percobaan ), dan metode historis ( kesejarahaan ). Ia berpendapat bahwa sosiologi harus didasarkan pada fakta-fakta yang objektif ( bukan harapan,prediksi atau ramalan, opini ). Berdasarkan pendapat tersebut, maka melalui sosiologi akan diperoleh kajian tentang masyarakat yang objektif ( berdasarkan kenyataan ).

2.      Karl Marx ( 1818-1883 )

Latar belakang pemikiran adalah eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh kaum pemilik modal atau para pengusaha ( kapitalis ) yang disebut borjuis terhadap para buruh atau pekerja ( proletar ). Kondisi ini, menurut Marx, akan berimbas pada ketimpangan sosial yang sangat tajam yang bermuara pada ledakan revolusi sosial sebagai akibat daya tahan hidup kaum prolentar yang sudah mencapai batas kethanannya. Secara garis besar, sasarn revolusi tersebut adalah membentuk kehidupan masyarakat tanpa kelas ( tidak ada lagi kelas-kelas sosial ) dengan pola-pola pembagian ekonomi yang sama rata sama rasa.

3.      Herbert Spencer ( 1820-1903 )

Spencer adalah seorang berkebangsaan inggris yang menguraikan materi sosiologi secara terperinci dan sistematis. Dalam pandangannya ia mengatakan bahwa objek kajian sosiologi adalah kehidupan keluarga, perilaku politik, tingkah laku antar-penganut agama, kontrol sosial, dan kehidupan masyarakat industri yang didalamnya terdapat asosiasi,masyarakat setempat,pembagian kerja ( Jod division ), pelapisan sosial ( sosial stratification ), sosiologi pengetahuan ( sociological knowledge ), dan ilmu pengetahuan ( science ).

4.      Emile Durkheim ( 1858-1917 )

Durkheim adalah salah seorang yang melopori perkembangan sosiologi. Ia telah banyak melakukan penelitian terhadap berbagai lembaga dalam lembaga dalam masyarakat dan proses sosial yang selanjutnya membagi sosiologi ke dalam 7 bagian.

            Salah satu dari karyanya yang terkenal di antaranya adalah Rules of sociological Method ( 1895 ), yang banyak membahas tentang metodologi dalam penelitian klasik tentang " Bunuh diri " ( suicide ) di berbagai kelompok masyarakat.

5.      Max Weber ( 1864-1920 )

Ia yang memperkenalkan pendekatan vestehen ( pemahaman ), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan,tujuan dan sikap yang menjadi penuntun perilaku masyarakat yang melahirkan interaksi sosial. Di antara contoh karya Max Weber tentang perkembangan sosiologi adalah analisis tentang wewenang, birokrasi, sosiologi agama, organisasi-organisasi ekonomi, dan sebagainya.

Teori-teori dasar sosiologi ?

a. Teori Fungsional – Struktural

Teori ini  disebut juga teori konsensus. Teori fungsionalisme struktural adalah satu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang . Teori ini dikemukakan oleh Davis dan Moore, yang menjelaskan perubahan sosial. Tiga kata kunci dipakai dalam teori ini adalah stabilitas, harmoni, dan solusi.

b. Teori Konflik

Teori konflik ini berasal dari berbagai sumber lain seperti teori Marxian dan pemikiran konflik sosial dari Simmel. Teori konflik sebagian berkembang sebagai reaksi terhadap fungsionalisme struktural dan akibat berbagi kritik. Masalah mendasar dalam teori konflik adalah teori itu tak pernah berhasil memisahkan dirinya dari akar struktural-fungsionalnya. Teori ini lebih merupakan sejenis fungsionalisme struktural yang angkuh ketimbang teori lainnya.

c. Neofungsionalisme

Neofungsionalisme bersifat terbuka dan plular. Istilah neofungsionalisme digunakan untuk menandai kelangsungan hidup fungsionalisme struktural. Neofungsionalisme memusatkan perhatian yang sama besarnya terhadap tindakan dan keberaturan. Neofungsionalisme tetap memperhatikan masalah integrasi, tetapi bukan dilihat  sebagai fakta sempurna  melainkan lebih dilihat sebagai kemungkinan sosial.

* J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (ed.). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Edisi Ke-2

* George Ritzer dan Douglas j. Goodman. 2010 Teori Sosiologi Modern,edisi ke-6. Prenada Media Group

 

Danang Nurhidayana - KPI 1B - Pengantar Sosiologi - Tugas 1

APA ITU SOSIOLOGI ?

Sejak kelahirannya, ilmu-ilmu social tidak memiliki batasan atau definisi pokok bahasan yang bersifat eksak yang rumusannya telah pasti, Rumusan dalam ilmu social bersifat tidak pasti karena titik beratnya pada perilaku manusia yang dinamis, kajian tentang perilaku manusia di dalam kehidupan social telah dikaji berdasarkan metodologi ilmiah dan memenuhi persyaratan sebagai kajian ilmu pengetahuan.

