Senin, 14 September 2015

Yuyun Yunena_Teori Fungsionalisme Struktural_Tugas 2 SosKot

Nama               : Yuyun Yunena
NIM                : 11140540000025
Jurusan            : Pengembangan Masyarakat Islam
 
Teori  Fungsionalisme Struktural
I.                   Pendahuluan
Fungsionalisme struktural, terutama dalam karya Talcott Parsons, Robert Merton, serta pengikut mereka, mendominasi teori sosiologi selama beberapa tahun. Namun, dalam tiga dekade terakhir arti pentingnya telah merosot secra dramastis dan sekurang-kurangnya dalam beberapa hal telah tenggelam dalam sejarah teori sosiologi. Kemerosotan ini tercermin dalam deskripsi Colomy (1990) terutama fungsionalisme sebagai "tradisi" teoritis. Fungsionalisme struktural kini hanya bermakna historis, meski juga berperan penting dalam melahirkan neofungsionalisme pada 1980-an.
Fungsionalisme menafsirkan masyarakat secara keseluruhan dalam hal fungsi dari elemen-elemen konstituennya; terutama norma, adat, tradisi dan institusi. Bagi Talcott Parsons, "fungsionalisme struktural" mendeskripsikan suatu tahap tertentu dalam pengembangan metodologis ilmu sosial, bukan sebuah mazhab pemikiran.
II.                Pembahasan
1.      Fungsionalisme Struktural
Robert Nisbet menyatakan : "Jelas bahwa fungsionalisme struktural adalah satu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial diabad sekarang." (dikutip dalam Turner dan Maryanski, 1979:xi). Kingsley Davis (1959) berpendapat, fungsionalisme struktural adalah sinonim dengan sosiologi. Alvin Goulduer (1970) secara tersirat berpendapat serupa ketika ia menyerang sosiologi Barat melalui analisis kritis terhadap teori fungsionalisme struktural  Talcott Parsons.
Fungsionalisme struktural adalah sebuah sudut pandang luas dalam sosiologi dan antropologi yang berupaya menafsirkan masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling berhubungan. Dalam fungsionalisme struktural, istilah struktur dan fungsionalis tidak selalu perlu dihubungkan, meski keduanya biasanya dihubungkan. mkita dapat mempelajari struktur masyarakat tanpa memperhatikan fungsinya (atau akibatnya) terhadap struktur lain.  Begitu pula, kita dapat meneliti fungsi berbagai proses sosial yang mungkin tidak mempunyaistruktur.
Ciri utama pendekatam fungsionalisme struktural memperhatikan kedua unsur  itu. meski fungsionalisme struktural mempunyai berbagai bentuk (Abrahamson, 1978), fungsionalisme kemasyarakatan (societal functionalism) adalah pendekatan dominan yang digunakan dikalangan fungsionalis struktural sosiologi (Sztompka, 1974). Sasaran perhatian utama fungsionalisme struktural kemasyarakatan  adalah struktur sosial dan institusi masyarakat berskala luas, antarhubungannya, dan pengaruhnya terhadap aktor.
