Senin, 14 September 2015

Suryo Widodo_Perubahan Sosial Dan Perilaku Kesmas_Tugas ke 1

Perubahan Sosial Dan Perilaku Kesehatan Masyarakat

            Kesehatan dalam kehidupan sehari-hari memang sangat di perlukan, bahkan dalam kehidupan bermasyarakat atau melakukan suatu hal kita di haruskan untuk sehat, maka untuk menjadi sehat kita harus memperhatikan perilaku-perilaku agar kita menjadi sehat.

            Seperti halnya apa yang terjadi dalam masyarakat ciracas, Ketika pada zaman dahulu orang-orang kebanyakan melakukan suatu pengobatan berdasarkan perkataan-perkataan para leluhurnya. Misalnya ketika mereka sakit perut mereka di anjurkan untuk memakan sambal atau daun jambu biji yang secara tidak langsung memang sambal dan daun jambu biji tersebut mengadung zat yang membuat lambung bereaksi namun apabila di jelaskan isi kandungan tersebut mereka tidak mengetahuinya.

            Dan seiring dengan kemajuan zaman ternyata memang hal itu dapat di buktikan oleh ahli medis akan tetapi terdapat kekurangan sehingga cara tersebut di tinggalkan dan beralih ke obat-obatan yang di anjurkan oleh ahli medis.

            Hal ini mengakibatkan suatu perubahan sosial dalam masyarakat yang dulu mereka menggunakan cara tradisional kini mereka menggunakan cara yang dapat di pahami sehingga apa yang di lakukan sekarang di nilai lebih mudah dan efisien.

            Dalam hal ini Perubahan diartikan sebagai suatu hal atau keadaan berubah, peralihan dan pertukaran. Dengan demikian perubahan adalah sebuah proses yang mengakibatkan keadaan sekarang berbeda dengan keadaan sebelumnya, karena mengalami perubahan atau pertukaran. William F.Ogburn memberi batasan terhadap makna perubahan social hanya pada unsure-unsur kebudayaan.[1]

            Maksudnya disini adalah apa yang terjadi dalam masyarakat di ciracas terjadi perubahan budaya yang dulu menggunakan cara tradisional dan lumayan susah di jelaskan kini beralih menjadi yang lebih modern dan mudah di jelaskan.

            Dan ini seperti yang Sojoeno Soekanto katakan bahwa penemuan-penemuan baru merupakan tambahan pengetahuan terhadap perbendaharaan pengetahuan dunia yang telah diverifikasi. Penemuan menambahkan sesuatu yang baru pada kebudayaan karena meskipun kenyataan tersebut sudah lama ada, namun kenyataan itu baru menjadi bagian setelah kenyataan tersebut ditemukan. Penemuan baru menjadi suatu faktor dalam perubahan sosial jika hasil penemuan tersebut didayagunakan.[2]


            Kesimpulan


Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku kesehatan masyarakat salah satunya adalah penemuan-penemuan yang baru atau di kembangkan oleh suatu masyarakat sehingga lebih efisien dan cepat



[1] William F.Ogburn, Social Change, (New York: Viking Press, 1982),h.7

[2] Astrid S.Susanto, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, (TK.Bica Cupta, 1979),h.178

Trs: organisasi,komunitas dan kelompok sosial nama dio ihkamuddin tugas 1 JNR 1b



Pada Senin, 14 September 2015 19:15, zeyn saputra <zeynsaputra@yahoo.com> menulis:


Nama : Dio Ihkamuddin
Tugas 1 JNR 1B
Komunitas,organisasi dan kelompok sosial
Definisi dan Pengertian Organisasi
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam  penggunaan sehari-hari maupun  ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.

Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu
 proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan  kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah  pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung  jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang,berikut dari beberapa ahli:
Menurut Dr.KH.supriatna Mubarok Msc.MM, organisasi adalah seni kepimpinan yang dimana mempanguruhi orang untuk mewujudkan tujuan bersama.
Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Contoh dari organisasi: organisasi mempunyai tujuan seprti halnya irmada, irmada adalah organisasi remaja masjid darussyifa yang dimana mempnuayai tujuan memakmurakan masjid tersebut untuk tetap terjaga dan  terpelihara.
Definisi Komunitas
Komunitas merupakan suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai territorial. Istilah komunitas dalam batas-batas tertentu dapat menunjuk pada warga sebuah dusun (dukuh atau kampung), desa, kota, suku atau bangsa.
Dalam perspektif sosiologi komunitas dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama (a community of interest) atau oleh tingkat interaksi yang tinggi (an attachment community). Para anggota komunitas mempunyai kebutuhan bersama (common needs).
Berikut perbedaan komunitas dan maasyarakat menurut beberapa ahli:
Ilmuwan
Komunitas
Masyarakat
F. Tonnies
Gemeinschaft
Gesselschaft
E. Durkhaim
Mechanic Solidarity
Organic Solidarity
Tjondronegoro
Gejala Organiasi (Sodality)
Oragnisasi
 
Berdasarkan  pendekatan  para ahli tersebut, maka komunitas dan masyarakat dapat dibedakan sebagai berikut:
Komunitas
Masyarakat
Kecil
Besar
Homogen
Heterogen
Kultural
Struktural
Partisipatif-Efektif
Produktivitas-Efesiensi
Relatif Otonom
Dependent
 
Contoh Definisi  Komunitas:Dari komunitas seperti halnya yang ada di sekitar kita yaitu komunitas motor yang dimana tujuan dari komunitas ini adalah membangun kebersamaan dan mempererat silaturahim dan bersosial di lingkungan sekitar kita.
KELOMPOK SOSIAL
Pengertian kelompok adalah sekumpulan manusia, sedangkan sosial adalah masyarakat. Jadi kelompok sosial dapat diartikan sebagai kumpulan manusia yg lebih dari 2 orang untuk melakukan suatu interaksi dalam masyarakat.
Halnya sepertikan suatu masyarakat yang hidup harus saling membutuhkan dan manusia hidup berkolompok  tidak bisa berdiri sendiri dalam hidupnya.
Contoh kelompok sosial:halnya seperti adanya rt yang dimana, sekumpulan masyarakat/warga yang mempunyai kelompok sosial untuk bersosialisasi antar masyarakat.


organisasi,komunitas dan kelompok sosial nama dio ihkamuddin tugas 1 JNR 1b

Nama : Dio Ihkamuddin
Tugas 1 JNR 1B
Komunitas,organisasi dan kelompok sosial
Definisi dan Pengertian Organisasi
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam  penggunaan sehari-hari maupun  ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.

Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu
 proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan  kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah  pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung  jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang,berikut dari beberapa ahli:
Menurut Dr.KH.supriatna Mubarok Msc.MM, organisasi adalah seni kepimpinan yang dimana mempanguruhi orang untuk mewujudkan tujuan bersama.
Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Contoh dari organisasi: organisasi mempunyai tujuan seprti halnya irmada, irmada adalah organisasi remaja masjid darussyifa yang dimana mempnuayai tujuan memakmurakan masjid tersebut untuk tetap terjaga dan  terpelihara.
Definisi Komunitas
Komunitas merupakan suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai territorial. Istilah komunitas dalam batas-batas tertentu dapat menunjuk pada warga sebuah dusun (dukuh atau kampung), desa, kota, suku atau bangsa.
Dalam perspektif sosiologi komunitas dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama (a community of interest) atau oleh tingkat interaksi yang tinggi (an attachment community). Para anggota komunitas mempunyai kebutuhan bersama (common needs).
Berikut perbedaan komunitas dan maasyarakat menurut beberapa ahli:
Ilmuwan
Komunitas
Masyarakat
F. Tonnies
Gemeinschaft
Gesselschaft
E. Durkhaim
Mechanic Solidarity
Organic Solidarity
Tjondronegoro
Gejala Organiasi (Sodality)
Oragnisasi
 
Berdasarkan  pendekatan  para ahli tersebut, maka komunitas dan masyarakat dapat dibedakan sebagai berikut:
Komunitas
Masyarakat
Kecil
Besar
Homogen
Heterogen
Kultural
Struktural
Partisipatif-Efektif
Produktivitas-Efesiensi
Relatif Otonom
Dependent
 