Sampai saat ini tidak ada batasan yang pasti dan baku tentang apa yang dimaksud dengan sosiologi itu. Sebab ada titik temu dari berbagai definisi sosiologi yamg dikemukakan oleh para ahli, yaitu sosiologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan social.

Kata sosiologi berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan kata bahasa yunani logos yang berarti cerita, diungkapkan pertama kali dalam buku yang berjudul "Cours De Phillosophie Positive"

 

TOKOH-TOKOH UTAMA SOSIOLOGI

August Comtee (1798-1857)

Lahir di Montpellier, perancis, pada tanggal 19 januari 1798.orang tuanya berasal dari kelas menengah dan akhirnya sang ayah meraih posisi sebagai petugas resmi pengumpul pajak lokal, meskipun  seorang mahasiswa seangkatannya dikeluarkan dari ecole polytchnique karena gagasan politik dan pembangkangan mereka.

 


Herbert Spencer (1820-1903)

Lahir di inggris tepatnya di Derby, pada 27 april 1820. Spencer adalah seorang berkebangsaan inggris yang menguraikan materi sosiologi secara terperinci dan sistematis. Dalam pandangannya ia mengatakan bahwa objek kajian sosiologi adalah kehidupan keluarga, perilaku politik, tingkah laku antar-penganut agama, kontrol sosial, dan kehidupan masyarakat industri yang di dalamnya terdapat asosiasi, masyarakat setempat, pembagian kerja (job division), pelapisan sosial   (social stratification) ,  sosiologi pengetahuan  (sociological knowledge) , dan ilmu pengetahuan  (science) .

 

Emile Durkheim (1858-1917)

Lahir di Epinal, Perancis 15 April 1858. Ia salah seorang yang mempelopori perkembangan sosiologi. Dari karyanya yang terkenal di antaranya adalah Rules of Sociological Method (1895), yang banyak membahas tentang metodologi dalam penelitian klasik tentang "bunuh diri"  (suicide) di berbagai kelompok masyarakat

 

Max Weber  (1864-1920)

Lahir di Erfurt Jerman, 21 April 1864, Ia yang memperkenalkan pendekatan   vesthen   (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku masyarakat yang melahirkan interaksi sosial. Di antaranya  contoh karya Max Weber tentang perkembangan sosiologis adalah analisis tentang wewenang, birokrasi, sosiologi agama, organisasi-organisasi, dan sebagainya.

 

Karl Marx (1818-1883)

Lahir di Trier, Jerman, 5 Mei 1818,  pemikiran Karl Max adalah eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh kaum pemilik modal atau para pengusaha saran yang dilakukan (kapitalis), Eksploitasi tersebut diwujudkan dalam bentuk jam kerja yang ditentukan sesuai keinginan para pemilik modal dan pembagian upah yang tidak sebanding dengan pekerjaannya. Prediksi marx akan ledakan revolusi akibat terlampauinya ambang batas ketahanan proletar dari analisisnya eksistensi perjuangan kelas mewujud dalam pertentangan kaum borjuis dan proletar serta berakhir dengan tersingkirnya kaum borjuis/kapitalis dari kehidupan sosial.

 

TEORI DASAR SOSIOLOGI

1.      Teori Konflik

Teori konflik, paling tidak sebagian darinya, dapat dilihat sebagai perkembangan yang terjadi sebagai reaksi atau funssionalisme struktural dan sebagai akibat dari begitu banyak kritik seperti yang dibahas sebelumnya. Namun, harus dicatat bahwa teori konflik memilik beragam akar, seperi teori Marxian dan karya Simmel tentang konflik sosial. Pada tahun 1950-an dan 1960-an teori konflik menjadi alternatif bagi fungsionalisme struktural, namun ia tenggelam dibawah beragam teori Neo-Marxian . Memang, salah satu kontribusi utama teori konflik adalah bagaimana ia meletakan dasar bagi teori yang lebih setia pada karya Marx, teori yang mulai menarik perhatian banyak audiens Sosiologi.

2.      Teori pertukaran (exchange theory)

Teori pertukaran berurusan dengan perilaku individu namun juga dengan interaksi antar orang yang melibatkan pertukaran imbalan dan biaya. Premisnya adalah bahwa interaksi cenderung berlanjut ketika terdapat pertukaran imbalan.

3.      Teori fungsionalisme strukural

Era 1940-an dan 1950-an adalah tahun paradoks antara puncak dominasi dan awal kemerosotan funsionalisme struktual. Pada periode ini Parsons membuat pernyataan utama yang jelas mencerminkan pergeserannya dari teori tindakan ke fungsionalisme struktural. bagian dan menduduki jabatan dominan dibanyak jurusan sosiologi utama (misalnya,Colombia dan Cornell).

