Minggu, 13 September 2015

Ilsya Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial tugas 2

Nama   : Muhammad Aulia Ilsya

NIM    : 11150510000019

Tema   : Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial

Tugas 2

1)      Definisi Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam perspektif sosiologi

A.    Komunitas

Istilah komunitas atau Community diambil dari  bahasa latin (communire) yang berarti kelompok atau perkumpulan. Dan dapat diartikan sebagai "masyarakat setempat". Apabila anggota-anggota kelompok tersebut, kecil maupun besar hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan  bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan kelompok tersebut maka ini yang disebut sebagai komunitas. Dapat disimpulkan secara singkat bahwa komunitas adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu dengan dasar-dasar lkalitas dan perasaan. Unsur-unsur komunitas antara lain :

a)      Seperasaan

b)      Sepenanggungan

c)      Saling memerlukan

B.     Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang yang ada dan bekerja dalam suatu lingkup tertentu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama  pula. Hidup organisasi biasanya lama, walaupun terjadi perubahan-perubahan tapi tanpa mengubah identitas yang menjadi strukturnya. Usaha-usaha kolektif para anggota organisasi disebut sebagai melakukan hal-hal yang bersifat formal. Kelompok formal merupakan organisasi kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk dtaati serta mengatur hubungan antar anggota. Karena merupakan organisasi yang resmi maka dengan sendirinya dikenal adanya struktur organisasinya, sehingga terdapat hierarki diantara anggota-anggotanya oleh karena itu terdapat pembatasan tugas dan wewenang. Karakterisitik organisasi menurut Schein adalah memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya. Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi adalah:
a)Adanya komponen (atasan dan bawahan).
b) Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang).
c) Adanya tujuan.
d) Adanya sasaran.
e) Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
f) Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

C.    Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari kumpulan individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratur, sehingga adanya pembagian tugas, struktur dan norma norma tertentu yang berlaku bagi mereka. Kelompok sosial yang paling sederhana yaitu keluarga dan hampir semua manusia pada mulanya menjadi anggota kelompok kleuarga. Walaupun setiap saat para anggotanya menyebar, tetapi mereka pada saat saat tertentu berkumpul kembali dan saling bertukar pengalaman, sehingga pada akhirnya dalam keluarga akan terjadi perubahan - perubahan. Oleh sebab itu, maka kelompok-kelompok sosial itu akan mengalami perubahan - perubahan, baik dalam bentuk maupun aktivitasnya. Menurut George Homans Kelompok sosial yaitu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi & memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi & berhubungan timbal balik. Dengan kata lain,  setiap kumpulan individu tak dapat disebut kelompok sosial selama belum memenuhi syarat-syarat berikut:

a)      Setiap individu harus merupakan bagian dari kesatuan sosial

b)      Terdapat hubungan timbal balik

c)      Adanya kesamaan faktor yang dapat mempererat hubungan kelompok

d)     Memiliki pola perilaku

e)      Berproses

2)      Perbedaan dan Persamaan antara Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial

Persamaan

Persamaan komunitas, organisasi maupun kelompok sosial yaitu sama-sama melibatkan individu dengan individu lainnya, sama - sama sekumpulan manusia yang mempunyai tujuannya masing - masing. Jadi antar ketiga itu saling mempunyai hubungan yang signifikan karena tidak bisa hanya individu saja yang terlibat. Sebagai makhluk sosial manusia pastinya terlibat dalam tiga cakupan tersebut.

Perbedaan

Perbedaan komunitas, organisasi dan kelompok sosial yaitu terletak pada tujuannya misalkan komunitas itu bertujuan sekedar ekspresi jiwa, tergantung chemistry anggota-anggotanya. Sedangkan organisasi bertujuan yang sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum. Kelompok sosialpun bertujuan untuk mengabungkan suatu manusia dalam suatu wadah.