Menurut teori fungsionalisme struktural, masyarakat sebagai suatu sistem memliki struktur yang terdiri atas banyak lembaga. Masing-masing lembaga memiliki fungsi sendiri-sendiri. Struktur dan fungsi dengan kompleksitas yang berbeda-beda ada pada setiap masyarakat, baik masayarakat modern maupun masyarakat primitif.
2.      Teori stratifikasi dan kritiknya
Teori stratifikasi fungsional, menurut Kingsley Davis dan Wilbert Moore  (1945), mungkin merupakan sebuah karya paling terkenal dalam  teori fungsionalisme struktural. Mereka berpandangan bahwa, stratifikasi adalah keharusan fungsional. Semua masyarakat memerlukan sistem seperti dan keperluan ini menyebabkan adanya sistem stratifikasi, dan juga memandang sistem stratifikasi sebagai sebuah struktur, dan menunjukan stratifikasi tidak mengacu pada  individu didalam sistem stratifikasi, tetpai lebih kepada sistem posisi (kedudukan).
Menurut pandangan ini, masalah fungsional utama adalah bagaimana masyarakat memotivasi dan menempatkan individu pada posisi mereka yang tepat. Dalam sistem stratifikasi, hal ini dapat diturunkan menjadi dua masalah. Pertama, bagaimna masyarakat menanamkan kepada individu yang tepat itu keinginan untuk mengisi posisi tertentu ? Kedua, segera setelah individu berada pada posisi yang tepat, lalu bagaimna cara masyarakat menanamkan keinginan kepada mereka untuk memenuhi persyaratan posisi mereka ?.
Teori stratifikasi struktural-fungsional ini telah berhadapan dengan berbagai kritik sejak dipublikasikan pada 1945. Satu kritik mendasar menyatakan bahwa teori stratifikasi struktural-fungsional hanya akan melanggengkan posisi istimewa orang-orang yang telah mempunyai kekuasaan, prestise, dan uang. Teori fungsionalis juga dapat dikritik karena anggapanya bahwa karena struktur sosial yang terstratifikasi itu sudah ada sejak masa lalu, maka ia tentu akan terus ada dimasa datang. Padahal ada kemungkinan bahwa masyarakat masa depan akan ditata menurut cara lain, tanpa stratifikasi.
III.             Penutup
a.       Kesimpulan  
Hingga beberapa tahun yang lalu, fungsioanalisme struktural adalah teori dominan dalam sosiologi. Teori konflik adalah penantang utamanya dan menjadi alternatif menggantikan posisi dominan itu. tetapi, perubahan dramastis baruterjadi di tahun-tahun terakhir. Kedua teori itu telah ditaklukan oleh kritikan hebat, sebaliknya serentetan teori alternatif telah berkembang dan semakin menarik perhatian dan mendapat pengikut yang banyak.
Selanjutnya dibahas sejumlah kritik terhadap fungsionalisme struktural yang telah berhasil merusak kredibilitas dan popularistasnya. Dibahad kritik yang menuduh fungsionalisme struktural adalah ahistoris, tak mampu menerangkan konflik dan perubahan, sangat konservatif, lalu sibuk dengan persoalan pemaksaan masyarakat terhadap aktor, mendukung legitimasi elite, bersifat teleologis dan tautologis.  
 