                                            Sumber Teori Sosial George Ritzer – Douglas J. Goodman

IDA KURNIA DEWI - KPI 1B_PENGANTAR SOSIOLOGI TUGAS 1

PENGERTIAN SOSIOLOGI

Ilmu – ilmu social tidak memiliki batasan definisi yangbersifat eksak yang berarti berbeda dengan ilmu eksakta yang rumusannya pasti. Ilmu social berisfat tidak pasti karena titik beratnya pada perilaku manusia yang dinamis. Akan tetapi sudah dikaji berdasarkan metodologi ilmiah. Walaupun sampai saat initidak ada batasan yang pasti dan baku, akan tetapi hal ini bukan berarti sosiologi tidak memiliki kepastian.

Sebab, ada titik temu dari berbagai definisi sosiologi yang dikemukakan para ahli, yaitu sosiologi sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan social yang memeplajari tentang pola-pola hubungan antara manusia secara individu – individu atau kelompok dengan kelompok. Seperti : nilai – nilai, norma – norma, dan kebiasaan.

TOKOH – TOKOH UTAMA BESAR

1.      August Comtee ( 1798 – 1857 )

Comtee adalah seorang berkebangsaan perancis yang pertama kali memberikan nama sosiologi. Sehingga ia mendapatkan julukan sebagai " Bapak Sosiologi ". Comtee mengatakan bahwa sosiologi menempati peringkat teratas dalam ilmu social sebab sosiologi merupakan induk dari ilmu – ilmu social.

Ia membagi sosiologi dalam 2 kelompok besar yaitu, statistika social yang mewakili stabilitas dan kemantapan, dan dinamika social yang mewakili perubahan.

2.      Karl Marx ( 1818 – 1883 )

Latar belakang pemikiran Karl Marx adalah eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh kaum – kaum pemilik modal atau para pengusaha. Menurut Karl Marx akanberimbas pada ketimbangan social yang bermuara pada ledakan revolusi social sebagai akibat daya tahan hidup kaum proleter yang sudah mencapai batas ketahanannya. Keadaan masyarakat seperti ini yang disebut 9Marx sebagai masyarakat sosialis.

3.      Herbert Spencer ( 1820 – 1903 )

Spencer adalah seorang berbangsa inggris yang menguraikan materi sosiologi secara terperinci dan sistematis. Menurut Spencer objek kajian sosiologi adalah kehidupan keluarga, perilaku politik, tingkah laku antar penganut agama, kontrol social dan kehidupan masyarkat industry yang didalamnya terdapat asosiasi, pelapisan social dan ilmu pengetahuan dengan istilah teori evolusi ia menganggap bahwa perkembangan masyarakat akan selalu berubah dari tingkat peradapan kehidupan primitive sampai ke peradaban kehidupan yang modern.

TEORI – TEORI UTAMA BESAR

1.      Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok.

2.      William F.Ogburn dan Meyer F.Nomkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya yaitu organisasi social.

3.      Max Weber yang lebih berorientasi pada behaviours ( pendekatan tingkah laku ) menekankan sosiologi sebagai ilmu yang berupaya memahami tindakan – tindakan social.

4.      Paul B. Horton berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

5.      Teori fungsionalisme struktural adalah satu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang . teori ini  disebut juga teori consensus. Teori ini dikemukakan oleh Davis dan Moore, yang menjelaskan perubahan sosial. Tiga kata kunci dipakai dalam teori ini adalah stabilitas, harmoni, dan solusi.

6.      Teori neofungsionalisme digunakan untuk menandai kelangsungan hidup fungsionalisme struktural. Neofungsionalisme bersifat terbuka dan plular . neofungsionalisme memusatkan perhatian yang sama besarnya terhadap tindakan dan keberaturan. Neofungsionalisme tetap memperhatikan masalah integrasi, tetapi bukan dilihat  sebagai fakta sempurna  melainkan lebih dilihat sebagai kemungkinan sosial.

7.      Teori konflik sebagian berkembang sebagai reaksi terhadap fungsionalisme struktural dan akibat berbagi kritik. Teori konflik ini berasal dari berbagai sumber lain seperti teori Marxian dan pemikiran konflik sosial dari Simmel. Salah satu kontribusi utama teori konflik adalah meletakkan landasan untuk teori-teori yang lebih memanfaatkan pemikiran Marx.

 

Referensi : * J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (ed.). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Edisi Ke-2

* George Ritzer dan Douglas j. Goodman. 2010 Teori Sosiologi Modern,edisi ke-6. Prenada Media Group

 

 

Muhamad Badrudin - KPI 1B - Pengantar Sosiologi - Tugas 1

1.      Apa itu sosilogi ?

 Sejak kelahirannya, ilmu-ilmu sosial tidak memiliki batasan atau definisi pokok bahasan yang bersifat eksak. Artinya, berbeda dengan ilmu eksakta yang rumusannya telah pasti, rumusan dalam ilmu sosial bersifat tidak pasti karena titik beratnya pada perilaku manusia yang dinamis, selalu berubah dari waktu ke waktu. Akan tetapi, kajian tentang perilaku manusia tetaplah ilmu sosial, sebab kajian tentang prilaku manusia didalam kehidupan sosial telah dikaji berdasarka metodologi ilmiah dan memenuhu persyaratan sebagai kajian ilmu pengetahuan.