 

3)      Contoh Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

a.      Komunitas

- Komunitas pencinta basket

- Komunitas sepeda

- Komunitas pencinta alam

- Masyarakat Situ Gintung

- Suku Bangsa

b.      Organisasi

- OSIS

- PSSI

- FORSA

- DEMA

- Karang Taruna

- PBB

- ASEAN

c.       Kelompok Sosial

- Kerumunan

- Paguyuban

- Kelompok Ronda

- Keluarga

- Kelompok Bermain

- Kelompok Belajar

- Patembayan

Sumber:  Narko,Dwi-Suyanto Bagong. 2007. SOSIOLOGI Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Perdana Media

 

 

 

 

 

Ilsya Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial Tugas 2

Nama   : Muhammad Aulia Ilsya

NIM    : 11150510000019

Tema   : Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial

Tugas 2


1) Definisi Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam perspektif sosiologi

A.  Komunitas

Istilah komunitas atau Community diambil dari  bahasa latin (communire) yang berarti kelompok atau perkumpulan. Dan dapat diartikan sebagai "masyarakat setempat". Apabila anggota-anggota kelompok tersebut, kecil maupun besar hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan  bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan kelompok tersebut maka ini yang disebut sebagai komunitas. Dapat disimpulkan secara singkat bahwa komunitas adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu dengan dasar-dasar lkalitas dan perasaan. Unsur-unsur komunitas antara lain :

a)      Seperasaan

b)      Sepenanggungan

c)      Saling memerlukan

B. Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang yang ada dan bekerja dalam suatu lingkup tertentu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama  pula. Hidup organisasi biasanya lama, walaupun terjadi perubahan-perubahan tapi tanpa mengubah identitas yang menjadi strukturnya. Usaha-usaha kolektif para anggota organisasi disebut sebagai melakukan hal-hal yang bersifat formal. Kelompok formal merupakan organisasi kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk dtaati serta mengatur hubungan antar anggota. Karena merupakan organisasi yang resmi maka dengan sendirinya dikenal adanya struktur organisasinya, sehingga terdapat hierarki diantara anggota-anggotanya oleh karena itu terdapat pembatasan tugas dan wewenang. Karakterisitik organisasi menurut Schein adalah memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya. Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi adalah:
a) Adanya komponen (atasan dan bawahan).
b) Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang).
c) Adanya tujuan.
d) Adanya sasaran.
e) Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
f) Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

C. Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari kumpulan individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratur, sehingga adanya pembagian tugas, struktur dan norma norma tertentu yang berlaku bagi mereka. Kelompok sosial yang paling sederhana yaitu keluarga dan hampir semua manusia pada mulanya menjadi anggota kelompok kleuarga. Walaupun setiap saat para anggotanya menyebar, tetapi mereka pada saat saat tertentu berkumpul kembali dan saling bertukar pengalaman, sehingga pada akhirnya dalam keluarga akan terjadi perubahan - perubahan. Oleh sebab itu, maka kelompok-kelompok sosial itu akan mengalami perubahan - perubahan, baik dalam bentuk maupun aktivitasnya. Menurut George Homans Kelompok sosial yaitu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi & memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi & berhubungan timbal balik. Dengan kata lain,  setiap kumpulan individu tak dapat disebut kelompok sosial selama belum memenuhi syarat-syarat berikut:

a)   Setiap individu harus merupakan bagian dari kesatuan sosial

b)  Terdapat hubungan timbal balik

c)  Adanya kesamaan faktor yang dapat mempererat hubungan kelompok

d)  Memiliki pola perilaku

e)   Berproses

2) Perbedaan dan Persamaan antara Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial

- Persamaan

Persamaan komunitas, organisasi maupun kelompok sosial yaitu sama-sama melibatkan individu dengan individu lainnya, sama - sama sekumpulan manusia yang mempunyai tujuannya masing - masing. Jadi antar ketiga itu saling mempunyai hubungan yang signifikan karena tidak bisa hanya individu saja yang terlibat. Sebagai makhluk sosial manusia pastinya terlibat dalam tiga cakupan tersebut.

- Perbedaan

Perbedaan komunitas, organisasi dan kelompok sosial yaitu terletak pada tujuannya misalkan komunitas itu bertujuan sekedar ekspresi jiwa, tergantung chemistry anggota-anggotanya. Sedangkan organisasi bertujuan yang sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum. Kelompok sosialpun bertujuan untuk mengabungkan suatu manusia dalam suatu wadah.