b.      Daftar pustaka
George Ritzer & Douglas J. Goodman. 2007. TEORI SOSIOLOGI MODERN. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
 

Sivaul Fuadah - Komunitas, Organisasi dan Kelompok - Tugas 2

Sivaul Fuadah – 11150510000014 – KPI 1A – Komunitas, Organisasi dan Kelompok – Tugas 2

 

A.    Definisi Komunitas, Organisa Dan Kelompok Sosial Dalam Perspektif Sosiologi.

 

Dalam sosiologi kita mengenal adanya masyarakat (sering disebut patembayan / gessellchaft) dan komunitas (paguyuban/gemenschaft). Patembayan adalah sekumpulan orang dalam wilayah tertentu yang hidup berkelompok secara langsung maupun tidak langsung dengan ciri bahwa tingkat keakraban mereka masih kurang. Terdapat pula ruang kosong antar individu maupun antar kelompok yang disebut dengan ruang publik. Sementara itu, paguyuban adalah masyarakat dalam sekala kecil sehingga antar individu memiliki hubungan keakraban satu dengan yang lainnya. Komunitas merupakan istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari pada berbagai kalangan. Seperti halnya kebanyakan istilah yang populer maka maknanya pun bisa beragam tergantung pada konteks kalimatnya.

Definisi para ahli tentang  organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu,terutama sosiologi, ilmu politik, psikologi, dan menejemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies) perilaku organisasi (organizatinal behaviour) atau analisa organisasi (organization analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu samalain dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan) sarana prasarana, data, dan lain sebagainyayang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Hidup manusia selalu tergantung dengan manusia lainya dalam memenuhi hajat hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kelompok-kelompok social (social group) di dalam kehidupan manusia, karena manusia tidak dapat hidup secara mandiri. Kelompok-kelompok social merupakan kesatuan social yang terdiri dari kumpulan individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratut, sehingga daripadanya diharapkan adanya pembagian tugas, struktur, serta norma-norma tertentu yang berlaku bagi mereka.  Kelompok social merupakan sekumpulan manusia yang memiliki persamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisasi, serta terjadi secara berulang-ulang dan memilliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.

            Klasifikasi kelompok social menurut besar atau banyaknya anggota kelompok.

1.      Kelompok primer merupakan suatu kelompok yang para anggotanya saling mengenal secara akrab, hubungan sosialnya, bersifat informal, personal dan total yang mencakup banyak aspek dari pengalaman hidup seseorang.

2.      Kelompok sekunder merupakan kelompok dimana hubungan sosialnya bersifat formal, impersonal dan segmental (berpisah-pisah) serta didasarkan pada asas kepentingan bersama.

 

B.     Perbedaan Dan Persamaan Antara Komunitas, Organisasi Dan Kelompok.

 

·         Perbedaannya

1.      Komunitas : adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai kesamaan seperti sifat, hobi dan lain-lain. Biasanya bersifat informal, cenderung bebas dantidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi jiwa, tergantung chemistry anggota-anggotanya.

2.      Organisasi : adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama dalam suatu wadah tertentu dan biasanya bersifat formal serta bernaungan hukum.

3.      Kelompok : adalah merupakan sekumpulan atau gabungan baik itu suatu benda atau barang, hewan maupun manusia dalam suatu wadah tertentu.

·         Persamaannya

Komunitas, organisasi dan kelompok adalah sesuatu yang sebenarnya saling mengikat, karena berdasarkan jenis organisasi dibagi menjadi 2 yaitu formal dan non formal  kemudian dari macam, perangkat, kemudian secara definitif apabila memenuhi adanya tujuan tentu dikatakan organisasi. Komunitas, organisasi maupun kelompk sosial sama-sama merupakan suatu kajian dan bagian yang takdapat dipisahkan dari sosiolgi. Objek kajian ini memiliki kesamaan yakni tergabung dalam suatu kelompok kajian Kelompok-Kelompok Sosial dalam masyarakat. Yang intinya adalah suatu hubungan timbal balik antar individu. Yang tidak mungkin dapat dikaji bila hanya menyangkut perorangan saja. Ada dua hasrat yang dimiliki manusia sejak dilahirkan yakni keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya serta ingin menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya.

 

C.    Contoh Komunitas, Organisasi Dan Kelompok Sosial Dalam Kehidupan Sehari-Hari

 

1.      Komunitas

·         Masyarakat keraton

·         Masyarakat suatu desa

·         Suku bangsa

2.      Organisasi

·         UNESCO

·         IMM

·         DEMA

·         HMJ

·         OKI

·         Karang Taruna

3.      Kelompok

·         Keluarga

·         Kelompok bermain

·         Kelompok belajar

·         Kelompok tugas

 

Sumber : Yudhistira Tim sosiologi Ghalia Indonesia, Narko,Dwi-Suyanto Bagong. 2007.SOSIOLOGI Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Perdana Media

 

 

Vikron Fahreza_Perubahan Sosial dan Perilaku Kesmas_Tugas 1

Nama   : Vikron Fahreza

NIM    : 1113054000025

Jurusan : PMI 5

Perubahan Sosial Dan Perilaku Kesehatan Masyarakat

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.

Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan' dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakanbagian integral kesehatan.

            Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosio budaya.

Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit

Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor yaitu:

1.            Environment atau lingkungan.

2.            Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance.

3.            Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya.

4.            Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

 

Seli Nursolihat- KPI 1A- Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial- Tugas2

 Komunitas, Organisasi, dan Kelompok Sosial.