Contoh Definisi  Komunitas:Dari komunitas seperti halnya yang ada di sekitar kita yaitu komunitas motor yang dimana tujuan dari komunitas ini adalah membangun kebersamaan dan mempererat silaturahim dan bersosial di lingkungan sekitar kita.
KELOMPOK SOSIAL
Pengertian kelompok adalah sekumpulan manusia, sedangkan sosial adalah masyarakat. Jadi kelompok sosial dapat diartikan sebagai kumpulan manusia yg lebih dari 2 orang untuk melakukan suatu interaksi dalam masyarakat.
Halnya sepertikan suatu masyarakat yang hidup harus saling membutuhkan dan manusia hidup berkolompok  tidak bisa berdiri sendiri dalam hidupnya.
Contoh kelompok sosial:halnya seperti adanya rt yang dimana, sekumpulan masyarakat/warga yang mempunyai kelompok sosial untuk bersosialisasi antar masyarakat.

Ryan Andrian - Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial - Tugas 2

Nama               : Ryan Andrian

NIM                  : 11150510000032

Jurusan            : komunikasi penyiaran islam

 

 

 

 

 

Definisi organisasi

Istilah organisasi secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu kesatuan orang-orang yang tersusun dengan teratur berdasarkan pembagian tugas tertentu.

 

Kelompok formal adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya. Contoh kelompok formal adalah organisasi. Menurut Max Weber, salah satu bentuk organisasi formal itu adalah birokrasi. Ciri-ciri birokrasi adalah:

 

A.   Tugas-tugas organisasi didistribusikan dalam beberapa tugas jabatan. Atau, dapat dikatakan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi;

B.   Posisi-posisi dalam organisasi terdiri hierarki struktur wewenang. Hierarki berwujud piramida, yaitu setiap jabatan bertanggung jawab terhadap bawahan mengenai keputusan dan pelaksanaan;

C.   Suatu sistem peraturan menguasai keputusan-keputusan dan pelaksanaan;

D.   Unsur staf yang merupakan pejabat bertugas memelihara organisasi dan khususnya keteraturan komunikasi;

E.    Para pejabat berharap bahwa hubungan dengan bawahan dan pihak lain bersifat orientasi impersonal; dan

F.    Penyelenggaraan kepegawaian didasarkan pada karier.

 

 

Definisi komunitas

Komunitas adalah ikatan yang berlandaskan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat bekerja yang mendorong orang untuk berhubunhgan secara intim satu dengan yang lain, dan mengacu pada kehidupan bersama.

 

Definisi kelompok sosial

Kelompok sosial pada umumnya didefinisikan sebagai dua atau lebih orang yang memiliki suatu identitas bersama dan yang berinteraksi secara reguler. Apapun bentuknya, kelompok sosial terdiri dari orang-orang yang memiliki kesadaran keanggotaan yang sama yang didasarkan pada pengalaman,  loyalitas, dan kepentingan yang sama. Singkatnya, mereka sadar tentang individualis mereka, sebagai anggota dari kelompok sosial yang secara spesifik disadari sebagai "kita".

 

Beberapa definisi kelompok sosial yang dibuat oleh para sosiolog,antara lain:

· Joseph S. Roucek: suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.

· Mayor Polak: kelompok sosial adalah satu grup, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.

· Wila Huky: kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.

 

Perbedaan

Kelompok sosial, komunitas, dan organisasi memiliki perbedaan. Pada organisasi dan kelompok sosial keduanya memiliki struktur yang jelas untuk anggotanya, sedangkan didalam komunitas hanya mengacu pada perkumpulan yang memiliki satu rasa dan perasaan. Lalu didalam komunitas biasanya mereka berkumpul karena berada di daerah yang sama, sedangkan organisasi keanggotaannya tidak harus satu daerah melainkan bebas dari mana saja.