 

3)  Contoh Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

a.  Komunitas

- Komunitas pencinta basket

- Komunitas sepeda

- Komunitas pencinta alam

- Masyarakat Situ Gintung

- Suku Bangsa

b. Organisasi

- OSIS

- PSSI

- FORSA

- DEMA

- Karang Taruna

- PBB

- ASEAN

c.  Kelompok Sosial

- Kerumunan

- Paguyuban

- Kelompok Ronda

- Keluarga

- Kelompok Bermain

- Kelompok Belajar

- Patembayan


Sumber:  Narko,Dwi-Suyanto Bagong. 2007. SOSIOLOGI Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Perdana Media

tugas mata kuliah sosiologi.


Sabtu, 12 September 2015

IDA KURNIA DEWI - KPI 1B_PENGANTAR SOSIOLOGI TUGAS 2

" Komunitas, Organisasi dan kelompok Sosial ''

A.    Definisi Komunitas, Organisasi dan kelompok Sosial dalam prespektif Sosiologi

Komunitas merupakan suatu unit atau kesatuan social yang terorganisasikan dalam kelompok – kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai territorial. Istilah komunitas dalam batas-batas tertentu dapat menunjuk pada warga sebuah dusun (dukuh atau kampung), desa, kota, suku atau bangsa. Dalam perspektif sosiologi komunitas dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama (a community of interest) atau oleh tingkat interaksi yang tinggi ( an attachment community ). Para anggota komunitas mempunyai kebutuhan bersama (common needs).

Kelompok social merupakan suatu gejala yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung didalamnya. Sejak lahir manusia telah menjadi bermacam-macam anggota kelompok. Salah satunya adalah keluarga. Kelompok social adalah merupakan sekumpulan orang yang ada dimasyarakat dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi satu sama lain, serta biasanya memiliki suatu kesukaan yang sama. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat.

Klasifikasi kelompok social :

1.      Paguyuban (gemeinschaft) adalah kelompok social yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal.

2.      Patembayan (gesellschaft) adalah kelompok social yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek.

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmi-ilmu social,organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational behavior),atau analisa organisasi(organization analysis). Bentuk-bentuk organisasi :

1.      Organisasi politik

2.      Organisasi soisal

3.      Organisasi mahasiswa

4.      Organisasi sekolah

B.Perbedaan komunitas, organisasi dan kelompok social

 Perbedaan yang paling terlihat dari komunitas,organisasi dan kelompok social adalah bagian dari kelompok yang memiliki dinamika masing-masing. Organisasi contohnya mengedepankan pada kesamaan visi dan misi untuk mencapai tujuan. Dan sifat organisasi yaitu formal yaitu dengan struktur dan pembagian-pembagian wewenang tertentu. Kemudian komunitas menitikberatkan pada kesamaan perasaan, penanggungan dan konteks kewilayahan serta kemasyarakatan. Dan pada umumnya bersifat nonformal semisal masyarakat lereng gunung yang menjadi kominitas karena memiliki kesamaan wilayah geografis dan perasaan mengenai persaudaraan dan kekeluargaan yang telah terjalin antara anggota komunitas tersebut. Dalam kelompok social pada dasarnya adalah kajian menyeluruh mengenai kelompok-kelompok social dalam masyarakat, baik formal – nonformal, teratur – tidak teratur, ingruop-group dan berbagai tipe-tipe kelompok lainnya.

C.Contoh komunitas, organisasi dan kelompok social dalam kehidupan sehari – hari :

Komunitas :

·         Komunitas masyarakat daerah

·         Komunitas pelajar Indonesia

·         Himpunan pelajar Indonesia

·         Suku bangsa

·         Komunitas motor gede

·         Komunitas mobil tua

Organisasi :

·         Karang Taruna

·         OSIS

·         MPK

·         DEMA

·         Remaja Masjid

·         KOPERASI

·         PBB

·         ASEAN

·         UNESCO

Kelompok Sosial :

·         Keluarga

·         Rukun tetangga

·         Rukun warga

·         Kerabat

·         Antar agama

Referensi : - SUNARTO, Kamanto. Pengantar sosiologi ( edisi revisi ).

-          Pengantar sosiologi pemahaman dan gejala social . Elly setiadi, Usman Kolip.

Azhar Fuadi_Konteks Sosiologi Teori Struktural_Tugas 2 SosKot

Nama   :      Azhar Fuadi

NIM     :      11140540000004

Prodi    :      Pengembangan Masyarakat Islam


Konteks Sosiologi: Perspektif Teori Struktural

I.                   Pendahuluan

Paradigma dalam ilmu-ilmu sosial , merupakan kesatuan cara pandang atau teori-teori dalam menganalisa unit sosial, semisal paradigma yang mengambil unit analisa struktur sosial masyarakat tentunya kita akan menggunakan paradigma strukturalis, dimana paradigma struktural sendiri terdiri dari dua golongan yaitu struktural fungsionalis dan struktural konflik.