 

Nama   : Seli Nursolihat

Nim     : 11150510000043

Kelas   : KPI 1A

 

A.    Definisi komunitas, organisasi, dan kelompok sosial dalam perspektif sosiologi

Komunitas, organisasi , maupun kelompok sosial yang ada dimasyarakat tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan melalui sebuah proses. Awal terbentuknya komunitas, organisasi, maupun kelompok sosial terjadi karena adanya interaksi sosial antar individu, antara individu dan kelompok, maupun interaksi sosial antar kelompok. Mereka berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan hidupnya. jadi, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan syarat utama dalam penciptaaan lembaga atau kelompok sosial masyarakat.

 

1.      KOMUNITAS

a.       Definisi komunitas

   Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya  dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, prefensi, kebutuhan, resiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas dapat diturunka dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak."

 

2.      ORGANISASI

a.       Definisi organisasi

   Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih. Atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah sturuktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

 

3.      KELOMPOK SOSIAL

a.       Definisi kelompok sosial.

Kelompok Sosial dalam perspektif sosiologi Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu hidup dalam kelompok-kelompok tertentu. Hal itu karena adanya kenyataan bahwa upaya manusia untuk memenuhi  berbagai kebutuhan hidupnya akan lebih produktif diperoleh dalam kehidupan berkelompok.  Kelompok sosial merupakan sekumpulan manusia yang memiliki persamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisasi, serta terjadi secara berulang-ulang dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.

 

B.     Perbedaan dan persamaan antara ketiganya

Sejak dilahirkan manusia mempunyai naluri untuk hidup bergaul dengan sesamanya. Naluri ini merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya, yaitu kebutuhan afeksi, kebutuhan insklusi, dan kebutuhan kontrol. Upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya dilaksanakan melalui suatu proses yang disebut interaksi sosial. Intraksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Interaksi ini sifatnya dinamis. Dalam kenyataan ini terdapat perbedaan dan kenyataan antara ketiganya, yaitu sebagai berikut.

 

1.      Perbedaan komunitas, organisasi, dan kelompok sosial

Perbedaan dari ketiga tersebut adalah berbedanya pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan. Hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional.

 

2.      Persamaan komunitas, organisasi, dan kelompok

Persamaan ketiganya hampir mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang harus dipertahankan. Suatu sistem kepercayana dan aneka macam tindakan baru akan menjadi bagian lembaga sosial setelah melewati waktu yang sangat lama.  

 

C.     Contoh dalam kehidupan sehari-hari

   Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi sosial yang menjadi syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial ini merupakan hubungan sosial yang dinamis. Interaksi sosial menyangkut hubungan antarperorangan, antarkelompok, atau antar individu dengan kelompok.

  Interaksi sosial terjadi jika masing-masing pihak sadar akan kehadiran pihak lain. Jadi, walaupun orang-orang saling bertatatap muka tetapi tidak saling bicara, tetap telah terjadi salah suatu interaksi sosial. Berikut contoh dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

1.      Komunitas Berdasarkan minat

Sekelompok orang mendirikan suatu komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat yang sama. Misalnya agama, pekerjaan, suku, ras, hobi maupun berdasarkan kelainan seksual. Komunitas berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena melingkupi berbagai aspek, contoh komunitas pecinta animasi dapat berpatisipasi diberbagai kegiatan yang berkaitan animasi, seperti menggambar, mengoleksi action figure maupun film.

 

2.      Organisasi dilingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat

Organisasi yang paling sederhana adalah organisasi yang dibentuk dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Karena banyak sekali yang dapat kita temukan dalam organisasi pada kehidupan kita sehari-hari. Contohnya organisasi masyarakat yang dibentuk dalam karang taruna, yang mana dapat mengubah kehidupan masyarakat. Contoh dari manfaat ini adalah jika organisasi bergerak dibidang kesehatan maka akan membentuk masyarakat menjadi dan memilki pola hidup sehat. Organisasi kepramukaan akan menciptakan generasi muda yang tanggung dan kesatria. Dan organisasi selalu berkembang seiring dengan munculnya fenomena-fenomena organisasi tertentu.