 

Persamaan

Kelompok sosial, komunitas, dan organisasi banyak memiliki kesamaan. Sebagai contohnya, didalam keanggotaan dari ketiganya sama-sama memiliki tujuan yang sama. Selain itu ketiganya adalah perkumpulan orang-orang yang sadar akan perlunya berkelompok. Dan sebenarnya organisasi dan komunitas adalah bagian dari kelompok sosial.

 

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Contoh komunitas:

· Warga negara indonesia yang berada di amerika membuat perkumpulan untuk saling silaturahmi.

· Warga kampung Bojong membuat perkumpulan pengajian mingguan.

 

Contoh organisasi:

· Organisasi HMJ yang berada di UIN tepatnya di fakultas dakwah dan komunikasi

· Organisasi kepecinta alaman yang dibentuk karena memiliki hobi dan tujuan yang sama yaitu, melestarikan alam.

 

 

Contoh kelompok sosial:

· Perkumpulan pecinta mobil sport di jakarta.

· Orang-orang yang sedang mengantre tiket kereta di stasiun.

 

Daftar pustaka

Soyomukti, Nurani. 2010. Pengantar Sosiologi. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA

Ryan Andrian - pengantar sosiologi - tugas 2

Nama               : Ryan Andrian

NIM                  : 11150510000032

Jurusan            : Komunikasi Penyiaran Islam

 



Definisi organisasi

Istilah organisasi secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu kesatuan orang-orang yang tersusun dengan teratur berdasarkan pembagian tugas tertentu.

 

Kelompok formal adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya. Contoh kelompok formal adalah organisasi. Menurut Max Weber, salah satu bentuk organisasi formal itu adalah birokrasi. Ciri-ciri birokrasi adalah:

 

A.   Tugas-tugas organisasi didistribusikan dalam beberapa tugas jabatan. Atau, dapat dikatakan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi;

B.   Posisi-posisi dalam organisasi terdiri hierarki struktur wewenang. Hierarki berwujud piramida, yaitu setiap jabatan bertanggung jawab terhadap bawahan mengenai keputusan dan pelaksanaan;

C.   Suatu sistem peraturan menguasai keputusan-keputusan dan pelaksanaan;

D.   Unsur staf yang merupakan pejabat bertugas memelihara organisasi dan khususnya keteraturan komunikasi;

E.    Para pejabat berharap bahwa hubungan dengan bawahan dan pihak lain bersifat orientasi impersonal; dan

F.    Penyelenggaraan kepegawaian didasarkan pada karier.

 

 

Definisi komunitas

Komunitas adalah ikatan yang berlandaskan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat bekerja yang mendorong orang untuk berhubunhgan secara intim satu dengan yang lain, dan mengacu pada kehidupan bersama.

 



Definisi kelompok sosial

Kelompok sosial pada umumnya didefinisikan sebagai dua atau lebih orang yang memiliki suatu identitas bersama dan yang berinteraksi secara reguler. Apapun bentuknya, kelompok sosial terdiri dari orang-orang yang memiliki kesadaran keanggotaan yang sama yang didasarkan pada pengalaman,  loyalitas, dan kepentingan yang sama. Singkatnya, mereka sadar tentang individualis mereka, sebagai anggota dari kelompok sosial yang secara spesifik disadari sebagai "kita".

 

Beberapa definisi kelompok sosial yang dibuat oleh para sosiolog,antara lain:

· Joseph S. Roucek: suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.

· Mayor Polak: kelompok sosial adalah satu grup, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.

· Wila Huky: kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.

 

Perbedaan

Kelompok sosial, komunitas, dan organisasi memiliki perbedaan. Pada organisasi dan kelompok sosial keduanya memiliki struktur yang jelas untuk anggotanya, sedangkan didalam komunitas hanya mengacu pada perkumpulan yang memiliki satu rasa dan perasaan. Lalu didalam komunitas biasanya mereka berkumpul karena berada di daerah yang sama, sedangkan organisasi keanggotaannya tidak harus satu daerah melainkan bebas dari mana saja.

 

Persamaan

Kelompok sosial, komunitas, dan organisasi banyak memiliki kesamaan. Sebagai contohnya, didalam keanggotaan dari ketiganya sama-sama memiliki tujuan yang sama. Selain itu ketiganya adalah perkumpulan orang-orang yang sadar akan perlunya berkelompok. Dan sebenarnya organisasi dan komunitas adalah bagian dari kelompok sosial.