   Kata sosiologi berasal kata latin socius yang artinya teman,dan kata bahasa yunani logos yang berarti cerita,diungkapkan pertama kali dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857).Sosiologi muncul sejak ratusan,bahkan ribuan tahun yang lalu.Namun,sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat,sosiologi baru lahir kemudian di eropa yang sejak awal abad ke 19 dapat dikatakan sebagai pusat tumbuhnya peradaban dunia.saat itu para ilmuwan mulai menyadari perlunya mempelajari kondisi dan peprdaban sosial secara khsus.para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.

2.      Tokoh-Tokoh utama sosiologi

A.    August comtee (1789-1857)

       Comtee lahir di montpelier, prancis opada tanggal 19 januari 1798, meskipun comte mahasiswa yang cerdas tapi dia tidak pernah mendapatkan gelar sarjana, pada tahun 1817 ia menjadi skretaris claude henri saint simon, seorang filsuf  40 tahun lebih tua dari comte.Comte mengajarkan 6 jilid karya yang melambungkan namanya cours de Philosophie Positive. Comtee adalah seorang berkebangsaan perancis yang pertama kali memberikan nama sosiologi pada ilmu yang mengkaji hubungan sosial kemasyarakatan ini hingga ia  mendapat julukan Bapak Sosiologi. Comtee telah menulis beberapa buah buku yang berisi pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat. Sebagai dari paparan ilmiahnya adalah bahwa, agar bermanfaat ilmu sosiologi harus didasarkan pengamatan, perbandingan, eksperimen (percobaan), dan metode historis (kesejarahan). Ia berpendafat bahwa sosiologi harus didasarkan pada fakta-fakta yang objektif (bukan harapan, prediksi atau ramalan, opini). Berdasarkan pendapat tersebut, maka melalui sosiologi akan diperoleh kajian tentang masyarakan yang objektif (berdasarkan kenyataan).

B.     Herbert spencer (1820-1903)

  Spencer adalah seorang berkebangsaan Inggris yang menguraikan materi sosiologi secara terperinci dan sistematis. Dalam pandangannya ia mengatakan bahwa objek kajian sosiologi adalah kehidupan keluarga, perilaku politik, tingkah laku antar  penganut agama, kontrol sosial, dan kehidupan masyarakat industri yang didalamnya terdapat asosias, masyarakat setempat pembagian kerjadan ilmu pengetahuan.

C.     Thorstein veblen

Veblen lahir di Wisconsin pada tanggal 3 0 juli 1857, Ia anak ke enam dari 12 bersaudara. Ia bertemu dengan orang yang akan menjadi istri pertamanya, sepupu presiden carleton college. Veblen lulus tahun 1880 dan mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar, namun sekolah ini tutup dan ia pergi ketimur untuk belajar filsafat di universitas johns hopkins.

D.    Karl marx (1818-1883)

Marx adalah eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh kaum pemilik modal atau para pengusaha(kapitalis) yang di sebut borjuis terhadap para buruh atau pekerja(proletar). Ekploitasi tersebut diwujudkan dalam bentuk jam kerja yang di tentukan sersuai keinginan para pemilik modal dan pembagian upah yang tidak sebanding dengan pekerjaanya.

E.     Emile Durkheim (1858-1917)

Durkheim adalah salah seorang  yang memelopori perkembangan sosiologo. Ia telah banyak melakukan penilitian terhadap berbagai lembaga dalam masyrakat dan proses sosial yang selanjutnya membagi sosiologi ke dalam 7 bagian, yaitu: 1. Sosiologi umum. 2. Sosiologi agama 3. Sosiologo yang membahas tentang kejahatan. 4. Sosiologi hukum dan moral 5. Sosiologi ekonomi 6. Sosiologi yang membahas perilaku masyarakat perkotaan 7. Sosiologi estetika

3.      Teori-Teori Besar Sosiologi

A.    Teori marx. Dapat dikatakan bahwa marx menawarkan sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat berdasar manusia. Dengan kata lain manusia manusia pada hakikatnya makhluk sosial. Mereka perlu bekerja sama untuk menghasilkan segala sesuatu yang mereka perlukan untuk hidup.

B.     Teori Weber adalah pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi. Weber tertarik pada masalah umum seperti mengapa institusi sosial didunia berkembang semakin rasional sedangkan rintangan kuat tampaknya mencegah perkembangan serupa di belahan dunia lain. Weber melihat birokrasi dan proses historis birokrasi sebagai contoh contoh klasik rasionalisasi.

C.     Teori Simmel. Teori Simmel sezaman dengan weber bersamanaya mendirikan Masyarakat Sosiologi Jerman. Karya Simmel membantu menentukan perkembangan salah satu perusahaan kajian sosiologi Amerika-Universitas-Chicagodan terori utamanya yaitu; interaksionisme simbolik (Jaworski, 1995; 1997).