Teori fungsional juga populer disebut teori integrasi atau teori konsensus. Tujuan utama pemuatan teori integrasi, konsensus, atau fungsional ini tidak lain agar pembaca lebih jelas dalam memahami masyarakat secara integral. Pendekatan fungsional menganggap masyarakat terintegrasi atas dasar kata sepakat anggota-anggotanya akan nilai-nilai kemasyarakatan tertentu. Masyarakat sebagai suatu sistem sosial, secara fungsional terintegarasi kedalam suatu bentuk ekuilibrium. Oleh sebab itu, aliran pemikiran tersebut disebut integration approach, order approach, equilibrium approach, atau structural-functional approach (fungsional struktural/fungsionalisme struktural).

 

II.                Pembahasan

 

1.      Teori Struktural Fungsional

Teori ini menekankan keteraturan (order) dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Konsep-konsep utamanya antara lain: fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifes, dan keseimbangan ekuilibrium.

Menurut teori ini, masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain. (Ritzer, 1992:25).

Asumsi dasarnya adalah setiap struktur dalam sistem sosial fungsional terhadap yang lain. Sebaliknya, kalau tidak fungsional maka struktur itu tidak akan ada atauakan hilang dengan sendirinya. Secara ekstrem penganut teori ini beranggapan bahwa semua peristiwa dan semua struktur adalah fungsional bagi suatu masyarakat (Ritzer, 1992:25).

Menurut teori struktural fungsional, masyarakat sebagai suatu sistem memliki struktur yang terdiri atas banyak lembaga. Masing-masing lembaga memiliki fungsi sendiri-sendiri. Struktur dan fungsi dengan kompleksitas yang berbeda-beda ada pada setiap masyarakat, baik masayarakat modern maupun masyarakat primitif.

Di dalam setiap masyarakat, menurut pandangan fungsionalisme struktural, selalu terdapat tujuan dan prinsip dasar tertentu. Sistem nilai tersebut tidak saja merupakan sumber yang menyebabkan berkembangnya integrasi sosial, akan tetapi sekaligus merupakan unsur yang menstabilisasi sosial budaya itu sendiri.

Socrates menganalogikan sistem sosial dengan tubuh manusia. Plato menyatakan bahwa di dalam sistem sosial terjadi pembagian tugas dan peran. Auguste Comte menggugat individualitas yang bebas dan rasional, dan menginginkan konsensus sosial serta masyarakat diibaratkan sebagai tubuh organik. Spancer menyatakan masyarakat mengalami proses evolusi melalui adaptasi, dimana individu tumbuh dan mencapai kematangan, yang kemudian melahirkan konsep struktur dan fungsi. Adapaun Durkheim melihat kehidupan bermasyarakat sebagai konsensus sosial dan masyarakat diibaratkan sebagai tubuh organik. Ia memandang kehidupan masyarakat sebagai keadaan yang objektif. Individu adalah bagian dari kolektivitas dan berada dalam struktur. Di satu sisi struktur memberi tanggung jawab pada individu, di sisi lain individu harus melakukan peran-peran sosialnya. Bagi Durkheim, sistem yang fungsional akan mampu menciptakan harmoni dan stabilitas, hal ini dibuktikan melalui alasannya pada teori "division of labour". Individu menjalankan peran sosial hingga melahirkan adanya "common value" (terwujudnya tertib sosial yang berlaku dalam masyarakat atau struktur sosial dalam masyarakat itu).

 

2.      Teori Struktural Konflik

Teori-teori struktural konflik ini diidentikkan dengan karl Marx. Asumsi ini tidak kemudian menganggap bahwa Marx-lah yang menciptakan teori structural konflik ini. Memang benar, Marx tidak pernah menyusun suatu argumentasi bahwa teori-teori yang dihasilkan berparadigmakan structural konflik, dan bahkan dia tidak pernah menganggap dirinya seorang strukturalis konflik. Namun, setelah Marx meninggal, para pemikir-pemikir Marxis-lah yang kemudian menyebut bahwa teri-teori Marx berparadigmakan strukturalis konflik dan mereka yang menyebut dirinya marxis memiliki paradigma strukturalis konflik.