 

3.      Kelompok sosial

Guru mengajari siswa-siswa merupakan interaksi individu dengan kelompok. Secara konkret bentuk interaksi sosial antara individu dengan kelompok bisa dilihat pada contoh: seorang guru sedang mengajari siswa-siswanya di dalam kelas, atau seorang orator yang sedang berpidato di depan orang banyak. Bentuk interaksi semacam ini juga menunjukan bahwa kepentingan seorang individu berhadapan dengan  kepentingan kelompok.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Dhohiri, Taufiq rahman, M.Si, dan TIM. 2007. Sosiologi "suatu kajian kehidupan masyarakat", Jakarta: Yudhistira.

 

Re: PENGANTAR SOSIOLOGI - Tugas 01

NIDA MUHARRAM KUMALA SARI
11150510000027
KPI 1A – Tugas 02

KOMUNITAS, ORGANISASI dan KELOMPOK SOSIAL

A.      KELOMPOK SOSIAL

                Istilah kelompok sosial menurut Ilmu Sosiologi adalah suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan interaksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Dalam buku Sociology An Introduction karya Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren (1984), menyataka bahwa satu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi sosial yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara menyeluruh. Mayor Polak ikut berpendapat pada tahun 1979 bahwa kelompok adalah suatu group, yaitu sejumlah orang yang berhubungan satu sama laindan antar hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur.

                                Melalui beragam definisi tersebut, maka tiap-tiap kelompok atau individu antar individu dapat membedakan kepentingan, hak dan kewajiban sesama. Sebagai makhluk individu yang belajar untuk berinteraksi dan menyelaraskan diri terhadap kelompoknya, pada dasarnya mempunyai hasrat untuk sebesar-besarnya mengutamakan kepentingan diri sendiri. Namun demikian, manusia tidak mungkin hidup layak tanpa berkelompok.

Wila Huky pada tahun 1982, memperincikan ciri dasar suatu kelompok :
1.
Kelompok selalu terdiri paling sedikit dua orang.
2.
Suatu kelompok tidak dianggap terbentuk karena pengaruh persyaratan  sebuah jumlah.
3.
Komunikasi dan Interaksi suatu kelompok, harus bersifat timbal balik.
4.
Kelompok tersebut bisa sepanjang hidup (jangka panjang) / sementara (jangka pendek).
5.
Kelompok dan cirinya juga dapat ditemukan dalam kehidupan binatang.
6.
Minat dan kepentingan bersama merupakan warna utama pembentukan kelompok.
7.
Pembentukan kelompok dapat berdasarkan pada situasi makhluk hidup yang dituntut untuk saling bersama.

B.      ORGANISASI SOSIAL

Secara harfiah, Organisasi diartikan sebagai suatu kesatuan orang-orang yang tersusun dengan teratur berdasarkan pembagian tugas tertentu. Secara istilah, Organisasi yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan pergulan manusia dalam masyarakat. Jika disambungkan antara kedua pengertian tersebut, maka Organisasi berarti suatu susunan atau struktur dari berbagai hubungan antar manusiayang terjadi dalam masyarakat, dimana hubungan tersebut merupakan suatu kesatuan yang teratur. Secara ringkas, Organisasi diartikan sebagai suatu rangkaian pelapisan terstruktur hubungan antar manusia yang saling ketergantungan.

Bentuk dan struktur organisasi merupakan tempat yang memungkinkan  bagi pengembangan aktivitas manusia dengan berbagai aturan yang diakui bersama. Karena waktu, tempat dan keadaan tertentu dalam rangka memprediksi tujuannya, sudah ditetapkan secara jelas dan diupayakan setidaknya setiap anggota memahami tujuan organisasinya.