 

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Contoh komunitas:

· Warga negara indonesia yang berada di amerika membuat perkumpulan untuk saling silaturahmi.

· Warga kampung Bojong membuat perkumpulan pengajian mingguan.

 

Contoh organisasi:

· Organisasi HMJ yang berada di UIN tepatnya di fakultas dakwah dan komunikasi

· Organisasi kepecinta alaman yang dibentuk karena memiliki hobi dan tujuan yang sama yaitu, melestarikan alam.

 

 

Contoh kelompok sosial:

· Perkumpulan pecinta mobil sport di jakarta.

· Orang-orang yang sedang mengantre tiket kereta di stasiun.

 

Daftar pustaka


Soyomukti, Nurani. 2010. Pengantar Sosiologi. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA

Dauatus Saidah_Perubahan Sosial dan Perilaku Kesehatan Masyarakat_Tugas 1


Nama: Dauatus Saidah (1113054000016)
PMI 5 (Kesehatan Lingkungan )

Di daerah tempat tinggal saya, tepatnya di kelurahan susukan kecamatan Jakarta timur terdapat banyak perubahan. Salah satu penyebabnya adalah lembaga kesehatan. Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan suatu daerah itu mempunyai lembaga kesehatan salah satunya seperti Puskesmas. Puskesmas adalah singkatan dari Pusat Kesahatan Masyarakat yang sistem kejanya adalah membantu masyarakat sekitar yang sedang sakit. Berobat ke Puskesmas biayanyapun sangatlah murah, sehingga untuk orang-orang yang kurang mampu bisa mendatangi Puskesmas untuk berobat.
Puskesmas di daerah tempat saya tinggal, kini sudah semakin maju. Perubahannya adalah Puskesmas yang sekarang ini berdiri sudah memiliki bangunan tinggi dan lumayan megah. Di sini melayani rawat inap yang memang kondisinya darurat. Tetapi tetap, alat-alat yang dibutuhkan lebih lengkap di Rumah sakit ketimbang di Puskesmas. Tetapi hal ini membuat kemajuan pada Puskesmas. Jam buka Puskesmas pun 24 jam. Jadi ketika ada sesuatu yang darurat, masyarakat tersebut bisa membawanya ke Puskesmas. Saya pun sebagai salah satu masyarakat di daerah tersebut merasa banyak kemajuan. Tempatnya pun lebih bersih. Tempat parkirannya pun terbilang cukup luas.
Apalagi sekarang masyarakat bisa membuat jaminan kesehatan yang relatif murah bahkan gratis. Seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS). Kartu ini bisa digunakan ketika kita ingin berobat ke rumah sakit. Tetapi memang untuk mengurus surat-surat dan kelengkapan lainnya cukup repot. Tetapi hal ini menunjukkan masyarakat sedikit terbantu.
Menurut Samuel Koenig mengatakan bahwa "perubahan sosial menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia" Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah "segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat".
Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbanding­an dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-peru­bahan.
Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang meng­alami perubahan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, dan perubahan yang berlangsung dengan cepat.
Teori-Teori Perubahan Sosial - Perubahan dapat terjadi karena terdapat modifikasi terhadap beberapa pola kehidupan dari berbagai kondisi. Kondisi penyebab terjadi perubahan sosial dapat diketahui dengan teori-teori terjadi perubahan sosial. Teori-teori perubahan sosial adalah sebagai berikut.
Teori Evolusi (Evolutionary Theory), 
Teori evolusi menjelaskan perubahan sosial memiliki arah tetap dan dialami setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud adalah perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal hingga akhir. Saat telah tercapainya perubahan terakhir maka tidak terjadi perubahan lagi. 
 
 
Teori Konflik (Conflict Theory) 
Teori Konflik menjelaskan bahwa perubahan sosial dapat berbentuk konflik. Konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok yang masyarakat tertindas sehingga melahirkan perubahan sosial yang mengubah sistem sosial tersebut.