Dimulai oleh Karl Marx dan rekan sejawatnya Fredrich Engels dalam tulisan mereka Communist Manifesto yang mencoba menganalisa hukum-hukum perkembangan masyarakat semenjak zaman komunisme purba, berburu, berladang, bertani, hingga zaman capital. Dalam menganalisa perkembangan masyarakat tersebut, mereka menemukan bahwa dalam suatu perkembangan masyarakat terjadi dan melewati kontradiksi yang disebut revolusi, yang pada kontradiksi tersebut memutasi kuantitas menuju kualitas yang menjadi embrio dan akan melahirkan masyarakat baru yang berbeda sama sekali dengan masyarakat sebelumnya. Prasyarat melahirkan masyarakat baru tersebut, sudah terkandung dalam masyarakat lama dan menunggu fragmentasi kelas tertindas untuk melawan kelas penindas.

Teori struktural konflik menganggap bahwa kehidupan sosial itu menghasilkan konflik terstruktur, yaitu konflik kepentingan antara lapisan atas dengan lapisan bawah. Teori konflik beranggapan, bahwa apabila segmen yang lebih lemah semakin menyadari kepentingan kolektif mereka, maka besar kemungkinannya mereka mempertanyakan keabsahan distribusi sumber-sumber yang tidak merata. Teori konflik berpendapat, bahwa konflik yang terjadi di dalam masyarakat tidak semata-mata menunjukan fungsi negatifnya saja, tetapi dapat pula menimbulkan dampak postif, misalnya meningkatkan solidaritas dan integrasi suatu kelompok atau sistem. Teori konflik juga percaya, bahwa semakin besar derajat kemerostan legitimasi politik penguasa, maka semakin besar kecenderungan timbulnya konflik antara kelas atas dan kelas bawah. Bagi penganut teori struktural konflik, masyarakat merupakan "arena" dari berbagai kalangan atau kelompok untuk bertarung memperebutkan "kekuasaan" yang pada gilirannya dapat digunakan untuk mengontrol bahkan untuk melakukan penekanan terhadap rival-rival mereka.

 

III.             Penutup

 

A.    Kesimpulan

Pada mulanya, teori fungsional struktural diilhami oleh para pemikir klasik, di antaranya Socrastes, Plato, Auguste Comte, Spencer, Emile Durkheim, Robert K. Merton, dan Talcott Persons. Mereka dengan gamblang dan terperinci menuturkan bagaimana perspektif fungsionalisme memandang dan menganalisis phenomene sosial dan kultural. Menurut teori struktural fungsional, masyarakat sebagai suatu sistem memliki struktur yang terdiri atas banyak lembaga. Masing-masing lembaga memiliki fungsi sendiri-sendiri. Struktur dan fungsi dengan kompleksitas yang berbeda-beda ada pada setiap masyarakat, baik masayarakat modern maupun masyarakat primitif.

Teori struktural konflik menganggap bahwa kehidupan sosial itu menghasilkan konflik terstruktur, yaitu konflik kepentingan antara lapisan atas dengan lapisan bawah. Teori konflik beranggapan, bahwa apabila segmen yang lebih lemah semakin menyadari kepentingan kolektif mereka, maka besar kemungkinannya mereka mempertanyakan keabsahan distribusi sumber-sumber yang tidak merata. Teori konflik berpendapat, bahwa konflik yang terjadi di dalam masyarakat tidak semata-mata menunjukan fungsi negatifnya saja, tetapi dapat pula menimbulkan dampak postif, misalnya meningkatkan solidaritas dan integrasi suatu kelompok atau sistem.

B.     Daftar Pustaka

 

Wirawan, Ida bagus. 2012. Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Risha Shafira Deskansa-11150510000002-KPI 1A-Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial-Tugas 2

Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial

Nama  : Risha Shafira Deskhansa

NIM    : 11150510000002

Kelas   : KPI 1/A

A.    Definisi Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial

Komunitas merupakan suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai territorial. Istilah komunitas dalam batas-batas tertentu dapat menunjuk pada warga sebuah dusun (dukuh atau kampung), desa, kota, suku atau bangsa.