 

Diambil dari buku :

-          PENGANTAR SOSIOLOGI, Elly M. Setiadi dan Usman Kolip.

-          TEORI SOSIOLOGI MODERN edisi 6 dan 7, George Ritzen dan Douglas J. Goodman.

 

Holimatus Solihah - KPI 1B - Pengantar Sosiologi - Tugas 1

PENGANTAR SOSIOLOGI

I.                   PENGERTIAN SOSIOLOGI

Apa itu sosiologi ? sosiologi adalah studi ilmiah tentang masyarakat. Studi ilmiah yang mempelajari seluk beluk perilaku dalam masyarakat, baik mencakup tentang tindakan sosial, interaksi sosial, kontak sosial, hubungan timbal balik antara individu dengan individu, hubungan individu dengan kelompok ataupun hubungan kelompok dengan kelompok. Untuk lebih jelas lagi definisi sosiologi yang dikemukakan weber bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pemahaman interpretif atas tindakan sosial dan pada penjelasan kausal atas proses dan konsekuensi tindakan tersebut (1921/1968 : 4 ) .

II.                TOKOH – TOKOH UTAMA SOSIOLOGI

a.  Auguste Comte ( 1798 – 1857 )

Aguste Francois Marie Xavier Comte yang sering disebut sebagai Bapak sosiologi. Comte lahir di Mountpelier, Perancis, 19 Januari 1798 ( pickering, 1993: 7 ). Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi. Comte mengembangkan fisika sosialatau yang pada 1839 disebutnya sosiologi(Pickering, 2000). Teori – teori yang dikemukakan comte diantaranya teori social statics ( statika sosial atau struktur sosial yang ada ) dan socil dynamics (dinamika sosial atau perubahan sosial). Landasan pendekatan Comte, yakni teori evolusinya atau hukum tiga tingkatan. Teori yang dikemukakannya menyatakan adanya tiga tigkatan intelektual yang harus dilalui dunia di sepanjang sejarahnya.

b. Emile Durkheim ( 1858-1917)

Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Emile Durkheim adalah orang perancis keturunan yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Ia meletakan dasar sosiologi ilmiah positif. Menururnya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial, dan fakta sosial bukan individual. Dalam The Rule Of Sociological Method (1895/1982) Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial. Teori-teorinya yang dikembangkan Durkheim diantaranya Kenyataan Fakta Sosial, Karakteristik Fakta Sosial, Fakta Sosial material dan nonmaterial .

c. Karl Max (1818 – 1883)

Karl Max lahir di Trier, Prusia, 5 mei 1818. Pemikiran G.W.F. Hegel (1770 -1831) merupakan pemikiran dominan yang memengaruhi Karl Max. Marx dan Sosiologi, Marx bukanlah seorang sosiologi dan tak menganggap dirinya sosiolog. Meskipun karyanya terlalu luas untuk dicakup dalam pengertian sosiologi, namun ada satu teori sosiologi yang ditemukan dalam karya Marx. Teori-teori Karl Max diantaranya Alienasi, Teori Konflik, dan Pertentangan kelas ( teori kelas ) . Teori Marx secara garis besarnya saja, dapat dikatakan bahwa Marx menawarkan sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat mendasar manusia.

 

 

d. Max Weber (1864 – 1920)

Max Weber lahir di Erfurt, Jerman, 21 April 1864. Kita dapat mengidentifikasi sejumlah sumber teori Weberian, antara lain sejahrawan, filsuf, ekonom, dan teoritis politik jerman . Imanuel Kant (1724 – 1804) adalah tokoh yang paling besar pengaruhnya terhadap Weber. Teori yang dikembangkan Weber menjelaskan tentang Tindakan Sosial. Secara garis besar teori Weber pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi(Brubaker,1984; Kalberg, 1980,1990,1994).

e. Georg Simmel ( 1858 – 1918)

Georg Simmel lahir di Berlin, 1 Maret 1858. Georg Simmel dengan Weber dan bersama-sama mendirikan Masyarakat Sosiologi Jerman. Ia adalah teoritis sosiologi yang luar biasa (Frisby, 1981; Levin, Carter, dan Gorman, 1976a. 1976b). Gagasan Simmel berpengaruh di Chicago terutama karena tokoh dominan di tahun – tahun awal di Chicago, Albion Small dan Robert Park. Teori yang dikaji oleh Simmle salah satunya adalah Teori Pertukaran Nilai.