Teori Fungsionalis
Dalam Teori Fungsionalis menjelaskan perubahan sosial merupakan suatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan. Oleh karena itu perubahan sosial bisa saja mengacaukan suatu keseimbangan dalam masyarakat. jadi teori fungsional hanya menerima perubahan yang menguntungkan/bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan bagi perubahan yang tidak bermanfaat tidak akan digunakan atau dibuang.
Teori Siklis/Siklus
Dalam teori siklus, perubahan sosial terjadi secara betahap dengan perubahan yang tidak akan berhenti walau pada tahapan terakhir yang sempurna, tetapi perubahan tersebut akan kembali keawal untuk peralihan ke tahap selanjutnya. Sehingga tergambar sebuah siklus.

Dalam teori siklus, tokoh yang berpengaruh adalah Oswald Spenger dan Arnold Toynbee. Menurut pendapat Oswald bahwa setiap masyarakat berkembang dengan 4 tahap, contohnya adalah pertumbuhan manusia dari masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa ke masa tua. Sedangkan menurut pendapat Arnold Toynbee, perubahan sosial baik itu kemajuan ataupun kemunduran dapat dijelaskan dalam konsep-konsep kemasyarakatan yang berhubungan satu dengan yang lainnya, yaitu tantangan dan tanggapan.
 
 
 
 
Sumber :
 
 


 
 

Firda Nur Fildzah_Tugas 2_Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial

KOMUNITAS, ORGANISASI, DAN KELOMPOK SOSIAL


Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa.

Istilah organisasi, secara harfiah dapat diartikan sebagai Suatu kesatuan orang-orang yang tersusun dengan teratur berdasarkan pembagian tugas tertentu. Dengan kata lain, organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling bekerja sama, dan memiliki tujuan bersama, serta memiliki sistem koordinasi kegiatan yang pembagian tugas dan tanggung jawabnya secara personil. Terbentuknya suatu organisasi sosial, pada mulanya karena adanya desakan minat dan kepentingan individu-individu dalam masyarakat.

Kelompok sosial adalah Sekumpulan orang yang saling mengenal dan berinteraksi satu sama lain berdasarkan harapan-harapan yang dianut bersama. Karena kebermasyarakatan, maka kita akan senantiasa berada dalam kelompok sosial. Secara sosiologis, istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama.

Persamaan antara ketiganya, komunitas, organisasi, dan kelompok sosial adalah, mereka sama-sama sebagai suatu wadah untuk berkumpul dua orang atau lebih. Orang-orang berkumpul untuk menemukan teman dalam kehidupan mereka, bersosialisasi dengan orang lain sekitar, dan mereka mempunyai tujuan yang sama.

Namun, ketiganya terdapat perbedaan, yakni kelompok merupakan sekumpulan atau gabungan baik itu suatu benda atau barang, hewan maupun manusia dalam suatu wadah tertentu. Dan organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum. Serta komunitas adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai kesamaan seperti sifat, hobi dan lain-lain. Biasanya bersifat informal, cenderung bebas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi jiwa, tergantung chemistry anggota-anggotanya.

Contoh organisasi di lingkup mahasiswa adalah; Dewan Mahasiswa dan Majelis Mahasiswa, Senat Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan lain sebagainya. Sementara itu, contoh komunitas, misalnya sterdapat komunitas bahasa, komunitas pecinta alam, komunitas musik, komunitas penyiar radio, komunitas photography dan lain sebagainya.

Terbentuknya kelompok sosial terjadi karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama. Contohnya, dalam bidang pekerjaan (serikat pekerja, orang buruh), dalam pernikahan (keluarga), dalam bidang latar belakang tradisi (NU, Muhammadiyah, dsb.), dan dalam bidang kesamaan kepentingan (parpol, poros tengah, LSM, dll.).

 

Sumber :

Syani, Abdul. 2012. Sosiologi skematika, teori, dan terapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Soyomukti, Nurani. 2010. Pengantar Sosiologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Ahmad Surbeni_perubahan sosial dan perilaku kesehatan masyarakat_tugas ke 1

Cari Blog Ini