Dalam perspektif sosiologi komunitas dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama (a community of interest) atau oleh tingkat interaksi yang tinggi (an attachment community). Para anggota komunitas mempunyai kebutuhan bersama (common needs).

Kelompok Sosial merupakan suatu gejala yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung didalamnnya. Sejak lahir manusia telah menjadi bermacam-macam anggota kelompok. Salah satunya adalah keluarga.

 

Kelompok sosial adalah merupakan sekumpulan atau sekelompok orang yang ada di masyarakat dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi satu sama lain, serta biasanya memiliki suatu kesuakaan yang sama (hobbi, pekerjaan, aktivitas, fans dsb). Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. 

 

Menurut biertedt, kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

 

Klasifikasi Kelompok Sosial:

 

1. Paguyuban (gemeinschaft) adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal.

2. Patembayan(gesellschaft) adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek.

 

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Bentuk-bentuk organisasi :

1. Organisasi politik

2. Organisasi sosial

3. Organisasi mahasiswa

1

B.    Perbedaan Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial

Komunitas :  sekumpulan orang-orang yang mempunyai kesamaan seperti sifat, hobi dan lain-lain. Biasanya bersifat informal, cenderung bebas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi jiwa, tergantung chemistry anggota-anggotanya.

Organisasi : sekumpulan orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum.

Kelompok Sosial : sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok  sosial biasanya diciptakan oleh anggota masyarakat yang memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

C.    Contoh  Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Komunitas :

Ø  -Komunitas masyarakat daerah

Ø  -Komunitas Pelajar Indonesia

Ø  -Himpunan Pelajar Indonesia di Australia

Ø  -Suku bangsa

Ø  -Komunitas Sepeda Ontel

Organisasi :

Ø  -karang taruna

Ø  -OSIS

Ø  -Dewan Eksekutif  Mahasiswa

Ø  -Purna Paskibraka Indonesia

Ø  -Pramuka

Ø  -Remaja Masjid

Ø  -Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Ø  -Koperasi Unit Desa

Ø  -UNESCO

Ø  -ASEAN

Ø  -PBB

Kelompok Sosial :

Ø  -Keluarga

Ø  -Kerabat

Ø  -Rukun Tetangga

Ø  -Rukun Warga

Ø  -Ikatan Antar Pedagang

Referensi : SUNARTO, Kamanto. Pengantar Sosiologi (edisi revisi). Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi  Universitas Indonesia, 2004.

Jumat, 11 September 2015

Kabir Al-Fadly H - Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial - Tugas2

Kabir Al-Fadly Habibullah

Komunitas, Organisasi dan Kelompk Sosial

Tugas 2

A.    Definisi Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial

1.      Komunitas

Istilah komunitas atau Community diambil dari  bahasa latin (communire) yang berarti kelompok atau perkumpulan. Dan dapat diartikan sebagai "masyarakat setempat" istilah mana menunuuk pada warga sebuah desa, kota atau suatu bangsa maupun daerah. Apabila anggota-anggota kelompok tersebut, kecil maupun besar hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan  bahwa kelompk tersebut dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan kelompok tersebut maka ini yang disebut sebagai komunitas

Sebagai suatu perumpamaan, kebutuhan seseorang tidak mungkin secara keseluruhan terpenuhi apabila dia hanya hidup bersama rekannya yang segolngan atau sesuku. Dengan demikian kriteria utama bagi adanya komunitas adalah social relationship antar anggota suatu kelompok. Dapat disimpulkan secara singkat bahwa kmunitas adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu dengan dasar-dasar lkalitas dan perasaan.

Unsur-unsur perasaan komunitas antara lain :

a.       Seperasaan

b.      Sepenanggungan

c.       Saling memerlukan

2.      Organisasi

Organisasi adalah suatu keompok orang yang ada dan bekerja dalam suatu lingkup tertentu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama  pula. Jika sebuah organisasi telah dibentuk, maka dapat diasumsikan merupakan suatu identitas tersendiri yang khusus. Hidup organisasi biasanya lama, walaupun terjadi perubahan-perubahan tapi tanpa mengubah identitas yang menjadi strukturnya. Usaha-usaha kolektif para anggota organisasi disebut sebagai melakukan hal-hal yang bersifat formal, karena didasarkan pada organisasi yang memperjuangkan kepentingan bersama. Unsur-unsur organisasi merupakan bagian-bagian fungsional yang berhubungan.