III.             TEORI  BESAR SOSIOLOGI

a.Teori Fungsional – Struktural

Teori fungsionalisme struktural adalah satu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang . teori ini  disebut juga teori konsensus. Teori ini dikemukakan oleh Davis dan Moore, yang menjelaskan perubahan sosial. Tiga kata kunci dipakai dalam teori ini adalah stabilitas, harmoni, dan solusi. Di dalam pikiran Merton, sasaran studi struktural fungsional antara lain adalah : peran sosial, pola institusional, proses sosial, pola kultulr, emosi yang terpola secara kultural, norma sosial, organisasi kelompok, struktur sosial, perlengkapan untuk pengendalian sosial, dan sebagainya (Merton, 1949/1968:104)

b. Neofungsionalisme

            Istilah neofungsionalisme digunakan untuk menandai kelangsungan hidup fungsionalisme struktural. Neofungsionalisme bersifat terbuka dan plular . neofungsionalisme memusatkan perhatian yang sama besarnya terhadap tindakan dan keberaturan. Neofungsionalisme tetap memperhatikan masalah integrasi, tetapi bukan dilihat  sebagai fakta sempurna  melainkan lebih dilihat sebagai kemungkinan sosial. Yang paling penting, untuk mengimbangi bias level-makro dari fungsionalisme struktural tradisional, dilakukan usaha untuk mengintegrasikan ide-ide dari teori pertukaran, interaksionisme simbolik, pragmatisme, fenomenologi , dan sebagainya.

c. Teori Konflik

Teori konflik sebagian berkembang sebagai reaksi terhadap fungsionalisme struktural dan akibat berbagi kritik. Teori konflik ini berasal dari berbagai sumber lain seperti teori Marxian dan pemikiran konflik sosial dari Simmel. Salah satu kontribusi utama teori konflik adalah meletakkan landasan untuk teori-teori yang lebih memanfaatkan pemikiran Marx. Masalah mendasar dalam teori konflik adalah teori itu tak pernah berhasil memisahkan dirinya dari akar struktural-fungsionalnya. Teori ini lebih merupakan sejenis fungsionalisme struktural yang angkuh ketimbang teori yang benar-benar berpandangan kritis terhadap masyarakatnya.

Juliah - KPI 1B - Pengantar Sosiologi - Tugas 1

PENGANTAR SOSIOLOGI

 

A.    Pegertian Sosiologi

Apa itu sosiologi ? sosiologi adalah studi ilmiah tentang masyarakat. Studi ilmiah yang mempelajari seluk beluk perilaku dalam masyarakat, baik mencakup tentang tindakan sosial, interaksi sosial, kontak sosial, hubungan timbal balik antara individu dengan individu, hubungan individu dengan kelompok ataupun hubungan kelompok dengan kelompok. Untuk lebih jelas lagi definisi sosiologi yang dikemukakan weber bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pemahaman interpretif atas tindakan sosial dan pada penjelasan kausal atas proses dan konsekuensi tindakan tersebut (1921/1968 : 4 ) . Disamping itu sosiologi haruslah berupa sebuah ilmu, sosiologi harus memusatkan perhatian pada kausal ( dan sebenarnya weber memang mengombinasi sosiologi dengan sejarah), sosiologi juga harus menggunakan pemahaman interpretif ( verstehen ).

B.     Tokoh – Tokoh Utama Sosiologi

a.Auguste Comte ( 1798 – 1857 )

Aguste Francois Marie Xavier Comte yang sering disebut sebagai Bapak sosiologi. Comte lahir di Mountpelier, Perancis, 19 Januari 1798 ( pickering, 1993: 7 ). Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi. Pengaruhnya besar sekali terhadap para teoritis sosiologi selanjutnya (terutama Herbert Spencer dan Emile Durkheim ). Ia yakin bahwa studi sosiologi akan menjadi ilmiah sebagaimana keyakinan teoritisi klasik dan kebanyakan sosiologi kontemporer ( Lenzer, 1975 ). Comte mengembangkan fisika sosialatau yang pada 1839 disebutnya sosiologi(Pickering, 2000). Teori – teori yang dikemukakan comte diantaranya teori social statics ( statika sosial atau struktur sosial yang ada ) dan socil dynamics (dinamika sosial atau perubahan sosial). Landasan pendekatan Comte, yakni teori evolusinya atau hukum tiga tingkatan. Teori yang dikemukakannya menyatakan adanya tiga tigkatan intelektual yang harus dilalui dunia di sepanjang sejarahnya.

b. Emile Durkheim ( 1858-1917)

Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Emile Durkheim adalah orang perancis keturunan yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Ia meletakan dasar sosiologi ilmiah positif. Menururnya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial, dan fakta sosial bukan individual. Dalam The Rule Of Sociological Method (1895/1982) Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial. Teori-teorinya yang dikembangkan Durkheim diantaranya Kenyataan Fakta Sosial, Karakteristik Fakta Sosial, Fakta Sosial material dan nonmaterial .

c. Karl Max (1818 – 1883)

Karl Max lahir di Trier, Prusia, 5 mei 1818. Pemikiran G.W.F. Hegel (1770 -1831) merupakan pemikiran dominan yang memengaruhi Karl Max. Marx dan Sosiologi, Marx bukanlah seorang sosiologi dan tak menganggap dirinya sosiolog. Meskipun karyanya terlalu luas untuk dicakup dalam pengertian sosiologi, namun ada satu teori sosiologi yang ditemukan dalam karya Marx. Memang sejak awal ada sosiolog yang sangat dipengaruhi oleh Marx dan telah ada serangkaian panjang sosiologi Marxian, terutama di Eropa. Teori-teori Karl Max diantaranya Alienasi, Teori Konflik, dan Pertentangan kelas ( teori kelas ) . Teori Marx secara garis besarnya saja, dapat dikatakan bahwa Marx menawarkan sebuah teori tentang masyarakat kapitalis berdasarkan citranya mengenai sifat mendasar manusia.