Menurut  J.O Hetzler (1946) memerlukan beberapa syarat untuk mengadakan pengaturan hidup bersama dalam suatu organisasi, yaitu :

1.       Harus ada ukuran yang tetap dalam tata-hubungan sosial.

2.       Harus ada kekuasaan atau otoritas yang mempunyai daya paksa.

3.       Adanya pengaturan dan penyusunan individu-individu antar kelompok dan lapisan sosial tertentu.

4.       Para anggota yang hidup dalam berbagai bidang, dapat hidup dalam suasana harmoni, yang saling member kepuasan.

5.       Adanya tingkah laku yang telah merupakan standar itu disalurkan atau dipaksakan dengan mekanisme tekanan-tekanan sosial.

C.      KOMUNITAS SOSIAL

Community dapat diartikan sebagai "masyarakat setempat", menunjuk kepada warga sebuah desa, kota, suku atau bangsa. Jika suatu anggota kelompokhidup bersama, baik kecil maupun besar hingga merasakan bahwa mereka saling berkepentingan satu sama lain, maka mereka disebut "masyarakat setempat". Criteria utama bagi adanya suatu masyarakat setempat adalah adanya social relationships antara anggota suatu kelompok. Disimpulkan kembali bahwa masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Dasar-dasar daripada masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan semasyarakat setempat.  Perasaan komuniti tersebut bernama lain community sentiment.

 Adapun unsur-unsur community sentiment antara lain, :
a. Seperasaan.
b. Sepenanggungan.
c. Saling memerlukan.

 

D.      PERBEDAAN ANTARA KOMUNITAS, KELOMPOK DAN ORGANISASI

 

#PERBEDAAN :

Ø  KOMUNITAS : Kelompok yang menandakan adanya kesamaan kriteria sosial sebagai ciri khas keanggotaanya.

Ø  KELOMPOK : Suatu kelompok yang terdiri dari 2 atau lebih manusia yang saling berinteraksi secara keseluruhan.

Ø  ORGANISASI : Perkumpulan sosial yang dibentuk masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

 

#PERSAMAAN :
Persamaan diantara ke tiga hal tersebut yakni, sama-sama suatu perkumpulan yang terdiri dari beberapa manusia (makhluk hidup) bisa juga binatang, yang saling berinteraksi, berkepedulian, berperasaan dan memiliki visi, misi dan tujuan yang sama.

 

E.       CONTOH KOMUNITAS, KELOMPOK SOSIAL DAN ORGANISASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

 

v  KOMUNITAS :
A. Komuntas Pencinta Alam
B. Komunitas Pelindung Binatang
C. Komunitas Seni dan Sastra

 

v  KELOMPOK SOSIAL :
A.  GEMMA ( Gerakan Remaja Masjid Arrahman )
B.  IRRAS ( Ikatan Remaja Rawadenok Selatan )
C.  MUNTHOHA ( Munazhomatu Tahalabah Alhidayah )

 

 

v  ORGANISASI :
A. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
B. DEMAF (Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas)
C. NU (Nahdlatul Ulama)


Pada 8 September 2015 16.41, Nida Muharram <nida.muharram@gmail.com> menulis:

NIDA MUHARRAM KUMALA SARI "KPI 1A"
PENGANTAR SOSIOLOGI

1.      PENGERTIAN SOSIOLOGI

Menurut 'August Comte', Sosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Menurut istilah, "Sosiologi ialah suatu ilmu yang mempunyai materi penelitian bahwa segala kejadian nyata dalam kehidupan manusia". Menurut PLATO dan ARISTOTELES yang telah banyak membahas hal-hal yang merupakan sebagian dari sosiologi, sosiologi dikenal dengan nama Filsafat Social atau Sozial Philosophie dalam bahasa Jermannya.

Dalam pengertian lain menyebutkan bahwa atas dasar berhubungannya Sosiologi dengan filsafat, sejarah dengan politik, yaitu karna sosiologi sebenarnya mempelajari gejala hubungan antar manusia (latin: sozial = kawan) sedangkan sebagai ilmu ia memperoleh sistematikanya (Logos = menurut aturan dan sistematik) dikemudian hari. Maka Sosiologi adalah " Ilmu yang hendak mengerti dan menjelaskan tindakan-tindakan sosial dari manusia hal mana mempunyai pengaruhnya atas masyarakat ".