Kelompok formal merupakan organisasi kelmpok yang mempunyai peraturan yang tegas daan sengaa dibuat oleh anggotanya untuk dtaati serta mengatur hubungan antar anggota. Karena merupakan organisasi yang resmi maka dengan sendirinya dikenal adanya struktur organisasinya, sehingga terdapat hierarki diantara anggota-anggotanya oleh karena itu terdapat pembatasan tugas dan wewenang.

 

 

3.      Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari kumpulan individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensiv dan teratur, sehiingga daripadanya diharapkanadanya pembagian tugas, struktur dan norma norma tertentu yang berlaku bagi mereka. Kelompok sosial yang paling sederhana yaitu keluarga dan hampir semua manusia pada mulanya menjadi anggota kelompok kleuarga. Walaupun setiap saat para anggotanya menyebar, tetapi mereka pada saat saat tertentu berkumpul kembali dan saling bertukar pengalaman, sehingga pada akhirnya dalam keluarga akan teradi perubahan perubahan. Oleh sebab itu, maka kelompok-kelompok sosial itu akan mengalami perubahan –perubahan, baik dalam bentuk maupun aktivitasnya.

Dengan kata lain,  setiap kumpulan individu tak dapat disebut kelompok sosial selama belum memenuhi syarat-syarat berikut:

a.       Setiap individu harus merupakan bagian dari kesatuan sosial

b.      Terdapat hubungan timbal balik

c.       Adanya kesamaan faktor yang dapat mempererat hubungan kelompok

d.      Memiliki pola perilaku

e.       Berproses

 

 

B.     Perbedaan dan Persamaan antara Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial

Persamaan

Komunitas, organisasi maupun kelompk sosial sama-sama merupakan suatu kajian dan bagian yang takdapat dipisahkan dari sosiolgi. Objek kajian ini memiliki kesamaan yakni tergabung dalam suatu kelompok kajian Kelompok-Kelompok Sosial dalam masyarakat. Yang intinya adalah suatu hubungan timbal balik antar individu. Yang tidak mungkin dapat dikaji bila hanya menyangkut perorangan saja. Ada dua hasrat yang dimiliki manusia sejak dilahirkan yakni keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya serta ingin menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya.

 

Perbedaan

            Perbedaan yang paling mencolok dari kajian tentang komunitas, organisasi dan kelompok sosial adalah bahwasanya semua itu adalah bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki dinamika masing-masing. Organisasi contohnya mengedepankan pada kesamaan visi kedepan dan bagaimana cara serta aturan-aturan yang disepakati bersama dalam rangka mencapai tuuan tersebut. Dan sifat organisasi yakni bersifat forma yaitu dengan struktur dan pembagian-pembagian wewenang tertentu.

            Kemudian komunitas menitikberatkan pada kesamaan perasaan, penanggungan dan konteks kewilayahan serta kemasyarakatan. Dan pada umumnya bersifat nonformal semisal masyarakat lereng gunung yang menjadi komunitas karena memiliki kesamaan wilayah geografis dan perasaan mengenai persaudaran dan kekeluargaan yang telah terjalin antar anggota komunitas tersebut.

            Dan kelompok sosial pada dasarnya adalah kajian menyeluruh mengenai kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat, baik formal-nonormal, teratur-tidak-teratur, ingroup-outgrup dan berbagai tipr-tipr kelompok lainnya

 

C.    Contoh Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

a.      Komunitas

-Suku Bangsa

-Masyarakat Suatu Desa

-Masyarakat Keraton

-Masyarakat Yang Tinggal Di Lereng Gunung

-Masyarakat Kampung Naga, Tasikmalaya

-Masyarakat Baduy

 

b.      Organisasi

-PSSI

-DEMA

-HMJ

-Perserikatan Buruh
-Karang Taruna

-HMI

-PMII

-IMM

-UNESCO

-PBB

-ASEAN

-OKI

 

c.       Kelompok Sosial

-Keluarga

-Pablik

-Kerumunan

-Paguyuban

-Patembayan

-Kelompok Bermain

-Kelompok Belajar

 

Sumber:     Narko,Dwi-Suyanto Bagong. 2007. SOSIOLOGI Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Perdana Media

 

 

 

 

 

Cari Blog Ini