d. Max Weber (1864 – 1920)

Max Weber lahir di Erfurt, Jerman, 21 April 1864. Kita dapat mengidentifikasi sejumlah sumber teori Weberian, antara lain sejahrawan, filsuf, ekonom, dan teoritis politik jerman . Imanuel Kant (1724 – 1804) adalah tokoh yang paling besar pengaruhnya terhadap Weber. Teori yang dikembangkan Weber menjelaskan tentang Tindakan Sosial. Secara garis besar teori Weber pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi(Brubaker,1984; Kalberg, 1980,1990,1994).

e. Georg Simmel ( 1858 – 1918)

Georg Simmel lahir di Berlin, 1 Maret 1858. Georg Simmel dengan Weber dan bersama-sama mendirikan Masyarakat Sosiologi Jerman. Ia adalah teoritis sosiologi yang luar biasa (Frisby, 1981; Levin, Carter, dan Gorman, 1976a. 1976b). Gagasan Simmel berpengaruh di Chicago terutama karena tokoh dominan di tahun – tahun awal di Chicago, Albion Small dan Robert Park. Teori yang dikaji oleh Simmle salah satunya adalah Teori Pertukaran Nilai.

C.     Teori  Besar atau Teori Dasar Sosiologi

Tiga Teori Besar Sosiologi

a. TEORI FUNGSIONAL – STRUKTURAL

Teori fungsionalisme struktural adalah satu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang . teori ini  disebut juga teori konsensus. Teori ini dikemukakan oleh Davis dan Moore, yang menjelaskan perubahan sosial. Tiga kata kunci dipakai dalam teori ini adalah stabilitas, harmoni, dan solusi. Di dalam pikiran Merton, sasaran studi struktural fungsional antara lain adalah : peran sosial, pola institusional, proses sosial, pola kultulr, emosi yang terpola secara kultural, norma sosial, organisasi kelompok, struktur sosial, perlengkapan untuk pengendalian sosial, dan sebagainya (Merton, 1949/1968:104)

b. TEORI KONFLIK

Teori konflik sebagian berkembang sebagai reaksi terhadap fungsionalisme struktural dan akibat berbagi kritik. Teori konflik ini berasal dari berbagai sumber lain seperti teori Marxian dan pemikiran konflik sosial dari Simmel. Salah satu kontribusi utama teori konflik adalah meletakkan landasan untuk teori-teori yang lebih memanfaatkan pemikiran Marx. Masalah mendasar dalam teori konflik adalah teori itu tak pernah berhasil memisahkan dirinya dari akar struktural-fungsionalnya. Teori ini lebih merupakan sejenis fungsionalisme struktural yang angkuh ketimbang teori yang benar-benar berpandangan kritis terhadap masyarakatnya.

c. NEOFUNGSIONALISME

Istilah neofungsionalisme digunakan untuk menandai kelangsungan hidup fungsionalisme struktural, tetapi juga sekaligus menunjukan bahwa sedang dilakukan upaya memperluas fungsionalisme struktural dan mengatasi kesulitan utamanya.neofungsionalisme bersifat terbuka dan plular . neofungsionalisme memusatkan perhatian yang sama besarnya terhadap tindakan dan keberaturan. Neofungsionalisme tetap memperhatikan masalah integrasi, tetapi bukan dilihat  sebagai fakta sempurna  melainkan lebih dilihat sebagai kemungkinan sosial. Yang paling penting, untuk mengimbangi bias level-makro dari fungsionalisme struktural tradisional, dilakukan usaha untuk mengintegrasikan ide-ide dari teori pertukaran, interaksionisme simbolik, pragmatisme, fenomenologi , dan sebagainya.

Raudhatusshifa - KPI 1B - Pengantar Sosiologi - Tugas 1

PENGANTAR SOSIOLOGI

1.      Pengertian Sosiologi

      Sosiologi adalah studi ilmiah tentang masyarakat. Studi ilmiah yang mencakup tentang tindakan sosial, interaksi sosial, kontak sosial, hubungan timbal balik antara individu dengan individu, hubungan individu dengan kelompok ataupun hubungan kelompok dengan kelompok. Definisi yang dikemukakan oleh Waber : "Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pemahaman interpretif atas tindakan social dan pada penjelasan kausal atas proses dan konsekuensi tindakan tersebut" (1921/1968:4).

Sosiologi haruslah berupa sebuah ilmu, harus menggunakan pemahaman interpretif (verstehen) dan  harus memusatkan perhatian pada kausalitas (dan sebenarnya Weber memang mengkombinasikan sosiologi dengan sejarah).