S.R. STEINMETZ menjelaskan mengenai materi penelitian Sosiologi, yaitu "kenyataan tentang kehidupan manusia sebagaimana adanya, tentang normanya, hidup dan kehidupannya, perkembangan dan keruntuhannya". Lain halnya dengan yang dikatakan oleh LEOPOLD VON WIESE bahwa materi penelitian Sosiologi adalah bidang sosial ataupun kejadian hubungan antar manusia (*zwischenmensobliches Geschehen*). Sehubungan dengan berbagai pernyataan tersebut, maka perlu diperhatikan bahwa penelitian Sosiologi karenanya terikat oleh waktu dan tempat.


TOKOH – TOKOH SOSIOLOGI

  • Ø  August Comte (1789-1857)
  • Ø  Claude Menri Saint-Simon (1760-1825)
  • Ø  Herbert Spencer )1820-1903)
  • Ø  Karl Marx (1818-1883)
  • Ø  George Simmel (1858-1918)
  • Ø  Emil Durkheim (1864-1920)
  • Ø  Max Weber (1864-1920)

Adapun Tokoh-tokoh Sosiologi dari kalangan wanita :

  • Ø  Jane Adams (1860-1935)
  • Ø  C.P. Gilman (1860-1935)
  • Ø  A.J Cooper (1858-1964)
  • Ø  Ida W. Barnett (1862-1931)
  • Ø  Marianne Weber (1870-1954)
  • Ø  B.P Webb (1858-1943)

  

3.      TEORI – TEORI SOSIOLOGI

A. Teori Klasik tentang Modernitas

       Menurut Marx, modernitas ditentukan oleh ekonomi kapitalis. Ia mengakui kemajuan yang ditimbulkan oleh transisi dari masyarakat sebelumnya ke masyarakat kapitalisme. Namun dalam karya-karyanya, sebagian besar perhatiannya ditujukan untuk mengkritik sistem ekonomi kapitalis dari kecacatannya (alienasi, eksploitasi, dan sebagainya).

Menurut Weber, masalah kehidupan modern yang paling menentukan adalah perkembangan rasionalitas formal dengan mengorbankan tipe rasionalitas lain dan mengakibatkan munculnya kerangkeng-besi rasionalitas. Manusia semakin terpenjara dalam kerangkeng-besi ini dan akibatnya semakin tak mampu mengungkapkan beberapa ciri kemanusiaan mereka yang paing mendasar.

B. Teori Sosial Mikro tentang Jender

Terbagi menjadi tiga perspektif sosial makro utama yakni fungsionalisme, teori konflik analitis, dan teori sistem dunia neo-Marxism. Mereka mendefinisikan fenomena ini sebagai sistem antarhubungan dan struktur interaksi yang dipahami sebagai "keteraturan pola dalam prilaku individual" (Chafetz, 1984:23). Teoritisi fungsional dan Teoritisi konflik analitik memusatkan perhatian pada negara-bangsa atau kadang-kadang, khususnya dalam teori konflik analitik pada pengelompokan kultural pramodern; teori sistem dunia membicarakan kapitalisme global sebagai sebuah sistem transisi di mana negara bangsa adalah struktur yang penting.

C. Teori Penukaran Jaringan

Teori penukaran jaringan (network exchange theory) mengombinasikan teori pertukaran sosial dan analisis jaringan. Kombinasi ini diasumsikan menyempurnakan kelebihan kedua teori sambil memperbaiki kekurangannya. Disatu sisi, analisis jaringan mempunyai keunggulan mampu membangun representrasi yang kompleks dari interaksi sosial mulai dari model relasi yang sederhana dan dapat digambarkan, tetapi Cook dan Whitmeyer (1992:123) mengatakan bahwa analisis ini mempunyai kekurangan tentang konsep relasiitu sendiri.  

D. Teori Pilihan Rasional

Menurut Coleman, "paradigma tindakan rasional" (1989;5) adalah salah datu teori yang yang mungkin menghasilkan integrasi berbagai paradigma sosiologi. Pun sama, pendekatan Coleman beroperasi mulai dari dasar metodologi individualisme dan dengan menggunakan teori pilihan rasional sebagai landasan tingkat makro untuk menjelaskan fenomena tingkat makro. Menariknya, pendekatan Coleman tidak "congenial".

 

Dikutip dari :
* Mengerti Sosiologi, Cet.01, 2006 "Drs.M.Amin Nurdin, M.A"
* Teori Sosiologi Modern, Cet.01, 2007 "Bernard Raho, SVD"
* Teori Sosiologi Modern, Edisi ke-06, 2010 "George Ritzer – Douglas J.Goodman"


Suryo Widodo_Perubahan Sosial Dan Perilaku Kesmas_Tugas ke 1

Perubahan Sosial Dan Perilaku Kesehatan Masyarakat

            Kesehatan dalam kehidupan sehari-hari memang sangat di perlukan, bahkan dalam kehidupan bermasyarakat atau melakukan suatu hal kita di haruskan untuk sehat, maka untuk menjadi sehat kita harus memperhatikan perilaku-perilaku agar kita menjadi sehat.

            Seperti halnya apa yang terjadi dalam masyarakat ciracas, Ketika pada zaman dahulu orang-orang kebanyakan melakukan suatu pengobatan berdasarkan perkataan-perkataan para leluhurnya. Misalnya ketika mereka sakit perut mereka di anjurkan untuk memakan sambal atau daun jambu biji yang secara tidak langsung memang sambal dan daun jambu biji tersebut mengadung zat yang membuat lambung bereaksi namun apabila di jelaskan isi kandungan tersebut mereka tidak mengetahuinya.

            Dan seiring dengan kemajuan zaman ternyata memang hal itu dapat di buktikan oleh ahli medis akan tetapi terdapat kekurangan sehingga cara tersebut di tinggalkan dan beralih ke obat-obatan yang di anjurkan oleh ahli medis.

            Hal ini mengakibatkan suatu perubahan sosial dalam masyarakat yang dulu mereka menggunakan cara tradisional kini mereka menggunakan cara yang dapat di pahami sehingga apa yang di lakukan sekarang di nilai lebih mudah dan efisien.

            Dalam hal ini Perubahan diartikan sebagai suatu hal atau keadaan berubah, peralihan dan pertukaran. Dengan demikian perubahan adalah sebuah proses yang mengakibatkan keadaan sekarang berbeda dengan keadaan sebelumnya, karena mengalami perubahan atau pertukaran. William F.Ogburn memberi batasan terhadap makna perubahan social hanya pada unsure-unsur kebudayaan.[1]

            Maksudnya disini adalah apa yang terjadi dalam masyarakat di ciracas terjadi perubahan budaya yang dulu menggunakan cara tradisional dan lumayan susah di jelaskan kini beralih menjadi yang lebih modern dan mudah di jelaskan.

            Dan ini seperti yang Sojoeno Soekanto katakan bahwa penemuan-penemuan baru merupakan tambahan pengetahuan terhadap perbendaharaan pengetahuan dunia yang telah diverifikasi. Penemuan menambahkan sesuatu yang baru pada kebudayaan karena meskipun kenyataan tersebut sudah lama ada, namun kenyataan itu baru menjadi bagian setelah kenyataan tersebut ditemukan. Penemuan baru menjadi suatu faktor dalam perubahan sosial jika hasil penemuan tersebut didayagunakan.[2]


            Kesimpulan


Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku kesehatan masyarakat salah satunya adalah penemuan-penemuan yang baru atau di kembangkan oleh suatu masyarakat sehingga lebih efisien dan cepat



[1] William F.Ogburn, Social Change, (New York: Viking Press, 1982),h.7

[2] Astrid S.Susanto, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, (TK.Bica Cupta, 1979),h.178

Cari Blog Ini