 

2.      Tokoh – Tokoh Utama Sosiologi

a.      August Comte (1789 – 1857)

      Aguste Francois Marie Xavier Comte yang sering disebut sebagai Bapak sosiologi lahir di Montpelier, Prancis, pada tanggal 19 Januari 1798 (Pickering, 1993:7). Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi (Pickering, 2000; Turner, 2001). Ia membawa pengaruh besar terhadap beberapa orang teoritisi sosiologi yang lebih kemudian (khususnya Herbert Spencer dan Emile Durkheim). Ia percaya bahwa studi sosiologi haruslah ilmiah, sebagaimana yang dirintis teoritisi klasik dan sosiolog-sosiolog kontemporer (Lenzer, 1975).

 

b.      Herbert Spencer (1820 – 1903)

      Harbert Spencer lahir di Derby, Inggris, pada tanggal 27 April 1820. Spencer dan Comte sering kali disamakan dalam hal pengaruh mereka terhadap perkembangan teori sosiologi (J.Tuner, 2001), namun ada sejumlah perbedaan penting antara keduanya. Sebagai contoh Spencer tidak seperti Comte tidak tertarik pada reformasi social ; ia ingin agar kehidupan social berkembang bebas dari control eksternal. Peredaan ini mengarah pada Spencer sebagai seorang Darwinis Sosial (G. Jones, 1980). Jadi, ia meyakini pandangan evousi bahwa dunia tumbuh semakin baik.

 

c.       Karl Marx (1818 – 1883)

      Karl Marx lahir di Trier, Prussia, pada tanggal 5 Mei 1818. Pemikiran G.W.F. Hegel (17701831) merupakan pemikiran dominan yang memengaruhi Karl Max. Marx dan Sosiologi, Marx bukanlah seorang sosiologi dan tak menganggap dirinya sosiolog. Meskipun karyanya terlalu luas untuk dicakup dalam pengertian sosiologi, namun ada satu teori sosiologi yang ditemukan dalam karya Marx. Teori-teori Karl Max diantaranya Alienasi, Teori Konflik, dan Pertentangan kelas (teori kelas).

 

d.      Max Waber

      Max Weber lahir di Erfurt, Jerman, 21 April 1864. Kita dapat mengidentifikasi sejumlah sumber teori Weberian, antara lain sejahrawan, filsuf, ekonom, dan teoritis politik jerman . Imanuel Kant (1724 – 1804) adalah tokoh yang paling besar pengaruhnya terhadap Weber.

Teori yang dikembangkan Weber menjelaskan tentang Tindakan Sosial. Secara garis besar teori Weber pada dasarnya adalah teori tentang proses rasionalisasi(Brubaker,1984; Kalberg, 1980,1990,1994).

 

e.       Emile Durkheim

Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Emile Durkheim adalah orang perancis keturunan yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Ia meletakan dasar sosiologi ilmiah positif. Menururnya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial, dan fakta sosial bukan individual. Dalam The Rule Of Sociological Method (1895/1982) Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial.

 

3.      Teori – Teori Besar/Teori Dasar Sosiologi

a.      Teori Fungsional – Struktural

      Teori fungsionalisme struktural adalah satu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang . Teori ini dikemukakan oleh Davis dan Moore, yang menjelaskan perubahan sosial. Tiga kata kunci dipakai dalam teori ini adalah stabilitas, harmoni, dan solusi. Di dalam pikiran Merton, sasaran studi struktural fungsional antara lain adalah : peran sosial, pola institusional, proses sosial, pola kultulr, emosi yang terpola secara kultural, norma sosial, organisasi kelompok, struktur sosial, perlengkapan untuk pengendalian sosial, dan sebagainya (Merton, 1949/1968:104)

 

b.      Neofungsionalisme

Istilah neofungsionalisme digunakan untuk menandai kelangsungan hidup fungsionalisme struktural. Neofungsionalisme bersifat terbuka dan plular . neofungsionalisme memusatkan perhatian yang sama besarnya terhadap tindakan dan keberaturan. Neofungsionalisme tetap memperhatikan masalah integrasi, tetapi bukan dilihat  sebagai fakta sempurna  melainkan lebih dilihat sebagai kemungkinan sosial. Yang paling penting, untuk mengimbangi bias level-makro dari fungsionalisme struktural tradisional, dilakukan usaha untuk mengintegrasikan ide-ide dari teori pertukaran, interaksionisme simbolik, pragmatisme, fenomenologi , dan sebagainya.

 

c.       Teori Konflik

Teori konflik sebagian berkembang sebagai reaksi terhadap fungsionalisme struktural dan akibat berbagi kritik. Teori konflik ini berasal dari berbagai sumber lain seperti teori Marxian dan pemikiran konflik sosial dari Simmel. Salah satu kontribusi utama teori konflik adalah meletakkan landasan untuk teori-teori yang lebih memanfaatkan pemikiran Marx. Masalah mendasar dalam teori konflik adalah teori itu tak pernah berhasil memisahkan dirinya dari akar struktural-fungsionalnya.

Cari Blog Ini